Anda di halaman 1dari 17

1

MAKALAH
PROSES ADAPTASI PSIKOLOGI PADA WANITA
SEPANJANG DAUR KEHIDUPAN

DISUSUN OLEH:
AFSIAH BOUFAKAR
02171262

TUGAS
PSIKOLOGI KEBIDANAN
DOSEN : ANDI SITTI UMRAH, S.ST., M.Keb.

AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH


PALOPO
2018
2

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang “Tahap-Tahap Proses Adaptasi dan Proses
Adaptasi Pada Wanita dan Sepanjang Daur Kehidupan”.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tahap-tahap proses adaptasi
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Palopo 10 november 2018

Penulis

i
3

DAFTAR ISI

JUDUL HALAMAN
KATA PENGANTAR .................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakan ............................................................................................ 1
B. Tujuan penulisan ....................................................................................... 1
C. Manfaat penulisan ..................................................................................... 1
D. Sistematika penulisan ............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Tahapan-tahapan proses adaptasi ............................................................. 3
1. Adaptif.................................................................................................. 3
2. Mal adaptif ........................................................................................... 6
B. Proses adaptasi spikologi pada wanita sepanjang daur kehidupan ........... 7
1. Bayi ...................................................................................................... 7
2. Balita .................................................................................................... 9
3. Usia sekolah ......................................................................................... 9
4. Remaja.................................................................................................. 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................... 12
B. Saran ......................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 14

ii
4

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebenarnya usaha untuk menyusun teori dalam psikologi
kepribadian telah sejak lama dilakukan yakni sebelum masehi, orang
mencoba-coba memberikan ciri-ciri khusus kepada sesuatu, baik itu
berujud benda, pemandangan, musim, lukisan dan sebagainya, dengan cara
mencari sesuatu yang menyebabkan segala sesuatu itu mempunyai daya
tarik yang kuat. Demikianlah halnya dengan kehidupan manusia,
seseorang berusaha mencari ciri-ciri khusus, yang terdapat pada manusia
yang lain.
Empedocles seseorang filsuf Yunani Kuno, yang berependapat
bahwa segala yang ada didunia ini terdiri atas empat unsur, yaitu ; tanah,
air, api, dan udara, mencoba membedakan ciri-ciri khusus bagaimana bila
seseorang terlalu banyak salah satu dari keempat unsur tersebut. Bila
didalam tubuh seseorang terlalu banyak unsur tanah, misalnya maka orang
itu akanmemiliki sifat dingin, acuh tak acuh, tidak mudah terpengaruh,
dsb. Sedang bila kebanyakan unsur api, maka orang tersebut. Akan
kelihatan lincah, mudah bergerak, ribut dan seakan-akan tidak punya
pendirian.
Ada pula yang mencoba menghubungkan tata bintang dalam
hubungannya dengan musim, bernama astronomi, dalam hubungannnya
dengan watak orang yang dilahirkan pada musim itu (astrologi).Usaha-
usaha yang masih bersifat pra-ilmiah.

B. Tujuan penulisan
Kami menulis makalah ini dengan tujuan untuk membahas lebih
dalam tentang proses tahapan-tahapan psikologi dan proses adaptasi
psikologi pada wanita sepanjag daur kehidupan.

1
52

C. Manfaat penulisan
1. Untuk mengetahuai tentang pengertian proses-proses adaptasi
2. Untuk mengetahui proses adaptasi psikologi pada wanita daur
kehidupan.

D. Sistematis Penulisan
1. BAB IPENDAHULUAN
a. Latar belakang
b. Tujuan penulis
c. Manfaat penulisan
d. Sistematika penulisan
2. BAB II PEMBAHASAN
a. Proses-proses adaptasi
1) Adaptif
2) Mal adaptif
b. Proses adaptasi psikologi pada wanita sepanjang daur kehidupan
1) Anak bayi
2) Balita
3) Usia sekolah
4) Remaja
3. BAB III PENUTUP
a. Kesimpulan
b. Saran
DAFTAR PUSTAKA
6

BAB II
PEMBAHASAN

A. Tahapan-Tahapan Proses Adaptasi


1. Adaptif
Dasar psikologi
Manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan, akan tetapi tidak
selalu manusia yang selalu berubah tetapi justru manusia yang harus
mengubahnya.Manusia sebagai mahkluk hidup mempunyai daya upaya
untuk dapat menyesuaikan diri baik aktif maupun pasif. Macam-macamcara
manusia menyesuaikan.Pada dasarnya seseorang aktif melakukan
penyesuaian diri bila ketergantungan keseimbangan maka akan merespon
diri tidak seimbang menjadi seimbanga.Ketidak seimbangan yang
ditimbulkan dapat berupa: frustasi dan konflik yang dilakukan oleh
seseorang dalam penyesuaian dari ketergantungan.
a. Pengalaman masing-masing
b. Motivasi
c. Kemampuan dalam mengatasi masalah.
1) Frustasi
Penyebab frustasi
a) Tertundanya pencapaian tujuan seseorang bisa bersifat:
(a) Sementara
(b) Tidak menentu
b) Sesuatu yang menghambat apa yang sedang dilakukan, kendalanya
bersumber pada:
(a) Diri sendiri termaksud keadaan jasmaniah psikologi (perasaan
tidak mampu, kecemasan, konsep diri)
(b) Lingkungan sosial normal/aturan-aturan tertentu(Suryani &
Widyasih, 2009).

3
3
47

b. Konflik
Dalam konflik seseorang dihadapkan pada keadaan yang penuh
kebimbangan.
contoh
1) Orang yang dihadapkan pada dua pilihan.
2) Banyak orang orang yang mengalami konflik dan konflik tidak bisa
segera diatasi sehingga menimbulkan gangguan perilaku, yang
akhirnya dapat menganggu kehidupan sehari-harinya.
Ada bermacam-macam situasi konflik yaitu:
1) Approach-approach yaitu berharap dengan dua pilihan yang
menarik.
2) Avoidance-avoidance yaitu berharap dengan pilihan yang tidak di
innginkan.
3) Approach-avoidance yaitu harus melakukan satu hal yang
diinginkan tetapi sekaligus didalamnya ada hal-hal yang tidak di
ingginkan.
4) Double approach avoidance conflik yaitu mencangkup 2 stimulasi
yang komplek yang kompak masing-masing stimulasi
menimbulkan respon angguk dan geleng(Suryani & Widyasih,
2009).
Banyak sekali dalam kehidupan,dimana situasi menimbulkan
approach-approachavoidance, sehingga dibutuhkan suatu kecakapan untuk
menganalisa masing-masing stimulasi yang menimbulkan approach-
approach avoidance(Suryani & Widyasih, 2009).
Analisa dalam keadaan yang membigungkan dalam di lakukan dari
tahapan-ketahapa, biasanya hal seperti ini bisa di capai tidak srkaligus, jauh
orang yang menyadari bahwa sesuatu yang sulit dapat di pecahkan sekaligus
maka ia akan mengurangi konflik tersebut”kesadaran”(Suryani & Widyasih,
2009).
Orang belajar merespon konflik dan frustasi bisa dengan berbagai
cara. Cara itu bisa menjadi rutin. Karena cara itu memberikan penguatan
5
8

dan terus diulang-ulang. Bila satu cara terbentuk dengan baik-baik dan
selanjutnya menjadi kebiasaam, biasanya terbentuk mekanisme. Mekanisme
terbentuk dengan cara: mula-mula seseorang melakukan trial and eroe untuk
menghilangkan ketengangnya pada waktu frustasi dan konflik. Semua cara
untuk menentukan cara mana yang dapat menurunkan ketegangan.
Ada bermacam-macam mekanisme penyesuaian:(Suryani & Widyasih,
2009).
1) Agresi
Individu menyerang objek frustasi. Apabila dengan cara ini
individu mendapat kepuasan, maka individu akan menggunakan
menguragi agresi.
2) Menarik diri
Merupakan rekasi yang mudah dilakukan, relative tidak banyak
mengeluarkan energi dan lingkungan sekitar, ini lebih di terima oleh
masyarakat banyak.
3) Mimpi siang hari.
Membuat orang mencapai kepuasan dengan berkhayal.Isi khayalan
hanya di ketehaui dirinya sendiri dan sehingga tidak bisa di krtitik.Dalam
batas-batas tertentu dikatakan normal, tetapi kalau dilakukan oleh setiap
orang sangat mengalami ketidakseimbangan dia menjadi lari dari
kenyataan.Ini merupakan sumber dan gangguan kejiwaannya.Fantasi tak
memecahkan masalah secara tial tetapi bahwa fantasi dapat melepaskan
kelelahan.
4) Regresi
Kebanyakan meruapakan reaksi terhadap frustasi dan Nampak pada
kanak-kanak.
5) Rasionalisasi
Pembenaran atas satu perilaku, bisa disebabkan oleh alasan yang
sebenarnya dan perilaku itu tidak diterima oleh masyarakat.
a) Sourgrapes
b) Sweet lemon
6
9

c) Kambing hitam
6) Represi
Situasi yang menimbulkan rasa bersalah ketakutan dan lain
sebagainya, lebih baik di lupakan.
7) Identifikasi
Medapatkan rasa harga diri dengan menempatkan diri pada tokoh
yang di kagumi.Identifikasi bisa terjadi pada kelompok/lembaga yang
bisa menjadi kebanggab tertentu maka anak di harapkan dapat melakukan
identifikasi pada sekolah.
8) Kompensesi
Gejalanya anak akan mengembangkan seacara berelebihan pada
perilaku tertentu atau kegiatan tertentu. Kompensasi bersifat positif atau
negatif, maka tugas lembaga pendidikan mengarahkanpada kompensasi
yang positif.
9) Reaksi konvensi
Seorang yang tidak mengatasi konflik mencoba mengatasi dengan
sakit kepala, sakit perut dan lain-lain.Tahapan-tahapan gejala tersebut
tidak sederhana(Suryani & Widyasih, 2009).
2. Mal adaptif
Beberapa petunjuk yang dapat di gunakan untuk mendeteksi adanya
mal adaptif:
a. Sensitif terhadap kritik
Individu tidak bisa mersepon secara positif terhadap koreksi juga
tidak dapat mengkritik diri sendiri.
b. Tidak mampu kompotensi
Individu hanya mau berkompetensi dengan lawan yang jelas dan
dapat dikalahkan(Suryani & Widyasih, 2009).
10 7

B. Proses Adaptasi Psikologi Pada Wanita Sepanjang Daur kehidupan.


1. Masa bayi
a. Masa bayi neonatal meruapakn masa terjadinya penyusuaian radikal.
Meskipun rentang kehidupan manusia secara resmi dimulai pada
saat kelahiran.kelahiran. Kelahiran merupakan suatu gangguan pada pola
perekembangan yang dimulai pada saat pembuahan.Ini adalah satu
peliharan dan lingkungan dalam ke lingkungan luar.Seperti halnya semua
peliharaan, di perlukan penyusuaian diri dari bayi. Bagi beberapa bayi
penyesuaian mudah dilakukan, namun bagi lain terasa sulit dan
mengalami kegagalan. Miller mengatakan “dalam seluruh kehidupannya
tidak pernah terjadi perubahan lokasi yang sangat tiba-tiba dan sangat
menyeluruh(Suryani & Widyasih, 2009).
b. Pelbagi penyesuiaian pokok yang dilakukan bayi neonatal.
Bayi neonatal harus melakukan empat penyusuaian pokok sebelum
mereka dapat melanjutkan perkembangan mereka.Kalau penyesuaian ini
tidak segera dilakukan, kehidupan mereka terencam selama penyesuaian
ini tidak terjadi kemajuan perkembangan, malahan perekembangan yang
lebih rendah. Penyesuaian ini dapat diurakan sebagai berikut:
1) Perubahan suhu.
2) Bernapasan
3) Mengisap dan menelan.
4) pembuangan
Pada mulanya bayi mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri
dengan kehidupan pascanatal.Beberapa mugkin mengalami kesulitan
dalam penyesuaian dengan perubahan dan menderita dalam penyesuaian
dengan perubahan suhu dan menderita dengan salesma teng dapat
berkembang menjadi pneumonia. Bayi yang lain mengalami kesulitan
dalam bernapas dan harus di beri oksigen.Kebanyakan bayi tercekik pada
saat mencoba menghisap dan menelan, dan banyak yang sering muntah
sehingga kurang memperoleh makan yang di perlukan untuk
pertumbuhan atau tidak dapat mempertahankan berat badan mereka.
11 8

Tidak banyak yang mengalami kesulitan dalam pembuangan air


besar(Suryani & Widyasih, 2009).
Tiga indikasi umum tentang kesulitan penyesuaian pada kehidupan
setelah kelahiran seperti bahasa di bawah ini (Hurlock, 1992)
1. Berkurang berat badan
Karena adanya kesulitan untuk menghisap dan menelan, bayi
yang baru lahir biasanya mengalami penurunan berat badab dalam
minggu pertama(Suryani & Widyasih, 2009).
2. Perilaku yang tidak teratur
Pada hari pertama atau hari kedua pascanatal, semua bayi
menunjukan perilaku relative yang tidak teratur, seperti tidak
keturutan dalam bernapas, sering kencing dan berak, tersendak dan
muntah. Hal ini sebagai disebabkan karena adanya tekanan pada otak
selama persalinan yang mengakibatkan keadaan pingsan dan sebagai
karena keadaan susunan saraf otonom yang kurang berekembang yang
mengendalikan keseimbangan(Suryani & Widyasih, 2009).
3. Kematian bayi
Bahkan sehingga sekarang ini, tingkat kematian bayi selama dua
hari pertama pascanatal senderung tinggi kematian itu disebabkan oleh
faktor yang berbeda(Suryani & Widyasih, 2009).
c. Kondisi yang mempengaruhi penyesuaian kehidupan pascanatal.
Banyak kondisi yang mempengaruhi keberhasilanbayi untuk
menyesuaikan diri dari kehidupan pascanatal. Kondisi terpenting anatara
lain, seperti yang ditunjukan oleh riset: jenis persalinan dan pengalaman-
pengalaman yang berkait dengan persalinan, lamanya periode kehamilan,
sikap-sikap orng tua dan perawatan pascanatal. Karena begitu penting
maka perlu membahas masing-masing kondisi secara rinci(Suryani &
Widyasih, 2009).
2. Masa Balita
129

Pada masa ini anak kelihatan berperilaku agresip, membrontak,


menentang keinginan orang lain. khususnya orang tua, Ia sudah mulai
mempertanggung jawabkanperbuatanya sendiri(Marmi & Margiyati, 2013).
Sebagian besar orang tua memandang masa balita sebagai usia yang
mengandung masalah atau usia sekolah, dengan munculnya masalaperilaku
anak. sebenarnya pada masa ini adalah masa dimana anak mempelajari
dasar-dasar perilakusosial untuk persiapan penyesuaian diri pada masa
selanjutnya. Masa ini di sebut juga sebagai usia menjajah, dimana anak
belajar menguasai dan mengendalikan lingkungan. Salah satu caranya untuk
menjelajahilingkungan ialah dengan sering bertanya kepada orang-orang
terdekatnya. Anak-anak pada usia ini juga sering meniru tindakan dan
pembicaraan orang lain(Bethsaida & Herri, 2012).
Orang tua hendaknya memahami proses adaptasi psikologi pada masa balita
karena pada masa ini perkembangan balita sangat pesat dengan di tandai
oleh hal-hal keratif yang dilakukan oleh balita tersebut(Bethsaida & Herri,
2012).
3. Masa usia sekolah(6-12 tahun)
Anak-anak pada masa ini harus menjalani tugas-tugas perkembangan
yakni:
Belajar keterampilan fisik untuk permainan biasa, membentuk sikap
sehat mengenai dirinya sendiri, belajar bergaul denagn teman-teman sebaya,
belajar peranan jenis yang sesuai dengan jensisnya, membentuk
keterampilan dasar: membaca, menelis, dan berhitung. Membentuk konsep-
konsep yang perlu untuk sehari-hari, membentuk hati nurani, nilai normal
dan sikap sosial, memeproleh kebebasan pribadi, membentuk sikap-sikap
terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga(Marmi &
Margiyati, 2013).
Menurut teori Vygotsky, anak secara aktif menciptakan pengalaman
mereka sendiri.Vygotsky memberikan peran yang lebih penting pada
interarksi sosial dan budaya dalam perkembangan kognitif anak. Dengan
kata lain, perkembangan kognitif anak sebagai sesuatu yang tidak
13 10

terpisahkan dari aktifitas sosial dan budaya. Vygotsky percaya bahwa


perkembangan ingatan/memori, atensi, dan penalaran, mencakup belajar
menggunakan penemuan masyarakat seperti bahasa, system matematis, dan
strategi ingatan. Menurut teori ini, pengetahuan tidak dihasilkan dari dalam
diri individu, melainkan di bagun melalui interaksi dengan orang lain dan
benda budaya, seperti buku. Ini menunjukan bahwa pemahaman dapat di
tingkatkna melalui interaksi dengan orang lain dalam aktifitas yang
kooperatif (Santrok, 2008).
Lebih lanjut Vygotsky (Santrok 2008) menegaskan bahawa secara
aktif anak-anak menyusun pengetahuan dan mengembangkan konsep-
konsep mereka secara sistematis, logis dan rasional yang di peroleh dari
koneksi-koneksi sosial dan orang laian yang kompoten. Jadi dalam teori
Vygostky orang lain dan bahasa, memegang peran penting dalam
perkembangan koognitif anak. Interaksi sosial anak dengan orang dewasa
yang lebih terampil dan teman sebaya, akan meningkatkan perkembangan
kognitifnya. Melalui interaksi ini pula anggota masyarakat yang kurang
terampil dapat belajar dari anggota masyarakat lain untuk beradaptasi dan
berhasil di masyarakat yang lebih luas(Santrock, 2008).
Lain itu juga pada masa anak-anak ada fase yang di namakan
perkembangan emosi, fase ini merupakan peranan yang sangat penting
dalam perkembangan anak.
a. Emosi menimbulakan kesenangan terhadap pengalaman sehari-hari (after
effect: yaitu efek yang dirasakan anak sesudah mengalami suatu kejadian)
b. Emosi mempersiapkan tubuh anak untuk memberikn reaksi-reaksi
fisiologis yang menyertai emosi yang dialami.
c. Ketegangan emosi menyebabkan terganggunya keterampilan motorik,
misalnya : anak menjadi gugup, gagap, dan sebagainya.
d. Emosi juga dapat berperan sebagai bentuk komunikasi. Artinya ketika
seorang anak menunjukan emosinya melalui ekspresi maupun reaksi-
reaksi fisik, maka di situ anak menyampaikan perasaanya pdengan orang
lain.
14 11

e. Emosi merupakan sumber penilaian sosial dan penilaian diri. Cara


individu mengepresikan emosinya akan mempengaruhi penilaian sosial
yang pada giliranya akan memepngengaruhi penilaian diri.
f. Emosi mempengaruhi aktif vitas mental secara umum. ketika seseorang
mengalami kondisis emosi yang tidak meyenangkan, maka sangat
memungkinkan akan terjadi penurunan prestasi, begitu juga sebaliknya.
g. Emosi mempengaruhi pandangan seseorang terhadap kehidupan. Bila
seorang anak lebih sering mengalami emosi yang menyenangkan.
( misalnya: affection, happiness, dll) maka pandangan anak tentang
kehidupan positif, sehingga hal ini dapat mempengaruhi kemampuan
penyusuaian diri/kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.
h. Respon emosional yang terus menerus akan menjadi kebiasaan/habit.
Ekspresi emosi yang di lakukan berulang-ulang, akan menjadi kebiasaan
anak.
i. Emosi membekas pada ekspresi wajah dan mewarnai tingkah laku
seseorang. Ketika seseorang mengalami emosi gembira, maka kindisi
tersebut akan terpancar pada ekspresi wajahya.
j. Emosi mempengaruhi iklim psikologis lingkungan
sekelilingnya(Soemantri, 2005).
4. Masa Remaja
Kelompok anak tanggung memungkinkan terbentuknya persahabatan
yang mendalam dan identifikasi dengan anggota sejenis yang dipilh,
meningkatkan cara berfikir kritis, pengendalian emosi dan kesediaan
bertanggung jawab terlebih terlihat melalui perbuatan atau tindakan. Prestasi
sekolah penting bagi mereka, karena mereka ingin mengembangkan hasil
usahanya(Marmi & Margiyati, 2013).
15

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adaptif adalah manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan, akan
tetapi tidak selalu manusia yang selalu berubah tetapi justru manusia yang
harus mengubahnya.Manusia sebagai mahkluk hidup mempunyai daya upaya
untuk dapat menyesuaikan diri baik aktif maupun pasif. Mal adaptif beberapa
petunjuk yang dapat di gunakan untuk mendeteksi adanya mal adaptif.Sensitif
terhadap kritik ndividu tidak bisa mersepon secara positif terhadap koreksi
juga tidak dapat mengkritik diri sendiri.Tidak mampu kompotensiIndividu
hanya mau berkompetensi dengan lawan yang jelas dan dapat dikalahkan
Masa bayi, masa bayi neonatal meruapakn masa terjadinya penyusuaian
radikal, pelbagi penyesuiaian pokok yang dilakukan bayi neonatal, kondisi
yang mempengaruhi penyesuaian kehidupan pascanatal. Masa Balita pada
masa ini anak kelihatan berperilaku agresip, membrontak, menentang
keinginan orang lain. khususnya orang tua, Ia sudah mulai mempertanggung
jawabkan perbuatanya sendiri.Masa usia sekolah(6-12 tahun) anak-anak pada
masa ini harus menjalani tugas-tugas perkembanganyakni belajar
keterampilan fisik untuk permainan biasa, membentuk sikap sehat mengenai
dirinya sendiri, belajar bergaul denagn teman-teman sebaya, belajar peranan
jenis yang sesuai dengan jensisnya, membentuk keterampilan dasar:
membaca, menelis, dan berhitung. Membentuk konsep-konsep yang perlu
untuk sehari-hari, membentuk hati nurani, nilai normal dan sikap sosial,
memeproleh kebebasan pribadi, membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-
kelompok sosial dan lembaga-lembaga.Masar remaja Kelompok anak
tanggung memungkinkan terbentuknya persahabatan yang mendalam dan
identifikasi dengan anggota sejenis yang dipilh, meningkatkan cara berfikir
kritis, pengendalian emosi dan kesediaan bertanggung jawab terlebih terlihat
melalui perbuatan atau tindakan.

12 12
16
13

B. Saran
Diharapakan dapat mengetahui tentang proses tahap-tahap proses daptasi
dan proses adaptasi pada wanita sepanjang daur kehidupannya dan mengetahui
tentang pelajaran psikologi.
14
17

DAFTAR PUSTAKA

Bethsaida, & Herri. (2012). Pendidikan psikologi untuk bidan. Yogyakarta:


Penerbit Andi.
Marmi,& Margiyati. (2013). Pengantar psikologi kebidanan. yogyakarta: pustaka
pelajar.
Santrock, J. W. (2008). Life-span devolopment. perkembangan masa hidup. (Alih
bahasa: Chusaira dan Danamik). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Soemantri, S. (2005). Psikologi anak luar biasa . Bandung: Refika Aditama.
Suryani, e.,& Widyasih, h. (2009). psikologi ibu dan anak. yogyakarta: fitramaya.