Anda di halaman 1dari 6

RESEP 2

R/
Ketoprofen tab No.XV
S2dd 1 pc
Dexanta tab No.XV
S2dd 1 ac

a. Skrining resep
1. Diperiksa persyaratan administratif dan keabsahan resep yang meliputi
nama dokter, nomer SIP (Surat Ijin Praktek Dokter), tanggal penulisan
resep, tanda tangan/paraf dokter penulis resep dimasing-masing nama obat ;
nama, alamat, umur dan jenis kelamin pasien.
2. Dilakukan assesment untuk mengetahui riwayat alergi, riwayat obat yang
diminum selain yang diresepkan, riwayat penyakit lain, riwayat penyakit
keluarga dan keluhan yang dialami.
3. Dilakukan analisis resep secara cepat dan tepat untuk melihat ada atau
tidaknya masalah – masalah terkait obat (DRP : Drug Related Problem).
DRP antara lain meliputi : interaksi obat, efek samping, kesesuaian dosis,
kesesuaian bentuk sediaan, kontra indikasi. Jika ada keraguan terhadap
resep hendaknya dikonsultasikan kepada dokter penulis resep, dan
memberikan pertimbangan dan alternatif bila diminta. Namun kputusan
akhir yang tetap ada ditangan dokter.
4. Jika setelah analisis resep tidak didapatkan DRP yang dapat membahayakan
pasien, salah satunya dosisnya tidak melampaui dosis maksimal maka
langkah selanjutnya adalah diperiksa pada aplikasi stok barang apakah
semua obat (nama, dosis, dan bentuk sediaan) yang tertulis dalam resep
tersedia atau tidak.
5. Ditawarkan apakah seluruh resep akan ditebus atau hanya sebagian.
6. Dihitung jumlah obat yang diperlukan beserta dengan harganya, dan
diinformasikan kepada pasien mengenai harga obat yang harus dibayar.
7. Penjualan obat berdasarkan resep ditulis pada buku penjualan, beserta
jumlah dan harganya.

b. Skrining administratif :
- Nama dokter penulis resep : Ada
- Alamat dokter penulis resep : Ada
- SIP dokter penulis resep : Ada
- Paraf dokter penulis resep : Ada
- Kelengkapan resep (R/) : Ada
- Nama pasien : Ada
- Umur pasien : Ada
- Alamat pasien : Tidak Ada
- Tanggal penulisan resep : Ada
- Nama obat, dosis, jumlah yang diminta : Ada
- Cara pemakaian : Ada
c. Tinjauan Obat

1. Ketoprofen
Komposisi Mengandung ketoprofen
Indikasi Digunakan untuk meredakan gejala peradangan, seperti
nyeri, akibat penyakit asam urat, artritis, atau terkilir.
Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan
nyeri pasca operasi dan nyeri haid. (ISO Vol 49 hal,22)
Cara kerja Peradangan ditimbulkan akibat zat prostaglandin yang
dihasilkan oleh enzim cyclo-oxygenase (COX). Dalam
meredakan gejala tersebut, ketoprofen bekerja dengan
menghambat enzim COX dalam menghasilkan
prostaglandin.
Dosis Oral awal sehari 2x75 mg atau sehari 4x50 mg. maksimal
sehari 300 mg. (ISO Vol 49 hal,22)
Kontraindikasi Hipersensitifitas terhadap asetosal atau AINS lain,
gangguan fungsi ginjal dan hati berat. (ISO Vol 49
hal,22)
Efek samping Mual, Perut kembung, Sakit perut, Diare, Sembelit,
Pusing. (ISO Vol 49 hal,22)

2. Dexanta®
Komposisi Dexanta tab mengandung Aluminium hydroxide
,Magnesium hydroxide , Simethicone.
Indikasi Digunakan untuk mengurangi gejala-gejala yang
berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis,
tukak lambung, tukak usus dua belas jari dengan gejala-
gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati,
kembung dan perasaan penuh pada lambung.
(https://www.farmasiana.com/antacid/dexanta/
Cara kerja Bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan
gelembung gas, menyebabkan gelembung gas itu
bergabung menjadi lebih besar sehingga bisa dikeluarkan
dengan lebih mudah. Simethicone tidak mengurangi atau
mencegah pembentukan gas dalam saluran pencernaan,
melainkan mempermudah gas-gas itu dikeluarkan.
Dosis Dosis pemakaian Dexanta tab diminum 3 kali sehari 1-2
tablet. Dikunyah 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah
makan. (https://www.farmasiana.com/antacid/dexanta/
Kontraindikasi Penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
(https://www.farmasiana.com/antacid/dexanta/)
Efek samping Efek samping yang mungkin terjadi pada
penggunaan dexanta seperti diare, konstipasi, obstruksi
intestinal (dosis besar).

(https://www.farmasiana.com/antacid/dexanta/

d. Analisis resep
Resep ini terdiri dari 2 macam obat yaitu ketoprofen yang dimana sebagai obat
antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk mengatasi nyeri
akibat inflamasi. Dexanta merupakan antasida yang efektif, mempunyai daya
mengikat dan menetralkan asam lambung yang tinggi. Pada resep tersebut
pasien mengalami kenaikan asam lambung dan mengalami nyeri. Ketoprofen
diberikan untuk mengatasi nyeri yang dialami.
e. Cara pengerjaan resep
a. Diambil Ketoprofen sebanyak 15 tablet dan dexanta tablet sebanyak 15
tablet.
b. Pembuatan etiket
APOTEK SANO
Jl. Wahid Hasyim No. 6 Kudus
Telp. 0291-4101786
Apoteker: Fiorencia Evelyn I., S.Farm., Apt
SIPA : 19890515/SIPA_33.19/2015/2210
Nama obat : Ketoprofen Tanggal: 14-7-16

Ty. x
Diminum 2 x sehari 1 tablet
SESUDAH MAKAN
(Untuk nyeri)

APOTEK SANO
Jl. Wahid Hasyim No. 6 Kudus
Telp. 0291-4101786
Apoteker: Fiorencia Evelyn I., S.Farm., Apt
SIPA : 19890515/SIPA_33.19/2015/2210
Nama obat : Dexanta Tanggal: 14-7-16

Ty. x
Dikunyah 2 x sehari 1 tablet
15 MENIT SEBELUM MAKAN
(untuk lambung)
c. Masing- masing obat dimasukkan ke plastik klip beserta dengan etiket.
d. Dibuat copy resep
e. Dilakukan pemeriksaan oleh APA atau AA apakah obat dan jumlah yang
diambil sudah sesuai, penulisan etiket dan penulisan copy resep sudah
benar. Bila sudah benar copy resep ditanda tangani, kemudian dimasukkan
dalam plastik sebagai kemasan sekunder beserta dengan copy resep.
f. Obat diserahkan kepada pasien dengan memanggil nama pasien dan
diberikan KIE
Informasi yang perlu digali dari pasien :
1. Apa yang dikatakan dokter tentang obat yang diresepka tersebut?
2. Apa yang dikatakan dokter tentang harapan setelah minum obat yang
diresepkan?
3. Apakah pasien mempunyai alergi terhadap bahan, makanan atau obat
tertentu?
4. Apa pasien mempunyai penyakit lainnya dan adakah obat lain yang
dikonsumsi?

f. KIE yang diberikan


 Aturan pakai masing – masing obat : ketoprofen 2 x sehari 1 tablet untuk
mencegah peradangan/nyeri diminum setelah makan, dexanta dikunyah 2 x
sehari 1 tablet untuk mengatasi asam lambung meningkat/melapisi lambung
diminum 15 menit sebelum makan.
 Hindari makanan asam dan pedas.
 Semua obat yang telah diresepkan harus diminum sesuai aturan pakai,
menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam keberhasilan sebuah
terapi.
 Hubungi dokter jika ada keluhan lain.

Kudus, 26 November 2018

Pembimbing Institusi Pembimbing Akademik

Fiorencia Evelyn I., S.Farm., Apt Aji Tetuko., M.Sc., apt