Anda di halaman 1dari 5

3.

Gangguan Panik
Definisi
Gangguan panik adalah keadaan yang ditandai dengan terjadinya serangan panik
yang spontan dan tidak terperkirakan. Serangan panik adalah periode kecemasan
atau ketakutan yang kuat dan relatif singkat (biasanya kurang dari satu tahun), yang
disertai oleh gejala somatik tertentu seperti palpitasi, dan takipnea. Frekuensi
gangguan panik adalah bervaiasi, dari serangan multipel dalam satu hari, sampai
hanya beberapa serangan selama satu tahun.

Epidemiologi
Dari penelitian epidemiologis telah dilaporkan prevalensi seumur hidup untuk
gangguan panik adalah 1,5 – 5 persen dan untuk serangan panik adalah 3 – 5.6
persen.Wanita adalah 2 – 3 kali lebih sering terkena dibanding pria. Gangguan paling
sering berkembang pada dewasa muda dengan usia rata – rata timbulnya adalah kira
– kira 25 tahun. Tetapi dapat juga berkembang pada berbagai usia. Faktor sosial satu
– satunya yang dikenali berperan dalam perkembangan gangguan panik adalah
riwayat perceraian dan perpisahan yang belum lama.

Etiologi
 Faktor biologis
Sistem neurotransmiter utama yang terlibat adalah norepinefrin, serotonin dan
gamma-amino-butyric acid (GABA).
Zat penyebab panik (panikogen) adalah zat yang menyebabkan serangan panik
pada sebagian besar pasien dengan gangguan panik pada bagian lebih kecil pada
orang tanpa gangguan panik, atau riwayat serangan panik. Pada pasien gangguan
panik telah menunjukkan patologi di lobus temporalis, khususnya hipokampus.

 Faktor Genetika
Beberapa penelitian telah menemukan adanya peningkatan risiko gangguan panik
sebesar 4 sampai 8 kali lipat pada sanak saudara derajat pertama dari pasien
dengan gangguan psikiatrik lainnya.
 Faktor psikososial
 Teori kognitif perilaku
Teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang
dipelajari baik dari perilaku modeling orang tua atau melalui proses
pembiasaan klasik.
 Teori psikoanalitik
Teori ini memandang seangan panik sebagai akibat dari pertahanan yang tidak
berhasil dalam melawan impuls yang menyebabkan kecemasan.

Diagnosis
Suatu periode tertentu adanya rasa takut atau tidak nyaman , dimana 4 atau lebih
gejala berikut ini terjadi tiba – tiba dan mencapai puncak dalam 10 menit :
 Palpitasi, jantung berdebar kuat, atau kecepatan jantung bertambah cepat.
 Berkeringat
 Gemetar atau bergoncang
 Rasa napas sesakmatau tertahan
 Perasaan tercekik
 Nyeri dada atau perasaan tidak nyaman
 Mual atau gangguan perut
 Perasaan pusing, bergoyang, melayang, atau pingsan
 Derealisasi (perasaan tidak realitas) atau depersonalisasi
 Ketakutan kehilangan kendali atau menjadi gila
 Asa takut mati
 Paestesia
 Menggigil atau merasa panas.

Gambaran klinis
Serangan panik pertama sering spontan, walaupun serangan panik kadang – kadang
terjadi setelah luapan kegembiraan, kelelahan fisik, aktivitas seksual, dan trauma
emosional sedang.
Gejala mental utama adalah ketakutan yang kuat dan suatu perasaan ancaman
kematian dan kiamat. Pasien mungkin merasa kebingungan dan mengalami kesulitan
dalam memusatkan perhatian. Serangan biasanya berlangsung 20 sampai 30 menit,
dan menghilang secara cepat atau bertahap.

Penatalaksanaan
Terapi non farmakologi
 Terapi kognitif
Dua fokus utama terapi kognitif gangguan panik adalh instruksi mengenai
keyakinan salah pasien dan informasi mengenai serangan panik. Instruksi
mengenai keyakinan yang salah berpusat pada kecendrungan pasien untuk salah
mengartikan sensasi tubiuh ringan sebagai tanda khas akan terjadinya serangan
panik, ajal atau kematian. Informasi menegnai serangan panik mencakup
penjelasan bahwa ketika serangan panik terjadi, serangan ini terbatas waktu dan
tidak mengancam nyawa.
 Aplikasi relaksasi
Tujuan aplikasi relaksasi adalh memberikan pasien rasa kendali mengenai tingkat
ansietas dan relaksasi. Melalui penggunaan teknik standar relaksasi otot dan
membayangkan situasi yang membuat santai, pasien mempelajari teknik yang
dapat membantu mereka melewati sebuah serangan panik.
 Pelatihan pernapasan
Karena hiperventilasi yang berhubungan dengan serangan panik mungkin
berkaitan dengan sejumlah gejala seperti pusing dan pingsan, satu pendekatan
langsung untuk mengendalikan serangan panik adalah melatih pasien
mengendalikan dorongan untuk melakukan hiperventilasi.
 Pajanan in vivo
Teknik ini meliputi pemajanan pasien terhadap stimulus yang ditakuti yang
semakin lama semakin berat; dari waktu ke waktu pasien akan mengalami
desensitisasi terhadap pengalaman tersebut.
Terapi farmakologi
 Selective Serotonin Reuptake Inhibitors
Semua SSRI efektif untuk gangguan panik. Paroksetin memiliki efek sedatif dan
cenderung segera membuat pasien tenang sehingga menimbulkan kepatuhan
yang lebih besar serta putus obat yang lebih sedikit. Fluoksamin dan sertralin
adalh obat berikut yang paling baik di toleransi. Laporan tidak resmi mengesankan
bahwa pasien dengan hgangguan panik terutama senditif terhadap efek aktivasi
SSRI, terutama fluoxetine yang harus dimulai dari dosis kecil dan dititrasi
meningkat secara perlahan. Paroksetine dimulai dengan dosis 5mg hingga 10mg
per hari selama 1 sampai 2 minggu kemudian dosisinya ditingkatkan 10mg per
hari setiap 1 sampai 2 minggu hingga mencapai dosis maksimum 60mg. Jika sedasi
tidak dapat ditoleransi, dosis paroksetin diturun hingga mencapai 10mg per hari
kemudian diganti menjadi fluoxetine yang ditingkatkan secara perlahan.

 Benzodiazepine
Alprozolam adalah benzodiazepine yang paling luas digunakan untuk gangguan
panik tetapi studi terkontrol menunjukkan efisensinya yang sama untuk
lorazepam dan laporan kasus juga menunjukkan bahwa klonazepam dapat efektif.
Setelah 4 hingga 12 minggu, dosis bBenzodiazepine dapat perlahan diturunkan
sementara obat seratonergik diteruskan. Keberatan utama di anatar para klinsi
adalah penggunaan Benzodiazepine yang dapat menyebabkan ketergantungan,
gangguan kognitif dan penyalahguanaan terutama setelah penggunaan jangka
panjang. Alprazolam adalah yang paling sering menyababkan ketergantungan.

 Trisiklik dan tetrasiklik


Clomipramine dan imipramine adalah yang paling efektif untuk terapi gangguan
panik. Penelitian menunjukkan bahwa dosis obat harus dinaikkan secara perlahan
untuk menghindari stimulasi berlebihan dan bahwa sluruh manfaat klinis
memerlukan dosis utuh dan mungkin belum dicapai dalam 8 hingga 12 minggu.
Obat trisiklik leih jarang digunakan dibandingkan SSRI karena memiliki efek
simpang yang yang berat pada dosis tinggi yang diperlukan untuk terapi yang
efektif pada gangguan panik.
 Monoamine Oxidase Inhibitor
Kemungkinan MAOI dapat terjadi stimulasi berlebihan tampak lebih kecil daripada
SSRI atau triksiklik tetapi obat ini memerlukan dosis penuh selama 8 hingga 12
minggu agar efektif.