Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH PEMBERIAN LIFE REVIEW THERAPY TERHADAP

TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MOJOPAHIT


MOJOKERTO
EFFECT OF GRANTING LIFE REVIEW THERAPY TO DEPRESSION
LEVEL ON LANSIA IN PANTI WERDHA MOJOPAHIT MOJOKERTO
Athi’linda Yani 1 , Afrizal Febiansyah2
Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan Unipdu Jombang
athilindayani@fik.unipdu.ac.id

Abstract
Introduction: Depression is a form of mental disturbance in the nature of feelings
(affective, mood) characterized by moodiness, sadness, lethargy, loss of passion, no spirit, and
feeling helpless, useless, and desperate. Methods:This research uses Quasy Experiment method
with Pretest Postest control group design. With the sample number of 20 respondents (2 groups)
using Purposive Sampling technique. The data were collected by questionnaire method and then
tabulated by using frequency distribution and test using Wilcoxon test with significance level α =
0.05. Results:The results of the study in the treatment group showed the depression level before
the treatment of respondents who suffered severe depression 10 people (100%). After treatment of
respondents who were depressed moderate 5 people (50%) and mild depression 5%. Based on
Wilcoxon test in treatment group is found P = 0,042 (<0,05) and Mann-Whitney test in post is
found P = 0,008 (<0,05). This shows that the value of P <0.05. So there is a difference between the
control group and the treatment. Discuss:The conclusion that can be taken from this research is
there is a significant influence of Life Review Therapy on the level of depression in elderly. From
these results, with the provision of Life Review Therapy can be used to reduce the level of
depression.

Keywords: Life Review Therapy, depression

Pendahuluan 65-75 tahun. Pada tahun 2020 akan


meningkat menjadi 11,09% (29,12 juta
Depresi adalah kondisi emosional lebih) dengan usia harapan hidup 70-75
yang umumnya ditandai dengan kesedihan tahun dan diperkirakan pada tahun 2025
yang amat sangat, perasaan tidak berarti akan mencapai 1,2 milyar (Kristyaningsi,
dan merasa bersalah, menarik diri dari 2011).
orang lain, terganggunya pola tidur, Berdasarkan dari hasil studi
kehilangan selera makan, hasrat seksual, pendahuluan di panti werdha mojopahit
serta minat dan kesenangan dalam aktifitas mojokerto dari asrama 1 sampai 6 di
yang biasa dilakukan. Depresi merupakan peroleh data bahwa dari 49 lansia, 92%
salah satu penyakit yang banyak terjadi di lansia tidak memiliki keluarga, 5% karena
kalangan lansia. Pada tahun 2009 kemiskinan, 3% pensiunan. Beberapa dari
prevalensi depresi pada lansia di dunia mereka mengalami depresi (Panti Werdha
sekitar 8-15% dan hasil meta analisis dari Mojopahit Mojokerto, 2016). Lansia
laporan negara-negara di dunia dengan kemunduran fisik mengakibatkan
mendapatkan prevalensi rata-rata depresi kemunduran gerak fungsional, baik
pada lansia adalah 13,5%. Prevalensi kemampuan mobilitas atau perawatan diri.
lansia depresi pada tahun 2020 diprediksi Kemunduran gerak fungsional meliputi
akan terus mengalami peningkatan penuruanan kemampuan mobilitas di
terutama di negara-negara berkembang tempat tidur, berpindah, kemunduran
yaitu sebesar 15,9%. Pada tahun 2009 aktifitas makan, mandi, berpakaian,
jumlah lanjut usia di Indonesia terdapat defekasi dan berkemih (Ayuni, 2014). Para
22,3 juta jiwa dengan umur harapan hidup

Journal of Nursing Care & Biomolecular – Vol 3 No 1 Tahun 2018 - 52


lansia akan rentan terhadap penyakit yang Werdha Ilomata Gorontalo tentang terapi
bersifat akut atau kronis, ada life review sebelum diberikan terapi di
kecenderungan akan terjadi penyakit dapatkan hasil 8,06% tingkat depresi
degenerative (asam urat, diabetes ringan dan setelah diberikan terapi rata-
kolesterol, hipertensi, stroke), penyakit rata tingkat depresi menjadi 4,27% normal
metabolik, gangguan psikososial, dan (Devya, 2015).
meningkatnya penyakit infeksi. Status Life Review Therapy (terapi telaah
fungsional baru dapat menyebabkan pengalaman hidup) didefinisikan oleh
depresi pada lansia dikarenakan oleh American Psychological Assosciation
kondisi sakit atau keterbatasan yang (APA) sebagai suatu terapi yang
mengakibatkan ketergantungan dalam menggunakan sejarah kehidupan seseorang
pemenuhan aktifitas dasar sehari-hari. (secara tertulis, lisan, atau keduanya) untuk
Faktor psikologis juga berperan sebagai meningkatkan kesejahteraan psikologis,
faktor predisposisi depresi. Lansi sering dan umumnya terapi ini sering digunakan
mengalami periode kehilangan orang- untuk orang-orang yang lebih tua. Live
orang yang dikasihinya. Faktor kehilangan Review Therapy adalah suatu terapi yang
juga meningkatkan kerentanan terhadap bertujuan untuk menstimulus individu
depresi dengan berkurangnya kemauan supaya memikirkan tentang masa lalu,
merawat diri serta hilangnya kemandiriam. sehingga lansia dapat menyatakan lebih
Berkurangnya kapasitas sensori (terutama banyak tentang kehidupan mereka kepada
penglihatan dan pendengaran) akan staf perawatan atau ahli terapi. Melalui
mengakibatkan penderita terisolasi dan pengalaman mengingat kembali kehidupan
berujung pada depresi. Kehilangan yang lalu, gejala yang sekarang dialami
pekerjaan, penghasilan, dan dukungan akan berangsur hilang dan perasaan damai
sosial sejalan dengan bertambahnya usia serta nyaman yang mendalam akan
turut menjadi faktor predisposisi seorang muncul. Kadang-kadang ingatan yang
lansia untuk menderita depresi (Ayuni, muncul berhubungan dengan trauma masa
2014). kanak-kanak atau keadaan stres di dalam
Dampak depresi pada lansia berasal rahim. Akan tetapi umumnya masalah-
dari fisik, psikologis dan sosial yang saling masalah yang dihadapi pada kehidupan
berinteraksi secara merugikan dan yang sedang dijalankan yang teratasi
memperburuk kualitas hidup dan dengan metode ini (Ayuni, 2014).
produktifitas kerja pada lansia. Penurunan Tujuan dari terapi ini adalah
kondisi fisik pada lansia akan membawa ke meningkatkan kualitas hidup lansia dengan
kondisi fisik yang rawan terhadap berbagai menggali ingatan dan perasaan lansia di
macam penyakit, kemudian akan masa lalu agar mencapai perasaan damai
menghadirkan berbagai macam gangguan dalam hidupnya yang sekarang serta
fungsional dan penyakit pada lansia tidak memberi motivasi atau saran positif pada
hanya akan berpengaruh pada kondisi fisik fase kehidupan seorang lansia saat ini.
namun juga akan berpengaruh pada Lansia dengan kualitas hidup yang baik
kondisi psikisnya. Faktor psikologis akan berdampak positif pada setiap
ditandai dengan adanya konflik yang tidak kegiatan yang dilakukan, motivasi hidup
terselesaikan (cemas, rasa bersalah), yang tinggi, dan tidak mudah putus asa
kemunduran daya ingat serta adanya menerima keadaannya pada saat ini,
ganguan kepribadian. Faktor sosial yang sehingga mecapai kesuksesan hari tua.
berpengaruh adalah kurangnya interaksi
sosial (isolasisosial) dan kesepian yang Metode
dialami lansia. Salah satu terapi yang dapat Peneliti menggunakan penelitian Quasy
mengurangi depresi pada lansia dan belum Experimental Design dengan pendekatan
banyak di terapkan di Indonesia adalah Pretest-postest control group design.
Life Review Therapy (terapi telaah Desain penelitian ini merupakan jenis
pengalaman hidup). Berdasarkan penelitian penelitian yang dilakukan secara random
yang telah dilakukan di Panti Tresna baik kelompok kontrol maupun kelompok

Journal of Nursing Care & Biomolecular – Vol 3 No 1 Tahun 2018 - 53


perlakuan, dan sebelum perlakuan kedua Metode pengumpulan data yang
kelompok dilakukan pretest terlebih dahulu peneliti gunakan : langkah awal
untuk mengukur keadaan awal kedua pengumpulan data adalah menyeleksi
kelompok (Hidayat, 2010). Rancangan calon responden, langkah selanjutnya
penelitian ini, kelompok eksperimental peneliti meminta persetujuan dari
diberi perlakuan sedangkan kelompok responden, setelah responden menyetujui
kontrol tidak. Kedua kelompok diawali untuk berpartisipasi maka dilakukan
dengan pretest dan setelah perlakuan diseminasi rencana penelitian kepada
diadakan posttest. Penelitian ini, peneliti responden. Responden yang bersedia
menganalisis pengaruh pemberian Life diteliti kemudian dibagi menjadi dua
Review Therapy terhadap tingkat depresi kelompok yaitu kelompok perlakuan dan
pada lansia di Panti Werdha Mojokerto. kelompok kontrol. Peneliti mengukur skala
Populasi pada penelitian ini adalah Depresi sebagai data pretest (Nursalam,
seluruh lansia di Panti Werdha Mojokerto. 2013). Terapi Life Review diberikan pada
Dan sampel dalam penelitian ini adalah responden sebagai intervensi untuk
lansia yang mengalami deprsi. Untuk mengurangi Depresi. Kelompok perlakuan
memperoleh sampel yang representative dan kelompok kontrol dinilai skala Depresi
(mewakili) dalam penelitian ini untuk data posttest. untuk menganalisa
menggunakan Purposive Sampling. pengaruh pemberian terapi Life Review
Variabel independent dalam penelitan ini terhadap tingkat depresi lansia di Panti
adalah Life Review Therapy dan variabel Werdha Mojokerto menggunakan uji
dependent dalam penelitian ini adalah Wilcoxon dengan tingkat kemaknaannya
Tingkat Depresi. yaitu p = 0,05.
Hasil
Tabel 1 karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, dan
riwayat rehabilitasi.
No Umur jumlah Prosentase
1 45-59 tahun 4 15%
2 69-74 tahun 7 30%
3 75-90 tahun 9 55%
No Pendidikan Jumlah Prosentase
1 SD 5 25%
2 SMP 3 15%
3 SMA 0 0%
4 PT/Akademi 2 10%
5 Tidak sekolah 10 50%
No Pekerjaan Jumlah Prosentase
1 Tidak Bekerja 5 25%
2 PNS 1 10%
3 Pensiun 3 30%
4 Petani 5 25%
5 Buruh 2 20%
6 Wiraswasta 1 10%
7 Lain lain 3 30%
No Riwayat Rehabilitasi Jumlah Prosentase
1 Fisioterapi 3 15 %
2 Ortotik prostetic 0 0%
3 Psikoterapi 0 0%
4 Tidak pernah 17 85 %
Total 20 100 %
Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan berdasarkan umur pada lansia panti
bahwa karakteristik responden werdha 45-59 tahun sebanyak 4 Orang

Journal of Nursing Care & Biomolecular – Vol 3 No 1 Tahun 2018 - 54


(15%), usia 69-74 sebanyak 7 orang pekerjaannya menunjukkan bahwa lansia
(30%), untuk yang berusia 75 - 90 tahun di panti werdha yang tidak bekerja
sebanyak 9 orang ( 55% ), dan usia > 90 sebanyak 5 orang (25%), dan
tahun (tidak ada), karakteristik responden karakteristik responden berdasarkan
berdasarkan pendidikan menunjukkan riwayat rehabilitasi sebanyak 17 orang
bahwa lansia di panti werdha sebanyak (85%) mengikuti terapi lain atau tidak
10 orang (50%) yang tidak bersekolah, pernah.
karakteristik responden berdasarkan

Tabel 2: Distribusi Frekuensi Tingkat Depresi Responden Sebelum Dilakukan


Life Review Therapy pada kelompok perlakuan dan kontrol
Perlakuan Kontrol
No Tingkat Depresi F % F %
1 Depresi Ringan 0 0% 2 20%
2 Depresi Sedang 5 50 % 3 30%
3 Depresi Berat 5 50 % 5 50%
Jumlah 10 100 % 10 100%

Tabel 3 Hasil uji wilcoxon depresi lansia sebelum dan sesudah dilakukan Life
Review Therapy
Perlakuan Kontrol
No Tingkat Depresi Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
F % F % F % F %
1 Depresi Ringan 0 0% 4 40% 2 20% 2 20%
2 Depresi Sedang 5 50% 6 60% 3 30% 3 30%
3 Depresi Berat 5 50% 0 0% 5 50% 5 50%
Uji Wilcoxon P = 0,014 P = 0,168
Sumber: Data Primer 2017
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
didapatkan bahwa uji Wilcoxon pada yang signifikan antara sebelum dan
kelompok perlakuan nilai p-value 0,014 sesudah diberi perlakuan Life Review
yang berarti p-value<α (0,05). Hal ini Therapy.

Tabel 4 Hasil uji Mann Withney depresi lansia sebelum dan sesudah dilakukan
Life Review Therapy.
Perlakuan Kontrol
No Tingkat Depresi Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
F % F % F % F %
1 Depresi Ringan 0 0 4 40 2 20 2 20
2 Depresi Sedang 5 50 6 60 3 30 3 80
3 Depresi Berat 5 50 0 0 5 50 5 0
Uji Mann-Withney P = 0,323
Sumber: Data Primer 2017

Journal of Nursing Care & Biomolecular – Vol 3 No 1 Tahun 2018 - 55


Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui menghindari krisis seperti depresi (Nasrudin,
bahwa dari uji Mann-Whitney pada kelompok 2015). Life Refiew Therapy (terapi telaah
perlakuan dan kelompok kontrol didapatkan pengalaman hidup) diberikan kepada lansia
nilai P-value 0,323 yang berarti p-value <ɑ yang berada di panti werdha mojopahit
(0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada mojokerto yang mengalami depresi. Sebelum
perbedaan yang signifikan antara kelompok diberikan, lansia yang mengalami depresi
perlakuan dan kelompok kontrol. diukur terlebih dahulu tingkat depresinya,
setelah itu diberikan Life Refiew Therapy
Pembahasan dilakukan dengan bercerita dan menulis.
Hasil penelitian diatas membuktian Lansia diberi terapi life review bertujuan
bahwa pemberian Life Review Therapy untuk membangun kembali peristiwa hidup
menunjukkan hasil yang efektif dalam kedalam cerita hidup yang lebih positif.
mengatasi depresi. Hal ini terlihat dari hasil Life Review Therapy memiliki 4 sesi
uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan di yaitu sesi 1 menceritakan dan mengingat
dapatkan nilai p-value 0,014. Membuktikan masa anak anak dan orang tua dimasa anak-
bahwa p-value < α (0,05), hasil tersebut anak. Sesi 2 menceritakan masa remaja
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang tentangorang yang paling penting dalam
signifikan antara depresi pre dan post. hidupnya dimasa remaja. Sesi 3 menceritakan
Responden yang diberikan Life Review masa dewasa tentang pengalaman kerja yang
Therapy mengalami penurunan tingkat pernah dijalani. Sesi 4 menceritakan masa
depresi, dari yang sebelum diberikan Life lansia tentang kejadian yang menyenangkan
Review Therapy mengalami sedang dan berat, dan menyedihkan yang pernah dialami
setalah diberikan Life Review Therapy dimasa lansia. Setiap sesi dilakukan dalam
menjadi depresi sedang dan ringan. Masalah waktu 25-30 menit. Life Review Therapy
psikologi merupakan faktor penting yang tersebut mempengaruhi produksi
dapat mempengaruhi kehidupan lansia neurotransmitter yang dapat membuat
diantaranya adalah kesepian, keterasingan dopamin menurun, setelah itu serotonin pada
dari lingkungan, ketidakberdayaan, lansia juga menurun. Setelah itu diukur
ketergantungan, kurang percaya diri, kembali tingkat depresinya. Responden yang
keterlantaran, terutama bagi lansia yang sudah diberikan Life Review Therapy
miskin serta kurangnya dukungan keluarga. mengatakan bahwa mereka merasa bahagia.
Hal tersebut dapat mengakibatkan depresi
yang dapat menghilangkan kebahagian, Kesimpulan
hasrat, harapan, ketenangan pikiran, dan Berdasarkan dari tujuan penelitian dan
kemampuan untuk merasakan ketenangan pembahasan, maka didapatkan kesimpulan
hidup, hubungan yang bersahabat, dan bahkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi Life
menghilangkan keinginan menikmati Review Therapy terhadap tingkat depresi pada
kehidupan sehari – hari ( Partini, 2006). lansia di panti werdha mojopahit mojokerto
Depresi salah satu bentuk ganguan jiwa terdapat pengaruh pemberian terapi Life
yang di tandai kemurungan, kesedihan, Review Therapy terhadap tingkat depresi pada
kehilangan gairah hidup, tidak ada semangat, lansia di panti werdha mojopahit mojokerto
dan merasa tidak berdaya (Yosep, 2014). pada kelompok perlakuan, sedangkan pada
Perubahan status social, bertambah kelompok kontrol tidak ada perbedaan.
penyakit,berkurangnya kemadirian usia saat
perubahan-perubahan biologis akibat proses Daftar Referensi:
penuaan menajdi salah satu pemuci
munculnya depresi pada usia lanjut (Potter Ayuni, N.H. (2014). Perbedaan Kejadian
dan Perry, 2009). Depresi pada Lansia Mandiri dan
Terapi Life Review Therapy (terapi Ketergantungan dalam Activity Of Daily
telaah pengalaman hidup) alat terapi yang Living (ADL) Di PSTW Yogyakarta
dapat mengeksplorasi pengalaman hidup Unit Abiyoso Pakem Sleman. Skripsi
masa lalu, kekuatan dan prestasi dari orang (Diterbitkan). Yogyakarta: Sekolah
tua. Terapi ini merupakan tantangan utama Tinggi ILmu Kesehatan ‘Aisyiyah
dewasa yang lebih tua dalam melestarikan Yogyakarta.
pemeliharaan hidup sehat seseorang dalam

Journal of Nursing Care & Biomolecular – Vol 3 No 1 Tahun 2018 - 56


Hidayat, A.A.A. (2008). Riset Keperawatan
dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta:
Salemba Medika.

Kristyaningsih, D. (2011). Hubungan antara


Dukungan Keluarga dengan Tingkat
Depresi pada Lansia. Jurnal
Keperawatan., Vol. 1, No. 1

Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian


Ilmu Keperawatan (3ʳded.).Jakarta:
Salemba Medika

Nasrudin. 2015. Hubungan Dukungan


Keluarga Dengan Harga Diri Penderita
Kusta Di Puskesmas Jogoloyo
Kecamatan Sumobito Kabupaten
Jombang. Jurnal Edu Health. Vol 5(1).
68-75

Perry, Hockenberry, Lowdermilk, & Wilson.


(2009). Maternal Child Nursing
Care.Universitas Michigan: Mosby

Yosep, H.I., Sutini, T. (2014). Buku Ajar


Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika
Aditama

Journal of Nursing Care & Biomolecular – Vol 3 No 1 Tahun 2018 - 57