Anda di halaman 1dari 8

PREDIKSI WAKTU BERAKHIRNYA GEMPA SUSULAN

(STUDI KASUS GEMPABUMI DELI SERDANG 16 JANUARI 2017


DAN 14 FEBRUARI 2017)

Delfi Julianti
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral
Institut Teknologi Medan
Julianti.delfi@gmail.com

Abstrak
Gempa bumi susulan adalah serentetan gempa bumi yang terjadi setelah gempa bumi besar yang pada
umumnya menimbulkan bencana. Dampak dari gempa susulan tersebut sangat berbahaya karena biasanya
datang tidak terduga, dapat berupa sebuah gempa dengan magnitudo besar dan bisa meruntuhkan
bangunan yang rusak akibat gempa utama. Dengan alasan tersebut maka sangat penting untuk dilakukan
penelitian mengenai Prediksi Waktu Berakhirnya Gempa Susulan untuk Gempa Bumi Deli Serdang.
Data yang digunakan dalam analisa ini merupakan data primer yang didapat dari BMKG Wilayah I
Medan berupa data kejadian gempa dari tanggal 16 Januari 2017 hingga 21 Maret 2017. Penelitian ini
dilakukan menggunakan metode Mogi I, Mogi II, UTSU dan Omori yang mana penentuan waktu
berakhirnya gempa susulan ini dilihat dari nilai koefisien korelasi dari setiap metode dan dipilih metode
mana yang memiliki nilai koefisien korelasi mendekati -1 atau mendekati kenyataan. Selanjutnya data
distribusi titik gempa pada peta geologi dianalisis untuk mengetahui faktor geologi yang berkontribusi
dalam penyebaran titik gempa susulan pada daerah Deli Serdang.
Untuk perhitungan waktu berakhirnya gempa susulan Deli Serdang metode yang mendekati kenyataan
yaitu metode Mogi 2. Untuk gempa utama 16 Januari 2017 diperkirakan gempa akan berakhir pada hari
ke 14-16 setelah gempa utama dan untuk gempa utama 14 Februari 2017 diperkirakan gempa akan
berakhir pada hari ke 27-29 setelah gempa utama. Untuk gempa Deli Serdang ini dominan menyebar pada
satuan batuan yang disusun oleh jenis piroklastik dan orientasi distribusi kejadian gempa (bidang lemah)
di daerah Deli Serdang cenderung berarah Timur Laut – Barat Daya.
Kata kunci : gempabumi, prediksi waktu, Deli Serdang

Abstract
Aftershocks are a series of earthquakes that occur after a major earthquake that generally leads to disaster.
The impact of the aftershocks is very dangerous as it usually comes unexpectedly, it can be an earthquake
with a large magnitude and could undo the buildings damaged by a major earthquake. For that reason it is
very important to do research on Prediction Time End of Quake Aftershock for Deli Serdang Earthquake.
The data used in this analysis is the primary data obtained from BMKG Region I Medan in the form of
earthquake data from January 16, 2017 to March 21, 2017. This research was conducted using Mogi I,
Mogi II, UTSU and Omori methods where the timing of the end of the earthquake this follow-up is seen
from correlation coefficient value of each method and chosen which method has correlation coefficient
value close to -1 or near reality. Further data on the distribution of seismic points on the geological map
are analyzed to determine the geological factors that contribute to the spread of aftershock point on Deli
Serdang area.
To calculate the time of the end of the aftershock of Deli Serdang the approaching method is Mogi 2. The
main earthquake of 16 January 2017 is expected to end on 14-16 days after the main earthquake and for
the main earthquake of 14 February 2017 it is expected that the earthquake will end on 27-29 after the
main quake. For the Deli Serdang earthquake, this dominant spread in rock units composed by pyroclastic
species and the orientation of earthquake event distribution (weak plane) in the Deli Serdang area tends to
trails Northeast - Southwest.
Keywords: earthquake, prediction time, Deli Serdang

1
PENDAHULUAN analisis waktu berakhirnya gempa bumi
Pertemuan antara dua lempeng Eurasia dengan metode Mogi telah dilakukan
dan Indo-Australia membentuk zona oleh Rahmat Efendi (2011) untuk gempa
penunjaman di sepanjang pantai barat bumi Pagai Selatan 25 Oktober 2010
Pulau Sumatera menyebabkan wilayah dan Pariaman 30 September 2009.
Sumatera Utara sangat rawan dengan Berdasarkan hasil analisisnya dapat
gempa bumi tektonik, termasuk juga diketahui waktu berakhirnya gempa
kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. bumi susulan untuk daerah Pagai
Dengan tatanan tektonik tersebut perlu Selatan dan sekitarnya adalah pada hari
adanya upaya antisipasi berupa ke-25 setelah gempa bumi utama sesuai
peringatan karena adanya potensi dengan Metode Mogi II, sedangkan
gempa bumi untuk mengurangi untuk daerah Pariaman dan sekitarnya
dampak yang ditimbulkan akibat waktu berakhirnya gempa bumi susulan
bencana gempa bumi. adalah pada hari ke 154 setelah gempa
Gempa bumi susulan adalah serentetan bumi utama sesuai dengan Metode
gempa bumi yang terjadi setelah gempa Mogi I.
bumi besar yang pada umumnya Adapun maksud dari penelitian ini
menimbulkan bencana. Hal yang sering adalah untuk menganalisa data kejadian
terjadi didaerah gempa bumi adalah gempabumi yang diperoleh dari Kantor
kepanikan yang terjadi yang disebabkan BMKG Wil- I Medan dan akan
adanya isu gempa susulan yang diperoleh perkiraan waktu berakhirnya
berkepanjangan dengan kekuatan yang gempabumi susulan di kabupaten Deli
lebih besar. Dampak dari gempa susulan Serdang yang dibagi dalam dua segmen
tersebut sangat berbahaya karena gempa utama yaitu segmen 16 Januari
biasanya datang tidak terduga, dapat 2017 dan 14 Februari 2017. Sedangkan
berupa sebuah gempa dengan magnitudo tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
besar dan bisa meruntuhkan bangunan menentukan waktu berakhirnya gempa
yang rusak akibat gempa utama. susulan dari kejadian gempa bumi Deli
Berdasarkan hal tersebut maka perlu Serdang dan identifikasi faktor geologi
dilakukan penelitian mengenai “Prediksi yang berkontribusi dalam penyebaran
Waktu Berakhirnya Gempa Susulan titik gempa susulan untuk gempa Deli
(Studi Kasus Gempa Bumi Deli Serdang.
Serdang)”. Di kawasan Sumatera,

METODE BMKG Wil-I Medan kemudian dihitung


Metode penelitian yang dilakukan frekuensi kejadian gempanya setiap
dalam penelitian ini adalah metode selang waktu 24 jam dan ditampilkan
langsung. Metode langsung yang dalam bentuk grafik untuk memudahkan
dimaksud adalah menggunakan data penulis dalam menganalisis data. Hasil
yang diperoleh secara langsung dari analisis data tersebut adalah perkiraan

2
waktu berakhirnya gempa susulan 16 pendekatan statistik yang dimasukkan
Januari dan gempa susulan 14 Februari. dalam metode-metode perhitungan
Setelah diketahui batas gempa susulan peluruhan gempa yaitu : metode Omori,
16 Januari dan 14 Februari selanjutnya metode Mogi I, metode Mogi II, dan
nilai frekuensi kejadian gempa susulan metode Utsu. Selanjutnya koordinat
tersebut di hitung berdasarkan selang episenter gempa tersebut di plot
waktu 24 jam dan 12 jam untuk kedalam peta geologi untuk dilihat pola
diolah/diimput dengan bantuan penyebaran titik-titik gempanya dan
softaware Aftershock guna untuk mengetahui batuan yang menjadi
mendapatkan hasil perhitungan waktu tempat perambatan gelombang gempa
berakhirnya gempa susulan yang mana tersebut.
software ini bekerja berdasarkan metode

TINJAUAN PUSTAKA
Mekanisme Gempabumi Susulan nilai Y disebut variabel bebas
Pada dasarnya bahwa deretan gempabumi (independent variabel) atau peramal
susulan merupakan gempabumi yang (predicator) dan seringkali disebut
mempunyai frekuensi banyak. variabel yang menerangkan (explanatory).
Gempabumi susulan yang dapat dirasakan
dapat dinyatakan secara umum patahan Koefisien korelasi ialah pengukuran
lokal dari pada lapisan permukaan bumi. statistik kovarian atau asosiasi antara dua
Bila dimulai dengan patahan besar pada variabel. Besarnya koefisien korelasi
kedalaman tertentu dipermukaan bumi, berkisar antara +1 sampai dengan -1.
bagian yang terbnyak mengumpulkan Koefesien korelasi menunjukkan kekuatan
tegangan energi pada saat pelepasan hubungan liniar dan arah hubungan dua
energi tersebut akan menjadi gempa bumi variabel acak. Artinya jika nilai variabel X
utama. tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi
pula. Sebaliknya, jika koefisien korelasi
Metode Least Square nagatif, maka kedua variabel mempunyai
Apabila ada dua variabel X dan Y hubungan terbalik. Artinya jika nilai
mempunyai hubungan, maka nilai variabel variabel X tinggi, maka nilai variabel Y
X yang sudah diketahui dapat akan menjadi rendah dan berlaku
dipergunakan untuk memprediksikan atau sebaliknya (Jonathan Sarwono, 2007).
menaksir Y. Ramalan pada dasarnya
-1≤r≤1
merupakan perkiraan atau taksiran
mengenai terjadinya suatu kejadian.
a. Bila nilai r mendekati -1, hubungan
Variabel Y yang nilainya akan diramalkan antara variabel y dan x adalah :
disebut variabel tidak bebas (dependent negatif sangat kuat.
variabel), sedangkan variabel X yang
nilainya dipergunakan untuk meramalkan

3
b. Bila nilai r mendekati 1, hubungan Menurut metode Mogi 2 gempa susulan
antara variabel y dan x adalah : positif 16 Januari 2017 akan berakhir pada hari
sangat kuat. ke 16 setelah gempa utama 16 Januari
c. Bila nilai r mendekati Nol, tidak ada 2017 (menurut perhitungan dalam interval
hubungan antara variabel y dan x waktu 24 jam) dan untuk perhitungan
artinya tidak ada hubungan diantara berdasarkan frekuensi per 12 jam gempa
waktu (t) dan frekuensi gempa n(t). susulan akan berakhir pada 12 jam ke 28
atau pada hari ke 14 setelah gempa utama
Aplikasi Aftershock 16 Januari 2017.
Aftershock adalah program yang dibuat
untuk menghitung peluruhan waktu  Waktu Berakhirnya Gempa
berakhirnya gempa susulan. Program ini Susulan dari Gempa Utama 14
mempermudah kita untuk mendapatkan Februari
hasil perhitungan dari keempat metode
hanya dengan memasukkan data berupa Hasil perhitungan (output) dari
jumlah interval hari terjadinya gempa aplikasi/software Aftershock untuk
susulan dan frekuensi gempa Gempa susulan 14 Februari 2017 penulis
sajikan dalam tabel di bawah ini :
HASIL Gempa 16 Januari 2017
Metode Interval waktu 24 Jam Interval waktu 12 Jam
 Waktu Berakhirnya Gempa R T (Hari) R T (Hari)
Susulan dari Gempa Utama 16 Omori -0,5870 21,9093 -0,6348 29,2259
Mogi 1 -0,8380 19,7945 -0,65 33,2371
Januari Mogi 2 -0,7795 15,9215 -0,6819 27,4064
Utsu -0,8382 19,7662 -0,6505 33,1887
Hasil perhitungan (output) dari
aplikasi/software Aftershock untuk Metode yang mendekati kenyataan untuk
Gempa susulan 16 Januari 2017 penulis gempa 14 Februari 2017 penjelasannya
sajikan dalam tabel di bawah ini : hampir sama dengan gempa 16 Januari
Gempa 14 Februari 2017
2017 yang disebutkan sebelumnya yaitu
Metode Interval waktu 24 Jam Interval waktu 12 Jam metode Mogi 2 yang mana menurut
R T (Hari) R T (Hari)
Omori -0,325904 31,59687 -0,385754 53,17171
metode Mogi 2 gempa 14 Februari 2017
Mogi 1 -0,46509 27,69193 -0,52519 44,85232 akan berakhir pada hari ke 29 setelah
Mogi 2 -0,375570 28,83599 -0,375311 52,32848
gempa utama 14 Februari 2017 (menurut
Utsu -0,46517 27,67935 -0,52517 44,84808
perhitungan dalam interval waktu 24 jam)
dan pada 12 jam ke 54 atau pada hari ke-
Dari hasil analisis penulis menyimpulkan
27 (menurut perhitungan dalam interval
metode yang lebih sesuai digunakan yaitu
waktu 12 jam).
Mogi 2 dikarenakan hasil koefisien
korelasi dari metode ini lebih mendekati -  Jenis Gempa dan Kondisi Geologi
1 daripada metode Omori dan metode yang Mengontrol Penyebaran Gempa
Mogi 2 memang digunakan untuk Susulan Deli Serdang
perhitungan aktifitas gempa bumi ≤ 100 Untuk jenis gempa penulis merujuk dari
hari (Mogi 1962). grafik frekuensi gempa (lampiran), dari
grafik tersebut dapat dilihat bahwa

4
gempa utama 16 Januari 2017 dan 14 Menurut Mogi (1967) jenis gempa
Februari 2017 diikuti oleh gempa Foresock – Mainshock – Aftershock
susulan dan berdasarkan data gempa terjadi pada daerah pusat gempa dengan
yang diperoleh dari BMKG wil 1 Medan struktur batuan yang tidak homogen dan
diketahui bahwa gempa Utama 16 distribusi tegangan mekanis yang tidak
Januari 2017 diikuti oleh gempa merata dan bila ditinjau dari penyebaran
pendahuluan sebanyak 2 kali sedangkan titik gempa pada peta geologi regional
untuk gempa 14 Februari 2017 kejadian daerah penelitian titik-titik gempa
gempa pendahuluan penulis analisis susulan 16 Januari 2017 dan 14 Februari
terjadi pada tanggal 9 Februari sampai 2017 tersebut dominan menyebar pada
14 Februari 2017 (ditandai dengan batuan berumur Kuarter (Pliosen-
kenaikan frekuensi gempa sebelum Holosen) diantaranya yaitu pada Satuan
gempa utama 14 Februari terjadi). Takur-takur (QTvk), Vulkanik Sinabung
Berdasarkan hal tersebut dapat penulis (Qvsn), Satuan Sibayak (Qvba), Satuan
simpulkan jenis gempa berdasarkan Singkut (Qvbs), Satuan Binjai (Qvbj),
urutan waktu terjadinya gempa pada dan Satuan Bekulap (Qvbe). Batuan-
tanggal 16 Januari 2017 dan 14 Februari batuan diatas dominan disusun oleh
2017 di daerah Deli Serdang adalah jenis produk eksplosif gunungapi seperti
Foresock – Mainshock – Aftershock piroklastik, lahar, dan aliran lumpur
yaitu gempabumi utama (Mainshock) yang mana produk-produk gunung api
yang diawali aktivitas gempa bumi ini bersifat lunak sehingga dapat
pendahuluan (Foresock) dan diikuti oleh memperbesar amplitudo getaran akibat
gempa susulan. amplifikasi.

A B

Wilayah sebaran gempa susulan

Gambar 1 Peta geologi dan sebaran titik gempa (A : Titik Gempa Susulan setelah 16 Januari
2017, B : Titik Gempa Susulan setelah 14 Februari 2017)

5
Gambar diatas merupakan peta geologi daerah penelitian dengan sebaran titik gempa
susulan setelah gempa utama 16 Januari 2017 dan setelah gempa utama 14 Februari
2017. Dari gambar 1 tersebut terlihat gempa susulan setelah gempa utama 16 Januari
2017 memliki titik penyebaran yang lebih rapat dan dominan terjadi pada formasi
QTvk, Qvsn, Qvba dan Qvbs dan penyebaran titik gempa susulan tersebut terlihat
terorientasi pada arah Timur Laut – Barat Daya sedangkan untuk gempa susulan setelah
gempa utama 14 Februari titik penyebarannya lebih renggang dan dominan menempati
formasi QTvk dan Qvsn. Walaupun intensitas gempa susulan setelah gempa utama 14
Februari lebih renggang tetapi orientasi penyebaran gempa susulan tersebut masih
menunjukan arah Timur Laut – Barat Daya. Dari pola sebaran titik gempa ini diduga
terdapat banyak bidang lemah pada arah Timur Laut – Barat Daya dan menyebabkan
gelombang gempa dapat melewati bidang-bidang lemah pada satuan batuan tersebut.

didasarkan atas software Aftershock


KESIMPULAN (menurut Mogi 2) dengan pola grafik
Adapun kesimpulan yang didapat dari frekuensi kegempaan.
penelitian ini diantaranya adalah sebagai 4. Berdasarkan data gempa dari BMKG
berikut : wilayah I Medan dan hasil analisis
pola grafik frekuensi kegempaan
1. Berdasarkan pola grafik frekuensi
diketahui bahwa gempa Deli Serdang
kejadian gempa dari tanggal 16
16 Januari dan 14 Februari adalah
Januari 2017 hingga 21 Maret 2017
jenis gempa Foresock – Mainshock –
penulis menganalisa gempa susulan
Aftershock.
16 Januari berakhir pada tanggal 7
5. Faktor geologi yang berpengaruh
Februari 2017 (hari ke 23) dan gempa
terhadap aktivitas gempa susulan yaitu
susulan 14 Februari berakhir pada 21
adanya bidang lemah yang berarah
Maret 2017 (hari ke 36).
Timur Laut – Barat Daya diikuti
2. Hasil perhitungan peluruhan gempa
dengan kondisi litologi yang dominan
bumi susulan untuk gempa Deli
bersifat lemah diantaranya pada
Serdang dengan software Aftershock
Satuan Takur-takur (QTvk), Vulkanik
didapatkan metode yang paling sesuai
Sinabung (Qvsn), Satuan Sibayak
dan memiliki nilai koefisien
(Qvba), Satuan Singkut (Qvbs),
mendekati -1 yaitu Mogi 2 yang
Satuan Binjai (Qvbj), dan Satuan
memperkirakan waktu Gempa
Bekulap (Qvbe) satuan-satuan tersebut
susulan 16 Januari 2017 berakhir
dominan disusun oleh jenis batuan
pada hari ke 14-16 hari setelah gempa
piroklastik dan berumur Kuarter
utama 16 Januari 2017 dan gempa
(Pliosen-Holosen).
susulan 14 Februari 2017
diperkirakan berakhir pada hari ke
27-29.
3. Perkiraan selisih waktu berakhirnya
gempa susulan 16 Januari dan 14
Februari adalah sama yaitu 7 hari

6
Saran Teknologi Universitas Islam
Adapun saran yang dapat penulis Negeri Syarif Hidayatullah,
sampaikan pada penelitian ini diantaranya Jakarta.
adalah :
Efendi, Rahmat. 2011. Analisis Waktu
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut Berakhirnya Gempa Bumi
mengenai sifat fisik batuan di daerah Susulan Dengan Metode Mogi
penelitian untuk membuktikan apakah (Studi Kasus Gempa Bumi
benar bahwa gempa susulan hanya Pagai Selatan 25 Oktober
ternjadi pada batuan yang memiliki 2010 dan Pariaman 30
sifat fisik yg lebih lepas dibandingkan September 2009). Skipsi
batuan disekitarnya. Mahasiswa Program Studi
2. Perlu adanya penelitian lebih lanjut Fisika Fakultas Sains Dan
untuk mencari tahu apakah gempa 14 Teknologi Universitas Islam
Februari 2017 merupakan akibat atau Negeri Syarif Hidayatullah,
dipicu oleh gempa 16 Januari 2017. Jakarta.
3. Dalam rencana tata ruang daerah Deli Hardiyantara, Dimas dan Sitopu, Yosita
Serdang disarankan Yasa. 2016. Geologi Daerah
mempertimbangkan aspek kegempaan Sinembah Tanjung Muda
ini guna memperkecil kerusakan dan Hulu dan Sekitarnya
korban bencana gempa yang mungkin Kecamatan Sinembah
timbul diwaktu mendatang sebagai Tanjung Muda Hulu
bagian mitigasi bencana geologi. Kabupaten Deli Serdang
4. Perlu dilakukan penilitian bidang Provinsi Sumatera Utara.
lemah atau bidang diskontunuitas Institut Teknologi Medan.
(struktur geologi) pada daerah sekitar Laporan Tidak Dipublikasikan.
kejadian gempa Deli Serdang 16
Januari 2017 dan 14 Februari 2017 Lesmana, Zaka. 2012. Geologi Daerah
yang cenderung searah dengan Namorambe dan Sekitarnya,
distribusi penyebaran gempa susulan Kecamatan Sibiru-biru,
Deli Serdang ini (Timur Laut – Barat Kabupaten Deli Serdang.
Daya). Institut Teknologi Medan.
Laporan Tidak Dipublikasikan.
N.R. Cameron, Aspden, J.A, Bridge, D.McC,
DAFTAR PUSTAKA Djunuddin, A, Ghazali, S.A,
Harahap, H, Hariwidjaja, Johari,
Awaludin, Adang. 2011. Penentuan Kartawa, Keats, Ngabito, Rock,
Waktu Berakhirnya Gempa N.M.S dan Whandoyo,R. 1982.
Susulan Untuk Gempa Bumi Geologi Lembar Medan,
Biak 16 Juni 2010. Skipsi Sumatra. Pusat Penelitian dan
Mahasiswa Program Studi Pengembangan Geologi.
Fisika Fakultas Sains Dan

7
Parapat, Hokkop Parulian dan Naibaho, Survey Paska Bencana
Poppy Mercurry. 2016. Geologi Gempabumi Merusak
Daerah Munte Dan Kabupaten Deli Serdang,
Sekitarnya Kecamatan Munte Kabupaten Karo, dan Kota
Kabupaten Karo Provinsi Medan Propinsi Sumatera
Sumatera Utara. Institut Utara 17 – 18 Januari 2017.
Teknologi Medan. Laporan Balai Besar Meteorologi
Tidak Dipublikasikan. Klimatologi dan Geofisika
Wilayah I Medan (BMKG).
Pawirodikromo, Widodo. 2012.
Seismologi Teknik & Zein, Ahmad. 2012. Geologi Daerah
Rekayasa Kegempaan. Sibiru-biru dan Sekitarnya,
Manajemen Rekayasa Kecamatan Sibiru-biru,
Kegempaan (MaRK) Kabupaten Deli Serdang.
Universitas Islam Indonesia. Institut Teknologi Medan.
Yogyakarta. Laporan Tidak Dipublikasikan.
P.K, Retno Agung (Tim Survey
Gempabumi bidang data dan
Informasi). 2017. Laporan