Anda di halaman 1dari 16

Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah

dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

CYCLONE ( CY-01 )
Tugas : Memisahkan hasil ZrO2 berupa solid yang masih tercampur pengotor lain
setelah proses kalsinasi di Reaktor – 02 sebanyak 132.11 kg/jam sebelum
masuk Bin ZrO2.
Jenis cyclone : Reverse-flow Cyclone

Tabel 1-1. Komponen di Dalam Cyclone


cyclone
Output
Komponen Komponen
HK LK
ZrOCl2.8H2O 38.39 3.84 34.55
Na2ZrO3(s) 4.68 0.47 4.21
Ilmenite (FeTiO2) 0.07 0.01 0.07
Leucoxene 0.02 0.00 0.02
Rutile (TiO2) 0.43 0.04 0.38
Hornbleride 0.14 0.01 0.12
Maghemite 0.01 0.00 0.01
Tourmaline 0.45 0.05 0.41
Pyrite (FeS2) 0.84 0.08 0.75
ZrO2.7H2O(s) 24.69 2.47 22.22
ZrSiO4(s) 17.42 1.74 15.68
ZrO2 132.11 118.90 13.21

Total 219.25 127.62 91.63

Pada proses dalam Reaktor -02, masih terdapat inert berupa solid yang belum
teruapkan. Maka untuk memisahkan inert tersebut agar dapat menaikkan kemurnian hasil,
maka digunakan alat untuk memisahkan solid (pengotor/inert) dan solid (hasi/ZrO2) yaitu
dengan pemisahan gas-solid separator.

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-1
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

1. Mekanisme Kerja

Skema Cyclone ditunjukkan pada Gambar 1 :

Gambar 1. Cyclone

Pada proses ini dipilih alat Reverse-flow Cyclone, alasan ini dipilih dikarenakan Reverse-
flow Cyclone adalah alat yang biasa digunakan dalam industri, konstruksinya mudah, tempat
yang dibutuhkan relative kecil, bahan mudah didapat dan tahan suhu tinggi serta tekanan tinggi.
Berikut merupakan perbandingan alat Cyclone dengan alat separator yang lain :

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-2
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Daftar 2. Perbandingan Alat Cyclone dengan Alat Separator yang lain

Prinsip kerja alat ini adalah dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Pertama campuran
gas-solid masuk lewat atas kemudian turun ke bawah dengan cara berputar menuju conical
section, lalu campuran tersebut dengan cepat kembali berputar keatas, partikel padatan yang
kecil kemudian akan terpisah menuju ke bawah sementara gas akan terpisah ke bagian atas
cyclone (Coulson, 1983).

2. Pemilihan Proses dan Asumsi yang Digunakan

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam meakanisme reaksi ini adalah :


1. Tidak ada reaksi yang terjadi
2. Keadaan steady state atau ajeg
3. Selama proses pemisahan berlangsung, volum udara yang ditiupkan dalam cyclone tetap
1.87 m3/s (∆G=0)
4. Ukuran partikel seragam pada 50 mikron

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-3
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

3. Persamaan Perancangan
A. Merancang Tipe Cyclone, Efisiensi Cyclone, dan Ukuran Partikel

Pada proses pemisahan kali ini diinginkan efisiensi yang tinggi untuk mencapai persen
kemurnian yang tinggi. Maka dari itu diugnakan tipe high efficiency cyclone. Untuk
mendapat efisiensi mendekati 100% berdasarkan Fig 10.46 di Coulson,1983 ukuran
partikel harus diatas 50 mikron.

Berikut grafik yang menggambarkan hubungan diameter partikel dengan efisiensi


cyclone sebelum dilakukan skalisasi :

Gambar 3. Hubungan Diameter Partikel dengan Efisiensi Cyclone Tipe High Efficiency Cyclone
Sebelum dilakukan Skalisasi

B. Merancang Saltation Velocity, Flowrate Gas dan Jumlah Cyclone


Pada proses pemisahan solid-solid diperlukan perhitungan yang presisi agar inert
dengan produk dapat terpisah dengan sempurna. Salah satu variabel penting untuk
mengetahui apakah padatan terpisah atau tidak adalah saltation velocity. Saltation
velocity adalah kecepatan angin yang ditiupkan sehingga terjadi gaya angkat sebuah
padatan dalam hal ini partikel yang diinginkan untuk terpisah. Dengan adanya saltation

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-4
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

velocity kita juga dapat mengetahui berapa banyak berapa flowrate gas yang diperlukan
dan juga jumlah dari cyclone yang diperlukan.

Berikut adalah tabel yang digunakan untuk mendapatkan properties dari zircon :

Gambar 4. Properties berbagai padatan berdasarkan hasil percobaan

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-5
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Dikarenakan ukuran partikel yang digunakan adalah 1100 mikron (1.1mm) maka
digunakanlah range 1-1.2 mm. Dengan diameter partikel 1-1.2 mm didapat variasi nilai
saltation velocity 1.275-2.875 m/s berdasarkan nilai total saltation length, (m) yang
diinginkan. Berikut adalah grafik yang digunakan dalam penentuan nilai saltation
velocity.

Gambar 5. Distribusi total pangjang saltation berdasarkan Saltation velocity

Setelah didapat nilai saltation velocity, kita dapat menentukan nilai flowrate gas (gas
velocity). Didapat dari perhitungan antara saltation velocity dikalikan dengan nilai luas
partikel padatan yang dipisahkan. Untuk menghitung jumlah cyclone yang digunakan
perlu dihitung dengan paralel

C. Perancangan Alat
Pada proses perancangan alat digunakan standard cyclone dimension, sesuai figure
10.44 di Coulson 1983. Untuk ukuran diameter partikel tertentu dan efisiensi tertentu,

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-6
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

ukuran cyclones sudah fixed, sehingga untuk memperbesar kapasitas cyclones perlu
dilakukan paralel. Konfigurasi cyclones didasarkan atas Stairmand-Standard untuk High
Efficiency cyclone.

Berikut grafik yang sesuai konfigurasi cyclone untuk high efficiency cyclone:

Gambar 6. Konfigurasi pada Perancangan Cyclone Tipe High Efficiency Cyclone


Untuk dari itu kita dapat mendapatkan ukuran cyclone berdasarkan Dc. Dc didapatkan
berdasarkan persamaan :

Flow rate gas


𝐷𝑐 = √
Inlet velocity x Jumlah Cyclone x 0.1

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-7
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

D. Menentukan Performance dan Efisiensi


Untuk mengetahui apakah cyclone yang kita rancang sudah baik atau belum perlu
dihitung seberapa baik performance dan juga efisien proses pemisahannya. Maka dari itu
itu diperlukan persamaan dalam menghitung performance dan juga efisiensinya. Berikut
adalah persamaan scalling factor untuk mengerahui performance dan efisiensinya :

1
d 2  Dc 2  Q1  1  2 
3 2

      
d1  Dc1  Q 2  2  1 

Keterangan :
d1 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada kondisi
standard dengan tingkat effisiensi yang dipilih
d2 Diameter rata-rata partikel yang diseparasi pada desain dengan
tingkat effisiensi yang sama
Dc1 Diameter dari standard cyclones, 8 inches ( 203 mm )
Dc2 Diameter dari cyclones yang didesain
Q1 Standard Flow rate;
- Untuk high eficiency, 223 m3/hr
- Untuk high throughput design , 669 m3/hr
Q2 Flow rate daridesain, m3/hr
 1 Perbedaan densitas solid-fluida pada kondisi standard, 2000
kg/ m3
 2 Perbedaan densitas solid-fluida pada desain, kg/ m3
1 Viskositas fluida standard ( air ,1 atm, 20oC ) , 0.018 cP
2 Viskositas fluida desain cP

Dengan mengetahui seberapa besar factor scalling yang terjadi kita dapat mengukur
performance alat saat operasi dengan cara skalisasi berdasarkan grafik efisiensi yang
telah ada.

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-8
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Berikut adalah cara untuk melakukan skalisasi :

Gambar 7. Cara Skalisasi berdasarkan nilai scalling factor


Dengan adanya nilai scalling factor kita dapat menghitung seberapa besar performanc
dan efisiensi cyclone yang dirancang.

E. Penentuan Pressure Drop

Pressure drop dalam putaran cyclone pasti akan terjadi. Hal ini dikarenakan udara
yang masuk dan keluar akan bergesekan dan kehilangan energi kinetik dalam cyclone itu
sendiri. Persamaan empiris yang diberikan oleh Stairmand (1949) dapat digunakan untuk
menentukan pressure drop :

Keterangan
∆P = Pressure drop Cyclone , milibars
ρf = Densitas gas , Kg/m3
u1 = Kecepatan inlet udara, m/s
u2 = Kecepatan outlet udara, m/s
φ = Faktor koreksi dari grafik 10.47, Coulson 1983
ψ = Parameter dalam grafik 10.47, Coulson 1983

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-9
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Untuk menghitung nilai dari φ kita membutuhkan grafik 10.47, Coulson 1983.

Gambar 8. Faktor Pressure Drop Cyclone

Dan, untuk mengetahui berapa besaran dari nilai ψ dibutuhkan persamaan berikut

Keterangan :
fc = Faktor friksi dari, 0.005 untuk gas
As = Luas permukaan yang berkontak antara gas dengan padatan, m2
A1 = Luas permukaan input, m2

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-10
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

4. Hasil Perhitungan

A. Menentukan Tipe Cyclone, Efisiensi Cyclone, dan Ukuran Partikel

Pada proses pemisahan kali ini diinginkan efisiensi yang tinggi untuk mencapai
persen kemurnian yang tinggi. Maka dari itu diugnakan tipe high efficiency cyclone.
Untuk mendapat efisiensi mendekati 100% berdasarkan Fig 10.46 di Coulson,1983
ukuran partikel harus diatas 50 mikron. Maka dari itu pada proses kali ini digunakan
ukuran 1100 mikron, hal ini dilakukan supaya saat nanti ada pengurangan efisiensi
setelah scalling factor efisiensi tetap tinggi.

B. Menentukan Saltation Velocity, Flowrate Gas dan Jumlah Cyclone

Dikarenakan ukuran partikel yang digunakan adalah 1100 mikron (1.1mm) maka
digunakanlah range 1-1.2 mm. Dengan diameter partikel 1-1.2 mm didapat variasi nilai
saltation velocity maksimal 1.275-2.875 m/s berdasarkan nilai total saltation length, (m)
yang diinginkan sesuai dengan grafik yang digunakan dalam penentuan nilai saltation
velocity. Karena Zircon diinginkan sebagai heavy key (produk bawah) maka maksimal
udara yang ditiupkan 1275 m/s. Jumlah Cyclone yang digunakan sebanyak satu,
dikarenakan nilai flowrate gas hanya 4.641 m3/s

C. Merancang Ukuran Alat

Pada proses perancangan alat digunakan standard cyclone dimension, sesuai figure 10.44
di Coulson 1983. Untuk ukuran diameter partikel 1100 dan efisiensi awal hamper
100%. Karena ukuran cyclones sudah fixed, sehingga untuk memperbesar kapasitas
cyclone perlu dilakukan penambahan cyclone secara paralel. Konfigurasi cyclones
didasarkan atas Stairmand-Standard untuk High Efficiency cyclone. Untuk dari itu kita
dapat mendapatkan ukuran cyclone berdasarkan Dc.

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-11
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Berikut adalah perhitungan Dc untuk dua jumlah cyclone:

Flow rate gas


𝐷𝑐 = √
Inlet velocity x Jumlah Cyclone x 0.1

4.641
𝐷𝑐 = √
15 x 1 x 0.1

𝐷𝑐 = 1.76 m

D. Menghitung Performance dan Efisiensi

Untuk mengetahui apakah cyclone yang kita rancang sudah baik atau belum perlu
dihitung seberapa baik performance dan juga efisien proses pemisahannya. Maka dari itu
itu diperlukan persamaan dalam menghitung performance dan juga efisiensinya. Berikut
adalah persamaan scalling factor untuk mengerahui performance dan efisiensinya.

Scaling Factor :
1
d 2  Dc 2  Q1  1  2 
3 2

      
d1  Dc1  Q 2  2  1 
𝑑2 1.76 3 223 2000 0.02 1
= [( ) 𝑥 16707.6 𝑥 3141.27 𝑥 0.018]2
𝑑1 0.203
𝑑2
= 2.48
𝑑1
d2 = 2.48 x 1.1 mm
d2 = 2.728 mm

Particle size 1.1 mm


Fig 10.46 harus dikoreksi dengan factor scaling.
Cara scaling sudah tersedia di Coulson,1983

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-12
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

𝑆𝑐𝑎𝑙𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑓𝑎𝑐𝑡𝑜𝑟
% eff =
𝑑2
2.48
% eff = x 100%
2.728
% eff = 90 %

Diperoleh efisiensi mendekati 90 % untuk partikel 1100m, jadi masih memenuhi hasil
yang diinginkan.
Berikut grafik yang menggambarkan hubungan diameter partikel dengan efisiensi
cyclone sebelum dilakukan skalisasi :

E. Menghitung Pressure Drop

Pressure drop dalam putaran cyclone pasti akan terjadi. Hal ini dikarenakan udara
yang masuk dan keluar akan bergesekan dan kehilangan energi kinetik dalam cyclone itu
sendiri. Persamaan empiris yang diberikan oleh Stairmand (1949) dapat digunakan untuk
menentukan pressure drop :
Area of inlet duct, A1 = 880 x 352 = 309760 mm2

Cyclone surface area, As = 𝞹 1760 x (2640 + 4400)


As = 5526.4 x 7920
As = 4.377 x 107 mm2
fc nilainya 0.005 untuk factor koreksi gas
fc x As
ψ =
𝐴1
0.005 x 4.377 x 107
ψ =
309760

ψ = 0.71
352
𝑟𝑡 (1760−( ))
2
=
𝑟𝑒 880

𝑟𝑡
= 1.52
𝑟𝑒

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-13
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Untuk menghitung nilai dari φ kita membutuhkan grafik 10.47, Coulson 1983.

Dari grafik diatas φ = 0.8


u1 = 16707.6 m3/hr
16707.6 106
u1 = x
3600 309760
u1 = 14.98 m/s

π 𝑥 8802
Area of exit pipe =
4
Area of exit pipe = 607904 mm2

Hitung u2
16707.6 106
u2 = x
3600 607904

u2 = 7.63 m/s

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-14
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

Hitung pressure drop dari persamaan Stairmand (1949)

1
∆P = 203 {14.98𝟐 [1 + 2𝑥 0.82 ( 2 𝑥 1.52 − 1 ) + 2 𝑥 7.632 ]}

∆P = 132.7 milibar ( 1353.163 mm H2O)


∆P = 0.131 atm
Pressure drop dapat diaplikasikan dalam industri.

Summary :
Jenis Cyclone : Reverse flow Cyclone
Tipe Cyclone : High efficiency Cyclone
Ukuran Partikel : 1100 mikron
Flowrate Gas : 4.641 m3/s
Efisiensi : 90 %
Pressure Drop : 0.131 atm

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-15
Prarancangan Pabrik Zirkonium Dioksida dari Pasir Zirkon Kalimantan Tengah
dengan Kapasitas 1000 Ton/Tahun

5. Gambar Detail

Cyclone

Arif Eka Putra 12/311818/TK/37563


Muhammad Luthfi Fadlillah 12/333602/TK/39950 CY-101-16