Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BINTAN


KEGIATAN PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR
PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2019

SKPD : Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan


Program : Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
Kegiatan : Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
Capaian Program : 1. Terlaksananya kegiatan Posbindu PTM
2. Terlaksananya pembinaan dan Pemantauan dan
evaluasi kegiatan PTM
Input ( Masukan ) : 1. Tersedianya tenaga pengelola program PTM ditingkat
puskesmas, Posbindu PTM,
2. Tersedianya Kebijakan, petunjuk teknis, metoda ,dana
serta sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
masyarakat.

Output ( Keluaran ) : Terlaksananya Pertemuan sosialisasi dan Review,


monitoring, evaluasi, pembinaan teknis serta konsultasi
program PTM. Tersedianya bahan cetak pendukung
kegiatan.
Outcome ( Hasil ) : Terlaksannya kegiatan Posbindu PTM di setiap
desa/kelurhan dan kegiatan PANDU PTM di FKTP.
Tersedianya informasi tentang hasil skrining faktor risiko
PTM dan proporsi Penyakit Tidak Menular di masyarakat
Kabupaten Bintan tahun 2018 melalui kegiatan PTM serta
surveilans Posbindu PTM dan FKTP.

I. LATAR BELAKANG

1. Dasar hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;
2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah
dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah OtonomPermenkes No.43 / 2016
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
4. Permenkes NO.71 tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak
Menular.
5. Peraturan Daerah Kabupaten Bintan No. 7 tahun 2016 tentang Pembentukan
dan Susunan Perangkat Daerah.
6. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan No.76/SK/2017 tentang Rencana
Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan 2016-2021.

2. Gambaran Umum Singkat

Penyakit Tidak Menular ( PTM ) menjadi masalah kesehatan


masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan dan kematian yang
tinggi, serta menimbulkan beban pembiayaan kesehatan sehingga perlu
dilakukan penyelenggarakan penanggulangan melalui pencegahan,
pengendalian dan penanganan yang komprehensif, efisien, efektif, dan
berkelanjutan.
Berdasarkan hasil Riskesdas sebagian besar proporsi penyakit tidak
menular serta faktor risiko penyebab PTM di masyarakat mengalami
peningkatan. Proporsi dan prevalensi beberapa PTM serta faktor risiko yang
meningkat dari tahun 2013 – 2018 antara lain :
1. Prevalensi Hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur
≥ 18 tahun : meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% .
2. Prevalensi Diabetes Militus berdasarkan pemeriksaan darah penduduk
umur ≥ 15 tahun : meningkat dari 6.9% menjadi 10,9%
3. Prevalensi kanker berdasarkan diagnosis dokter : meningkat dari 1,4‰
menjadi 1,8‰.
4. Prevalensi stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk umur ≥ 15 tahun
: 7 ‰ menjadi 10,9‰.
5. Prevalensi penyakit jantung ( diagnosis dokter ) pada penduduk semua
umur tahun 2018 ; 1,5 %.
6. Proporsi obesitas sntral pada dewasa : meningkat dari 18.8% menjadi
31%.
7. Prevalensi merokok pada penduduk umur 10-18 tahun meningkat dari
7.2% menjadi 9,1%.
8. Proporsi aktivitas fisik kurang pada penduduk umur ≥ 15 tahun meningkat
dari 26,1 menjadi 33,5%.
9. Proporsi konsumsi buah/sayur kurang penduduk umur ≥ 5 tahun
meningkat dari 93,5 menjadi 95,5%.

Sedangkan data prevalensi penyakit tidak menular berdasarkan hasil


Riskesdas di Propinsi Kepri tahun 2013 antara lain hipertensi 22,4%, stroke
8,5‰, asma 3,7%, PPOK 2,1%, diabetes mellitus 1,5%, dan penyakit jantung
koroner 1,1%. Di Kabupaten Bintan prevalensi Hipertensi 20,5%, stroke
10.3%, asma 3.7%, PPOK 2.6%, Diabetes Militus 1.3%, jantung koroner
0.5%.
Tingginya permasalahan PTM tersebut memerlukan upaya
pengendalian yang memadai dan komprehensif. PTM dapat dicegah dengan
mengendalikan faktor risikonya (merokok, diet tidak sehat, kurang aktifitas
fisik, dan konsumsi minuman beralkohol) serta melakukan pemeriksaan
kesehatan secara berkala. Upaya tersebut dapat dicegah dengan pola hidup
CERDIK ( Cek Kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin Olah raga, Diet yang
seimbang, Istirahat cukup dan Kelola Stres dengan baik ). Yang didukung
juga dengan kegiatan GERMAS Hidup Sehat sesuai dengan Instruksi
Presiden no.1 tahun 2017.
Beberapa indikator kegiatan PTM yang harus mencapai target
tercantum dalam SPM bidang kesehatan demikian juga tercatum dalam
RPJM dan Renstra tingkat nasional dan daerah.
Kegiatan tersebut antara lain berupa skrining faktor risiko PTM
melalui FKTP dan Posbindu PTM, deteksi dini kanker leher rahim dan
payudara melalui pemeriksaan IVA dan SADANIS di Puskesmas dan event-
event tertentu serta Pelayanan PTM di FKTP.
Hampir seluruh desa di Kabupaten Bintan telah melaksanakan
kegiatan Posbindu PTM. Sa’at ini sudah terbentuk 64 buah Posbindu PTM
yang tersebar di 46 desa/kelurahan. Disamping itu dilaksanakan kegiatan
Posbindu PTM secara mobile dan disejalankan dengan PIS-PK.
Kegiatan tersebut diatas perlu pembinaan, monitoring dan evaluasi
secara rutin dan berkala. Disamping itu diperlukan konsultasi dan bimbingan
teknis program serta penyediaan sarana/prasarana pendukung.

II. MAKSUD DAN TUJUAN.


1. Maksud :
Mencegah dan menanggulangi Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Bintan
Tahun 2019

2. Tujuan :
Terlaksananya pengumpulan serta analisa data surveilans serta pembinaan
program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.

III. TATA PENYELENGGARAAN


1. Pertemuan Surveilans dan Portal Web PTM
Tersedianya informasi tentang hasil skrining Penyakit Tidak Menular dan
kegiatan Posbindu PTM sangat diperlukan untuk melihat capaian target kegiatan
dan besaran permasalahan PTM di masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di
Posbindu PTM, Posbindu khusus, di FKTP, sarana pelayanan kesehatan lainnya
serta event-event tertentu dan secara mobile. Data-data hasil wawancara faktor
risiko PTM, pengukuran dan pemeriksaan fisik dikumpulkan dan dilaporkan secara
online. Untuk membahas dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan surveilans dan
potal web PTM di Puskesmas, dilaksanakan pertemuan yang dengan semua
pengelola program PTM Puskesmas se Kabupaten Bintan. Pertemuan
dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan selama 1 hari.

2. Pertemuan Review Program PTM


Untuk sosialisasi kebijakan dan startegi program Pencegahan dan
penanggulangan penyakit Tidak Menular , mereview dan evaluasi hasil kegiatan
program yang telah dilaksanakan serta menyusun rencana kegiatan tahun 2019
perlu dilaksanakan pertemuan review program PTM. Peserta pertemuan adalah
Kepala UPTD Puskesmas dan pengelola program PTM Puskesmas se Kabupaten
Bintan. Pertemuan dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan
selama 1 hari .
3. Pertemuan Evaluasi IVA dan SADANIS
Dalam upaya pencegahan kanker serviks dan kanker payudara ,
dilaksanakan deteksi dini melalui pemeriksaan IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam
Asetat ) dan pemeriksaan SADANIS ( Pemeriksaan Payudara Klinis ). Untuk
mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS di
Kabupaten Bintan perlu dilakukan pertemuan dengan penanggung jawab
kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS Puskesmas seKabupaten Bintan.
Pertemuan dilaksanakan selama satu hari bertempat di Aula Dinas Kesehatan
Kabupaten Bintan.
4..Pembinaan, monitoring dan evaluasi kegiatan PTM ke Puskesmas
Dalam pelaksanaan kegiatan PTM di tingkat Puskesmas dan Posbindu PTM
perlu dilaksanakan pembinaan secara terus menerus melalui pembinaan teknis
program. Selanjutnya dilaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaa kegiatan
secara rutin. Hasil monitoring dan evaluasi difeedback kan ke Puskesmas
masing-masing. Pembinaan, monitoring dan evaluasi keghiatan PTM di
Puskesmas dilaksanakan secara berkala ke seluruh Puskesmas se kabupaten
Bintan dengan sasaran Kepala UPTD Puskesmas, Pengelola Program PTM serta
kader Posbindu PTM.
2. Konsultasi Program PTM
Sesuai dengan perkembangan program P2PTM Nasional, perlu dilaksanakan
kegiatan konsultasi program P2PTM ke Kementerian Kesehatan R.I. Konsultasi
dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam 1 tahun oleh Kepala Bidang P2P dan Kepala
seksi PTM, Keswa dan Promkes.

IV. LINGKUP KEGIATAN


Lingkup kegiatan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular yaitu :
1. Pertemuan Surveilans dan Portal Web PTM
a. Tahap persiapan :
- Membuat Term of Reference pertemuan
- Melapor ke atasan
- Menyiapkan materi pertemuan
- Menghubungi Bagian Umum dan menetapkan jadwal pertemuan
- Menyiapkan ATK peserta
- Mempersiapkan perlengkapan pertemuan dan konsumsi peserta.
- Mempersiapkan draft SPJ pertemuan
b. Membuat dan menyampaikan undangan pelatihan kepada 15 puskesmas
se Kabupaten Bintan.
c. Melaksanakan proses pertemuan : selama 1 hari kerja.
d. Membuat laporan hasil pertemuan dan menyelesaikan SPJ kegiatan
3. Pertemuan Review Program PTM
a. Tahap persiapan :
- Membuat Term of Reference pertemuan
- Melapor ke atasan
- Menyiapkan materi pertemuan
- Menghubungi Bagian Umum dan menetapkan jadwal pertemuan
- Menyiapkan ATK peserta
- Mempersiapkan perlengkapan pertemuan dan konsumsi peserta.
- Mempersiapkan draft SPJ pertemuan
b. Membuat dan menyampaikan undangan pertemuan kepada 15 puskesmas
se Kabupaten Bintan.
c. Melaksanakan proses pertemuan : selama 1 hari kerja.
d. Membuat laporan hasil pertemuan dan menyelesaikan SPJ kegiatan.

4. Pertemuan Evaluasi IVA dan SADANIS


a. Tahap persiapan :
- Membuat Term of Reference pertemuan
- Melapor ke atasan
- Menyiapkan materi pertemuan
- Menghubungi Bagian Umum dan menetapkan jadwal pertemuan
- Menyiapkan ATK peserta
- Mempersiapkan perlengkapan pertemuan dan konsumsi peserta.
- Mempersiapkan draft SPJ pertemuan
b. Membuat dan menyampaikan undangan pertemuan kepada 15 puskesmas
se Kabupaten Bintan.
c. Melaksanakan proses pertemuan : selama 1 hari kerja.
d. Membuat laporan hasil pertemuan dan menyelesaikan SPJ kegiatan.

5. Pembinaan, monitoring dan evaluasi kegiatan PTM ke Puskesmas


a. Membuat rencana perjalanan dinas serta mengusulkan nota dinas / SPT
mencakup rencana perjalanan dinas pembinaan program, monitoring dan
evaluasi kegiatan, serta validasi data.
b. Membuat dan mengajukan Surat tugas dan SPPD kegiatan.
c. Turun langsung ke lapangan ( Puskesmas ), menghubungi sasaran,
melakukan bimbingan, evaluasi serta saran pemecahan masalah.
d. Membuat laporan perjalanan dinas.
6. Konsultasi Program PTM
a. Membuat rencana perjalanan dinas serta mengusulkan nota dinas / SPT
mencakup rencana perjalanan dinas konsultasi Program.
b. Membuat dan mengajukan Surat tugas dan SPPD kegiatan.
c. Membuat laporan perjalanan dinas.

V. TARGET DAN SASARAN


1. Dilaksanakannya pertemuan Review dan evaluasi program PTM dengan
peserta Kepala UPT Puskesmas dan Pengelola Program PTM di Puskesmas
: sasaran 15 Puskesmas se Kabupaten Bintan.
2. Dilaksanakannya monev, validasi data serta pembinaan program PTM secara
bertahap di 15 Puskesmas se Kabupaten Bintan.
3. Dilaksanakannya Konsultasi Program ke Kementerian Kesehatan R.I.

VI. TEMPAT DAN JADWAL PELAKSANAAN


TAHUN 2014
NO KEGIATAN TEMPAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pertemuan Surveilans dan Aula Dinkes
x
Portal Web PTM
2 Pertemuan Review Program Aula Dinkes
x
PTM
3 Pertemuan Evaluasi IVA Aula Dinkes x
dan SADANIS
4 Pembinaan, monitoring dan 15 Puskesmas x x x
evaluasi kegiatan PTM ke
Puskesmas
5 Konsultasi Program Kemenkes Ri,
x
Dinkes
Prov.Kepri

VII. RENCANA ANGGARAN BIAYA :


NO. URAIAN VOLUME JUMLAH
1. Perjalanan Dinas Dalam Daerah 10 OK Rp. 18.600.600
2. Perjalanan Dinas Luar Daerah 3 OH Rp 11.000.000
3. Cetak dan Penggandaan 1 Keg Rp 6.200.000
4. Belanja makanan dan minuman 3 Keg Rp 5.000.000
5. Jasa nara sumber 4 OJ Rp. 1.800.000

TOTAL ANGGARAN Rp. 42.600.000


VIII. EVALUASI DAN PELAPORAN
Evaluasi kegiatan ditingkat puskesmas dilaksanakan melalui pertemuan
Review, kegiatan monitoring dan evaluasi langsung ke Puskesmas sesuai
dengan jadwal yang telah direncanakan serta laporan bulanan rutin hasil kegiatan
dari puskesmas. Evaluasi pelaksanaan di tingkat Kabupaten dilihat berdasarkan
target kegiatan serta laporan realisasi fisik dan anggaran pelaksanaan kegiatan
rutin bulanan tahun 2019. Bukti administratif berupa :
- Surat tugas dan SPPD, serta laporan perjalanan dinas, nota pencairan, daftar
nominatif perjalanan, kuitansi dan bukti transport untuk perjalanan dinas
- Surat permintaan penawaran, faktur, berita acara pemeriksaan, kuitansi dan
bukti setor pajak untuk belanja barang ATK, cetak dan penggandaan.
- Bukti setor pajak
- Makan minum peserta pelatihan/pertemuan berupa : Surat permintaan
penawaran, faktur, berita acara pemeriksaan, kuitansi, faktur pajak daftar hadir
peserta pertemuan dan pertemuan.
- Notulen dan Laporan pelaksanaan hasil kegiatan pertemuan.

IX. PENUTUP.
Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini dibuat sebagai pedoman dalam
melaksanakan kegiatan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Kabupaten Bintan
tahun 2019.

Mengetahui, Bandar Seri Bentan, Januari 2019.


Kepala Bidang P2P Kepala Seksi PTM, KESWA DAN
PROMKES
3. Tempat Pelaksanaan

Dr.YOSEI SUSANTI Nini Syofnida, SKM


NIP. 19770907 200604 2027 NIP. 19630807 198603 2 028

Nini Syofnida, SKM

NIP. 19630807 198603 2 028