Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH TEKNIK PESAWAT RADIOGRAFI

ANALISA PENGGUNAAN KV(TEGANGAN), MA(ARUS), DAN


S(WAKTU)

Oleh:

Kelompok 9

Andi muh. Ahdifar (17005)


Ilham ariadi (17023)
Nurhikma safitri (17038)
Tasya fista priyani (17047)

AKADEMI TEKNIK RADIODAGNOSTK DAN RADIOTERAPI


(ATRO) MUAMMADIYAH MAKASSAR
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas kesempatan, berkat dan
rahmatnyalah sehingga dapat diselesaikannya pembuatan makalah yang berjudul
“ANALISA PENGGUNAAN KV(TEGANGAN), MA(ARUS), DAN S(WAKTU)”
ini. Makalah ini merupakan tugas dari dosen Teknik Pesawat Radiografi di
Universitas Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO)
Muhammadiyah Makassar sebagai pelengkap dalam proses belajar mengajar.
Serta ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian makalah ini.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu
diharapkan kemakluman dan saran dari pihak pembaca agar kedepannya
makalah ini dapat diperbaiki sebagaimana mestinya. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua terutama diri kami pribadi selaku pembuat.

Demikian makalah ini dibuat, segala kekurangan didalamnya datang dari


kami pribadi dan apabila terdapat kesalahan dalam penyusunan kata mohon
maaf yang sebesar-besarnya.
MAKASSAR, 4 mei 2017

PENULIS

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar ...................................................................................................... i


Daftar isi ................................................................................................................ ii
Bab i pendahulan
A. Latar belakang ............................................................................................ 1
B. Tujuan ......................................................................................................... 1
bab ii pembahasan
A. Pembahasan ............................................................................................... 2
B. faktor-faktor yang mempenaruhi besaran faktor eksposi ........................ 3
Bab iii penutup
A. Kesimpulan ................................................................................................. 6
Daftar pustaka ....................................................................................................... 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Radiologi adalah ilmu kedokteran untuk melihat bagian dalam tubuh
manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang
elektromagnetik maupun gelombang mekanik. Salah satunya dengan
pemanfaatan sinar-x.
Pesawat sinar-X terdiri dari sistem dan subsistem sinar-X atau
komponen. Sistem sinar-X adalah seperangkat komponen untuk
menghasilkan radiasi dengan cara terkendali. Sedangkan subsistem berarti
setiap kombinasi dari dua atau lebih komponen sistem sinar-X. Pesawat sinar-
X diagnostik yang lengkap terdiri dari sekurang-kurangnya generator
tegangan tinggi, panel kontrol, tabung sinar-X, kolimator, dan tiang
penyanggah tabung.
Dalam makalah ini, akan dibahan salah satu komponen dari pesawat
sinar-x yaitu faktor eksposi yang berperan dalam mempengaruhi hasil
radiograf.

B. TUJUAN
1. Apa itu faktor eksposi dan fungsiya?
2. Apa saja parameter faktor eksposi
3. Apa saja faktor-faktor yang mempenaruhi besaran faktor eksposi?

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Faktor eksposi (factor penyinaran) terdiri dari kV (kilo volt), mA (mili
Amper) dan s (second).kV adalah satuan beda potensial yang diberikan
antara katoda dan anoda didalam tabung Roentgen. KV akan menentukan
Kualitas sinar-x. mA adalah suatu arus tabung, dan s adalah satuan waktu
penyinaran.mAs akan menentukan kuantitas sinar-x.

1. Tegangan listrik (kV)


Tegangan listrik (kV) adalah satuan beda potensial yang diberikan
antara katoda dan anoda didalam tabung Roentgen. kV atau Tegangan listrik
akan menentukan kualitas sinar-x dan daya tembus sinar-x, makin tinggi
besaran tegangan listrik yang di gunakan makin besar pula daya tembusnya.
Energi (Anda dapat mempertimbangkan ini daya tembus) dari sinar x-
ray dikendalikan oleh penyesuaian tegangan. Kontrol ini biasanya diberi label
dalam keV (ribu volt elektron) dan kadang-kadang tingkat ini disebut sebagai
kVp (potensial kilovoltage). Jangan bingung dengan istilah yang berbeda,
hanya ingat ada kontrol di mana perbedaan potensial antara katoda dan
anoda dapat dikendalikan. Semakin tinggi pengaturan tegangan, semakin
energik akan menjadi sinar x-ray. Sebuah sinar yang lebih tajam akan
menghasilkan radiograf kontras yang lebih rendah dari satu dibuat dengan
sinar x-ray memiliki kurang daya tembus.

2. Arus (mA)
Kontrol kedua output dari tabung x-ray disebut mA (milliamperage)
kontrol. Kontrol ini menentukan berapa banyak saat ini dibiarkan mengalir
melalui filamen yang adalah sisi katoda tabung. Jika lebih saat ini (dan
karena itu lebih pemanasan) diperbolehkan untuk melewati filamen,
elektron lagi akan tersedia di "charge ruang" untuk akselerasi untuk
menargetkan dan ini akan menghasilkan fluks yang lebih besar dari foton
ketika rangkaian tegangan tinggi energi . Pengaruh dari sirkuit mA cukup
linier. Jika Anda ingin menggandakan jumlah foton "x" yang diproduksi oleh
tabung, Anda dapat melakukannya dengan hanya menggandakan mA
tersebut. Mengubah jumlah foton yang dihasilkan akan mempengaruhi
kegelapan film tapi tidak akan mempengaruhi kontras film.

2
3. Waktu(S)
Kontrol ketiga dari tabung x-ray yang digunakan untuk pencitraan
medis adalah timer eksposur. Ini biasanya dinotasikan sebagai "S"
(paparan waktu dalam detik) dan dikombinasikan dengan kontrol mA.
Fungsi gabungan biasanya disebut sebagai mas atau detik milliampere
jadi, jika Anda ingin memberikan paparan menggunakan 10 detik
milliampere Anda bisa menggunakan mA 10 saat ini dengan eksposur 1.0
detik atau 20 mA lancar dalam paparan 0,5 detik atau kombinasi dari dua
yang akan menghasilkan angka 10. Kedua faktor dan kombinasi mereka
mempengaruhi film secara linear. Artinya, jika Anda ingin menggandakan
film kegelapan Anda hanya bisa dua kali lipat mas.

B. faktor-faktor yang mempenaruhi besaran faktor eksposi


1. Filter
Pada umumnya tabung pesawat sinar-x menggunakan filter inheret
dan biasanya di tambah dengan filter tambahan berupa aluminium yang
kalau di disatukan setara dengan 2 mm Al. Filter ini berfungsi menyaring
radiasi yang lemah. Sedangkan pada pemotretan yang menggunakan
tegangan yang rendah seperti pada teknik pemotretan mammografi,
filter tambahan tidak diperlukan akan tetapi pada pemotretan tegangan
tinggi. Filter tambahan perlu diperhitungkan.

3
2. Jarak pemotretan
Jarak dalam pemotretan terdiri atas:
a. Jarak fokus ke obyek (FOD = focus obyek distance)
b. Jarak obyek ke film (OFD = obyek film distance)
Bila OFD dijauhkan maka akan terjadi :
- Geometric unsharpness meningkat
- Magnifikasi (pembesaran) bertambah
c. Jarak fokus ke film ( FFD = focus film distance)
Memperpanjang jarak fokus ke film dapat menyebabkan:
- Mengurangi ketidaktajaman (kekaburan) gambaran yang
disebabkan oleh faktor geometrik.
- Mengurangi magnifikasi (pembesaran) pada gambar terutama
pada pemotretan thorax.
- Mengurangi dosis kulit pada pasien.
- Menaikkan arus dan waktu (mAs).

3. Luas lapangan penyinaran (kolimasi)


Membatasi dan mengurangi luas lapangan penyinaran pada suatu
pemotretan akan mengurangi jumlah radiasi hambur yang akan
mempengaruhi kontras. Pembatasan kolimasi disesuaikan dengan
kebutuhan klinis.
4. Ukuran fokus
Pada pesawat sinar-x diagnostik yang umum digunakan biasanya
mempunyai dua ukuran fokus yaitu fokus besar dan fokus kecil. Fokus
besar digunakan pada pemakain arus yang besar, sedangkan fokus kecil
digunakan pada pemakain arus kecil. Gambaran yang dihasilkan fokus
kecil lebih tajam dibandingkan dengan menggunakan fokus besar.

5. Film dan lembaran penguat (IS)


Kombinasi film dan lembaran penguat harus dipilih dengan
mempertimbangkan kebutuhan akan detail dan kontras yang optimum,
serta penggunaan dosis radiasi sekecil mungkin. Biasanya digunakan
kombinasi lembaran penguat kecepatan sedang dan film cepat,sehingga
faktor eksposi dapat diperkecil.
6. Grid
Grid merupakan alat untuk mengurangi atau mengeliminasi radiasi
hambur agar jangan sampai ke film. Grid terdiri dari lajur-lajur lapisan

4
tipis timbal yang di susun selang-seling diantara bahan yang tembus
radiasi misalnya plastik dan kayu. Grid digunakan terutama pada
pemotretan yang menggunakan mAs yang tinggi.
7. Jenis pemotretan
Faktor eksposi yang dipilih untuk suatu pemotretan tergantung
pada :
a. Bagian tubuh yang akan diperiksa
b. Struktur yang akan difoto
c. Keadaan fisik pasien
8. Proses pengolahan film
Setiap film harus diproses dengan teknik pengolahan film yang
tepat, agar dihasilkan gambaran yang baik. Proses pengolahan film ada
dua macam yaitu secara manual dan cara automatik. Faktor eksposi
harus mempertimbangkan proses pencucian yang digunakan serta umur
cairan pada proses pencucian film.

Selain faktor perlengkapan di atas faktor eksposi juga dipengaruhi


juga oleh penggunaan gips pada pasien, dengan ketentuan sebagai
berikut:
- Gips basah (wet pop) mAs harus dinaikkan 4 kali dari biasa.
- Gips kering (dry pop) mAs harus dinaikkan 2 kali dari biasa.

5
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Faktor eksposi adalah satuan beda potensial yang diberikan antara
katoda dan anoda didalam tabung Roentgen. Faktor eksposi ada 3, yaitu
kV( tegangan), mA(kuat arus), dan S(waktu). Juga ada beberapa faktor-
faktor yang mempengarui besaran faktor eksposi. Seperti filter, jarak
pemotretan, kolimasi,ukuran fokus, film dan IS, grid, jenis
pemotretan,dan proses pengolahan.
Mengatur faktor eksposi tidak boleh asal-asalan karena dapat
menyebabkan hal yg tidak di inginkan. Faktor eksposi sangat penting
karena mempengaruhi hasil radiograf kita.

6
DAFTAR PUSTAKA
http://ilmuradiologi.blogspot.co.id/2011/08/faktor-eksposi.html