Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN PERAN LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTORAL

DALAM PENGELOLAHAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN UKM UPTD

PUSKESMAS TOMIA

I. PENDAHULUAN
Sasaran dari pembangunan kesehatan adalah meningkatkan drajat kesehatan melalui
peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan yang semakin menjangkau seluruh
masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut dalam pengelolahan dan pelaksanaan kegiatan
UKM perlu diupayakan adanya suatu kerjasama baik yang dilakukan secara internal (lintas
sektoral).

II. LATAR BELAKANG


Prinsip kerja sama saling terbuka, percaya, jujur, dan saling mengutungkan memulai
penyamanan persepsi, pengaturan komunikasi yang efektif, koordinasi, dan pembentukan
komitmen akan menentukan kesehatan kegiatan UKM.
Kerjasama lintas program merupakan kerjasama yang dilakukan di lingkup puskesmas
antara beberapa program dalam bidang yang sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Sedangkan kerjasama lintas sektoral melibatkan dinas dan orang-orang di luar sektor
kesehatan yang berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap pelaksanaan
kegiatan kesehatan. Kerjasama lintas program dan lintas sektor mempunyai peran penting
dalam keberhasilan program UKM.

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mengetahui peran masing-masing program dan sektor yang saling mendukung
untuk membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a. Terciptannya kerjasama yang baik antara penanggung jawab program
b. Menentukan pembagian tugas yang terpadu antara penangung jawab program
c. Menyiapkan materi tentang peran lintas sektor dalam kegiatan yang akan
dilaksanakan
d. Mengikuti pertemuan dan menyampaikan materi
e. Mencatat dalam buku tugas/buku notulen
f. Melaporkan hasil pertemuan kepada kepala puskesmas
g. Kepala puskesmas menerima laporan dan memberikan rekomendasi
h. Melaksanakan progaram sesuai rekomendasi

IV. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


a. Penyampaian
b. Diskusi
c. Tanya jawab
V. SASARAN
1. Penanggung jawab program
2. Pelaksana program
3. Kepala puskesmas dan seluruh staf
4. Sektor terkait

VI. JADWAL PELAKSANAAN


 Pertemuan lintas program bersamaan dengan mini lokakarya puskesmas tiap bulan
 Pertemuan lintas sektor sesuai undangan

VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN


Evaluasi pelaksanaan setelah pertemuan lintas program dan lintas sektora selesai

VIII. PENCATATAN DAN PELAPORAN


1. Hasil kegiatan dicatat di buku kegiatan
2. Hasil kegiatan dilaporkan dalam format identifikasi peran program/lintas sektor
3. Dilaporkan kepada kepala puskesmas

Mengetahui

Penangung Jawab UKM Kepala UPTD Puskesmas Tomia

Wa.Ode Romayangsa, Am.Keb La Haniu

NIP.19850927 200904 2 002 NIP. 19621231 198803 1 176


EVALUASI PELAKSANAAN KOMUNITAS DAN KOORDINASI

LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR

TAHUN 2017

NO KEGIATAN HASIL EVALUASI MASALAH RENCANA TINDAK LANJUT KET


TINDAK LANJUT
1 Komunikasi dan Kegiatan yang  Senam dilaksanakan  Membuat jadwal  Jadwal senam mingguan
koordinasi lintas direncanakansaat lintas jika ada petugas perinstansi untuk telah dibuat oleh puskesmas,
sektor 1 sektor (kegiatan senam puskesmas yang mau menjadi dan jadwalnya telah dibagikan
dan kebersihan menjadi instruktur instruktur senam kepada semua instansi
lingkungan) tidak senam  Membuat jadwal  Daerah binaan untuk
berjalan sesuai rencan  Kebersihan pelaksanaan di kebersihan lingkungan belum
dilaksanakan jika ada semua desa dan terlaksanaan
pendamping dari daerah binaan
kecamatan untuk semua
instansi

Penangung Jawab UKM

Wa.Ode Romayangsa, Am.Keb

NIP.19850927 200904 2 002


JADWAL PELAKSANAAN PEMBINAAN

BULAN KET
NO KEGIATAN JADWAL PELAKSANAAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Pengarahan Setiap pelaksanaan Minlok

Pendampingan Setiap kegiatan yang butuh


2
pendamping

Konsultasi Setiap ada masalah yang akan


3
di konsultasikan

4 Pembelajaran Minimal 3x setahun


KERANGKA ACUAN PEMBINAAN

A. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat karena yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusianya.
Program kesehatan masyarakat lebih mengutamakan upaya-upaya preventif, promotif
yang proaktif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif yang sering disebut
dengan paradigma sehat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satustrategi
untuk mempercepat tercapainya program pembangunan kesehatan.model
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi kemampuan mengidentifikasi
dan memecah masalah kesehatan. Faktor-faktor interna dan eksternalkomunitas pada
level anggota masyarakat, institusi masyarakat, kepemimpinan masyarakat, dan akses
informasi kesehatan memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat di
dalam bidang kesehatan. Pemberdayaan masyarakat adalah sebagai subjek sekaligus
objek dari sistem kesehatan. Dalam dimensi kesehatan pemberdayaan merupakan
proses yang dilakukan oleh masyarakat (dengan atau tanpa campur tangan
masyarakat) untuk memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang
secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatatan masyarakat.
Kesehatan adalah sumber daya kehidupan buka hanya obyek untuk hidup.
Kesehatan adalah suatu konsep yang positif yang tidak dapat dilepaskan dari sosial
dan kekuatan personal, sehingga promosi kesehatan tidak hanya bertanggung jawab
pada sektor kesehatan saja,melainkan juga gaya hidup untuk menjadi sehat.
Tujuan akhir dari pemberdayaan masyarakat adalah memandirikan masyarakat
dalam meningkatkan kemmpuan personal, dan atau aksi serta norma sosial, atau
kebijakan publik dalam pelaksanaan organisasi dalam kerangka pemberdayaan di
bidang kesehatan.sebagai kegiatan yang bersifat komperhensif, tentunya diikuti
dengan kualitas rekam kegiatan atau sistem informasi yang dapat diandalkan.
Kegiatan tersebut juga harus mempunyai indikator-indikator yang berkualitas sebagai
referensi dalam meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat. Indikator
keberhasilan ditentukan dengan upaya komperhensif terhadap pelaksanaan kegiatan di
masyarakat yang aplikabel dan terukur, yang disusun berdasarkan data-data
pelaksanaan kegiatan dan sudah tentu merupakan modal untuk penilaian kinerja di
bidang tersebut
Untuk menilai kualitas kinerja diperlukan upaya analisis hasil kegiatan
berdasarkan capaian-capaian kinerja yang selama ini telah dilakukan, yang
diaplikasikan dalam dokumen capaian kinerja berupa laporan rutin.

B. LATAR BELAKANG
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat merupakan
sarana kesehatan yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. UKM merupakan Upaya Kesehatan Masyarakat yang setiap kegiatannya
bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan
menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga kelompok dan
masyarakat. Untuk itu diperlukan tenaga kesehatan yang handal memiliki
pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan, guna
memanggul kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan sangat dipandang perlu
dilakukan pembinaan secara berkala pada para pelaksana program puskemas agar
terjadi peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. Pembinaan tersebut meliputi
pertemuan kader berkala, diklat, pelatihan dan pengembangan (refresing ilmu)

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a. Tujuan Umum
 Membangun peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap sasaran, keluarga,
kelompok, dan semua kalangan masyarakat

b. Tujuan Khusus
 Memberikan pemahaman tetang tujuan, indikator/ pencapaian kinerja, dan
proses pelaksanaan tiap kegiatan UKM
 Menjadi motivasi bagi pelaksanaan program agar dapat menyelesaikan kegiatan
dan tanggung jawabnya
 Membangun rasa percaya diri dalam diri tiap pelaksanaan program
 Membangun kemampuan pelaksanaan program dalam memanfaatkan
saran/media/sumber daya dalam pelaksanaan tiap kegiatan UKM.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan pembinaan dari penangung jawab UKM kepada pelaksana program


meliputi:
1. Pengarahan
Pengarahan merupakan kegiatan pemberian informasi dari penanggung jawab
UKM ke pelaksana program
2. Pendamping
Pendamping dalam pelaksanaan kegiatan memungkinkan mudanya
mengevaluasi tiap kegiatan, dan penentuan rencana tindak lajut
3. Konsultasi
Konsultasi menjadi sarana komunikasi yang bersifat dua arah, memungkinkan
masalah dapat lebih terarah dan dapat dianalisis secepatnya dan tindak lanjut
sebagai mana mestinya
4. Pembelajaran/ pelatihan

Uraian kegiatan

1. Penangung jawab UKM bersama TU membuat surat undangan


2. Penangung jawab UKM melakukan pembinaan meliputi:
a. Memberikan motivasi agar pelaksana dapat menyelesaikan kegiatan dan tanggung
jawabnya
b. Menjelaskan tentang tujuan, pecapaian kinerja, pelaksanaan tiap kegiatan, dan
penggunaan sumber daya.
3. Penangung jawab UKM membuat laporan dan notulen pertemuan
4. Penagung jawab UKM mendokumentasikan kegiatan pembinaan.

E. WAKTU PELAKSANAAN

NO KEGIATAN JADWAL PELAKSANAAN KET.


1 pengarahan Setiap pelaksanaan minlok
2 pendampingan Setiap kegiatan yang butuh pendamping
3 Konsultasi Setiap ada masalah yang akan
dikonsultasikan
4 Pembelajaran Minimal 3xsetahun

F. SASARAN KEGIATAN
Sasaran kegiatan ini adalah para pelaksana program UKM yaitu:
 Program KIA
 Program Gizi
 Program Kesehatan Lingkungan
 Program Promosi Kesehatan
 Program P2M
 Program PTM
 Program Pengembangan dll.

G. PENCATATAN DAN PELAPORAN DOKUMENTASI

Setiap kegiatan pembinaan di dokumentasikan daam bentuk catatan dan foto

Mengetahui

Penanggung Jawab UKM Kepala UPTD Puskesmas Tomia

Wa.Ode Romayangsa, Am.Keb La Haniu

NIP.19850927 200904 2 002 NIP. 19621231 198803 1 176