Anda di halaman 1dari 31

SOP / PROTAP

CUCI TANGAN 6 LANGKAH


No Dokumen No Revisi Halaman

........ …. 1/1
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
Disetujui oleh,
STANDAR Direktur RSU Satiti Prima Husada
OPERASIONAL Tanggal Terbit
PROSEDUR
(SOP) ………
IGD ( dr. I Komang Gede Arnawa )

Pengertian Merupakan suatu cara mencuci tangan dengan menerapkan 6 langkah


cara mencuci tangan dan melakukannya dalam 5 moment menggunakan
air sabun atau desinfektan sesuai dengan prosedur yang benar atau sesuai
standar yang telah di tetapkan oleh WHO.

Tujuan Agar petugas mampu melakukan cuci tangan dengan kewaspadaan


universal dan sesuai dengan standar WHO.
Kebijakan Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Satiti Prima Husada
Nomor : /RSU-STT/VI/2019 Tentang Pelayanan Instalasi Gawat
Darurat.
Prosedur Persiapan Alat
1. Wastafel
2. Tissue
3. Sabun anti septic /cuci tangan
4. Tempat sampah

Persiapan Pasien
a. Beri informasi pada pasien
b. Atur posisi pasien

Prosedur Tindakan
Adapun langkah –langkah mencuci tangan menurut WHO adalah:
Cuci tangan dengan hand rub :
1. Ratakan hand rub di kedua telapak tangan
2. Gosok punggung dan sela –sela jari tangan kiri dengan tangan kanan
dan sebaliknya.
3. Gosok dengan kedua telapak dan sela-sela jari.
4. Jari-jari dari kedua tangan saling mengunci.
5. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan
lakukan sebaliknya.
6. Gosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak
tangan kiri dan sebaliknya.

Cuci tangan dengan sabun :


1. Ratakan sabun cuci tangan di kedua telapak tangan
2. Gosok punggung dan sela –sela jari tangan kiri dengan tangan kanan
dan sebaliknya.
3. Gosok dengan kedua telapak dan sela-sela jari.
4. Jari-jari dari kedua tangan saling mengunci.
5. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan
lakukan sebaliknya.
6. Gosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak
tangan kiri dan sebaliknya.
7. Bilas dengan air mengalir

Unit terkait Instalasi Rawat Jalan


SOP / PROTAP
PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL (Pernafasan, Nadi, Suhu
Dan Tekanan Darah)
No Dokumen No Revisi Halaman

RSU SATITI ........ …. 1/1


PRIMA HUSADA
Disetujui oleh,
STANDAR
Direktur RSU Satiti Prima Husada
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
(SOP)
………
POLIKLINIK
( dr. I Komang Gede Arnawa )
OBGYN

Pengertian 1. Pernafasan
menghitung jumlah pernafasan ( inspirasi yang diikuti ekspresi
selaman 1 menit.
2. Nadi
menghitung frekuensi denyut nadi ( loncatan aliran darah yang dapt
teraba yang terdapat di berbagai titik anggota tubuh melalui perabaan
pada nadi, yang lazim diperiksa atau diraba pada radialis.
3. Tekanan darah
melakukan pengukuran tekanan darah ( hasil dari curah jantung dan
tekanan darah perifer )mdengan menggunakan spygnomanometer dan
stetoskop.
4. Suhu
mengukur suhu tubuh dengan mengguanakan termometer yang di
pasangkan di mulut, aksila dan rektal.
Tujuan 1. Pernafasan
a) Mengetahui kesdaan umum pasien
b) Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam rentan 1 menit
c) Mengikuti perkembangan penyakit
d) Membantu menegakkan diagnosis
2. Nadi
a) Mengetahui denyut nadi selama rentan waktu 1 menit
b) Mengetahui keadaan umum pasien
c) Mengetahui intgritas sistem kardiovaskulr
d) Mengukuti perjalanan penyakit
3. Suhu
a) Mengetahui suhu tubuh pasien untuk menentukan tindakan
keperawatan
b) Membantu menegakkan diagnosis
4. Tekanan darah
a) Mengetahui keadaan hemodinamik pasien
b) Mengetahui keadaan kesehatan pasien secara menyeluruh
Kebijakan Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Satiti Prima Husada
Nomor : /RSU-STT/VI/2019 Tentang Pelayanan Instalasi Gawat
Darurat.
Prosedur A. PERSIAPAN ALAT :
1. Pernafasan
Stop watch atau jam tangan, pena dan buku
2. Nadi
Stop watch atau jam tangan, pena dan buku
3. Tekanan darah
Stotoskop, spygnomanometer, pena dan buku
4. Suhu
Termometer aksila, atau termometer mulut atau rektum, tissue, air
bersih, air sabun, air desinfektan, savlon didalam bitol, pena dan
buku.

B. PROSEDUR KERJA :
I. Tahap prainteraksi
a. Baca status pasien
b. Lakukan verifikasi order yang ada untuk pemeriksaan
c. Mencuci tangan
d. siapkan alat
II. Tahap orientasi
a. Memanggil nama pasien
b. Jelaskan prosedur dab tujuan tindakan pada pasien dan
keluarga
c. Berikan kesempatan pasien dan keluarga untuk bertanya
d. Jaga privacy pasien
III. Tahap kerja
a. Memberikan kesempatan pada pasien dan keluarga untuk
bertanya sebelum tindakan dimulai
b. Menggunakan sarung tangan
c. Menanyakan keluhan utama melakukan penilaian sesuai
dengan prosedur
d. Melakukan kegiatan sesuai perencanaan
i. Penilaian pernafasan
a. Menjelaskan prosedur kepada pasien bila hanya
khusus menilai pernafasan
b. Membuka baju pasien jika perlu
untukmengobservasi gerakan dada
c. Letakan tangan pada dada, mendobservasikeadaan
dan kesimetrisan gerak pernafasan
d. Menentukan irama pernafasan
e. Menghitung pernafasan slama 1 menit atau 60 detik
f. Mendengarkan bunyi pernafasan, kemungkinana ada
bunyi abnormal
g. Mencuci tangan

ii. Penilaian denyut nadi radialis


a. Mengatur posisi pasien dengan nyaman dan rileks
b. Menekan kulit pada area arteri radialis dengan
menggunakan 3 jari yang kemudian meraba denyut
nadi
c. Menekan arteri radialis kuat dengan menggunakan
jari-jari 1 menit atau 60 detik, jika tidakteraba
denyutan, jari-jari digeser kekanan atau kekiri hingga
denyut nadi dapat dirasakan
d. Denyut pertama akan terasa atau teraba kuat, jika
denyut hilang rabalah, tekanlah hinggadenyut terasa
kuat kembali
e. Mencuci tangan
iii. Penilaian tekanan darah
a. Menyiapkan posisi pasien
b. Menyingsingkan lengan baju pasien
c. Memasang manset 1 inchi ( 2,5 cm ) diatas nadi
branchialis ( melakukan palpasi nadi branchialis )
d. Mengatur tensi meter agar siap dipakai ( untuk tensi
air raksa ) menghubungkan pipa tensi meter dengan
pipa manset, menutup sekrup balon manset,
membuka kunci resevoir
e. Meletakan diafragma stotoskop diatas tempat denyut
nadi tanpa menekan nadi branchialis
f. Memompa balon manset ±180 mmHg
g. Mengendorkan pompa dengan cara membuka skrup
balon manset hingga melawati bunyi denyut nadi
yang terdengar terakhir
h. Pada saat mengendurkan pompa perahtikan bunyi
denyut nadi pertama ( syistol ) sampai denyut nadi
terakhir ( diastol ) jatuh diangka berapa sesuai
dengan sekala yang ada di tensi meter
i. Jika pengukuran belum yakin, tunggu 30 detik dan
lalu lengan ditinggikan diatas jantung untuk
mengalirkan darah dari lengan setelah itu ulangi lagi,
hingga merasa yakin dan mendapat hasil yang akurat
j. Melepaskan manset
k. Mengembalikan posisi pasien dengan senyaman
mungkin
l. Mencuci tangan
iv. Penilaian suhu pada aksila
a. Mengamati angka yang di tunjuk air raksa dengan
benar
b. Menurunkan air raksa bila perlu
c. Mengatur posisi pasien
d. Meletakan termimeter di ketiak tangan kanan atau
tangan kiri dengan posisi ujung termometer dibawah
kemudian pasien disuruh menjepit termometer
dengan cara tangan kanan atau tangan kiri
memegang bahu secara bersilangan
e. Menunggu sekitar 5 menit
f. Mengambil termometer setelah 5 menit kemudian
mengelap termometer dengan cara berputar dari
urutan yang paling bersih keurutan yang paling kotor
g. Menbaca hasil pengukuran suhu yang ditunjukan air
raksa dengan segera
h. Merapikan baju dan posisi pasien senyaman
mungkin
i. Mencelupkan termometer dengan urutan air savlon,
air sabun dan bilas dengan sir bersih
j. Mengeringkan termometer dengan menggunakan
tissue
k. Mengembalikan atau menurunkan posisi air raksa
l. Mencuci tangan
C.
D. TAHAP TERMINASI
a. Menanyakan kepada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan
tindakan
b. Menyimpulkan prosedur yang telah dilakukan
c. Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya
d. Berikan penghargaan sesuai dengan kemampuan pasien
e. Mengakhiri kegiatan dengan memberikan salam

Unit terkait Instalasi Rawat Jalan


SOP / PROTAP
POLI SPESIALIS KANDUNGAN DAN KEBIDANAN)
No Dokumen No Revisi Halaman

........ …. 1/1
RSU SATITI
PRIMA
HUSADA
Disetujui oleh,
STANDAR Direktur RSU Satiti Prima Husada
OPERASIONAL Tanggal Terbit
PROSEDUR
(SOP) ………
POLIKLINIK ( dr. I Komang Gede Arnawa )

1. Pengertian ANC adalah pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu hamil selama
kehamilannya. Mempersiapkan ibu agar memahami pentingnya
pemeliharaan kesehatan selama hamil, bersalin dan nifas. Mendeteksi dini
faktor resiko dan menangani masalah tersebut secara dini.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan Ante Natal Care ( ANC ),
sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik, melahirkan bayi yang sehat
dan memperoleh kesehatan yang optimal pada masa nifas serta dapat
menyusui dengan baik dan benar.
3. Kebijakan Semua bidan yang melakukan tindakan pelayanan ANC , pelayanan yang
diberikan harus sesuai dengan SOP
4. Prosedur 1. PERSIAPAN PASIEN
a. Mempersiapkan alat dan bahan medis yang diperlukan.
b. Mempersiapkan Bumil mengosongkan kandung kemih.
c. Petugas mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan bilas dengan
air mengalir dan keringkan.
2. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
a) Leanec
b) Doppler / spekulum corong
c) Meteran kain pengukur tinggi fundus uteri
d) Meteran pengukur LILA
e) Selimut
f) Reflex Hammer
g) Jarum suntik disposibel 2,5 ml
h) Air hangat
i) Timbangan Berat Badan dewasa
j) Tensimeter Air Raksa
k) Stetoscope
l) Bed Obstetric
m) Spekulum gynec
n) Lampu halogen / senter
o) Kalender kehamilan
b. Bahan
a) Sarung tangan
b) Kapas steril
c) Kassa steril
d) Alkohol 70 %
e) Jelly
f) Sabun antiseptik
g) Wastafel dengan air mengalir
h) Vaksin TT
3. PELAKSANAAN
a. Anamnesa:
a) Riwayat perkawinan.
b) Riwayat penyakit ibu dan keluarga.
c) Status wayat Haid, HPHT.
d) Riwayat imunisasi Ibu saat ini
e) Kebiasaan ibu.
f) Riwayat persalinan terdahulu
Dari Usia kehamilan dan buat taksiran persalinan.
b. Pemeriksaan
A. Pemeriksaan Umum.
a) Keadaan umum Bumil
b) Ukur TB, BB, Lila.
c) Tanda vital : tensi, Nadi, RR, HR
d) Pemeriksaan fisik menyeluruh ( dari kepala sampai ekstremitas).
e) Mata : conjungtiva, ikterus
f) Gigi
g) Kaki : Oedema kaki
B. Pemeriksaan khusus.
a. UMUR KEHAMILAN <20 mgg :
a). Inspeksi.
1. Tinggi fundus
2. Hyperpigmentasi (pada areola mammae, Linea nigra).
3. Striae.
b) Palpasi.
4. Tinggi fundus uteri
5. Keadaan perut
c) Auskultasi.

b. UMUR KEHAMILAN > 20 mgg:


a). Inspeksi.
1. Tinggi fundus uteri
2. Hypergigmentasi dan striae
3. Keadaan dinding perut
b). Palpasi.
Lakukan pemeriksaan Leopold dan intruksi kerjanya sbb :
Pemeriksa berada disisi kanan bumil, menghadap bagian lateral
kanan.
1) Leopold 1.
1. Letakkan sisi lateral telunjuk kiri pada puncak fundus uteri untuk
menentukan tinggi fundus. Perhatikan agar jari tersebut tidak
mendorong uterus kebawah (jika diperlukan, fiksasi uterus basah
dengan meletakkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan dibagian
lateral depan kanan dan kiri, setinggi tepi atas simfisis)
2. Angkat jari telunjuk kiri (dan jari-jari yang memfiksasi uterus
bawah) kemudian atur posisi pemeriksa sehingga menghadap
kebagian kepala ibu.
3. Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada fundus uteri dan
rasakan bagian yang ada pada bagian tersebut dengan jalan
menekan secara lembut dan menggeser telapak tangan kiri dan
kanan secara bergantian
2) Leopold 2.
1. Letakkan telapak tangan kiri pada dinding perut lateral kanan dan
telapak tangan kanan pada dinding perut lateral kiri ibu sejajar dan
pada ketinggian yang sama.
2. Mulai dari bagian atas, tekan secara bersamaan telapak tangan kiri
dan kanan kemudian geser kearah bawah dan rasakan adanya bagian
yang rata dan memenjang (punggung) atau bagian yang kecil
(ekstremitas).
3) Leopold 3.
1. Atur posisi pemeriksa pada sisi kanan dan menghadap kebagian kaki
ibu.
2. Letakkan ujung telapak tangan kiri pada dinding lateral kiri
bawah,telapak tangan kanan pada dinding lateral kanan bawah perut
ibu, tekan secara lembut bersamaan atau bergantian untuk
menentukan bagian bawah bayi (bagian keras, bulat dan hampir
homogen adalah kepala, dan tonjolan yang lunak dan kurang
simetris adalah bokong).
4) Leopold 4.
1. Letakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada dinding lateral
kiri dan kanan uterus bawah, ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan
berada pada tepi atas simfisis.
2. Temukan kedua jari kiri dan kanan, kemudian rapatkan semua jari
tangan kanan meraba dinding bawah uterus.
3. Perhatikan sudut yang dibentuk oleh jari-jari kiri dan kanan
(konvergen/divergen)
4. Pindahkan ibu jari dan telunjuk tangan kiri pada bagian terbawah
bayi (bila presentasi kepala, upayakan memegang bagian kepala
didekat leher dan bila presentasi bokong, upayakan untuk
memegang pinggang bayi)
5. Fiksasi bagian tersebut kearah pintu atas panggul, kemudian
letakkan jari0jari tangan kanan diantara tangan kiri dan simfisis
untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah telah memasuki pintu
atas panggul.
c). Auskultasi.
Pemeriksaan bunyi dan frekuensi jantung janin.
d). Pemeriksaan Tambahan.
a. Laboratorium rutin : Hb, Albumin
b. USG
C. Akhir pemeriksaan :
a. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan
b. Buat prognosa dan rencana penatalaksanaan.
c. Catat hasil pemeriksaan pada buku KIA dan status pasien.
d. Jelaskan hasil pemeriksaan kepada bumil yang meliputi :
usiakehamilan, letak janin, posisi janin, Tafsiran persalinan, Resiko
yang ditemukan atau adanya penyakit lain.
e. Jelaskan untuk melakukan kunjungan ulang.
f. Jelaskan rencanan asuhan ANC berkaitan dengan hasil pemeriksaan
g. Jelaskan pentingnya imunisasi
h. Jelaskan menjadi akseptor KB setelah melahirkan
i. Beri alasan bila pasien dirujuk ke Rumash Sakit
4. Sikap a. Sopan
b. Teliti
c. Hati-hati
d. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
e. Cekatan
5. Petugas Bidan
pelaksanakan
6. Catatan Mutu  Kartu Ibu
 Buku register kohort ibu hamil
 Buku register ibu hamil
 Buku KIA
SOP / PROTAP
PEMERIKSAAN DENYUT JANTUNG JANIN
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
1. Defenisi Suatu tindakan obstetri dengan melakukan pemeriksaan denyut jatung
janin diperut ibu hamil dengan menggunakan lenek/ doopler
2. Tujuan Sebagai acuan untuk mengetahui kesehatan ibu dan perkembangan
janin khususnya denyut jantung janin dalam rahim.
3. Indikasi Memastikan kesehatan janin
4. Ruang Lingkup Ibu hamil dengan usia kehamilan 16 minggu / 4 bulan yang datang ke
bidan praktek mandiri
5. Kebijakan Bidan yang mendengarkan Denyut jantung Janin harus sesuai dengan
SOP
6. Prosedur a. Persiapan Pasien
a. Persiapan Mental
b. Menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan pada
pasien
c. Menjaga privasi pasien
b. Persiapan Alat : Doppler
3. Bahan : Jelly
4. Cara Kerja
a. Baringkan ibu hamil dengan posisi terlentang
b. Beri jelly pada doppler /lineac yang akan digunakan
c. Tempelkan doppler pada perut ibu hamil didaerah punggung
janin.
d. Hitung detak jantung janin :
e. Dengar detak jantung janin selama 1 menit, normal detak
jantung janin 120-140 / menit.
f. Beri penjelasan pada pasien hasil pemeriksaan detak jantung
janin
g. Jika pada pemeriksaan detak jantung janin, tidak terdengar
ataupun tidak ada pergerakan bayi, maka pasien diberi
penjelasan dan pasien dirujuk ke RS.
h. Pasien dipersilahkan bangun
i. Catat hasil pemeriksaan diKartu Ibu dan Buku KIA
7. Sikap a. Sopan
b. Teliti dan Hati-hati
c. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
d. Cekatan
8. Indikator kinerja DJJ dapat didengar dengan tepat dan benar
9. Petugas Bidan
melaksanakan
10. Catatan Mutu Kartu Ibu, Buku kohort ibu hamil, Buku register ibu hamil, Buku KIA
11. Hal-hal perlu Selama tindakan selalu menjaga privasi pasien
diperhatikan
SOP / PROTAP
PEMASANGAN KB IMPLANT
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
Defenisi Suatu tindakan obstetri dengan melakukan penamaman atau pemasangan
kapsul Implant dibawah kulit
Tujuan Mencegah ovulasi dan implantasi pada endometrium
Kebijakan Bidan yang melakukan tindakan pemasangan Implant harus sesuai
dengan SOP
Prosedur A. SIKAP

1. Menyapa klien dengan ramah dan sopan


2. Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
3. Merespon terhadap reaksi pasien
4. Percaya diri
5. Memberikan rasa empati pada klien
B. ALAT DAN BAHAN
1. Tempat tidur pasien
2. Implant dalam kemasan steril
3. Sarung tagan steril
4. Larutan anti septik
5. Anastesi lokal konsentrasi 1 %
6. Spuit 5 cc
7. Trokar
8. Skapel
9. Templet / pola
10. Band aid
11. Kasa pembalut
12. Epineprin untuk syok anafilaktik
C. CONTENT
1. Memastikan klien sudah mencuci lengan kiri atas atau kanan bila
kidal dengan bersih
2. Memakai APD lengkap
3. Melakukan cuci tangan 7 langkah
4. Mendekatkan alat dan memakai sarung tangan
5. Mengusap tempat pemasangan dengan larutan antiseptik.
6. Memasang kain penutup steril/ DTT di tempat pemasangan
Implant.
7. Menyuntikkan anestesi lokal secara intrakutan
8. Melakukan anestesi lanjutan subdermal di tempat insisi dan alur
pemasangan Implant ( Masing- masing 1 cc )
9. Menguji efek anestesi sebelum melakukan insisi pada kulit
10. Membuat insisi 2 mm dengan ujung bisturi / skalpel hingga
subdermal.
11. Memasukkan ujung trokar melalui luka insisi hingga mencapai
subdermal kemudian angkat dan dorong sejajar kulit
12. Mengeluarkan pendorong dan memasukkan kapsul ke dalam
trokar
13. Memasukkan pendorong dan memasukkan kapsul ke dalam
trokar.
14. Menahan pendorong di tempatnya, kemudian tarik trokar ke
arah pangkal pendorong untuk menempatkan kapsul 1 di
subdermal
15. Menahan kapsul pada tempatnya , tarik trokar dan pendorong (
bersamaan ) hingga tanda 2 mencapai luka incisi.
16. Mengarahkan ujung trokar ke samping kapsul pertama,
kemudian dorong trokar ( Mengikuti alur kaki segitiga terbalik )
hingga tanda 1 mencapai luka incisi.
17. Menarik pendorong keluar masukkan kapsul kedua dan dorong
dengan pendorong ke ujung trokar hingga terasa tahanan.
18. Menarik trokar ke arah pangkal pendorong untuk menempatkan
kapsul di subdermal.
19. Menarik trokar ke arah pangkal pendorong untuk menempatkan
kapsul di subdermal.
20. Menahan kapsul pada tempatnya , tarik trokar dan pendorong (
bersamaan ) hingga keluar seluruhnya melalui luka.
21. Memeriksa kembali kedua kapsul telah terpasang di subdermal
pada posisi yang telah direncanakan.
22. Cuci tangan dan melepas APD

1. Sikap a. Sopan
b. Teliti
c. Hati-hati
d. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
e. Cekatan
2. Petugas Pelaksana Bidan
3. Hal-hal yang perlu Selama tindakan selalu memperhatikan keadaan umum pasien
diperhatikan
SOP / PROTAP
PEMBERIAN TABLET ZAT BESI PADA IBU HAMIL
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
1. Pengertian Memberikan tablet tambah darah (Fe) untuk dikonsumsi ibu hamil
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pemberian tablet zat besi pada ibu
hamil dan anemia pada kehamilan untuk mengatasi anemia sebelum
persalinan berlangsung.
3. Kebijakan Bidan dalam melakukan pelayanan ANC , pelayanan yang diberikan
harus mengacu pada standart pelayanan 14 T
4. Prosedur 1. PERSIAPAN PASIEN
Persiapan Mental : Menjelaskan tentang tindakan yang akan
dilakukan pada pasien
2. ALAT DAN BAHAN
Alat :
Alat tulis
Form Pemeriksaan Laboratorium
Bahan : Tablet Zat besi
3. PELAKSANAAN
a. Periksa konjungtiva pasien, untuk menentukan pasien anemis atau
tidak.
b. Catat hasil pemeriksaan dalam kartu status dan KMS ibu hamil.
c. Isi form pemeriksaan laboratorium.
d. Jelaskan pada pasien tujuan dari pemeriksaan.
e. Jelaskan pada pasien, untuk membayar biaya pemeriksaan
laboratorium di kasir sebelum kelaboratorium dan setelah selesai
pemeriksaan membawa hasil pemeriksan kembali ke unit
pelayanan kesehatan ibu.
f. Rujuk ke unit pelayanan gizi, jika hasil pemeriksaan Hb <11gr %
g. Beri tablet zat besi pada semua ibu hamil, sedikitnya 1 tablet / hari,
selama 30 hari berturut-turut untuk pasien hamil pada trimester I,
sedangkan untuk ibu hamil dengan anemia diberikan tablet zat besi
dan vitamin C tiga kali satu tablet perhari ( 3 X 1 ) , hal ini sangat
tergantung dengan persediaan obat yang ada
h. Jika tablet zat besi persediaan habis, maka akan diberikan resep
luar
i. Beri penyuluhan gizi pada semua ibu hamil disetiap kunjungan
ANC, tentang perlunya minum tablet zat besi dan vitamin C, serta
menghindari minum teh / kopi / susu dalam 1 jam sebelum /
sesudah makan, karena dapat mengganggu penyerapan zat besi.
4. Sikap a. Sopan
b. Teliti, Hati-hati
c. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
d. Cekatan
5. Petugas Bidan
pelaksana
6. Catatan Mutu a. Kartu Ibu
b. Buku register kohort ibu hamil
c. Buku register ibu hamil
d. Buku KIA
7. Hal-hal yang Selama tindakan selalu memperhatikan dan meyakinkan pasien untuk
perlu bersedia mengkonsumsi tablet FE
diperhatikan
SOP / PROTAP
MEMBIMBING IBU CARA MENYUSUI YANG BAIK
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
5. Pengertian Melakukan bimbingan pada ibu dalam menyusui bayinya
6. Tujuan Sebagai acuan dalam membimbing ibu melakukan cara menyusui yang
baik
7. Kebijakan Bidan dalam melakukan bimbinga ibu menyusui harus mengacu pada
SOP
8. Prosedur ALAT DAN BAHAN
1. Alat
a. Kursi yang rendah agar kaki tidak menggantung dan punggung
bersandar pada kursi
2. Bahan
a. Lap bersih / tissue

INSTRUKSI KERJA
a. Beritahu ibu untuk cuci tangan dahulu.
b. Keluarkan ASI sedikit lalu oleskan pada puting susu dan areola
sekitarnya.
c. Ibu duduk dengan santai menggunakan kursi yang rendah
d. Punggung bersandar dengan santai pada kursi.
e. Pegang bayi dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada
lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan ibu.
Kepala bayi tidak boleh terngadah dan bokong bayi ditahan dengan
telapak tangan ibu.
f. Satu tangan bayi pada arah badan ibu sebaiknya diletakkan
dibelakang badan ibu.
g. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap
payudara ibu.
h. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
i. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.
j. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas payudara dan jari
lain menopang dibawah payudara, jangan menekan puting susu /
areolanya saja.
k. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut dengan cara
menyentuh pipi / sisi mulut bayi dengan putting susu.
l. Setelah bayi membuka mulut dengan cepat punggung bayi
didekatkan kepayudara ibu dengan puting susu dan areola
dimasukkan kedalam mulut bayi. Usahakan sebagian besar areola
masuk kedalam mulut bayi sehingga puting berada dilangit dan
lidah bayi akan menekan ASI keluar.
m. Sebaiknya bayi menyusu pada satu payudara sampai payudara
terasa kosong.
n. Lanjutkan dengan menyusui pada payudara yang satu lagi.
o. Cara melepaskan isapan bayi
p. Masukkan jari kelingking ibu kemulut bayi melalui sudut
mulutnya.
q. Tekan dagu bayi kebawah
r. Setelah selesai menyusui, keluarkan ASI sedikit dan oleskan pada
putting susu serta areola sekitarnya dan biarkan erring sendiri.
s. Jangan lupa menyendawakan setelah menyusui dengan cara.
a) Bayi di gendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu dan
tepuk punggungnya berlahan.
b) Bayi tidur terlungkup dipangkuan ibu dan tepuk punggungnya
berlahan.
8. Sikap a. Sopan
b. Teliti, Hati-hati
c. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
d. Cekatan
9. Petugas Bidan
pelaksana
10. Hal-hal yang Selama tindakan selalu memperhatikan dan meyakinkan pasien untuk
perlu bersedia menusui bayinya
diperhatikan
SOP / PROTAP
PEMASANGAN IUD
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
1. Defenisi Suatu tindakan obstetri dengan melakukan pemasangan dan insersi IUD ke
dalam rahim
2. Tujuan Memasukan alat KB (IUD) kedalam rahim
3. Indikasi a. Pada pasien yang ada indikasi medis
b. Pada pasien atas pertimbangan pribadi antara lain :
Tidak Ingin punya anak lagi atau ganti cara kontrasepsi
4. Kebijakan Bidan yang melakukan tindakan pemasangan IUD harus sesuai dengan
SOP
5. Referensi Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi
a. Prosedur 1. URAIAN UMUM :
a. Penerimaan pasien dari loket pendaftaran
b. Pengkajian data pasien dan pengisian kartu KB
c. Pemeriksaan fisik akseptor IUD
d. Konseling penyuluhan kepada akseptor tentang efek samping
dan jadwal kunjungan ulang
e. Pengisian informed consent
f. Persiapan alat dan pelaksanaan pemasangan IUD
g. Pencatatan dan pelaporan

2. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
a. Menerima akseptor diloket pendaftaran
b. Melakukan anamnesa kepada akseptor tentang:
a) Identitas akseptor
b) Jumlah anak
c) Menstruasi terakhir
d) Riwayat penyakit (DM, Jantung, tumor, dll)
c. Melakukan pengisian status sesuai dengan hasil anamnesis.
d. Melakukan pemeriksaan :
a) Mengukur berat badan
b) Mengukur tekanan darah
c) Melakukan pemeriksaan fisik:
1. Mata : warna sklera?
2. Payudara : ada benjolan?
3. Leher : kelainan thiroid?
4. Perut : pembesaran uterus /benjolan?
5. Ektremitas : varises?
e. Melakukan konseling/ penyuluhan tentang efek samping dan
jadwal kunjungan kembali
f. Menyiapkan alat dan IUD yang steril
g. Memasang hand scoon dan melakukan vulva higiene
h. Melakukan pemeriksaan dalam (porsio, uterus dari kemungkinan
adanya massa)
i. Melakukan pemasangan spekulum dan menentukan bentuk uterus
(antefleksi/retrofleksi, panjang uterus)
j. Memasukan IUD kedalam tabung insersi, selanjutnya melakuka
insersi dan memotong tali IUD
k. Membersihkan alat-alat yang telah dipakai
l. Menyerahkan kartu kb yang telah diisi kepada akseptor KB
m. Melakukan pencatatan hasil pelayanan di K-1 dan register KB

b. Sikap a) Sopan
b) Teliti
c) Hati-hati
d) Tanggap dan peka terhadap respon pasien
e) Cekatan
c. Petugas Bidan
Peelaksana
d. Hal-hal yang Selama tindakan selalu memperhatikan keadaan umum pasien
perlu
diperhatikan
SOP / PROTAP
KB SUNTIK
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
1. Defenisi Melayanai pasien yang ingin mendapatkan suntik KB
2. Tujuan Melakukan penyuntikan obat kb pada akseptor
3. Kebijakan Bidan yang melakukan tindakan suntk KB harus sesuai dengan SOP
4. Referensi Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi
5. Prosedur 1. URAIAN UMUM
a. Bidan menerimaan pasien dari loket pendaftaran.
b. Bidan melakukan pengkajian data pasien dan pengisian Kartu KB.
c. Melakukan pemeriksaan fisik akseptor KB suntik.
d. Melakuka konseling / penyuluhan kepada akseptor tentang efek
samping dan jadwal kunjungan kembali.
e. mempersiapan alat dan pelaksanaan penyuntikan.
f. Melakukan pencatatan dan pelaporan.

2. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
a. Bidan menerima akseptor dari loket pendaftaran.
b. Melakukan anamnesis kepada akseptor tentang :
a) Identitas akseptor.
b) Jumlah anak.
c) Menstruasi terakhir.
d) Riwayat penyakit ( tumor, jantung, DM, dll ).
c. Melakukan pengisian status sesuai dengan hasil anamnesis.
d. Melakukan pemeriksaan :
a) Mengukur berat badan.
b) Mengukur tekanan darah.
c) Melakukan pemeriksaan khusus :
Mata : warna sklera ?
Payudara : ada benjolan ?
Leher : kelainan tyroid ?
Perut : pembesaran uterus / benjolan ?
Ekstremitas : varices ?
e. Melakukan konseling / penyuluhan tentang efek samping dan
jadwal kunjungan kembali.
f. Menyiapkan alat dan obat suntik KB.
g. Melakukan aspirasi obat suntik KB ke dalam spuit disposible yang
sesuai.
h. Melakukan aseptik dengan kapas alkohol pada lokasi yang akan
disuntik.
i. Bidan melakukan penyuntikan secara intra muskuler, kemudian
aspirasi untuk memastikan ujung jarum spuit tidak masuk ke
pembuluh darah, lanjut menyemprotkan obat suntik KB sesuai
dosis dan mencabut jarum spuit dari tempat suntikan.
j. Melakukan anti septik kembali pada daerah bekas suntikan.
k. Membuang spuit bekas ke tempat sampah medis
l. menyerahkan Kartu KB yang telah diisi kepada akseptor.
m. Melakukan pencatatan hasil pelayanan di K-1 dan Register KB.

6. Sikap a. Sopan
b. Teliti
c. Hati-hati
d. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
e. Cekatan
7. Petugas Bidan
Peelaksana
8. Hal-hal yang Selama tindakan selalu memperhatikan keadaan umum dan privasi pasien
perlu
diperhatikan
SOP / PROTAP
PENCABUTAN IUD
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
1. Defenisi Suatu tindakan obstetri dengan melakukan pengeluaran IUD dari
dalam rahim atas indikasi medis atau pertimbangan pribadi
2. Tujuan Mengeluarkan alat KB (IUD) dalam rahim
3. Indikasi a. Pada pasien yang ada indikasi medis
b. Pada pasien atas pertimbangan pribadi antara lain : Ingin punya
anak lagi atau ganti cara kontrasepsi
4. Kebijakan Bidan yang melakukan tindakan pencabutan IUD harus sesuai dengan
SOP
5. Referensi Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi
6. Prosedur a. Persiapan Pasien
a) Persiapan Mental
Menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan dan yang
akan pasien rasakan pada saat dan setelah pencabutan
b) Persiapan Administrasi
Surat izin tindakan dari pasien atau suami
b. Persiapan Alat
a) Alat Steril
Troly dengan bak steril berisi :
1. Sarung tangan steril
2. Kom berisi betadine
3. Kasa steril
4. Speculum
5. Tampon tong
6. Kagel tang
b) Alat Non Steril
1. Meja/tempat tidur ginekologi dialasi perlak
2. Lampu sorot
3. Tempat sampah/ember yang dilapisi
4. Kursi
c. Cara Kerja
a) Sapa pasien dengan ramah dan hangat
b) Tanyakan alasannya ingin mencabut dan jawab semua
pertanyaannya
c) Tanyakan tujuan dari KB selanjutnya
d) Jelaskan proses pencabutan IUD dan apa yang akan pasien
rasakan pada saat dan setelah pencabutan
e) Anjurkan pasien untuk BAK dan membersihkan genitalia
terlebih dahulu
f) Cuci tangan dengan air dan sabun keringkan degan kain bersih
g) Pakai sarung tangan steril
h) Lakukan pemeriksaan binomial
i) Pasang speculum vagina untuk melihat serviks
j) Usapkan vagina dan serviks dengan larutan antiseptik 2-3 kali
k) Jepit benang yang dekat serviks dengan klem dan tarik benang
dengan hati-hati untuk mengeluarkan IUD
l) Tunjukkan kepada pasien bahwa IUD telah dicabut
m) Rendam seluruh peralatan dalam lisol
n) Buang bahan –bahan yang sudah tidak dipakai lagi
o) Rendam sarung tangan dalam larutan lisol
p) Cuci tangan dengan air dan sabun
q) Buat rekam medic tentang pencabutan IUD
r) Diskusikan apa yang harus dilakukan pasien bila mengalami
efek samping
s) Lakukan konseling untuk metode kontrasepsi yang lain bila
pasien ingin mengganti dengan yang baru
t) Bantu pasien untuk menentukan alat kontrasepsi yang baru
atau beri alat kontrasepsi sementara sampai dapat memutuskan
alat kontrasepsi baru yang akan dipakai.
7. Sikap a. Sopan
b. Teliti
c. Hati-hati
d. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
e. Cekatan
8. Petugas Bidan
Peelaksana
9. Hal-hal yang Selama tindakan selalu memperhatikan keadaan umum pasien
perlu
diperhatikan
SOP / PROTAP
PROSEDUR TINDAKAN
NON STRESS TEST
RSU SATITI (NST)
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
1. Defenisi Cara pemeriksaan janin dengan menggunakan kardiotokografi pada
usia kehamilan ≥ 32 minggu
2. Tujuan Menilai respon janin untuk mengetahui kesejahteraan janin
3. Kebijakan a. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan
b. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1464 Tahun
2010 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan 3.
c. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman
Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal 4.
d. Surat Keputusan Direktur RSIA Lombok Dua Dua Lontar Nomor
0001/SK/RSIA LDDL/I/2016
4. Prosedur Alat :
a. Alat monitoring Non Stress Test (NST)
b. Stetoskop
c. Termometer
d. Spygmomanometer
e. Jam Tangan
f. Gel
g. Selimut
h. Tissue
Pelaksanaan :
a. Pasien di posisikan semi fowler atau sedikit miring kiri
b. Pemeriksaan dimulai dengan melakukan pengukuran tensi, suhu,
nadi, dan frekuensi pernafasan ibu
c. Lakukan palpasi pada abdomen untuk menentukan fundus dan
letak punggung janin
d. Letakkan dua sabuk dibawah abdomen ibu
e. Pasang tokodinamometer pada fundus abdomen untuk mencatat
pergerakan janin
f. Nyalakan NST pada posisi ON
g. Pasang transducer yang sudah di beri gel pada bagian abdomen
sesuai dengan letak punggung janin untuk merekam DJJ
h. Kaitkan kedua sabuk pada abdomen
i. Anjurkan ibu untuk memegang detector fetal movement atau alat
pantau dan ajarkan cara menggunakannya yaitu dengan cara
menekan tombol nya ketika janin bergerak
j. Tekan reference dan record
k. Tunggu sampai NST selesai ± 20 menit
5. Sikap f. Sopan
g. Teliti
h. Hati-hati
i. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
j. Cekatan
6. Petugas Bidan
Peelaksana
7. Hal-hal yang Selama tindakan selalu memperhatikan keadaan umum pasien
perlu
diperhatikan
SOP / PROTAP
RAWAT LUKA POST SC
RSU SATITI
PRIMA HUSADA
STANDAR Terbit Tanggal : Disetujui oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Satiti Prima Husada
PROSEDUR
(SOP)
POLIKLINIK
( I Komang Gede Arnawa )
OBGYN
Pengertian Melakukan perawatan luka post secto saesaria

Indikasi Pada pasien setelah dilakukan operasi sectio saesaria

Tujuan Agar luka post sc menjadi kering,sembuh dan terhindar dari infeksi.

Petugas Perawat /mahasiswa

Pengkajian -

Persiapan pasien 1. Posisikan pasien tidur terlentang


2. lepaskan baju bagian atas pasien.
Persiapan alat 1. Pinset anatomi steril 1 set
2. Pinset sirurgis steril 1 set
3. Bak instrumen steril 1 set
4. Cucing
5. Sarung tangan steril 2 set
6. Bengkok
7. Plester,gunting
8. Kassa steril
9. kassa/verban untuk menutup luka
10. Betadine/alkohol/NaCl
11. Kapas lidi steril.
Prosedur 1. Mengucapkan salam
2. Memberitahukan tindakan yang akan dilakukan
3. Mendekatkan alat kedekat pasienmenutup tirai/sketsel
4. Memposisikan klien terlentang.
5. Mencuci tangan
6. Pakai sarung tangan steril
7. Buka bak instrumen
8. Lepaskan plester /Verban.
9. Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin.
10. Pakai sarung tangan steril kembali
11. Bersihkan luka dengan anti septik memakai pinset dengan
depres satu kali usap dari arah dalam keluar dan buang
kebengkok dan ulangi sampai bersih.
12. Keringkan luka dengan kassa kering
13.Beri antiseptik/nebasetin powder/salep/supratull.
14. Tutup luka dg kassa steril
15. Fiksasi dengan plester.
16. Lepaskan sarung tangan dan masukkan kedalam larutan
klorin.
17. Rapikan klien senyaman mungkin
18. Bereskan alat-alat.
19. Cuci tangan
20. Dokumentasikan kondisi luka klien dan reaksi klien.