Anda di halaman 1dari 3

Nama : Harry Gustiyawan

NIM : 140102020

Jurusan : Teknik Mesin

Semester : Delapan ( 8 )

EVALUASI 1 DIAGNOSIS KENDARAAN

1. Mengapa diagnosis perlu dilakukan dalam proses perbaikan kerusakan kendaraan?

2. Bandingkanlah konsep diagnosis pemeriksaan kendaraan berdasarkan trial and error,


dengan konsep ilmiah?

3. Analisislah dampak yang ditimbulkan jika diagnosisi pemeriksaan kendaraan


menggunakan metode trial and error?

4. Simpulkan apa yang menjadi ciri jika diagnosis pemeriksaan terhadap kendaraan
dilakukan dengan metode trial and error

5. Seorang konsumen mengeluhkan konsumsi bahan bakar motor bensinnya boros, jika
anda seorang diagnoser, bagaimana anda melakukan diagnosa terhadap keluhan
pelanggan tersebut?

6. Overheating merupakan kondisi yang harus dihindarkan terjadinya pada mesin kendaraan.
analisislah hal-hal yang berkemungkinan menjadi penyebab ? terjadinya overheating?
JAWAB

1. Karena diagnosis merupakan prosedur yang harus dilakukan untuk menemukan


kerusakan/permasalahan pada kendaraan, sebelum dilakukan perbaikan. Dengan di
lakukanya diagnosis kita dapat lebih tetap sasaran mentukan kerusakan yang terjadi di
sebuah kendaraan .

2. TRIAL ERROR : Pendekatan ini didasarkan pada konsep coba-coba, yaitu mencoba
berulang-ulang hingga ditemukan yang benar. Terjadi pemborosan tenaga juga pem-
borosan biaya perbaikan. Sering terjadi manipulasi fakta kerusakan untuk
penyelamatan usaha.sehingga pemeriksaan secara trial error tidak efektif bahakan
juga dapat merugikan diri kita dan konsumen.

ILMIAH : pendekatan ini yaitu pemerikasan suatu masalah yang terjadi di sebuah
kendaraan secara teratur sesuai dengan prosedur pemerikasaan kendaraan tersebut
agar pekerjaan juga lebih tepat sasaran dan lebih efisien .pemeriksaan ilmiah juga
meliputi konsep yang telah di tetapkan yaitu

Induksi : proses penarikan kesimpulan dari fakta ke umum.

Deduksi : proses penarikan kesimpulan dari yang bersifat umum ke khusus.

Verifikasi : proses pengujian kebenaran berbagai kesimpulan yang didapatkan


baik dari proses induksi maupun deduksi

3. Analisi dampak pendekatan dangan coba-coba


a. seorang pemilik kendaraan mengungkapkan permasalahan mesinnya tidak stabil
(pincang).
b. Berdasarkan pengalaman si mekanik, permasalahan tersebut karena busi yang
tidak baik.
c. Tanpa pemeriksaan lebih jauh si mekanik/ diagnoser langsung menulis order/
meng-ganti busi-businya dengan yang baru.
d. Namun setelah diganti permasalahan yang dikeluhkan tidak teratasi atau mesin
masih tetap pincang

4. Apa Yang Menjadi Ciri Jika Diagnosis Pemeriksaan Terhadap Kendaraan Dilakukan
Dengan Metode Trial And Error
a. Penganalisaan yeng di lakukan secara coba-coba dan cenderung menebak
b. Penggantian part yang tidak sesuai , bahkan setelah di ganti kendaraan tidak juga
baik
c. Pengerjaan yang tidak efisien , dan memakan banyak waktu
d. Setelah di ganti part lalu di test drive mesin masih juga dalam keadaan rusak

5. Diagnosis konsumsi bahan bakar motor bensin boros


a. Setelah konsumen menjelaskan keluhan, cek Fisik kendaraan terlebih dahulu.
b. Periksa sistem yang berkaitan dengan konsumsi bahan bakar :
- Tekanan kompresi
- Sistem Pengapian
- Sistem bahan bakar
c. Lakukan pengujian pada setiap komponen yang bekerja
- Cek tekanan kompresi
- Cek kondisi busi baik/ tidak
- Cek tahanan kabel busi
- Cek saringan beserta saluran bahan bakar
- Periksa koil / baterai
- Periksa saringan udara
- Katup choke
- Periksa karbuator
d. Setelah data hasil pemeriksaan di dapatkan, mekanik baru dapat merumuskan
permsalahan yang terjadi.

6. Hal – hal yang menyebabkan over heating


a. Radiator sumbat, Bocor / kotor
b. Termostat macet
c. Pemakaian kendaraan yang memaksa
d. Kurang cairan pendingin
e. Silinder head packing bocor
f. Kipas Rusak
g. Pompa air Rusak
h. Kebocoran pada selang salurannya