Anda di halaman 1dari 16

1

BAB II
PEMBAHASAN
Tinjauan Kasus
Seorang Ny.D berumur 60 thn dating ke rumah sakit dengan keluhan sakit kepala, kepala
terasa pusing, nyeri dibagian tengkuk dan terasa tegang dan kaku. Pasien tampak lemas,
kesakitan, dan meringis sambil memegang belakang kepalanya.
Px ttv, TD : 160/100mmHg, N: 90xm, R: 22x/m, SB: 37 C

Pengkajian
Identitas Pasien
Nama : Ny. D.W
Umur : 60 thn
Jenis Kelamin : perempuan
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Gorontalo
Status Pernikahan : Kawin
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Tumining lingkungan 5
Nomor Register : 04-67-09a
Tanggal MRS : 20-maret 2018
Tanggal Pengkajian : 21 maret 2018
Diagnosa Medis : Hipertensi

P a g e 1 | 16
2

PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn. A.D
Umur : 63 thn
Jenis Kelamin : Laki-laki
Hubungan dengan Keluarga : Suami
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Tumining lingkungan 5

KELUHAN UTAMA : pasien dating ke RS dengan keluhan kepala pusimg, sakit


kepala serta leher terasa tegang dan kaku
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
a. Provocative / Palliative
Apa yang menyebabkan gejala?
Setelah mengerjakan pekerjaan rumah dan terasa lelah kemudian timbul gejala tersebut.
Apa yang menguranginya?
Setelah minum obat darah tinggi
b. Quality / Quantity
Bagaimana rasanya, tampilannya, atau suaranya?
Rasanya nyeri dibagian kepala, suaranya parau karena menahan kesakitan
Bagaimana anda merasakan sekarang?
Rasa sakit pada kepala sudah mulai mengurang
Lebih parah atau lebih ringan dari yang dirasakan sebelumnya?
Lebih ringan dari sebelumnya
c. Regio / Radiasi
Di bagian mana gejala dirasakan?
Dibagian kepala
Apakah menyebar?
Ya menyebar sampai ke belakang leher
d. Saverity / Keparahan (scala)
Bagaimana intensitasnya (skala)?

P a g e 2 | 16
3

4 Bagaimana pengaruhnya terhadap aktivitas?


Klien tidak bisa melakukan aktivitas seperti pekerjaan rumah karena sakit yang melanda
e. Time / Waktu
Kapan hal itu mulai timbul dan bagaimana terjadinya?
Sehari yang lalu terjadi dan terjadi secara tiba-tiba pada saat klien sedang mengerjakan
pekerjaan rumah
Berapa lama terjadinya?
Sekitaran 20menit dan langsung dibawa ke Rumah Sakit
Frekwensi?
Durasi?
Sekitaran 20 menit

RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU


Penyakit yang pernah dialami dan tindakan pengobatan yang dilakukan?
Penggunaan obat?
Pernah dirawat/dioperasi? Lamanya dirawat?
Pernah, saat melahirkan dulu, selama 1 minggu dirawat di rs
Alergi? Tidak mempunyai alergi
Status imunisasi? Lengkap
Riwayat kehamilan dan persalinan?
Ya pernah, selama 2x

RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


Orang tua?
Pernah mempunyai riwayat DM dan Hipertensi
Saudara kandung? Tidak ada
Penyakit keturunan yang ada? Hipertensi dan DM
Anggota keluarga yang meninggal? Ibu meninggal karena DM
Penyebab meninggal? Karena penyakit Diabetes Melitus

P a g e 3 | 16
4

POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI


a. Pola Nutrisi
1. Sebelum sakit
· Frekwensi makan : 3 x sehari
· Jumlah makanan :1
· Jenis makanan : nasi, ikan dan sayur
· Alergi / intoleransi makanan : tidak ada alergi
· Nafsu makan :
( ~ ) baik
( ) meningkat
( ) menurun
( ) penurunan sensasi rasa
( ) mual muntah
( ) stomatitis
· Berat badan : 65 kg
· Tinggi badan : 160 cm

2. Saat sakit
· Frekwensi makan : 3x1
· Jumlah makanan :1
· Jenis makanan : bubur sayur dan ikan
· Alergi / intoleransi makanan : tidak ada alergi makanan
· Nafsu makan :
( ~ ) baik
( ) meningkat
( ) menurun
( ) penurunan sensasi rasa
( ) mual muntah
( ) stomatitis
· Berat badan : 65 kg

P a g e 4 | 16
5

· Tinggi badan : 160 cm


· Masalah makan dan minum? Tidak ada masalah dalam makan dan minum
· Gigi Palsu? Tidak ada
· Upaya mengatasi masalah?

b. Pola Eliminasi
1. Sebelum sakit
BAB
· Frekwensi : 2x sehari
· Waktu : tidak menentu
· Konsistensi :
· Warna : kekuningan
· BAB terakhir : saat sebelum masuk rumah sakit
· Penggunaan pencahar : tidak menggunakan pencahar

BAK
· Frekwensi : kalau banyak minum bisa sering buang air
· Warna : kekuningan
· Bau : tidak ada bau

2. Saat sakit
BAB
· Frekwensi : 2x sehari
· Waktu : berubah-ubah
· Konsistensi : padat
· Warna : kekuningan
· BAB terakhir : sore saat masuk rs
· Penggunaan pencahar : tidak
· Riwayat perdarahan :
· ( ) diare ( ) konstipasi ( ) inkontinensia

P a g e 5 | 16
6

BAK
· Frekwensi : 3-4x sehari
· Warna : kekuningan
· Bau :-
· Jumlah :
· Nyeri / rasa terbakar?-
· Riwayat penyakit ginjal / kandung kemih? -
· Penggunaan deuritika? -
· Penggunaan alat bantu (kateter)? -
· ( ) inkontine
( ) hematuri
( ) retensi
( ) anuria
( ) oliguri
( ) nokturia
( ) lain-lain : ......................................................................
· Upaya mengatasi masalah?

c. Pola Aktivitas, Latihan, dan Bermain


1. Sebelum sakit
· Kegiatan dalam pekerjaan? Kegiatan dlam rumah seperti membersihkan rumah
· Olahraga: Jenis? Frekwensi?-
· Kegiatan di waktu luang?-

2. Saat sakit
· Kegiatan perawatan
- Mandi
( ) mandiri
( ) dibantu sebagian

P a g e 6 | 16
7

( ~ ) perlu bantuan orang lain


( ) perlu bantuan orang lain dan alat
( ) tergantung / tidak mampu
- Berpakaian
( ) mandiri
( ~ ) dibantu sebagian
( ) perlu bantuan orang lain
( ) perlu bantuan orang lain dan alat
( ) tergantung / tidak mampu
- Eliminasi
( ) mandiri
( ~ ) dibantu sebagian
( ) perlu bantuan orang lain
( ) perlu bantuan orang lain dan alat
( ) tergantung / tidak mampu
- Makan & Minum
( ) mandiri
( ~ ) dibantu sebagian
( ) perlu bantuan orang lain
( ) perlu bantuan orang lain dan alat
( ) tergantung / tidak mampu
- Mobilisasi
( ~ ) mandiri
( ) dibantu sebagian
( ) perlu bantuan orang lain
( ) perlu bantuan orang lain dan alat
( ) tergantung / tidak mampu
- Ambulasi
( ) mandiri
( ) dibantu sebagian

P a g e 7 | 16
8

( ) perlu bantuan orang lain


( ) perlu bantuan orang lain dan alat
( ) tergantung / tidak mampu
· Alat bantu :-
( ) kruk
( ) kursi roda
( ) tongkat
( ) lain-lain : ......................................................................

d. Pola Istirahat dan Tidur


1. Sebelum sakit
· Waktu tidur (jam) : jam 21.00
· Waktu bangun : jam 06.00
· Masalah tidur : tidak terlalu sulit untuktidur
· Hal-hal yang mempermudah tidur : nonton tv
· Hal-hal yang mempermudah bangun : ayam berkokok

2. Saat sakit
· Waktu tidur (jam) : jam 22.00 kadang kalo susan tidur sampai jam
24.00
· Waktu bangun : jam 08.00 itupun kalau ada yang
membangunkan
· Masalah tidur : susah tidur karena tegangan sakit kepala
· Hal-hal yang mempermudah tidur : nonton tv tapi dirumah sakit tidak jadi kesulitan
saat tidur
· Hal-hal yang mempermudah bangun : goncangan dari orang lain
· Masalah tidur :
( ) sering bangun
( ~ ) insomnia

P a g e 8 | 16
9

e. Pola Kebersihan / Personal Hygiene


1. Sebelum sakit
· Mandi : 2x/hari
· Keramas : 3x/minggu
· Ganti pakaian : 2-3x/hari
· Sikat gigi : 3x/hari
· Memotong kuku : 1x/minggu

2. Saat sakit
· Mandi : 1x/hari
· Keramas : 1x/minggu
· Ganti pakaian : 2-3x/hari
· Sikat gigi : 3x/hari
· Memotong kuku : 1x/minggu

PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum
Compos mentis (kesadaran penuh)
GCS 4 5 6
b. Tanda-tanda Vital
· Tensi : 160/100
· RR : 22x/m
· Nadi : 90x/m
· Suhu : 36◦ C
· BB : 60 kg

Table Analisa Data

P a g e 9 | 16
10

No Symptom Etiologi Problem

1. Ds: - pasien mengatakan Tekanan vaskuler Gangguan rasa nyaman b/d nyeri
kepala pusing Secara tidak adekuat kepala d/o peningkatan tekanan
- Pasien mengatakan darah serebral
kepalanya terasa
nyeri
- Pasien mengatakan
tengkuknya terasa Peningkatan tekanan
tegang dan kaku vaskuler serebral
DO: - pasien tampak pucat
- Pasien tampak
kelelahan
- Pasien tampak
meringis Menekan serabut saraf otak
- Px TTV
TD: 160/100
R : 22x/m
N: 90x/m
SB 37 C Nyeri pada kepala

P a g e 10 | 16
11

2. Ds: - pasien menga Medulla otak Penurunan Curah Jantung


takan kepala pusing
- Pasien mengatakan
kepalanya terasa
nyeri Rangsangan Saraf simpatis
- Pasien mengatakan
tengkuknya terasa
tegang dan kaku
DO: - pasien tampak pucat Ganglia simpatis
- Pasien tampak
kelelahan
- Pasien tampak
meringis Pepasan norepirefirin
- Px TTV
TD: 160/100
R : 22x/m Kontriksi pembuluh darah
N: 90x/m
SB 37 C

Perubahan struktural
fungsional sistem pembuluh
darah perifer

Penurunan distensi daya


reging pembuluh darah

Penurunan curah jantung

P a g e 11 | 16
12

Table Intervensi
No Dx Noc Nic

1. Berhubungan dengan Tujuan setelah dilakukan 1. kaji skala nyeri


gangguan rasa nyaman b/d tindakan keperawatan selama 2. lakukan terapi/
nyeri pada kepala d/o 1x8jam, pasien diharapkan message daerah kepala
peningkatan darah serebral, mencapai KH : leher sampi punggung.
yang d/d : 1. nyeri berkurang 3. kaji pola istirahat
DS: - ps mengatakan nyeri 2. nyeri kepala hilang klien
kepala 3. istirahat yang total 4. kolaborasi
- Ps mengatakan Pemberian amlodipine
kepala pusing
- Ps mengatakan
tengkuknya terasa
tegang dan kaku
DO: - ps tampak lemah
- Pasien tamak
meringis ksakitan
- Pasien tampak pucat

P a g e 12 | 16
13

2. Berhubungan curah jantung Tujuan setelah dilakukan 1. monitor ttv


b/d preload, afterload d/d tindakan keperawatan selama 2. kaji elektrolit/
keletihan, dan pucat : 1x8jam, pasien diharapkan cairan
mencapai KH : 3. auskultasi tenus
DS: - ps mengatakan nyeri jantung dan bunyi
kepala 1. TTV normal napas
- Ps mengatakan 2. daya tahan tubuh meningkat
kepala pusing 3. status pernapasan normal
- Ps mengatakan
tengkuknya terasa
tegang dan kaku
DO: - ps tampak lemah
- Pasien tamak
meringis ksakitan
- Pasien tampak pucat

Table Implementasi
No Dx Waktu IMPLEMENTASI RESPON
1. Berhubungan dengan 1) 8.15 1. mengkaji skala nyeri DS: - pasien
gangguan rasa nyaman 2) 8.25 2. melakukan terapi dari mengatakan
b/d nyeri pada kepala 3) 9.00 kepala, leher, sampai nyeri berkurang
d/o peningkatan darah punggung. Pasien
serebral, yang d/d : Mengkaji pola istirahat mengatakan
DS: - ps mengatakan pasien kepalanya sudah
nyeri kepala 3. memberikan terapi obat membaik da
- Ps mengatakan amlodipine leher tidak kaku
kepala pusing lagi
- Ps mengatakan Pasien
tengkuknya mengatakan
terasa tegang sudah bisa tidur
dan kaku dengan baik
DO: - ps tampak DO: pasien
lemah tampak tidak
- Pasien tamak meringis
meringis Pasien tampak

P a g e 13 | 16
14

ksakitan ceria
Pasien tampak pucat Pasien tampak
tidak lemas lagi
TTV normal

2. Berhubungan curah 1) 12.30 1. memonitoring ttv DS: pasien


jantung b/d preload, 2) 13.15 2. mengkaji elektrolit dan mengatakan
afterload d/d keletihan, cairan yang masuk tidak merasa
dan pucat : 3) 13.30 3. mengkaji / mendengar tertekan pada
tenus jantung dan bunyi tengkuknya
DS: - ps mengatakan napas Pasien
nyeri kepala mengatakan
- Ps mengatakan lebih baik dari
kepala pusing kemarin
- Ps mengatakan DO: klien
tengkuknya tampak ceri
terasa tegang Klien tampak
dan kaku tidak kesakitan
DO: - ps tampak lagi
lemah Wajah klien
- Pasien tamak tampak tidak
meringis pucat
ksakitan
Pasien tampak pucat

Table Evaluasi

No Dx Evaluasi

P a g e 14 | 16
15

1. Berhubungan dengan gangguan rasa S : - pasien mengatakan nyerinya sudah hilang


nyaman b/d nyeri pada kepala d/o - Pasien mengatakan tengkukny sudah tidak
peningkatan darah serebral, yang d/d : kaku lagi
DS: - ps mengatakan nyeri kepala - pasien mengatakan sudah bisa istirahat
- Ps mengatakan kepala pusing dengan baik
- Ps mengatakan tengkuknya
terasa tegang dan kaku O : pasien tampak tidak kesakitan
DO: - ps tampak lemah Pasien tampak ceria
- Pasien tamak meringis ksakitan Pasien tampak bisa istirahat dengan nyaman
Pasien tampak pucat
A : Masalah teratasi

P: intervensi dihentikan

2. Berhubungan curah jantung b/d S : klien mengatakan nyerinya sudah hilang


preload, afterload d/d keletihan, dan Klien mengatakan sudah bisa istirahat dengan
pucat : baik
Klien mengatakan sudah tidak keletihan
DS: - ps mengatakan nyeri kepala seperti kemrin
- Ps mengatakan kepala pusing
- Ps mengatakan tengkuknya O: kien tampak ceria
terasa tegang dan kaku Klien tampak merasa lebih baik
DO: - ps tampak lemah Klien tampak memenuhi kebutuhan
- Pasien tamak meringis ksakitan cairannya
Pasien tampak pucat Klien tampak tak pucat lagi

A: masalah teratasi

P: intervensi dihentikan

P a g e 15 | 16
16

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan
tekanan darah secara kronis (dalam jangka lama) penderita yang mempunyai sekurang-
kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan
mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah salah satu resiko untuk stroke,
serangan jantung, gagal jantung, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.

P a g e 16 | 16