Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN INDIVIDU

MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 97


TAHUN 2017

DESA RAPPOLEMBA

KECAMATAN TOMPOBULU

KABUPATEN GOWA

GABRIELLA KADENGANAN

B111 14 339

UNIVERSITAS HASANUDDIN

UNIT PELAYANAN TEKNIS (UPT)

KULIAH KERJA NYATA (KKN)

2018
LAPORAN INDIVIDU
MAHASISWA KKN REGULER
UNHAS GELOMBANG 97

DESA RAPPOLEMBA
KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN GOWA

GOWA, 18 JANUARI 2018

Mengetahui,

Kepala Desa Peserta KKN

Abd. Harim S.H Gabriella Kadenganan


NIM. B111 14 339
Supervisor,

H. Muhammad BaharAkkaseTeng,Lc,P,M.Hum Ir. Samsuddin Amin, MT


NIP. 19571219 198903 1001 NIP. 19661231 199403 1 022
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt., karena atas rahmat dan

karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata

(KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 97 Tahun 2017 serta laporan individu

sesuai waktu yang ditentukan.

Laporan individu ini merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh setiap peserta
KKN, berisi tentang kegiatan selama KKN sesuai dengan kondisi dan wilayah desa
serta hubungannya dengan disiplin ilmu masing-masing. Adapun maksud
penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran informasi mengenai
hasil dari salah satu kegiatan selama KKN, yaitu “Menjadi Tenaga Pendidik” yang
dilaksanakan pada tanggal 10 dan 17 Januari 2017.
Ucapan terimakasih kami haturkan kepada supervisor KKN, Kepala Desa

Rappolemba dan jajarannya. Masyarakat desa Rappolemba serta teman-teman

KKN atas usaha dan kerjasamanya dalam penyelesaian penyusunan laporan akhir

individu ini.

Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam laporan ini masih terdapat

kekurangan baik dari segi pembahasan maupun penyusunan, oleh karena itu,

partisipasi aktif dari semua pihak berupa saran dan kritik yang bersifat membangun

sangat penulis harapkan demi penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan akhir

individu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Gowa, 18 Januari 2018

Gabriella

Kadenganan

| DESA LABBO, KEC. TOMPOBULU, KAB. BANTAENG iii


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii

KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv

DAFTAR TABEL ..................................................................................................v

I. PENDAHULUAN ..........................................................................................1

II. GAMBARAN UMUM .................................................................................9

III. IDENTIFIKASI MASALAH DAN KENDALA YANG DIHADAPI .....21

IV. PEMECAHAN MASALAH ......................................................................22

V. KEGIATAN DAN HASIL PELAKSANAAN ..........................................24

VI. PENUTUP ...................................................................................................27

LAMPIRAN

| DESA LABBO, KEC. TOMPOBULU, KAB. BANTAENG iv


DAFTAR TABEL

Teks Halaman

Tabel 1. Rincian RK dan RT Desa Rappolemba 9

Tabel 2. Data Jumlah Penduduk Desa Rappolemba 10

Tabel 3. Data Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur


Desa Rappolemba 11

Tabel 4. Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenjang


Pendidikan Desa Rappolemba 11

Tabel 5. Data Jumlah Kepala Keluarga Menurut Mata


Pencaharian 12

Tabel 6. Nama-nama Pejabat Administrasi Pemerintah Desa


Rappolemba 15

Tabel 7. Nama-Nama Badan Permusyawaratan Desa


Rappolemba 15

Tabel 8. Nama-Nama Kepala Dusun Borimasunggu dan Ketua


RK/ Ketua RT 15

Tabel 9. Nama-Nama Kepala Dusun Alla’ dan Ketua RK/


Ketua RT 16

Tabel 10. Nama-Nama Kepala Dusun Bori’tallasa dan Ketua


RK/ Ketua RT 16

Tabel 11. Nama-Nama Kepala Dusun Bulu’po’rong dan Ketua


RK/ Ketua RT 16

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA v


Tabel 12. Nama-Nama Kepala Dusun Lembaya dan Ketua

RK/ Ketua RT 17

Tabel 13. Nama-Nama Kepala Dusun Buloa dan Ketua RK/

Ketua RT 17

Tabel 14. Nama-Nama Kepala Dusun Sabbelawang dan Ketua


RK/ Ketua RT 17

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 2


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program Universitas untuk
mengembangkan basic keilmuan dari mahasiswa dalam berkecimpung
dimasyarakat. KKN muncul dari konsep atas kesadaran mahasiswa sebagai calon
sarjana untuk dapat memanfaatkan sebagian waktu belajarnya menyumbangkan
pengetahuan dan ilmu yang telah diperolehnya secara langsung dalam membantu
memecahkan dan melaksanakan pembangunan di dalam masyarakat.

KKN juga merupakan bentuk pembelajaran bagi mahasiswa agar dapat


merasakan pengalaman bekerja bersama masyarakat serta bekerja langsung di
lapangan dengan di tunjung dari pengetahuan yang selama ini telah di dapatkan di
bangku perkuliahan.

Karena itu kebijakan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat


merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan dengan dilaksanakannya
kegiatan ini masyarakat dapat terbantu serta terciptanya masyarakat yang mandiri
dan sejahtera.

KKN merupakan suatu bentuk kegiatan yang memadukan Tri Dharma


Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian serta Pengabdian kepada
masyarakat. Dalam ber-KKN mahasiswa mengamati, menganalisis, menarik
kesimpulan, merumuskan permasalahan yang di capai, lalu mengambil keputusan
untuk pemecahan masalah dari berbagai alternatif yang ada dari kondisi dan situasi
wilayah kerja dan kemampuan dalam pengabdiannya kepada masyarakat,
mahasiswa dapat mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang
dikuasainya secara ilmiah, melembaga dan langsung kepada masyarakat yang akan
menikmati dari IPTEKS tersebut.

| DESA LABBO, KEC. TOMPOBULU, KAB. BANTAENG 1


Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dimaksudkan untuk mendekatkan
mahasiswa perguruan tinggi dengan masyarakat pedesaaan maka dari itu
mahasiswa peserta KKN di ajak beradapatasi langsung dengan kondisi desa yang
jauh berbeda dengan kondisi perkotaan yang penuh fasilitas. Sehingga
penganggaran intelektuan yang kini mulai menjadi beban negara dengan banyaknya
pengurusan kartu kuning menjadi berkurang bila para calon sarjana ini sadar bahwa
banyak hal yang bisa di urusi dan dikerjakan di desa. Dan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) merupakan suatu proses awal.

Tahapan dalam mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah sebagai berikut:
melakukan identifikasi masalah yang ada di lokasi/desa yang ditempati berdasarkan
kompetensi keilmuan ataupun keahlian yang dikuasai dengan model partisipasi dan
observasi, kemudian permasalahan yang ada di carikan alternatif pemecahan
masalah dan dilaksanakan selama 1 bulan 10 hari.

Berdasarkan dari latar belakang tersebut maka di buatlah laporan ini sebagai
laporan desa yang menggambarkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
UNHAS Reguler Gelombang 97 tahun 2017-2018 di Desa Rappolemba,
Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.

1.2 TUJUAN DAN SASARAN

1.2.1 Tujuan Kuliah Kerja Nyata

Secara eksplisit, tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik UNHAS
Gelombang 94 adalah sebagai berikut:

1. Memberi pengalaman belajar tentang pembangunan masyarakat dan


pengalaman kerja nyata pembangunan. Bebagai pengalaman belajar akan
diperoleh setiap mahasiswa yang ber-KKN, seperti pengalaman belajar
mengenai potensi desa dan masyarakat, membuat rencana pembangunan dan
pemberdayaan desa, berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat,
menggerakkan dan mengorganisasikan masyarakat, dan bagaimana
menghimpun dana masyarakat.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 2


2. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya
wawasan mahasiswa. Apabila tujuan ini tercapai dengan baik, maka KKN dapat
menghapus isu yang selama ini di lontarkan sebagai kritik terhadap
perguruan tinggi. Artinya para sarjana yang pernah mengikuti/ menjadi peserta
KKN, akan lebih siap dan matang dalam memasuki lapangan kerja. KKN juga
menambah wawasan mahasiswa dalam menghadapi situasi sosial.
3. Memacu pemberdayaan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi
kekuatan sendiri. Kenyataan menunjukkan bahwa dinamisasi masyarakat sangat
esensial bagi pemberdayaan masyarakat. Pengalaman mengajarkan bahwa
meningkatkan dinamika masyarakat merupakan proses yang panjang. Di
sinilah potensi mahasiswa sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat.
Perjumpaan dengan masyarakat serta problematikanya akan memotivasi
mahasiswa sebagai agen perubahan untuk diri sendiri serta masyarakat secara
umum.
4. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat. Perguruan tinggi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dan masyarakat. Perguruan tinggi hadir untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Karenanya perguruan tinggi seharusnya terlibat dalam memecahkan masalah-
masalah yang di hadapi masyarakat

1.2.2 Sasaran Kuliah Kerja Nyata (KKN)

1. Mahasiswa
 Melatih mahasiswa sebagai pemecah masalah dan berjiwa pemimpin.
 Mendewasakan cara berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah.
 Lebih cekatan dalam menemukan dan memecahkan masalah.
 Memperdalam pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi
oleh masyarakat.
2. Masyarakat dan
Pemerintah/Institusi
 Memperoleh tenaga kerja tambahan.
 Mendapatkan ide atau masukan dari pihak mahasiswa atau
kaum intelektual.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 3


 Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam
melaksanakan program dan proyek pembangunan yang berada di bawah
tanggung jawabnya.
3. Perguruan Tinggi
 Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan
sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan.
 Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi
serta departemen lain melalui rintisan kerjasama dari mahasiswa yang
melaksanakan KKN.
 Menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.

1.3 WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan KKN Reguler UNHAS Gelombang 97 dilaksanakan di Desa


Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Seluruh rangkaian
kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 09 Desember 2017 – 19 Januari 2018
selama 1 bulan 10 hari.

1.4 PROGRAM KERJA

Adapun program kerja yang dilaksanakan di Kuliah Kerja Nyata


(KKN) Reguler UNHAS Gelombang 97 dibagi menjadi:

1. Program Kerja Wajib


a. Pembuatan Peta Desa
b. Pelaksanaan Rutilahu
c. Pembuatan Papan Nama Keluarga
d. Pembuatan Batas Dusun, RW dan RT
e. Pemeriksaan Kesehatan Gratis
f. Publikasi Potensi Agrowisata Desa Rappolemba
g. Rappolemba Cup
h. Menyuluhan Narkoba
i. Menjadi Tenaga Pendidik
j. Mahoni (Kemah Olahraga dan Seni)
2. Program Tambahan
a. Toga (Tanaman Obat Keluarga)
b. Pengadaan Bank Sampah

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 4


BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN POTENSI DESA

2.1. SEJARAH DESA

Kalau kita mempelajari sejarah singkat Desa Rappolemba, maka kita dapat
mengenang kembali bahwa asal mula Desa Rappolemba terdiri dari 2 (dua) buah
kampung kompleks atau kampong gabungan yang masing-masing diperintah oleh
kepala kampong kompleks atau Gallarrang.

Adapun kedua kampong kompleks tersebut adalah : Kampung kompleks


Rappoala dan kampong kompleks Lembaya. Pada mulanya berasal dari kampong
adat yang dibentuk sejak Pemerintahan Raja Gowa (Somba), yaitu sekitar tahun
1937, dimana pada waktu itu yang menjadi Somba ialah “MANGNGI’-
MANGNGI’ Karaeng Bontonompo”

Pada mulanya kedua kampong kompleks itu statusnya sama, tetapi setelah
ada Surat Keputusan BKDH Kabupaten Gowa tanggall 16 Februari 1976, Nomor
6/AU/1967, tentang Penyempurnaan Desa Gaya Baru. Sebagai realisasi dari Surat
Keputusan Gubernur KDH Sulawesi Selatan Nomor 450/1965, maka dibentuklah
Desa Rppolemba yang ada sampai sekarang ini, yang namanya diambil dari
masing-masing Kampung Kompleks tersebut yaitu; Rappoala dan Lembaya.

Semenjak penggabungan kedua kampong kompleks itu ,masing-masing


mempunyai kampong yang berpisah dan bergabung dengan desa Malakaji
,yaitu;Kampung Campagayya yang sebelumnya tergabung dalam kampung
Kompleks Lembayya.

BIla diteliti akan perkembangannya sejarah sebelum terbentuknya Desa


Gaya Baru ,Kampung Kompleks Rappoala dan Kampung Kompeks Lembayya,
maka terdapat perkembangan sejarah yang berbeda ,tetapi kita pula mendapati
perkembangan sejarah yang bersamaan. Seperti asal-usul keturunan, adat istiadat,
kebudayaan dan lain-lain.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 5


Kalau kita melihat sejarah rumpun keturunan di Rappoala, kita teringat akan
sejarah “Toa’ La’bu dan Toa’ Kajao”, keduanya perantau bersaudara . ada dua
versi tentang asal-usul mereka. Versi pertama mereka berasal dari Teko (Daerah
Manipi/sekarang Sinjai). Versi kedua asal-usul mereka tidak di ketahui sehingga
masyarakat berpendapat bahwa mereka adalah “Tumanurunga” artinya mereka
berasal dari Khayangan dan turun ke bumi. Tetapi yang paling kental di masyarakat
yaitu versi pertama.

Untuk mengenang kedua nenek moyang orang Rappoala ini, kuburan serta
batu nisannya di pelihara dengan baik dan di jadikan sebagai situs sejarah.

Sedangkan sejarah rumpun keturunan di Lembaya, juga berasal dari Bugis


(Kindang/Bulukumba). Ini terbukti dengan adanya peninggakan sejarah yang di
kenal dengan “Sa’be Lawanga” di Kombang (semacam kain sutra).

Keturunan yang memerintah pada waktu itu ialah “Karaeng Bonto” yang
statusnya pada waktu di sebut sebagai “Karaeng Palili”.

Antara kedua keturunan ini, ada hubungan kekeluargaan yang erat. Dari
kedua keturunan inilah berkembang turun temurun mewarisi Desa Rappolemba.
Jika kita meneliti benda-benda dan tempat bersejarah yang sampai sekarang masi
ada seperti ; “Kalewang” peninggalan “Toa’la’bu, “sa’be Lawanga” peninggalan
keturunan “Karaeng Bonto”, serta kuburan-kuburan tua yang terdapat barang-
barang antik dan terjaga dengan baik.

Pejabat-pejabat yang pernah memerintah sebelum terbentuknya Desa Gaya


Baru:

1. Kampung Kompleks Rappoala :


 Ranggo’
 Bora’
 Mari’
 Bangko Dg Tinggi, (yang kemudian menjadi Kepala desa yang pertama).
2. Kampung Kompleks Lembaya:
 Rimbu’

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 6


 Banggula’
 Baba’

Pejabat yang memerintah semenjak terbentuknya Desa Rappolemba ialah


Bangko Dg Tinggi yang terpilih sejak tahun 1967 yang statusnya sebagai Kepala
Desa, sampai tahun 1978.

Dalam pemerintahannya berhasil membina persatuan dan mengarahkan


masyarakat pada pembangunan. Ini terbukti dengan melaksanakan pembuatan Ibu
Kota Desa Rappolemba di atas bekas hutan belantara sekitar tahun 1969 atas
prakarsa Kepala Wilayah Kecematan Tompobulu (Daraba Dg Kiyo’).

Kemudian Bangko Dg Tinggi di gantikan oleh Peltu M. Idrsi Nuntung pada


tahun 1978 yang di angkat langsung sebagai Pejabat Kepala Desa Rappolemba dan
dipilih pada tahun 1983 sampai tahun 1992. Dalam kepemimpinan Peltu M. Idris
Nuntung, banyak kemajuan yang di capai berkat usaha dan kerja sama yang baik
antara Aparat Desa, Pemuka Masyarakat serta seluruh masyrakat Desa
Rappolemba, atas bimbingan Kepala Wilayah Kecematan Tompobulu (H. Mansyur
Naro), jabatan/instansi Kecematan dan Kabupaten.

Setelah M. Idris Nuntung di mutasikan ke Cikoro sebagai Lurah Cikoro,


maka atas usulan tokoh Agama, pemuda dan tokoh masyarakat H. Mansyur Bata di
angkat menjadi pejabat Kepala Desa Rappolemba menggantikan M. Idris Nuntung
pada tahun 1992, dan di pilih pada tahun 1995 sampai tahun 2008 (dua periode).

Dalam kepemimpinan H. Mansyur Bata, kesejahteraan masyarakat sangat


nampak, terlihat di bidang perkebunan kopi dan markisa. Kerja sama antara Dinas
Perkebunan Kabupaten Gowa, serta beberapa usulan proyek yang terealisasi, antara
lain; pengaspalan, perkerasan, irigasi, jembatan dan lain-lain.

Dan kemudian H. Mansyur Bata digantikan oleh H. Jamaluddin sebagai


Kepala Desa terpilih, hasil Pilkades tanggal 10 September 2008 sampai sekarang
(Sumber data: Hasil Penjajakan dan Monografi Desa Rappolemba Kec.Tompobulu
2010).

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 7


Berkat kepemimpinan beliau juga Nampak terlihat proyek yag terealisasi
antara lain; PNPM-MP, PAMSINAS dan juga kesejahteraan aparat Desa
Masyarakat, seperti; honor Kepala Dusun, Usaha simpan pinjam (SPP) dan lain-
lain.

2.2. KONDISI GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFI DESA


2.2.1. Kondisi Geografis

Desa Rappolemba secara geografis berada di ketinggian antara 1000-1500 mdpl


(meter diatas permukaan laut). Dengan keadaan curah hujan rata-rata dalam
pertahun antara 135 hari s/d 160 hari, serta suhu rata-rata pertahun adalah 15°-28°.

Secara administrasi desa Rappolemba terletak di Wilayah Kecematan


Tompobulu Kabupaten Gowa, Wilayah Desa Rapplemba secara administrasi
dibatasi oleh Wilayah Kecematan, Kelurahan serta Desa tetangga.

2.2.2. Keadaan Demografi


a. Batas
 Disebelah Utara : Berbatasan dengan Pegunungan
Lompobattang dan Kabupaten Sinjai
 Disebelah Selatan : Berbatasan dengan Kelurahan
Malakaji
 Disebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Rappoala
 Disebelah Timur : Berbatasan dengan Kelurahan
Cikoro
b. Jarak dari Ibu kota Kecematan 13 km.
Jarak dari Ibu Kota Kabupaten 90 km.
Jarak dari Kota Provinsi 97 km.
c. Luas Wilayah Desa dalam Tata Guna Lahan
Luas Wilayah Desa Rappolemba 27,38 Km2 terdiri dari :
1. Hutan Lindung : 416,5 ha
2. Hutan Masyarakat :-
3. Sawah : 287,57 ha
4. Ladang : 993,82 ha

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 8


5. Perkebunan Kopi : 630,96 ha
6. Perkebunan swasta/Markisa : 13,65 ha
7. Lahan Tidur/Penggembalaan : 169,10 ha
8. Tambang Gol C :-
9. Luas Pemukiman : 225,05 ha
10. Lain-lain : 1,80 ha
d. Wilayah Desa Rappolemba terdiri dari 7 (tujuh) Dusun yaitu:
1. Wilayah Dusun Borimasunggu terdiri dari 2 (dua) RK dan 4 (empat) RT
RK 01 Bori’masunggu 2 (dua) RT
RK 02 Ulu Alla’ 2 (dua) RT
2. Wilayah Dusun Alla’ terdiri dari 3 (tiga) RK dan 6 (enam) RT.
RK 01 Bajiminasa 2 (dua) RT
RK 02 Tangnga Alla’ 2 (dua) RT
RK 03 Tanete Bokki 2 (dua) RT
3. Wilayah Dusun Bori’tallasa’ terdiri dari 2 (dua) RK dan 4 (empat) RT.
RK 01 Bori’tallasa’ 2 (dua) RT
RK 02 Bongki Alla’ 2 (dua) RT
4. Wilayah Dusun Bulupo’rong terdiri dari 4 (empat) RK dan 8 (delapan) RT.
RK 01 Minasa Baji 2 (dua) RT
RK 02 Daulu 2 (dua) RT
RK 03 Tappanjeng 2 (dua) RT
RK 04 Kampung Beru 2 (dua) RT
5. Wiayah Dusun Lembaya terdiri dari 2 (dua) RK dan 4 (empat) RT.
RK 01 Lembaya 2 (dua) RT
RK 02 Bonto-bontoa 2 (dua) RT
6. Wilayah Dusun Sa’belawang terdiri dari 3 (tiga) RK dan 6 (enam) RT.
RK 01 Borong Leko 2 (dua) RT
RK 02 Laringtangnga 2 (dua) RT
RK 03 Bongkilemba 2 (dua) RT
7. Wilayah Dusun Buloa terdiri dari 2 (dua) RK dan 4 (empat) RT.
RK 01 Gantinga 2 (dua) RT
RK 02 Tanetea 2 (dua) RT

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 9


Berikut tabel rincian RK dan RT Desa Rappolemba

Tabel 1.1 Rincian RK dan RT Desa Rappolemba

Dusun RW RT
Borimasunggu 2 4
Alla' 3 6
Boritallasa' 2 4
BuluPo'rong 4 8
Lembaya 2 4
Sa'belawang 3 6
Buloa 2 4
Jumlah 18 36

Wilayah Desa Rappolemba secara umum mempunyai bias geologis berupah


daerah pegunungan yang merupakan wilayah pegunungan lompobattang, dengan
kemiringan lereng 40°-85°. Perkebunan markisa yang terjal, serta hamparan
tanaman labu siam yang berada di tengah-tengah desa. Selain itu tanaman jangka
panjang berupa pohon kakao, kopi dan bebagai jenis kayu seperti suren, mahoni,
jatih putih dll. Secara garis besar Desa Rppolemba di kelilingi oleh tumbuhan pohon
pinus yang lebat.

Selain itu, kondisi alam Desa Rappolemba yang merupakan daerah


pegunungan, dengan panorama alam. Oleh karena itu, Desa Rappolemba berpotensi
sebagai tempat wisata.

Diliha dari segi kependuduksn, Desa Rappolemba merupakan Desa yang


tidak memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi yaitu :

Table 1.2 Data Jumlah Penduduk Desa Rappolemba

No Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%)


1 Laki-laki 2270 48,41 %
2 Perempuan 24 51,59%
Total 4689 100%

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 10


Tabel 1.3 Data Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur Desa Rappolemba
berikut :

No Umur L P Jumlah Presentase


1 0-3 Tahunn 114 114 228 4,86 %
2 4-6 Tahun 107 124 231 4,93 %
3 7-12 Tahun 288 289 577 12,31 %
4 13-15 Tahun 164 163 327 6,97 %
5 16-22 Tahun 297 289 586 12,50%
6 23-45 Tahun 784 865 1649 35,17 %
7 46-60 Tahun 351 370 721 15,38 %
8 61 Keatas 165 205 370 7,89%
Total 2270 2419 4689 100%

Tabel 1.4 Data Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenjang Pendidikan Desa


Rappolemba berikut :

Presentase dari
No Jenjang Pendidikan Jumlah
Jumlah Penduduk
1 Tamat SD 912 19,45 %
2 Tamat SLTP 261 5,57 %
3 Tamat SLTA 158 3,37 %
4 Tamat Perguruan Tinggi 30 0,64 %
5 Tidak Tamat SD 1022 21,80 %
6 Masih SD 671 14,31 %
7 Masih SLTP 246 5,25%
8 Masih SLTA 135 2,88 %
9 Masih Kuliah 22 0,47 %
10 Belum Sekolah 374 7,89 %
11 Tidak Pernah Sekolah 858 18, 30 %
Jumlah 4.689 100%

2.2.3. Social Ekonomi Masyarakat

Penduduk Desa Rappolemba pada umumnya bermata pencaharian sebgagai


petani, dasar pertanian adalah pertanian kebun dan sawah. Sumberdaya alam yang

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 11


dihasilkan seperti kopi, cengke dan berbagai jenis sayuran. Sebagian kecil warga
berdagang hasil tanaman seperti berdagang eceran, kelontong dan usaha
perbengkelan. Dan sebagai masyarakat Desa Rappolemba ada juga yang bergelut
dibidang pemerintahan (PNS).

Jenis mata pencaharian pokok masyarakat Desa Rappolemba berdasarkan


penjejajakan terdiri dari : PNS, Tenaga Honor, Pedagang, Petani, Pertukangan,
Wiraswasta/jualan, Peternak, Sopir, Perbengkelan. Dibawah ini tabel rincian KK
menurut mata pencaharian:

Tabel 1.5 Data Jumlah Kepala Keluarga Menurut Mata Pencaharian


berikut :

No Macam Pekerjaan Jumlah Prsentasi Dari Jumlah KK


1 PNS 15 1.35%
2 Tenaga Honor 26 2.34%
3 Pedagang 24 2.16%
4 Petani 917 82.61%
5 Pertukangan 13 1.17%
6 Wiraswasta/Jualan 78 7.03%
7 Peternak 2 0.18%
8 Sopir 30 2.70%
9 Perbengkelan 5 0.45%
Jumlah 1110 100%

2.3.KONDISI PRASARANA DAN SARANA DESA

1. Transportasi
a) Jalan poros
Jalan poros desa belum sepenuhnya memadai karena masih ada beberapa
Dusun yang jalannya masih perkerasan sehingga akses menuju Dusun
tersebut belum lancar.
b) Trasportasi
Transportasi yang digunakan oleh warga adalah mobil pribadi, sepeda
motor, ojek dan angkutan umum. Khusus untuk ankutan umum, biaya yang
di keluarkan ke kota sebesar Rp. 40.000. transportasi cukup lancar, karena

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 12


letak Desa Rappolemba yang strategis berada di jalan poros provinsi maka
akses masyarakat ke manapun lebih mudah.
2. Kesehatan, Sanitasi, dan air Bersih

a. Kesehatan
 Puskesdes
Sarana kesehatan umum belum memadai karena desa memiliki 1 unit
puskesdes dengan tenaga medis Cuma satu orang bidan yang melayani
7 dusun. Bagi Bumil yang akan melahirkan biasanya di bantu oleh
bidan dan kadang-kadang bidan bersama-sama dengan dukun. Bagi
masyarakat yang sakit biasanya, berobat di puskesmas jenepponto
karena pelayanan di puskesmas Tompobulu kurang maksimal.
 Posyandu
Terdapat 7 unit pusiyandu di Desa Rappolemba, karena setiap Dusun
memiliki satu posiyandu. Posiyandu ini memiliki 15 kader terlatih
yang senantiasa mengikuti pelatihan demi peningkatan pelayanan
kepada masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita yang rutin di
lakukan sebulan sekali. Kegiatannya antara lain, imunisasi,
penimbangan balita, penyuluhan kesehatan dan swiping.
 Jamkesmas
Untuk meningkatkan akses masyarakat khususnya bagi KK miskin
dan sangat miskin dengan pelayanan kesehatan maka dilakukan
penambahan kartu Jamkesmas serta pengadaan dan pemberian obat-
obatan bermutu. Ada peternak yang masih menyimpan ternaknya di
bawah kolong rumah sehingga mempengaruhi kesehatan keluarga
yang tinggal diatasnya.
b. Sanitasi
 Jamban
Masih ada sekitar 50 % KK di Desa Rappolemba belum memiliki
jamban keluarga. KK yang belum memiliki jamban tersebut
merupakan KK miskin dan KK sangat miskin. Sehingga mereka

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 13


membuang Tinja di belakang rumah nya (kebun) atau di saluran
irigasi yang lewat di depan rumahnya.
 SPAL
Sarana Pembuangan Air Limbah mengartikan bahwa masyarakat
sudah menjaga tercemarnya lingkungan, tapi di desa rappolemba
hamper sebagian besar masyarakatnya belum memiliki SPAL.
c. Sarana Air Bersih
7 dusun yang ada di Desa Rappolemba sudah menikmati air bersih dari
pegunungan melalui pipanisasi dan program PAMSIMAS.
3. Pendidikan

a. PAUD SPAS/TK
1 unit PAUD SPAS/TK
b. SD
Terdapat 5 unit Sekolah Dasar yakni :
1. SD Inpres Kayumalle
2. SD Inpres Taipakkodong
3. SD Inpres Bulu’po’rong
4. SD Inpres Bongkilemba
5. SD Negeri Lembaya
c. SLTP/Madrasah Tsanawiyah Rappolemba
2 unit sekolah Madrasah yang terletak di Dusun Bori’masunggu, dan
Dusun Lembaya, serta 1 unit di Dusun Alla’.
d. Keaksaran Fungsional
Terdapat pula 5 kelompok belajar buta aksara yang disebut KF
(keaksaraan Fungsioanal). Kelompok belajar ini belum memiliki sarana
tempat dan fasilitas yang permanen sehingga prosesnya dilakukan di
bawah kolong rumah scara bergantian.
4. Kondisi Perumahan dan Pemukiman Penduduk.
Kondisi rumah penduduk pada umumnya adalah bangunan rumah bawah
dan rumah atas (panggung) yang tersusun rapi di kiri dan di kanan jala.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 14


Ukuran rumah ada yang besar dan ada yang kecil sehingga berbeda-beda
bentuk rumahnya.

2.4.PEMERINTAH DESA DAN KELEMBAGAAN MASYRAKAT

Berikut ini tabel-tabel pemerintahan dan kelembagaan Desa Rappolemba

Tabel. 2.5. Nama-nama Pejabat Administrasi Pemerintah Desa Rappolemba

No Nama Jabatan
1 ABD. Rahim SH Kepala Desa
2 H. Muhtar Sekretaris Desa
3 M. Arif Sirajuddin Kaur Administrasi Desa
4 Ismail Kaur Umum
5 Hj. Reski Kaur Keuangan
6 ABD. Musyawir Kaur Pemerintahan
7 Baharuddin Kaur Pembangunan
8 ABD. Hamid. S Kaur Kesejahtraan

Tabel. 2.6. Nama-Nama Badan Permusyawaratan Desa Rappolemba

No Nama Jabatan
1 M. Idris Ketua
2 Fitriani Sekretaris
3 M. Rusdi Anggota
4 M. Sirajuddun R Anggota
5 Supriadi Anggota
6 Sirajuddin J Anggota
7 M. Tanu Anggota
8 Muzakkir Anggota
9 Syahriani Anggota

Tabel. 2.7. Nama-Nama Kepala Dusun Borimasunggu dan Ketua RK/ Ketua RT

No Nama Jabatan
1 Adam Kepala Dusun
2 H. Sailla Ketua RK 001 Borimasunggu
| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 15
3 Mayo Ketua RT 001
4 Riping Ketua RT 002
5 Sattu. T Ketua RK 002 Ulu Alla
6 Naba. R Ketua RT 001
7 Naba Nyomba Ketua RT 002

Tabel. 2.8. Nama-Nama Kepala Dusun Alla’ dan Ketua RK/ Ketua RT

No Nama Jabatan
1 H. Kasu Kepala Dusun
2 Midu Ketua RK 001 Bajiminasa
3 Hamanja Ketua RT 001
4 Mangung Ketua RT 002
5 Bombo Ketua RK 002 Tangga Alla’
6 Sanni Ketua RT 001
7 Sabang Ketua RT 002

Tabel. 2.9. Nama-Nama Kepala Dusun Bori’tallasa dan Ketua RK/ Ketua RT

No Nama Jabatan
1 M. Sakir Kepala Dusun
2 Nurdin Ketua RK 001 Boritallasa
3 Siko Ketua RT 001
4 Saking Ketua RT 002
5 Sape Ketua RK 002 Bongki Alla’
6 Saripuddin Ketua RT 001
7 Saini Ketua RT 002

Tabel. 2. 10. Nama-Nama Kepala Dusun Bulu’po’rong dan Ketua RK/ Ketua RT

No Nama Jabatan

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 16


1 Tepu Kepala Dusun
2 Jumai Ketua RK 001 Minasa Baji
3 Bali. S Ketua RT 001
4 Miri Ketua RT 002
5 H. Caci Ketua RK 002 Daulu
6 Hamid Ketua RT 001
7 Tarang Ketua RT 002
8 Jumasang Ketua RK 003 Tappanjeng
9 Arif Ketua RT 001
10 Ilham Ketua RT 002
11 Macing Ketua RK 004 Kampung Beru
12 Nasir Pina Ketua RT 001
13 Caring Ketua RT 002

2.11. Nama-Nama Kepala Dusun Lembaya dan Ketua RK/ Ketua RT

No Nama Jabatan
1 Asis Pao Kepala Dusun
2 Bali Ketua RK 001 Lembaya
3 Sampara Ketua RT 001
4 Saparuddin Ketua RT 002
5 Sahari Ketua RK 002 Bonto-bontoa
6 Sapri Ketua RT 001
7 Juma Ketua RT 002

Tabel. 2.12. Nama-Nama Kepala Dusun Buloa dan Ketua RK/ Ketua RT

No Nama Jabatan
1 Harung Kepala Dusun
2 Jido Ketua RK 001 Gntinga
3 Iwan Ketua RT 001
4 Rate Ketua RT 002
5 Muhammad Ketua RK 002 Tanetea
6 Jamaluddin Ketua RT 001
7 Ruddin Ketua RT 002

Tabel. 2. 13. Nama-Nama Kepala Dusun Sabbelawang dan Ketua RK/ Ketua RT
| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 17
No Nama Jabatan
1 H. Hamid Kepala Dusun
2 Rasiman Ketua RK 001 Borong Leko
3 Miseng Ketua RT 001
4 Tayang Ketua RT 002
5 Ramansi Ketua RK 002 Laringtangnga
6 Alimuddin Ketua RT 001
7 Dg. Buang Ketua RT 002
8 ABD. Malik Ketua RK 003 Bongkilemba
9 Sattu Ketua RT 001
10 Samsuddin Ketua RT 002

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 18


BAB 111

IDENTIFIKASI MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH

3.1. IDENTIFIKASI MASALAH

3.1.1. Menjadi Tenaga Pendidik


Masalah yang melandasi adanya program ini adalah :
1. Rendahnya daya tangkap siswa
2. Metode mengajar yang kurang memadai
3. Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar
4. Minimnya fasilitas pendukung mengajar
5. Sifat kurikulum yang kurang fleksibel

3.2. PEMECAHAN MASALAH

Masalah yang telah teridentifikasi melalui observasi yang dilakukan dalam


pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rappolemba, Kecamatan
Tompobulu, Kabupaten Gowa kemudian ditindak lanjuti dengan penyelesaian
masalah pada bidang masing-masing. Alternatif pemecahan yang dilakukan.
Dalam proses belajar mengajar di sekolah, fasilitas atau sarana dan prasarana
merupakan salah satu bagian yang paling penting, karena dapat membantu
kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar di sekolah. Di samping itu, siswa
dan siswi dapat menggunakan fasilitas yang disediakan di sekolah itu demi
menambah ilmu pengetahuan yang awalnya tidak tahu kemudian menjadi tahu.
Siswa-siswi juga dapat menggunakannya sebagai metode dan fasilitas pendukung
dengan baik.
Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan program pendidikan dalam
proses pembelajaran yaitu sarana dan prasarana. Prasarana dan sarana pendidikan
adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolak ukur mutu sekolah dan perlu
peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang cukup canggih. Sarana prasarana adalah salah satu bagian input,
sedangkan input merupakan salah satu subsistem. Sarana prasarana sangat perlu
dilaksanakan untuk menunjang keterampilan siswa agar siap bersaing terhadap

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 19


pesatnya teknologi. Sarana prasarana merupakan bagian penting yang perlu
disiapkan secara cermat dan berkesinambungan, sehingga dapat dijamin selalu
terjadi KBM yang lancar.
Sarana penunjang yang kurang optimal di Mts. Miftahul Jannah ialah
perpustakaan. Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan
meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang
terorganisasi secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung
dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat
perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan
bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang
dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana
pendidikan.

Siswa yang kekurangan motivasi dalam belajar karena fasilitas dalam kelas
tidak memadai serta keadaan atau kondisi siswa yang kurang bersemangat dalam
belajar seperti jera dan bermalas-malasan. Siswa yang seperti ini biasanya didukung
oleh kondisi atau lingkungan apatis, yang tidak peduli terhadap perkembangan
belajar siswa. Lingkungan keluarga yang apatis, yang tidak berperan dalam proses
belajar anak bisa menyebabkan si anak menjadi masa bodoh, sehingga belajar
menjadi kebutuhan yang sekedarnya saja.
Dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan, peran kurikulum dalam
pendidikan formal di sekolah sangatlah strategis. Bahkan kurikulum memiliki
kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan,
serta kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari
pendidikan itu sendiri, karena peran kurikulum sangat penting maka, menjadi
tanggung jawab semua pihak yang terkait dala proses pendidikan.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 20


BAB V
PELAKSANAAN PROGRAM

Pemecahan masalah yang telah teridentifikasi setelah observasi diterapkan


dalam bentuk program kerja individu yang akan ditindaklanjuti pada tahap
pelaksanaan selama kurang lebih 1 bulan 10 hari. Namun, khusus permasalahan
yang ditemui dalam Publikasi yaitu kurangnya informasi tentang Desa Rappolemba
di internet baik dari segi sejarah, pemerintahan maupun wisata alam yang ada .
Tentu dalam masa pelaksanaan program kerja selama KKN tidak selamanya mulus,
terdapat beberapa permasalahan atau kendala yang ditemukan. Namun pada
akhirnya atas kerja sama teman-teman dan seluruh pihak kegiatan ini dapat
terlaksana sebelum masa KKN berakhir.
Pada pelaksanaan program kerja, khususnya program “Kemah Olahraga dan
Seni ( MAHONI)” maka dilaksanakan di lapangan .
1.1. Kemah Olahraga dan Seni ( MAHONI)
 Tujuan dari program ini yaitu :
Berpartisipasi dalam Meningkatkan Solidaritas di Desa Rappolemba

 Sasaran :
Remaja usia 13-18 tahun Desa Rappolemba

1. Nama Kegiatan : MAHONI


Waktu Pelaksanaan : 12 - 14 Januari 2017
Tempat Pelaksanaan : Lapangan Dusun Alla
2. Dana Pengeluaran :-,
3. Penanggung Jawab : Gabriella Kadenganan
Dalam pelaksanaan Program Kerja tidak lepas dari faktor pendukung dan
faktor penghambat yang diantaranya sebagai berikut:
1. Faktor Pendukung, antara lain :
a. Koordinasi dan komunikasi yang baik antara peserta KKN dengan
masyarakat Desa Rappolemba khususnya Remaja Desa Rappolemba
terutama dalam merencanakan program kerja.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 21


b. Komunikasi antara peserta KKN dengan remaja di Desa Rappolemba sangat
baik, dan lancar.
2. Faktor Penghambat, antara lain teknis dan nonteknis:
Teknis
- Kurangnya koordinasi antara panitia dan peserta .
- Kurangnya komunikasi .
-Faktor cuaca
Nonteknis
- Faktor waktu

BAB VI
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 22
3.1. KESIMPULAN
Program Kerja Nyata (KKN) dalam melaksanakan kegiatan Kemah
Olahraga dan Seni (MAHONI) yang dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal
12 - 17 Januari 2017 telah berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan di Desa
Rappolemba Kecamatan Tompobulu Melalui kegiatan ini dapat ditarik beberapa
kesimpulan, diantaranya:
 Para remaja sangat antusias melaksanakan dan ikut berpartisipasi
dalamkegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN.
 Tersalurkannya bakat-bakat dan kreatifitas para remaja di Desa
Rappolemba.
 Meningkatkatkan solidaritas ,ikatan persaudaraan ,kekompakan
antardusun di Desa Rappolemba.
 Memberikan kenangan berharga bagi masyarakat di Desa Rappolemba
khususnya Remaja di Desa Rappolmba.

3.2. REKOMENDASI
Dari berbagai temuan yang ada, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan
secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan motivasi ,kreatifitas,dan
semangat kerjasama dari segi peningkatan kualitas dan kekompakan remaja di
Desa Rappollemba. Tentunya perlu adanya sarana dan prasarana dalam
terlaksananya kegiatan tersebut.

| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 23


| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 24
| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 25
| DESA RAPPOLEMBA, KEC. TOMPOBULU, KAB. GOWA 26