Anda di halaman 1dari 13

TUGAS KONSEP DASAR KEPERAWATAN (KDK)

TRAND DAN ISU DALAM KEPERAWATAN

DI SUSUN OLEH :
KELAS : 1 REGULLER A
PRODI : D-3 KEPERAWATAN
MATA KULIAH : PSIKOLOGI
NAMA DOSEN :

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III


Tahun Ajaran 2016/2017
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan sebagai profesi dituntut untuk mengembangkan keilmuannya sebagai
wujud kepeduliannya dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia baik dalam tingkatan
preklinik maupun klinik. Untuk dapat mengembangkan keilmuannya maka keperawatan
dituntut untuk peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya setiap saat.

Keperawatan medikal bedah sebagai cabang ilmu keperawatan juga tidak terlepas dari
adanya berbagai perubahan tersebut, seperti teknologi alat kesehatan, variasi jenis penyakit
dan teknik intervensi keperawatan. Adanya berbagai perubahan yang terjadi akan
menimbulkan berbagai trend dan isu yang menuntut peningkatan pelayanan asuhan
keperawatan. Berdasarkan fenomena diatas, penulis tertarik untuk membahas Trend dan Isu
Keperawatan Komunitas serta Implikasinya terhadap Perawat di Indonesia.

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang semakin meningkat


dan mendesak, perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi semua kalangan yang
berkompeten, khususnya Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

1.2 Tujuan

1) Mengidentifikasi trend dalam keperawatan komunitas di Indonesia


2) Mengidentifikasi isu dalam keperawatan komunitas di Indonesia
3) Mengetahui implikasi trend dan isu keperawatan komunitas perawat di Indonesia.

1.2 Manfaat
1) Meningkatkan pemahaman perawat terhadap perkembangan trend dan isu keperawatan
mkomunitas di Indonesia
2) Sebagai dasar dalam mengembangkan ilmu keperawatan komunitas
3) Mengetahui keterkaitan keperawatan komunitas dengan trend dan isu yang berkembang
dalam bidang kesehatan
4) Sebagai landasan dalam melakukan penelitian baik klinik dan preklini.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Isu Aspek Legal

Telenursing akan berkaitan dengan isu aspek legal, peraturan etik dan kerahasiaan pasien
sama seperti telehealth secara keseluruhan. Di banyak negara, dan di beberapa negara bagian
di Amerika Serikat khususnya praktek telenursing dilarang (perawat yang online sebagai
koordinator harus memiliki lisensi di setiap resindesi negara bagian dan pasien yang
menerima telecare harus bersifat lokal) guna menghindari malpraktek perawat antar negara
bagian. Isu legal aspek seperti akontabilitas dan malprakatek, dsb dalam kaitan telenursing
masih dalam perdebatan dan sulit pemecahannya.

Dalam memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh maka diperlukan kebijakan
umum kesehatan (terintegrasi) yang mengatur praktek, SOP/standar operasi prosedur, etik
dan profesionalisme, keamanan, kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.
Kegiatan telenursing mesti terintegrasi dengan startegi dan kebijakan pengembangan praktek
keperawatan, penyediaan pelayanan asuhan keperawatan, dan sistem pendidikan dan
pelatihan keperawatan yang menggunakan model informasi kesehatan/berbasis internet.
Perawat memiliki komitmen menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan
kerahasiaan pasien sesuai kode etik keperawatan.

Beberapa hal terkait dengan isu ini, yang secara fundamental mesti dilakukan dalam
penerapan tehnologi dalam bidang kesehatan dalam merawat pasien adalah :

1) Jaminan kerahasiaan dan jaminan pelayanan dari informasi kesehatan yang diberikan
harus tetap terjaga .
2) Pasien yang mendapatkan intervensi melalui telehealth harus diinformasikan potensial
resiko (seperti keterbatasan jaminan kerahasiaan informasi, melalui internet atau telepon)
dan keuntungannya .
3) Diseminasi data pasien seperti identifikasi pasien (suara, gambar) dapat dikontrol dengan
membuat informed consent (pernyataan persetujuan) lewat email
4) Individu yang menyalahgunakan kerahasiaan, keamanan dan peraturan dan penyalah
gunaan informasi dapat dikenakan hukuman/legal aspek.

2.2 Tren dan Isu Keperawatan Komunitas

Keperawatan merupakan profesi yang dinamis dan berkembang secara terus-menerus dan
terlibat dalam masyarakat yang yang berubah, sehingga pemenuhan dan metode keperawatan
kesehatan berubah, karena gaya hidup masyarakat berubah dan perawat sendiri juga dapat
menyesuaikan perubahan tersebut.
Keperawatan menetapkan diri dari ilmu social bidang lain karena focus asuhan
keperawatan bidang lain meluas. Tren dalam pendidikan keperawatan adalah berkembangnya
jumlah peserta keperawatan yang menerima pendidikan keperawatan, baik peserta didik dari
D3 keperawatan, S1 keperawatan atau kesehatan masayrakat sampai ke tingkat yang lebih
tinggi, yaitu S2 atau kesehatan.

Tren paraktik keperawatanmeliputi berbagai praktik di berbagai tempat praktik dimana


perawat memiliki kemandirian yang lebih besar. Perawat secara terus menerus meningkatkan
otonomi dan penghargaan sebagai anggota tim asuhan keperawatan. Peran perawat
meningkat dengan meluasnya focus asuhan keperawatan. Tren dalam keperawatan sebagai
profesi meliputi perkembangan aspek-aspek dari keperawatan yang mengkarakteristikan
keperawatan sebagai profesi meliputi: pendidikan, teori, pelayanan, otonomi, dan kode etik.
Aktivitas dari organisasi keperawatan professional menggambarkan trend an praktik
keperawatan.

Tren yang sedang dibicarakan adalah:

1) Pengaruh politik terhadap keperawatan professional


2) Pengaruh perawat dalam aturan dan praktik keperawatan
3) Puskesmas Idaman

2.2.1 Pengaruh Politik terhadap Keperawatan professional

Keterlibatan perawat dalam politik sangat terbatas. Walaupun secara individu ada
beberapa nama seperti F.Nightingale, Lilian Wald, Margaret Sunger, dan Lavinia Dock telah
mempengaruhi dalam pembuatan di berbagai bidang nampaknya perawat kurang di hargai
sebagai kelompok. Gerakan wanita telah memberikan inspirasi pada perwat mengenai
masalah keperawatan komunitas.

Kekuatan politik merupakan kemampuan untuk mempengaruhi atau meyakinkan


seseorang untuk memihak pada pemerintah untuk memperlihatkan bahwa kekuatan dari pihak
tersebut membentuk hasil yang diinginkan (Rogge,1987).

Perawat merasa tidak nyaman dengan politik karena mayoritas perawat adalah wanita dan
poolitik merupakan dominasi laki-laki (Marson,1990) .

Keterlibatan perawat dalam politik mendapatkan perhatian yang lebih besar dalam
kurikulum keperawatan, organisasi professional, dan tempat perawatan professional.
Organisasi keperawatan mampu memgabungkan semua upaya seperti pada Nursing Agenda
For Healt Care Reform (Tri-council,1991).

Strategi spesifik pengintegrasian peraturan public dalam kurikulum keperawatan,


sosialisasi dini, berpartisipasi dalam organisasi profesi, memperluas lingkungan praktik
klinik, dan menjalankan tempat pelayanan kesehatan.
2.2.2 Pengaruh Perawat dalam Peraturan dan Praktik Keperawatan

Pospek keperawatan komunitas dimasa yang akan dating cenderung semakin berkembang
dan dibutuhkan dalam system pelayanan kesehatan pemerintah. Peran perawat kesehatan
masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengatasi sebagai masalah kesehatan yang terjadi di
masa yang akan datang karena mengikuti perubahan secara keseluruhan. Dampak perubahan
tersebut dapat berpengaruh pada peran yang dilkaukan perawat. Intervensi keperawatan
kesehatan masarakat diberbagai tingkat pelayanan akan semakin besar dikarnakan adanya
kelalaian, ketidaktahuan, ketidakmauan, dan ketidakmampuan individu,keluarga, kelompok,
dan masyarakat.

Komponen–komponen perubahan dalam masyarakat :

1) Pertambahan penduduk. Pertambahan penduduk secara cepat (population) dan perubahan


dalam gambaran penduduk, diantaranya perubahan dalam komposisi usia,
penyebarannya, dan kepadatan penduduk kota besar.
2) Transisi penyakit. Perubahan pola penyakit atau transisi penyakit yaitu perubahan
penyakit menular ke penyakit degenerative, seperti penyakit jantung, kanker,
depresimental dan ansietas, stroke, peningkatan kecelakaan, alkoholisme, dan yang akhir-
akhir ini marak adalah penyalahgunaan narkotika.
3) Perkembangan industrialisasi serta perubahan kondisi social. Perkembangan
industrialisasi serta perubahan kondisi social yang cepat dengan di sertai perubahan-
perubahan sikap, niali, gaya hidup, kondisi lingkungan, kelompok-kelompok masyarakat
baru, masalah individu, dan masyarakat.
4) Meningkatnya pengetahuan masarakat sebagai pelayanan kesehatan akan meningkatkan
juga harapan mereka terhadap mutu pelayanan keperawatan dan kesehatanpola pelayanan
kesehatan yang baru akan meningkatkan pencpaian kesehatan bagi semua orang pada
tahun 2000.
5) Kurang tenaga medis menyebabkan pelimpahan tanggung jawab atau wewenang pada
perawat.
6) Masyarakat akan menjadi rekan kerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Banyak
pelayanan yang akan dilaksanakan di luar rumah sakit, misalnya pelayanan pada
rehabilitasi, kesehatan jiwa, dan lain-lain.

2.3 Puskesmas Idamam

Puskesmas Idaman adalah Puskesmas dengan pelayanan kesehatan bermutu yang


memenuhi atau melebihi harapan pelanggan serta memberi pelayanan yang sesuai dengan
standart operating procedure (SOP) pelayanan kesehatan. “Puskesmas Idaman” sebagai
pelayanan masyarakat, akan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan yang sesuai dengan harapan pelanggan, oleh karena itu Puskesmas Idaman juga
merubah paradigma dari “ Puskesmas yang mengatur Masyarakat” menjadi “Puskesmas yang
memenuhi harapan Masyarakat”.
Puskesmas Idaman adalah Puskesmas dengan pelayanan kesehatan yang bermutu yang
sesuai dengan standart operating procedure (SOP) untuk memenuhi atau melebihi harapan
pelanggan , baik pelanggan eksternal maupun internal.

Visi dan Misi Puskesmas Idaman :

1) ”Puskesmas Idaman yang bermutu”, merupakan visi Puskesmas Idaman yang


menggambarkan keadaan yang ingin dicapai oleh Puskesmas di masa yang akan datang
yaitu Puskesmas dengan pelayanan kesehatan bermutu untuk memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan , baik pelanggan eksternal maupun internal.
2) Untuk mencapai visi Puskesmas Idaman tersebut, ditetapakan misi sebagai berikut:
3) Memastikan Pelanggan Puskesmas.Pelanggan Puskesmas perlu diketahui, untuk
mengetahui seberapa besar potensipasar yang akan kita layani.
4) Memahami psikografi Pelanggan Puskesmas.Psikografi pelanggan perlu diketahui untuk
mengetahui budaya , perilaku dankebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan,
sehingga kita dapat mengantisipasi bentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan
kebutuhan.
5) Menata Mindset Tim Pelayaan Prima di Puskesmas Idaman.Pola pikir semua pegawai
perlu ditata dan disamakan, dengan tujuan agar semua pegawai mempunyai polapikir
yang sama untuk menyelenggarakan pelayanan prima di Puskesmas Idaman.
6) Memberi kesempatan pada “front liner” untuk ikut mengambil keputusan dan
memberikan saran dalam pelaksanaan pelayanan prima di Puskesmas.Pegawai di garis
depan “front liner” seperti petugas parkir dan loket, merupakan orang pertama yang
kontak dengan pelanggan, oleh karena itu mereka banyak mengetahui informasi yang kita
butuhkan dalam pengambilan keputusan pelaksanaan pelayanankesehatan di Puskesmas
Idaman.
7) Mengembangkan pelayanan kesehatan yang tak terlupakan pada Pelanggan.Dengan
memberi pelayanan kesehatan yang memberi kesan ”WOO”, maka hal tersebut akan
membanggakan dan memuaskan pada pelanggan yang juga dapat berfungsi sebagai
promosi antar pelanggan.
8) Menjalin komunikasi terus menerus dengan Pelanggan untuk menciptakan ”Customer
Market Relationship”.Komunikasi dengan pelanggan yang terjalin baik, akan
menimbulkan ikatan batin antar mereka sehingga hal tersebut akan membuat pelanggan
menjadi loyal.
9) Melakukan penyesuaian organisasi terus menerus untuk peningkatan mutu pelayanan
kesehatan.

Perubahan organisasi akan terjadi terus menerus, baik karena pengaruh lingkungan
internal maupun eksternal serta tuntutan pelanggan yang terus berubah, untuk itu Puskesmas
Idaman harus selalu dapat menyesuaikan perubahan tersebut, sehingga dapat terus
mempertahankan pelayanan kesehatan yang memuaskan pelanggan.
Manfaat Puskesmas Idaman :

1. Bagi Masyarakat

a) Mendapat pelayanan kesehatan bermutu dan terjangkau


b) Masyarakat mampu mendapat pelayanan kesehatan sesuai keinginan
c) Masyarakat tidak mampu/maskin mendapat pelayanan kesehatan standard

2. Bagi Pemerintah Daerah

a) Pemerintah Daerah dapat meningkatkan mutu pelayanan pada masyarakat


b) Meningkatkan citra Puskesmas, citra Pemerintah Daerah serta meningkatkan daya saing .
c) Pemberian subsidi pada masyarakat miskin lebih efektif dan efisien

3. Bagi Tenaga Kesehatan

a) Pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan meningkat


b) Motivasi Tenaga kesehatan meningkat
c) Kesejahteraan tenaga kesehatan meningkat
d) Tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan: profesioanal sesuaidengan
pendidikannya, unggul dalam prestasi serta sopan dan santun dalam memberikan
pelayanan.
e) Tenaga kesehatan berpenampilan rapi dan bersih, khusus untuk dokter dan dokter gigi
memakai jas dokter pada saat melayani pasien.
f) Obat yang diberikan kepada pasien adalah obat generik berblister .
g) Pelanggan diperlakukan secara ramah dan sopan serta dengan penuh simpati dibantu
sepenuhnya keperluaanya datang ke Puskesmas.
h) Tenaga kesehatan cepat dan tanggap dalam merespon keluhan dan keinginan pelanggan .
i) Semua pegawai Puskesmas mempunyai komitmen, etika dan semangat/motivasi yang
tinggi untuk melaksanakan pelayanan prima di Puskesmas .
j) Tempat pelayanan kesehatan ditata rapi dan bersih, dan ber-AC, sehingga member
kenyamanan pada pasien dan tenaga kesehatan yang melayaninya .
k) Ruang tunggu pasien ditata rapi dan bersih serta dilengkapai sarana hiburan yang sesuai
dengan harapan pasien .
l) Kamar mandi dan WC bersih, tidak bau dan cukup air, serta dibersihkan setiap hari
m) Lingkungan Puskesmas dibuat taman yang membuat suasana asri dan segar.
n) Supervisi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan ditindaklanjuti dengan pertemuan
pemecahan masalah di Dinas Kesehatan .
o) Survey kepuasan pelanggan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali serta ditindaklanjuti
dengan perbaikan pelayanan kesehatan
p) Manajemen Puskesmas Idaman berpedoman pada SK Menkes RI No:
128/MENKES/SK/II/2004 tentang: Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.
Upaya dan Azas Penyelenggaraan :

1. Upaya Kesehatan

Upaya kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Idaman upaya kesehatan


perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut dikelompokan
menjadi dua yakni:

a) Upaya Kesehatan wajib adalah upaya kesehatan yang wajib dillaksanakan oleh
Puskesmas Idaman, upaya kesehatan wajib tersebut adalah:
 Upaya Promosi Kesehatan
 Upaya Kesehatan Lingkugan
 Upaya Kesehatan Ibu dan anak serta Keluarga Berencana
 Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat
 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
 Upaya Pengobatan
b) Upaya kesehatan Pengembangan adalah upaya kesehatan inovatif berdasarkan
permasalahan kesehatan di masyarakat serta disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas.
 Upaya Kesehatan Sekolah
 Upaya Kesehatan Olah Raga
 Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
 Upaya Kesehatan Kerja
 Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
 Upaya Kesehatan Jiwa
 Upaya Kesehatan Mata
 Upaya Kesehatan Usia Lanjut
 Upaya Pembinaan Pengobatan tradisional

2. Azas Penyelenggaraan

a) Azas pertanggungawaban wilayah, artinya Puskesmas Idaman bertanggung jawab


meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya.
b) Azas pemberdayaan masyararakat, artinya Puskesmas Idaman wajib memberdayakan
perorangan, keluarga dan masyarakat, agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap
upaya Puskesmas.
c) Azas keterpaduan, artinya penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas harus
diselenggarakan secara terpadu baik keterpaduan lintas program aupun lintas sektor.
d) Azas rujukan, artinya untuk menyelesaikan berbagai masalah kesehatan di Puskesmas
yang mempunyai kemampuan terbatas, perlu ditopang oleh azas rujukan, baik rujukan
upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat.
3. Upaya Peningkatan Mutu

a) Fokus utama peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Idaman, terletak pada
dua aspek:
1. Peningkatan wawasan dan ketrampilan tenaga kesehatan, serta
2. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan
b) Memperbaiki manajemen pelayanan kesehatan yang fokus pada pelanggan, artinya
perbaikan manajemen ditujukan untuk memberikan kepuasan pada pelanggan
c) Kepuasan pelanggan dapat diperoleh jika pelayanan kesehatan dapat mengatasi hal-hal
yang tidak disukai pelanggan
d) Pelanggan yang puas akan menjadi loyal yang juga berakibat pada peningkatan
kunjungan
e) Peningkatan kunjungan akan berakibat bertambahnya pendapatan bagi Puskesmas Idaman
Pendapatan yang diperoleh dipergunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
disamping memberi insentif pada tenaga kesehatan.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Telenursing membantu pasien dan keluarganya untuk berpartisipasi aktif dalam


perawatan, terutama sekali untuk self management pada penyakit kronis. Hal itu
memungkinkan perawat untuk menyediakan informasi secara akurat dan tepat waktu dan
memberikan dukungan secara langsung (online). Kesinambungan pelayanan ditingkatkan
dengan memberi kesempatan kontak yang sering antara penyedia pelayanan kesehatan dan
pasien dan keluarga-keluarga merek Telenursing saat ini semakin berkembang pesat di
banyak Negara.

Tren paraktik keperawatan meliputi berbagai praktik di berbagai tempat praktik dimana
perawat memiliki kemandirian yang lebih besar. Perawat secara terus menerus meningkatkan
otonomi dan penghargaan sebagai anggota tim asuhan keperawatan. Peran perawat
meningkat dengan meluasnya focus asuhan keperawatan. Tren dalam keperawatan sebagai
profesi meliputi perkembangan aspek-aspek dari keperawatan yang mengkarakteristikan
keperawatan sebagai profesi meliputi: pendidikan, teori, pelayanan, otonomi, dan kode etik.

3.2 Saran

Diharapkan kepada mahasiswa POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III yang nantinya


sebagai tenaga kesehatan di masyarakat dapat mengetahui Trend dan Isu Keperawatan dan
dapat memberikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.
DAFTAR PUSTAKA

American Nurses’ Association, Council of Community Health Nurses, 1986. “Standards of


Community Health Nursing Practice”. Kansas city: ANA.

American Nurses’ Association.1986. “Standards of Community Health Nursing Practice”.


Washington DC: Author

Departemen RI.1993. ”Perawatan Kesehatan Masyarakat”. Jakarta: Depkes RI Departemen


RI.1998. “Proyek Peningkatan Pelayanan Puskesmas, Modul A-E, pengembangan Program
Jaminan Mutu Pelayana