Anda di halaman 1dari 13

Perempuan Bertahan Hidup

Untuk menutupi biaya hidup keluarganya, perempuan Di pulau Timor, bila terjadi kegagalan tanam,
terpaksa bekerja lebih keras. Itu yang dilakukan perempuan lebih dulu menderita karena struktur sosial
perempuan nelayan dan istri nelayan di pesisir Jakarta di sana mendahulukan laki-laki dalam mengkonsumsi
utara, mereka menjadi buruh pengupas kerang dan pangan. Padahal peran perempuan begitu besar.
pengeringan ikan. Bahkan mereka bekerja lebih dari Mereka mengatur jagung untuk konsumsi keluarga,
satu pekerjaan seharinya. memilih benih, mengeluarkan benih dan bahkan
memutuskan menambah luas area tanam22.
Semua kegiatan ekonomi dan domestik yang dilakukan
bergantung pada alam dan cuaca, baik laut dan di Peran perempuan yang makin berat ini berkait dengan
daratan mengalami hantaman. Penanggalan musim peran dan posisi gender yang selama ini melekat
tanam, waktu panen, mencari hasil laut, keberhasilan dalam dirinya. Khususnya perempuan pedesaan
dan kegagalan produksi semua tergantung pada cuaca yang mengandalkan hidupnya dari alam. Selama ini,
dan musim. ”Perubahan iklim mengakibatkan produksi perempuan menjalankan fungsi mengumpulkan
tanaman sayuran saya menurun karena curah hujan makanan (food gathering) untuk keluarganya. Di
dan panas susah diperkirakan, sehingga sekarang saya Kasepuhan, perempuan yang menyimpan bibit padi di
Dampak perubahan iklim yang makin cepat adalah sulit memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan dan lumbung dekat rumah. Di Molo, pengelola rumah bulat
Fakta kabar buruk, khususnya buat perempuan. Sebab, tak pendidikan anak saya”, Daeng Bao, Perempuan Petani atau lopo adalah perempuan.23 Rumah bulat selain
di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.21 berfungsi sebagai dapur, juga tempat menyimpan hasil
banyak pilihan yang tersedia, apalagi program-program
03 yang disediakan pemerintah.
panen. Lopo merupakan simbol ketahanan ekonomi
dan pangan di Molo.
12 13
Konsep lumbung di masyarakat Lombok, bahkan menempatkan Di Sulawesi Selatan lain lagi, perempuan petani pengirim buruh migrant terbesar. Indramayu misalnya,
Di Sulawesi Selatan, perempuan sebagai pengambil keputusan. Konsep yang memilah antara mengalihkan pola tanam dari palawija ke umbi- memasok hingga 90 ribu orang TKI, tiga perempatnya
perempuan petani padi untuk konsumsi, padi sebagai bibit, padi yang harus dikonservasi, umbian, ubi kayu, ubi jalar dan pisang. Selain itu, Jika perempuan. Kini sumber-sumber pangan melimpah
mengalihkan pola tanam dari kepentingan ritual dan spiritual, pun untuk kegiatan pendidikan. curah hujan tinggi, tanaman jangka pendek, sayur- itu, tidak bisa lagi menjadi sandaran hidup warga.
palawija ke umbi-umbian, ubi Perempuan dan lumbung padi tak bisa dipisahkan. Umpak atau tempat sayuran ditutup dengan plastik untuk menahan
Pilihan yang tersedia, menjadi pekerja rumah tangga
kayu, ubi jalar, pisang. Selain pijakan tiang-tiang pada bangunan lumbung disimbolkan sebagai kelembaban.26 Sementara perempuan adat Dayak
(PRT) atau buruh pabrik dan buruh informal. Mereka
itu, Jika curah hujan tinggi, telapak kaki ibu. Artinya, perempuan sebagai penyangga sekaligus Hibun Kalimantan Barat, untuk bisa terus bertahan di
sangat rentan terhadap pelecehan seksual, perkosaan,
memiliki hak kelola atas padi dalam lumbung itu.24 tengah krisis, mereka menggunakan energi alternatif
tanaman jangka pendek, upah tidak dibayar atau upah dibawah
keluarga menggunakan buah sawit sebagai kayu bakar,
sayur-sayuran ditutup dengan Dan peran-peran di atas merupakan pengalaman perempuan luar standar, kekerasan verbal dan fisik
juga dan melakukan penanaman kembali pohon keras
plastik untuk menahan biasa dalam menjamin kelangsungan hidup pangan keluarga dan dan lainnya. Solidaritas Perempuan
atau buah-buah hutan di kebun-kebun dan sekitar
kelembaban komunitasnya, termasuk menjalankan dan meneruskan nilai-nilai adat mencatat, sepanjang 2005 hingga 2009,
rumah. 27
setempat. Menjaga sumber-sumber kehidupan seperti keberadaan mata pelanggaran yang dialami buruh
air, tersedianya pangan yang cukup, obat-obatan, menentukan benih Sayangnya, berbagai inisiatif tersebut belum diakui migran perempuan mencakup 
tanaman merupakan sebagian tanggung jawab yang diemban perempuan adat. dan mendapatkan dukungan penuh dari negara. kontrak kerja, pelanggaran
Apalagi saat negara absen menangani krisis iklim, maka hak atas kesehatan dan
Itulah sebabnya, meski perempuan menjadi pihak paling rentan terkena dampak perubahan iklim. Tapi dalam
perempuan menjadi korban ketidakadilan berganda. keselamatan kerja, kekerasan–
setiap komunitasnya, biasanya perempuan memiliki berbagai inisiatif dan strategi untuk dapat bertahan hidup
baik fisik, psikologis, dan seksual,
dan merespon setiap krisis. Siasat yang banyak dilakukan perempuan untuk
diskriminasi jenis kelamin dan
bertahan hidup adalah migrasi ke luar, baik sebagai
Bagi masyarakat pesisir, cara paling mudah untuk bertahan hidup ketika penghasilan suami menurun adalah negara asal, penangkapan
buruh migran ke luar negeri maupun kota-kota besar
mencari utangan dan menggadaikan barang ke Bakul, warung atau rentenir. Di Morodemak Jawa tengah, dan penghukuman yang tidak
lainnya di Indonesia. Beberapa daerah yang dikenali
perempuan yang bertugas mencari utangan tersebut. Siasat bertahan hidup keluarga nelayan adalah menikahkan manusiawi dan perdagangan
sebagai “lumbung pangan“, macam Indramayu,
anak gadisnya di usia dini, supaya tanggung jawab mengurusnya beralih pada suaminya.25 Itu jelas cara-cara manusia (Trafficking).28
Cianjur, Karawang dan Mataram ternyata menjadi
yang mengorbankan perempuan.
Perubahan Iklim,
Melanggengkan
Ketidakadilan
Beban kerja berlipat, kekerasan, diskriminasi, stereotyping, dan marginalisasi
menjadi situasi sehari-hari yang harus dihadapi perempuan dalam menghadapi
dampak perubahan iklim. Hal ini mengakibatkan perempuan pada posisi semakin
lemah dalam keluarga, apalagi dalam pengambilan keputusan publik.
Celakanya, krisis yang dialami perempuan dan langkah pemerintah menjawab
perubahan iklim, bagai berminyak air. Tak nyambung. Salah satu jawaban dalam
kerangka mitigasi adalah mekanisme REDD29. Padahal REDD berpeluang besar
merampas kontrol perempuan adat terhadap kepemilikan tanahnya. REDD tidak
menempatkan hak perempuan adat untuk dilibatkan secara penuh, bukan hanya
hak mendapat informasi, tetapi juga hak untuk menentukan nasib sendiri (hak veto).
Seperti yang disampaikan Ketua Organisasi Perempuan Adat Ngata Toro, Rukmini
Fakta Saat Negara absen menangani krisis akibat dampak
Paata Toheke, 40 tahun. “Hampir di banyak tempat perempuan adat itu kurang
perubahan iklim, maka perempuan menjadi korban
04 ketidakadilan berganda.
dilibatkan dalam musyawarah dan pengembangan kapasitas30”.
16 17
18 19
Perempuan akan kehilangan hak-hak tradisionalnya dalam mengelola tanah untuk dan berpotensi mencemari air dalam daur produksinya.
memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga. Bagi masyarakat yang memperoleh Dan air sangat berpengaruh pada kehidupan
kehidupannya dari tanah, maka tanah tidaklah semata-mata sebuah kepemilikan perempuan. Sehari-harinya, dalam menjalankan
jasmani yang ada di ruang Cartesian. Bagi mereka, tanah adalah sumber segala- peran-perannya, perempuan banyak berhubungan
galanya. Tanah dan masyarakat, bumi dan rakyatnya adalah interkoneksi yang dengan air. Khususnya untuk peran domestiknya
intim.31 dalam keluarga dan sebagai penentu utama kesehatan
reproduksinya.
Sayangnya, semua pembahasan terkait dengan adaptasi dan mitigasi
direduksi menjadi satu muara, dukungan pendanaan. Hal-hal lain, Perserikatan Bangsa Bangsa, 2006, menyebutkan
termasuk inisiatif warga negara, seolah menjadi tak penting. Pemerintah perempuan di seluruh dunia menghabiskan 40
menyebutkan kebutuhan dana mitigasi mencapai 38 billion, sementara Milliar jam waktunya untuk mencari air. Sementara
total dana untuk adaptasi hanya 3.8 billion32. laporan pencapaian MDG’s 2010 disebutkan, hanya
47,73 persen rumah tangga yang memiliki akses
Tapi anehnya, kegiatan-kegiatan ekonomi skala besar yang meningkatkan
berkelanjutan terhadap air minum layak dan 51,19
emisi karbon dan melahirkan krisis di kampung, justru didorong penuh33
persen yang memiliki akses sanitasi yang layak Di
oleh pemerintah. Diantaranya, pengerukan batubara dan pembukaan
Paser Kalimantan Timur, air sungai tercemar akibat
hutan untuk perkebunan sawit skala besar. Padahal sepertiga dari GRK
beroperasinya tambang batubara milik PT Kideco
global dihasilkan pembakaran batubara di berbagai pembangkit yang
Jaya Agung di Kalimantan Timur mengakibatkan
tersebar di seluruh dunia.34 Wetland Internasional dalam laporannya
menyebut Indonesia penghasil emisi terbesar ketiga di dunia, khususnya
perempuan harus menempuh perjalanan keluar Air sangat berpengaruh pada
dari pelepasan lahan gambut untuk perkebunan sawit.35
dari desa untuk mendapatkan air untuk kebutuhan kehidupan perempuan. Sehari-
memasak, mencuci dan kebutuhan dasar keluarganya, harinya, dalam menjalankan peran-
Padahal, tambang dan Perkebunan sawit skala besar sejak lama berkontribusi hampir semuanya dilakukan perempuan. perannya, perempuan banyak
terhadap lahirnya krisis dan pemiskinan warga di sekitarnya. Mereka rakus air
berhubungan dengan air.
20 21
Krisis air juga mempengaruhi kesehatan reproduksi perempuan
di sekitar wilayah yang tercemar oleh limbah tambang. Masalah
sosial dan kesehatan juga datang bersama masuknya industri
tambang. Salah satunya lewat menjamurnya lokalisasi prostitusi
dan tempat hiburan malam di sekitar wilayah tambang. Di Kutai
Barat tahun 2009, tercatat penderita penyakit kelamin GO atau
Gonorhoe di puskesmas setempat sebanyak 39 warga yang Penanganan dampak
mayoritas dari kelompok usia produktif. Angka ini bisa naik perubahan iklim kini, belum
berkali lipat, karena jarang yang melapor ke puskesmas. 36 dijadikan momentum
Dalam kurun 10 tahun terakhir setidaknya, negara belum untuk mengurangi dan
memberi tanggapan signifikan terhadap berbagai krisis yang menghilangkan bentuk-bentuk
terjadi. Baik krisis akibat kegagalan global pembangunan, juga kekerasan dan diskriminasi
perubahan iklim. Mereka lebih sibuk, membuat proyek-proyek yang selama ini dialami
baru yang mendorong eksploitasi sumber daya alam lebih perempuan.
massif. Padahal perubahan iklim bukanlah sebuah krisis baru,
melainkan akumulasi dari model pembangunan dunia yang
salah selama ini, dan pemerintah tidak mau menjadikan krisis
ini sebagai sebuah momentum untuk merubah sistem ekonomi
dan pembangunannya. Kondisi inilah yang mengakibatkan
perempuan terus menerus mengalami ketidakadilan.
Keadilan Iklim
H E yang Berkeadilan Gender

HELP
Human Security Ecological debt
Forum Masyarakat Sipil (CSF) untuk keadilan iklim mengusung keadilan iklim dalam menjawab masalah-masalah
akibat perubahan iklim. CSF mengajukan empat prinsip yang harus diperhatikan dalam penanganan dampak
perubahan iklim. Prinsip tersebut adalah Keselamatan manusia (Human security), Utang ekologis (Ecological
debt), Hak atas lahan (Land rights) dan Produksi-Konsumsi, disingkat HELP. Prinsip ini belum menjadi prinsip yang

L P
diadopsi oleh Negara.

Keselamatan Manusia meliputi kebebasan, sumber daya (resources) yang tidak adil baik secara
pemenuhan terhadap keamanan dan Hak Asasi ekonomi dan politik , yang mengakibatkan kerusakan
Land rights Production - Manusia. Hal itu termasuk hak atas keamanan pangan, lingkungan dan pencaplokan ruang hidup menjadi
Consumption
mata pencaharian, ekonomi, sosial dan budaya, tempat pembuangan limbah. Dalam kontek Indonesia,
kesehatan, lingkungan, dan politik bagi laki-laki dan utang ekologis bisa berdimensi antar pulau, ataupun
perempuan serta kelompok rentan. antar Negara. Salah satu aspek utang ekologis adalah
utang iklim.
Fakta Utang Ekologis merupakan utang akumulasi oleh
Keadilan Iklim belum diadopsi oleh negara
05
negara industri terhadap negara berkembang karena Hak atas Lahan merupakan Hak yang menyangkut
penjarahan sumber daya, penguasan dan perdagangan kepemilikan sumber-sumber produksi, baik laut
24 25

maupun daratan (akses dan kontrol), juga konsepsi Hak Asasi Manusia37, khususnya penegakan terhadap Padahal semua perangkat kebijakan di atas mewajibkan Sementara hak-hak khusus perempuan perdesaan
tenurial yang lebih luas, mencakup budaya dan Hak Asasi Manusia perempuan dengan prinsip non negara bertanggung jawab menyediakannya. yang meliputi hak-hak berpartisipasi dalam
kehidupan masyarakat. diskriminiatif, pemenuhan dan kewajiban negara38 pembangunan di semua tingkatan44, termasuk hak
Prinsip HELP dalam penanganan dampak perubahan
serta Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat39. atas fasilitas pemenuhan kesehatan, air, perumahan
Produksi - Konsumsi merupakan prinsip yang iklim yang berkeadilan gender merujuk Deklarasi
Hal itu guna memastikan esensi hidup perempuan dan sanitasi yang memadai. Juga jaminan untuk
mengedepankan pola pembangunan yang adil,mandiri HAM dan CEDAW merekomendasikan perlunya segera
tidak boleh berkurang, atau dikurangi sedikitpun berproduksi, termasuk hak memperoleh kredit dan
dan berkelanjutan serta menjamin keselamatan laki- melakukan pencegahan risiko perubahan iklim dan
dengan alasan apapun, termasuk karena perubahan pinjaman pertanian, fasilitas pemasaran, teknologi
laki, perempuan serta kelompok rentan dari pola bencana yang peka gender, sensitif terhadap sistem
iklim. tepat guna dan perlakuan sama pada reformasi lahan
kapitalistik, penggunaan teknologi kotor, berisiko dan pengetahuan adat dan menghormati Hak Asasi
(land reform) dan urusan pertanahan45.
berskala besar. Sayangnya, sampai saat ini, banyak perempuan tidak Manusia. Mandat tersebut secara tegas tercantum
mengerti apa yang sesungguhnya sedang terjadi, dalam pasal-pasal yang menjamin hak-hak perempuan Deklarasi PBB tentang hak masyarakat adat secara
CSF memandang prinsip-prinsip Keadilan iklim di atas
karena tidak adanya informasi yang cukup terkait untuk mendapatkan layanan kesehatan40, pekerjaan41, khusus memberikan perhatian kepada jaminan hak-
harus mengedepankan keadilan gender. Prespektif
berbagai situasi yang mengancam kehidupan mereka. pendidikan42, berserikat dan berpartisipasi dalam hak dasar dan kebutuhan khusus perempuan adat.
keadilan gender ini merujuk pedoman penegakan
pembuatan kebijakan43.
26 27

Dari 46 pasal dalam deklarasi ini, sedikitnya ada 11 Sudah menjadi keharusan semua pihak, baik negara Di Aceh misalnya, terjadi pada program REDD yang Perempuan belum memahami apa dan bagaimana
pasal46 yang secara khusus memberikan jaminan maupun UNFCCC memastikan penanganan dampak dipromosikan pemerintah pusat dan provinsi lewat risiko REDD. Hal seperti ini mestinya tak boleh terjadi.
yang berkait dengan hak-hak perempuan. Hak-hak perubahan iklim mampu menjawab akar persoalan proyek percontohan kawasan Ulu Masen yang
HELP yang adil gender mendesak agar keselamatan
yang dijamin tersebut diantaranya hak mendapat rasa yang dihadapi perempuan. Termasuk pemenuhan luasnya sekitar 750 ribu ha. Lemahnya posisi tawar
manusia, khususnya perempuan dan kelompok rentan
bebas, damai dan aman, jaminan dari diskriminasi dan kebutuhan dan kepentingan perempuan terhadap perempuan di sana, makin terpuruk karena proyek
lainnya, yang memiliki kebutuhan khusus terkait
kekerasan, jaminan ekspresi budaya, hak pemenuhan sumber-sumber kehidupannya. penanagnan perubahan iklim ini. Meski di sana, diakui
peran-peran mereka diakui dan dilindungi. Dengen
kebutuhan ekonomi, sosial dan khusus, kesehatan, laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama
Selama ini, pembahasan perubahan iklim masih jauh begitu, perubahan iklim dapat dijadikan momentum
partisipasi dan Free and Prior Inform Consent (FPIC), atas tanah, namun pada prakteknya berbeda. Lelaki
dari kebutuhan dan kepentingan perempuan, yang mengurangi dan menghilangkan bentuk-bentuk
akses finansial dan teknikal asisten, keadilan antara memiliki kuasa lebih terhadap hak kepemilikan tanah.
bahkan berbeda antar satu perempuan dengan kekerasan dan diskriminasi yang selama ini dialami
laki-laki dan perempuan, hak mempertahankan dan Surat-surat tanah harus atas nama laki-laki, demikian
perempuan lainnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh perempuan. Mulai dari lingkup keluarga, hingga
memperkuat relasi tradisional dan spiritual dengan pula keterlibatan dalam ruang-ruang pengambilan
aspek geopolitik, geokultural dan aspek-aspek lainnya tingkat Negara.
urusan kepemilikan lahan, perairan, wilayah dan keputusan terkait proyek ini, sangat didominasi laki-
dalam masyarakat.
sumber daya lain, akses dan kontrol terhadap lahan. laki. Akibatnya, perempuan cenderung ditinggalkan47.
Kertas Posisi

Tak ada Keadilan Iklim,


Tanpa Keadilan Gender
Berbagai pihak, mulai kelompok masyarakat sipil hingga lembaga pemerintahan mengetahui
dampak perubahan iklim nyata dirasakan masyarakat laki-laki dan perempuan di berbagai
sektor seperti kesehatan, sosial, pertanian dan kelautan. Baik masyarakat perkotaan,
pedesaan, maupun masyarakat adat.

Saat Negara absen menangani krisis akibat salah satu pihak yang paling rentan terhadap
dampak perubahan iklim, yaitu kegagalan model dampak perubahan iklim. Meski begitu banyak peran
pembangunan global yang dianut kini. Maka, dampak dan inisiatif yang telah dilakukan perempuan dan
perubahan iklim dan penanganannya akan menjadi komunitasnya, yang bertahan hidup dari berbagai
pintu ketidakadilan berganda yang dialami warga krisis dan dampak perubahan iklim.
negara, khususnya perempuan.
Krisis dampak perubahan iklim justru disamarkan
Hingga saat ini, banyak informasi terkait dengan Pemerintah, dengan model penanganan yang
penyebab, dampak dan solusi perubahan iklim belum menyederhanakan masalah, macam gerakan
diperoleh oleh masyarakat, khususnya perempuan, penanaman sejuta pohon. Menutup fakta-fakta jutaan,
bahkan milyaran pohon hutan, ladang dan kebun- Mulai lingkup keluarga, hingga tingkat Negara. Dalam menangani dampak perubahan iklim, Negara Salah satu upaya mendesak dilakukan adalah merevisi
kebun warga hilang bersama pembukaan hutan-hutan Bahkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan mestinya mengakui perempuan mengalami dampak kebijakan-kebijakan negara yang memperparah krisis
untuk kebun sawit skala besar dan pertambangan. Perlindungan Anak (KPPPA), institusi negara yang yang berbeda dari laki-laki. Hal ini karena peran, relasi dan dampak perubahan iklim. Baik kebijakan sektoral
dimandatkan secara khusus untuk mengarusutamakan dan posisi, kelas yang berbeda sehingga dibutuhkan SDA maupun kebijakan-kebijakan yang diskriminatif
Pemerintah kini, bukannya berdiri di depan,
perlindungan terhadap perempuan dan anak, hingga kebijakan yang berpihak terhadap masalah, kebutuhan terhadap perempuan dan kelompok rentan lainnya
mempimpin warga menghadapi krisis karena
kini belum memiliki kebijakan dan strategi jelas dan kepentingan spesifik perempuan dan kelompok seperti peraturan-peraturan daerah syariat dan Perda
dampak perubahan iklim. Tapi justru menggunakan
untuk mengarusutamakan keadilan gender dalam rentan lainnya yang mengkriminalisasi perempuan, menjauhkan
isu perubahan iklim menjadi komoditas baru untuk
penanganan perubahan iklim. mereka dari akses dan kontrol terhadap sumber-
menangguk untung dan meningkatkan citra. Tak mau Juga mengakui bahwa perempuan memiliki peranan,
sumber ekonomi.
meningalkan cara-cara lama, yang mengedepankan Dampak perubahan iklim makin terasa, krisis tak bisa pengetahuan dan pengalaman penting untuk
pertumbuhan ekonomi makro. dihindari,warga negara tak bisa menunggu,perempuan merancang dan menerapkan solusi perubahan iklim. Serta Menyegerakan penghentian program dan
tak bisa menunggu. Dalam menangani perubahan Oleh karenanya kebijakan negara harus memastikan proyek-proyek yang mengatasnamakan adaptasi
Penanganan dampak perubahan iklim kini, belum
iklim, Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim keterlibatan perempuan secara aktif, serta memastikan dan mitigasi dampak perubahan iklim, tapi justru
dijadikan momentum untuk mengurangi dan
mendesak negara mewujudkan keadilan iklim yang pemenuhan terhadap inisiatif-inisiatif yang dibangun menyingkirkan akses dan kontrol perempuan
menghilangkan bentuk-bentuk kekerasan dan
berkeadilan gender. perempuan dan komunitasnya secara berdaulat. terhadap sumber kehidupannya, meningkatkan risiko
diskriminasi yang selama ini dialami perempuan.
dan jebakan terhadap utang baru.
Catatan Kaki 11. Laporan PBB tunjukkan perempuan memainkan
peran utama dalam upaya mangatasi perubahan iklim,
18. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2007
19. Riza Damanik, Kerusakan Ekosistem Laut Pengaruhi
http://www.unic jakarta.org/Laporan%20PBB%20
Adaptasi Perubahan Iklim, http://www.siej.
1. Bencana terjadi mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa 8. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tunjukkan%20perempuan%20memainkan%20
or.id/?w=article&nid=241
Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, atau “Panel Antarpemerintah Tentang Perubahan peran%20utama%20dalam%20upaya%20
Aceh, Papua. Iklim” adalah suatu panel ilmiah yang terdiri dari para memerangi%20perubahan%20iklim.html 20. Khalisah Khalid, 2009, Menapak Pesisir, Mengungkap
ilmuwan dari seluruh dunia. IPCC didirikan pada tahun Fakta Krisis Indramayu, Laporan Studi Lapang.
2. JATAM, JATAM KALTIM, WALHI KALSEL, Mautnya 12. Sekitar 64,65 persen, 2009. Data pada Maret 2010,
1988 oleh dua organisasi PBB, World Meteorological
Batubara Pengerukan Batubara & Generasi Suram Badan Pusat Statistik, 2010, Profil Kemiskinan di 21. Risma Umar, 2009, Tantangan dalam Mendesakkan
Organization (WMO) dan United Nations Environment
Kalimantan, 2009. Indonesia Maret 2010, Berita Resmi Statistik No. Keadilan Gender Dalam Perundingan Perubahan Iklim.
Programme (UNEP) untuk mengevaluasi risiko
45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010. File presentasi Solidaritas Perempuan
3. Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, 2010 perubahan iklim akibat aktivitas manusia, dengan
meneliti semua aspek berdasarkan pada literatur teknis/ 13. berita ANTARA, 26 Maret 2008, Perubahan Iklim 22. Raja Siregar, Adi Nugroho dan M Mukhtar, Petani
4. Swasta diizinkan miliki kebun sawit hingga 100 Ribu
ilmiah yang telah dikaji dan dipublikasikan[1]. Panel ini Berdampak Lebih Parah bagi Perempuan, http://www. Menduga Musim, 2009, CSO Forum on Climate Change
Hektar, http://www.kapanlagi.com/h/old/0000161235.
terbuka untuk semua anggota WMO dan UNEP. antaranews.com/view/?i=1206520900&c=WBM&s= dan OXFAM Hongkong
html
9. Perbandingannya 4:1. Hasil analisis London School of 14. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), 23. Temuan Awal KOMNAS Perempuan , Meretas Jejak
5. http://okefarid.wordpress.com/2010/10/15/tak-ada-
Economics (LSE) terhadap bencana yang terjadi pada 2010, Mengarusutamakan Keadilan Gender untuk Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Pengelolaan
larangan-perempuan-memimpin/
141 negara membuktikan bahwa perbedaan jumlah Adaptasi di Sektor Perikanan dan Kelautan Sumber Daya Alam: Pola Pengucilan, Pengabaian,
6. Workshop Perempuan dan Perubahan Iklim, WALHI, korban akibat bencana alam berkait erat dengan hak Tantangan dan Implikasinya, 24 November 2009
15. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA),
2010. Dalam workshop tersebut, KPPPA menyatakan ekonomi dan sosial perempuan.DTE Newsletter, No.79,
2008, Riset Perempuan Nelayan di Teluk Jakarta 24. Tjatur Kukuh Suryanto dalam Pengetahuan Tradisional
bahwa Kementerian ini belum memiliki agenda terkait November 2008. Sumber Gender dalam Adaptasi Komponen Mitigasi Perubahan Iklim, http://www.
dengan perubahan iklim, karena isu lingkungan dan Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana 16. Elisha Kartini T. Samon, 2010,Petani Perempuan
jurnalperempuan.com/index.php/jpo/comments/
sumber daya alam juga masih menjadi isu yang baru di Menghadapi Dampak Perubahan Iklim
10. United Nation Populatin Fund (UNFPA) merupakan pengetahuan_tradisional_komponen_mitigasi_
kementerian ini.
organisasi PBB yang mengurus masalah dana 17. Khalisah Khalid, 2009, Menapak Pesisir, Mengungkap perubahan_iklim/
7. Temuan dalam FGD “Keadilan Gender dalam Keadilan kependudukan di dunia. Fakta Krisis Indramayu, Laporan Studi Lapang.
25. Perjuangan Perempuan Morodemak untuk Keluarga
Iklim”, tanggal 13 Januari 2011 di Kantor Kementerian
dan Masyarakat Nelayan, hasil Penelitian bersama
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
perempuan nelayan Morodemak, Bibik Nurudduja, 33. Di Kalimantan Tengah saja hingga akhir 2006, tak 40. CEDAW, pasal 12 : Negara-negara Pihak harus 44. CEDAW, pasal 14: Negara-negara Pihak wajib
2008 kurang dari 816 ribu hektar kawasan hutan berubah melakukan upaya-upaya yang tepat untuk untuk melakukan upaya-upaya yang tepat untuk
perkebunan sawit. Belum lagi ijin-ijin tambang menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan
26. Berbagi Pengalaman—Perempuan beradaptasi dalam
yang kebanyakan berlokasi di hulu sungai. Hutan dalam bidang kesehatan dalam rangka memberi di pedesaan dalam rangka memberi kepastian,
perubahan Iklim, Solidaritas Perempuan 2010.
tetangganya, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di kepastian, berdasarkan persamaan antara perempuan berdasarkan persamaan antara laki-laki dan perempuan,
27. Perempuan dan Anak dalam Perubahan Iklim, Devi Kalimantan Timur, tak luput dihajar tambang batubara. dan laki-laki, kesempatan atas pelayanan kesehatan, bahwa mereka turut berpartisipasi dan mendapat
Anggraini, Presentasi Down to Earth untuk persiapan Di kawasan sumber air warga pada 3 kabupaten dan termasuk yang berhubungan dengan keluarga keuntungan dari pembangunan desa dan terutama
Menuju Bangkok Talk, 2009. kota yakni Penajam Utara, Kutai Kerta Negara dan berencana. harus memberi kepastian bagi perempuan
Balikpapan, terdapat 35 ijin Kuasa Pertambangan.
28. Petisi Mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera 41. pasal 11 CEDAW: Hak untuk bekerja sebagai suatu hak 45. CEDAW, pasal 14 tentang hak khusus bagi perempuan
Meratifikasi Konvensi Migran 1990, Solidaritas 34. Negosiasi Soal Iklim Tidak Substantif, Kompas Rabu, 24 yang melekat pada semua umat manusia; pedesaan: Untuk dapat memperoleh kredit dan
Perempuan (2010). November 2010 pinjaman pertanian, fasilitas pemasaran, teknologi
42. CEDAW, pasal 10: Negara-negara Pihak wajib
tepat guna dan perlakuan sama pada land reform dan
29. REDD (reducing emissions from deforestration and 35. Membaca Jejak Perubahan Iklim, CSF (2009) untuk mengambil semua upaya yang tepat untuk
urusan-urusan pertanahan termasuk pengaturan-
degradation), merupakan proyek mitigasi untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan
36. Mautnya Batubara, Pengerukan Batubara & Generasi pengaturan tanah pemukiman.
mengurangi dampak perubahan iklim dengan dalam rangka untuk memastikan hak yang sama dengan
Suram Kalimantan, JATAM, JATAM KALTIM, WALHI
menggunakan mekanisme pendanaan yang berbasiskan laki-laki dalam bidang pendidikan, dan terutama untuk 46. Sebelas pasal dalam UNDRIP tersebut adalah pasal 7,
Kalsel, 2009
pasar. menjamin atas dasar persamaan antara laki-laki dan pasal 21, pasal 22, pasal 24, pasal 25, pasal 26, pasal 29,
37. Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM), perempuan pasal 31, pasal 39, pasal 41 dan pasal 44.
30. http://www.jurnalperempuan.com/index.php/jpo/
Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kovenan
comments/rukmini_redd_penjajahan_baru_bagi_ 43. CEDAW, pasal 7: Negara-negara Pihak harus mengambil 47. REDD: Reduction Emission from Deforestation and
Hak Sipil dan Politik
masyarakat_adat/ semua langkah yang diperlukan untuk menghapuskan Degradation, adalah salah satu mekanisme baru yang
38. Committee on the Elimination of Discrimination diskriminasi terhadap perempuan dalam kehidupan diinisiatifkan untuk mengatasi perubahan iklim melalui
31. Shiva, Vandana (2005) Ecofeminism Perspektif Gerakan
Against Women - CEDAW, 1984 politik, kehidupan kemasyarakatan negaranya, dan pengelolaan hutan. Ulu Masen Aceh adalah salah satu
Perempuan & Lingkungan. Yogyakarta : IRE Press.
khususnya menjamin bagi perempuan, atas dasar kawasan uji coba REDD di Indonesia. Proyek yang
39. Unitied Nations Declaration on the Rights of
32. The little climate finance book, a guide to financing persamaan dengan laki-laki luasnya 750 ribu ha ini terdiri dari lahan hutan, yang di
Indigenous People - UNDRIP, 2007
options for forests and climate change, hal 20 dalamnya juga terdapat 61 mukim.