Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Gempabumi adalah getaran atau getar yang terjadi di permukaan bumi akibat

pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang

seismik. Gempabumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng

Bumi). Pertemuan antara dua lempeng Eurasia dan Indo-Australia membentuk

zona penunjaman di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera menyebabkan

wilayah Sumatera Utara sangat rawan dengan gempa bumi tektonik, termasuk

juga kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya. Dengan tatanan tektonik tersebut

perlu adanya upaya antisipasi berupa peringatan karena adanya potensi gempa

bumi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa

bumi.

Ada dua sumber gempa di Sumatera, pertama gempa yang disebabkan oleh

penunjaman Lempeng Samudera Indo-Australia ke bawah Lempeng Benua

Eurasia (Sunda Subduction Zone) dan kedua gempa yang berasosiasi dengan

patahan aktif di darat yaitu Patahan Semangko.

Di kawasan Sumatera, analisis waktu berakhirnya gempa bumi dengan metode

Mogi telah dilakukan oleh Rahmat Efendi (2011) untuk gempa bumi Pagai Selatan

25 Oktober 2010 dan Pariaman 30 September 2009. Berdasarkan hasil analisisnya

dapat diketahui waktu berakhirnya gempa bumi susulan untuk daerah Pagai
Selatan dan sekitarnya adalah pada hari ke-25 setelah gempa bumi utama sesuai

dengan Metode Mogi II, sedangkan untuk daerah Pariaman dan sekitarnya waktu

berakhirnya gempa bumi susulan adalah pada hari ke 154 setelah gempa bumi

utama sesuai dengan Metode Mogi I.

Gempa bumi susulan adalah serentetan gempa bumi yang terjadi setelah gempa

bumi besar yang pada umumnya menimbulkan bencana. Hal yang sering terjadi

didaerah gempa bumi adalah kepanikan yang terjadi yang disebabkan adanya isu

gempa susulan yang berkepanjangan dengan kekuatan yang lebih besar. Dampak

dari gempa susulan tersebut sangat berbahaya karena biasanya datang tidak

terduga, dapat berupa sebuah gempat dengan magnitudo besar dan bisa

meruntuhkan bangunan yang rusak akibat gempa utama. Berdasarkan hal tersebut

maka perlu dilakukan penelitian mengenai “Prediksi Waktu Berakhirnya Gempa

Susulan (Studi Kasus Gempa Bumi Deli Serdang)”, yang mana penelitiannya

dilakukan menggunakan metode Mogi I, Mogi II, UTSU dan Omori, selanjutnya

penulis dapat menganalisis faktor geologi yang berkontribusi dalam penyebaran

titik gempa susulan untuk gempa Deli Serdang.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, maka perumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Kapan aktivitas gempa susulan akan berakhir untuk gempa Deli Serdang

berdasarkan data gempa bumi susulan yang dimiliki?


2. Metode manakah yang paling sesuai dalam perhitungan waktu berakhirnya

gempa susulan di daerah Deli Serdang?

I -2
3. Berapa selisih waktu berakhirnya gempa susulan antara perhitungan software

aftershock dengan pola grafik frekuensi kegempaan?


4. Jenis gempa yang bagaimana pada daerah Deli Serdang bila dilihat dari urutan

waktu terjadinya gempa?


5. Bagaimana faktor geologi yang berkontribusi dalam penyebaran titik gempa

susulan untuk gempa Deli Serdang?

1.3. Maksud Dan Tujuan Penelitian


Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa data kejadian gempabumi

yang diperoleh dari Kantor BMKG Wil- I Medan dan akan diperoleh perkiraan

waktu berakhirnya gempabumi susulan di kabupaten Deli Serdang yang dibagi

dalam dua segmen gempa utama yaitu segmen 16 Januari 2017 dan 14 Februari

2017 dengan Metode Mogi I, Mogi II, UTSU dan OMORI.

Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Menentukan waktu berakhirnya gempa susulan dari kejadian gempa bumi

Deli Serdang.
2. Menentukan metode mana yang paling sesuai dalam perhitungan waktu

berakhirnya gempa susulan di daerah Deli Serdang.


3. Mencari nilai selisih waktu berakhirnya gempa susulan antara perhitungan

software aftershock dengan pola grafik frekuensi kegempaan.


4. Menentukan jenis gempa pada daerah Deli Serdang berdasarkan urutan waktu

terjadinya gempa.
5. Identikasi faktor geologi yang berkontribusi dalam penyebaran titik gempa

susulan untuk gempa Deli Serdang.

1.4. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini wilayah penelitian dilihat dari titik penyebaran gempa yang

di catat oleh BMKG Wilayah I Medan. Dari penyebaran titik gempa tersebut

didapat daerah penelitian meliputi lima kabupaten, diantaranya yaitu kabupaten

I -3
Deli Serdang, kabupaten Karo, kabupaten Langkat, kabupaten Dairi dan

kabupaten Simalungun.

Oleh karena itu agar masalah penelitian tidak meluas maka perlu dilakukan

batasan masalah yaitu menyangkut

1. Data gempa diperoleh dari BMKG Wilayah I Medan dan terdiri dari dua

kejadian gempa utama yaitu tanggal 16 Januari 2017 dan 14 Februari 2017

(dua segmen).

2. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan software aftershock yang prinsip

pengerjaannya menggunakan perhitungan pendekatan statistik yaitu

dengan metode kuadrat terkecil (least squaer) yang dimasukkan ke dalam

metode-metode perhitungan peluruhan gempa, baik dengan metode

Omori, metode Mogi I, metode Mogi II dan metode Utsu

3. Tatanan geologi daerah penelitian berdasarkan peta regional lembar

Medan (Cameron, 1982) dan lembar Sidikalang (Aldiss, 1983) skala

1:250.000 yang dipadukan dengan hasil pemetaan geologi lapangan.

1.5. Metode Dan Tahap Penelitian

1.5.1. Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode langsung.

Metode langsung yang dimaksud adalah menggunakan data yang diperoleh secara

langsung seperti data gempa yang berisikan informasi berupa koordinat episenter

gempa (longitude dan latitude), tanggal kejadian gempa (tahun, bulan, hari),

magnitudo, kedalaman gempa (dalam km), dan waktu gempa (jam, menit, detik

dalam UTC) yang didapat dari BMKG Wil-I Medan kemudian dihitung frekuensi

I -4
kejadian gempanya setiap selang waktu 24 jam dan ditampilkan dalam bentuk

grafik untuk memudahkan penulis dalam menganalisis data. Hasil analisis data

tersebut adalah perkiraan waktu berakhirnya gempa susulan 16 Januari dan gempa

susulan 14 Februari. Setelah diketahui batas gempa susulan 16 Januari dan 14

Februari selanjutnya nilai frekuensi kejadian gempa susulan tersebut di hitung

berdasarkan selang waktu 24 jam dan 12 jam untuk diolah/diimput dengan

bantuan softaware Aftershock guna mendapatkan hasil perhitungan waktu

berakhirnya gempa susulan yang mana software ini bekerja berdasarkan metode

pendekatan statistik yang dimasukkan dalam metode-metode perhitungan

peluruhan gempa yaitu : metode Omori, metode Mogi I, metode Mogi II, dan

metode Utsu. Selanjutnya koordinat episenter gempa tersebut di plot kedalam peta

geologi untuk dilihat pola penyebaran titik-titik gempanya dan untuk mengetahui

batuan yang menjadi tempat perambatan gelombang gempa tersebut.

1.5.2. Tahap Penelitian

Tahap penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap antara lain:

a) Tahapan persiapan.

b) Tahap pengambilan data di kantor BMKG Wil-I Medan per tanggal 16

Januari 2017 hingga 21 Maret 2017.

c) Tahap studio (perhitungan waktu berakhirnya gempa susulan menggunakan

software Mc. Excel dan Aftershock sedangkan untuk SIG menggunakan

software ArcGIS 10.1).

d) Tahap analisa dan interpretasi .

e) Tahap penyusunan laporan.

I -5
1.5.2.1. Tahap Persiapan

Tahap studi persiapan ini meliputi studi literatur atau pengumpulan referensi

mengenai gempa susulan yang mana referensi tersebut membantu dalam penulisan

proposal yang akan ditujukan ke kantor BMKG Wil-I Medan. Proposal tersebut

bertujuan sebagai permohonan untuk pengambilan data gempa Deli Serdang 16

Januari 2017. Setelah proposal di terima oleh BMKG Wil-I selanjutkan

melakukan pengambilan dan pengolahan data yang di lakukan di kantor BMKG

Wil-I Medan.

1.5.2.2. Tahap Pengambilan Data

Tahap pengambilan data yang dimaksud ialah pengambilan data ke Kantor Badan

Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah I Medan yaitu berupa data

gempa yang berisikan informasi berupa koordinat episenter gempa (longitude dan

latitude), tanggal kejadian gempa (tahun, bulan, hari), magnitudo, kedalaman

gempa (dalam km), dan waktu gempa (jam, menit, detik dalam UTC). Data gempa

yang diperoleh dari Kantor BMKG tersebut merupakan data kejadian gempa dari

tanggal 16 Januari 2017 hingga 21 Maret 2017 pada daerah Deli Serdang dan

sekitarnya.

1.5.2.3. Tahap Studio

Tahap studio merupakan tahap pembuatan peta-peta dengan menggunakan

software Map Info dan ArcGIS 10.1 dan juga melalukan input data kedalam

software Aftershock sehingga didapat hasil berupa nilai berapa lama gempa akan

berakhir. Peta-peta yang dibuat antara lain:

I -6
a) Peta distribusi gempa dengan menggunakan software ArcGIS.

b) Peta geologi daerah penelitian yang mana merupakan sebaran batuan dari

peta geologi regional dan dikombinasikan dengan hasil pemetaan geologi

sebelumnya oleh Masiswa Institut Teknologi Medan yang didasarkan hasil

survei di lapangan.

c) Peta morfologi daerah penelitian.

1.5.2.4. Tahap Analisa Dan Interpretasi

Tahap ini prinsipnya untuk menjelaskan bagaimana cara menganalisa data yang

telah didapat dari hasil perhitungan Aftershock yang mana hasil perhitungan

tersebut diperoleh dari input data gempa berupa frekuensi kejadian gempa dalam

interval waktu per 24 jam dan 12 jam. Hasil perhitungan waktu berakhirnya

gempa tersebut selanjutnya penulis sajikan dalam bentuk tabel guna untuk melihat

dan membandingkan nilai dari metode manakah yang mendekati kenyataan yang

merujuk dari nilai koefisien korelasinya. Pada tahap ini penulis juga dapat

menganalisa arah atau pola penyebaran gempa dari titik distribusi gempa di peta

geologi serta penulis dapat menyebutkan kondisi geologi yang kemungkinan

menjadi penyebab terjadinya gempa di daerah Deli Serdang ini .

1.5.2.5. Tahap Penyusunan Laporan

Tahap penyusunan laporan ini merupakan tahap penyajian laporan tertulis

berdasarkan hasil yang diperoleh dari tahapan-tahapan sebelumnya. Adapun tahap

penulisan laporan yang dibuat terdiri dari beberapa bab yang meliputi

Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Tatanan Geologi, Hasil dan Pembahasan,

I -7
Kesimpulan dan Saran, dan Daftar Pustaka serta beberapa lampiran. Setelah

laporan memenuhi persyaratan untuk selanjutnya dilakukan seminar Tugas Akhir

dan diuji oleh tiga orang dosen penguji. Setelah selesai seminar penulis wajib

memperbaiki hasil seminar yang dilakukan dimana yang diperbaiki ialah berupa

data-data yang salah menurut para penguji saat seminar berlangsung. Dan apabila

laporan yang telah diperbaiki telah memenuhi persyaratan untuk selanjutnya

penulis bisa melanjutkan ke tahap sidang tugas akhir, semua tahap penelitian

dapat dilihat pada gambar berikut:

Prediksi waktu berakhirnya


gempa susulan

Tahap Persiapan Studi literatur dan


persiapan

Tahap Pengambilan Pengambilan Data


Data - Waktu Kejadian Gempa
- Koordinat titik gempa
- Data geologi daerah penelitian
I -8
Pengolahan Data Gempa
Tahap Pengolahan - Seleksi gempa Utama dan gempa susulan
Data - Menghitung frekuensi kejadian gempa
setiap 24 jam atau 12 jam
Pengolahan data menggunakan software Mc.
Excel, Aftershockdan ArcGis
-

- Nilai perkiraan waktu berakhirnya gempa


Tahap Studio susulan dan nilai Koefisien Korelasi dari
metode Mogi 1, Mogi 2, Utsu dan Omori
- Peta Geologi
- Peta Morfologi
- Plotting sebaran titik gempa susulan dalam
peta geologi

Tahap Analisa dan - Nilai perkiraan waktu berakhirnya


gempa
Interpretasi - Arah atau Pola distribusi gempa
- Kondisi geologi pengontrol gempa
-

Tahap Penyusunan Laporan Penelitian Tugas


Laporan Akhir

Gambar 1.1. Bagan alir penelitian

I -9
1.6. Letak dan Luas Daerah Penelitian

Berdasarkan titik penyebaran gempa susulan daerah penelitan secara geografis

terletak diantara 2o 56’ 54”– 3o 28’ 58” LU dan 98o 15’ 8”– 98o 41’ 17” BT. Secara

administrasi daerah penelitian meliputi lima kabupaten yaitu kabupaten Deli

Serdang, kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, sebagian kecil kabupaten Dairi dan

kabupaten Simalungun.

Gambar 1.2. Letak daerah penelitian

I -10