Anda di halaman 1dari 15

RANCANGAN AKTUALISASI

PEMANFAATAN DATA DIGITAL RTRW DAN KAWASAN HUTAN


KOTA KENDARI
TERHADAP PENGUKURAN DI LAPANGAN

PADA SEKSI INFRASTRUKTUR PERTANAHAN


KANTOR PERTANAHAN KOTA KENDARI

OLEH:

MUHAMAD IQSAN BASRI, S.T.


NIP. 19950104 201801 1 001

CALON SURVEYOR PEMETAAN AHLI PERTAMA


Mentor:
DSATUAN KERJA :
KANTOR PERTANAHAN KOTA KENDARI
H.
NIP. 19610715 198103 1 001

CoachBambang Gu
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN

Rancangan Aktualisasi ini diajukan oleh:

Nama Peserta : Muhamad Iqsan Basri, S.T.


NIP : 19950104 201801 1 001
Jabatan : Calon Surveyor Pemetaan Ahli Pertama
Unit Kerja : Kantor Pertanahan Kota Kendari
Angkatan : XVI

Core Issue/Isu yang diangkat : Belum Optimalnya Pemanfaatan Informasi


Spasial RTRW saat melakukan pengukuran di Lapangan, telah diseminarkan
dan diterima sebagai salah satu persyaratan Pelatihan Dasar CPNS untuk
selanjutnya diaktualisasi pada saat Off Class mulai tanggal 30 Juli 2018

Bogor, 27 Juli 2018


Coach, Mentor,

Agustina Yessy C, S.SiT., M.Eng. Dwi Anggara Septiyandi., S.E


NIP. 19780804 199703 2 001 NIP. 19890926 201503 1 003

2
A. TUGAS DAN FUNGSI JABATAN FUNGSIONAL SURVEYOR
PEMETAAN
Regulasi dalam jabatan Fungsional Surveyor Pemetaan berdasar pada
Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:
1345/KEP/M.PAN/12/2002. Jabatan fungsional surveyor pemetaan termasuk
dalam rumpun arsitek, insinyur dan yang berkaitan. Surveyor pemetaan
berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang survey dan pemetaan
pada instansi pemerintah. Tugas pokok Surveyor Pemetaan adalah melakukan
kegiatan perencanaam pelaksanaan, pembinaan, pengembangan serta
pemasyarakatan survey dan pemetaan. Selain itu turut menyusun desain
juklak/juknis dan pelaksanaan kegiatan survey, pengukuran dan pemetaan,
pemeliharaan dan pemanfaatan alat ukur. Jabatan Surveyor Pemetaan tingkat ahli
memiliki 131 rincian tugas yang diantaranya adalah sebagai berikut (Perka BPN
Nomor 293 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja di Lingkungan Kanwil):
• Menyusun JUKLAK Pemetaan yang berlaku di lingkungan pertanahan
• Membuat Rancangan Peta 1: 100.000 s/d 1:10.000
• Penyusunan Daftar Digital Pemetaan
• Analisa Spasial digital GIS dan SIMTANAS
• Membuat Rancangan Peta 1: 100.000 dan yang lebih kecil
• Inventarisasi data analog langsung
• Inventarisasi data digital langsung
• Penyusunan peta manuskrip dasar pertanahan, tematis, wilayah administrasi,
kawasan dan lain-lain yang berlaku di lingkungan pertanahan
• Pengolahan data spasial
• Check plot Konsep Peta Final
• Koreksi Peta dengan pengecekan lapangan+ uji geometris peta
• Perancangan Peta Digital + Generalisasi Kartografi
• Kontrol Kualitas peta digital dua dimensi
• Pengelolaan Triangulasi Udara
• Klasifikasi dan Pengelompokan data spasial citra satelit/foto udara dalam unit
lahan
• Supervisi Pengolahan Data

3
B. IDENTIFIKASI MASALAH

Bertolak pada tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 38 Tahun 2016, Seksi Infrastruktur Pertanahan
mempunyai tugas melaksanakan pengoordinasian, pembinaan, dan pelaksanaan
pengukuran melakukan pengoordinasian dan pelaksanaan pengukuran dan
pemetaan dasar, pengukuran dan pemetaan kadastral, serta survei dan pemetaan
tematik.
Dalam melaksanakan tugas, Seksi Infrastruktur Pertanahan
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
• pelaksanaan pengukuran dan pemetaan dasar;
• pelaksanaan pengukuran batas administrasi, kawasan dan wilayah tertentu;
• pelaksanaan pembinaan tenaga teknis, surveyor, dan petugas survei dan
pemetaan tematik;
• pelaksanaan pengelolaan dan pemutakhiran peralatan teknis serta teknologi
pengukuran dan pemetaan;
• pelaksanaan pemeliharaan kerangka dasar kadastral nasional di wilayahnya;
• pelaksanaan dan pengelolaan basis data geospasial pertanahan dan
Komputerisasi Kegiatan Pertanahan berbasis data spasial;
• pelaksanaan pengukuran dan pemetaan kadastral, pembukuan serta
pengelolaan basis data dan informasi batas bidang tanah, ruang dan perairan;
• pelaksanaan survei dan pemetaan tematik pertanahan, perbatasan dan wilayah
tertentu; dan
• pelaksanaan bimbingan teknis, koordinasi, pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di seksi infrastruktur pertanahan.
Dalam menjalankan tugas, fungsi dan program-program tersebut tentu saja
terdapat permasalahan-permasalahan yang menjadi penghambat kelancaran
berjalannya tugas dan fungsi, khususnya di Kantor Pertanahan Kota Kendari.
Permasalahan tersebut berkaitan dengan sumber daya yang berkorelasi langsung
dengan tugas dan fungsi Seksi Infrastruktur Pertanahan, diantaranya sebagai
berikut:
1. Kurang selarasnya data Administrasi antara Pemda dan BPN
2. Kurangnya Pengetahuan pegawai dalam mengoperasikan software arcgis
3. Pengelolaan Inventarisasi Alat ukur dan Penjadwalan Waktu Pengukuran yang
masih kurang.

4
4. Belum Optimalnya Pemanfaatan Informasi Spasial RTRW saat melakukan
pengukuran di Lapangan
5. Belum terpetakannya sertipikat yang lama di KKP

C. ANALISA USG
Tingkat keseriusan 3 (tiga) permasalahan tersebut diuji dengan pendekatan
USG (Urgent, Serious, Growth) untuk mendapatkan 1 (satu) permasalahan yang
paling besar guna menentukan isu utama. Hasil pengujian tersebut adalah sebagai
berikut:
No. Kendala Urgent Serious Growth Total
1 Kurang selarasnya data
Administrasi antara Pemda dan 3 3 3 9
BPN
2 Kurangnya Pengetahuan pegawai
dalam mengoperasikan software
4 3 2 9
arcgis

3 Pengelolaan Inventarisasi Alat ukur


dan Penjadwalan Waktu
3 4 3 10
Pengukuran yang masih kurang
baik.
4 Belum Optimalnya Pemanfaatan
Informasi Spasial RTRW dan
5 5 4 14
kawasan hutan saat melakukan
pengukuran di Lapangan
5 Belum terpetakannya sertipikat
yang lama pada aplikasi KKP 4 4 3 11

Tabel 1. Analisis USG


*angka total tertinggi menjadi isu utama yang diangkat dalam rancangan aktualisasi

Keterangan: Semakin tinggi nilai maka semakin penting/serius untuk ditangani

Sifat Sangat Sangat


Kurang Cukup Penting
kurang Penting
Skor 1 2 3 4 5

Berdasarkan Tabel analisis USG diatas, Terdapat lima isu yang dapat
berkembang jika tidak dicarikan solusi. Hasil pengujian dengan pendekatan USG
terhadap lima isu tersebut ditemukan satu isu yang memiliki skor paling besar, yaitu
“Belum Optimalnya Pemanfaatan Informasi Spasial RTRW dan kawasan
hutan saat melakukan pengukuran di Lapangan”. Adapun penjabaran hasil
analisis USG untuk isu yang memliki skor yang paling tinggi, yaitu sebagai berikut:
1. Urgency : Isu utama sangat penting dilakukan untuk membantu pengambilan
keputusan saat melakukan pengukuran di lapangan, agar dapat mengetahui

5
bidang tanah yang diukur masuk kedalam kawasan hutan,kawasan pertanian
produktif atau kawasan permukiman.

2. Seriousness : Pemanfaatan informasi spasial dalam hal ini data digital RTRW
dan kawasan hutan dapat menimbulkan kekeliruan petugas ukur dalam
mengukur bidang tanah. Bisa saja bidang tanah yang di ukur masuk kedalam
lahan pertanian produktif maupun kawasan hutan.

3. Growth : Isu utama dilakukan agar data RTRW dan kawasan hutan selaras
dengan hasil pengukuran agar tidak terjadi kekeliruan saat melakukan
pengukuran di lapangan.

D. ANALISIS TERHADAP ISU UTAMA (FISHBONE)

Untuk mengetahui opsi-opsi solusi penanggulangan permasalahan yang


menjadi isu utama maka dilakukan analisa menggunakan diagram FishBone:

Gambar: Diagram analisis fishbone


Belum tersedianya data RTRW yang baru.

6
1. Man
• Belum adanya kegiatan bimbingan teknis untuk meningkatkan
kemampuan pegawai dalam pemanfaatan data digital RTRW dan kawasan
hutan untuk pengukuran di lapangan
2. Method
• Pemanfaatan data digital RTRW dan kawasan hutan yang belum optimal.
• Belum adanya Basis data mengenai RTRW dan kawasan hutan.

3. Material
• Belum adanya data digital RTRW dan kawasan hutan yang dapat
digunakan sebagai pertimbangan pengukuran di lapangan

4. Machine
• Belum dimaksimalkannya penggunaan perangkat keras dan perangkat
lunak.
• Belum tersedianya software data digital RTRW dan kawasan hutan yang
dapat dipakai ketika pengukuran di lapangan.

7
E. FORMULIR RANCANGAN AKTUALISASI
Unit Kerja : Kantor Pertanahan Kota Kendari
Identifikasi Isu : 1. Kurang selarasnya data administrasi antara pemda dan bpn
2. Kurangnya pengetahuan pegawai dalam mengoperasikan software arcgis
3. Pengelolaan inventarisasi alat ukur dan penjadwalan waktu pengukuran yang masih kurang.
4. Belum optimalnya pemanfaatan informasi spasial rtrw dan kawasan hutan saat melakukan
pengukuran di lapangan
5. Belum terpetakannya sertipikat yang lama di KKP
Isu Yang Diangkat : Belum optimalnya pemanfaatan informasi spasial RTRW dan kawasan hutan saat melakukan
pengukuran di lapangan.
Gagasan Pemecahan Isu : Pemanfaatan Data digital RTRW dan kawasan hutan kota kendari terhadap pengukuran di
lapangan.

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan* Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai


Substansi Mata Terhadap Visi Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
1 Membuat Konsep 1. Melaporkan ide Konsep rencana 1. Etika Publik Perumusan dan Melalui usulan
rencana data digital rencana aktualisasi data digital terkait dengan cara pelaksanaan rancangan data digital
RTRW dan kawasan dengan atasan RTRW dan berkomunikasi kebijakan di RTRW dan kawasan
hutan dalam 2. Mempersiapkan kawasan hutan yang santun, bidang survei, hutan diharapkan dapat
melakukan konsep dan dalam menghormati dan pengukuran, dan Mewujudkan sikap
pengukuran di aplikasi dari sistem melakukan saling menghargai pemetaan. jujur, akuntabel, kreatif,
lapangan. yang akan dibuat pengukuran di pendapat dengan (Perpres No. 20 dan berkomitmen mutu
(percontohan) lapangan. atasan dan pegawai Tahun 2015) dengan filosofi senang
3. Melakukan lain terkait usulan memudahkan dapat
koordinasi dengan rancangan data terwujud di
seksi lainnya digital RTRW dan Kementerian ATR/BPN.
terkait dengan data kwasan hutan
RTRW dan 2. Akuntabilitas
kawasan hutan Memegang
dalam melakukan tanggung jawab
pengukuran di terhadap jabatan
lapangan. yang di emban dan

8
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan* Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai
Substansi Mata Terhadap Visi Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
apa yang akan
dikerjakan.
3. Komitmen mutu
Terkait dengan
pencapaian hasil
kinerja.

2 Pembuatan 1. Melakukan 1. Tersusunnya 1. Komitmen Perumusan dan Melalui pembuatan


Inventarisasi data kordinasi dengan basis data Mutu, pelaksanaan Inventarisasi data digital
digital RTRW dan atasan terkait data- dari sistem memberikan kebijakan di RTRW dan kawasan
kawasan hutan dalam data yang akan informasi sarana yang bidang survei, hutan diharapkan nilai-
melakukan digunakan yang akan mudah diakses, pengukuran dan nilai komitmen mutu,
pengukuran di 2. Pengumpulan data dibuat efektif dan efisien pemetaan, agar efektifitas dan efisien
lapangan. digital RTRW dan 2. Aplikasi data 2. Akuntabilitas, dapat menjamin dalam bekerja dapat
kawasan hutan digital ketelitian dalam kepastian hukum terwujud. Semua itu
serta data-data RTRW dan menyelesaikan kepemilikan akan bermuara pada
pendukung kawasan pekerjaan dan tanah. sikap jujur, adil,
lainnya. hutan yang bertanggung transparan, akuntabel,
3. Membangun data dapat jawab dengan kreatif, dan
spasial dari data- digunakan yang dikerjakan berkomitmen mutu
data yang telah di dalam 3. Etika Publik, dengan filosofi senang
kumpulkan. pengukuran Melaksanakan memudahkan dapat
4. Menyiapkan tools di lapangan. tugas secara jujur, terwujud di
dan menginstal bertanggung Kementerian ATR/BPN.
carrymaps jawab,
kedalam arcgis berintegritas tinggi
yang digunakan ,cermat, disiplin
dalam pembuatan dan profesional.
inventarisasi data
digital
5. Memasukkan data-
data yang ingin
ditampilkan pada

9
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan* Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai
Substansi Mata Terhadap Visi Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
data digital RTRW
dan kawasan
hutan.
6. Melakukan eksport
data atau memulai
pembuatan
aplikasi data
digital RTRW dan
kawasan hutan.
7. Melakukan
pengecekan
terhadap aplikasi
data digital yang
telah dibuat
8. Menginput hasil
aplikasi data
digital kedalam
smartphone.
3 Melakukan uji coba 1. Melakukan Daftar saran 1. Akuntabilitas, Peningkatan Dalam pelaksaan
aplikasi data digital konsultasi dengan dan masukan terkait dengan efektifitas dan ujicoba aplikasi digital
RTRW dan kawasan atasan terkait dari pegawai nilai-nilai efisiensi pada RTRW dan kawasan
hutan dalam percobaan aplikasi yang mengikuti tanggung jawab bidang survei, hutan dapat
melakukan digital RTRW dan uji coba. dengan jabatan pengukuran, dan menanamkan nilai-nilai
pengukuran di kawasan hutan. 2. Komitmen pemetaan. tanggung jawab, efisien
lapangan. 2. Melakukan mutu, ,efektif dan
percobaan aplikasi Perbaikan mutu akuntabilitas serta dapat
data digital RTRW yang dilakukan mewujudkan sikap
dan kawasan hutan agar menjadi jujur, adil, transparan,
pada seksi lebih baik. kreatif, dan
infrastruktur. 3. Etika publik berkomitmen mutu
Terkait dengan dengan filosofi senang
ujicoba memudahkan dapat
penyampaian

10
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan* Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai
Substansi Mata Terhadap Visi Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
dan terwujud di
penjelasanharus Kementerian ATR/BPN.
dilakukan
dengan sikap
hormat dan
santun.

4 Menyiapkan perangkat 1. Melakukan Komputer yang 1. Akuntabilitas Perumusan dan Mewujudkan sikap
komputer yang ada konsultasi dengan telah di instal Bertanggung jawab pelaksanaan jujur, adil, transparan,
untuk menyimpan atasan terkait atau berisi atas pencapaian kebijakan di akuntabel, kreatif, dan
aplikasi inventarisasi pemanfaatan aplikasi data kerja dan ketelitian bidang survei, berkomitmen mutu
data digital RTRW perangkat komputer digital RTRW dalam penyelesaian pengukuran, dan dengan filosofi senang
dan kawasan hutan 2. Mempersiapkan dan kawasan pekerjaan. pemetaan. memudahkan dapat
dalam melakukan perangkat komputer hutan. 2. Komitmen mutu (Perpres No. 20 terwujud di
pengukuran di yang sesuai untuk Perbaikan mutu Tahun 2015) Kementerian ATR/BPN.
lapangan. menyimpan aplikasi yang dilakukan agar
data digital RTRW menjadi lebih baik.
dan kawasan hutan 3. Etika publik
3. Menyimpan data Menggunakan
digital pada kekayaan dan
komputer yang telah barang milik negara
ada. secara bertanggung
jawab, efektif dan
efisien.

5. Pembuatan leaflet 1. Melakukan Leaflet 1. 1. Komitmen mutu Perumusan dan Melalui Pembuatan
mengenai pembuatan kordinasi dengan Pedoman Perbaikan mutu pelaksanaan leaflet mengenai
dan Pengoperasian atasan terkait mengenai yang dilakukan agar kebijakan di pembuatan dan
aplikasi data digital pembuatan poster. pembuatan dan menjadi lebih baik. bidang survei, Pengoperasian aplikasi
RTRW dan Kawasan 2. Menyusun konsep penggunaan 2. Akuntabilitas pengukuran, dan data digital RTRW dan
hutan dalam mengenai poster data digital pemetaan. Kawasan hutan dalam

11
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan* Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai
Substansi Mata Terhadap Visi Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
melakukan pembuatan dan RTRW dan bertanggung jawab (Perpres No. 20 melakukan pengukuran
pengukuran di penggunaan kawasan hutan atas pencapaian Tahun 2015) di lapangan diharapkan
lapangan.. aplikasi data digital. dalam kerja dan ketelitian mampu menanamkan
3. Membuat leaflet melakukan dalam penyelesaian nilai efisien dan efektif
mengenai pengukuran di pekerjaan serta dapat Mewujudkan
pembuatan dan lapangan. 3. Etika publik sikap jujur, transparan,
penggunaan Mengutamakan akuntabel, kreatif, dan
aplikasi data digital pencapaian hasil berkomitmen mutu
4. Mencetak leaflet yang dapat di dengan filosofi senang
mengenai manfaatkan agar memudahkan dapat
pembuatan dan dapat mendorong terwujud di
penggunaan kinerja pegawai dan Kementerian ATR/BPN.
aplikasi digital. melaksanakan tugas
dengan jujur dan
bertanggung jawab.

6 Simulasi dan 1. Melakukan Pegawai 1. Komitmen mutu Meningkatkan Melalui simulasi dan
pengenalan mengenai konsultasi dengan khusunya Perbaikan mutu kualitas pengenalan mengenai
aplikasi data digital atasan terkait Petugas ukur pelayanan yang pelayanan secara aplikasi data digital
RTRW dan kawasan kegiatan simulasi mengenal dan dilakukan agar efektif dan efisen RTRW dan kawasan
hutan dalam dan pengenalan mampu menjadi lebih pada bidang hutan dalam melakukan
melakukan sistem yang telah menggunakan baik. survei, pengukuran di lapangan
pengukuran di dibuat data digital 2. Akuntabilitas, pengukuran dan diharapkan terdapat
lapangan. 2. Melakukan RTRW dan terkait dengan pemetaan, agar sikap jujur, adil,
simulasi ke kawasan hutan tanggung jawab dapat menjamin transparan, akuntabel,
beberapa saat melakukan terhadap kepastian hukum kreatif, dan
perwakilan pegawai pengukuran di pencapaian kerja hak kepemilikan berkomitmen mutu
tiap seksi terkait lapangan. 3. Etika publik, tanah. dengan filosofi senang
cara penggunaan terkait dengan memudahkan dapat
data digital RTRW rasa hormat dan terwujud di
dan kawasan hutan bersikap sopan Kementerian ATR/BPN.
dalam pengukuran kepada atasan dan
di lapangan. pegawai serta

12
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan* Output/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan Nilai
Substansi Mata Terhadap Visi Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
penggunaan kata
yang baik dan
benar, sopan dan
mudah dipahami
pada simulasi dan
pengenalan
aplikasi digital.

* Kegiatan dan Tahapan Kegiatan dapat diubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Mentor, Coach, sesuai kondisi yang terjadi
saat ini dan kondisi akan datang.

13
F. JADWAL KEGIATAN*

Agustus September Oktober November


No Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2
Membuat usulan rancangan data digital RTRW dan
1
kawasan hutan dalam melakukan pengukuran di lapangan.

Pembuatan Inventarisasi data digital RTRW dan kawasan


2
hutan

Seminar Hasil Aktualisasi


Melakukan uji coba aplikasi data digital RTRW dan
3
kawasan hutan.

Memanfaatkan perangkat komputer yang ada untuk


4 menyimpan aplikasi inventarisasi data digital RTRW dan
kawasan hutan.
Pembuatan leaflet mengenai pembuatan dan Pengoperasian
5 aplikasi data digital RTRW dan Kawasan hutan dalam
melakukan pengukuran di lapangan..
Simulasi dan pengenalan mengenai aplikasi data digital
6 RTRW dan kawasan hutan dalam melakukan pengukuran
di lapangan.

7 Penyusunan Laporan Aktualisasi

*Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu

14
15

Anda mungkin juga menyukai