Anda di halaman 1dari 4

materi

NEFROPATI

A. Pengertian
Nefropati diabetik adalah kondisi menurunnya fungsi organ ginjal yang disebabkan oleh
penyakit diabetes melitus (DM). Hampir 40% penderita DM akan mengalami berbagai
komplikasi, di antaranya komplikasi jenis yang satu ini. Namun, dengan manajemen DM
yang baik, seperti mengontrol gula darah dan tekanan darah, nefropati dapat dicegah dan
sangat mungkin diperlambat.
B. Etiologi
Penyakit diabetes mellitus pada prinsipnya memengaruhi kondisi pembuluh darah arteri
pada tubuh, termasuk pembuluh darah pada ginjal yang bekerja menyaring darah dari
banyak arteri. Kadar gula yang tinggi pada pembuluh darah bisa merusak pembuluh
darah kecil seperti ginjal. Itu sebabnya masalah ginjal menjadi momok bagi penyandang
DM.
C. Tanda dan Gejala

Pada tahap awal perkembangannya, nefropati diabetik sering tanpa gejala. Bila sudah
melewati tahap awal, di mana sudah ada kerusakan ginjal berlanjut, maka gejala yang
timbul berupa lemas, lelah, dan merasa kurang sehat.

Gejala yang lebih spesifik cenderung dirasakan pengidap seiring bertambahnya tingkat
keparahan penyakit ini (biasanya setelah 5 hingga 10 tahun setelah kerusakan ginjal
mulai terjadi). Beberapa gejala dan tanda klinis meliputi:

1. Tidak nafsu makan.


2. Penurunan berat badan.
3. Sulit berpikir jernih.
4. Pembengkakan di sekitar mata.
5. Kulit yang kering dan gatal.
6. Kram otot.
7. Gangguan tidur.
8. Pembengkakan pada kaki serta pergelangan kaki.
9. Mual dan muntah.
10. Peningkatan frekuensi buang air kecil.
11. Urine berwarna lebih gelap disebabkan oleh darah dalam urine
12. Mual atau muntah

Karena indikasi awal nefropati diabetik yang kurang jelas, para pengidap diabetes
dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan agar fungsi ginjalnya dapat
dipantau. Penanganan sedini mungkin sangatlah penting guna mencegah kerusakan ginjal
yang lebih parah serta komplikasi.

D. Penanganan

Nefropati diabetik umumnya ditangani melalui sejumlah metode tertentu. Beberapa


langkah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengendalikan tekanan darah. Batas tekanan darah yang dianjurkan adalah di


bawah 130/80 mm Hg. Pengidap nefropati diabetik yang mengalami hipertensi
biasanya menjalani pengobatan dengan ACE inhibitor atau angiotensin-II receptor
antagonist. Selain untuk menurunkan tekanan darah, kedua obat ini juga berfungsi
melindungi ginjal dan jantung, sehingga bisa mencegah perkembangan penyakit
ginjal.
2. Cermat dalam mengendalikan kadar gula darah guna menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular. Periksakanlah kadar gula darah Anda secara rutin agar tetap terjaga.
Angka HbA1c yang dianjurkan adalah di bawah 141 mg/dL.
3. Menghindari konsumsi obat-obatan yang berpotensi memperburuk kondisi ginjal,
contohnya obat antiinflamasi non-steroid (OAINS). Jika harus menggunakannya,
berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

E. Pencegahan

Gaya hidup yang kita jalani akan memengaruhi kondisi kesehatan kita, termasuk risiko
nefropati diabetik. Penyakit ini dapat dihindari dengan cara memperbaiki gaya hidup
dengan langkah-langkah sederhana seperti:
1. Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Khususnya bagi pengidap
kerusakan ginjal yang harus mengurangi konsumsi protein dan sodium.
2. Menjaga berat badan dan lingkar perut agar tetap ideal.
3. Berolahraga secara teratur.
4. Berhenti merokok.
5. Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.
DAFTAR PUSTAKA

Brunner, Suddarth, (2006). Buku Ajar Keperawatan-Medikal Bedah. Edisi 8 Volume 3,EGC :
Jakarta
Doenges, Marilynn E, dkk, (2006). Penerapan Proses Keperawatan dan Diagnosa
Keperawatan. EGC : Jakarta.
Sukandar,Enday.2006.Nefrologi klinik edisi III. Pusat informasi ilmiah bagian ilmu
penyakit dalam kedokteran UNPAD/R.S. Dr. Hasan Sadikin. Bandung