Anda di halaman 1dari 9

a.

Uraian Tugas
1) Kajian Teori

a) Pengertian

Uraian tugas adalah seperangkat fungsi dan tugas tanggung jawab yang dijabarkan kedalam

kegiatan pekerjaan. Pernyataan tertulis untuk semua tingkatan jabatan dalam satu unit yang

mencerminkan fungsi, tanggung jawab, dan kualitas yang dibutuhkan.

b) Manfaat

 Seleksi individu yang berkualitas

 Menyediakan alat evaluasi

 Menentukan budget

 Penentuan fungsi departemen

 Klasifikasi fungsi departemen

c) Lingkup Uraian Tugas

Uraian tugas dapat menjadi rintangan bila tidak akurat, tidak lengkap dan kadaluarsa.

Penulisan uraian tugas yang sempurna data menjadi asset dan dapat menggambarkan jabatan

dalam organisasi kerja yang memberikan pandangan operasional secara keseluruhan dan

menunjukkna bahwa uraian tugas telah dirancang dan dianalisa sebagai suatu bagian integral dari

pelayanan organisasi kerja. Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi

teknologi, uraian tugas adalah subyek perubahan. Perawat atau bidan manajer harus memelihara

agar pekerjaan tetap relevan dengan uraian tugas melalui perbaikan secar a periodic dan

sistematis.

d) Klasifikasi Uraian Tugas

Terdiri dari 5 dimensi yaitu :


 Administrasi : Jadwal, permintaan dan pemeliharaan alat, uraian tugas personil,

klarifikasi tanggung jawab dan akuntabilitas

 Jaminan mutu : pengetahuan tentang standar, pengembangan staf, peningkatan motifasi,

membangun kerjasama tim, refleksi kasus.

 Promosi : komunikasi, motivasi, pendidikan dan bimbingan.

 Monitoring kinerja klinik : Observasi, memeriksa dokumen, diskusi dan pencatatan.

 Kepemimpinan : pengarahan , pelimpahan wewenang, dan advokasi.

e) Prinsip-prinsip uraian tugas

 Mengidentifikasi fungsi dan tugas yang telah ditetapkan

 Membuat urutan tugas secara logis dan jelas

 Mulai dengan kalimat aktif

 Gunakan kata kerja.

Jadi deskripsi tugas adalah seperangkat fungsi dan tugas tanggung jawab yang dijabarkan ke

dalam kegiatan pekerjaan.

2) Kajian Data
Dari data yang didapatkan di Ruang Triage RSUP Sanglah uraian tugas secara umum sudah

dimiliki oleh Karu, Katim, dan Anggota Tim.


1. Uraian Tugas Karu :
1) Mengatur dan mengendalikan pelaksanaan asuhan/ pelayanan keperawatan ruangan.
2) Menyusun dan mengembangkan staf, kebutuhan alat, fasilitas sarana dan prasarana.
3) Mengatur dinas dan pembagian tugas staf bulanan/ mingguan dan harian secara tertulis.
4) Memonitor absensi harian.
5) Memantau dan membina penerapan etika keperawatan pada tiap individu staf.
6) Melakukan bimbingan dan pengawasan pelaksanaan asuhan keperawatan pada tiap

individu pasien.
7) Mensosialisasikan peraturan/ kebijakan pimpinan dan mengkaji masukan masukan dalam

meningkatkan mutu dalam asuhan keperawatan.


8) Mengawasi dan menilai sistem pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan tiap tiap

pasien.
9) Mengendalikan penyelenggaraan tata usaha ruangan.
10) Mengatur pemanfaatan alat/ fasilitas dan sumber sumber untuk efisiensi.
11) Membuat laporan rutin dan insidentil tentang pelaksanaan asuhan / pelayanan

keperawatan dan etika keperawatan.


2. Uraian Tugas KaTim :

1) Mengikuti conference yang dilakukan semua staf perawatan bersama Ka Urusan setiap

awal tugas dan akhir tugas

2) Memberikan asuhan keperawatan GADAR (pengkajian, perencanaan, implementasi,

evaluasi) secara holistic

3) Melaksanakan tindakan GADAR sesuai dengan SOP

4) Melakukan anamnesa pasien dan pemeriksaan fisik pasien


5) Melakukan penilaian risiko, seperti penilaian risiko jatuh, penilaian nyeri.
6) Memberikan penjelasan tindakan GADAR pada pasien dan keluarga
7) Mengobservasi psien selama tindakan GADAR dan membantu kebutuhan pasien
8) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga
9) Melaporkan masalah kepada Ka Ru, dokter bila ada hal yang dianggap perlu
10) Mengganti dan merapikan tempat tidur pasien
11) Melakukan dokumentasi tindakan GADAR secara lengkap

12) Melakukan prioritas beban pekerjaan dan manajemen waktu secara efektif.

13) Berespon secara efektif bila ada perubahan kondisi dan situasi yang tidak terduga.

14) Melakukan perawatan alat-alat medis dengan benar melaporkan dan melakukan tindakan

bila alat rusak.

15) Memberikan pelayanan yang professional tanpa memandang status sesuai standard dan

aturan yang berlaku.


16) Menjaga privacy dan rahasia pasien.

17) Menunjukkan pendekatan professional terhadap praktek keperawatan sehingga bisa

menjadi role model.

18) Mengembangkan komunikasi yang terapeutik dengan pasien dan anggota keluarga.

19) Melakukan dokumentasi keperawatan yang efektif, akurat dan jelas.

20) Berkomunikasi secara efektif dengan tim kesehatan lain dan berkordinasi dengan Ka Ru,

Ka UPP tentang masalah pasien.

21) Menjaga lingkungan pelayanan yang aman dan bersih.

22) Menerapkan pengetahuan tentang patient safety melalui identifikasi risiko, pelaporan

insiden serta melakukan tindakan dengan mengutamakan keselamatan pasien.

23) Berpartipasi dalam program peningkatan mutu kerja

24) Melaksanakan operan jaga


25) Mengikuti comperence pada saat pertukaran dinas
26) Menerima operan dari perawat ruangan
27) Memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang praktek di Instalasi Gawat Darurat
28) Membuat laporan pelayanan GADAR pada saat tugas
3. Uraian Tugas Anggota Tim:

1) Mengikuti conference yang dilakukan semua staf perawatan bersama Ka Urusan setiap

awal tugas dan akhir tugas

2) Memberikan asuhan keperawatan GADAR (pengkajian, perencanaan, implementasi,

evaluasi) secara holistic

3) Melaksanakan tindakan GADAR sesuai dengan SOP

4) Melakukan anamnesa pasien dan pemeriksaan fisik pasien


5) Melakukan penilaian risiko, seperti penilaian risiko jatuh, penilaian nyeri.
6) Memberikan penjelasan tindakan GADAR pada pasien dan keluarga
7) Mengobservasi psien selama tindakan GADAR dan membantu kebutuhan pasien
8) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga
9) Melaporkan masalah kepada Ka Ru, dokter bila ada hal yang dianggap perlu
10) Mengganti dan merapikan tempat tidur pasien
11) Melakukan dokumentasi tindakan GADAR secara lengkap

12) Melakukan prioritas beban pekerjaan dan manajemen waktu secara efektif.

13) Berespon secara efektif bila ada perubahan kondisi dan situasi yang tidak terduga.

14) Melakukan perawatan alat-alat medis dengan benar melaporkan dan melakukan tindakan

bila alat rusak.

15) Memberikan pelayanan yang professional tanpa memandang status sesuai standard dan

aturan yang berlaku.

16) Menjaga privacy dan rahasia pasien.

17) Menunjukkan pendekatan professional terhadap praktek keperawatan sehingga bisa

menjadi role model.

18) Mengembangkan komunikasi yang terapeutik dengan pasien dan anggota keluarga.

19) Melakukan dokumentasi keperawatan yang efektif, akurat dan jelas.

20) Berkomunikasi secara efektif dengan tim kesehatan lain dan berkordinasi dengan Ka Tim

dan Ka Ru, tentang masalah pasien.

21) Menjaga lingkungan pelayanan yang aman dan bersih.

22) Menerapkan pengetahuan tentang patient safety melalui identifikasi risiko, pelaporan

insiden serta melakukan tindakan dengan mengutamakan keselamatan pasien.

23) Berpartipasi dalam program peningkatan mutu kerja

24) Melaksanakan operan jaga


25) Mengikuti comperence pada saat pertukaran dinas
26) Menerima operan dari perawat ruangan

3) Analisa
Uraian tugas tersebut masih bersifat umum untuk seluruh RSUP Sanglah. Uraian tugas

spesifik (jobdis) sudah dimiliki oleh masing-masing petugas di Ruang Triage RSUP Sanglah,

namun belum disosialisasikan ke semua pegawai.


b. Diskusi Refleksi Kasus (DRK)
1) Kajian Teori

a) Pengertian

DRK adalah suatu metode pembelajaran dalam merefleksikan pengalaman perawat dan

bidan yang actual dan menarik memberikan dan mengelola Asuhan keperawatan dan kebidanan

di lapangan melalui suatu diskusi kelompok yang mengacu pada pemahaman standar yang

ditetapkan

b) Manfaat DRK

Diskusi refleksi kasus (DRK) mempunyai manfaat sebagai berikut :

 Mengembangkan profesionalisme perawat dan bidan


 Meningkatkan actualisasi diri
 Membangkitkan motivasi belajar
 Wahana untuk menyelesaikan masalah mengacu pada standar keperawatan/kebidanan

yang telah ditetapkan


 Belajar untuk menghargai kolega untuk lebih sabar, lebih banyak mendengarkan, tidak

menyalahkan, tidak memojokkkan dan meningkatkan kerjasama

c) Langkah-langkah kegiatan DRK

 Memilih/menetapkan kasus yang akan didiskusikan


Topic-topik bahasan yang ditetapkan untuk didiskusikan dalam DRK antara lain :
- Pengalaman pribadi perawat/bidan yang actual dan menarik dalam menangani

kasus/pasien dilapangan baik di rumah sakit/puskesmas


- Pengalaman yang masih relevan untuk dibahas dan akan memberikan informasi

berharga untuk meningkatkan mutu pelayanan


Proses diskusi ini akan memberikan ruang dan waktu bagi setiap peserta untuk

merefleksikan pengalaman, pengetahuan serta kemampuannya dan mengarahkan maupun


meningkatkan pemahaman perawat/bidan terhadap standar yang akan memacu mereka untuk

melakakun kinerja yang bermutu tinggi.


 Menyusun jadwal kegiatan
Jadwal kegiatan DRK adalah daftar kegiatan yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu

yang telah ditetapkan dan disepakati. Kegiatn DRK disepaki dalam kelompok kerja, baik

dipuskesmas maupun di rumah sakit (tiap ruangan). Kegiatan DRK minimal dilakukan minimal

satu kali dalam satu bulan dan sebaiknya jadwal disusun untuk kegiatan 1 tahun, dengan

demikian para peserta yang telah ditetapkan akan mempunyai waktu yang cukup untuk

mempersiapkannya.
Setiap bulan ditetapkan dua orang yang bertugas sebagai penyaji dan fasilitator/moderator

selebihnya sebagai peserta demikian seterusnya, sehingga seluruh anggota kelompok akan

mempunyai kesempatan yang sama berperan sebagai penyaji, fasilitator/moderator maupun

sebagai peserta. Peserta dalam satu kelompok diupayakan antar 5-8 orang.
2) Kajian Data dan Analisa
DRK sudah dilakukan di Ruang Triage namun belum bisa dilakukan secara teratur sesuai

dengan jadwal. Jadwal, undangan DRK, Notulen, absensi dan RTL sudah terdokumentasi dengan

baik.
c. IKK (Indikator Kinerja Klinis)
1) Kajian Teori

Mengidentifikasi indikator yang tepat untuk suatu tindakan klinis yang memerlukan

pertimbangan yang selektif dan membangun konsesus diantara manager lini pertama (First Line

Manager) dan staf, sehingga apa yang akan dimonitor dan dievaluasi akan menjadi jelas bagi

kedua belah pihak. Untuk menilai keberhasilan suatu kegiatan pelayanan keperawatan/kebidanan

dipergunakan indikator kinerja klinis. Indikator adalah pengukuran kuantitatif, umumnya

pengukuran kuantitatif meliputi numerator dan denominator. Numerator adalah suatu data

pembilang dari suatu peristiwa (events) yang yang sudah diukur. Denominator data penyebut

adalah jumlah target sasaran atau jumlah seluruh pasen yang menjadi sasaran pemberian
asuhan/pelayanan. Contoh data denominator di puskesmas: populasi sasaran dalam satu wilayah

seperti: jumlah balita, bumil, bayi baru lahir. Indikator yang meliputi denominator sangat

berguna untuk memonitor perubahan dan membandingkan tingkat keberhasilan suatu area

dengan area lain pada suatu wilayah.

Mengukur kinerja perawat dan bidan dengan menggunakan indikator kinerja klinis

merupakan suatu langkah yang mempunyai keuntungan ganda. Pertama, cara ini akan

memberikan kesempatan bagi staf perawat dan bidan untuk melakukan "self assessment“

sehingga dapat mengetahui tingkat kemampuannya, dan berusaha untuk memperbaikinya.

Peningkatan kemampuan dan produktifitas individu-individu akan memberikan kontribusi

peningkatan mutu pelayanan pada organisasinya yang bermuara pada kepuasan pasien dan staf.

Sistem penilaian kinerja dengan indikator kunci akan memberikan kesempatan kepada manager

dan staf untuk melakukan komunikasi interpersonal yang efektif, sehingga secara bersama.-sama

dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan yang mengarah pada perbaikan kinerja dan bermuara

pada peningkatan mutu pelayanan.

Indikator adalah suatu peristiwa (event) atau suatu kondisi. Untuk mengukur suatu

peristiwa yang terjadi, maka peristiwa tersebut dibandingkan dengan sejumlah peristiwa yang

universal. Misalnya pemasangan infus (IV terapi) yang menimbulkan pleibitis adalah suatu

peristiwa (numerator) dan pemasangan infus merupakan kegiatan yang dilakukan pada sejumlah

pasen yang memerlukan tindakan pemasangan infus adalah peristiwa yang universal

(denominator). Indikator klinis yang dirumuskan dalam hal ini adalah tidak terjadi pleibitis

setelah 3x24 jam sejak pemasangan

2) Kajian Data dan Analisa


Penetapan indikator kinerja kunci di Ruang Triage belum dilaksanakan sehingga belum

dilakukan evaluasi yang mengarah kepada perbaikan kinerja secara obyektif dan akhirnya akan

meningkatkan mutu pelayanan.

d. MONEV
1) Kajian Teori
a) Pengertian
Monitoring adalah suatu proses pengumpulan data dan menganalisis informasi dari

penerapan suatu program termasuk mengecek secara reguler, apakah kegiatan / program tersebut

berjalan sesuai rencana sehingga masalah masalah yang ditemukan dapat diatasi (WHO).
Evaluasi (WHO) adalah suatu proses pengumpulan data dan analisis informasi mengenai

efektifitas dan dampak suatu program dalam tahap tertentu sebagai bagian atau keseluruhan

termasuk mengkaji pencapaian program


b) Tujuan Monitoring dan Evaluasi
• Memperoleh informasi apakah kegiatan sudah dilakukan sesuai rencana.
• Mempertanggungjawabkan tugas yg telah dilakukan
• Sebagai bahan untuk pengambilan keputusan
• Menentukan kompetensi dan meningkatkan hubungan kinerja diantara pegawai.
• Menghargai pengembangan staf dan memotivasi pencapaian kualitas tertinggi
• Meningkatakan bimbingan dan konseling
• Mengidentifikasi kapasitas perawat dan bidan untuk pengembangan.
c) Manfaat Monitoring dan Evaluasi
• Mengidentifikasi masalah kep / keb.
 Mengambil langkah korektif dan perbaikan secepatnya.
 Mengukur pencapaian sasaran / target
2). Kajian Data dan Analisa
Monev belum dilaksanakan sesuai dengan IKK, karena IKK belum ditentukan.