Anda di halaman 1dari 6

A.

ABSTRAKSI
Tidak dipungkiri lagi bahwa orang tua merupakan faktor utama dalam perkembangan
seorang anak. Peran orang tua sangat dibutuhkan sebagai pendorong semangat anak dalam
melakukan banyak hal terutama dalam belajar. Karakteristik anak yang belum dewasa dan
masih dalam tahap perkembangan, membuat mereka sangat membutuhkan bantuan dan
bimbingan orang dewasa. Pendidikan terhadap seorang anak bukan hanya menjadi tanggung
jawab guru maupun pihak sekolah saja, melainkan juga tanggung jawab orang tua sebagai
pengawas anak mereka di rumah. Artikel ini merupakan gagasan penulis yang berlatar
belakang kejadian umum yang terjadi di masyarakat, mengenai kurang pahamnya orang tua
akan seberapa pentingnya peran mereka terhadap pendidikan dan hasil belajar anak mereka.
Dalam artikel ini akan membahas tentang bagaimana peran orang tua dalam mendorong
proses belajar anak, bagaimana peran orang tua secara signifikan dapat meningkatkan hasil
belajar anak, serta apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung anak dalam belajar

B. PENDAHULUAN
Pendidikan sering disebut sebagai proses belajar dan memperoleh pengetahuan di
sekolah, dalam bentuk pendidikan formal, informal dan non formal. Namun, proses
pendidikan tidak hanya di mulai ketika anak pertama kali bersekolah. Proses pendidikan telah
dimulai pertama kali di rumah. Seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan dari guru,
tetapi juga dapat belajar dan menerima pengetahuan dari orang tua, anggota keluarga dan
bahkan kerabat yang lain.
Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena
dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama dari
pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Kemudian pengertian anak sendiri
merupakan sekelompok manusia yang belum dewasa yang masih dalam taraf perkembangan
dan pertumbuhan sehingga memerlukan bimbingan dan pembinaan orang dewasa. Anak juga
merupakan makhluk yang masih terus tumbuh dan mengalami perkembangan, dan
pertumbuhan serta perkembangan seorang anak tidak lepas dari peran orang tuanya.
Anak sebagai calon penerus bangsa kini mulai dipersiapkan, baik secara akademis
maupun non-akademis. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya sukses di masa depan,
sehingga kini orang tua sudah mulai sadar akan keterlibatannya dalam membantu sang anak
meraih kesuksesan tersebut. Di masa ini orang tua sudah mulai “melek” akan pentingnya
peran mereka dalam pendidikan anak. Hal ini akan jelas terasa apabila orang tua menaruh
perhatian penuh di setiap jenjang perkembangan anaknya.
Peran orang tua sebagai fasilitator bertanggung jawab menyediakan diri untuk terlibat
dalam membantu belajar anak di rumah, serta membantu mengembangkan keterampilan
belajar yang baik. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, juga
membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis
menulis, buku dan lain-lain. Orang tua berkewajiban memenuhi fasilitas belajar agar proses
belajar berjalan dengan lancar.
Sebagai orang tua yang bertanggung jawab pasti menghendaki anaknya menjadi orang
yang sukses dan berguana bagi masyarakat. Tanggung jawab orang tua terhadap anaknya
sangat besar bukan sekedar memberi makan,minum memberikan pakaian tetapi orang tua
wajib mendidik atau memberikan pendidikan terhadap anaknya. Selain itu orang tua juga
berperan penting terhadap pendidikan anak. Karena, orang tua adalah pemberi motivasi
terhadap anaknya, motivasi orang tua juga dipandang sebagai dorongan. mental yang
menggerakkan dan mengarahkan perilaku anak, termasuk perilaku dalam belajar. Jika tidak
ada dorongan dari orang tua maka kekuatan mental yang sangat di perlukan oleh anak tidak
akan tercapai pada tujauan yang di inginkan.
Namun, sering kita temui ada saja orang tua yang hanya menyerahkan urusan
pendidikan anaknya pada pihak sekolah, karena merasa urusan pendidikan bukan tanggung
jawab mereka. Walaupun begitu, orang tua tetap menuntut anaknya untuk memiliki hasil
belajar yang memuaskan, yang bisa mereka banggakan di luar sana.
Berdasarkan hal ini, penulis terdorong untuk mengulas lebih lanjut mengenai
bagaimana peran orang tua dalam mendorong proses belajar anak, bagaimana peran orang tua
secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar anak, serta apa yang bisa dilakukan orang
tua untuk mendukung pendidikan anak.

C. PEMBAHASAN
1. Peran orang tua dalam mendorong proses belajar anak.
Pentingnya peran orang tua terhadap pendidikan anak bukanlah hal yang sepele,
sebab pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki setiap individu yang hidup agar
dapat bertahan menghadapi perkembangan zaman. Saat ini orang tua sudah mulai sadar
akan pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak
dini. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak-anak terbukti memberikan banyak
dapak positif bagi anak. Banyak anak yang mampu mencapai kesuksesan setelah mereka
menginjak usia dewasa dan terjun ke dalam dunia sosial yang sebenarnya. Peran aktif
orang tua tentu saja perlu didukung oleh komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak
sekolah. Seperti orang tua yang sering ikut terlibat dalam acara sekolah di Sekolah Dasar
(SD) akan memberikan efek positif yang akan berlangsung seumur hidup anak. Jadi, tidak
hanya peran guru dan lingkungan saja yang berpengaruh dalam prestasi belajar anak.
Orang tua harusnya memperhatikan pendidikan anak-anaknya karena peran orang
tua sangat penting dalam proses pendidikan bagi mereka. Orang tua mampu menyediakan
kebutuhan materiil anak-anaknya secara memuaskan tapi kebutuhan pendidikan tidak
pernah terpenuhi. Anak tidak dipersiapkan menjadi manusia yang dewasa seperti tujuan
yang hendak dicapai oleh pendidikan. Anak berkembang tanpa adanya polah yang hendak
dituju, tetapi berkembang dengan sendirinya. Anak dibiarkan saja tumbuh tanpa tuntutan
norma yang pasti. Tidak ada kepastian pada diri anak, bagaimana seharusnya ia berbuat
atau bersikap karena memang tidak pernah diberi tahu dan dibimbing oleh orangtuanya.
Situasi seperti ini disebut miss educated. Kadang-kadang hal demikian ini oleh
orangtuanya tidak disadari, jadi tidak disengaja. Orang tua berbuat demikian mungkin
karena tidak tahu, yaitu tidak tahu bagaimana mendidik anaknya dan tahu tetapi situasi
memaksa demikian, mungkin karena terlalu sibuk. Oleh karena itu, untuk menjadi orang
tua dituntut syarat-syarat tertentu agar anak-anaknya berkembang dengan baik. Jika suatu
keluarga dikaruniai seorang anak, maka pada pundak orangtua itulah dibebankan usaha
bagaimana agar anak-anaknya berkembang dengan baik. Jadi anak tidak diterima begitu
saja, diberi makan dan pakaian tetapi diusahakan agar anak mampu berkembang dengan
baik. Orang tua harus mampu membagi-bagi perhatiannya kepada semua obyek di dalam
rumah tangganya sebab di dalam keluargalah terjadi interaksi orangtua terhadap anak.
Kasih sayang yang diberikan orang tua pada awal kehidupan seorang anak sangat
membantu perkembangan anak bahkan menjadi dasar peletakkan kepribadiannya.

2. Bagaimana peran orang tua secara signifikan meningkatkan hasil belajar anak.
Sebagai orang tua ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalaha mengapa
pendidikan anak tergantung pada peran serta orang tua, dan bagaimana bisa secara
signifikan berpengaruh pada hasil belajar anak. Berikut alasannya :
 Orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya. Dalam belajar, anak cenderung mengikuti
kebiasaan dari orang tuanya. Anak yang setiap hari dibiasakan untuk belajar dengan anak
yang tidak pernah dibiasakan belajar prestasi belajarnya pasti akan berbeda.
 Dorongan dari orang tua bisa dengan mudah meningkatkan motivasi belajar anak. Orang
tua yang menghargai setiap keberhasilan anaknya akan membentuk mental anak yang
percaya diri dalam belajar. Sebagaimana yang kita ketahui dalam model pembelajaran
ARCS milik Keller (1983), meningkatkan unsur Confidence atau kepercayaan diri dalam
diri peserta didik dapat meningkatkan motivasi belajarnya juga. Orang tua merupakan
pihak yang paling dipercayai oleh anak, sehingga saat orang tua berkata “tidak apa-apa,
kamu sudah hebat. Lain kali kamu pasti menang” , anak tidak akan merasa kecewa tapi
malah semakin semangat dan termotivasi untuk belajar lagi dan lagi.
 Keutuhan orang tua juga merupakan salah satunya untuk mendukung pendidikan seorang
anak, karena itu akan membuat seorang anak merasa mendapat perhatian dan kasih sayang
dari orang tuanya.
 Orang tua yang sering ikut terlibat dalam kegiatan sekolah, akan membuat anak merasa ia
diperhatikan dan akan merasa percaya diri. Hal ini selain menguntungkan bagi anak juga
menguntungkan bagi orang tua, sebab orang tua jadi tahu seberapa mampu anaknya
menerima pelajaran di sekolah. Dan apabila orang tua menemukan kekurangan pada
prestasi belajar anak di skeolah, maka diharapkan orang tua bisa memperbaiki atau
membimbing anak saat belajar di rumah.

3. Apa yang perlu dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan anak.
Sebagai orang tua banyak hal yang bisa dilakukan untuk ikut terlibat dalam
mendukung pendidikan anak, antara lain :
 Selalu meluangkan waktu untuk menemani anak belajar, mengerjakan PR, atau hanya
sekedar membaca buku cerita. Anak akan merasa dia amat berharga dan diperhatikan.
 Bersedia menghadiri acara sekolah yang mengharuskan orang tua untuk datang.
Contohnya adalah saat kegiatan ambil rapor, ekstra kurikuler, peringatan hari Kartini, atau
berbagai macam festival yang diadakan oleh sekolah.
 Berhubungan baik dengan guru wali kelas. Hal ini diperlukan untuk memantau seperti apa
pencapaian prestasi belajar anak di sekolah. Selain itu guru juga perlu tahu apakah ada
beberapa hambatan saat anak belajar di rumah. Kegiatan berdiskusi seperti itu berguna
untuk menentukan metode pembelajaran seperti apa yang akan digunakan pada anak baik
itu di sekolah atau di rumah.
 Orang tua memfasilitasi dengan baik kebutuhan material anak untuk belajar. Seperti
menyediakan seragam yang bersih dan rapi, membuatkan sarapan, membelikan kebutuhan
alat tulis, dsb.
 Tidak terlalu sering membentak anak saat belajar. Dalam usia anak-anak apa yang kita
ucapkan kepada mereka akan tertanam dalam pikiran mereka sampai dewasa. Sehingga
diharapkan orang tua tidak melontarkan kata-kata kasar kepada anaknya, meskipun saat ia
gagal mencapai suatu keberhasilan di sekolah. Sebaiknya berikan anak bimbingan dengan
kata-kata yang tidak bersifat menjatuhkan.
 Memberikan hadiah sebagai insentif dan penghargaan bagi anak apabila ia mampu
mencapai sebuah keberhasilan.
 Menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak. Ciptakan suasana rumah yang
nyaman dan tenang sehingga anak dapat berkonsentrasi saat belajar, seperti: kecilkan
volume televisi atau matikan televisi, dan cahaya yang cukup untuk belajar.
 Mendukung segala kegiatan positif yang dilakukan anak di luar jam belajar yang
ditentukan. Biarkan anak mengikuti ekstra kurikuler atau bermain dengan teman
sebayanya, karena anak juga perlu mengembangkan aspek afektif dan psikomotoriknya.
 Jangan terlalu memaksakan anak untuk belajar dengan terlalu keras, tapi buatlah anak
menyukai apa yang ia pelajari.
 Berikan perhatian dan kasih sayang kepada anak

D. KESIMPULAN DAN PENUTUP


Berdasarkan pembahasan di atas menunjukkan bahwa peran orang tua dalam
proses belajar anak amatlah penting untuk membangkitkan semangat dan motivasi anak untuk
belajar. Selanjutnya peran orang tua juga secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar
anak, maka orang tua harus mengerti dimana posisi mereka dalam pendidikan anak. Seperti
yang sudah dibahas sebelumnya bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua
untuk mendukung pendidikan anaknya, yang sebagian besar ditujukan agar motivasi anak
saat belajar meningkat, anak merasa nyaman dan diperhatikan, dan mendapatkan perhatian
yang cukup. Diharapkan melalui artikel ini guru dan orang tua khususnya dapat bekerja sama
dalam mendidik anak-anak baik di sekolah maupun di rumah. Orang tua khususnya bisa
meluangkan waktu lebih untuk memberi perhatian kepada anak terutama dalam
meningkatkan belajarnya. Selain itu, diharapkan pula agar tidak ada lagi orang tua yang
seenaknya menuntut anaknya memiliki hasil belajar tinggi padahal ia sendiri tidak bisa
mendorong anaknya belajar dengan baik. Oleh karena itu orang tua harus lebih
memperhatikan anak-anak mereka, melihat potensi dan bakat yang ada pada anak mereka,
memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran mereka di sekolah
serta selalu memotivasi anak agar tetap semangat dalam belajar. Para orang tua juga
diharapkan dapat melakukan semua itu dengan niat yang tulus untuk menciptakan generasi
yang mempunyai moral yang baik dan wawasan yang tinggi serta semangat pantang
menyerah