Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer

Vol. 1 No. 1 Januari 2017


ISSN 2548-740X

ANALISA KINERJA BIAYA DAN WAKTU PADA


PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN
METODE EARNED VALUE
(STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI MALL DAN
HOTEL X DI PEKANBARU)
Sediyanto1, Aris Hidayat2
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana1, PT. Kuantima Mitra Konsulindo2
Jl. Raya Meruya Selatan No.1 Kembangan, Jakarta Barat 1, Jl. TB Simatupang 49 Pasar Rebo, Jakarta Timur2
Email : diyanto_e@yahoo.co.id1, ariswungkul@gmail.com2

ABSTRACT
Proyek pembangunan Mall dan Hotel X Pekanbaru harus diselesaikan sesuai target yang di rencanakan. Dengan
adanya batasan waktu dan biaya diperlukan pengendalian yang baik. Akan tetapi sebelum dilakukan pengendalian
perlu diketahui terlebih dahulu kinerja proyek yang telah berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah agar
memperoleh mengetahui kinerja biaya dan waktu, estimasi biaya dan waktu pada akhir penyelesaian proyek serta
faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan atau kemajuan proyek. Penelitian ini menggunakan metode
pengendalian yaitu earned value yang didalamnya memadukan unsur biaya dan waktu serta fisik pekerjaan. Data
yang di dapat dari proyek antara lain, time schedule. Rencana Anggaran Biaya (RAB), Laporan Mingguan Proyek
dan Biaya Aktual. Kemudian dilakukan analisa biaya, jadwal, varian terpadu dan indeks performasi dengan
memaparkan masalah-masalah yang muncul pada saat penelitian. Pelaksana proyek pembangunan mall dan hotel x
pekanbaru dikerjakan oleh PT. Waskita Karya cabang Riau, dengan waktu rencana pekerjaan adalah 427 hari dan
mengalami perpanjang waktu selama 105 hari sehingga waktu penyelesaian proyek menjadi 532 hari kalender
dengan nilai kontrak Rp. 167.200.000.000,- termasuk Ppn. Lingkup pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor
adalah pekerjaan struktur, arsitektur dan plumbing.

Kata kunci: Kinerja waktu dan biaya, Earned Value.

waktu pelaksanaan tersebut dapat selesai dengan


PENDAHULUAN tepat waktu dan bagaimana sisi anggarannya.
Apakah ada penambahan biaya akibat keterlambatan
Proyek Mall dan Hotel di Pekabaru merupakan ini. Salah satu pengendalian biaya dan waktu supaya
faslitas komersil yang di buat untuk menjawab proyek tersebut tetap terlaksana dan terselesaikan
kebutuhan masyarakat di sana yang membutuhkan dengan baik adalah konsep nilai hasil atau earned
fasilitas hiburan dan belanja. Proyek ini value.
dilaksanakan sejak 11 juli 2013 dan dijadwalkan Konsep Earned Value dapat di gunakan sebagai alat
selesai pada 15 maret 2015. Namun, dalam ukur kinerja yang mengintegrasikan antara aspek
pelaksanaannya mengalami keterlambata hingga 31 biaya dan aspek waktu. Sehingga dapat diketahui
desember 2015. kinerja proyek di lihat dari segi biaya dan waktu ada
Keterambatan ini tentu saja berdampak kepada biaya saat pelaporan. Selain itu indikator indicator pada
dan waktu yang telah direncanakan. Agar earned value dapat dikembangkan untuk mengetahui
keterlambatan pelaksaan proyek tersebut tidak perkiraan biaya dan waktu untuk menyelesaikan
terulang lagi maka diperlukan adanya pengendalian proyek.
proyek yang dapat dilakukan dengan evaluasi
kinerja. Apakah dengan di lakukan perpanjangan

36
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

STUDI LITERATUR sumber daya perusahaan yang berupa manusia,


dana dan material.
- Kegiatan yang di kelola berjangka pendek
A. Pekerjaan Konstruksi dengan sasaran yang telah digariskan secara
Pekerjaan konstruksi menurut UUJK no18/199 yang spesifik. Ini memerlukan teknik dan metode
di kutip adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian pengelolaan yang khusus, terutama aspek
kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta perencanaan dan pengendalian.
pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, - Memakai pendekatan system (system approach
sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan to manajemen).
masing-masing beserta kelengkapannya untuk - Mempunyai hierarki (arus kegiatan) horizontal
disamping hierarki vertical.
mewujudkan suatu bangunan atau fisik lain.
Menurut Heizer (2009:87) membagi tiga fase utama
Suatu pekerjaan konstruksi dapat di nilai kinerjanya
manajemen proyek yang meliputi :
baik atau buruk berdasarkan biaya, mutu dan waktu
yang dihasilkan. Soeharto, 1999 mengemukakan 1. Perencanaan. Fase ini mencakup penentuan
suatu contoh dimana dapat terjadi bahwa dalam sasaran, pendefinisian proyek dan
laporan suatu proyek berlangsung lebih cepat dari pengorganisasian tim.
jadwal sebagaimana yang diharapkan akan tetapi 2. Penjadwalan. Fase ini menghubungkan orang,
biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran yang uang dan bahan untuk aktivitas khusus dan
direncanakan. Bila tidak segera dilakukan tindakan menghubungkan setiap aktivitas satu dengan
aktivitas lain.
pengendalian maka dapat berakibat proyek berhenti
3. Pengendalian. Di sini, perusahaan mengawasi
atau tidak dapat di selesaikan karena kekurangan sumber daya, biaya, kualitas dan anggaran.
dana. Perusahaan juga merevisi atau mengubah
rencana dan menggeser atau mengelola kembali
Oleh Karena itu pekerjaan konstruksi harus sumber daya agar dapat memenuhi kebutuhan
direncanakan dan dikendalikan dengan baik waktu dan biaya.
sehingga keterlambatan waktu pelaksaan konstruksi
yang dapat berakibat pada peningkatan biaya C. Pengendalian Biaya Proyek
konstruksi dapat di hindari. Salah satu fungsi dan proses kegiatan dalam
manajemen proyek yang sangat mempengaruhi hasil
B. Manajemen Proyek akhir proyek adalah pengendalian, yang mempunyai
Definisi manajemen proyek menurut H.Krezner tujuan utama meminimalisasi segala penyimpangan
sebagaimana dikutip oleh soeharto (1999:28) “ yang dapat terjadi selama proses berlangsungnya
Manajemen proyek adalah merencanakan, proyek. Pengendalian menurut R. J Mokler yang di
mengorganisir, memimpin dan mengendalikan kutip oleh Husen (2010:189) “adalah usaha yang
sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran sistematis untuk menentukan standar yang sesuai
jangka pendek yang telah di tentukan. Lebih jauh, dengan sasaran perencanaan, merancang informasi,
manajemen proyek menggunakan pendekatan system membandingkan pelaksanaan dengan standar
dan hirarki (arus kegiatan) vertical dan horizontal”. menganalisa kemungkinan adanya penyimpangan
antara pelaksaan dan standar, kemudian mengambil
Dari definisi di atas terlihat bahwa konsep tindakan pembetulan yang di perlukan agar sumber
manajemen proyek mengandung hal hal pokok daya digunakan efektif dan efisien dalam rangka
sebagai berikut: mencapai sasaran dan tujuan”.

- Menggunakan pengertian manajemen Bertitik tolak dari definisi di atas, maka proses
berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, pengendalian proyek dapat diuraikan menjadi
mengorganisir, memimpin dan mengendalikan langkah-langkah berikut:

37
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

a. Menentukan sasaran sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan


b. Menentukan standar dan kriteria sebagai dan material serta rencana durasi proyek dan
patokan dalam rangka mencapai sasaran. progress waktu untuk menyelesaikan proyek.
c. Merancang/menyusun sistem informasi,
Pengendalian jadwal/waktu terpusat pada
pemantauan dan pelaporan hasil pelaksanaan
pekerjaan faktor:tercapainya sasaran,penyedian sumber daya
d. Mengumpulkan data info hasil implementasi. seperti material, peralatan dan tenaga kerja.
e. Mengkaji dan menganalisis hasil pekerjaan
terhadap standar, kriteria dan sasaran yang Selama proses pengendalian proyek, penjadwalan
telah di tentukan. mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai
f. Mengadakan tindakan pembetulan. permasalahannya. Proses monitoring dan updating
selalu di lakukan untuk mendapatkan penjadwalan
Pengendalian biaya memusatkan diri pada faktor yang paling realistis agar alokasi sumber daya dan
kuantitas dan harga satuan komponen biaya. penetapan durasinya sesuai dengan sasaran dan
Komponen biaya dapat terdiri dari: biaya kantor tujuan proyek.
pusat, pengadaan material, biaya lapangan biaya
subkontrak. Secara umum penjadwalan mempunyai manfaat
Menurut soeharto (1999) komponen biaya proyek di seperti :
bagi menjadi dua yaitu modal tetap (fixed capital)
dan modal kerja (working capital). Pengelompokan - Memberikan pedoman terhadap unit pekerjaan/
ini berguna pada waktu pengkajian aspek ekonomi kegiatan mengenai batas-batas waktu untuk mulai
dan pendanaan. dan akhir dari masing-masing tugas.
- Memberikan sarana bagi manajemen untuk
kordinasi secara sistematis dan realistis dalam
Total Biaya Proyek
penentuan alokasi prioritas terhadap sumber daya
dan waktu.
- Memberikan sarana untuk menilai kemajuan
proyek.
Moda tetap Modal Kerja
(Fixed Capital) (Working Capital)
- Menghindari pemakaian sumber daya yang
berlebihan, dengan harapan, proyek dapat selesai
- Upah tenaga kerja sebelum waktu yang di terapkan.
t)
pada awal operasi
- Suku cadang (1 tahun) - Memberikan kepastian waktu pelaksanaan
- Persediaan bahan pekerjaan.
Biaya Biaya Tidak mentah dan produk
Langsung Langsung - Pengeluaran lain-lain - Merupakan sarana penting dalam pengendlaian
(Direct (Indirect proyek.
- Pekerjaan tanah
Cost) - DesainCost)
engineering
- Pengadaan
- Manajemen dan
peralatan
penyelia Makin besar skala proyek, semakin kompleks
- Memasan peralatan
- Perlatan konstruksi pengelolaan penjadwalan karena dana yang di kelola
- Pipa dan instrumen
- Fasilitas sementara
- Listrik
- Gedung
- Overhead dan pajak sangat besar, kebutuhan dan penyediaan sumber
- kontinjensi
perkantoran, control daya juga besar, kegiatan yang dilakukan sangat
room
- Utility dan off-site beragam serta durasi proyek sangat panjang. oleh
- Pembebasan tanah
karena itu, agar penjadwalan dapat di
Gambar 1 Klasifikasi perkiraan biaya proyek implementasikan, di gunakan cara-cara atau metode
(Sumber: Soeharto, 1999) teknis yang sering di pakai dalam penjadwalan
proyek antara lain :
D. Pengendalian jadwal Proyek
Menurut Husen (2010) Penjadwalan proyek 1. Diagram balok (Gantt-Chart)
merupakan salah satu elemen hasil perencanaan,
yang dapat memberikan informasi tentang jadwal 2. Jaringan kerja (Network Planning)
rencana dan kemajuan poyek dalam hal kinerja

38
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

E. Metode Earned Value Ada tiga indikator yang menjadi acuan dalam
Flemming dan Koppelman (1994) yang dikutip dari menganalisa kinerja dari proyek berdasarkan earned
artikel manajemen proyek Indonesia menjelaskan value :
konsep earned value dibandingkan manajemen 1. Actual Cost (AC) atau Actual Cost of Work
biaya tradisional. Seperti dijelaskan pada Gambar 2, Performed (ACWP) yaitu Jumlah biaya aktual dari
manajemen biaya tradisional hanya menyajikan dua pekerjaan yang telah dilaksanakan. actual cost
dimensi saja yaitu hubungan yang sederhana antara merupakan jumlah actual dari pengeluaran atau dana
biaya aktual dengan biaya rencana. Dengan yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan pada
manajemen biaya tradisional, status kinerja tidak kurun waktu tertentu.
dapat diketahui.
2. Earned Value (EV) atau Budget Cost of
work performed (BCWP) yaitu nilai pekerjaan yang
telah diselesaikan terhadap anggaran yang
disediakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

3. Planned Value (PV) atau Budget Cost of


Work Schedule (BCWS) yaitu Nilai anggaran untuk
suatu paket pekerjaan yang dipadukan dengan
jadwal pelaksanaannya, menunjukan anggaran untuk
Gambar 2. Manajemen tradisonal dan konsep earned suatu paket pekerjaan yang di susun dan dikaitkan
value dengan jadwal pelaksanaan
Sumber: Soeharto (2001:236)
Penggunaan konsep earned value dalam penilaian
Penggunaan konsep eearned value dalam penilaian proyek di jelaskan dalam beberapa istilah dan
kinerja proyek dijelaskan melalui Gambar 3. persamaan antara lain:
Beberapa istilah yang terkait dengan penilaian ini
adalah Cost Variance, Schedule Variance, Cost
Analisa Varian
Performance Index, Schedule Performance Index, Analisa Varian yang di gunakan merujuk pada
Estimate at Completion, dan Variance at analisa varian terpadu oleh soeharto (2001: 237)
Completion.
dalam tabel berikut ini :

Varian Varian Keterangan


Jadwal Biaya

SV CV

Positif Positif Pekerjaan lebih cepat dari


jadwal dan biaya lebih kecil dari
anggaran

Nol Positif Pekerjaan sesuai jadwal dan


biaya lebih kecil dari anggaran

Postif Nol Pekerjaan lebih cepat dan biaya


sesuai anggaran

Nol Nol Pekerjaan sesuai jadwal dan


anggaran
Gambar . Grafik kurva S Earned Value
Negatif Negatif Pekerjaan selesai terlambat dan
Sumber: Soeharto (2001:236)
biaya lebih tinggi dari anggaran

Nol Negatif Pekerjaan sesuai jadwal dan

39
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

biaya lebih tingg dari anggaran Prakiraan biaya untukpekerjaan tersisa (ETC)
adalah:
Negatif Nol Pekerjaan selesai terlambat dan ETC= (BAC– BCWP) / CPI
biaya sesuai anggaran
EAC = ACWP - ETC
Positif Negatif Pekerjaan selesai lebih cepat
dengan biaya diatas anggaran Sedangkan prakiraan waktu penyelesaian seluruh
pekerjaan :

Dengan persamaan: ETS = (sisa waktu ) / SPI


Cost variance (CV) EAS = Waktu selesai + ETS
CV= ACWP – BCWP Dimana:
BAC (Budget At Complete) = Anggaran Proyek
Schedule variance (SV) keseluruhan
VV= BCWS – BCWP CPI (Cost Performance Index) = Indeks Kinerja
Biaya
Analisa Indeks Performasi SPI (Schedule Performance Index)= Indeks kinerja
Analisa ini berpatokan pada Analisa Indeks Jadwal
Performasi oleh soeharto (2001:237) seperti pada ETC (Estimate Temporary Cost) = Prakiraan
table berikut: biaya untuk pekerjaan tersisa.
EAC (Estimate All Cost) = Prakiraan Total
Indeks Nilai Keterangan Biaya Proyek
EAS (Estimate All Schedule) = Prakiraan Total
CPI >1 AC/ACWP yang di keluarkan lebih Waktu Proyek
kecil dari nilai pekerjaan yang di ETS (Estimate Temporay Schedule) = Prakiraan
dapat (BCWP) Waktu untuk pekerjaan Tersisa
<1 AC/ACWP yang di keluarkan lebih
besar dari nilai pekerjaan yang di
dapat (BCWP) 3. Kerangka Berpikir
Proses

=1 AC/ACWP yang di keluarkan lebih


Variable X
besar dari nilai pekerjaan yang di Aspek Variable
dapat (BCWP) Jadwal Y
kinerja
Pelaksan
waktu
aan Analisa Metode Proyek
SPI >1 Kinerja Proyek lebih cepat dari berjalan
kinerja
jadwal rencana Biaya Earned dengan
biaya
langsung Aspek Value baik
dan
kinerja waktu dengan
Biaya biaya Biaya dan
CPI <1 Kinerja Proyek lebih lambat dari tidak waktu
jadwal rencana langsung optimum

=1 Kinerja Proyek sama dengan jadwal


rencana Gambar 4 Kerangka berpikir
Sumber: data analisis
Dengan persamaan :
Cost Performance Index (CPI)
CPI = BCWP / ACWP

Shedule Performance Index (CPI)


CPI = BCWP / BCWS

40
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

Metode Penelitian IV Pekerjaan 24,662,174,482.36 24,662,174,482.36


Arsitektur
Diagram alur penelitian
V Pekerjaan 7,085,909,246.08 7,085,909,246.08
Mulai Plumbing

Identifikasi masalah VI Pekerjan 4,502,740,832.89 4,502,740,832.89


eksternal /
Landscape

Studi Pustaka Pekerjaan Hotel

VII Pekerjaan 18,236,004,129.30 18,236,004,129.30


Struktur
Pengumpulan Data
VIII Pekerjaan 35,831,388,836.95 35,831,388,836.95
1. Rab Arsitektur
2. Jadwal
Pelaksanaan IX Pekerjaan 2,280,547,225.13 2,280,547,225.13
3. Laporan Plumbing
Progress

1.RAB X Pekerjaan 817,300,000.00 817,300,000.00


Laporan 1. RAB
2. Laporan Gondola
Progress/ Actual 2. Jadwal
Pelaksaan Progress
cost
Sub total 152,000,000,000,00 152,000,000,000,00

Ppn 15,200,000,000.00 15,200,000,000.00


ACWP BCWS BCWP
Total 167,200,000,000,00 167,200,000,000,00

Analisa Data/Kinerja Analisa Perkiraan Biaya Sumber : Data Proyek


dan Waktu
Di dapat CV, SV, CPI dan SPI Diagram Skema Analisis Pengendalian jadwal
EAC, ETC, ETS, EAS
dan Biaya
Simpulan dan Saran
Tinjau tanggal pelaporan
- Lebih kecil/lebih besar/sesuai
anggaran
- Lebih cepat /lebih lambat atau sesuai
BCWS
- Mengetahui kinerja di lapangan / BCWP
penyebab keterlambatan ACWP
- koreksi Schedule
4. - koreksi produktivitas
- koreksi anggaran
Gambar 5 Diagaram alur penelitian CV ?
- koreksi pengeluaran
SV ?
Sumber: data analisis CPI ?
SPI ?

Analisis dan Pembahasan


TABEL 4.1 REKAPITULASI ANGGARAN BIAYA
CV>0
- Proyeksikan keterlambatan pada akhir proyek bila kondisi
CV<0
masih seperti saat pelaporan
SV>0
NO URAIAN KONTRAK AWAL KONTRAK ADD(RP) - perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek
SV<0
Apakah proyek dapat di selesaikan sesuai dengan dana yang
CPI>1,CPI<0
PEKERJAAN (Rp) SPI>1,SPI<1
di rencankan

I Pekerjaan 7,378,379,216.00 7,378,379,216.00


persiapan &
BWIC
- Perkiraan Waktu Penyelsaian Proyek
- Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Kinerja
II Pekerjaaan Tanah 2,248,521,828.45 2,248,521,828.45

Pekerjaan Mall 7,085,909,246.08 7,085,909,246.08


Gambar 6 Diagram Skema Analisis Pengendalian jadwal dan
III Pekerjaan 48,957,034,202.86 48,957,034,202.86 Biaya
Struktur Sumber : Data analisis

41
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

A. PERHITUNGAN ACWP BCWS perminggu = 3.7228/100 x Rp.


152.000.000.000,- = Rp. 5.658.597.352,-
Nilai ACWP pada saat Pelaporan BCWS kumulatif = 20.913/100 x Rp.
1. Sampai minggu ke-18 sebesar Rp. 152.000.000.000,- = Rp. 31.788.157.352,-
17.014.429.130
Biaya aktual yang telah di keluarkan hingga minggu 2. Minggu ke- 40
ke-18 meliputi: BCWS perminggu = 2.3128/100 x Rp.
Biaya material Rp.12.057.669.130 Biaya 152.000.000.000,- = Rp. 3.515.388.541,-
pekerja Rp. 1.884.960.000 BCWS kumulatif = 75.8399/100 x Rp.
Biaya sub kontraktor Rp. 1.218.800.000 152.000.000.000,- = Rp. 115.276.634.195,-
Biaya sewa perlatan Rp. 715.000.000
Biaya tidak langsung Rp. 1.138.000.000 3. Minggu ke- 61
Pengeluaran hingga hingga ke-18 yang terbesar BCWS perminggu = 0.496/100 x Rp.
adalah pengeluaran biaya material yaitu sekitar 152.000.000.000,- = Rp. 754.511.036,-
70.87 % dari total pengeluaran minggu ke- 18. BCWS kumulatif = 100/100 x Rp.
Pengeluaran material ini untuk untuk pekerjaan 152.000.000.000,- = Rp. 152.000.000.000,-
struktur dan plumbing mall dari basement hingga
lantai 2.
C. PERHITUNGAN BCWP
2. Sampai minggu ke-40 Rp. 67.456.466.986 Nilai BCWP pada saat Pelaporan
Biaya aktual yang telah dikeluarkan hingga minggu
ke-18 meliputi: 1. Minggu ke-18
Biaya material Rp. 47.863.494.571 BCWP perminggu = 1.3544/100 x
Biaya pekerja Rp. 9.433.660.000. Rp.152.000.000.000,- = Rp. 2.058.688.000,-
Biaya sub kontraktor Rp. 4.945.512.415 BCWP kumulatif = 5.964/100 x Rp.
Biaya sewa perlatan Rp. 1.893.300.000 152.000.000.000,- = Rp. 9.065.280.000,-
Biaya tidak langsung Rp. 3.310.500.000
Pengeluaran hingga hingga ke-40 yang terbesar 2. Minggu ke-40
adalah pengeluaran biaya material yaitu sekitar BCWP perminggu = 1.2554/100 x Rp.
70.95 % dari total pengeluaran minggu ke- 40. 152.000.000.000,- = Rp. 1.908.208.000,-
Pengeluaran material ini untuk untuk pekerjaan BCWP kumulatif = 46.666/100 x Rp.
struktur, arsitek dan plumbing mall dan hotel. 152.000.000.000,- = Rp. 70.932.004.944,-

3. Sampai minggu ke-61Rp. 127.162.483.982 3. Minggu ke-61


Biaya aktual yang telah di keluarkan hingga minggu BCWP perminggu = 2.234/100 x Rp.
ke-61 meliputi 152.000.000.000,- = Rp. 3.395.522.371,-
Biaya material Rp. 80.538.707.915 BCWP kumulatif = 82.601/100 x Rp.
Biaya pekerja Rp. 13.124.160.000 152.000.000.000,- = Rp. 125.552.817.728,-
Biaya sub kontraktor Rp. 25.276.066.066
Biaya sewa perlatan Rp. 2.646.800.000
Biaya tidak langsung Rp. 5.460.200.000 D. PERHITUNGAN COST VARIANCE
Pengeluaran hingga hingga ke-61 yang terbesar (CV)
adalah pengeluaran biaya material yaitu sekitar
63.334 % dari total pengeluaran minggu ke- 61. Nilai Cost Variance (CV) pada saat Pelaporan
Pengeluaran material ini untuk untuk pekerjaan 1. Pada pelaporan Minggu ke-18:
struktur, arsitek dan plumbing mall dan hotel - Dilihat dari persentase
CV = BCWP – ACWP
CV = 1.3544% - 1.5110% = - 0.157% (+)
B. PERHITUNGAN BCWS - Dilihat dari Biaya
CV = BCWP – ACWP
Nilai BCWS pada saat Pelaporan CV = (1.3544% x Rp.152.000.000.000) – (1.511% x
Rp.148.897.196.931)
1. Minggu ke-18 CV = Rp.(-) 190.602.346,-

42
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

Pada minggu ke -18 ini nilai pekerjaan yang di Sampai minggu ke-18 jadwal terlambat dari rencana
laksanakan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan dengan faktor penyebab seperti :
hal ini kontraktor harus mengeluarkan biaya rutin 1. Kondisi Tanah yang buruk yaitu tanah
tiap bulan seperti biaya sewa alat, manajement cost, gambut yang menyebabkan keterlambatan dalam
pembelian rutin material dan pembayaran pekerjaan galian tanah.
subkontraktor. Tetapi progress pekerjaan yang 2. Kondisi tanah eksisting yang banyak
dihasilkan di lapangan lebih sedikit. terdapat cerucuk kayu di area proyek menyebabkan
pekerjaan galian menjadi terlambat yang berdampak
2. Pada pelaporan Minggu ke-40: kepada pekerjaan struktur di atasnya.
- Dilihat dari persentase 3. Kondisi cuaca yan kurang baik
CV = BCWP – ACWP menyebabkan banyak terjadi longsor. kontraktor
CV = 1.2582% - 1.2552% = 0.003% (+) menggunakan metode open cut dan sebagian
- Dilihat dari Biaya mengunakan sheet pile sebagai dinding penahan
CV = BCWP – ACWP tanah.
CV = (1,2552% x Rp.152.000.000.000) – (1.2582% 4. Perubahan metode bobokan pada lantai
x Rp.148.897.196.931) beton eksisting menyebabkan pekerjaan mengalami
CV = Rp. 35.147.056,- keterlambatan.
Pada mingu ke-40 ini nilai pekerjaan yang di 5. Kondisi lingkungan warga yang kurang
laksanakan lebih besar dari biaya yang di keluarkan kondusif dan koperatif menjadi kendala bagi
hal ini produktifitas kontraktor lebih baik. kontraktor untuk melaksanakan kegiatan selama 24
jam dari rencana awal.
3. Pada pelaporan Minggu ke-61:
- Dilihat dari persentase 2. Besaran penyimpangan jadwal sampai
CV = BCWP – ACWP minggu ke 40 (diambil dari data kumulatif)
CV = 2.234% - 6.2447% = (-) 4.011% SV = BCWP - BCWS
- Dilihat dari Biaya SV(40) = 46.666% - 75.840%
CV = BCWP – ACWP = (-) 29.174%
CV = (2.234% x Rp.152.000.000.000) – (6.2447% x Dengan Nilai Biaya = (-)29.174% x
Rp.148.897.196.931) Rp.148.897.196.931 =
CV = Rp.(-) 5.900.493.435,- Rp. (-) 44.344.629.251,-
Pada mingu ke -61 ini nilai pekerjaan yang di
laksanakan lebih kecil dari biaya yang di keluarkan Sampai minggu ke-40 jadwal terlambat dari rencana.
hal ini disebabkan pada minggu tersebut biaya yang Hal ini merupakan akumulasi dari keterlambatan
di keluarkan lebih besar dari minggu sebelumnya. yang terjadi sebelumnya dan Kontraktor tidak
Pada minggu ini kontraktor harus mengeluarkan mampu mengejar keterlambatan diakibatkan jumlah
biaya sewa alat, manajement cost, pembelian rutin tenaga kerja tidak seimbang dengan volume yang
material dan pembayaran subkontraktor dan upah harus dikerjakan
pekerja.
3. Besaran penyimpangan jadwal sampai
minggu ke 61 (diambil dari data kumulatif)
E. PERHITUNGAN SCHEDULE SV = BCWP - BCWS
VARIANCE (SV) SV(61) = 82.601% - 100%
= (-) 17.399%
Nilai Schedule Variance (CV) pada saat Pelaporan Dengan Nilai Biaya = (-)17.399% x
Rp.148.897.196.931 =
1. Besaran penyimpangan jadwal sampai Rp. (-) 26.447.182.271,-
minggu ke 18 (diambil dari data kumulatif)
SV = BCWP - BCWS Sampai minggu ke-61 jadwal terlambat dari rencana.
SV(18) = 5.964% - 20.913% Hal ini merupakan akumulasi dari keterlambatan
= (-) 14.9493% yang terjadi sebelumnya dan Kontraktor tidak
Dengan Nilai Biaya = (-)14.9493% x mampu mengejar keterlambatan diakibatkan jumlah
Rp.148.897.196.931 = tenaga kerja tidak seimbang dengan volume yang
Rp. (-) 22.722.877.352 harus dikerjakan di samping itu kejadian kecelakaan

43
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

dengan rubuhnya scaffolding façade yang menimpa = 0.8260 < 1


bebrapa rumah warga menjadikan proyek = (kinerja buruk/Jadwal lebih lambat)
diberhentikan selama 2 minggu akibat protes warga
yang dilakukan ke DPRD, di tambah 1 Alat tower H. ANALISA VARIAN TERPADU
Ccrane rusak menyebabkan pekerjaan mengalami Analisa varian terpadu pada:
keterlambatan selama 7 hari untuk menunggu
perbaikan tower crane tersebut. 1. Pada minggu ke- 18.
F. PERHITUNGAN COST
PERFORMANCE INDEX (CPI)

Nilai Cost Performance Index (CPI) pada saat


Pelaporan:

1. CPI kumulatif minggu ke-18


CPI(18) = BCWP(18) / ACWP(18)
= Rp. 9.065.280.000,- / Rp. 17.014.429.130
= 0.533 < 1 = Pengeluaran > anggaran (kinerja
Gambar 7 Grafik Analisa Varian terpadu minggu ke-
buruk dari rencana/waktu lebih lama)
18
Sumber: Data analisis
2. CPI kumulatif minggu ke-40
CPI(40) = BCWP(40) / ACWP(40)
CV(18) = BCWP(18)– ACWP(18)
= Rp. 70.932.004.944,- / Rp. 67.456.986 = 1.052 >
CV(18) = 5.964% - 11.43% = -5.465 (-)
1
SV((18)= BCWP(18) – BCWS(18)
= Pengeluaran < anggaran (kinerja lebih baik dari
SV(18)= 5.964% - 20.913% = -14.949 (-)
rencana)
Sampai Minggu ke-18 terindikasi pekerjaan di
3. CPI kumulatif minggu ke-18
minggu tersebut pengeluaran melebihi dari anggaran
CPI(61) = BCWP(61) / ACWP(61)
dengan waktu terlambat dari rencana. Biaya yang
= Rp. 125.552.817.728,- / Rp. 127.162.483.982
dikeluarkan sampai minggu ini cukup besar
= 0.987 < 1
mengingat kontraktor harus sudah mengeluarkan
= Pengeluaran > anggaran (kinerja buruk dari
biaya sub kontraktor dan biaya sewa alat.
rencana/waktu lebih lama).
Keterlambatan ini di sebabkan antara lain:
1. Kondisi Tanah yang buruk yaitu tanah
G. PERHITUNGAN SCHEDULE
gambut yang menyebabkan keterlambatan dalam
PERFORMANCE INDEX (CPI)
pekerjaan galian tanah.
2. Kondisi tanah eksisting yang banyak
Nilai Schedule Performance Index (CPI) pada saat
terdapat cerucuk kayu di area proyek menyebabkan
Pelaporan:
pekerjaan galian menjadi terlambat yang berdampak
kepada pekerjaan struktur di atasnya.
1. SPI sampai minggu ke-18
3. Kondisi cuaca yan kurang baik
SPI(18) = BCWP(18) / BCWS(18)
menyebabkan banyak terjadi longsor. kontraktor
= 5.964% / 20.91%
menggunakan metode open cut dan sebagian
= 0.2851 < 1
mengunakan sheet pile sebagai dinding penahan
= (kinerja buruk/Jadwal lebih lambat)
tanah.
2. SPI sampai minggu ke-40
4. Perubahan metode bobokan pada lantai
SPI(40) = BCWP(40) / BCWS(40)
beton eksisting menyebabkan pekerjaan mengalami
= 46.666 / 75.84
keterlambatan.
= 0.6153 < 1
Kondisi lingkungan warga yang kurang kondusif
= (kinerja buruk/Jadwal lebih lambat)
dan koperatif menjadi kendala bagi kontraktor untuk
3. SPI sampai minggu ke-40
melaksanakan kegiatan selama 24 jam dari rencana
SPI(61) = BCWP(61) / BCWS(61)
awal.
= 82.601 / 100

44
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

1. Pada minggu ke- 40 keterlambatan yang terjadi sebelumnya dan


Kontraktor tidak mampu mengejar keterlambatan
diakibatkan jumlah tenaga kerja tidak seimbang
dengan volume yang harus dikerjakan

2. Pada minggu ke- 61.

Gambar 8 Grafik Analisa Varian terpadu minggu ke-


40
Sumber: Data analisis

CV(40) = BCWP(40) – ACWP(40)


CV(40) = 46.666% - 45.314% = 1.3514 (+)
SV(40) = BCWP(40) – BCWS(40) Gambar 9 grafik analisa varian terpadu minggu ke-
SV(40) = 46.666%- 75.839% = -29.174 (+) 61
Sumber: Data analisis
Sampai Minggu ke-40 terindikasi pekerjaan di
minggu tersebut pengeluaran lebih kecil dari CV(61) = BCWP(61) – ACWP(61)
anggaran dengan waktu terlambat dari rencana. CV(61) = 82.601% - 85.422% = -2.8219 (-)
Keterlambatan ini terjadi karena akumulasi dari SV(61) = BCWP(61) – BCWS(61)

45
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

SV(61) = 82.601% - 100% = -17.399 (-) CPI(61) =125.552.817.728.764 / 127.162.483.982 =


0.987 < 1
Sampai Minggu ke-61 terindikasi pekerjaan di
minggu tersebut pengeluaran melebihi anggaran SPI(61) = BCWP(61) / BCWS(61)
dengan waktu lebih cepat dari rencana. Hal ini SPI(61) =125.552.817.728.764 / 152.000.000.000 =
merupakan akumulasi dari keterlambatan yang 0.826 < 1
terjadi sebelumnya dan Kontraktor tidak mampu
mengejar keterlambatan di akibatkan jumlah tenaga Untuk Minggu ke-61 terindifikasi pekerjaan di
kerja tidak seimbang dengan volume yang harus minggu tersebut pengeluaran lebih besar dari
dikerjakan, di samping itu kejadian kecelakaan anggaran dengan waktu terlambat dari rencana
dengan rubuhnya scaffolding façade yang menimpa
perumahan warga menjadikan proyek diberhentikan
selama 2 minggu akibat protes warga yang J. PRAKIRAAN BIAYA DAN JADWAL
dilakukan ke DPRD, di tambah 1 alat tower crane AKHIR PROYEK
rusak menyebabkan pekerjaan mengalami
keterlambatan selama 7 hari untuk menunggu perhitungan prakiraan biaya dan waktu sesuai
perbaikan tower crane tersebut. Ketidak mampuan minggu pelaporan:
kontraktor untuk mengatur biaya dan waktu 1. Minggu ke-18
menyebabkan biaya yang dikeluarkan tidak ETC(18) = (BAC – BCWP(18)) / CPI(18)
sebanding dengan hasil yang di kerjakannya. ETC(18) = (Rp. 152.000.000.000 – Rp.
9.065.280.000) / 0.532
I. ANALISA INDEKS PRODUKTIVITAS ETC(18) = Rp. 268.271.102.902
DAN KINERJA (CPI DAN SPI)
EAC(18) = ACWP(18) + ETC(18)
Analisa indeks produktivitas dan kinerja pad EAC(18) = Rp. 17.014.419.130 + Rp.
pelaporan : 268.271.102.902
1. Pada minggu ke- 18 kumulatif. EAC(18) = Rp. 285.285.532.033
CPI(18) = BCWP(18) / ACWP(18) Sedangkan prakiraan waktu penyelesaian seluruh
CPI(18) = 9.065.280.000 / 17.014.419.130 = pekerjaan :
0.5328 < 1 ETS(18) = (sisa waktu ) / SPI(18)
SPI(18) = BCWP(18) / BCWS(18) ETS(18) = 301 hari / 0.285= 1.055 hari
SPI(18) = 9.065.280.000 / 31.788.157.352. = EAS(18) = Waktu selesai + ETS(18)
0.285 < 1 EAS(18) = 126 +1.055 hari
Untuk Minggu ke-18 terindifikasi pekerjaan di EAS(18) = 1.181 hari
minggu tersebut pengeluaran lebih besar dari
anggaran dengan waktu terlambat dari rencana Sehingga pada pelaporan minggu ke-18 total
perkiraan biaya pekerjaan tersisa (ETC) adalah
2. Pada minggu ke- 40 kumulatif. Rp.268.271.102.902 dengan sisa waktu (ETS) 1.055
CPI(40) = BCWP(40) / ACWP(40) hari yang dibutukan untuk penyelesaian proyek.
CPI(40) =70.932.004.944/67.456.466.986 = Sehingga perkiraan total Biaya (EAC) adalah
1.051 > 1 Rp.285.285.532.033 dengan total waktu (EAS)
1.181 hari.
SPI(40) = BCWP(40) / BCWS(40)
SPI(40) = 70.932.004.944 / 115.276.634.195 = 2. Minggu ke-40
0.615 < 1 ETC(40) = (BAC – BCWP(40)) / CPI(40)
ETC(40) = (Rp. 152.000.000.000 – Rp.
Untuk Minggu ke-40 terindifikasi pekerjaan di 70.932.004.944.053) / 1.0515
minggu tersebut pengeluaran lebih besar dari ETC(40) = Rp. 77.095.812.200
anggaran dengan waktu terlambat dari rencana EAC(40) = ACWP(40) + ETC(40)
EAC(40) = Rp. 65.800.756.043 + Rp.
3. Pada minggu ke- 61 kumulatif. 77.095.812.200
CPI(61) = BCWP((61)/ ACWP(61) EAC(40) = Rp. 144.552.279.187

46
3.
hari.

pekerjaan :
pekerjaan :

26.786.251.816

EAS(61) = 554 hari


EAS(40) = 519 hari

Minggu ke-61

EAS(61) = 427+127 hari


EAS(40) = 280+239 hari

ETC(61) = Rp. 26.786.251.816


125.552.817.726.764) / 0.9873
ETS(40) = (sisa waktu ) / SPI(40)

EAC(61) = Rp. 153.948.735.798

ETS(61)) = (sisa waktu ) / SPI(61)


EAC(61) = ACWP(40) + ETC(40)

EAS(61) = Waktu selesai + ETS(61)


EAS(40) = Waktu selesai + ETS(40)

61 dapat di lihat pada grafik berikut


ETS(61) = 105 hari / 0.826 = 127 hari
ETC(61) = (Rp.152.000.000.000 – Rp.
ETC(61) = (BAC – BCWP(61)) / CPI(61)
ETS(40) = 147 hari / 0.615 = 239 hari

EAC(61) = Rp. 127.045.933.982 + Rp.

Sedangkan prakiraan waktu penyelesaian seluruh


Sedangkan prakiraan waktu penyelesaian seluruh

Untuk prakiraan padaminggu ke 40 danminggu ke-


153.948.735.798 dengan total waktu (EAS) 554 hari.
perkiraan biaya pekerjaan tersisa (ETC) adalah Rp.
perkiraan biaya pekerjaan tersisa (ETC) adalah Rp.

Sehingga perkiraan total Biaya (EAC) adalah Rp.


Sehingga perkiraan total Biaya (EAC) adalah Rp.
77.095.812.200 dengan sisa waktu (ETS) 239 hari

yang di butuhkan untuk penyelesaian proyek.


26.786.251.816 dengan sisa waktu (ETS) 239 hari
yang di butuhkan untuk penyelesaian proyek.

144.552.279.187 dengan total waktu (EAS) 519

Sehingga pada pelaporan minggu ke-61 total


Sehingga pada pelaporan minggu ke-40 total

LAMPIRAN IV.17
Kenaikan Jadwal
160000
(keterlambatan) EAC=Rp.144.552.279.187

Prakiraan (forecast)Jadwal dan Biaya (EAC) pada akhir proyek


Pengurangan
140000
Pelaporan Minggu ke-40 Biaya

pelaporan 2.
minggu ke 40
120000

Sumber: Data analisis


100000

pelporan minggu ke-40


SV =(-)

80000 ACWP

CV =(+) CV = BCWP-ACWP
60000
SV = BCWP-BCWS

BCWS
BCWP BCWS
40000

BCWP

ACWP
20000
PRAKIRAAN JADWAL PENYELESAIAN PROYEK

JADWAL PENYELESAIAN PROYEK RENCANA

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77

Minggu ke - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77
BCWS (dalam jutaan) - 130 259 259 259 389 612 835 1,058 1,281 2,203 3,126 5,589 8,053 12,292 16,531 20,979 26,130 31,788 35,906 40,535 44,477 47,672 51,119 55,205 59,019 62,287 65,619 69,962 73,889 78,065 81,251 84,565 88,230 91,971 95,713 99,816 103,894 108,306 111,761 115,277 118,280 122,393 125,543 127,765 129,968 132,017 133,981 135,758 137,634 139,329 140,770 142,210 142,210 142,210 143,820 145,564 147,170 148,744 150,174 151,245 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000 152,000
BCWP (dalam jutaan) - 127 254 254 254 479 704 929 1,154 1,379 1,889 2,399 2,909 3,418 3,928 4,438 4,948 7,007 9,065 12,212 15,359 18,506 21,653 25,590 29,526 32,113 34,940 38,154 40,338 42,522 45,286 47,525 49,765 52,244 55,183 58,382 60,932 63,702 66,459 69,024 70,932
ACWP (dalam jutaan) 10 64 246 253 260 616 678 740 845 1,842 2,747 3,667 4,587 6,443 8,301 10,158 12,015 14,765 17,014 19,366 21,717 24,068 26,872 28,667 30,462 32,257 35,503 37,450 39,398 41,345 44,718 46,698 48,678 50,659 54,470 56,309 58,147 59,985 61,824 65,583 67,456 69,715 71,973 74,231 76,489 78,747 81,005 83,263 85,521 87,779 90,037 92,295 94,553 96,811 99,069 101,327 103,585 105,843 108,101 110,359 112,617 114,875 117,133 119,391 121,649 123,907 126,165 128,423 130,681 132,940 135,198 137,456 139,714 141,972 144,230 146,488

34.14

G
Gambar 10 grafik prakiraan biaya pada akhir proyek pada

47
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer

ISSN 2548-740X
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

KESIMPULAN DAN SARAN

80
PRAKIRAAN JADWAL PENYELESAIAN PROYEK

79

152,000

155,214
80
78

152,000

153,738
77

79
EAC=Rp.

152,000

152,261
76

78
ACWP
BCWP
BCWS

152,000

150,785
75

77
A. Simpulan

152,000

149,309
74

76
Berdasarkan dari hasil nalisa yang dilakukan dapat

152,000

147,832
73
Kenaikan Biaya

75
CV = BCWP-ACWP
SV = BCWP-BCWS

152,000

146,356
72

74
disimpulkan hal-hal di bawah ini, yaitu:

71

152,000

144,879
73
70

152,000

143,403
1. Pada pelaporan ke-1 sampai minggu ke 18

72
69

152,000

141,927
71
68
di dapat data sebagai berikut:

152,000

140,450
70
minggu ke 61
Kenaikan jadwal
(keterlambatan)

pelaporan 3.

67

152,000

138,974

69
BCWS (PV) sebesar 20.913% atau senilai

66

152,000

137,497
68
CV =(-)

65

152,000

136,021
Rp. 31.788.157.352,-

67
64

152,000

134,545
SV =(-)

66

63
BCWP (EV) sebesar 5.964% atau senilai

152,000

133,068
65
62
JADWAL PENYELESAIAN PROYEK RENCANA

152,000

131,592
64
61
Rp. 9.065.380.000,-

152,000

130,115
63
60

152,000

128,639
ACWP (AC) sebesar 11.430% atau senilai

62
59

152,000
125,553
127,162
61
58
Rp. 17.014.429.130,-
151,245
122,157
117,866
57

60
150,174
119,126
116,072

56

59 Cost Varians (CV) sebesar (-) 5.496% atau


148,744
115,622
114,203
55

58
147,170
112,942
112,333
54

57

senilai Rp. (-)7.949.149.130,-


145,564
109,837
110,463
53

56


143,820
107,082
106,543

Schedule Varians (SV) sebesar (-) 14.949%


52

55
142,210
103,632
104,521
51

54

atau senilai
142,210
103,632
104,514
50

53
49

142,210
103,632
104,431
52

Rp. (-) 22.722.877.362,-


48

140,770
100,687
95,215
51


47

139,329
97,615
93,300

CPI = 0.533 < 1


50
46

137,634
94,664
91,384


49

SPI = 0.285 < 1


45

135,758
91,993
89,469
48
44

133,981
89,132
82,150
47
43

132,017
86,489
80,129
46
42

129,968
84,088
78,108

Pada akhir peninjauan kinerja biaya angka (CPI)


45
41

127,765
81,942
76,086
44
40

sebesar 0.533 < 1 menunjukan biaya yang telah


125,543
79,147
74,065
43
39

122,393
76,335
71,006
42

dikeluarkan lebih besar dari anggaran. Hal ini berarti


38

118,280
73,967
69,254
41
37

biaya pengeluaran yang dikeluarkan lebih besar dari


115,277
70,932
67,456
40
36

108,306 111,761
66,459 69,024
61,824 65,583
39
35

nilai pekerjaan yang dilaksanakan. Pengeluaran


38
34

103,894
63,702
59,985

dengan biaya terbesar yang dilakukan kontraktor


37
33

99,816
60,932
58,147
ACWP

36
32

95,713
58,382
56,309

adalah pengeluaran biaya material sebesar 70.87 %


35
31

91,971
55,183
54,470
34
30

dari total pengeluaran sampai minggu tersebut, di


88,230
52,244
50,659
33
29
Prakiraan (forecast)Jadwal dan Biaya (EAC) pada akhir proyek

84,565
49,765
48,678
32
28

samping biaya sub kontraktor dan peralatan.


BCWP

81,251
47,525
46,698
31
27

78,065
45,286
44,718
30

Untuk kinerja Jadwal (SPI) sebesar 0.285< 1,


26

73,889
42,522
41,345
29
25

69,962
40,338
39,398

menunjukkan proyek mengalami keterlambatan


28
24

65,619
38,154
37,450
27
23

sebesar (-)14.949% dari waktu rencana menjadi


62,287
34,940
35,503
26
pelaporan minggu ke-61

22

59,019
32,113
32,257
BCWS

25

5.964%. Faktor –faktor yang menyebabkan


21

55,205
29,526
30,462
24
20

51,119
25,590
28,667
23

keterlambatan hingga minggu ke-18 antara lain:


19

47,672
21,653
26,872
22


18

44,477
18,506
24,068
21

Gambar for construction dari perencana


40,535
15,359
21,717
17

20
35,906
12,212
19,366
16

mengalami keterlambatan. Sehingga kontraktor tidak


19
31,788
9,065
17,014
15

18
26,130
7,007
14,765

bisa memproduksi gambar Shop drawing sebagai


14

17
20,979
4,948
12,015
16
13

acuan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan


16,531
4,438
10,158
15
12

12,292
3,928
8,301
14


11

Kondisi tanah yang buruk yaitu tanah


8,053
3,418
6,443
13
10

5,589
2,909
4,587
12
9

gambut, di tambah kondisi tanah eksisting yang


3,126
2,399
3,667
11
2,203
1,889
2,747
8

10

banyak terdapat cerucuk kayu pada area


1,281
1,379
1,842
7

9
1,058
1,154
845
8
6

835
929
740

menyebabkan pekerjaan galian menjadi terlambat


7
5
LAMPIRAN IV.18

612
704
678
6
389
479
616
5
4

dan juga berdampak kepada pekerjaan struktur di


259
254
260
4
3

259
254
253
3
259
254
246

atasnya.
2
2

130
127
64
1
1

10
0


-
-

Kondisi cuaca yang kurang baik dengan


80000

60000

40000

20000

0
180000

160000

140000

120000

100000

BCWP (dalam jutaan)


ACWP (dalam jutaan)
BCWS (dalam jutaan)
Minggu ke -

seringnya turun hujan menyebabkan banyak terjadi


Gambar11 grafik prakiraan biaya pada akhir proyek pada longsor.
pelporan minggu ke-40  Kondisi existing pelat yang terbuat dari
Sumber: Data analisis beton, yang harus di bobok di sebagian permukaan

48
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

tanah menyebabkan banyak pekerjaan mengalami kontraktor untuk melaksanakan kegiatan selama 24
keterlambatan. jam dari rencana awal.
 Kondisi lingkungan warga yang kurang Jika Kontraktor mempertahankan kinerja sesuai
kondusif dan koperatif menjadi kendala bagi pelaporan ke-2 maka perkiraan biaya pekerjaan
kontraktor untuk melaksanakan kegiatan selama 24 tersisa (ETC) adalah Rp. 77.095.812.200 dengan
jam dari rencana awal. sisa waktu (ETS) 239 hari yang dibutuhkan untuk
penyelesaian proyek. Sehingga perkiraan total Biaya
Jika kontraktor tidak mampu mengatasi (EAC) adalah Rp. 144.552.279.187 dengan total
keterlambatan ini dan tetap mempertahankan kinerja waktu (EAS) 519 hari. Perkiraan ini lebih baik dari
sesuai pelaporan ke-1 maka perkiraan biaya minggu ke-18.
pekerjaan tersisa (ETC) adalah Rp.268.271.102.902
dengan sisa waktu (ETS) 1.055 hari yang 3. Pada pelaporan ke-3 atau sampai minggu
dibutuhkan untuk penyelesaian proyek. Sehingga ke-61 di dapat data sebagai berikut:
perkiraan total Biaya (EAC) adalah  BCWS (PV) sebesar 100% atau senilai Rp.
Rp.285.285.532.033 dengan total waktu (EAS) 52.000.000.000,-
1.181 hari.  BCWP (EV) sebesar 82.621% atau senilai
Rp. 125.552.817.728,-
2. Pada pelaporan ke-2 atau sampai minggu  ACWP (AC) sebesar 85.422% atau senilai
ke-40 di dapat data sebagai berikut: Rp. 127.162.483.962,-
 BCWS (PV) sebesar 75.839% atau senilai  Cost Varians (CV) sebesar (-) 2.82% atau
Rp. 115.276.634.195,- senilai Rp. (-) 5.900.493.435,-
 BCWP (EV) sebesar 46.666% atau senilai  Schedule Varians (SV) sebesar (-) 17.399%
Rp. 70.932.004.944,- atau senilai Rp. (-) 26.447.182.271,-
 ACWP (AC) sebesar 45.314% atau senilai  CPI = 0.987 < 1
Rp. 67.456.466.966,-  SPI = 0.8260 < 1
 Cost Varians (CV) sebesar (+) 1.351% atau Pada akhir peninjauan kinerja biaya angka (CPI)
senilai Rp. 35.147.056,- sebesar 0.987 < 1 menujukan biaya yang telah
 Schedule Varians (SV) sebesar (-) dikeluarkan lebih besar dari anggaran.hal ini berarti
29.1741% atau senilai Rp. (-) 44.344.629.251,- biaya pengeluaran yang dikeluarkan lebih besar dari
 CPI = 1.052 > 1 nilai pekerjaan yang dilaksanakan. Kontraktor harus
 SPI = 0.6153 < 1 mengeluarkan biaya yang besar untuk pembayaran
sub kntraktor di mana banyak pekerjaan sub
Pada akhir peninjauan kinerja biaya (CPI) sebesar kontraktor yang telah selesai dan harus di bayar pada
1.052 > 1 menujukan biaya yang telah dikeluarkan minggu tersebut.
lebih kecil dari anggaran.hal ini berarti biaya
pengeluaran yang dikeluarkan lebih kecil dari nilai Untuk kinerja Jadwal (SPI)sebesar 0.8260 < 1
pekerjaan yang dilaksanakan. Hal ini disebabkan menunjukan proyek mengalami keterlambatan dari
kontraktor telah banyak mengeluarkan biaya untuk waktu rencana sebesar (-) 17.399% dari waktu
stock material, biaya sub kontraktor dan biaya rencana sebear 100% hanya di dapat progress aktual
perlatan pada minggu-minggu sebelumnya. sebesar 82.621%. faktor –faktor yang menyebabkan
Untuk kinerja Jadwal (SPI) sebesar 0.6153 < 1 keterlambatan hingga minggu ke-18 antara lain:
menunjukkan proyek mengalami keterlambatan  Kontraktor tidak mampu mengejar
sebesar (-) 29.1741% dari waktu rencana sebesar keterlambatan, dengan tidak memasok tenaga kerja
75.839% menjadi sebesar 46.666%. faktor –faktor lebih untuk mengejar keterlambatan.
yang menyebabkan keterlambatan hingga minggu  Kejadian kecelakaan dengan rubuhnya
ke-18 antara lain: scaffolding façade yang menimpa perumahan warga
 Kontraktor tidak mampu mengejar menjadikan proyek di berhentikan selama 2 minggu
keterlambatan, dengan tidak memasok tenaga kerja akibat protes warga yang di lakukan ke DPRD.
lebih untuk mengejar keterlambatan.  Alat TC 1 rusak menyebabkan pekerjaan
 Kondisi lingkungan warga yang kurang mengalami keterlambatan selama 7 hari untuk
kondusif dan koperatif menjadi kendala bagi menunggu perbaikan TC tersebut

49
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

Jika kontraktor tidak mampu mengatasi  Penyediaan dan penggunaan alat alat berat
keterlambatan ini dan tetap mempertahankan kinerja yang maksimal.
sperti pelaporan ke-3 maka perkiraan biaya  Penggunaan metode kerja yang tepat.
pekerjaan tersisa (ETC) adalah Rp. 26.786.251.816  Kelancaran stok material
dengan sisa waktu (ETS) 239 hari yang di butuhkan  Hubungan sosial dengan masyarakat harus
untuk penyelesaian proyek. Sehingga perkiraan total lebih baik.
Biaya (EAC) adalah Rp. 153.948.735.798 dengan
total waktu (EAS) 554 hari.Kinerja minggu ke-61 3. Diperlukan koordinasi yang baik antara
lebih buruk dibandingkan dengan ke-40. Owner, manajemen konstruksi, konsultan dan
kontraktor agar pelaksanaan pekerjaan dapat
4. Dari Ketiga pelaporan yang di tinjau, berjalan dengan baik dan lancar.
pelaporan ke-40 mempunyai kinerja yang lebih baik
dari pelaporan lainnya. perkiraan biaya pekerjaan 4. Penulis menyarankan untuk
tersisa (ETC) pada minggu ke-40 adalah Rp. mengintegrasikan kurva S dan Critcal Path Methods
77.095.812.200 dengan sisa waktu (ETS) 239 hari untuk menganalisa jadwal pelaksanaan proyek
yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek. sehingga akan diperoleh waktu yang optimal.
Sehingga perkiraan total Biaya (EAC) adalah Rp.
144.552.279.187 dengan total waktu (EAS) 519 5. Perlunya menempatkan seorang analisa
hari, lebih cepat 14 hari dari perpanjangan waktu proyek dalam proyek akan sangat membantu
yang diberikan. Ketidakmampuan kontraktor untuk kontraktor untuk mengendalikan waktu dan biaya
mengevaluasi jalannya proyek menyebabkan pelaksanaan sehingga proyek dapat berjalan dengan
kontraktor tidak mampu untuk menghemat waktu baik dengan waktu dan biaya yang optimal.
dan biaya.
6. Dengan adanya penelitian ini membuka
5. Dari referensi penelitian lain optimasi wawasan dan pengetahuan buat kita sebagai
jadwal pelaksaanaan proyek akan lebih baik bila mahasiswa dan sebagai penulis khususnya, akan
menggunakan evaluasi dengan metode Critical Path pentingnya pengendalian biaya dan waktu dalam
Metode dimana jumlah waktu yang dibutuhkan pelaksanaan proyek.
untuk menyelesaikan tahap pekerjaan dapat di
ketahui dengan pasti, sehingga jadwal pelaksanaan Bagi Instistusi perguruan tinggi, Penelitian ini juga
menjadi lebih optimal. Diperlukannya integrasi diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam
antara kurva S dan CPM untuk mengevaluasi jadwal mata kuliah terkait sebagai referensi pengetahuan
pelaksanaan proyek yang lebih baik. kepada mahasiswa akan pentingnya proses
pengendalian waktu dan biaya dalam pelaksanaan
B. Saran proyek.

Saran yang disampaikan terkait dengan penelitian


ini: DAFTAR PUSTAKA
1. Ketersediaan data yang lebih detail dari
kontraktor terkait biaya langsung dan tidak langsung Adzuha Desmi,”Studi Pengendalian Waktu dan
akan menyempurnakan penelitian ini. Mengingat Biaya Pada Pelaksanaan Pemeliharaan
data akutansi yang di peroleh dari kontraktor tidak
Jalan Simang Raja Bakong – Tanah Pasir
begitu detail disebabkan menyangkut kerahasiaan dengan menggunakan Konsep Nilai hasil”
data keuangan dari kontraktor. Jurnal Teknik Sipil Universitas
2. Kinerja yang buruk pada masa pelaporan Malikussaleh, 2011
mengindikasikan kontraktor tidak mampu untuk
mengatur waktu dan biaya selama masa konstruksi. Izeul dan Retno ”Metode earned value untuk analisa
Kontraktor harus memperbaiki cash flow proyek dan kinerja biaya dan waktu pelaksanaan pada
kinerja proyek serta harus memperhatikan faktor- proyek pembangunan Condotel de Vasa
faktor yang terkait dengan kinerja seperti:
Surabaya” Jurnal Teknik Sipil ITS
 Pengaturan penyediaan tenaga kerja dan jam Surabaya, 2014
kerja. Agar menjadi lebih efektif dan efisien.

50
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer
Vol. 1 No. 1 Januari 2017
ISSN 2548-740X

Agus Marhaendra, “ Analisis Nilai Hasil terhadap Mawardi, Amin “ Modul Perencanaan
Biaya pada Proyek Konstruksi ( studi Pengendalian Proyek”. Pusat
Kasus Pada Proyek pembangunan Hotel Pengembangan Bahan Ajar – UMB
Eastpark”. Jurnal Teknik Sipil Universitas
Sebelas Maret, 2013 Soeharto, Iman “Manajemen Proyek : Dari
. konseptual Sampai Operasional”. Penerbit
Sugiarto “Analisi Network Planning dengan CPM Erlangga, Jakarta, 1999-jilid 1.
(critical Path Methods) dalam rangka
Efisiensi Waktu dan Biaya Proyek” Jurnal Soeharto, Iman “Manajemen Proyek : Dari
Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret, konseptual Sampai Operasional”. Penerbit
2013. Erlangga, Jakarta, 2001-jilid 2

Yunita afiana “Pengendalian waktu dan biaya Ir. Irika Widiasanti, MT & Lenggogeni,MT “
pekerjaan konstruksi sebagai dampak dari Manajemen Konstruksi”. Penerbit Remaja
perubahan desain pada studi kasus Rosdakarya, Jakarta, 2013
embung irigasi timor tengah” Jurnal
Teknik Sipil Universitas nusa cendana Ir. Abrar Husen,MT ” Manajemen Proyek “Penerbit
,2013 Andi Jogjakarta Heizer & Render “
Manjemen Operasi” Penerbit Sal

51