Anda di halaman 1dari 2

Nama : Wasni Theresia Br.

Butar Butar
Nim : 10011181520069

Bencana besar terjadi di kapal penambang minyak Deepwater Horizon tahun


2010 silam kemudian diangkat kelayar lebar, dalam sebuah film based on true story
berjudul Deepwater Horizon
Cerita yang diangkat dari kisah nyata ini melalui sudut pandang seorang Mike
Williams, kepala teknisi ET di kapal pengebor minyak di Deep Horizon. British
Petroleum Exploration & Production Inc. (BP) adalah operator atau pemegang
konsensi blok yang terdapat sumur Macondo. BP adalah pemegang konsensi terbesar
di laut dalam (deepwater) Teluk Meksiko Amerika. Deepwater Horizon
merupakan semi-submersible unit pengeboran lepas pantai milik Transocean yang
disewakan kepada BP.
Dalam laporan berjumlah 52 halaman yang dipresentasikan oleh BP,
perusahaan tersebut menyatakan “Tidak mungkin terjadi kecelakaan baik yang
disengaja ataupun tak sengaja”, dan jika kecelakaan tersebut terjadi tanggapan
merekaa dalah “tidak ada dampak buruk yang signifikan”.
Namun pada tanggal 20 April 2010 “Deepwater Horizon” mengalami lekadan
yang amat dahsyat,terletak sekitar 60 kilometer dari lepas pantai Negara bagian
Lousiana, AS. Ledakan itu juga mengakibatkan tumpahnya minyak bumi kelaut.
Pada saat peristiwa tragis itu terjadi, berdasarkan catatan resmi dilaporkan
terdapat hingga 126 orang di atas kilang minyak itu. Dari jumlah tersebut, 11 pekerja
meninggal dunia dan 17 orang lainnya mengalami luka-luka. Kesebelas korban
tersebut diperkirakan adalah mereka yang berada di dekat lokasi awal terjadinya
kebakaran dan karenanya tidak bisamenghindari dari ledakan yang terjadi dengan
seketika tersebut.
Konflik bermula ketika kapal kilang di Deepwater Horizon dijadwalkan untuk
memulai penambangan minyak di laut perbatasaan US dan Mexico. Kapal kilang ini
sebenarnya telah telat 43 hari dari jadwal yang penambangan yang ditentukan. Namun
sayangnya dengan keterlambatan tersebut masih ada proses yang belum diselesaikan.
Yaitu pengecekan bantalan semen pada pipa tambangan.
Pihak pengelola kapal tambang dengan kliennya, BP pun berselisih , dimana
pihak pengelola kapal memaksa untuk melakukan uji bantalan semen, sedangkan
pihak BP memaksa untuk mulai melakukan penambangan, dikarenakan sudah lewat
dari jadwal yang ditentukan. Setelah melakukan beberapa pengujian, akhirnya
penambangan mulai dilakukan. Tapi sayangnya hal yang ditakutkan oleh pengelola
kapal pun akhirny abenar-benar terjadi.
Terjebak di reruntuhan, dengan ledakan gas yang terus berlanjut membuat
suasana menjadi sangat mencekam. Kekacauan yang terjadi membuat para kru kapal
tambang menjadi panik dan saling berebut untuk naik ke atas skoci untuk
menyelamatkan diri. Film "Deepwater Horizon" memperingatkan apa yang terjadi
bila pihak perusahaanhanya mengutamakan penghematan anggaran dan mengejar
target tetapi mengabaikan keselamatan.