Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

MANAJEMEN KEUANGAN II

“ANALISIS LEVERAGE : OPERASI DAN FINANSIAL”

Disusun oleh:
Nanang Khosim (16121008)
Nani Asriana (16121009)
Zullaikah Ayu A. (16121015)
Siswo Waluyo (16121041)

Dosen :
Puji Nurhayati, S.E., M.Si

PROGRM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PGRI MADIUN

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Rahmat dan keselamatan semoga senantiasa dilimpahkan Allah Kepada Nabi
Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya, serta para pengikutnya yang
setia hingga hari pembalasan kelak. Dan tak lupa kami bersyukur atas tersusunnya
Makalah yang berjudul “Analisis Leverage : Operasi dan Finansial”.
Tujuan kami menyusun makalah ini adalah tiada lain untuk memperkaya
ilmu pengetahuan kita semua, dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Keuangan II.
Dengan terselesaikannya makalah ini, maka tidak lupa kami ucapkan
terima kasih kepada pihak-pihak yang berperan dalam membantu penyusunan
makalah ini hingga selesai seperti saat ini.
Akhir kata kami mengharapkan adanya kritik dan saran atas kekurangan
kami dalam penyusunan makalah ini, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat
dan berguna khususnya bagi Mahasiswa Universitas PGRI Madiun dan juga
semua pihak.

Madiun , 14 Desember 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan........................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Leverage ................................................................................. 3
B. Operating Leverage .................................................................................. 4
C. Financial Leverage ................................................................................... 7
D. Combined Leverage ................................................................................. 9

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ............................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perusahaan merupakan salah satu oragnisasi yang memiliki tujuan
tertentu. Dengan adanya tujuan tersebut, tentu menjadikan citra tersendiri bagi
perusahaan yang bersangkutan. Dalam lingkup ekonomi, perusahaan secara
umum dibagi menjadi dua. Yakni, perusahaan yang berorientasikan profit atau
keuntungan dan perusahaan yang berorientasikan non profit motif yang artinya
perusahaan tersebut tidak ingin menjadikan keuntungan sebagai landasan akhir
tujuan mereka.
Baik perusahaan yang memiliki orientasi profit maupun juga yang
berorientasikan non profit, sama-sama menanggung biaya untuk kelangsungan
perusahaan tersebut. Perusahaan yang profit motif ini masih bisa
diklasifikasikan lagi menjadi perusahaan yang memproduksi barang dan
perusahaan yang hasil akhirnya berupa jasa.
Dalam siklusnya, perusahaan yang memproduksi barang memiliki
perhitungan biaya yang lebih rumit dibandingkan dengan perusahaan jasa.
Perusahaan barang tentu akan menentukan jumlah persediaan bahan mentah,
bahan dalam proses, dan juga persediaan barang jadi. Hal tersebut tidak akan
terjadi di dalam perusahaan yang berkecipung dalam pemenuhan jasa sebagai
dasar usahanya.
Biaya-biaya yang terjadi dalam kegiatan perusahaan harus terekam secara
terperinci. Artinya, harus ada perhitungan khusus yang dilakukan secara
periodik. Hal ini berfungsi sebagai tolak ukur sehat atau tidak sehatnya
perusahaan tersebut. Hasil analisis yang dilakukan, harus sesuai dengan aturan
dan fungsi yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga perusahaan dapat
mengambil kebijakan yang dirasa paling tepat untuk menjadikan perusahaan
tersebut lebih baik.
Bagi perusahaan yang masih tergolong kecil, perhitungan biaya-biayanya
tidaklah serumit perusahaan yang telah berkembang pesat ataupun perusahaan
go public. Perusahaan kecil tidak akan memikirkan banyakya saham yang

1
harus dikeluarkan. Perusahaan kecil ini dalam menutupi kebutuhan
finansialnya, mungkin cukup dengan mengandalkan modal pemilik serta
hutang.
Lain halnya dengan perusahaan kecil, perusahaan besar tentu memiliki
perhitungan yang kompleks. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut telah
menerbitkan saham yang artinya membuka pintu secara lebar kepada para
investor yang tertarik menanamkan investasinya dalam perusahaan tersebut.
Selain dengan mengandalkan modaldari saham, banyak dari perusahaan
besar juga mengandalkan hutang sebagai salah satu pendanaan usaha mereka.
Bak itu hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.
Banyak sekali risiko yang akan mucul dan harus dihadapi oeleh
perusahaan. Salah satunya adalah jika taksiran nilai mata uang saat ini berbeda
nilai mata uang yang telah jatuh tempo, tentu akan merugikan perusahaan.
Biaya operasionalpun harus dibuat secara terperinci namun tetap efektif dan
efisien.
Operating leverage membantu perusahaan untuk dapat mengkalkulasi
biaya-biaya operasi dalam peningkatan laba perusahaan. Sedangkan financial
leverage membantu memperhitungkan biaya finansial perusahaan guna
meningkatkan pendapatan per lembar saham.
Baik operating leverage dan financial leverage sama-sama membantu
perusahaan dalam meingkatkan nilai perusahaan tersebut serta membantu
peningkatan perolehan keuntungan perusahaan.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah analisis leverage itu?
2. Apa yang dimaksud dengan operating leverage?
3. Apa yang dimaksud dengan financial leverage?
4. Apa yang dimaksud dengan combined leverage?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian analisis leverage.
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan operating leverage.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan financial leverage.
4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan combined leverage.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Leverage
Leverage adalah penggunaan aset dan sumber dana (source of
funds) oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap (beban tetap) dengan
maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham
(Sartono, 2008:257). Menurut Sjahrial (2009:147), leverage adalah
penggunaan aktiva dan sumber dana oleh perusahaan yang memiliki biaya
tetap (beban tetap) berarti sumber dana yang berasal dari pinjaman karena
memiliki bunga sebagai beban tetap dengan maksud agar meningkatkan
keuntungan potensial pemegang saham.
Perusahaan yang memiliki biaya operasi tetap atau biaya modal
tetap, maka perusahaan tersebut menggunakan leverage. Penggunaan
leverage dapat menimbulkan beban dan risiko bagi perusahaan, apalagi
jika keadaan perusahaan sedang memburuk. Di samping perusahaan harus
membayar beban bunga yang semakin membesar, kemungkinan
perusahaan mendapat penalti dari pihak ketiga pun bisa terjadi.
Menurut Kasmir, tujuan perusahaan menggunakan rasio leverage,
diantaranya yaitu:
1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak
lainnya (kreditor),
2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiaban
yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga),
3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap
dengan modal,
4. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang,
5. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap
penggelolaan aktiva.
Jenis leverage ada tiga macam yaitu Operating Leverage, Financial
Leverage dan Combination Leverage.

3
B. Operating Laverage
Operating laverage adalah seberapa besar perusahaan
menggunakan beban tetap operasional (Hanafi, 2004:327). Menurut
Syamsuddin (2001:107), leverage operasi adalah kemampuan perusahaan
di dalam menggunakan fixed operating cost untuk memperbesar pengaruh
dari perubahan volume penjualan terhadap earning before interest and
taxes (EBIT).
Operating leverage terjadi pada saat perusahaan mananggung biaya
tetap yang harus ditutup dari hasil operasinya. Karena dalam jangka
panjang semua biaya menjadi variabel, maka analisis kita hanyalah
menyangkut analisis dalam jangka pendek.
Kunci penting dalam analisis ini adalah pengakuan bahwa biaya-
biaya yang ditanggung perusahaan dapat dipisahkan menjadi dua jenis
biaya, yaitu :
a. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang tidak terkait dengan operasi perusahaan,
sehingga tidak ada kaitannya dengan penjualan perusahaan. Karena
biaya tetap tidak terkait dengan penjulan perusahaan, maka biaya ini
menjadi risiko yang hasus ditanggung oleh perusahaan. Biaya-biaya
tersebut meliputi depresiasi bangunan kantor dan pabrik, kendaraan,
peralatan kantor, asuransi kecelakaan, kesehatan dan gaji manajer.
Biaya tetap perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Biaya tetap operasi adalah biaya tetap dari aktivitas operasional
perusahaan. Risiko yang ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko
operasional. Biaya ini seperti biaya sewa gudang, biaya tenaga
kerja bagian administrasi, dan lain-lain.
2. Biaya tetap keuangan adalah biaya tetap karena perusahaan
menggunakan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan.
Risiko yang ditimbulkan dari biaya ini disebut risiko keuangan.
Biaya ini berupa biaya bunga.

4
3. Biaya tetap total adalah penjumlahan dari biaya tetap operasi dan
keuangan. Risiko yang ditimblkan dari biaya ini disebut risiko
bisnis atau perusahaan.
b. Biaya variabel
Biaya variable adalah biaya yang dalam jangka pendek berubah
karena perubahan operasi persuahaan. Biaya variabel tersebut meliputi
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya pemasaran
langsung.
Analisis Operating Leverage dimaksudkan untuk:
a. Mengetahui seberapa peka laba operasi terhadap perubahan hasil
penjualan
b. Mengetahui berapa penjualan minimal yang harus diperoleh agar
perusahaan minimal tak menderita rugi
Untuk memudahkan analisis marilah kita pergunakan asumsi bahwa
biaya variabel per unit adalah konstan, dan biaya tetap adalah konstan.
Apabila V adalah biaya variabel per unit, P adalah harga jual per unit, F
adalah biaya tetap per periode (misal per tahun), dan X adalah unit yang
dihasilkan (atau yang dijual), maka pada saat laba mencapai nol rupiah
kita dapat merumuskan bahwa,

P(X) = V(X) + F

Persamaan tersebut tidak lain menyatakan bahwa penghasilan penjualan


sama dengan biaya yang ditanggung perusahaan.

Persamaan tersebut juga dapat dinyatakan sebagai berikut :

F = P(X) – V(X)

= (P-V)X

atau

X = F/(P-V)

Dengan kata lain, jumlah produksi yang membuat penghasilan


penjualan sama dengan biaya adalah sama dengan jumlah biaya tetap
dibagi dengan selisih antara harga jual per unit dengan biaya variabel per

5
unit. Nilai X ini sering disebut sebagai titik pulang pokok (break even
point).

Sebagai contoh :

Misalnya F= Rp. 100.000, P= Rp. 50, dan V= Rp. 25, maka :

X = F/(P-V)

= Rp. 100.000/(Rp.50-Rp. 25)

= 4.000 unit

Sekarang misalnya penjualan diharapkan sebesar 5.000 unit. Berapa laba


operasi yang diharapkan akan diperoleh?

Laba Operasi = X(P-V)-F

= 5.000 (Rp. 50-Rp. 25) – Rp. 100.000

= 5.000 (Rp. 25) – Rp. 100.000

= Rp. 125.000 – Rp. 100.000

= Rp. 25.000

Perhitungan tingkat operating leverage (degree of operating leverage,


disingkat DOL) pada X unit dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
𝑋(𝑃−𝑉)
𝐷𝑂𝐿𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑋 𝑢𝑛𝑖𝑡 =
𝑋(𝑃−𝑉)− 𝐹

Dengan menggunakan contoh diatas nilai DOL dapat dihitung

𝑋(𝑃 − 𝑉)
𝐷𝑂𝐿𝑝𝑎𝑑𝑎 5.000 𝑢𝑛𝑖𝑡 =
𝑋(𝑃 − 𝑉) − 𝐹
5.000(𝑅𝑝.50−𝑅𝑝.25)
=
5.000(𝑅𝑝.50−𝑅𝑝.25)− 𝑅𝑝 100.000

=5

6
Rumus yang dipergunakan untuk menaksir berapa probilitas perusahan
akan mencapai break even atau kurang adalah
𝑋−𝐸(𝑋)
S=
𝑆𝐷

Dimana :

S = devisiasi standar yang sudah distandardisir

X = titik break evennya

E(X) = penjualan yang diharapkan

SD = deviasi standar distribusi penjualan

C. Financial Leverage
Financial leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki
beban tetap dengan beranggapan bahwa akan memberikan tambahan
keuntungan yang lebih besar dari pada beban tetapnya sehingga akan
meningkatkan keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham (Sartono,
2008:263).
Financial leverage terjadi pada saat perusahaan menggunakan
sumber dana yang menimbulkan beban tetap. Apabila perusahaan
menggunakan hutang, maka perusahaan harus membayar bunga. Bunga ini
harus dibayar, berapapun keuantungan operasi perusahaan. Bagi
perusahaan yang menggunakan hutang, mereka tentu berharap untuk bisa
memperoleh laba operasi dari penggunaan hutang tersebut yang lebih
besar dari biaya bungannya.
Karena itu analisis financial leverage memusatkan perhatian pada
perubahan laba setelah pajak sebagai akibat perubahan laba operasi. Besar
kecilnya leverage finansial dihitung dengan DFL (Degree of financial
leverage). Perusahaan yang menggunakan dana dengan beban tetap
dikatakan menghasilkan leverage yang menguntungkan (favorable
financial leverage) atau efek yang positif kalau pendapatan yang diterima
dari penggunaan dana tersebut lebih besar daripada beban tetap dari
penggunaan dana itu. Kalau perusahaan dalam menggunakan dana dengan

7
beban tetap itu menghasilkan efek yang menguntungkan dana bagi
pemegang saham biasa (pemilik modal sendiri) yaitu dalam bentuknya
memperbesar EPS-nya, dikatakan perusahaan itu menjalankan “trading on
the eqity”.
Dengan demikian “trading on the equity” dapat didefinisikan
sebagai penggunaan dana yang disertai dengan beban tetap dimana dalam
penggunaannya dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada
beban tetap tersebut. Financial leverage itu merugikan (unfavorable
leverage) kalau perusahaan tidak dapat memperoleh pendapatan dari
penggunaan dana tersebut sebanyak beban tetap yang harus dibayar. Salah
satu tujuan dalam pemilihan berbagai alternative metode pembelanjaan
adalah untuk memperbesar pendapatan bagi pemilik modal sendiri atau
pemegang saham biasa.
Untuk menghitung DFL pada tingkat laba operasi tentu juga dapat
menggunakan rumus:

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
𝐷𝐹𝐿𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑌 𝑟𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ =
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖−𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎

Sebagai contoh :

Misalnya pada saat perusahaan mengharapkan memperoleh laba operasi


sebesar Rp. 25.000, perusahaan menggunakan hutang yang menyebabkan
harus membayar bunga sebesar Rp.10.000. Disamping itu perusahaan
membayar pajak penghasilan dengan tarif 30%. Dengan demikian maka
perusahaan diharapkan akan memperoleh laba sebelum pajak sebagai
berikut :

Laba operasi Rp. 25.000


Bunga Rp. 10.000
Laba sebelum Rp. 15.000
Pajak Rp. 4.500
Laba setelah pajak Rp. 10.500

8
Maka DFL pada laba operasi sebesar Rp. 25.000 adalah

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
𝐷𝐹𝐿𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑌 𝑟𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ =
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 − 𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎

𝑅𝑝.25.000
=
𝑅𝑝.25.000−𝑅𝑝.10.000

= 1,67

Semakin besar angka ini menunjukkan semakin besar dampak


perubahan laba operasi pada laba setalah pajak. Dan hal ini terjadi pada
saat perubahan membayar bunga yang makin besar (yang berarti
hutangnya juga semakin besar). Dengan kata lain, semakin besar hutang
yang digunakan perusahaan , semakin tinggi tingkat financial leveragenya.

D. Combined Leverage ( Kombinasi Operating dan Financial Leverage)

Combination leverage terjadi apabila perusahaan memiliki baik


baik operating leverage maupun financial leverage dalam usahanya untuk
meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham biasa (Sartono,
2008:267).
Leverage gabungan adalah pengaruh perubahan penjualan terhadap
perubahan laba setelah pajak untuk mengukur secara langsung efek
perubahan penjualan terhadap perubahan laba rugi pemegang saham
dengan Degree of Combine Leverage (DCL) yang didefinisikan sebagai
persentase perubahan pendapatan per lembar saham sebagai akibat
persentase perubahan dalam unit yang terjual.
Kombinasi operating dan financial leverage dapat dihitung menggunakan
rumus sebagai berikut :
Karena, Laba Operasi = X(P-V) – F maka :

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑋(𝑃−𝑉)− 𝐹


=
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔−𝐵𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑋(𝑃−𝑉)− 𝐹−𝐶

9
C adalah bunga yang dibayar

Kalau rumus tersebut dikombinasi dengan operating leverage, maka kita


memperoleh :
𝑋(𝑃−𝑉) 𝑋(𝑃−𝑉)−𝐹
DOL dan DFL pada X unit = 𝑋(𝑃−𝑉)−𝐹 𝑋 𝑋(𝑃−𝑉)−𝐹−𝐶

Dengan demikian maka,


𝑋(𝑃−𝑉)
DOL dan DFL pada X unit = 𝑋(𝑃−𝑉)−𝐹−𝐶

Sebagai contoh :
Misalnya taksiran penjualan dalam satu tahun adalah 5.000 unit, dengan
harga jual per unit Rp. 50, biaya variabel per unit Rp. 25, dan biaya tetap
sebesar Rp. 100.000 per tahun. Sedangkan dari sisi pendanaan, perusahaan
menggunakan hutang yang mengakibatkan pembayaran bunga sebesar Rp.
10.000, dan tarif pajak penghasilan sebesar 30%.
Maka DOL dan DFL pada 5.000 unit adalah
𝑋(𝑃−𝑉)
DOL dan DFL pada 5.000 unit =
𝑋(𝑃−𝑉)−𝐹−𝐶

5.000 (𝑅𝑝.50−𝑅𝑝. 25)


=
5.000 (𝑅𝑝.50−𝑅𝑝.25)− 𝑅𝑝.100.000−𝑅𝑝.10.000

𝑅𝑝.125.000
=
𝑅𝑝.15.000

= 8,33

Semakin besar angka berarti semakin besar pengaruh perubahan


penjualan terhadap perubahan laba setelah pajak. Dan hal ini akan terjadi
apabila DOL sudah tinggi diikuti dengan DFL yang tinggi.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Operating leverage terjadi pada saat perusahaan menggunakan
aktiva yang menimbulkan beban tetap yang harus ditutupi dari hasil
operasinya. Kunci penting dalam analisis ini adalah pengakuan bahwa
biaya-biaya yang ditanggung perusahaan dapat dipisahkan menjadi dua
jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variabel.
Analisis operating leverage dimaksudkan untuk mengetahui (1)
seberapa peka laba operasi terhadap perubahan hasil penjualan. (2) berapa
penjualan minimal yang harus diperoleh agar perusahaan minimal tak
menderita rugi. Tujuan yang pertama menunjukkan degree of operating
leverage, sedangkan tujuan yang kedua menunjukkan titik impas (break
even).
Sedangkan financial leverage terjadi pada saat perusahaan
manggunakan hutang dan menimbulkan beban tetap (yaitu bunga) yang
harus dibayar dari hasil operasi. Analisis financial leverage memusatkan
perhatian pada perubahan laba setelah pajak sebagai akibat perubahan laba
operasi. Degree of financial leverage menunjukkan perbandingkan antara
perubahan laba setelah pajak dengan perubahan laba operasi.
Kombinasi kedua analisis tersebut menunjukkan bagaimana
dampak perubahan penjualan terhadap perubahan laba setelah pajak.
Apabila operating leverage telah tinggi, maka penggunaan financial
leverage yang tinggi akan makin meningkatkan kombinasi dua aspek
tersebut. Karena itu umunya kalau operating leverage sudah tinggi
perubahan akan mencoba menghindari financial leverage yang tinggi pula.

11
DAFTAR PUSTAKA

Husnan, Suad. 2016. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan (Keputusan


Jangka Pendek ) Buku 2 Edisi 4. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UGM

Kusuma, Windra Hadi (2013). Makalah Seminar Manajemen Keuangan Analisis


Leverage : (online), http://windrahadi046.blogspot.com/2013/09/makalah-
seminar-manajemen-keuangan-2.html, unduh 15 desember 2018

Riadi, Muchlisin (2016). Pengertian dan Jenis-jenis Leverage : (online),


https://www.kajianpustaka.com/2016/11/pengertian-dan-jenis-jenis-
leverage.html, unduh 15 desember 2018

Si Manis (2018). Pengertian Leverage, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenis Leverage


Lengkap : (online), https://www.pelajaran.id/2018/23/pengertian-tujuan-
manfaat-dan-jenis-jenis-leverage.html, unduh 15 desember 2018

VD Tour and Travel (2014). leverage operasi dan leverage financial/keuangan :


(online), http://akuulupa.blogspot.com/2014/04/leverage-operasi-dan-
leverage.html, unduh 14 desember 2018

12