Anda di halaman 1dari 7

PANDUAN

PEMELIHARA
AN
KESEHATAN
KARYAWAN
RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’

2018

Jl. Suparyono Timur No.1 Talun Blitar, Telp.0342-692999, Fax. 0342-693999


KATA PENGANTAR

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun
orang sehat sehingga dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya
pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Rumah Sakit merupakan tempat kerja yang
padat karya, padat pakar, padat modal, dan padat teknologi. Sehingga bahaya potensial di Rumah
Sakit yang disebabkan oleh faktor biologi, faktor kimia, faktor fisik, faktor ergonomi, faktor
psikososial dapat mengakibatkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja bagi pekerja, pengunjung,
pasien dan masyarakat di lingkungan sekitar rumah sakit.

Tenaga kerja salah satu aset perusahaan terutama di rumah sakit berhadapan dengan berbagai
potensi bahaya kesehatan maupun kecelakaan ditempat kerjanya. Oleh karena itu tenaga kerja
perlu mendapat perlindungan yang memadai dalam hal keselamatan dan kesehatannya untuk
mempertahankan produktifitas kerjanya.

Bahaya pekerjaan (akibat kerja), Seperti halnya masalah kesehatan lingkungan lain, bersifat akut
atau kronis (sementara atau berkelanjutan) dan efeknya mungkin segera terjadi atau perlu waktu
lama. Efek terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG 1
B. PENGERTIAN 1
C. TUJUAN 1

BAB II. TATA LAKSANA

A. SASARAN PEMELIHARAAN KARYAWAN 4

B. JENIS PEMERIKSAAN PEMELIHARAAN KESEHATAN KARYAWAN 7


1. Rawat Jalan 8
2. Rawat Inap 10
C. DOKUMENTASI 11

BAB III. PENUTUP 14

LAMPIRAN – LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat
maka tuntutan pengelolaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di rumah sakit
(K3RS) semakin tinggi karena sumber daya manusia, pasien dan pengunjung / pengantar
pasien dan masyarakat sekitar rumah sakit ingin mendapatkan perlindungan dari
gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja, baik sebagai dampak proses kegiatan
pemberian pelayanan maupun karena kondisi sarana dan prasarana yang ada di rumah
sakit yang tidak memenuhi standar.

Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 165


dinyatakan bahwa “Pengelolaan tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya
kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi
tenaga kerja”.

Keselamatan kerja merupakan suatu upaya penting dalam meningkatkan mutu


pelayanan rumah sakit serta memberikan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi
pasien, pengunjung dan petugas serta mencegah terjadinya bahaya kebakaran, kecelakaan
dan penyakit akibat kerja.

Dari berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu upaya mengendalikan,


meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya yang dilaksanakan secara terintergrasi
dan menyeluruh, oleh karena itu penyelenggaraan K3 rumah sakit lebih efektif, efisien
dan terpadu.

Upaya kesehatan dan keselamatan kerja adalah upaya penyelesaian antara


kapasitas, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap tenaga kerja / personel dapat
bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat
disekelilingnya agar dapat produktif kerja yang optimal.

B. PENGERTIAN
Panduan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan Rumah Sakit An – Nisaa’
merupakan panduan yang berisi tentang mekanisme dan tata cara pelaksanaan
Pemeliharaan Kesehatan karyawan Rumah Sakit Umum An – Nisaa’.
Pemeliharaan kesehatan karyawan sangat diperlukan guna menunjang
produktifitas kerja seluruh tenaga kerja atau personel rumah sakit.
C. TUJUAN
Panduan ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pemeliharaan kesehatan
karyawan, yang meliputi karyawan tetap maupun karyawan kontrak.

BAB II
TATA LAKSANA

A. SASARAN PEMELIHARAAN KESEHATAN KARYAWAN


a. Karyawan Tetap dan anggota keluarga yang meliputi :
- Istri / Suami yang sah, jika istri lebih dari satu hanya istri pertama yang berhak
- Anak-anak yang sah, hanya diakui maksimal 3 (tiga) anak dengan syarat usia
maksimal 21 tahun, belum menikah dan belum bekerja.
b. Karyawan kontrak tanpa keluarga.
c. Karyawan kontrak khusus (Dokter Mitra & Karyawan Khusus) tanpa keluarga.

B. JENIS PEMERIKSAAN PEMELIHARAAN KESEHATAN KARYAWAN


1. Rawat Jalan
a) Biaya rawat jalan yang dimiliki oleh Rumah sakit An – Nisaa’ tidak dipungut
biaya atau gratis, kecuali biaya jasa / tindakan dokter spesialis dan biayanya
tergantung kebijaksanaan dokter yang bersangkutan
b) Pemeriksaan diluar Rumah Sakit An – Nisaa’ diluar tanggungan Rumah sakit
An – Nisaa’
c) Bagi karyawan yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan maka biaya obat
maksimal Rp. 20.000 ( Dua Puluh Ribu Rupiah )
2. Rawat Inap
Pelayanan Rawat inap untuk karyawan Rumah Sakit An – Nisaa’ meliputi :
a. Pemberian layanan rawat inap harus dilaksanakan diinstalasi rawat inap
Rumah Sakit An – Nisaa’
b. Sesuai dengan peraturan dalam prosedur tunjangan rawat inap
karyawan Rumah sakit An – Nisaa’ yaitu
No. Keterangan Karyawan
Tidak Kontrak Kontrak Baru Kontrak Tetap
lama
1 Administrasi Free Free
2

3
Tindakan di Ruangan / Free
UGD
Jasa dokter
Free

Tergantung A/P Tergantung A/P


BPJS
dokter dokter
4 Ruang perawatan Kelas 2 Tarif Kelas 2 Kelas 1 Paviliun B
50%
5 Obat dan Penunjang 200.000 300.000
6
7
Kamar Operasi
Kamar Bersalin
Membayar
Membayar
Bayar 50%
Bayar 50% BPJS
Keterangan : Bagi karyawan yang sudah mempunyai kartu BPJS maka,
 Bagi karyawan kontrak dititipkan di Kelas 1
 Bagi karyawan tetap dititipkan di paviliun B
Untuk jaminan Keselamatan Kerja, perusahaan mengikutsertakan karyawan
dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua,
dan jaminan Pensiun.
C. DOKUMENTASI
1. Pelaksanaan Pemeriksaan kesehatan karyawan akan dilaporkan kepada Direktur
2. Hasil pemeriksaan kesehatan karyawan didokumentasikan dalam File Karyawan.

BAB III

PENUTUP
Demikian buku Panduan Pemeriksaan Kesehatan Karyawan ini dibuat sebagai prosedur
untuk memastikan terciptanya pelayanan sesuai hak karyawan dalam mendapatkan jaminan
keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan adanya buku ini semoga stabilitas kinerja karyawan di
Rumah Sakit Umum An – Nisa ini semakin baik dan memuaskan.
Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka tidak menutup
kemungkinan panduan yang saat ini berlaku harus disempurnakan. Oleh sebab itu terhadap
panduan ini pun akan tetap dilakukan evaluasi secara berkala agar selalu diperoleh perkembangan
yang terbaru. Demi upaya peningkatan kualitas pelayanandi Rumah Sakit An-Nisaa’. Setiap
masukan demi perbaikan akan diterima secara terbuka demi mewujudkan pelayanan berkualitas.

Blitar Januari 2018

DIREKTUR

RUMAH SAKIT UMUM AN-NISAA’

dr. DEVVY MEGAWATI