Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea sering dikaitkan dengan
inflamasi. Kebanyakan ulkus kornea bersifat infeksius, termasuk yang disebabkan oleh bakteri
atau virus. Ulkus yang tidak menular biasanya disebabkan karena autoimun, bahan kimia,
toksik dan lain-lain (Borke, 2018).

Ulkus kornea termasuk dalam suatu kegawatdaruratan karena dapat merusak


penglihatan secara permanen atau berkembang menjadi perforasi. Keluhan yang dirasakan
pasien antara lain nyeri, mata merah, nrocos dan penglihatan kabur (Borke, 2018).

Penelitian menunjukkan faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian ulkus kornea
adalah penggunaan lensa kontak, laki-laki, merokok, dan akhir musim dingin. Keluhan yang
dirasakan pasien antara lain nyeri, mata merah, nrocos dan penglihatan kabur (Knobbe, 2016).

Beratnya penyakit ditentukan oleh keadaan fisik pasien, lokasi, ukuran ulkus yang
terjadi. Prognosis dari ulkus kornea adalah dubia tergantung dari perkembangan infeksi yang
terjadi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang cepat dan tepat (Borke, 2018; Knobbe,
2016).
BAB II

STATUS PENDERITA

A. IDENTITAS
Nama : Ny. S
Umur : 54 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Suku : Jawa
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Kristen
Alamat : Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal pemeriksaan : 2 Januari 2019
No. RM : 0143xx

B. ANAMNESIS
1. Keluhan Utama
Nyeri di mata kiri

2. RiwayatPenyakitSekarang
Pasien datang ke Poli Mata RSUD Dr. Moewardi dengan keluhan rasa nyeri di
mata kiri sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya, keluhan nyeri muncul bersamaan dengan
bintik putih di mata kiri yang kemudian semakin membesar dan menghalangi
penglihatan pasien. Keluhan dirasakan terus menerus dan semakin memberat. Pasien
mengeluhkan mata kirinya sudah tidak dapat melihat. Pasien juga mengeluhkan mata
kirinya merah, panas, kemeng, dan mengganjal. Keluhan lain seperti cekot-cekot
disangkal. Pasien belum berobat untuk mengurangi keluhan pada matanya.
Tiga bulan sebelumnya pasien mengaku menderita penyakit herpes zoster.
Keluhan plenting-plenting yang nyeri muncul di area dahi, kelopak mata, hidung hingga
kulit kepala sisi kiri. Pasien sudah berobat dan penyakitnya sudah sembuh. Namun 1
bulan belakangan justru muncul keluhan bintik putih di mata kirinya yang terasa nyeri
namun tidak dihiraukan oleh pasien hingga saat ini bintik putih tersebut membesar dan
terasa sangat nyeri.
3. RiwayatPenyakitDahulu
Riwayatkeluhanserupa : disangkal
Riwayatrawatinap : disangkal
Riwayatalergiobat dan makanan : disangkal
Riwayatoperasimata : disangkal
Riwayatkacamata : disangkal

4. RiwayatPenyakitKeluarga
Riwayatkeluhanserupa : disangkal
Riwayathipertensi : disangkal
Riwayatkencingmanis : disangkal

5. Simpulan Anamnesis

OD OS
Proses - Virus Herpes Zoster
menginfeksi kornea
sehingga muncul reaksi
peradangan dan
menghasilkan infiltrat
yang menutupi kornea
Lokasi - kornea
Sebab - Infeksi virus
Perjalanan - Akut
Komplikasi - Infeksi intraokular

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Kesan umum
Keadaan umum baik, compos mentis, gizi kesan berlebih
2. Vital Sign
BB : 103 kg
TB : 149 cm
TD : 130/100 mmHg
RR : 20 x/menit
HR : 99x/menit
T : 35,80C

3. Pemeriksaan subyektif
OD OS
A. Visus Sentralis
1. Visus sentralis jauh 6/7 1/300
a. pinhole Maju (6/6) Tidak Maju
b. koreksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan
c. refraksi Tidak dilakukan Tidak dilakukan
2. Visus sentralis dekat Tidak dilakukan Tidak dilakukan
B. Visus Perifer
1. Konfrontasi tes Tidak dilakukan Tidak dilakukan
2. Proyeksi sinar Tidak dilakukan Tidak dilakukan
3. Persepsi warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan

4. Pemeriksaan Obyektif
1. Sekitar mata OD OS
a. tanda radang Tidak ada Tidak ada
b. luka Tidak ada Tidak ada
c. parut Tidak ada Ada
d. kelainan warna Tidak ada Patch depigmentasi
disekitar mata
bagian atas dan
dahi
e. kelainan bentuk Tidak ada Tidak ada
2. Supercilia
a. warna Hitam Hitam
b. tumbuhnya Normal Normal
c. kulit Sawo matang Sawo matang
d. gerakan Dalam batas normal Dalam batas normal
3. Pasangan bola mata dalam
orbita
a. heteroforia Tidak ada Tidak ada
b. strabismus Tidak ada Tidak ada
c. pseudostrabismus Tidak ada Tidak ada
d. exophtalmus Tidak ada Tidak ada
e. enophtalmus Tidak ada Tidak ada
4. Ukuran bola mata
a. mikroftalmus Tidak ada Tidak ada
b. makroftalmus Tidak ada Tidak ada
c. ptisis bulbi Tidak ada Tidak ada
d. atrofi bulbi Tidak ada Tidak ada
5. Gerakan bola mata
a. temporal Tidak terhambat Tidak terhambat
b. temporal superior Tidak terhambat Tidak terhambat
c. temporal inferior Tidak terhambat Tidak terhambat
d. nasal Tidak terhambat Tidak terhambat
e. nasal superior Tidak terhambat Tidak terhambat
f. nasal inferior Tidak terhambat Tidak terhambat
6. Kelopak mata
a. pasangannya
1.) edema Tidak ada Tidak ada
2.) hiperemi Tidak ada Tidak ada
3.) blefaroptosis Tidak ada Tidak ada
4.) blefarospasme Tidak ada Tidak ada
b. gerakannya
1.) membuka Tidak tertinggal Tidak tertinggal
2.) menutup Tidak tertinggal Tidak tertinggal
c. rima
1.) lebar 10 mm 10 mm
2.) ankiloblefaron Tidak ada Tidak ada
3.) blefarofimosis Tidak ada Tidak ada
d. kulit
1.) tanda radang Tidak ada Tidak ada
2.) warna Sawo matang Terdapat patch
depigmentasi
dengan jaringan
parut
3.) epiblepharon Tidak ada Tidak ada
4.) blepharochalasis Tidak ada Tidak ada
e. tepi kelopak mata
1.) enteropion Tidak ada Tidak ada
2.) ekteropion Tidak ada Tidak ada
3.) koloboma Tidak ada Tidak ada
4.) bulu mata Dalam batas normal Dalam batas normal
7. sekitar glandula lakrimalis
a. tanda radang Tidak ada Tidak ada
b. benjolan Tidak ada Tidak ada
c. tulang margo tarsalis Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
8. Sekitar saccus lakrimalis
a. tanda radang Tidak ada Tidak ada
b. benjolan Tidak ada Tidak ada
9. Tekanan intraocular
a. palpasi Normal per palpasi Normal per palpasi
b. tonometri schiotz Tidak dilakukan Tidak di lakukan
c. Non contact tonometer 18 -
10. Konjungtiva
a. konjungtiva palpebra superior
1.) edema Tidak ada Tidak ada
2.) hiperemi Tidak ada Tidak ada
3.) sekret Tidak ada Tidak ada
4.) sikatrik Tidak ada Tidak ada
b. konjungtiva palpebra inferior
1.) edema Tidak ada Tidak ada
2.) hiperemi Tidak ada Tidak ada
3.) sekret Tidak ada Tidak ada
4.) sikatrik Tidak ada Tidak ada
c. konjungtiva fornix
1.) edema Tidak ada Tidak ada
2.) hiperemi Tidak ada Tidak ada
3.) sekret Tidak ada Tidak ada
4.) benjolan Tidak ada Tidak ada
d. konjungtiva bulbi
1.) Penebalan Konjungtiva Tidak ada Tidak ada
berbentuk segitiga
2.) edema Tidak ada Tidak ada
3.) hiperemis Tidak ada Ada
4.) sekret Tidak ada Tidak ada
5.)injeksi konjungtiva Tidak ada Ada
6.) injeksi siliar Tidak ada Tidak ada
e. caruncula dan plika
semilunaris
1.) edema Tidak ada Tidak ada
2.) hiperemis Tidak ada Tidak ada
3.) sikatrik Tidak ada Tidak ada
11. Sclera
a. warna Putih Putih
b. tanda radang Tidak ada Tidak ada
c. penonjolan Tidak ada Tidak ada
12. Kornea
a. ukuran 11 mm 11 mm
b. limbus Jernih Infiltrat putih
menutupi hampir
seluruh limbus
c. permukaan Rata, mengkilap Tidak rata
d. sensibilitas Tidak dilakukan Tidak dilakukan
e. keratoskop ( placido ) Tidak dilakukan Tidak dilakukan
f. fluorecsin tes Tidak dilakukan Tidak dilakukan
g. arcus senilis Tidak ada Tidak ada
13. Kamera okuli anterior
a. kejernihan Jernih Jernih
b. kedalaman Dalam Dalam
14. Iris
a. warna Cokelat Cokelat
b. bentuk Tampak lempengan Sulit dievaluasi
c. sinekia anterior Tidak tampak Sulit dievaluasi
d. sinekia posterior Tidak tampak Sulit dievaluasi
15. Pupil
a. ukuran 3 mm Sulit dievaluasi
b. bentuk Bulat Sulit dievaluasi
c. letak Sentral Sulit dievaluasi
d. reaksi cahaya langsung Positif Sulit dievaluasi
e. tepi pupil Tidak ada kelainan Sulit dievaluasi
16. Lensa
a. ada/tidak Ada Ada
b. kejernihan Jernih Sulit dievaluasi
c. letak Sentral Sulit dievaluasi
e. shadow test Tidak dilakukan Tidak dilakukan
17. Corpus vitreum
5. Kejernihan Tidak dilakukan Tidak dilakukan
6. Reflek fundus Tidak dilakukan Tidak dilakukan

D. KESIMPULAN PEMERIKSAAN
OD OS
A. Visus sentralis jauh 6/17 Ph 6/6 1/300
B. Visus perifer
Konfrontasi tes Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Persepsi warna Tidak dilakukan Tidak dilakukan
C. Sekitar mata Dalam batas normal Jaringan parut dan
depigmentasi pada kulit
sekitar mata
D. Supercilium Dalam batas normal Dalam batas normal
E. Pasangan bola mata Dalam batas normal Dalam batas normal
dalam orbita
F. Ukuran bola mata Dalam batas normal Dalam batas normal
G. Gerakan bola mata Dalam batas normal Dalam batas normal
H. Kelopak mata Dalam batas normal Jaringan parut
I. Sekitar saccus Dalam batas normal Dalam batas normal
lakrimalis
J. Sekitar glandula Dalam batas normal Dalam batas normal
lakrimalis
K. Tekanan intarokular Dalam batas normal Dalam batas normal
L. Konjungtiva palpebra Dalam batas normal Dalam batas normal
M. Konjungtiva bulbi Dalam batas normal Hiperemis dan injeksi
konjungtiva
N. Konjungtiva fornix Dalam batas normal Dalam batas normal
O. Sklera Dalam batas normal Dalam batas normal
P. Kornea Dalam batas normal Infiltrat putih menutupi
hampir seluruh limbus
Q. Camera okuli anterior Dalam batas normal Dalam batas normal
R. Iris Bulat, warna coklat Sulit dievaluasi
S. Pupil Diameter 3 mm, bulat, Sulit dievaluasi
sentral
T. Lensa Jernih Sulit dievaluasi

U. Corpus vitreum Tidak dilakukan Tidak dilakukan


E. GAMBAR KLINIS

F. DIAGNOSIS BANDING
1. OS Ulkus Kornea Perforasi et causa Herpes Zoster Oftalmikus
2. OS Keratitis Bakteri
3. OS Endoftalmitis
G. DIAGNOSIS
OS Ulkus Kornea Perforasi et causa Herpes Zoster Oftalmikus

H. TERAPI
Non Medikamentosa
 Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakitnya, rencana pengobatan, serta
komplikasi yang dapat terjadi
 Menjelaskan perlunya control
 Menjelaskan pentingnya rawat inap
 Pembersihan sekret 4 kali sehari
 Edukasi pasien bahwa dapat dilakukan tindakan pembedahan
Medikamentosa
 LFX ED tiap jam OS
 Noncort ED 4xOS

I. PLANNING
Pro Os periosteal graft

J. PROGNOSIS
OD OS
1. Ad vitam Bonam Bonam
2. Ad fungsionam Bonam Dubia ad malam
3. Ad sanam Bonam Dubia ad malam
4. Ad Kosmetikum Bonam Dubia ad malam
Daftar Pustaka

Borke J (2018). Korneal ulcer and ulcerative keratitis in emergency medicine clinical
presentation. Medscape

Knobbe CA (2016). Corneal ulcer-cause and treatment. All about vision.


https://www.allaboutvision.com/conditions/corneal-ulcer.htm- Diakses Januari 2019