Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARNEGARAAN

HAK ASASI MANUSIA

Disusun oleh :
Amirul Ahmad Hidayat (163800031)
Saidatul Fitriyah (163800052)
M. Ariq Alwan W. (16380022)

PROGRAM STUDI
TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA
SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang
dalam penerapannya berada pada ruang lingkup persamaan dan hak kebebasan yang
terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga
merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang
sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi. HAM lebih
dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum
reformasi.
Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita tidak hidup sendiri dan
kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Banyak orang yang memerjuangkan hak
asasi pribadinya dan mengabaikan hak asasi orang lain dan hal yang demikian inilah
yang membuat terjadinya pelanggaran akan HAM. Hak asasi tidak bisa dengan
mudah dilaksanakan dengan mutlak apalagi harus mengorbankan hak asasi orang
lain. Dari pengertian HAM bisa dikatakan hak asasi pribadi selalu berbatasan dengan
hak asasi orang lain, untuk itu perlu adanya pemahaman akan kehidupan yang lebih
baik dan rasa peduli yang tinggi untuk sama-sama mempertahankan hak pribadi
tanpa harus mengabaikan hak asasi orang lain di sekitarnya. Hak pribadi yang perlu
dipertahankan bisa berupa hak hidup, hak kemerdekaan, hak kebebasan, hak
memperoleh sesuatu dan hak untuk salaing menghormati, dihargai serta dilindungi.
Secara teoritis Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia
yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus
dihormati, dijaga, dan dilindungi. hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah
merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi
keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu
juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia
menjadi kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur
Pemerintahan baik Sipil maupun Militer), dan negara.
B. Rumusan Masalah

Pada makalah yang berjudul Hak Asasi Manusia ini, masalah yang akan di
bahas dalam makalah adalah sebagai berikut :
1. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)
2. Penjelasan Hak Asasi Manusia (HAM) pada tataran global
3. Permasalahan dan Penegakan HAM di Indonesia
4. Contoh Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan solusinya
BAB II
ISI

A. Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut Pancasila dan UUD 1945

Hak asasi manusia pada prinsipnya merupakan hak yang universal, akan tetapi
dalam pelaksanaanya di masing masing Negara disesuaikan dengan kondisi politik
dan sosial budaya masing – masing Negara. Indonesia sebagai negara yang merdeka
dan berdaulat memiliki Ideologi Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 yang menjadi
batasan sekaligus berisi pengakuan terhadap hak asasi manusia. Nilai – nilai hak
asasi manusia terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 dapat dijadikan barometer
negara. Hal ini mengingat Piagam PBB yang memuat pengakuan dan perlindungan
HAM yang baru tercipta pada tahun 1948 sesudah lahirnya NKRI pada tahun 1945.
Meskipun tidak diatur secara khusus, ketentuan tentang HAM pada UUD 1945
sebelum amandemen ke dua, bukan berarti dalam UUD 1945 tidak mengakomodir
ketentuan tentang HAM. Jika dilihat dari lahirnya UUD 1945 lebih dulu lahir
daripada deklarasi HAM tahun 1948. Adapun ketentuan yang berkaitan dengan
HAM dapat dilihat sebagai berikut :
1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia. Dengan demikian perlindungan diberikan kepada seluruh bangsa dan
tumpah darah Indonesia, tidak hanya terbatas atau berdasarkan kepentingan
kelompok atau warga Negara tertentu.
2. Memajukan kesejahteraan umum, hal ini mengandung pengertian pembangunan
kesejahteraan secara merata dan setiap warga Negara punya kesempatan untuk
sejahtera.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, guna untuk meningkatkan sumber daya
manusia Indonesia seluruhnya secara merata guna mengejar ketertinggalan dari
bangsa lain.
4. Melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, membangun bangsa yang mandiri serta kewajiban untuk
menyumbangkan pada bangsa – bangsa lain di dunia, tanpa perbedaan.
5. Dalam penjelasan pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa Indonesia adalah
Negara berdasarkan hukum (rechtsstaat bukan berdasarkan atas kekuasan
belaka/machtsstaat). Kaitannya dengan HAM adalah salah satu ciri Negara
hukum adalah mengakui adanya HAM. Selanjutnya dalam penjelasan umum
diterangkan bahwa UUD menciptakan pokok –pokok pikiran yang terkandung
dalam “pembukaan” dan pasal – pasalnya, dimana mengandung arti bahwa
Negara mengatasi segala paham golongan, dan paham perorangan, mewujudkan
keadilan sosial berdasarkan kerakyatan perwakilan dan Ketuhanan Yang Maha
Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal ini mencerminkan
cita – cita hukum bangsa Indonesia yang menjungjung tinggi HAM serta lebih
mengutamakan kepentingan bersama manusia.
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka hubungan HAM dengan UUD 1945 dapat
diterjemahkan dalam moral bangsa sebagai berikut :
1. Kebijaksanaan harus diarahkan pada kebijaksanaan politik dan hokum, dengan
perlakuan serta hak dan kewajiban yang sama bagi siapapun, perorangan atau
kelompok yang berada di dalam batas wilayah NKRI.
2. Kebijaksanaan Ekonomi dan Kesejahteraan, dengan kesempatan serta beban
tanggungjawab yang sama, bagi siapapun yang ingin berusaha atas dasar
persaiangan yang sehat.
3. Kebijaksanaan Pendidikan dan Kebudayaan, dengan kebebasan serta batasan –
batasan yang perlu menjaga ketahanan dan pertahanan mental terhadap anasir dan
eksploitasi dari dalam dan luar negeri.
4. Kebijaksanaan luar negeri, meningkatkan kehormatan bangsa yang merdeka yang
bias mengatur diri sendiri, serta mampu menyumbang pada hubungan baik antara
bangsa – bangsa di dunia.
Selanjutnya dalam UUD 1945 terdapat pasal – pasal yang berkaitan dengan masalah
– masalah HAM, pasal – pasal tersebut adalah :
1. Pasal 27, tentang kesamaan kedudukan hukum dan pemerintahan, tanpa ada
kecuali serta setiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, tentang kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran
dengan lisan dan tulisan
3. Pasal 29, tentang kemerdekaan untuk memeluk agama dan beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya
4. Pasal 30, tentang hak untuk membela bangsa
5. Pasal 31, tentang hak mendapat pengajaran
6. Pasal 33, tentang hak perekonomian atas asas kekeluargaan
7. Pasal 34, tentang fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara oleh Negara.
Dalam perkembangannya sesuai dengan amandemen kedua UUD 1945
berdasarkan siding tahunan tahun 2000, masalah hak asasi manusia secara lugas telah
dicantumkan dalam BAB XA, Pasal 28A sampai dengan 28J.
Dari uraian tersebut diatas maka UUD 1945 mulai dari pembukaan, penjelasan
umum, dan batang tubuh cukup memuat tentang pengakuan hak asasi manusia, atau
dengan kata lain secara yuridis konstitusional, Indonesia mengakui HAM jauh
sebelum lahirnya Universal Declaration of Human Right.

B. Contoh Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan Solusinya

1. Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)


Jika kita melihat perkembangan HAM di negara ini, ternyata masih
banyak pelanggaran HAM yang sering kita temui. Mulai dari pelanggaran kecil
yang berkaitan dengan norma hingga pelanggaran HAM besar yang bersifat
kriminal dan menyangkut soal keselamatan jiwa. Untuk menyelesaikan masalah
ini perlu adanya keseriusan dari pemerintah menangani pelanggaran-
pelanggaran yang terjadi dan menghukum individu atau oknum terbukti
melakukan pelanggaran HAM. Selain itu masyarakat juga perlu mengerti
tentang HAM dan turut menegakkan HAM mulai dari lingkungan sosial tempat
mereka tinggal hingga nantinya akan terbentuk penegakan HAM tingkat
nasional.
Adapun contoh dari pelanggaran HAM di Indonesia adalah Pelanggaran
HAM pada Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tenaga kerja Indonesia adalah orang
yang rela berkerja diluar negri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selain
memenuhi kebutuhan keluarganya negara juga mendapati devisa atas jasa yang
diberikan mereka dinegri yang membutuhkan tenaga kerja untuk membantu
negara negara yang kekurangan tenaga kerja seperti malaysia, singapura dan
beberapa negara lainnya. Kasus ini menjelaskan bahwa hak warga negara untuk
mempero`leh kebenaran belum dipenuhi oleh pemerintah.
Penyebab terjadinya pelanggaran HAM yang terjadi di Daerah, yaitu
sebagai berikut : Salah satu faktor penyebab kompleksitas permasalahan yang
terus silih berganti menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah penipuan,
tindak kekerasan, kelebihan jam kerja, pelecehan seksual/pemerkosaan dan
sebagainya. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan Pemerintah yang
mengizinkan calon majikan merekrut langsung TKI di Indonesia.
Selain itu, faktor-faktor penyebab lainnya adalah :
a. Kurangnya menghormati hak asasi orang lain, moral, etika, dan tata tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
b. Sumber Daya Manusia yang masih rendah.
c. Interprestasi dan penerapan yang salah dari norma–norma agama dan
perintah (intruksi)
d. Good Governence masih bersifat retorika.
e. Corporete Governence masih bersifat retorika.
2. Pemecahan Masalah
Sejalan dengan amanat Konstitusi, Indonesia berpandangan bahwa
pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahwa hak-hak
sipil, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hak pembangunan merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat di pisahkan, baik dalam penerapan, pemantauan,
maupun dalam pelaksanaannya. Sesuai dengan pasal 1 (3), pasal 55, dan 56
Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui
sutu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling
menghormati, kesederajatan, dan hubungan antar negaraserta hukum
internasional yang berlaku.
Program penegakan hukum dan HAM meliputi pemberantasan korupsi,
antitrorisme, pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya, serta
kekerasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Oleh sebab itu, penegakan
hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas, tidak diskriminatif dan
konsisten. Kegiatan-kegiatan pokok penegakan hukum dan HAM meliputi hal-
hal berikut:
a. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari
2004-2009 sebagai gerakan nasional.
b. Peningkatan efektifitas dan penguatan lembaga / institusi hukum ataupun
lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia.
c. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga Negara
di depan hukum melalui keteladanan kepala Negara beserta pimpinan
lainnya untuk memetuhi/ menaati hukum dan hak asasi manusia secara
konsisten serta konsekuen.
d. Peningkatan berbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak
asasi manusia dalam rangka menyelenggarakan ketertiban sosial agar
dinamika masyarakat dapat berjalan sewajarnya.
e. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan
Rencana, Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi.
f. Peningkatan penegakan hukum terhadao pemberantasan tindak pidana
terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat lainnya.
g. Penyelamatan barang bukti kinerja berupa dokumen atau arsip/lembaga
Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hukum dan
HAM.
h. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektifitas
penegakan hukum dan HAM.
i. Pengembangan system manajemen kelembagaan hukum yang transparan.
j. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka
mewujudkan proses hukum yang kebih sederhana, cepat, dan tepat serta
dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
BAB III
PENUTUP

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki manusia


sejak ia lahir yang berisi tentang kesamaan atau keselarasan tanpa membeda-
bedakan suku, golongan, keturunanan, jabatan dan lain sebagainya antara setiap
manusia yang hakikatnya adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Penyebab
utama dari pelanggaran Hak Asasi Tenaga Kerja Indonesia adalah Interprestasi
dan penerapan yang salah dari perintah (intruksi) serta kurangnya menghormati
hak asasi orang lain, moral, etika dan tata terbit berkehidupan yang berlaku Pihak
yang bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah pelanggaran HAM terhadap
TKI adalah Pemerintah yang kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah
tercantum dalam UU No. 39 Tahun 1999 dan peran aktif masyarakat untuk
berkerja sama dalam mencegah dan mengatasi pelanggaran Hak Asasi Manusia
terhadap Tenaga Kerja Indonesia. Karena hak asasi adalah murni pemberian tuhan
sejak lahir sebagai manusia yang patut dihormati dan dilindungi, maka hak ini
tidak bisa dengan mudah dicabut bahkan diabaikan oleh kekuasaan maupun sebab
lainnya. Jika pencabutan ini terjadi berarti manusia tersebut telah kehilangan
martabat dan nilai yang sebenarnya pada dirinya yang menjadi inti nilai
kemanusiaan yakni hak asasi.
DAFTAR PUSTAKA
Gusman, SH, MH, Delfina. 2012. Penyelesaian Pelanggaran HAM di Indonesia
Menurut UU No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM.
fhuk.unand.ac.id
Pamungkas, Adinda Putri. 2012. Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap
Tenaga Kerja Indonesia. www.scribd.com
Wedhaswary, Inggried Dwi, 2012. Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat.
nasional.kompas.com