Anda di halaman 1dari 16

KARYA TULIS MANAJEMEN

PT. SALE PISANG AISYA

DI SUSUN OLEH :

NAMA : AISYA TULFITRI


PRODI : AKUNTANSI
NIM : 2017.212.001
MATA KULIAH : PENGANTAR MANAJEMEN

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG


FAKULTAS EKONOMI-AKUNTANSI
TAHUN AJARAN 2017/2018

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT, karena atas berkah, rahmat
dan hidayahnya yang dilimpahkan-Nya , saya dapat menyusun dan menyelesaikan
makalah yang berjudul “PT. Sale Pisang Aisya”. Dimana makalah ini ditulis dalam
rangka melaksanakan tugas pengantar manajemen. Dan juga kami berterrima kasih pada
bapak Benny Usman, SE ,MM selaku dosen mata kuliah Pengantar Manajemen yang
telah memberikan tugas pembuatan karya tulis ini kepada kami.
Dengan segala keterbatasan, saya sepenuhnya menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalam pembahasannya maupun tata
bahasamya atau pun cara penulisanya, untuk itu dengan segala kerendahan hati kiranya
koreksi dan saran yang sifatnya membangun dari seua pihak khususnya para pembaca
sangat saya harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
Semoga allah SWT senantiasa selalu memberikan rahmat dan hidayahnya kepada
kita semua sehingga kita berada dijalan orang-orang yang bertakwa. Akhir kata penulis
mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini bermanfaat dan dapat membantu
semua pihak, Amin.

Palembang, Januari 2018

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI........................................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Visi dan Misi .................................................................................................. 1

BAB II PLANNING
2.1 Definisi Perencanaan ..................................................................................... 2
2.2 Manfaat Perencanaan ..................................................................................... 2
2.3 Tujuan Perencanaan ....................................................................................... 2
2.4 Planning Perusahaan ...................................................................................... 3

BAB III ORGANIZING


3.1 Definisi Pengorganisasian .............................................................................. 5
3.2 Manfaat Pengorganisasian ............................................................................. 5
3.3 Tujuan Pengorganisasian ............................................................................... 5
3.4 Planning Pengorganisasian Perusahaan ......................................................... 5

BAB IV ACTUATING
4.1 Definisi Actuating .......................................................................................... 8
4.2 Manfaat Actuating ......................................................................................... 8
4.3 Tujuan Actuating ........................................................................................... 8
4.4 Planning Pelaksanaan Perusahaan ................................................................. 8
4.4.1 Analisis Aspek Pemasaran ............................................................................. 9

BAB V CONTROLLING
5.1 Definisi Controlling ...................................................................................... 10
5.2 Tujuan Controlling ......................................................................................... 10
5.3 Manfaat Controlling ....................................................................................... 10
5.4 Planning Pengawasan Perusahaan ................................................................. 11
5.4.1 Pengawasan Langsung ................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber-sumber daya lainnnya secara efektif dan efisien untuk mencapai
suatu tujuan tertentu.Ada 4 fungsi manajemen Perencnaan (planning), Pengorganisasian
(organizing), Pengarahan (Directing), Pengendalian (Controling).
Dalam karya tulis ini kami akan membahas 4 fungsi yang dijalankan dalam usaha
yang kami bangun. suatu pemasaran banyak sekali berbagai macam kuliner. Maka kami
tergerak membuat inovasi baru dibidang kuliner. Dengan menggunakan peralatan
sederhana, pengolahan sederhana serta bahan-bahan yang mudah dijangkau kami
berinovasi untuk mengolah pisang sebagai bahan baku utama makanan kecil bernama sale
pisang.
Secara pribadi kami membangun usaha ini dikarenakan kesukaan kami
mengkonsumsi olahan pisang, maka kami memutuskan untuk membuat suatu olahan
pisang yang lebih berinovasi dan lebih menyehatkan dari olahan pisang dan terjamin
kehigenisannya. Biasanya pisang selalu diolah dengan digoreng atau diajadikan keripik,
karena hal itu sudah terlalu biasa maka dari itu kami membuat suatu olahan pisang yang
berbeda yaitu sale pisang.
Banyak aktivitas yang dijalani setiap orang perharinya dengan aktivitas yang
semakin padat membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang
bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Makanan – makanan yang tersedia di pasaran
memang sudah beragam, tetapi umumnya makanan tersebut kebanyakan terlalu mahal
dan kehigienisannya kurang terjamin.
Maka dari itu kami membuat sale pisang sebagai salah satu makanan dengan rasa
yang enak, nikmat, dan juga lezat serta dijual dengan harga yang cukup terjangkau.Akan
tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah
memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru memikirkan
harga.Pisang bukanlah nama yang asing lagi bagi kita,selain mempunyai berbagai
manfaat pisang jug a memiliki rasa yang khas, oleh karena itu kami membuat dan
mendirikan usaha ini.

1.2. Visi Dan Misi


1. VISI
Menjadikan perusahaan kuliner yang lebih memperhatikan nilai gizi para
konsumen
2. MISI
 Menciptakan makanan yang sehat, bergizi, dan lebih mementingkan
kehigienisan
 Memberikan harga yang terjangkau kepada konsumen untuk mendapatkan
yang sehat dan bergizi
 Menciptakan inovasi baru dalam bidang kuliner.

1
BAB II
PLANNING

2.1 Definisi Perencanaan


Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan
sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan
secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi
berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah
rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan.
Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
Dalam hal ini, kami berencana menjual makanan ringan yang mengenyangkan
dengan bahan baku utama yang berasal dari pisang, kami menamakan usaha kami dengan
sale pisang. Disini kami memproduksi makanan dengan mengutamakan kesehatan para
konsumen. Kami tidak akan menggunakan bahan pengawet dalam setiap produksi
makanan kami.

2.2. Manfaat Perencanaan


Perencanaan pada pembuatan Sale Pisang makanan ini, mempunyai banyak
manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungan,
b. Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d. Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e. Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k. Menghemat waktu, usaha dan dana pada saat melakukan pembuatan makanan
sale pisang

2.3 Tujuan Perencanaan


Tujuan dari melakukan perencanaan adalah:
a. Standar pengawasan, yaitu mencocokkan pelaksanaan pembuatan cara dan
proses suatu makanan ringan dengan perencanaannya,
b. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan
c. Mengetahiu siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya
maupun kuantitasnya,
d. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan,
e. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya,
tenaga dan waktu,
f. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan,
g. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan,
h. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui, dan
i. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.

2
2.4 Planning Organisasi/Perusahaan
A. Data Perusahaan
a) Nama Perusahaah : PT “Sale Pisang Aisya”
b) Bidang Usaha : Manufaktur Makanan
c) Jenis Produk : Sale Pisang
d) Alamat Perusahaan : Jalan Sriwijaya,Bukit Besar Palembang, Sumatera
Selatan
e) Nomor Telepon : 0857-8871-0804

B. Alasan Pemilihan Bisnis Sale Pisang


a) Mayoritas buah pisang dijual dalam bentuk masih buah pisang asli belum
diproses lebih lanjut. Hal itu menjadikan nilai tambah dari budi daya pisang
belum optimal, di samping itu sering terjadi kerusakan buah pisang karena
tidak langsung laku terjual atau menunggu kenaikan harga.
b) Di samping alasan di atas saat ini para konsumen dari luar kota dalam
membeli sale pisang belum dapat dipenuhi oleh industri yang saat ini ada,
sehingga sering terjadi para konsumen kesulitan mendatkan sale pisang seperti
yang diharapkan.
c) Dari hal di atas dapat disimpulkan bahwa bisnis pembuatan sale pisang masih
sangat memungkinkan tanpa merusak keseimbangan pasar yang sudah ada.

C. Anaisis Kekuatan, Kelemahan , Peluang dan Ancaman


1. Kekuatan :
1. Harga Terjangkau
2. Kualitas terjamin
3. Cita rasa bervariasi
4. Kemasan berbagai ukuran
2. Kelemahan :
1. Manajemen tradisional
2. Sarana dan prasarana sederhana
3. Sumberdaya manusia yang masih rendah pendidikan
4. Bahan baku Sale Pisang mudah rusak
3. Peluang :
1. Pangsa pasar yang masih luas
2. Bahan baku yang mudah di dapat
3. Pesaing besar relatip terbatas
4. Ancaman :
1. Munculnya variasi makanan jajanan
2. Munculnya pesaing baru
3. Harga produk competitor bersaing
4. Selera konsumen variatif

3
D. Permodalan
1. Modal Usaha
 Modal Sale Pisang : Rp. 500.000,00,-
 Modal pinjaman : Rp. 1.500.000,00,-
 Jumlah Pinjaman : Rp. 2.000.000,00,-
2. Penentuan Harga Produksi
 Biaya Baku : Rp. 250.000,00,-
 Biaya Penolong : Rp. 150.000,00,-
 Total biaya Produksi : Rp. 400.000,00,-

 Biaya Cetak laporan : Rp. 6.000,00,-


 Biaya ADM : Rp. 8.000,00,-
 Total Biaya Operasional : Rp. 14.000,00,-

4
BAB III
ORGANIZING

3.1 Definisi Pengorganisasian


Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam
bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang
dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Dua aspek
utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar
proses pengorganisasian.

3.2 Manfaat Pengorganisasian


Pengorganisasian bermanfaat untuk hal-hal berikut :
1) Memungkinkan pembagian tugas sesuai dengan keadaan perusahaan.
2) Mengakibatkan adanya spesialisasi dalam melaksanakan tugas.
3) Anggota organisasi mengetahui tugas-tugas yang akan dikerjakan dalam
rangka mencapai tujuan

3.3 Tujuan Pengorganisasian


Adapun tujuan melakukan Pengorganisasian, diantaranya:
1. Identiti yaitu menetapkan dengan teliti dan tentukan pekerjaan yang akan
dilaksanakan.
2. Break work down membagi pekerjaan menjadi tugas-tugas setiap orang.
3. Tugas-tugas kelompok menjadi menjadi posisi-posisi.
4. Tentuikan persyaratan-persyaratan setiap posisi.
5. Kelompok-kelompok posisi menjadi satuan-satuan yang dapat di pimpin
menjadi satuan satuan yang dapat dipimpin dan saling berhubungan dengan
baik.
6. Membagi pekerjaan ,pertanggun jawaban dan luas kekuasaan yang akan di
laksanakan
7. Ubah dan sesuaikan organisasi sehubungan dengan hasil-hasil pengawasan
dan kondisi - kondisi yang berubah-ubah.
8. Selalu berhubungan selama proses pengorganisasian.

3.4 Planning Pengorganisasian Perusahaan


Data Perusahaan
a. Nama Perusahaah : PT “Sale Pisang Aisya”
b. Bidang Usaha : Manufaktur Makanan
c. Jenis Produk : Sale Pisang
d. Alamat Perusahaan : Jalan Sriwijaya,Bukit Besar Palembang, Sumatera
Selatan
e. Nomor Telepon : 0857-8871-0804
f. Struktur Perusahaan:

1. Direktur
Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah seseorang yang
ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT). Direktur dapat seseorang yang
memiliki perusahaan tersebut atau orang profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha
untuk menjalankan dan memimpin perseroan terbatas. Penyebutan direktur dapat
bermacam-macam, yaitu dewan manajer, dewan gubernur, atau dewan eksekutif.
Di Indonesia pengaturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40 Tahun 2007
Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab direksi.
Seorang direktur atau dewan direksi dalam jumlah direktur dalam suatu perusahaan
(minimal satu), yang dapat dicalonkan sebagai direktur, dan cara pemilihan direktur

5
ditetapkan dalam anggaran dasar perusahaan. Pada umumnya direktur memiliki tugas
antara lain:
1) memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan
2) memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian
(manajer)
3) menyetujui anggaran tahunan perusahaan
4) menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan

2. Kepala Pemasaran dan Keuangan


Seorang manajer pemasaran tidak hanya melihat kepada masa sekarang tetapi juga
masa depan. Begitu pula dengan rencana pemasaran yang akan dibuatnya. Seorang
manajer pemasaran harus dapat melihat kesempatan/peluang pemasaran yang ada,
merumuskannya menjadi sebuah program pemasaran dan menjalankannya. Tugas
Manajer Pemasaran adalah sebagai berikut :
1) Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian
pemasaran
2) Manajer pemasaran bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan
dan penggunaan dana promosi
3) Manajer pemasaran sebagai koordinator manajer produk dan manajer
penjualan
4) Manajer pemasaran membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh
karyawan dibagian pemasaran
5) Manajer pemasaran membuat laporan pemasaran kepada direksi.

3. Kepala SDM dan Kantor


Kepala SDM/Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani
berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga
kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah
departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human
resource department.
Adapun tugas yang harus di laksanakan oleh Kepala SDM adalah sebagai berikut:
1) Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection
2) Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
3) Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and
protection.

4. Kepala Produksi
Kepala Produksi merupakan salah satu posisi yang penting dalam sebuah
perusahaan. Tentu saja selain gaji yang menggoda, posisi ini juga bergengsi bagi
pemegangnya karena membawahi banyak pegawai.
Kemudian posisi ini juga sangat strategis dan posisi kunci dalam keberlangsungan dari
perkembangan dari produksi dari suatu perusahaan.
Memang kelebihan dari posisi seorang manajer produksi adalah gaji dan gengsi, namun
selain itu seorang manajer produksi harus mampu tanggung jawab yang besar dalam
masalah produksi di perusahaan. Manajemen produksi adalah tugas utama dari manajer
produksi. Produksi sendiri merupakan komponen penting dari sebuah perusahaan atau
dapat dibilang sumber kehidupan dari perusahaan itu sendiri.
Tak sembarangan orang bisa menempati posisi ini, seleksi sebagai manajer produksi juga
biasanya sangat ketat. Kandidat dari manajer produksi ditunjuk harus mempunyai banyak
kemampuan seperti kemampuan manajemen yang mumpuni, kemudian pengetahuan
teknis atau lapangan, selain itu juga jiwa seorang pemimpin yang kuat dan dapat
dipercaya.

6
5. Konsultan Bisnis
Seorang konsultan bisnis adalah orang yang memberikan dukungan dan informasi
untuk membantu dalam menjalankan atau strategi masa depan bisnis. Konsultan Bisnis
menganalisa tentang analisa pesaing, pemetaan marketing, rencana marketing, rencana
bisnis kedepan (Business Plan), Riset Pemasaran, pembuatan bisnis plan, pembuatan
studi kelayakan, monitoring project, analisa trend harga.
Konsultan Bisnis memberikan masukan atas usaha yang akan di jalankan.
Meliputi besarnya resiko, proyeksi laba rugi, proyeksi neraca, proyeksi penjualan.
Konsultan bisnis sangat bermanfaat untuk meminimalisir resiko yang timbul akibat
kegagalan bisnis yang tidak terkonsep.
Pemasaran dan penjualan Mendesain ulang strategi pemasaran atau sales force
proses adalah tugas yang sulit yang membutuhkan keahlian dalam mengembangkan
pengembangan produk dan strategi periklanan dan manajemen dan hubungan ke
pelanggan.Pengembangan perangkat lunakserta implementasi. Kebanyakan konsultan
bisnis meninjau langsung lokasi proyek (mengadakan inspeksi lapangan). Untuk
mengetahui serapan pasar yang ada, serta hal – hal lain yang berkaitan dengan proyek.
Seperti legalitas, peruntukan, pesaing, aksebilitas dan lain sebagainya.
Saat ini banyak yang ingin memulai bisnis jangan ragu menggunakan jasa konsultan
bisnis. Serta bisnis apa yang paling baik untuk dilakukan. Faktanya dari sekian besar
pengusaha pemula bangkrut pada tahun pertama sampai tahun ketiga. Konsultan bisnis
ialah sebuah mentor yang akan membimbing anda untuk menemukan solusi atas segala
masalah bisnis anda.
Segala sesuatu membutuhkan pembimbing, termasuk bisnis yang akan anda jalani.
Konsultan bisnis akan memberikan rekomendasi secara independent sehingga kita
mengetahui bagaimana orang lain menilai bisnis yang akan kita jalani.
Konsultan bisnis menyediakan konsultasi manajemen untuk membantu organisasi
meningkatkan kinerja dan efisiensi. Para profesional ini menganalisis bisnis dan
menciptakan solusi sementara perusahaan juga membantu memenuhi tujuan mereka.
Pemilik bisnis harus mempertimbangkan untuk menyewa konsultan bisnis ketika mereka
membutuhkan bantuan atau perspektif tentang jalan yang mereka pilih atau butuh
katalisator perubahan di perusahaan mereka.

7
BAB IV
ACTUATING

4.1 Definisi Actuating


Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua agar semua
anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan
manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya menggerakkan orang-orang
agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara bersama-sama untuk
mencapai tujuan dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah
kepemimpinan. Actuating adalah Pelaksanaan untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara
fisik kegiatan dari aktivitas tesebut, maka manajer mengambil tindakan-tindakannya
kearah itu. Seperti : Leadership ( pimpinan ), perintah, komunikasi dan conseling (
nasehat).

4.2 Manfaat Actuating


Actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan
orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang
berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan
nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus
dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus
bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing
SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

4.3 Tujuan Actuating


 Menciptakan kerjasama yang lebih efisien
 Mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf
 Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
 Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat meningkatkan motivasi
dan prestasi kerja staf
 Membuat organisasi berkembang lebih dinamis

4.4 Planning Pelaksanaan Perusahaan


Prospek perusahaan kami untuk jangka panjang akan memperkenalkan produk
kami ke wilayah yang lebih luas seperti di seluruh wilayah Palembang dan sekitarnya.
Sehingga akan banyak masyarakat yang produk yang kami hasilkan dan juga kami
mengusahakan agar produk kami bisa membuka cabang dan lebih dikenal lagi diluar
daerah Palembang. Dan mungkin kami akan mengadakan sale pisang delivery untuk
mempermudah para konsumen jika ingin mengkonsumsi produk kami.
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk perusahaan ini terdiri dari 3 orang
pegawai kantor untuk administrasi dan marketing, 3 orang petugas lapangan, 5 orang
bertugas memasa dan menggoreng. Di samping itu ada 35 orang pekerja borongan untuk
mengelupas pisang mencetak dan mengemas. Untuk meningkatkan keterampilan
karyawan perlu ditambah bekal keterampilan dengan mengikutkan ke pelatihan-pelatihan
. Agar karyawan betah bekerja diberi asuransi kesehatan biaya rawat jalan jika berobat
dan bantuan 50 % biaya rawat inap jika opname di kelas III. Sejak masuk karyawan
sudah menandatangani kontrak perjanjian yang berisi hak dan kewajiban termasuk sanksi
pelanggaran .

8
4.4.1 Analisis Aspek Pemasaran
1. Aspek Makro
Bahan baku utama dari Saleh Pisang adalah pisang yang didapatkan di daerah
sekitar Palembang. Pesaing produksi saleh pisang saat ini berkisar ada 5 perusahaan
yang dianggap cukup besar dan banyak industri rumah tangga pembuat saleh pisang.
Untuk konsumsi lokal dan konsumen langsung dapat dicukupi industri rumah tangga,
sedangkan pelanggan pedagang seperti toko makanan atau swalayan dicukupi
perusahaan saleh pisang yang ada saat ini.
2. Aspek Mikro
a. Jenis produk yang dihasilkan dari usaha yang dilakukan adalah SALE
PISANG dari bahan baku pisang raja.
b. Penetapan harga dari produk tersebut adalah berdasarkan pada biaya produksi
di tambah mark-up sekitar 10%.
c. Promosi yang dilakukan untuk mengenalkan produk tersebut adalah dengan
promosi penjualan dengan mengenalkan produk pada toko penjual makanan di
daerah sekitar kota Palembang.
d. Pendistribusian barang di samping diambil para pedagang perusahaan akan
mengirimkan langsung pada pasar sasaran dengan cara mengantar ke toko-
toko makanan dan swalayan pada pasar sasaran.

9
BAB V
CONTROLLING

5.1 Definisi Controlling


Pengendalian (kontrol) adalah salah satu fungsi manajerial seperti perencanaan,
pengorganisasian, pengaturan staff, dan mengarahkan. Mengendalikan merupakan fungsi
penting karena membantu untuk memeriksa kesalahan dan mengambil tindakan korektif
sehingga meminimalkan penyimpangan dari standar dan mengatakan bahwa tujuan
organisasi telah tercapai dengan cara yang baik.
Menurut konsep modern kontrol adalah tindakan meramalkan sedangkan konsep
awal pengendalian hanya digunakan ketika kesalahan terdeteksi. Kontrol dalam
manajemen berarti menetapkan standar, mengukur kinerja aktual dan mengambil
tindakan korektif.

5.2 Tujuan Controlling


Adapun tujuannya adalah:
1. Menghentikan atau meniadakan kesalahan, penyimpangan, penyelewengan,
pemborosan, hambatan, dan ketidakadilan
2. Mencegah terulangnya kembali kesalahan, penyimpangan, penyelewengan,
pemborosan, hambatan, dan ketidakadilan
3. Mendapatkan cara-cara yang lebih baik atau membina yang telah baik
4. Menciptakan suasana keterbukaan, kejujuran, partisipasi, dan akuntabilitas
organisasi
5. Meningkatkan kelancaran operasi organisasi
6. Meningkatkan kinerja organisasi
7. Memberikan opini atas kinerja organisasi
8. Mengarahkan manajemen untuk melakukan koreksi atas masalah-masalah
pencapaian kerja yang ada
9. Menciptakan terwujudnya organisasi yang bersih

5.3 Manfaat Controlling


Adapun Manfaat dalam Melakukan Pengawasan dalam suatu pembentukan
perusahaan, diantaranya;
1. Dapat mengetahui sejauh mana program sudah dilaukan oleh staf, apakah
sesuai dengan standar atau rencana kerja, apakah sumberdaya telah digunakan
sesuai dengan yang telah ditetapkan. Fungsi wasdal akan meningkatkan
efisiensi kegiatan program.
2. Dapat mengetahui adanya penyimpangan pada pemahaman staf dalam
melaksanakan tugas-tugasnya.
2. Dapat mengetahui apakah waktu dan sumber daya lainnya mencukupi
kebutuhan dan telah dimanfaatkan secara efisien.
3. Dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan.
4. Untuk memberikan ruang regular untuk superviesees untuk merenungkan isi
dan pekerjaan mereka
5. Untuk menerima informasi dan perspektif lain mengenai pekerjaan seseorang
6. Untuk menjadi dukungan baik segi pribadi ataupun pekerjaan
7. Untuk memastikan bahwa sebagai pribadi dan sebagai orang pekerja tidak
ditinggalkan tidak perlu membawa kesulitan, masalah dan proyeksi saja.
8. Untuk menjadi pro-aktif bukan re-aktif

10
5.4 Planning Pengawasan Perusahaan
1. Desain produk
Untuk meningkatkan kualitas output, maka selalu mengamati perkembangan
teknologi dan riset produk atau uji coba produk. Pertimbangan utama penentuan
lokasi usaha adalah ketersediaan bahan baku untuk proses produksi
Luas usaha yang akan dikembangkan adalah kapasitas 2 (dua ) kwintal sale
pisang jadi per hari. Pola usaha yang dikembangkan adalah pola produksi kontinyu
sehingga setiap waktu selalu menghasilkan sale pisang tanpa terpengaruh waktu
dan musim.
2. Proses Produksi sederhana meliputi pisang dikelupas selanjutnya diiris diberi
campuran aroma selanjutnya digoreng atau di oven, Pada tingkat kekeringan yang
disyaratkan selanjutnya di bungkus.

Pengawasan kualitas dilakukan untuk bahan baku, pengawasan proses dan


pengawasan produk jadi.Untuk bahan baku pisang yang dibuat dengan ukuran kualitas
harus sudah matang tetapi belum busuk. Untuk pengawasan kualitas proses dilakukan
dengan melihat ketebalan irisan, kekeringan hasil penjemuran atau hasil oven. Sedangkan
kualitas hasil produksi ukuran kualitas dilihat dari keseragaman ukuran, kerapian
pembungkusan dan waktu kadaluarsa.

5.4.1 Pengawasan Langsung


Pengawasan yang dilakukan sendiri secara langsung oleh seorang manajer.Manajer
memeriksa pekerjaan yang sedang dilakukan untuk mengetahui apakah apakah dikerjakan
dengan benar dan hasilnya sesuai dengan yang dikehendakinya. Kebaikan :
a. Jika ada kesalahan dapat diketahui sedini mungkin,sehingga perbaikanya
dilakukan dengan cepat.
b. Akan terjadi kontak langsung antara bawahan dan atasan,sehingga akan
memperdekat hubungan antara atasan dan bawahanya.
c. Akan memberikan kepuasan tersendiri bagi bawahan,karena merasa
diperhatikan atasanya.
d. Akan tertampung sumbangan pikiran dari bawahan yang mungkin bisa
berguna bagi kebijaksanaan selanjutnya.
e. Akan dapat menghindari timbulnya kesan laporan “asal Bapak senang”
(ABS).

11
DAFTAR PUSTAKA

Husaini Usman. Manajemen(Jakarta: Bumi Aksara, 2008).


T. Hani Handoko. Manajemen (Yogyakarta: BPFE, 1984).
Henri Fayol (1949). General and Industrial Management. New York: Pitman Publishing.
Sri Wiludjeng. Pengantar Manajemen (Yogyakarta: Garaha Ilmu, 2007).
Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media.
http://ahlipresentasi.com/jobdes-dan-tugas-pokok-manajer-produksi/
http://www.organisasi.org/1970/01/definisi-pengertian-tugas-fungsi-manajemen-sumber-
daya-manusia-sdm-ilmu-ekonomi-manajemen-manajer-msdm.html
http://ekonomiplanner.blogspot.com/2014/06/tugas-manajer-pemasaran-perusahaan.html

12
13