Anda di halaman 1dari 28

POMPA BALLAST KAPAL

SISTEM BALLAST

Ballast yang ditempatkan pada ceruk haluan dan ceruk buritan yang berfungsi untuk melayani
perubahan trim kapal. Pompa ballast digunakan untuk mengisi dan mengosongkan air laut dari
tangki-tangki ballast di kapal. Tangki-tangki ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan kapal
agar tegak kembali setelah mengalami kemiringan, atau untuk memperbaiki stabilitas kapal
pada saat kapal dalam posisi tidak full loading.

A. SISTEM BALLAST

Pompa ballast digunakan untuk mengisi dan mengosongkan air laut dari tangki-tangki
ballast di kapal. Tangki-tangki ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan kapal agar tegak
kembali setelah mengalami kemiringan, atau untuk memperbaiki stabilitas kapal pada saat
kapal dalam posisi tidak full loading.

KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “ Marine Power Plant oleh P. Akimov Halaman 492”, kapasitas
pompa ballast dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Q = Vb/t (m3/jam)
Dimana :
Vb = Volume tangki ballast yaitu 1050,82 m3

1
T = Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki ballast yaitu 6 jam
Sehingga :
Q =
= 1050,82 m3 / 6 jam
= 175,14 m3/jam
= 2,92 m3/menit
= 0,049 m3/detik

DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak antara 1,60 - 3,15 m3/menit, memiliki
diameter 150 mm. Karena kapasitas pompa rancangan (Q) bernilai 2,92 m3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 150 mm

TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa ballast dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
 So =

= 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200

Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 150 mm

So =
= 1,50 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 1,50 mm + 3 + 0
= 4,50 mm

PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN (HEAD)


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
H = ha + hp + hv + h1 (m)
Dimana :
 ha = Perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
= ht - hi
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm di atas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb kamar mesin

2
= 6,43 m + 0,3 m - 1,65 m
= 5,08 m

hi = Tinggi pipa isap ( Hdb – 0,05 )


= 1,10 m – 0,05 m
= 1,05 m
Sehingga :
ha = 5,08 m – 1,05 m
= 4,03 m
hp = Perbedaan tekanan antara kedua tangki
= hpi – hpt
hpi = Tekanan pada tangki isap
= 0 ( tangki berada dibawah pompa )
hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 ( Tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang ke laut)
Sehingga :
hp = 0
 hv = Kehilangan akibat kecepatan zat cair
=
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
=
Q = Debit air (m/s)
= 0,049 m3/detik
A = Luas penampang pipa (m2)
=
= ¼ × 3,14 × 0,152 m2
= 0,02 m2
V = (0,049 m/s) / (0,02 m2)
= 2,45 m/s
g = 9,8 m/s2

Sehingga :
hv =

= (2,45 m/s)2 / (2 × 9,8 m/s2)


= 0,31 m

 hl = Kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa


= hl1 + hl2

 hl1 =
Dimana :
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,049 m3/sekon
L = Panjang pipa lurus terpanjang (m)`

3
= 45,8 m
C = Koefisien jenis pipa ( Tabel 2.1 Halaman 30 buku “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa besi cor baru )
D = Diameter pipa (m)
= 0,15 m
Sehingga :
hl1 =

= 2,24 m

 hl2 =
Dimana :
V = Kecepatan aliran zat cair (m/s)
= 2,45 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal, berdasarkan tabel berikut :

Penyebab Jumlah Koefisien Nilai


I II III II III
Gate Valve 7 10 70
Katup Close Return Blend 2 2,2 4,4
Saringan 2 1,97 3,94
Sambungan Siku 5 0,75 3,75
Sambungan T 6 1,8 10,8
 92,89

hl2 =

= 28,16 m
Sehingga,
hl = hl1 + hl2
= 2,24 m + 28,16 m
= 30,40 m
Sehingga :
H = ha + hp + hv + h1
= 4,03 m + 0 m + 0,31 m + 30,40 m
= 34,74 m
PERHITUNGAN DAYA POMPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan daya pompa dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

4
N= (Hp)

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 175,14 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 34,74 m
= Massa jenis air laut (kg/m3)

= 1025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :

N =

= 23,57 Hp
= 17,68 kW

POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 180 M SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 1435 mm
 Tinggi = 390 mm
 Diameter pompa = 470 mm
 Diameter poros = 380 mm
 Berat = 280 Kg
 RPM = 1450 RPM
 Input = 18,5 kW = 25 Hp

Menurut BKI Vol. III , Bab II tentang pipa-pipa, katup - katup, peralatan-peralatan, dan
pompa pompa , N 2 Hal. 159 dikatakan bahwa jumlah dan kapasitas dari pompa ballast harus
sesuai dengan daerah pelayarannya, minimal 2 buah pompa. Sehingga, pompa yang
direncanakan adalah :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

POMPA PEMADAM KEBAKARAN

5
SISTEM PEMADAM
Pompa pemadam berfungsi untuk menyuplai air ke sistem pemadam kebakaran.
Kadang juga pompa ini digunakan sebagai pompa cadangan untuk ballast atau sistem bilga.
Tiap pompa memenuhi syarat yang telah ditentukan, yang mana tiap pompa tersebut dapat
memberikan pancaran air sekurang-kurangnya 2 pancaran air yang kuat ke segala arah di atas
kapal.
Untuk Pompa Pemadam Yang Diletakkan di Geladak Utama
 KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “ BKI Volume III Section 12-7 “, kapasitas pompa pemadam pada
dapat direncanakan sebesar :
Q = 25 m3/jam
atau
Q = 0,42 m3/menit
Q = 0,0069 m3/sekon

 DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak antara 0,40 – 0,80 m3/menit, memiliki
diameter 80 mm. Karena kapasiatas pompa rancangan (Q) bernilai 0,42 m 3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 80 mm

 TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa pemadam dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
(𝐷 × 𝑃𝑐 )
 So =
20 × 𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 × 𝑉
𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 = 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200
Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 80 mm
(80 × 16)
So =
20 ×80 × 1
= 0,80 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,80 mm + 3 + 0
= 3,80 mm

 PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN


Berdasarkan buku “ BKI Volume III Halaman 214 Bagian 4.3.6” perhitungan kenaikan
tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝒄𝟐 𝒑
H= + + 𝒛
𝟐𝒈 𝒓
Dimana :
c = Kecepatan aliran zat cair yaitu 2 m/s

6
g = Percepatan gravitasi yaitu 9,8 m/s2
p = Tekanan maksimum pada barometer yaitu 25000 kg/m2
r = Massa jenis zat cair 1025 kg/m3
z = Tinggi kedudukan pompa dari fluida gas yang dipompa = Hkapal yaitu 8,14 m
Sehingga :
(𝟐)𝟐 𝟐𝟓𝟎𝟎𝟎
H = 𝟐 × 𝟗,𝟖 + + 𝟖, 𝟏𝟒
𝟏𝟐𝟗𝟑
= 32,734 m

 PERHITUNGAN DAYA POMPA


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑸 ×𝑯 × 𝜸
N= (Hp)
𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝜼

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 25 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 32,734 m
𝛾 = Massa jenis air laut (kg/m3)
= 1025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :
𝟐𝟓 × 𝟑𝟐,𝟕𝟑𝟒 × 𝟏𝟎𝟐𝟓
N = 𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝟎,𝟗𝟖
= 3,17 Hp
= 2,38 kW

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 100 L SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 960 mm
 Tinggi = 327 mm
 Diameter pompa = 350 mm
 Diameter poros = 270 mm
 Berat = 100 Kg
 RPM = 1450
 Input = 3 kW = 4 Hp
Jadi, direncanakan pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

Untuk Pompa Pemadam Yang Diletakkan di Double Bottom


 KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “ BKI Volume III Section 12-7 “, kapasitas pompa pemadam pada
dapat direncanakan sebesar :

7
Q = 25 m3/jam
atau
Q = 0,42 m3/menit
Q = 0,0069 m3/sekon
 DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak antara 0,40 – 0,80 m3/menit, memiliki
diameter 80 mm. Karena kapasiatas pompa rancangan (Q) bernilai 0,42 m 3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 80 mm

 TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa pemadam dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
(𝐷 × 𝑃𝑐 )
 So =
20 × 𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 × 𝑉
𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 = 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200
Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 80 mm
(80 × 16)
So =
20 ×80 × 1
= 0,80 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,80 mm + 3 + 0
= 3,80 mm

 PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN


Berdasarkan buku “ BKI Volume III Halaman 214 Bagian 4.3.6” perhitungan kenaikan
tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝒄𝟐 𝒑
H= + + 𝒛
𝟐𝒈 𝒓
Dimana :
c = Kecepatan aliran zat cair yaitu 2 m/s
g = Percepatan gravitasi yaitu 9,8 m/s2
p = Tekanan maksimum pada barometer yaitu 25000 kg/m2
r = Massa jenis zat cair 1025 kg/m3
z = Tinggi kedudukan pompa dari fluida gas yang dipompa = Hdb kamar mesin yaitu
1,65 m
Sehingga :
(𝟐)𝟐 𝟐𝟓𝟎𝟎𝟎
H = 𝟐 × 𝟗,𝟖 + + 𝟔, 𝟏𝟓
𝟏𝟐𝟗𝟑
= 26,245 m

 PERHITUNGAN DAYA POMPA

8
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑸 ×𝑯 × 𝜸
N= (Hp)
𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝜼

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 25 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 26,245 m
𝛾 = Massa jenis air laut (kg/m3)
= 1025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk
pompa baru )
Sehingga :
𝟐𝟓 × 𝟐𝟔,𝟐𝟒𝟓 × 𝟏𝟎𝟐𝟓
N = 𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝟎,𝟗𝟖
= 2,54 Hp
= 1,90 kW

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 100 L SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 760 mm
 Tinggi = 265 mm
 Diameter pompa = 350 mm
 Diameter poros = 270 mm
 Berat = 57 Kg
 RPM = 1450
 Input = 2,2 kW = 3 Hp
Jadi, direncanakan pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

Pompa Bahan Bakar untuk Tangki Induk dan Tangki Harian


Pompa ini digunakan untuk mensuplai bahan bakar dari bunker menuju tangki induk bahan
bakar. Pompa Bahan Bakar untuk Tangki Induk dan Tangki Harian
Bahan bakar disimpan dalam tangki bahan bakar yang berada di double bottom dibawah kamar
mesin dan untuk mengalirkannya ke tangki induk dan harian digunakan pompa bahan bakar
yang juga diletakkan di double bottom. Pompa bahan bakar untuk tangki induk dan tangki
harian dipisahkan penggunaannya untuk menjaga efisiensi dari pompa tersebut dalam
mengalirkan bahan bakar.

KAPASITAS POMPA

9
Berdasarkan buku “Marine Power Plant” oleh P.Akomov halaman 492, kapasitas
pompa bahan bakar harian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
Q = V/t
Dimana :
V = Volume tangki bahan bakar yaitu :
= (Vtangki bahan bakar) / Waktu pelayaran
= (132,08 m3) / 7,16 hari
= 18,45 m3
t = Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki yaitu 30 menit atau 0,5 jam
Sehingga :
Q =
= 36,90 m3/jam
= 0,615 m3/menit
= 0,01025 m3/sekon

DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapa sitas pompa (Q) yang terletak antara 0,40 – 0,80 m3/menit, memiliki
diameter 80 mm. Karena kapasiatas pompa rancangan (Q) bernilai 0,615 m3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 80 mm
Untuk diamter pipa pengisian pada Bunker direncanakan 2 kali dari pipa service harian
yaitu 80 × 2 = 160 mm.

TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa bahan bakar tangki harian
dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
 So =

= 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200

Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 80 mm

So =
= 0,80 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,80 mm + 3 + 0
= 3,8 mm

10
PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN (HEAD)
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
H = ha + hp + hv + h1 (m)
Dimana :
 ha = Perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
= ht - hi
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm di atas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb kamar mesin
= 6,43 m + 0,3 m - 1,65 m
= 5,08 m

hi = Tinggi pipa isap ( Hdb – 0,05 )


= 1,10 m – 0,05 m
= 1,05 m
Sehingga :
ha = 5,08 m – 1,05 m
= 4,03 m
 hp = Perbedaan tekanan antara kedua tangki
= hpi – hpt
hpi = Tekanan pada tangki isap
= 0 ( tangki berada dibawah pompa )
hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 ( Tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang ke laut)
Sehingga :
hp =0
 hv = Kehilangan akibat kecepatan zat cair
=
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
=
Q = Debit air (m/s)
= 0,01025 m3/sekon
A = Luas penampang pipa (m2)
=
=
= 0,005 m2
V =
= 2,05 m/s
g = 9,8 m/s2

11
Sehingga :
hv =

= 0,21 m

 hi = Kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa


= hl1 + hl2

 hl1 =
Dimana :
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,01025 m3/sekon
L = Panjang pipa lurus terpanjang (m)
= 8,00 m
C = Koefisien jenis pipa ( Tabel 2.1 Halaman 30 buku “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa besi cor baru )
D = Diameter pipa (m)
= 0,08 m
Sehingga :
hl1 =

= 0,46 m

 hl2 =

Dimana :
V = Kecepatan aliran zat cair (m/s)
= 2,05 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal, berdasarkan tabel berikut :
Penyebab Jumlah Koefisien Nilai
I II III II III
Gate Valve 7 10 70
Saringan 2 1,97 3,94
Sambungan Siku 7 0,75 5,25
Sambungan T 3 1,8 4,8
 83,99

hl2 =

12
= 17,65 m
Sehingga,
hl = hl1 + hl2
= 0,46 m + 17,65 m
= 18,11 m

Jadi :
H = ha + hp + hv + h1
= 4,03 m + 0 m + 0,21 m + 18,11 m
= 22,90 m
PERHITUNGAN DAYA POMPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

N= (Hp)

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 36,90 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 22,90 m
= Massa jenis air laut (kg/m3)

= 1025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :

N =

= 3,27 Hp
= 2,46 Kw

POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 100 L SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 960 mm
 Tinggi = 327 mm
 Diameter pompa = 350 mm

13
 Diameter poros = 270 mm
 Berat = 100 Kg
 RPM = 1450
 Input = 3 kW = 4 Hp
Dalam buku BKI Vol. III, Bab II Pipa-pipa, katup - katup, peralatan –peralatan, dan pompa
pompa , P.1. Hal. 163; mengenai sistem bahan bakar harian tidak ditentukan jumlah pompa bahan
bakar yang harus digunakan. Jadi direncanakan pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

Pompa Sanitary
Sistem sanitary digunakan untuk menyingkirkan atau membuang air dari geladak dan juga
membuang air yang sudah dipakai dari tempat - tempat mandi, wc, laundry, bar - bar makanan dan
minimuman, dapur, dan sebagainya. Dari setiap geladak air mengalir turun ke geladak yang lebih rendah
melalui pipa - pipa scupper, dimana akhirnya sampai pada geladak yang paling rendah / akhir diatas
garis air dan akhirnya dibuang melalui freeing port yang dipasang pada bulwark. Sistem sanitary ini
dilancarkan pengoperasiannya oleh pompa sanitary yang memompa air atau kotoran - kotoran untuk
dibuang.

Sistem sanitari dan scupper bertugas untuk mengalirakn air dari geladak dan membuang air
yang sudah terpakai di kamar mandi, laundries, galley, store room, dan lain lain.
 KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “ Marine Power Plant “oleh P. Akimov halaman 492, kapasitas
pompa sanitari dapat dihitung dengan menggunakan langkah-langkah berikut :
Lama pelayaran = 7,16 hari. Namun direncanakan setiap 3,58 hari
pelayaran, isi tangki di buang ke laut.
Volume tangki = 1,5 m3 = 1,5 ton
Jumlah crew = 20 orang
Kotoran yang dihasilkan = 5lt/hari/orang
Lama pemompaan = 1 jam
Sehingga kapasitas pompa adalah :
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒌𝒐𝒕𝒐𝒓𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍𝒌𝒂𝒏 + 𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒕𝒂𝒏𝒈𝒌𝒊
Q = (m3/jam)
𝑳𝒂𝒎𝒂 𝒑𝒆𝒎𝒐𝒎𝒑𝒂𝒂𝒏
𝟓 𝐥𝐭/𝐡𝐚𝐫𝐢/ 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 × 𝟐𝟎 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 × 𝟑,𝟓𝟖 𝐡𝐚𝐫𝐢
( )+ 𝟏,𝟓 𝐦𝟑
𝟏𝟎𝟎𝟎
Q =
𝟏 𝒋𝒂𝒎
Q = 1,858 m3/jam
Q = 0,031 m3/menit
Q = 0,0005 m3/sekon

 DIAMETER PIPA

14
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak di bawah 0,20 m3/menit, memiliki
diameter 40 mm. Karena kapasiatas pompa rancangan (Q) bernilai 0,031 m3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 40 mm

 TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa sanitari, sewage, dan
sludge dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
(𝐷 × 𝑃𝑐 )
 So =
20 × 𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 × 𝑉
𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 = 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200
Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 40 mm
(40 × 16)
So =
20 ×80 × 1
= 0,40 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,40 mm + 3 + 0
= 3,40 mm

 PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN (HEAD)


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑪𝟐 𝒑
H= + + 𝒛 (m)
𝟐𝒈 𝒓
Dimana :
C = Kecepatan aliran zat air yaitu 2 m/s
g = Percepatan gravitasi 9,8 m/s2
p = Tekanan yang ditunjukkan pada barometer yaitu 25000 Kg/m3
r = Massa jenis air asin yaitu 1025 Kg/m3
z = Tinggi kedudukan pompa dari zat yang yang dipompa yaitu 1,65 m = Hdb
kamar mesin
Sehingga :
𝑪𝟐 𝒑
H = + + 𝒛
𝟐𝒈 𝒓
𝟐𝟐 𝟐𝟓𝟎𝟎
= + + 𝟏, 𝟔𝟓
𝟐 × 𝟗,𝟖 𝟏𝟎𝟐𝟓
= 26,245 m
 PERHITUNGAN DAYA POMPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhit
ungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

15
𝑸×𝑯×𝜸
N= (Hp)
𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝜼

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 1,858 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 26,245 m
𝛾 = Massa jenis air laut (kg/m3)
= 1025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :
𝟎,𝟎𝟎𝟎𝟓 ×𝟐𝟔,𝟐𝟒𝟓 × 𝟏𝟎𝟐𝟓
N = 𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝟎,𝟗𝟖
= 0,19 Hp
= 0,14 kW

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 71 – B SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 610 mm
 Tinggi = 245 mm
 Diameter pompa = 300 mm
 Diameter poros = 230 mm
 Berat = 37 Kg
 RPM = 1450
 Input = 0,37 kW = 0,50 Hp
Jadi, direncanakan pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

POMPA PENDINGIN

SISTEM PENDINGIN MESIN

Pompa ini digunakan untuk mensuplai air tawar yang mendinginkan mesin induk kapal. Pompa
untuk menghasilkan air tawar ini untuk mendinginkan mesin induk biasanya diletakkan pada
tangki yang ada di double bottom. Dan untuk melancarkan sistem ini digunakan pompa air
tawar yang diletakkan di double bottom yang kemudian dialirkan kekamar mesin. Sistem ini
dipisahkan dari sistem air tawar untuk keperluan air minum.

KAPASITAS POMPA
Kapasitas pompa sistem pendingin mesin dapat dihitung dengan menggunakan rumus
empiris berikut:
Q = V/t

16
Dimana :
V = Volume tangki air pendingin mesin yaitu 34,86 m3
t = Waktu yang diperlukan untuk mengisi tangki yaitu 1 jam
Sehingga :
Q =
= 34,86 m3/jam
= 0,581 m3/menit
= 0,0097 m3/sekon

DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak antara 0,40 – 0,80 m3/menit, memiliki
diameter 80 mm. Karena kapasiatas pompa rancangan (Q) bernilai 0,581 m3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 80 mm

TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa sistem pendingin dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
 So =

= 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200

Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 80 mm

So =
= 0,80 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,8 mm + 3 + 0
= 3,8 mm

PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN (HEAD)


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
H = ha + hp + hv + h1 (m)
Dimana :
 ha = Perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
= ht - hi
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm di atas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb kamar mesin

17
= 6,43 m + 0,3 m - 1,65 m
= 5,08 m

hi = Tinggi pipa isap ( Hdb – 0,05 )


= 1,10 m – 0,05 m
= 1,05 m
Sehingga :
ha = 5,08 m – 1,05 m
= 4,03 m
 hp = Perbedaan tekanan antara kedua tangki
= hpi – hpt
hpi = Tekanan pada tangki isap
= 0 ( tangki berada dibawah pompa )
hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 ( Tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang ke laut)
Sehingga :
hp = 0
 hv = Kehilangan akibat kecepatan zat cair
=
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
=
Q = Debit air (m/s)
= 0,0097 m3/sekon
A = Luas penampang pipa (m2)
=
=
= 0,005 m2
V =
= 1,94 m/s
g = 9,8 m/s2

Sehingga :
hv =

= 0,19 m
 hi = Kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa
= hl1 + hl2

 hl1 =

18
Dimana :
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,0097 m3/sekon
L = Panjang pipa lurus terpanjang (m)
= 20,00 m
C = Koefisien jenis pipa ( Tabel 2.1 Halaman 30 buku “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa besi cor baru )
D = Diameter pipa (m)
= 0,08 m
Sehingga :
hl1 =

= 1,05 m

 hl2 =
Dimana :
V = Kecepatan aliran zat cair (m/s)
= 1,94 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal, berdasarkan tabel berikut :

Penyebab Jumlah Koefisien Nilai


I II III II III
Gate Valve 1 10 10
Saringan 2 1,97 3,94
Sambungan Siku 3 0,75 2,25
Sambungan T 0 1,8 0
 16,19

hl2 =

= 3,08 m
Sehingga,
hl = hl1 + hl2
= 1,05 m + 3,08 m
= 4,13 m
Jadi :
H = ha + hp + hv + h1

19
= 4,03 m + 0 m + 0,19 m + 4,13 m
= 8,35 m

PERHITUNGAN DAYA POMPA


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

N= (Hp)

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 34,86 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 8,35 m
= Massa jenis air laut (kg/m3)

= 1025 kg/m3

η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :

N =

= 1,13 Hp
= 0,85 kW

POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = MA – 80 SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 365 mm
 Tinggi = 182 mm
 Diameter pompa = 154 mm
 Diameter poros = 125 mm
 Berat = 15 Kg
 RPM = 3450 RPM
 Input = 0,90 kW = 1,20 Hp

20
POMPA AIR TAWAR

Air tawar biasanya diletakkan pada tangki - tangki persediaan ( store tanks ) dan tangki
dinas yang berada pada upper deck dan dari tempat inilah air tersebut dialirkan ketempat -
tempat yang membutuhkan air tawar dengan bantuan pompa air tawar seperti kamar mandi,
wc, dapur, laundry, dan sebagainya melalui pipa – pipa.
Pompa ini digunakan untuk mensuplai air tawar dari tangki utama ketangki harian air tawar.
 KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “Marine Power Plant” oleh P.Akomov halaman 492, kapasitas
pompa air tawar harian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
Q = V/t
Dimana :
V = Volume tangki air tawar harian yaitu :
= (Vtangki air tawar maksimum – Vair pendingin mesin) / Waktu pelayaran
= (65,64 m3 – 34,86 m3) / 7,16 hari
= 4,29 m3
t = Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki yaitu 25 menit = 0,42 jam
Sehingga :
𝟒,𝟐𝟗 𝒎𝟑
Q = 𝟎,𝟒𝟐 𝒋𝒂𝒎
= 10,21 m3/jam
= 0,17 m3/menit
= 0,0028 m3/sekon

 DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak antara 0,16 – 0,32 m3/menit, memiliki
diameter 50 mm. Karena kapasiatas pompa rancangan (Q) bernilai 0,17 m 3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 50 mm

 TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa air tawar harian dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
(𝐷 × 𝑃𝑐 )
 So =
20 × 𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 × 𝑉
𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 = 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200
Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 50 mm
(50 × 16)
So =
20 ×80 × 1
= 0,50 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,5 mm + 3 + 0

21
= 3,5 mm

 PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN (HEAD)


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
H = ha + hp + hv + h1 (m)
Dimana :
 ha = Perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
= ht - hi
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm di atas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb kamar mesin
= 6,43 m + 0,3 m - 1,65 m
= 5,08 m
hi = Tinggi pipa isap ( Hdb – 0,05 )
= 1,10 m – 0,05 m
= 1,05 m
Sehingga :
ha = 5,08 m – 1,05 m
= 4,03 m
 hp = Perbedaan tekanan antara kedua tangki
= hpi – hpt
hpi = Tekanan pada tangki isap
= 0 ( tangki berada dibawah pompa )
hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 ( Tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang ke laut)
Sehingga :
hp =0
 hv = Kehilangan akibat kecepatan zat cair
𝑉2
=
2𝑔
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
𝑄
=
𝐴
Q = Debit air (m/s)
= 0,0028 m3/sekon
A = Luas penampang pipa (m2)
1
= 4 𝜋 𝐷2
1
= 4 × 3,14 × 0,052
= 0,0019625 m2
0,0028 m3 /sekon
V =
0,0019625 𝑚2
= 1,43 m/s
g = 9,8 m/s2
Sehingga :
𝑽𝟐
hv =
𝟐𝒈
(𝟏,𝟒𝟑)𝟐
=
𝟐 ×𝟗,𝟖
= 0,103 m

22
 hi = Kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa
= hl1 + hl2
10,666 × 𝑄1,85 × 𝐿
 hl1 =
𝐶 1,85 × 𝐷4,85
Dimana :
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,0028 m3/sekon
L = Panjang pipa lurus terpanjang (m)
= 12,00 m
C = Koefisien jenis pipa ( Tabel 2.1 Halaman 30 buku “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa besi cor baru )
D = Diameter pipa (m)
= 0,05 m
Sehingga :
𝟏𝟎,𝟔𝟔𝟔 × (𝟎,𝟎𝟎𝟐𝟖)𝟏,𝟖𝟓 × 𝟏𝟐,𝟎𝟎
hl1 =
(𝟏𝟑𝟎)𝟏,𝟖𝟓 × (𝟎,𝟎𝟓)𝟒,𝟖𝟓

= 0,61 m
𝑉2
 hl2 = 𝐾 × (2𝑔)
Dimana :
V = Kecepatan aliran zat cair (m/s)
= 1,43 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal, berdasarkan tabel berikut :
Penyebab Jumlah Koefisien Nilai
I II III II × III
Gate Valve 6 10 60
Saringan 2 1,97 3,94
Sambungan Siku 7 0,75 5,25
Sambungan T 3 1,8 4,8
 73,99

(𝟏,𝟒𝟑)𝟐
hl2 = 𝟕𝟑, 𝟗𝟗 × ( 𝟐 ×𝟗,𝟖 )
= 7,64 m
Sehingga,
hl = hl1 + hl2
= 0,61 m + 7,64 m
= 8,25 m
Jadi :
H = ha + hp + h v + h1
= 4,03 m + 0 m + 0,103 m + 8,25 m
= 12,383 m
Tapi Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" halaman 62, head total pompa
biasanya berkisar antara (40 ~ 50) meter untuk sistem hydrophore dan (30 ~ 40) meter
untuk comtinous running system. Karena dalam perencanaan, desainer menggunakan
hydrophore, maka head total dari pompa yang digunakan adalah :
H = 50 m

23
 PERHITUNGAN DAYA POMPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑸 ×𝑯 × 𝜸
N= (Hp)
𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝜼

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 10,21 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 50 m
𝛾 = Massa jenis air laut (kg/m3)
= 1025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :
𝟏𝟎,𝟐𝟏 × 𝟓𝟎 × 𝟏𝟎𝟐𝟓
N =
𝟑𝟔𝟎𝟎 × 𝟕𝟓 × 𝟎,𝟗𝟖
= 1,98 Hp
= 1,48 kW

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 90 - L SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 720 mm
 Tinggi = 265 mm
 Diameter pompa = 350 mm
 Diameter poros = 220 mm
 Berat = 52 Kg
 RPM = 1450
 Input = 1,5 kW = 2,00 Hp
Dalam buku BKI Vol. III, Bab II Pipa-pipa, katup - katup, peralatan –peralatan, dan
pompa pompa , P.1. Hal. 163; mengenai sistem air tawar tidak ditentukan jumlah pompa air
tawar yang harus digunakan. Jadi direncanakan pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

POMPA MINYAK PELUMAS

Minyak pelumas disimpan pada tangki minyak pelumas yang terletak pada double bottom
yang berada dibawah kamar mesin. Untuk mengalirkan minyak pelumas ke mesin induk
maupun mesin bantu digunakan pompa minyak pelumas yang juga diletakkan pada double
bottom.
Pompa ini berfungsi untuk memindahkan minyak pelumas dari tangki induk ke tangki
harian untuk dapat digunakan pada mesin utama dan generator.

24
 KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “Marine Power Plant” oleh P.Akomov halaman 492, kapasitas
pompa minyak pelumas harian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
Q = V/t
Dimana :
V = Volume tangki minyak pelumas harian yaitu :
= Vminyak lumas / Lama pelayaran terjauh
= 9,4209 m3 / 7,16 hari
= 1,32 m3
t = Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki yaitu 10 menit atau 0,166
jam
Sehingga :
𝟏,𝟑𝟐 𝒎𝟑
Q =
𝟎,𝟏𝟔𝟔 𝒋𝒂𝒎
= 7,95 m3/jam
= 0,13 m3/menit
= 0,0022 m3/sekon

 DIAMETER PIPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 23
Tabel 2.10 bahwa kapasitas pompa (Q) yang terletak di bawah 0,20 m3/menit, memiliki
diameter 40 mm. Karena kapasitas pompa rancangan (Q) bernilai 0,13 m 3/menit, maka
diperoleh diameter pipa yaitu :
D = 40 mm

 TEBAL PIPA
Berdasarkan buku “BKI 2006 Section 11 – C.2.1”, tebal pipa minyak pelumas dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
S = So + c + b
Dimana :
(𝐷 × 𝑃𝑐 )
 So =
20 × 𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 × 𝑉
𝜎𝑝𝑒𝑟𝑚 = 80 N/mm (maksimum tegangan rencana yang diizinkan untuk steel 1200
Pc = 16 bar
V = 1,00
D = 40 mm
(40 × 16)
So =
20 ×80 × 1
= 0,40 mm
 c = Faktor korosi sea water lines yaitu 3
 b =0
Sehingga :
S = 0,40 mm + 3 + 0
= 3,4 mm. Diambil tebal pipa standar yaitu 3,5 mm

 PERHITUNGAN TINGGI KENAIKAN TEKANAN (HEAD)


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
H = ha + hp + hv + h1 (m)
Dimana :

25
 ha = Perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
= ht - hi
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm di atas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb
= 6,43 m + 0,3 m - 1,1 m
= 5,63 m
hi = Tinggi pipa isap ( Hdb – 0,05 )
= 1,10 m – 0,05 m
= 1,05 m
Sehingga :
ha = 5,63 m – 1,05 m
= 4,58 m
 hp = Perbedaan tekanan antara kedua tangki
= hpi – hpt
hpi = Tekanan pada tangki isap
= 0 ( tangki berada dibawah pompa )
hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 ( Tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang ke laut)
Sehingga :
hp =0
 hv = Kehilangan akibat kecepatan zat cair
𝑉2
=
2𝑔
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
𝑄
=
𝐴
Q = Debit air (m/s)
= 0,0022 m3/sekon
A = Luas penampang pipa (m2)
1
= 4 𝜋 𝐷2
1
= 4 × 3,14 × 0,042
= 0,001256 m2
0,0022 m3 /sekon
V =
0,001256 𝑚2
= 1,75 m/s
g = 9,8 m/s2
Sehingga :
𝑽𝟐
hv =
𝟐𝒈
(𝟏,𝟕𝟓)𝟐
=
𝟐 ×𝟗,𝟖
= 0,16 m
 hi = Kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa
= hl1 + hl2
10,666 × 𝑄1,85 × 𝐿
 hl1 =
𝐶 1,85 × 𝐷4,85
Dimana :
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,0022 m3/sekon

26
L = Panjang pipa lurus terpanjang (m)
= 8,00 m
C = Koefisien jenis pipa ( Tabel 2.1 Halaman 30 buku “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa besi cor baru )
D = Diameter pipa (m)
= 0,04 m
Sehingga :
𝟏𝟎,𝟔𝟔𝟔 × (𝟎,𝟎𝟎𝟐𝟐)𝟏,𝟖𝟓 × 𝟖,𝟎𝟎
hl1 =
(𝟏𝟑𝟎)𝟏,𝟖𝟓 × (𝟎,𝟎𝟒)𝟒,𝟖𝟓

= 0,77 m
𝑉2
 hl2 = 𝐾 × (2𝑔)
Dimana :
V = Kecepatan aliran zat cair (m/s)
= 1,75 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal, berdasarkan tabel berikut :
Penyebab Jumlah Koefisien Nilai
I II III II × III
Gate Valve 7 10 70
Saringan 3 1,97 5,70
Sambungan Siku 7 0,75 5,25
Sambungan T 3 1,8 4,8
 85,75

(𝟏,𝟕𝟓)𝟐
hl2 = 𝟖𝟓, 𝟕𝟓 × ( 𝟐 ×𝟗,𝟖 )
= 13,26 m
Sehingga,
hl = hl1 + hl2
= 0,77 m + 13,26 m
= 14,03 m
Jadi :
H = ha + hp + h v + h1
= 4,58 m + 0 m + 0,16 m + 14,03 m
= 18,77 m
 PERHITUNGAN DAYA POMPA
Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27,
perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
𝑸 ×𝑯 × 𝜸
N= (Hp)
𝟑𝟔𝟎𝟎 ×𝟕𝟓 × 𝜼

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 7,95 m3/jam
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 18,77 m
𝛾 = Massa jenis air laut (kg/m3)
= 1025 kg/m3

27
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :
𝟕,𝟗𝟓 × 𝟏𝟖,𝟕𝟕 × 𝟏𝟎𝟐𝟓
N =
𝟑𝟔𝟎𝟎 × 𝟕𝟓 × 𝟎,𝟗𝟖
= 0,60 Hp
= 0,45 kW

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = MA – 80 SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 340 mm
 Tinggi = 173 mm
 Diameter pompa = 135 mm
 Diameter poros = 112 mm
 Berat = 13 Kg
 RPM = 2850
 Input = 0,50 kW = 0,75 Hp
Jadi direncanakan pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

28