Anda di halaman 1dari 7

Nama : Aulia Rahim

NIM : 1100085
Pendidikan Kimia B
SEJARAH PENEMUAN EMAS
Emas merupakan suatu logam mulia yang memiliki simbol Au dengan nomor atom 79.
Logam emas adalah padat, lembut, berkilat, dan logam asli yang paling mudah ditempa dan
mulur. Emas tulen mempunyai warna kuning terang dan dianggap menarik dan warna ini kekal
tanpa mengalami pengoksidaan udara atau air. Emas (Sanskrit jval, Yunani χρυσος = chrysos,
Latin aurum, Inggris kuno gold) telah diketahui sebagai barang yang sangat berharga sejak
zaman prasejarah. Sejarah emas dimulai di zaman kuno terpencil. Tapi tanpa bukti arkeologi
sulit untuk menentukan waktu dan tempat pertemuan pertama bagi manusia dengan logam
kuning, kita hanya bisa menduga tentang orang-orang, yang di berbagai tempat dan pada waktu
yang berbeda yang pertama menemukan emas asli. Hilangnya informasi rinci tentang penemuan
emas dalam catatan sejarah bukan untuk mengatakan bahwa kita tidak memiliki catatan awal
penggunaan emas. Emas disebutkan dalam hampir setiap sudut sejarah dunia. Dari peradaban
kuno Yunani, Mesir, Nubia dan Roma, emas telah menjadi pusat perdagangan. Para ahli
penelitian fosil telah mengamati bahwa potongan-potongan emas alam yang ditemukan di gua-
gua Spanyol digunakan oleh Manusia Paleolitik sekitar 40.000 SM. Akibatnya, tidak
mengherankan bahwa sumber-sumber sejarah tidak dapat menyetujui tanggal yang tepat
mengenai emas pertama kali digunakan. Satu menyatakan bahwa penemuan emas tercatat terjadi
sekitar tahun 6000 SM. Namun, dilain pihak Pada tahun 4000 SM Suatu budaya, yang berpusat
pada Eropa Timur, mulai menggunakan emas sebagai objek dari mode dekoratif dan bahan
perhiasan. Pada waktu itu, emas mungkin ditambang di pegunungan Alpen Transylvania atau
yang dikenal dengan gunung Pangaion di Thrace, Bulgaria. Selanjutnya, Emas juga dikenal oleh
bangsa Sumeria, Iraq selatan pada tahun 3000 SM, dan digunakan untuk perhiasan, dekorasi, alat
minum, dan lain-lain yang ditemukan pada makam raja-raja pada zaman itu. Demikian pula di
Mesir pada zaman yang kira-kira sama, logam emas telah dikenal pula. Ada jejak perhiasan
canggih dan koin sejak 3000 SM di Irak dan sejauh 3100 SM, kita memiliki bukti dari rasio nilai
emas / perak dalam kode Menes, pendiri dinasti Mesir pertama. Dalam kode ini dinyatakan
bahwa "salah satu bagian dari emas adalah sama dengan dua dan satu setengah bagian dari nilai
perak."
Pada tahun 2500 SM, di Abydos Mesir – ditemukan berbagai jenis perhiasan yang diperbuat
dari emas pada makam Raja Zer – dinasti pertama Mesir. Pada tahun 1500 SM, Mesir sudah
dianggap sebagai bangsa sangat kaya kerana emasnya, bahkan koin emas berukuran 11,3 gram
yang dikenal sebagai Shekel sudah dijadikan standard alat tukar perdagangan antarabangsa.
Tidak kurang menariknya bangsa Babilon menggunakan api sebagai cara untuk menguji kadar
emas suatu perhiasan pada tahun 1350 SM. Di Mesir kuno, sekitar waktu Seti I (1320 SM), kita
menemukan penciptaan peta harta karun emas pertama yang sekarang kita kenal terletak di
Museum Turin adalah papirus dan fragmen yang dikenal sebagai "tambang des Carte”.
Sementara itu, bangsa Mesir menemukan cara memperpanjang umur emas dengan
memasukkan emas pada suatu daun pada tahun 1200 SM. Kala itu mereka juga sudah mencoba
mencampur emas dengan logam lain untuk meningkatkan kekerasan emas dan memberikan
variasi warna. Mereka juga menemukan teknik penggunaan lilin untuk pembuatan perhiasan
emas. Sekitar tahun 1091 SM, koin kecil terbuat dari emas berbentuk persegi digunakan sebagai
mata uang di daerah China.
Penggunaan emas pertama sebagai uang terjadi sekitar 700 SM, ketika pedagang Lydian
memproduksi koin pertama. Uang ini hanya terbuat dari emas 63% dan 27% nya merupakan
campuran perak yang dikenal sebagai 'electrum. " Unit standar nilai tidak diragukan lagi
membantu pedagang Lydian menjadi sukses, mereka sangat kaya dari Mermnadae, raja terakhir
Lydia (570 -546 SM), Lydia telah mengumpulkan timbunan emas yang banyak. Emas adalah
uang di Yunani kuno. Orang Yunani menaambang emas di seluruh wilayah Timur Tengah dan
Mediterania pada tahun 550 SM, dan kedua ilmuan, Plato dan Aristoteles menulis tentang emas
dan memiliki teori tentang asal-usulnya. Emas dikaitkan dengan air (logis, karena sebagian besar
ditemukan di sungai), dan emas adalah kombinasi sangat padat dari air dan sinar matahari. Pada
tahun 560 SM, koin-koin pertama terbuat dari emas murni telah digunakan di Lydia, sebuah
kerajaan di Asia Minor di daerah Turki.
Ilmu mereka mungkin primitif, tetapi orang-orang Yunani banyak belajar tentang sisi praktis
dari pertambangan emas. Pada saat kematian Alexander dari Makedonia (323 SM), orang Yunani
telah menambang emas dari Pilar Hercules (Gibraltar) sepanjang jalan ke arah timur ke Asia
Kecil dan Mesir, dan kami menemukan jejak tambang placer mereka pada waktu itu. Pada
rentang 218 SM – 202 SM, selama perang Punic kedua dengan Carthage, Roma mendapatkan
akses ke kawasan pertambangan emas Spanyol dan memisahkan emas melalui kerikil sungai dan
pertambangan Hardrock.
Pada tahun 50 SM, Roma mulai mengeluarkan koin emas yang disebut dengan Aureus.
Tulisan-tulisan dari setiap tahap sejarah manusia menceritakan penemuan dan penggunaan emas.
Sejarawan Romawi Pliny the Elder (23-79 M), misalnya, menggambarkan lokasi pertambangan
emas. Bangsa Romawi menemukannya ketika berbaring di tempat tidur dan melalui mimpi
mereka mengetahui tempat-tempat penemuan emas, yaitu di Sungai Tagus di Spanyol, Sungai Po
di Italia, Sungai Hebrus di Thracia (sekarang Yunani), Sungai Pactolus di Asia Kecil (sekarang
Turki), dan Sungai Gangga di India.
Kemudian baru pada tahun 600 M – 699 M kekaisaran Bizantium meresume pertambangan
emas di pusat Eropa dan Perancis, yang merupakan wilayah yang tidak tersentuh sejak jatuhnya
Kekaisaran Romawi. Pada abad ke-7 M, ternyata emas juga telah dikenal oleh bangsa Indonesia,
lebih tepatnya pada Kerajaan Sriwijaya. Pulau Sumatera pada masa Sriwijaya disebut sebagai
"Swarna dwipa" atau bumi emas karena kekayaan emas yang terkandung di bumi Sumatera. Saat
itu kerajaan Melayu sangat kaya raya karena kekayaan emasnya. Tak heran Sriwijaya kemudian
menaklukkan kerajaan Melayu sehingga Sriwijaya kemudian sangat kaya raya karena emasnya.
Berbagai peninggalan emas ditemukan di Rantaukapastuo, Muarabulian, Jambi antara lain arca
emas Avalokiteçvara yang bergaya Malayu-Sriwijaya dan berbagai peninggalan lainnya yang
terbuat dari emas. Selain itu, emas juga telah dikenal pada jaman Kerajaan Mataram sekitar
tahun 850 M, dimana kerajaan Mataram Kuno mempunyai mata uang koin emas. Koin-koin
berbahan emas tersebut adalah:
1. Masa (Ma), berat 2.40 gram
2. Atak, berat 1.20 gram
3. Kupang (Ku), berat 0.60 gram
4. ½ Kupang (0.30 gram)
5. Saga (0,119 gram).
Koin-join emas ini sangat kecil dengan satuan terbesar (Masa) hanya berukuran 6 x 6/7 mm saja.
Seperti halnya kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, tradisi mengagungkan emas sebagai
lambang kekuasaan dan kemakmuran juga terjadi pada masa kerajaan Jenggala (1042-1130 M).
Kerajaan Jenggala merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Pada masa ini koin-koin
emas mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya dari berbentuk kotak menjadi agak
bundar. Pada saat itu karena uang kepeng Cina sangat banyak beredar, akhirnya dipakai secara
resmi sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan
perak.

Pada tahun 1297, Kerajaan Islam pertama di Indonesia, Samudra Pasai juga memiliki koin
yang terbuat dari emas. Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya
dicetak oleh Sultan Muhammad (1297-1326). Mata uang terbuat dari emas ini disebut Dirham
atau Mas. Ukurannya kecil berdiameter 10-11 mm dan mempunyai berat 0,60 gram (berat
standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya
0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan
gelar "Malik az-Zahir" atau "Malik at-Tahir". Beralih pada Kerajaan Majapahit (1365 M),
Catatan yang berasal dari Italia mengenai Majapahit didapatkan dari catatan perjalanan
Mattiussi, seorang pendeta Ordo Fransiskan dalam bukunya: "Perjalanan Pendeta Odorico da
Pordenone". Ia menyebutkan bahwa istana raja Majapahit sangat mewah dan mengagumkan,
penuh bersepuh emas! Selain koin kepeng, penggunaan koin emas sebesar biji jangung juga
mulai marak di jaman Majapahit. Mata uang emas yang banyak ditemukan di situs Majapahit,
kebanyakan berupa uang "Ma", (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau terkadang dalam
huruf Jawa Kuno. Selain "Ma" ditemukan juga koin emas satuan tahil, yang diawali dengan
tulisan "ta" dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat antara 2,4 – 2,5
gram. Selain uang "Ma" masih ada beberapa mata uang emas berbentuk segiempat, ½ atau ¼
lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Hal ini seperti dilaporkan oleh
Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa (Majapahit) orang menggunakan
potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang.

Kitab Negarakertagama juga menyebutkan kalau iring-iringan raja Majapahit yang menghias
kereta dengan berbagai perhiasan emas. Apalagi dalam setiap jamuan kenegaraan atau pesta
besar, semua peralatan pesta dan perjamuan terbuat dari emas berhiaskan permata indah,
termasuk kotak sirih pinang berbalut emas. Konon cerita pada masa kejayaan Majapahit, kolam
Segaran yang aslinya tempat pemandian para selir juga digunakan sebagai tempat pesta foya-
foyanya keluarga kerajaan. Apabila ada pesta besar atau jamuan kerajaan seluruh peralatan
makan minum dari emas yang sudah dipakai langsung dilemparkan ke tengah kolam Segaran
tersebut.
Pada tahun 1700 M, emas ditemukan di Brazil yang menjadi produsen emas terbesar pada
tahun 1720 M dengan hampir dua pertiga dari produksi dunia. pada tahun 1799 M 17-pon emas
nugget ditemukan dalam Cabarrus Country, North Carolina, kemudian didokumentasikan emas
yang pertama di Amerika Serikat. Lalu tidak lama kemudian, yaitu tahun 1803 M emas
ditemukan di Meadow Creek Little Utara Carolina yang memicu penyerbuan emas pertama di
Amerika Serikat. Tahun 1848 M John Marshall menemukan serpihan emas ketika sedang
membangun penggergajian untuk John Sutter di dekat Sacramento, California yang memicu
penyelesaian Gold Rush California di Amerika Serikat. Beralih ke Afrika Selatan, yaitu pada
tahun 1868 M George Harrison, saat menggali batu untuk membangun rumah, ia menemukan
emas di Afrika Selatan, sejak saat itu, hampir 40% dari semua emas yang pernah ditambang.
Kemudian, pada tahun 1898 M, dua prospector menemukan emas ketika ia memancing di
Klondike, Alaska, pemijahan emas pada abad terakhir. Selain itu, di Indonesia juga sitemukan
tambang emas, bahkan tambang emas terbesar terletak di Indonesia, yaitu tambang Grasberg
yang terletak di Papua, Indonesia. Sejak tahun 1995, lima dari tambang logam mulai
memproduksi emas dan berlokasi di Indonesia Timur. Kelima lokasi tambang itu adalah Mesel,
Sulawesi Utara (emas); Lanut, Sulawesi Utara (emas); Gosowong, Halmahera Maluku Utara
(emas); Lerokis, Maluku (emas/tembaga); dan Batu Hijau, Sumbawa (tembaga/emas). Proyek
tambang emas di Indonesia adalah proyek Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera,
Kecamatan Batang Toru, Sumatera Utara. Proyek ini didirikan di bawah Kontrak Karya generasi
keenam yang ditandatangani April 1997. Aset utama G-Resources saat ini adalah tambang
Martabe yang memiliki sumberdaya 6,5 juta ounces emas dan 66 juta ounces perak. Tambang
Martabe ditargetkan mulai berproduksi akhir 2011 dengan kapasitas sebesar 250.000 ounces
emas dan 2-3 juta ounces perak berbiaya rendah sebesar US$ 280 per ounces emas.

Referensi :
[Online]
Tersedia : http://www.chemistryexplained.com/elements/C-K/Gold.html
[Online]
Tersedia : http://www.nma.org/pdf/gold/gold_history.pdf
[Online]
Tersedia : http://www.factsaboutgold.org/
[Online]
Tersedia : http://www.sfmuseum.org/hist2/gold.html
[Online]
Tersedia : http://www.onlygold.com/TutorialPages/HistoryFS.htm
[Online]
Tersedia : http://www.gold.org/about_gold/story_of_gold/
[Online]
Tersedia : http://www.dinastygold.com/333/333/
[Online]
Tersedia : http://help.kintamoney.com/wiki/Sejarah_Emas_Dan_Koin_Emas_Indonesia
[Online]
Tersedia : http://www.indonesiafinancetoday.com/read/7583/Golden-Peaks-Akuisisi-Lima-
Tambang-Emas-Reliance-di-Indonesia