Anda di halaman 1dari 3

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA

PAJAK PENGHASILAN

PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26

A. Pengertian Pajak
 Pajak adalah iuran rakyat kepada Negara berdasarkan undang-undang,

sehingga dapat dipaksakan.


 Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji,

upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan

dalam bentuk apapun sehunbungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa,

dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam

Negeri.
B. Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT)
Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan

untuk melaporkan perhitungan atau pembayaran pajak , objek pajak dan/atau

harta dan kewajiban, menurut ketentuan perundang-undangan perpajakan.


Sesuai dengan penggunaanya atas jenis pajak , SPT terdiri dari:
 SPT MASA, yang merupakan surat pemberitahuan yang digunakan

wajib pajak untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak

untuk suatu Masa Pajak.


 SPT TAHUNAN, yang merupakan surat pemberitahuan yang

digunakan untuk melaporkan kewajiban pajak untuk suatu Tahun Pajak.


C. Fungsi Surat Pemberitahuan (SPT)
SPT yang disampaikan oleh WP, PKP, dan Pemotong Pajak mempunyai fungsi

sesuai dengan jenis pajaknya.


 Fungsi Bagi Wajib Pajak (WP) yaitu sebagai sarana untuk melaporkan

dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak sebenarnya

terutang.
 Fungsi Bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yaitu sebagai sarana untuk

melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah (PPN)

dan PPnBM yang sebenarnya terutang.


 Fungsi Bagi Pemotong / Pemungut Pajak yaitu sebagai sarana untuk

melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau

dipungut dan disetorkannya.


D. Bentuk dan Isi Surat Pemberitahuan
Bentuk dan isi SPT untuk masing-masing jenis pajak berbeda satu sama lain,

yakni yang berupa formulir isian.


SPT terdiri atas induk dan lampiran sebagai satu kesatuan, lampiran disini

adalah rincian dari setiap item tertentu sesuai dengan jenis pajaknya yang

mendukung perhitungan pajak terutang.


E. Cara Pengisian SPT Masa
Yang dimaksud dengan SPT adalah mengisi formulir SPT dalam bentyk Kertas

dan/atau dalam bentuk elektronik dengan Benar, Lengkap, dan Jelas sesaui

dengan petunjuk pengisian yang diberikan berasarkan ketentuan perundag-

undangan perpajakan. Agar dapat mengisi SPT dengan benar, lengkap dan jelas

harus didukung dengan dokumen berupa pembukuan atau laporan keuangan

atau keterangan lainnya sesuai dengan transaksi atau kegiatan yang dilakukan

WP.

Untuk itu perlu ada kesamaan pemahaman atau presepsi mengenai pengisian

SPT tersebut. Adapaun yang dimaksud adalah dengan Benar, Lengkap dan

Jelas dalam Mengisi SPT adalah:

 Benar yaitu benar dalam perhitungan, termasuk benar dalam penerapan

ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam hal

penulisan dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.


 Lengkap yaitu memuat semua unsur-unsur yang berkaitan dengan

objek pajak dan unsure-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT.
 Jelas yaitu melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak unsure-

unsur lain yang harus dilporkan dalam SPT.


Dalam pengisian pertama yang kita lakukan adalah dengan:
 Isi Masa Pajak, dengan Tahun Pajak
 Kita ceklis/silang antara SPT Normal atau SPT Pembetulan.
 Mengisi Identitas Pemotong yang dimulai dari:
1. NPWP
2. Nama
3. Alamat
4. No.Telepon, dan
5. Email
 setelah itu mengisi kolom Objek Pajak yang dimulai dari pegawai tetap

s.d jumlah.
 Setelah itu mengisi kolom Objek pajak Final
 Setelah itu mengisi kolom Lampiran
 Setelah itu mengisi kolom Pernyataan dan tanda Tangan Pemotong
 Setelah formulir 1721 telah diisi maka kita pun harus mengisi formulir

1721-I.
F. Ketentuan Waktu Pelaporan SPT Masa