Anda di halaman 1dari 2

Judul Integrasi Sistem Informasi:Akses Informasi Sumber

Daya Fasilitas Kesehatan dalam Pelayanan Rujukan


Reviewer Kelompok 6
Tanggal 23 November 2018

Definisi Akses terhadap pelayanan kesehatan diartikan


sebagai kesesuaian antara kebutuhan masyarakat yang
disediakan oleh system pelayanan kesehatan dalam konteks
ketersediaan dan penggunaannya secara aktual.Rujukan adalah
wewenang dan tanggung jawab secara timbal balik, baik secara
horizontal atau vertical, structural atau fungsional terhadap
kasus penyakit atau permalasalahan kesehatan, system rujukan
dapat berjalan baik bila antar pemerintah,tehnologi dan
transportasi berjalan dengan baik.
Sistem penangggulangan gawat darurat terpadu
(SPGDT) adalah suatu system untuk menangani keadaan
darurat, baik darurat sehari-hari maupun dalam keadaan
bencana. SPGDT sebagai suatu system terpadu penyelenggaraan
kegawatdaruratan merupakan koordinasi dari berbagai unit
kerja tidak hanya melibatkan dinas kesehatan dan rumah sakit,
namun dapat juga melibatkan pihak lain seperti PMI,
BPBD/BNPB dan kepolisian.
Komunikasi pelayanan kesehatan merupakan kunci
penting pada system rujukan.Teknologi infromasi dapat
digunakan untuk mengoptimalkan komunikasi antar fasilitas
kesehatan. Sayangnya, interoperabilitas antar system menjadi
sulit dengan bervariasinya bahasa pemrograman, platform
system dan system manajemen database yang digunakan di
fasilitas kesehatan. Untuk memfasilitasi integrasi data sumber
daya fasilitas dikembangkan system informasi terintegrasi atau
di beberapa tempat disebut SIM SPGDT.
Tujuan Informasi sumber daya fasilitas kesehatan menjadi dasar dalam
melakukan rujukan pasien ke rumah sakit atau fasilitas
kesehatan, pelayanan kegawat-daruratan medis juga
memerlukan informasi yang sama. Informasi sumber daya yang
jelas akan memudahkan tenaga kesehatan atau petugas SPGDT
untuk menentukan fasilitas kesehatan yang tepat untuk
penanganan kasus tertentu.

Penyediaan informasi sumber daya fasilitas kesehatan


membutuhkan fasilitas pooling data yang dapat di akses secara
mudah, informasi tersebut didapatkan dari masing-masing
fasilitas kesehatan dan diintegrasikan sedemikain rupa
sehingga menjadi sumber informasi yang komprehensif yang
dapat di akses oleh pengguna yang membutuhkan. Standar
terminology yang baku diperlukan untuk mengintegrasikan
informasi dari berbagai pelayan kesehatan. kesehatan dan
memberikan layanan informasi yang sesuai, perlu
Fungsi Kerangka Prototype SPGDT dikembangkan berdasarkan analisa
Kerja kebutuhan yang dilakukan, secara umum system informasi
terintegrasi merupakan portal layanan yang menerima
informasi dari fasilitas kesehatan untuk diintegrasikan dan
memberikan layanan informasi kepada penggunanya.Secara
konseptual, system informasi terintegrasi ini mempunyai
beberapa fungsi yaitu :
₋ Menyimpan dan menyediakan informasi profil fasilitas
kesehatan
₋ Integrasi informasi ketersediaan tempat tidur secara real
time dan menyediakan informasi ketersediaan tempat
tidur secara online.
₋ Menyimpan dan menampilkan informasi jadwal praktek
dokter, dokter psesialis di fasilitas kesehatan
₋ Menyimpan dan menyediakan informasi fasilitas
penunjang

Prototype system informasi terintegrasi dikembnagkan


berbasis web dan di install disebuah server dengan IP public,
untuk mendukung integrasi anatr system yang berbeda,
komunikasi data menggunakan pendekatan RESTful web
service.
Selain ketersediaan tempat tidur, terdapat beberapa fungsi
layanan yang disediakan dari system informasi terintegrasi ini,
layanan pencarian fasilitas kesehatan yang mengkombinasikan
sumber daya fasilitas kesehatan tertentu. Layanan pencarian
fasilitas kesehatanberdasarkan wilayah dan ketersediaan
fasilitas penunjang ditampilkan dalam bentuk daftar dan lokasi
rumah sakit berdasarkan titik koordinat, pengguna memiliki
alternative untuk melakukan palayanan pasien rujukan elektif
(non emergency).
Fungsi lain dan yang paling utama adalah layanan pencarian
tempat tidur sesuai dengan kelas perawatan, melalui informasi
tersebut, tenaga kesehatan akan terbantu dalam menangani
pasien rujukan melalui adanya kepastian perawatan di fasilitas
kesehatan yang tepat.
Referensi OAJIS, JurnalSisinfoVol 06 no.01 (2016) 49-62
Is.its.ac.id/pubs/oajis/