Anda di halaman 1dari 71

MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

MODUL PRAKTIK KLINIK


KEPERAWATAN PERIOPERATIF

MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KODE MATA KULIAH KEP 518

BEBAN STUDI 2 SKS

SEMESTER VI/REGULER A,B,C

KELOMPOK ILMU KEPERAWATAN

KOORDINATOR Aris Fitriyani, S.Kep,Ns,MM

PENGAMPU 1. Aris Fitriyani, S Kep Ns, MM


2. Petrus Nugroho DS, S Kp, MMR
3. Hartati, S Kep Ns, MM
4. Wahyudi, S Kep Ns, MH
5. Siti Mulidah, S Pd, S Kep Ns, M Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN PURWOKERTO

TAHUN 2018/2019

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 1


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

VISI MISI PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

VISI
Menjadi pusat pendidikan vokasi yang menghasilkan perawat terampil, beretika dan mampu
bersaing di era global 2025

MISI
1) Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran terkini dengan menekankan penguasaan
keterampilan dasar mengembangkan sikap peduli, pembentukan etika perilaku berbudaya
dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang dikembangkan secara terus menerus
2) Melaksanakan kegiatan penelitian untuk merancang penerapan ilmu keperawatan yang
aplikatif
3) Melaksanakan pengabdian masyarakat berupa tindakan keperawatan nyata yang
berdasarkan evident base ilmu keperawatan
4) Menjalin dan melaksanakan kerjasama dengan stakeholder/instansi terkait dalam
mengembangkan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian, dan penyaluran
lulusan

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 2


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

BIODATA MAHASISWA

Foto Mahasiswa

1. NAMA MAHASISWA :

2. NIM. :

3. TINGKAT/SEMESTER : III A/B/C / VI

4. PROGRAM STUDI : DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 3


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KATA PENGaNTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, atas karunia-Nya kami telah dapat menyusun
buku “Panduan Praktek Klinik ” mata ajar Keperawatan Perioperatif bagi mahasiswa D III
Keperawatan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

Panduan Praktek Klinik ini berisi tentang petunjuk pelaksanaan pengalaman belajar praktik
bagi mahasiswa D III Keperawatan Semester akhir/VI Politeknik Kesehatan Kemenkes
Semarang, yang meliputi: Panduan Praktek Klinik , dan lampiran-lampiran tentang peraturan
pembelajaran klinik, daftar praktikan, daftar hadir praktikan, jadwal praktek, daftar
pembimbing akademik dan CI, target kompetensi, form kontrak belajar-laporan pendahuluan-
laporan kasus-penyuluhan kesehatan, form penilaian pre-post conference-laporan
pendahuluan-laporan kasus-uji kompetensi dan form penilaian seminar.

Buku pedoman ini disusun agar semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran praktek klinik,
yang meliputi mahasiswa, pembimbing akademi, dan pembimbing klinik (CI) dapat
mengetahui, memahami, serta mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab berdasarkan
fungsi dan kedudukannya, sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan yaitu meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sesuai dengan standar kompetensi keperawatan.

Semarang, Januari 2019


Koordinator Praktek Klinik
Keperawatan Perioperatif

Aris Fitriyani, S.Kep,Ns,MM


NIP. 197411251998032001

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 4


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KERANGKA ACUAN PEMBELAJARAN KLINIK

MATA AJAR PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN PERIOPERATIF (KEP.518)

PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN Purwokerto

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2019

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktek Klinik Keperawatan Perioperatif merupakan bentuk kegiatan aktif dan nyata

yang memberikan kesempatan peserta didik Diploma III Keperawatan Purwokerto untuk

memperoleh pengalaman belajar dalam suatu tatanan nyata. Peserta didik akan

dihadapkan pada pengalaman nyata untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien

Perioperatif khususnya (intra operatif). Peserta didik juga diberikan kesempatan untuk

menerapkan proses keperawatan baik secara mandiri, kolaborasi, dan atau konsultasi pada

kasus Perioperatif yang telah diperoleh selama pembelajaran di kelas. Kegiatan belajar

mengajar praktik klinik Keperawatan Perioperatif akan dicapai di ruang Instalasi Bedah

Sentral (IBS) di Rumah Sakit yang sudah ditentukan. Dengan terselenggarakannya

praktik klinik ini, peserta didik diharapkan akan mendapatkan pengalaman praktek klinik

secara benar dan terarah untuk pencapaian kompetensi yang telah diisyaratkan pada

kurikulum.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 5


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

B. Tujuan Umum Mata Ajar

Setelah menyelesaikan Praktek Klinik Keperawatan Perioperatif peserta didik

diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien Perioperatif

dengan pendekatan proses keperawatan.

C. Tujuan Instruksional Khusus

Pada akhir pembelajaran mata ajar ini peserta didik diharapkan mampu:

1. Tujuan Umum

Setelah menyelesaikan Praktek Klinik Keperawatan Perioperatif peserta praktek

diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien Perioperatif dengan

pendekatan proses keperawatan.

2. Tujuan Khusus

Selama menjalankan Praktek Klinik Keperawatan Perioperatif, peserta praktek mampu

menunjukkan unjuk kompetensi praktek keperawatan secara legal, etik, dan aman serta

mampu mengelola kasus Perioperatif yaitu :

a. Memberikan asuhan keperawatan pada klien kasus perioperatif secara komprehensif.

b. Menerapkan komunikasi secara efektif dengan standar profesi baik secara lisan dan

tertulis di area perioperative.

c. Mempraktekkan kemampuan sebagai bagian dari tim, dan diri sendiri di lingkungan

perioperative.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 6


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF
BAB II

DESKRIPSI DAN KOMPETENSI

A. Deskkripsi Mata Ajar

Praktik klinik keperawatan perioperatif merupakan program yang menghantarkan

mahasiswa dalam adaptasi klinik untuk menerima pendelegasian kewenangan secara

bertahap dalam melakukan asuhan keperawatan, memberikan pendidikan kesehatan,

menjalankan fungsi advokasi pada klien serta kerja sama tim yang berkaitan dengan

keperawatan perioperatif.

B. Capaian Pembelajaran/Kompetensi
Setelah mengikuti praktik klinik keperawatan perioperatif mahasiswa mampu :
a. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien
perioperatif.
b. Menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim.
c. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secara efektif dan bertanggung
jawab.
d. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien perioperatif
e. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien
dengan berbagai tingkat usia dalam kasus perioperatif.
f. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi
manajemen kualitas dan manajemen risiko pada klien perioperatif.
g. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam
bidang kesehatan .
h. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akuntabilitas
asuhan keperawatan yang diberikan .
C. Metode Pembelajaran /Bimbingan Klinik

1. Mini Conference (Pre , Conference dan Post Conference).

Pre Conference merupakan suatu metode bimbingan yang dilakukan untuk

mengidentifikasi kesiapan mahasiswa sebelum melakukan askep pada pasien. Dalam pre

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 7


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF
conference akan didiskusikan mengenai kontrak belajar, laporan pendahuluan yang

disusun mahasiswa. Dalam pre conference juga dikaji tentang kesiapan skill maupun

pemahaman mengenai kompetensi yang akan dicapai.

Post Conference adalah metode bimbingan untuk mengevaluasi pencapaian target yang

ditetapkan pada saat pre conference, identifikasi factor pendukung dan kendala yang

dihadapi ketika melakukan askep serta strategi yang diterapkan untuk memecahkan

masalah tersebut.

3. Bed Side teaching.

Merupakan metode dimana praktikan akan dibimbing untuk melakukan askep/tindakan

secara langsung disamping pasien yang meliputi pengkajian, prosedur keperawatan,

penerapan berpikir kritis, etika dan komunikasi pada pasien.

4. Presentasi Kasus Kelompok.

Adalah metode bimbingan dimana praktikan diberi kesempatan secara kelompok untuk

merefleksikan hasil askep pada pasien di depan audien sehingga memungkinkan para

praktikan untuk sharing pengalaman terutama dalam memecahkan masalah pasien.

5. Tutorial / Konsultasi Individual.

Konsultasi individu ataupun kelompok diberikan untuk menambah pemahaman terhadap

askep yang lakukan oleh mahasiswa. Selama praktek profesi mahasiswa diberikan

kesempatan sebanyak satu kali dalam stase untuk tutorial dengan topic tertentu dan

mahasiswa diwajibkan membawa buku referensi.

D. Target Kompetensi

Berdasarkan Kurikulum D III Keperawatan Purwokerto, Setiap mahasiswa wajib

mencapai target kompetensi keperawatan yang dipersyaratkan dalam keperawatan

Perioperatif pada tahap pre, intra dan post operatif

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 8


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

BAB III

KEGIATAN PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN OPERATIF

A. Beban SKS

Beban SKS MK Praktek Klinik Keperawatan Perioperatif = 2 SKS

B. Tempat Dan Syarat Lahan Praktek

Tempat praktek yang akan digunakan untuk pencapaian praktek klinik Keperawatan

Perioperatif adalah Ruang IBS, PACU/RR dan ruang rawat bedah

1. Syarat Lahan Praktek

a. Rumah Sakit Pendidikan atau

b. Rumah Sakit Umum Daerah/Rumah Sakit Swasta minimal type C

2. Tempat Praktek

a. RSUD Prof.DR. Margono Soekarjo Purwokerto

b. RSUD DR. Goeteng Tarunadibrata Purbalingga

c. RSUD Banyumas

d. RSUD Ajibarang

e. RS Emanuel Banjarnegara

f. RS Dadi Keluarga

g. RS DKT Purwokerto

h. RS PKU Muhammadiyah Sruweng

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 9


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

C. Waktu Praktek

Kegiatan praktek klinik keperawatan Perioperatif D III Keperawatan Purwokerto

Semester VI dilaksanakan pada tanggal 7 Januari – 16 Maret 2019 (10

minggu) terbagi menjadi 4 stase (Perioperative, Gadar, Kritis, dan keluarga).

Sedangkan untuk keperawatan perioperatif adalah 2 SKS yang setara dengan 2

minggu efektif praktek klinik keperawatan.

D. Proses Bimbingan Dan Persyaratan Pembimbing

1. Proses Bimbingan

a. Bimbingan dilaksanakan oleh pembimbing klinik dan atau pembimbing

akademik dengan metode bimbingan yang telah ditetapkan.

b. Ratio pembimbing dengan mahasiswa adalah maksimal 1 : 5 mahasiswa.

c. Mahasiswa berhak mendapatkan bimbingan setiap hari oleh pembimbing

klinik dan atau pembimbing akademik

2. Persyaratan Pembimbing

a. Klinik

1) Pendidikan minimal D III keperawatan dengan pengalaman kerja minimal

5 tahun.

2) Memiliki sertifikat pembimbing klinik.

3) Ditetapkan berdasarkan surat keputusan Direktur.

b. Akademik

1) Pendidikan minimal satu tingkat di atas mahasiswa terbimbing.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 10


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF
2) Pengalaman kerja sebagai dosen minimal 2 tahun.

3) Mempunyai sertifikat kompetensi dan atau

4) Ditetapkan berdasarkan surat keputusan Direktur Poltekkes kemenkes

Semarang.

E. Peserta Praktek Klinik Dan Daftar Kelompok Bimbingan

Praktikan adalah mahasiswa semester VI / Akhir Diploma III Keperawatan

Purwokerto yang berjumlah 129 mahasiswa

Persyaratan Peserta Praktek :

1. Persyaratan Akademik

Praktikan adalah mahasiswa Program Studi D III Keperawatan Purwokerto

semester VI / Akhir Jurusan keperawatan yang telah dinyatakan lulus dari mata

kuliah semester I sampai VI atau tidak mempunyai beban hutang mata kuliah

di semester satu (1) sampai dengan enam (6).

2. Persyaratan Administratif

Praktikan adalah mahasiswa Program Studi D III Keperawatan Purwokerto semester

VI Jurusan keperawatan yang telah memenuhi prasyarat administratif.

F. Daftar Pembimbing Akademik

1. Aris Fitriyani, S.Kep,Ns,MM

2. Petrus Nugroho DS, S.Kp, MMR

3. Siti Mulidah, S.Pd.,S.Kep.,Ns.,M.Kes

4. Hartati, S.Kep,Ns,MM

5. Wahyudi, S.Kep,Ns,MH

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 11


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Sedangkan untuk Clinical Instructur / CI adalah berasal dari institusi yang telah ditunjuk

berdasarkan surat keputusan atau surat tugas yaitu dari :

1. RSUD Prof.DR. Margono Soekarjo Purwokerto

2. RSUD DR. Goeteng Tarunadibrata Purbalingga

3. RSUD Banyumas

4. RSUD Ajibarang

5. RS Emanuel Banjarnegara

6. RS Dadi Keluarga

7. RS DKT Purwokerto

8. RS PKU Muhammadiyah Sruweng

G. Pembimbing dan Jadwal Bimbingan

Masing-masing kelompok berhak mendapatkan bimbingan dari pembimbing klinik setiap

hari untuk pencapaian kompetensi praktek klinik keperawatan perioperatif dan pembimbing

akademik 1 kali dalam seminggu selama praktek sesuai dengan jadwal bimbingan dan

mendapatkan evaluasi dalam proses akhir stase dari pembimbing klinik.

H. Tugas Dan Pelaporan

1. Setiap praktikan wajib membuat kontrak belajar di awal stase dan membuat satu

laporan pendahuluan sesuai dengan kasus yang telah ditetapkan pembimbing klinik

saat orientasi serta mahasiswa diwajibkan menyusun 1 (satu) laporan kasus untuk

kasus perioperatif dengan menggunakan format pengkajian & ASKEP dan menyusun

Laporan Harian Operasi

2. Kerangka laporan pendahuluan, laporan kasus dan Laporan Harian Operasi terlampir.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 12


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

I. Tata Tertib Pelaksanaan Praktek Klinik Mahasiswa

Peraturan pelaksanaan praktek klinik keperawatan bagi mahasiswa Program Studi D III

Keperawatan Purwokerto adalah :

1. Praktikan adalah mahasiswa Program Studi D III Keperawatan Purwokerto Jurusan

Keperawatan yang telah memenuhi prasyarat akademik dan administratif.

2. Mahasiswa diberi kesempatan untuk melaksanakan asuhan keperawatan dengan

pendampingan dari pembimbing klinik dan atau pembimbing akademik yang ditunjuk.

3. Setiap praktikan wajib hadir 100% untuk mengikuti kegiatan praktikum yang telah

dijadualkan.

Jika tidak hadir:

a. Tanpa keterangan atau ijin karena kepentingan, tanpa persetujuan Kepala Ruang/

Pembimbing Klinik/ Dosen Pembimbing, atau Koordinator praktik, praktikan wajib

mengganti praktikum 2 kali lipat dari jumlah hari yang ditinggalkan.

b. Sakit dengan surat keterangan dokter dan atau rawat inap yang telah diketahui oleh

kepala ruang/Pembimbing Klinik/ Dosen Pembimbing, atau Koordinator praktik,

praktikan wajib mengganti 100 % dari jumlah hari yang ditinggalkan.

c. Ijin karena kepentingan dengan persetujuan kepala ruang/Pembimbing Klinik/ Dosen

Pembimbing, atau Koordinator praktik, wajib mengganti sesuai jumlah hari yang

ditinggalkan.

d. Penggantian waktu praktikum dimaksud, pelaksanaannya diatur oleh Kepala ruang/

Pembimbing Klinik/ Dosen Pembimbing, atau Koordinator praktik.

4. Saat menjalankan aktifitas praktikum, praktikan wajib menggunakan seragam praktik

beserta atribut lengkap sesuai peraturan institusi dan lahan praktik.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 13


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

5. Praktikan wajib mengikuti PBP/PBK selama enam hari dalam seminggu, yang

dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Sabtu

6. Jam praktik: pukul 07.00 – 14.00 WIB untuk shift pagi, 14.00 – 21.00 untuk shift sore

dan 21.00 – 07.00 untuk shift malam.

7. Hari libur ditetapkan pada hari Minggu dan hari libur nasional (pelaksanaannya akan

diatur pihak RS)

8. Pada setiap awal stase (hari pertama di ruang baru), praktikan wajib menyusun kontrak

belajar, dan laporan pendahuluan, sesuai dengan penugasan dari kepala ruang maupun

pembimbing klinik.

a. Bagi praktikan yang tidak menyampaikan kontrak belajar dan atau laporan

pendahuluan, tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan praktikum, dan atau tidak

mendapatkan haknya untuk nilai laporan pendahuluan.

b. Penggantian kegiatan praktikum akan diatur oleh kepala ruang / Pembimbing Klinik /

Dosen Pembimbing, atau Koordinator praktik.

9. Praktikan wajib mentaati aturan dan tata tertib rumah sakit.

10. Selama praktek, buku panduan Keperawatan Perioperatif harus dibawa. Bagi

mahasiswa yang tidak membawa buku maka pembimbing berhak meminta praktikan

untuk mengambil buku panduan tersebut.

11. Semua peserta praktikan wajib membawa Nursing Kit dan Alat Pelindung Diri (APD) jika

diperkenankan rumah sakit yang bersangkutan.

12. Praktikan diwajibkan membuat laporan hasil pelaksanaan kontrak belajar yang telah

disepakati antara praktikan dengan kepala ruang/ Pembimbing Klinik/Dosen

Pembimbing, atau Koordinator praktik dalam bentuk Laporan Kasus.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 14


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

13. Praktikan wajib melengkapi target kompetensi klinik yang telah ditetapkan sesuai

dengan tingkat kemampuan yang dibuktikan dengan memperoleh paraf dari kepala

ruang/ Pembimbing Klinik/Dosen Pembimbing, atau Koordinator praktik dan tercantum

dalam buku harian / Log Book.

14. Laporan akhir praktik wajib diserahkan ke dosen pembimbing masing-masing,

selambat-lambatnya dua hari setelah praktik berakhir.

a. Terlambat 1 – 2 hari, nilai laporan dikurangi 5%

b. Terlambat 3 – 4 hari, nilai laporan dikurangi 10%

c. Terlambat lebih 4 hari, laporan tidak dinilai.

15. Masing-masing praktikan wajib mempresentasikan laporan pelaksanaan kontrak

belajar, satu kali selama periode praktik, yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara

individu atau kelompok sesuai dengan jadual yang ditetapkan

16. Praktikum dinyatakan lulus apabila nilai kumulatif dari setiap stase minimal 3.25 (atau

75)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 15


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

BAB IV

EVALUASI PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Unsur evaluasi terdiri atas :

1. Pre Conference (Laporan pendahuluan satu selama praktek) : 10 %.

2. Laporan kasus kelolaan Pre operasi atau Intra operasi atau post operasi

(satu laporan selama praktek) : 15 %.

3. Laporan Harian Operasi satu kasus selama praktek : 10%

4. Post Conference : 10 %.

5. Tindakan Keperawatan (target kompetensi) : 20 %.

6. Evaluasi akhir stase : 15 %.

7. Penampilan klinik : 10 %

8. Sikap : 10%

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 16


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

BAB V

PENUTUP

Pembelajaran Praktek Klinik Keperawatan Perioperatif mahasiswa D III Keperawatan

Purwokerto Semester VI / Akhir merupakan bagian dari rangkaian kegiatan

pembelajaran di klinik yang sangat penting karena akan memberikan pengalaman

belajar di tatanan yang nyata bagi mahasiswa Program D III Keperawatan Purwokerto.

Pengalaman belajar klinik ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk menerapkan

dan mengaplikasikan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat

dijadikan bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikannya.

Disiapkan oleh Diperiksa oleh Disahkan oleh

*Koordinator Mata Kuliah/ Kajur/Kaprodi/Sesjur/Sesprodi Kajur/Kaprodi


Dosen Pengampu

Aris Fitriyani, S.Kep,Ns.MM Sugeng Riyadi, S.Kep,Ns,M.Si Walin , SSiT. M.Kes


NIP. 197411251998032001 NIP. 19701123 199803 1 004 NIP. 19650423 198803 2 002

Catatan:

*Sesuai kebutuhan

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 17


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi mencuci tangan scrubbing

NO LANGKAH PROSEDUR YA TIDAK


1 Buka sikat, spon, dan pembersih kuku dari tempatnya.
2 Buka kran air dengan tangan / siku / menggunakan lutut atau kaki
3 Basahi tangan dan lengan sampai dengan 5 cm diatas siku dibawah air
mengalir.
4 Membersihkan kuku dengan menggunakan pembersih kuku dibawah
air mengalir.
5 Ambil sikat, spon yang mengandung Clorhexidin Gluchonat 4%.
6 Peras spon dan sikat sampai keluar busa Clorhexidin Gluchonat 4%.
7 Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kanan
dari ujung jari sampai 5cm diatas siku dengan clorhexidin 4%
menggunakan telapak tangan kiri secara memutar.
8 Lumuri dan menggosok seluruh permukaan tangan dan lengan kiri dari
ujung jari sampai 5cm diatas siku dengan clorhexidin 4%
menggunakan telapak tangan kanan secara memutar.
9 Sikat kukujari tangan kanan dan kiri secara bergantian pada masing-
masing tangan selama satu menit lalu sikat dibuang, spon tetap
dipertahankan.
10 Bilas tangan dengan air mengalir dari ujung jari kelengan sampai 5cm
diatas siku hingga bersih, bila diulang tetap dari ujung jari ke lengan
tidak boleh bolak balik.
11 Peras spon dan lumuri kembali tangan sampai 3/4lengan dengan
menggunakan clorhexidin 4%.
12 Gunakan spon untuk membersihkan tangan kanan, mulailah
menggosok telapak tangan selama 15 detik, punggung tangan 15 detik,
kemudian seluruh jari secara berurutan selama 30 detik. Setiap jari
digosok seolah mempunyai 4 sisi.
13 Gunakan spon untuk membersihkan tangan kiri, mulailah menggosok
telapak tangan selama 15 detik, punggung tangan 15 detik, kemudian
seluruh jari secara berurutan selama 30 detik. Setiap jari digosok
seolah mempunyai 4 sisi.
14 Buang spon, kemudian bilas tangan dibawah air mengalir dari ujung
jari hingga 5cm diatas siku sampai bersih.
15 Ambil clorhexidin 4% dan lumuri kembali sampai pergelangan tangan,
gosok tangan selama satu menit untuk kedua tangan dengan tehnik
cuci tangan prosedural, kemudian bilas dibawah air mengalir sampai
bersih.
16 Biarkan air mengalir dari arah tangan sampai kesiku, untuk mencegah
kontaminasi.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 18


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

NO LANGKAH PROSEDUR YA TIDAK


17 Pertahankan posisi tangan agar lebih tinggi dari siku.
18 Matikan kran dengan siku atau kaki jika tidak menggunakan kran
otomatis.
19 Pertahankan posisi tangan saat menuju kamar operasi.
20 Gunakan punggung anda untuk membuka kamar bedah, jika tidak
tersedia pintu otomatis

Nilai Total

Catatan

Nilai pada kompetensi mencuci tangan scrubbing adalah

Jumlah Ya x 100 = ………………..


20

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 19


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi leg exercise

NO LANGKAH PROSEDUR YA TIDAK


1. Menjaga privacy
2. Mengajak pasien berdo`a (membaca basmalah)
3. Ajarkan pada pasien tiga bentuk latihan yang berisi tentang
kontraksi dan relaksasi otot kuadrisep (vastus intermedius,
vastus lateralis, rectus vemoralis, dan vastus medialis) dan
otot gastroknemius.
4. Lakukan dorsofleksi dan plantar fleksi pada kaki. Latihan
kadang-kadang di berikan seperti dalam keadaan memompa.
Gerakan ini akan menghasilkan kontraksi dan relaksasi pada
betis
5. Fleksi dan ekstensikan lutut serta penekanan kembali lutut ke
tempat tidur
6. Naikkan dan turunkan dari permukaan tempat tidur.
Ekstensikan lutut untuk menggerakkan kaki, latihan ini
menimbulkan kontraksi dan relaksasi dari otot kuadrisep.

Nilai Total

Catatan

Nilai pada kompetensi leg exercise adalah Jumlah Ya x 100 = ……………….


6

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(............................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 20


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi melatih batuk efektif

NO LANGKAH PROSEDUR YA TIDAK


1. Menjaga privacy
2. Mempersiapkan pasien
3. Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan satu
tangan di abdomen
4. Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas
dalam melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap
tertutup)
5. Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen
(cegah lengkung pada punggung)
6. Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
7. Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan
(lewat mulut, bibir seperti meniup)
8. Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan
kontraksi dari otot
9 Memasang perlak/alas dan bengkok (di pangkuan pasien
bila duduk atau di dekat mulut bila tidur miring)
10 Meminta pasien untuk melakukan nafas dalam 2 kali , yang
ke-3: inspirasi, tahan nafas dan batukkan dengan kuat
11 Menampung lendir dalam sputum pot
12 Merapikan pasien

Nilai Total

Nilai pada kompetensi melatih batuk efektif adalah Jumlah Ya x 100 = ……………….
12

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(..............................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 21


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi mengontrol nyeri

NO LANGKAH PROSEDUR YA TIDAK


1. Atur posisi klien serileks mungkin.
2. Anjurkan klien untuk berkonsentrasi
3. Mendemonstrasikan tahap-tahap menarik nafas dalam
4. Posisikan tangan atau meminta klien untuk meletakkan
tangan dengan telapak menghadap ke bawah pada sisi
bagian tubuh yang nyeri
5. Instruksikan klien untuk menarik nafas melalui hidung
sedalam mungkin
6. Instruksikan klien untuk menahan nafas 3-5 detik
7. Instruksikan klien untuk menghembuskan nafas melalui
mulut secara pelan-pelan sambil merasakan kenikmatan
rileksasi yang dilakukan
8. Instruksikan klien untuk mengulangi tarik nafas dalam
3-5 kali
9 Saat klien sudah lebih tenang, minta klien untuk
melakukannya secara mandiri saat nyeri timbul lagi

Nilai Total

Nilai pada kompetensi mengontrol nyeri adalah Jumlah Ya x 100 = ……………….


9

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(..............................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 22


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi Timbang Terima Pasien Di Kamar Bedah

No Prosedur Timbang Terima Pasien Di Kamar Bedah Ya Tidak


1 Petugas ruangan mengetahui jadwal toperasi
2 Petugas ruangan mempersiapkan area operasi sesuai
prosedur yang berlaku.
3 Petugas ruangan mengisi berita acara.
4 Petugas ruangan mempersiapkan semua catatan medik
pasien termasuk surat izin operasi untuk dibawa bersama
pasien ke ruang operasi.
5 Petugas ruangan mengalungkan label identitas yang
meliputi: nama, umur, no. RM, alamat, dokter operator,
diagnosis, rencana jenis operasi pasien pada pergelangan
tangan kanan pasien atau bila tidak memungkinkan pada
pergelangan tangan kiri, kemudian pergelangan kaki kanan,
kemudian kiri, kemudian leher.
6 Petugas ruangan menyertakan perlengkapan penunjang
operasi misalnya : persediaan obat-obatan atau persediaan
darah yang diperlukan saat operasi dilakukan yang akan
dibawa bersama pasien ke kamar operasi.
Setengah jam sebelum jadwal operasi atau setelah ada
7 panggilan dari petugas kamar operasi, pasien dibawa ke
kamar operasi dengan memakai tempat tidur yang dipakai
di ruangan.
8 Serah terima pasien pra operasi dilakukan di ruang transfer.
9 Petugas ruangan menyerahkan pasien disertai berita acara
serah terima yang ditanda tangani oleh petugas ruangan
dan petugas kamar operasi dan ditulis dalam buku register
kamar operasi.
10 Petugas kamar operasi memeriksa kelengkapan berita
acara, kelengkapan identitas, catatan medik pasien,
keadaan umum pasien, surat izin tindakan dan kelengkapan
penunjang lainnya seperti obat-obatan dan persediaan
darah.
11 Kejadian khusus dan pengobatan selama operasi
berlangsung dicatat dalam berita acara oleh asisten operasi
/ omloop.
12 Setelah operasi selesai, asisten menyiapkan berita acara,
catatan medik pasien.

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 23


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

No Prosedur Timbang Terima Pasien Di Kamar Bedah Ya Tidak


13 Pasien dipersiapkan untuk serah terima dengan petugas
ruangan.
14 Serah terima dilakukan di ruang transfer, petugas kamar
operasi menyerahkan pasien beserta semua
kelengkapannya yang ditandai dengan penandatanganan
berita acara serah terima pasien pasca operasi.

Nilai Total

Nilai pada kompetensi timbang terima pasien di kamar bedah

adalah Jumlah Ya x 100 = …………………………..


14

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(..............................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 24


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi Pemakaian Topi Bedah

No Prosedur memakai topi bedah Ya Tidak


1 Topi dipasang bersamaan pada waktu mengganti
pakaian
dengan baju khusus
2 Topi harus menutupi seluruh rambut kepala
3 Topi diikatkan cukup kuat

Nilai Total

Nilai pada kompetensi pemakaian topi bedah adalah Jumlah Ya x 100 = ……………….
3

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 25


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi memakai masker bedah

No Prosedur Memakai Masker Bedah Ya Tidak


1 Memasang masker harus bercermin sehingga terpasang
dengan tepat di tengah danmenutupi bagian hidung dan
mulut. Bila ada jambang/jenggot harus tertutup bila perlu
harus memakai topi khusus.
2 Satu masker untuk satu kali pemakaian
3 Bagian berwarna masker menghadap keluar ,dengan strip
logam dibagian atas
4 Tali atau pita elastic ditempatkan dengan benar untuk
menjaga masker tetap ditempatnya
5 Masker harus benar-benar menutup mulut ,hidung dan dagu
6 Strip logam menempel pada batang hidung dan masker
harus menutup wajah
7 Hindari menyentuh masker setelah dipasang pada wajah
anda karna ketika terlalu sering menyentuh maka masker
akan berkurang perlindungannya.Jika anda harus
melakukannya maka cuci tangan sebelum dan setelah
menyentuh masker
8 Saat melepas masker ,hindari menyentuh bagian luar ini
karena mungkin dipenuhi kuman
9 Setelah melepaskan masker maka masukkan masker
kedalam kantung plastic atau dibungkus kertas sebelum
memasukkan ke dalam sampah yang memiliki tutup
10 Segera ganti masker jika masker rusak ataupun kotor

Nilai Total

Nilai pada kompetensi memakai masker bedah adalah Jumlah Ya x 100 = ……………….
10

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 26


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Kompetensi memakai alas kaki bedah

No Prosedur Memakai Alas Kaki Bedah Ya Tidak


1 Gunakan Sepatu karet / plastik yang menutupi seluruh
ujung dan telapak kaki .
2 Sepatu pelindung harus digunakan selama di dalam ruang
operasi dan tidak boleh dipakai ke luar
3 Sandal , sepatu terbuka dan telanjang kaki tidak dianjurkan

Nilai Total

Nilai pada kompetensi memakai alas kaki bedah adalah Jumlah Ya x 100 = ……………….
3

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 27


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMENT SET BEDAH MINOR

NO INSTRUMENTS Ya Tidak
1 Nald vooder/Needle
2 Holder/Nald Heacting
3 Gunting
4 Pisau Bedah
5 Klem (Clamp)
6 Retraktor (Wound Hook)
7 Pinset
8 Deschamps Aneurysm Needle
9 Wound Curet
10 Sonde (Probe
11 Korentang
12 Jarum Jahit

Nilai Total

Nilai pada kompetensi menyiapkan instrumen bedah minor adalah

Jumlah Ya x 100 = ………………..


12

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 28


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET BEDAH MAYOR

NO INSTRUMENTS Ya Tidak
1 Scalpel dan Scalpel Handle
2 Gunting
3 Forceps
4 Tang
5 Needle Holders
6 Probes
7 Instrument tray
8 Instrument tray w/ cover
9 Klem ( Stamp )

Nilai Total

Nilai pada kompetensi menyiapkan instrumen bedah mayor adalah

Jumlah Ya x 100 = …………………..


9

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 29


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET TRACHEOSTOMY

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak


1 Hak Model 2
2 S Hak 2
3 Hak Kuping 1
4 Langen Back Kecil 2
5 Hak Tajam Gigi 2 2
6 Hak Tumpul Gigi 2 2
7 Hak Tajam Gigi Satu 4
8 Hak Tumpul Gigi Satu 2
9 Canule Tracheostomi dari Besi 2
Jumlah Instrumen 20

Nilai Total

Nilai pada kompetensi menyiapkan instrumen set tracheostomy adalah

Jumlah Ya x 100 = ………………..


9

Purwokerto, ..........................................

Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 30


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN


SET HERNIOTOMY PADA ANAK

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak


1 Hak Tumpul atau Langen Back 4
2 Still Depper atau Kocker Lurus 16 Cm 2
3 Handvad Mes No 3 1
4 Gunting Benang Lancip 1
5 Gunting Benang Tumpul 1
6 Gunting Kasar 1
7 Metzemburm 1
8 Doek Klem 5
9 Kocker Bengkok 10 cm 7
10 Masquito Lurus 3
11 Masquito Bengkok 1
12 Pinset Anatomi Panjang 1
13 Pinset Anatomi Pendek 2
14 Pinset Ciregis Pendek 2
15 Desinfeksi Klem 1
16 Naldvoder 2
17 Onderbending 1
18 Krop Sonde 1
Jumlah Instrumen 37
Nilai pada kompetensi menyiapkan instrumen herniotomy pada anak adalah

Jumlah Ya x 100 = ………………..


18
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 31


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI INSTRUMEN SET HERNIOTOMY PADA PASIEN DEWASA

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak


1 Hak Tumpul atau Langen Back 2
2 Still Depper atau Kocker 16 cm 2
3 Handvad Mes No 3 1
4 Handvad Mes No 4 1
5 Krop Sonde 1
6 Gunting Kasar 1
7 Metzemburm 1
8 Doek Klem 5
9 Kocker Bengkok 14 Cm 9
10 Masquito Lurus 12 Cm 3
11 Masquito Bengkok 12 Cm 1
12 Pinset Anatomi Panjang 1
13 Pinset Anatomi Pendek 2
14 Pinset Siregis Pendek 2
15 Pean Bengkok 16 Cm 2
16 Naldvoder 2
17 Onderbending 1
18 Gunting Benang Lancip 1
19 Gunting Benang Tumpul 1
20 Desinfektan Klem 1
Jumlah Instrumen 40

Nilai Total

Nilai pada kompetensi menyiapkan instrumen herniotomy pada pasien dewasa adalah

Jumlah Ya x 100 = ………………..


20
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 32


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET HISTEREKTOMY

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak

1 Pean Bengkok Putih 20 Cm 6

2 Pean Bengkok Hitam 20 Cm 1

3 Pean Lurus Hitam 20 Cm 1

4 Kocker Bengkok 20 Cm 3

5 Kocker Lurus 20 Cm 3

6 Klem Histerektomi 2

7 Mouse 1

8 Kogel Tang 1

9 Ricaksion Panjang 1

Jumlah Instrumen 19

Nilai Total

Nilai pada kompetensi menyiapkan instrumen hysterektomy adalah

Jumlah Ya x 100 = ………………..


9
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 33


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET TONSILEKTOMI DAN


SET TONSILO ADENOIDEKTOMI

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak


1 Mouth Spider Otomatis 1
2 Alat Penekan Lidah 4
3 Pembuka Mulut atau Mouthgek 2
4 Sinar Tonsil 1
5 Tong Spatel 1
6 Naldvoeder 1
7 Tampon Tang 1
8 Tonsil Klem 1
9 Spit Mes 1
10 Speculum Hidung 2
11 Sluder Dengan 3 Blade 1
12 Kerok Adenoig No.1 1
13 Kerok Adenoid No.3 1
14 Kerok Adenoid No.4 1
15 Pincet Bayonet 2
16 Klem 45 2
17 Klem Bengkok 20 cm 2
18 Gunting Benang 20 cm 1
19 Masquito Panjang 18 cm 1
20 Doek Klem 1
21 Canule Suction 1
Jumlah Instrumen 32
Nilai Total
Nilai kompetensi menyiapkan instrumen set tonsilektomi dan set tonsilo adenoidektomi :

Jumlah Ya x 100 = ………………..


21
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 34


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET ONKOLOGI

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak


1 Doek Klem 5
2 Gunting Laxer Baby 10 Cm 2
3 Metzemboum Kilner 12 Cm 1
4 Metzemboum Kilner 15 Cm 1
5 Metzemboum Kilner 14 Cm 2
6 Gunting Standar 14 Cm 1
7 Hak Double atau Sen Miller 2
8 Hak Gigi 2 Tumpul 2
9 Hak Kuping 2
10 Hak Model L 2
11 Langen Back Mini 2
12 Handvadmes No.4 1
13 Handvadmes No.3 1
14 Kocker Bengkok 12 Cm 6
15 Kocker Bengkok 14 Cm 1
16 Kocker Bengkok 16 Cm 7
17 Kocker Lurus 6
18 Sonde 1
19 Masquito Bengkok 12 Cm 4
20 Masquito Panjang 20 Cm 1
21 Naldvoder Ayu 2
22 Naldvoeder Biasa 2
23 Pincet Anatomi Adzon 2
24 Pincet Anatomi Biasa 2
25 Pincet Ciregis Adson 2
26 Pincet Ciregis Biasa 2
27 Knop 1
Jumlah Instrumen 63
Jumlah Nilai
Nilai kompetensi menyiapkan instrumen set tonsilektomi dan set tonsilo adenoidektomi :

Jumlah Ya x 100 = ………………..


27
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 35


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET ORTHOPEDI

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak

1 Hammer Kecil 1

2 Hamer Besar 1

3 Double Retrakor Besar 2

4 Doubel Retraktor Kecil 1

5 Ske Math 1

6 Raspatorium Kecil 1

7 Raspatorium Besar 1

8 Cobra Kecil 1

9 Kobra Besar 2

10 Knabel Kecil 1

11 Knabel Sedang 1

12 Knabel Besar 1

13 Pemotong Wire (Wire Cutting) K 1

14 Pemotong Wire (Wire Cutting) B 1

15 Set Wire 1

16 Poin Center Reduction Clam atau 2


Duk Klem

17 Verbugge Besar 2

18 Lewin Bone Holding Klem 1

19 Kikir 1

20 Desinfeksi Klem 1

21 Screw Driver (Obeng Blimbing) 1

22 Screw Driver Besar 1

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 36


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak

23 Bone Curretang atau Kerokan 5

24 Tang Besar 1

25 Tang Kecil 1

26 Tang Cucu 1

27 Tatah 4

28 Gligisaw Holding 2

29 Respat Pacul 1

30 Drepper Kecil 1

31 Drepper Besar 1

32 Elevator Kecil 2

33 Elevator Sedang 2

34 Elevator Besar 3

35 Hak Gigi Satu Tajam 3

Jumlah Instrumen 47

Nilai Total

Nilai kompetensi menyiapkan instrumen instrumen set orthopedi:

Jumlah Ya x 100 = ………………..


35
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 37


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MENYIAPKAN INSTRUMEN SET ORTHOPEDI

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak

1 Hammer Kecil 1

2 Hamer Besar 1

3 Double Retrakor Besar 2

4 Doubel Retraktor Kecil 1

5 Ske Math 1

6 Raspatorium Kecil 1

7 Raspatorium Besar 1

8 Cobra Kecil 1

9 Kobra Besar 2

10 Knabel Kecil 1

11 Knabel Sedang 1

12 Knabel Besar 1

13 Pemotong Wire (Wire 1


Cutting) K

14 Pemotong Wire (Wire 1


Cutting) B

15 Set Wire 1

16 Poin Center Reduction Clam 2


atau Duk Klem

17 Verbugge Besar 2

18 Lewin Bone Holding Klem 1

19 Kikir 1

20 Desinfeksi Klem 1

21 Screw Driver (Obeng 1


Blimbing)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 38


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

No Nama Alat Jumlah Ya Tidak

22 Screw Driver Besar 1

23 Bone Curretang atau 5


Kerokan

24 Tang Besar 1

25 Tang Kecil 1

26 Tang Cucu 1

27 Tatah 4

28 Gligisaw Holding 2

29 Respat Pacul 1

30 Drepper Kecil 1

31 Drepper Besar 1

32 Elevator Kecil 2

33 Elevator Sedang 2

34 Elevator Besar 3

35 Hak Gigi Satu Tajam 3

Jumlah Instrumen 47

Nilai Total

Nilai kompetensi menyiapkan instrumen instrumen set orthopedi:

Jumlah Ya x 100 = ………………..


35
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 39


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI IDENTIFIKASI KAMAR BEDAH

NO LANGKAH PROSEDUR YA TIDAK


1 Pastikan ember dan kantong plastik tidak bocor
2 Pasang kantong plastik pada ember dengan cara
melipat keluar pada bagian pinggir ember
3 Masukkan segera limbah atau sampah terdapat
pada bak sampah yang tersedia sesuai dengan
jenis limbah masing- masing
4 Untuk bak sampah yang dipasang kantong
plastik berwarna kuningtempat limbah pada
medik , limbah anatomi, limbah patologi, dan
limbah cair.
5 Untuk bak sampah yang terpasang kantong
plastik berwarna hitam, tempat sampah non
medik (sampah kering ).
6 Segera angkat kantong plastik setelah terisi ¾
ember.
7 Ikat plastik dengan kencang dan tidak boleh di
buka kembali.
8 Kirim sampah kepenampungan sementara,
setelah semua sampah terkumpul semua untuk
selanjutnya di kirim ke bagian incerator

Nilai Total

Nilai kompetensi identifikasi kamar bedah :

Jumlah Ya x 100 = ………………..


8
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 40


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PENGKAJIAN ALDRETE SCORE

NO PENILAIAN SKOR YA TIDAK


1 GERAKAN
Dapat menggerakan ke 4 ekstremitasnya 2
sendiri atau dengan perintah
Dapat menggerakkan ke 2 ekstremitasnya 1
sendiri atau dengan perintah
Tidak dapat menggerakkan ekstremitasnya 0
sendiri atau dengan perintah
2 PERNAPASAN
Bernapas dalam dan kuat serta batuk 2
Bernapas berat atau dispnu 1
Apneu atau napas dibantu 0
3 TEKANAN DARAH SKOR
Sama dengan nilai awal + 20% 2
Berbeda lebih dari 20-50% dari nilai awal 1
Berbeda lebih dari 50% dari nilai awal 0
4 KESADARAN SKOR
Sadar penuh 2
Tidak sadar, ada reaksi terhadap rangsangan 1
Tidak sadar, tidak ada reaksi terhadap 0
Rangsangan
5 WARNA KULIT SKOR
Merah 2
Pucat , ikterus, dan lain-lain 1
Sianosis 0
Dapat Di pindah ke ruangan apabila score > 8

Nilai Total

Nilai kompetensi pengkajian aldrete score :

Jumlah Ya x 100 = ………………..


5
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 41


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR PENGKAJIAN STEWARD SCORE

No PENILAIAN SKOR YA TIDAK

1 GERAKAN

Melakukan Pergerakan bertujuan 2

Melakukan pergerakan tidak bertujuan 1

Tidak dapat menggerakkan 0


ekstremitasnya sendiri

2 PERNAPASAN

Bernapas dalam dan kuat serta 2


batuk/menagis

Bernapas berat atau dispnu 1

Apnu atau napas dibantu 0

3 KESADARAN SKOR

Menagis/ Sadar Penuh 2

Ada reaksi terhadap rangsangan 1

Tidak sadar, tidak ada reaksi terhadap 0


rangsangan

Dapat Di pindah ke ruangan apabila score > 5

Nilai Total

Nilai kompetensi pengkajian steward score:

Jumlah Ya x 100 = ………………..


3
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 42


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR PENGKAJIAN BROMAGE SCORE

No GERAKAN SKOR YA TIDAK

1 Dapat Mengangkat Tungkai Bawah 0

2 Tidak Dapat menekuk Lutut Tapi bisa 1


Mengangkat Kaki

3 Tidak dapat mengangkat tungkai 2


bawah tetapi masih dapat menekuk
lutut.

4 Tidak dapat mengangkat kaki sama 3


sekali

Dapat di pindah ke ruangan apabila Score kurang


dari 2

Nilai Total

Nilai kompetensi pengkajian bromage score:

Jumlah Ya x 100 = ………………..


4
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 43


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR GOWNING (MEMAKAI GAUN BEDAH MANDIRI)

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Cuci tangan dan pembedahan.
2 Buka bungkusan steril yang berisi baju steril.
3 Ambil baju steril secara aseptic yaitu pegang baju pada garis
leher bagian dalam dengan menggunakan tangan kiri dan
posisi tangan kanan tetap setinggi bahu.
4 Buka lipatan baju dengan cara melepaskan again yang
terjepit tangan dan jangan sampai terkontaminasi.
5 Tangan kiri tetap memegang bagian leher baju kanan dan
masukkan tangan kanan ke lubang lengan baju kanan, diikuti
dengan tangan kiri dimasukkan ke lengan kiri.
6 Perawat sirkulasi berdiri dibelakangnya untuk membantu
mengikat tali baju dengan menarik bagian belakang leher
baju.
7 Buka tali ikat pinggang, berikan salah satu ujung tali tersebut
pada perawat sirkulasi.
8 Dengan korentang tali tersebut terjepit, orang yang memakai
baju memutarkan badannya, kemudian mengambil tali dari
jepitan serta mengikat tali tersebut. Pada saat memutar tidak
boleh terjadi kontaminasi.

Nilai kompetensi prosedur gowning (memakai gaun bedah mandiri)

Jumlah Ya x 100 = ………………..


8
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 44


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MEMAKAI GAUN BEDAH SECARA ASISTENSI

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Petugas yang akan memakaikan jas kepada operator
harus sudah melakukan gauning dan gloving.
2 Setelah operator memakai baju dan sarung tangan
steril ambil baju dengan menggunakan bagian
luarnya.
3 Buka lipatan gaun dengan hati-hati dengan
memegang pada leher.
4 Buka lubang masuk tangan dengan sisi dalam
menghadap pada yang akan dipasang, lakukan
dengan hati – hati sehingga tidak menyentuh tangan.
5 Pertahankan tangan kita pada area luar gaun dengan
lindungan lengan gaun, hadapkan sisi gaun pada
yang dipasang, dia akan memasukkan tangannya
pada gaun masuk.
6 Setelah tangan kanan dan kiri masuk, sambil
diangkat kedua lengan dirinetangkan supaya gaun
masuk. Perawat sirkulasi membantu dari sisi dalam
dan kemudian mengikat tali gaun. Buka ikat
pinggang lalu berikan salah satu padayangdipasang
dan disuruh berputar dan berikan dan diikat.
Nilai kompetensi prosedur gowning (memakai gaun bedah mandiri)

Jumlah Ya x 100 = ………………..


6
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 45


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR GLOVING

(MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL SECARA MANDIRI)

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Usahakan jari tangan tetap berada di dalam
gaun saat memegang sarung tangan yang
terlipat keluar.
2 Pastikan sarung tangan sesuai dengan tangan
kanan (R/right) atau tangan kiri (L/left).
3 Posisikan jempol sarung tangan sejajar dengan
jempol jari dengan jari masih di dalam gaun,
dengan bantuan tangan satunya yang masih
tertutup gaun pakai sarung tangan.
4 Seperti tahap sebelumnya lakukan pemakaian
sarung tangan pada tangan satunya dan rapikan.

Nilai Total

Nilai kompetensi prosedur gloving (memakai sarung tangan steril secara mandiri)

Jumlah Ya x 100 = ………………..


4
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 46


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL SECARA ASISTENSI

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Pastikan kita sudah memakai gaun sarung
tangan seteril.
2 Ambil sarung tangan seteril yang udah
dibuka, pastikan untuk tangan kanan apa
tangan kiri, lipat bagian bibir keluar
dengngan posisi tangan kita agak
menariknya sehingga operator bisa
memasukkan tangannya.
3 Lakukan pada sarung tangan satunya.

Nilai Total

Nilai kompetensi memakai sarung tangan steril secara asistensi

Jumlah Ya x 100 = ………………..


3
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 47


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR CARA MENJAHIT LUKA

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Cuci tangan
2 Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang
akan dilaksanakan
3 Gunakan sarung tangan steriL
4 Lakukan desinfeksi pada daerah yang akan
dijahit ( dengan betadine dan alcohol 70%),
kemudian lakukan anastesi pada daerah yang
akan dijahit
5 Lakukan jahitan pada daerah yang akan
dikehendaki dengan menggunakan teknik
menjahit yang telah disesuaikan dengan kondisi
luka
6 Berikan obat betadineTM
7 Tutup luka dengan menggunakan kasa steril
8 Lakukan pembalutan
9 Catat perubahan keadaan luka
10 Cuci tangan
Nilai Total

Nilai kompetensi prosedur cara menjahit luka

Jumlah Ya x 100 = ………………..


3
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 48


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR TEKNIK DAN JENIS JAHIT LUKA


(SIMPLE INTERUPTED SUTURE (JAHITAN TERPUTUS/SATU-SATU)

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Jarum ditusukkan jauh dari kulit sisi luka, melintasi
luka dan kulit sisi lainnya, kemudian keluar pada
kulit tepi yang jauh, sisi yang kedua
2 Jarum kemudian ditusukkan kembali pada tepi kulit
sisi kedua secara tipis, menyeberangi luka dan
dikeluarkan kembali pada tepi dekat kulit sisi yang
pertama
3 Dibuat simpul dan benang diikat

Nilai Total

Nilai kompetensi prosedur teknik dan jenis jahit luka (simple interupted suture (jahitan
terputus/satu-satu)
Jumlah Ya x 100 = ………………..
3
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 49


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR JAHIT LUKA


RUNNING SUTURE/ SIMPLE CONTINOUS SUTURE (JAHITAN JELUJUR)

NO PROSEDUR JAHIT LUKA YA TIDAK


Running Suture/ Simple Continous Suture (Jahitan
Jelujur)
1 Diawali dengan menempatkan simpul 1 cm di atas
puncak luka yang terikat tetapi tidak dipotong
2 Serangkaian jahitan sederhana ditempatkan berturut-
turut tanpa mengikat atau memotong bahan jahitan
setelah melalui satu simpul
3 Spasi jahitan dan ketegangan harus merata,
sepanjang garis jahitan
4 Setelah selesai pada ujung luka, maka dilakukan
pengikatan pada simpul terakhir pada akhir garis
jahitan
5 Simpul diikat di antara ujung ekor dari benang yang
keluar dari luka/ penempatan jahitan terakhir.
Nilai Total

Nilai prosedur jahit luka running suture/ simple continous suture (jahitan jelujur) :

Jumlah Ya x 100 = ………………..


5
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 50


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR JAHIT LUKA RUNNING LOCKED SUTURE


(JAHITAN PENGUNCI/ JELUJUR TERKUNCI/ FESTON)

NO PROSEDUR JAHIT LUKA YA TIDAK


Running Locked Suture (Jahitan Pengunci/ Jelujur
Terkunci/ Feston)
1 Diawali dengan menempatkan simpul 1 cm di atas
puncak luka yang terikat tetapi tidak dipotong
2 Serangkaian jahitan sederhana ditempatkan berturut-
turut tanpa mengikat atau memotong bahan jahitan
setelah melalui satu simpul
3 Spasi jahitan dan ketegangan harus merata, sepanjang
garis jahitan
4 Setelah selesai pada ujung luka, maka dilakukan
pengikatan pada simpul terakhir pada akhir garis jahitan
5 Simpul diikat di antara ujung ekor dari benang yang
keluar dari luka/ penempatan jahitan terakhir.
6 mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya, sebelum
beralih ke tusukan berikutnya

Nilai Total

Nilai kompetensi prosedur jahit luka running locked suture (jahitan pengunci/ jelujur
terkunci/ feston)

Jumlah Ya x 100 = ………………..


6
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 51


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR JAHIT LUKA


SUBCUTICULER CONTINUOUS SUTURE (SUBKUTIS)

NO PROSEDUR JAHIT LUKA YA TIDAK


Subcuticuler Continuous Suture (Subkutis)
1 Tusukkan jarum pada kulit sekitar 1-2 cm dari
ujung luka keluar di daerah dermis kulit salah satu
dari tepi luka
2 Benang kemudian dilewatkan pada jaringan
dermis kulit sisi yang lain, secara bergantian terus
menerus sampai pada ujung luka yang lain, untuk
kemudian dikeluarkan pada kulit 1-2 cm dari
ujung luka yang lain
3 Dengan demikian maka benang berjalan
menyusuri kulit pada kedua sisi secara parallel di
sepanjang luka tersebut

Nilai Total

Nilai prosedur jahit luka Subcuticuler Continuous Suture (Subkutis)

Jumlah Ya x 100 = ………………..


3
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 52


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR JAHIT LUKA

MATTRESS SUTURE (MATRAS : VERTIKAL DAN HORISONTAL)

NO YA TIDAK
1 Teknik jahitan matras horizontal penusukan
seperti simpul, sebelum disimpul dilanjutkan
dengan penusukan sejajar sejauh 1 cm dari
tusukan pertama
2 Teknik jahitan matras vertical dilakukan
dengan menjahit secara mendalam di bawah
luka kemudian dilanjutkan dengan menjahit
tepi-tepi luka.

Nilai kompetensi prosedur jahit luka mattress suture (matras : vertikal dan horisontal)

Jumlah Ya x 100 = ………………..


2
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 53


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR MERAWAT JAHITAN LUKA

NO PROSEDUR YA TIDAK
1 Cuci tangan
2 Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang
akan dilaksanakan
3 Gunakan sarung tangan steril
4 Buka plester dan balutan dengan menggunakan
pinset
5 Bersihkan luka dengan menggunakan kapas
sublimat, H2o2, boorwater, atau Nacl 0,9 %,
penggunaanya disesuaikan dengan keadaan
luka lakukan hingga bersih.
6 Berikan obat luka
7 Tutup luka dengan kasa steril
8 Balut luka
9 Catat perubahan keadaan luka
10 Cuci tangan
Nilai Total

Nilai kompetensi kompetensi prosedur merawat jahitan luka

Jumlah Ya x 100 = ………………..


10
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 54


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI PROSEDUR DRAPPING

NO TEKNIK DRAPPING YA TIDAK


1. Letakkan drape di tempat yang kering, lantai di
sekitar meja operasi harus kering
2. Jangan memasang drape dengan tergesa-gesa, harus
teliti dan memepertahankan prinsip steril
3. Pertahankan jarak antara daerah steril dengan
daerah non steril
4. Pegang drape sedikit mungkin
5. Jangan melintasi daerah meja operasi yang sudah
terpasang drape/alat tenun steril tanpa perlindungan
gaun operasi.
6. Jaga kesterilan bagian depan gaun operasi, berdiri
membelakangi daerah yang tidak steril.
7. Jangan melempar drape terlalu tinggi saat
memasang drape (hati-hati menyentuh lampu
operasi)
8. Jika alat tenun yang akan dipasang terkontaminasi.
Maka perawat omloop bertugas menyingkirkan alat
tenun tersebut.
9. Hindari tangan yang sudah steril menyentuh daerah
kulit pasien yang belum tertutup.
10. Setelah semua lapisan alat tenun terbentang dari
kaki sampai bagian kepala meja operasi, jangan
menyentuh hal-hal yang tidak perlu.
11. Jika ragu-ragu terhdap kesterilan alat tenun, lebih
baik alat tenun tersebut dianggap terkontaminasi.

Nilai Total

Nilai kompetensi prosedur drapping

Jumlah Ya x 100 = ………………..


11
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 55


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

KOMPETENSI CARA MENUTUP PASIEN

NO CARA MENUTUP PASIEN YA TIDAK


1. Tutup dengan duk laparatomi steril. Perawat
isntrumen membawa lipatan duk ke meja.
Dengan berdiri jauh dari meja, satu tangan dari
perawat instrumen membentang duk di atas
pasien sehingga lubang duk langsung berada di
daerah kulit yang telah dipersiapkan
2. Bentangkan ujung atas duk laparatomi di atas
meja anesthesia screen (tabir anesthesia).
Perhatikan bahwa tangan yang menyetuh
daerah yang tidak steril terlindung dalam
lipatan kain dan duk dirapikan dengan tangan
lain
3. Pakailah duk klem pada bagian/sudut-sudut
untuk membatasi daerah yang akan dioperasi

Nilai Total

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 56


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Nilai kompetensi cara menutup pasien

Jumlah Ya x 100 = ………………..


3
Purwokerto, ..........................................
Pembimbing Klinik

(................................................................)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 57


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 58


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 59


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 60


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 61


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 62


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 63


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF
PENAMPILAN SIKAP

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 64


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

Rentang penilaian Purwokerto, …………………

Cukup : 60-74 Pembimbing

Baik : 75-85

Sangat baik : 86-100 (…………………………….)

Nilai : Jumlah nilai = …………………….

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 65


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 66


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 67


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 68


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF
REKAPITULASI PENILAIAN

No KOMPETENSI NILAI

Total nilai akhir

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 69


MODUL PRAKTIK KLINIK MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF
REKAPITULASI NILAI AKHIR PRAKTEK KLINIK
KEPERAWATAN PERIOPERATIF

No KOMPETENSI NILAI
1 Pre Conference (Laporan pendahuluan satu selama
praktek)
2 Laporan kasus kelolaan Pre operasi atau Intra

operasi atau post operasi

(satu laporan selama praktek)


3 Laporan Harian Operasi satu kasus selama praktek

4 Post Conference
5 Tindakan Keperawatan (target kompetensi)
6 Evaluasi akhir stase
7 Penampilan klinik
8 Sikap

Nilai Akhir

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 70


MODUL PRAKTIKA MATA KULIAH KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO Page 1