Anda di halaman 1dari 3

OHV ( Over Head Valve)

Mesin bensin yang mekanisme katup / klep / valve dengan penempat katupnya di
kepala silinder, semetara camshaft /noken as nya berada didekat kruk as / poros
engkol / crank shaft. Untuk menggerakan katup, camshaft di bantu dengan valve
lifter (pengankat katup) dan push rod antara rocker arm.
Contohnya pada sepeda motor honda CG 100 taua kaya apa bentuknya , tapi kalau
penasaran liat aja mesin kempresor bensin, atau muscle car keluaran lama.

Kelebihannya

 Simpel di bagian head silinder, jadi bentuk mesin Ringkas


 Awet dan bandel

Kekurangannya

 Gak tahan Rpm tinggi, mentok Cuma sampai rpm 9000, jika di bandingkan
dengan sohc bisa sampai 14000 rpm, sementara mesin dohc bisa sampai
18000, ini terjadi karena push rod yang menghambat pergerakan di putaran
tinggi.
 Tidak bisa banyak katup, jadi maksimal 1silinder Cuma 2 katup,

SOHC (Single Over Head Camshaft)

Mesin bensin yang memiliki satu camshaft (noken as) yang berada di tengah head
silinder, sehingga mesin memiliki 2 katup saja. Satu katup untuk mengatur bahan
bakar masuk dan satu lagi untuk mengatur keluarnya gas buang. Pengaturan buka
tutup katup diatur oleh rocker arm yang terhubung langsung ke camshaft (noken as).
Contoh Yamaha scorpio, honda tiger, Suzuki shogun.

Kelebihan

 Mesin ini lebih ringan karena menggunakan satu camshaft.


 Torsi bekerja lebih baik pada kecepatan rendah.
 Biaya produksi dan perawatan relative lebih murah.
 Lebih efisien bahan bakar

Kekurangan
 Mesin biasanya lebih berisik karena menggunakan dua buah rocker arm.

DOHC (Double Over Head Camshaft)

Mesin bensin yang memiliki dua buah camshaft di head silinder, masing masing
camshaft menggerakan 2 katup / klep jadi dalam satu haed silinder terdapat 2
camshaft dan 4 katup. Dimana 2 katup mengatur masuknya bahan bakar dan 2
katup lagi mengatur keluarnya gas buang. Dengan jumlah klep yang lebih banyak
maka power yang dihasilkan otomatis lebih besar, karena asupan bahan bakar yang
melimpah. Untuk motor DOHC, biasanya memakai shim bukan lagi rocker arm jadi
tidak perlu penyetelan klep, untuk lebih jelasnya nanti kita bahas sedikit.

Contoh Suzuki Satria FU, CBR 150, CB150R

Kekurangan

 Boros bahan bakar


 Biaya produksi dan perawatan tinggi.
 Terlalu banyak komponen / part.
 Lifter Tensioner bekerja lebih keras dari pada system SOHC.
 Tarikan awal berasa berat

Kelebihan

 Lebih bertenaga dan akselerasi yang lebih baik.

Sedikit tambahan untuk teknologi dari Bajaj pulsar,

Mesin DTS-i

Yaitu teknologi dengan dua busi, maksudnya dalam satu ruang bakar yang pada
umumnya terdapat satu busi menjadi dua busi agar pembakaran yang lebih efisien.
Sehingga menghasilkan tenaga yang lebih responsive, pemakaian bahan bakar yang
paling hemat dikelasnya dan emisi gas buang yang lebih bersih.

Cara kerjanya
Mesin i-DSI mempunyai ruang pembakaran yang compact dan busi pada tiap silinder, system dual
dan sequential ignition mengatur waktu urutan pengapian dari edua busi, yaitu pada langkah
hisap dan langkah buangnya, berdasarkan kecepatan dan beban kerja mesin yang lebih cepat dan
menyeluruh serta momen punter yang besar pada kecepan rendah dan menengah. Sitem tersebut
menghasilkan keseimbangan bahan bakar yang tinggi antara pemakain bahan bakar yang
ekonomis dan tenaga yang responsive, contohnya pada sepeda motor keluaran Bollywood
tepatnya Bajaj Pulsar 200 ns.