Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengelolaan zakat yang diatur dalam UU RI no. 23 tahun 2011

meliputi kegiatan perencanaan, pengumpulan, pendistribusian, dan

pendayagunaan. Dalam upaya mencapai tujuan pengelolaan zakat dibentuk

BAZNAS yang berkedudukan di ibu kota negara, BAZNAS provinsi, dan

BAZNAS kabupaten/kota. BAZNAS merupakan lembaga pemerintah

nonstruktural yang bersiftat mandiri dan bertanggungjawab kepada presiden

melalu mentri. BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan

tugas pengelolaan zakat secara nasional.1

Zakat mempunyai dua fungsi. Pertama adalah untuk membersihkan

harta benda dan jiwa manusia supaya senantiasa dalam keadaan fitrah. Kedua,

zakat itu juga berfungsi sebagai dana masyarakat yang dimanfaatkan untuk

kepentingan sosial guna mengurangi kemiskinan. Pada umumnya zakat yang

ditunaikan bersifat konsumtif yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,

menutupi kebutuhan makanan dan sandang. Namun jika dipikir lebih panjang

hal ini kurang membantu untuk jangka panjang. Karena zakat yang diberikan

itu akan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dimana akan segera habis,

kemudian akan kembali hidup dalam keadaan fakir dan miskin. Oleh karena

1
UU RI no. 23 thn 2011 tentang Pengelolaan Zakat, h. 28.

1
itulah maka muncul istilah zakat produktif agar dapat memberikan dampak dan

nilai manfaat dalam jangka panjang.

Zakat produktif adalah bentuk pendayagunaan zakat. Jadi,

pendistribusiannya bersifat produktif yaitu untuk menambah atau sebagai

modal usaha. Bahwa masyarakat pengguna dana produktif itu harus

mengembalikan modal usaha, itu sifatnya sebagai strategi untuk mengedukasi

mereka agar bekerja keras sehingga usahanya berhasil, kemudian digulirkan

lagi kepada yang membutuhkan modal usaha. Dengan demikian, pemetik

manfaat zakat itu semakin bertambah.

BAZNAS Maros merupakan salah-satu lembaga pengelola zakat juga

bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai bentuk dari

realisasi tujuan tersebut maka BAZNAS Maros memiliki program“dana

bergulir usaha kecil masyarakat”.

Dana bergulir adalah dana yang dialokasikan oleh BAZNAS Maros

untuk dipinjam dan digulirkan kembali untuk tujuan produktif. Program ini

memberikan modal usaha kepada masyarakat tentu dengan modal usaha

tersebut dapat membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usahaya

namun terkendala dalam hal permodalan. Sebagai bentuk dari program

peningkatan kesejahteraan masyarakat maka BAZNAS Maros memberikan

modal usaha kepada masyarakat dalam bentuk dana bergulir, tentunya dengan

alasan melalui modal tersebut dapat membantu masyarakat dalam

meningkatkan kesejahterannya umumnya masyarakat menengah ke bawah.

2
Pemberian dana bergulir yang dilakukan oleh BAZNAS berbentuk

pinjaman (kredit), artinya jika meminjam dana sebesar Rp 3.000.000,- maka

pihak BAZNAS memberikan tenggang waktu selama 10 bulan untuk

membayar angsurannya sehingga rata-rata yang harus diangsur setiap bulan

adalah sebesar Rp 300.000,-

Pihak BAZNAS Maros dengan masyarakat, sebelum memberikan

pinjaman selalu membuat kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak,

dan kesepakatan tersebut tertuang dalam sebuah akad pinjaman tanpa ada

tambahan apapun kecuali jika ingin berinfak. Betul-betul orientasinya adalah

kesejahteraan. Hal ini tentunya jauh lebih baik dan bermanfaat dari pada harus

ke koperasi atau rentenir-rentenir yang membebankan bunga yang tinggi tentu

tidak dapat mensejahterakan masyarakat.

Berdasarkan hasil pengamatan selama melakukan praktek kerja

lapangan di BAZNAS Maros sejumlah masyarakat cukup senang terhadap

program dana bergulir ini. Namun pada prakteknya setelah diberikan pinjaman

tidak lagi membayar angsurannya sesuai dengan kesepakatan sebelumnya,

entah karena faktor apa, sengaja maupun tidak sengaja.

Data dana bergulir tahun 2014

Tahun Jumlah pengguna Dana Macet Presentasi (%)

Bergulir

2014 50 orang 10 orang 20%

Sumber data: Dana zakat produktif bergulir 2014, BAZNAS Maros

3
Berdasarkan data diperoleh per desember 2014 penyaluran dana

bergulir sebanyak Rp 120.000.000,- dibagi kepada 50 orang yang kisarannya

berbeda-beda mulai dari Rp 1.000.000,- sampai Rp 5.000.000,- tergantung

kebutuhan dari masing-masing pengguna dana bergulir tersebut. Dari data

tersebut terdapat 20% yang mengalami indikasi kredit macet.2 Peneliti

mengambil data tahun 2014 karena ini merupakan program baru dari BAZNAS

Maros setelah pergantian kepengurusan masa kerja 2014-2019.3

Data dana bergulir tahun 2015

Tahun Jumlah pengguna Dana Macet Presentasi (%)

Bergulir

2015 84 orang 21 orang 25%

Sumber data: Dana zakat produktif bergulir 2015, BAZNAS Maros

Adapun data yang diperoleh per desember 2015 penyaluran dana

bergulir sebanyak Rp 179.600.000,- dibagi kepada 84 orang yang kisarannya

berbeda-beda mulai dari Rp 1.000.000,- sampai Rp 5.000.000,-.4 Dari data

tersebut terdapat 25% yang mengalami indikasi kredit macet artinya dari tahun

2014-2015 mengalami peningkatan sebesar 5%. Sekiranya kredit dari

masyarakat berjalan dengan baik maka program dana bergulir ini dapat

memberikan manfaat yang lebih luas karena memberi kesempatan penerima

dana lebih banyak. Dampak dari kredit bermasalah tersebut dapat menghambat

orang lain yang juga mengajukan permohonan modal usaha.

2
Dana zakat produktif bergulir 2014, BAZNAS Maros
3
Wawancara dengan pimpinan BAZNAS diakses pada tanggal 4 Oktober 2016
4
Dana zakat produktif bergulir 2015, BAZNAS Maros

4
Berdasarkan uraian diatas hal inilah alasan peneliti tertarik melakukan

penelitian yang berjudul “Strategi penanganan kredit bermasalah dana

bergulir di BAZNAS Maros tahun 2014-2016”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian latar belakang masalah di atas, maka masalah

pokok yang dibahas dalam proposal ini adalah sebagai berikut:

1. Apa faktor-faktor penyebab terjadinya kredit bermasalah dana bergulir di

BAZNAS Maros tahun 2014-2016?

2. Bagaimana strategi penanganan dalam mengatasi kredit bermasalah dana

bergulir oleh BAZNAS Maros tahun 2014-2016?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini

adalah:

a. Untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kredit

bermasalah dana bergulir

b. Untuk mengetahui bagaimana usaha yang dilakukan oleh BAZNAS

Maros dalam menangani kredit bermasalah dana bergulir

2. Manfaat penelitian

Selanjutnya apabila penelitian ini berhasil dengan baik, diharapkan

dapat berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan, baik kegunaan teoritis

maupun praktis. Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Kegunaan teoritis

5
Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan

sumbangan pemikiran secara teoritik maupun konseptual dalam rangka

pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Manajemen Organisasi

Islam, terkait dengan masalah strategi dalam menangani kredit

bermasalah dana bergulir, dengan tidak mengesampingkan aturan atau

prinsip syari’ah Islam.

b. Kegunaan praktis

Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi bagi BAZNAS, dan khususnya bagi BAZNAS

Maros agar dalam menyelesaikan berbagai masalah, khususnya yang

berhubungan dengan penyelesaian kredit bermasalah dana bergulir,

harus menggunakan stategi yang sesuai dengan kondisi masyarakat

setempat. Sehingga dari stategi tersebut pihak BAZNAS dapat

melakukan upaya preventif terhadap kredit bermasalah dana bergulir,

serta diharapkan penelitian ini menjadi bahan acuan bagi BAZNAS lain.

D. Sistematika Penulisan

Bab pertama merupakan pendahuluan yang memuat latar belakang

masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta kerangka isi.

Selanjutnya untuk memberikan penjelasan tentang tinjauan pustaka agar

pembahasan lebih mengarah maka pada bab kedua ini, dibahas mengenai

hubungan dengan peneliti sebelumnya, landasan teori, pengertia judul dan

definisi operasional variabel, serta kerangka berfikir.

6
Selanjutnya untuk memberikan penjelasan tentang metodologi

penelitian dalam bab ini memberikan penjelasan tentang jenis dan pendekatan

penelitian, waktu dan tempat penelitian, sumber data, serta teknik analisis data.

Pada bab selanjutnya merupakan pembahasan inti memuat strategi

penanganan kredit bermasalah dana bergulir di BAZNAS Maros tahun 2014-

2016. Pada pembahasan ini banyak memuat faktor-faktor terjadinya kredit

kredit bermasalah dana bergulir di BAZNAS Maros tahun 2014-2016, serta

strategi penanganannya.

Untuk lebih mengetahui kesimpulan akhir dalam penyusunan skripsi

ini, penulis menyajikannya dalan bab kelima yang sekaligus merupakan

penutup, yang berisi kesimpulan pembahasan bab-bab sebelumnya dan saran-

saran yang menjadi semacam agenda pembahasan lebih lanjut di masa

mendatang tentang kredit bermasalah ini.