Anda di halaman 1dari 7

REVIEW PRA FORMULASI JURNAL

“EFEKTIVITAS FORMULA TABLET EKSTRAK Padhina australis


SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherichia coli”

Nama : Maftuh Ikhsan


NPM : 1617000461
Kelas :B
Dosen pengampu : Metha Anung Anindhita, M.Sc., Apt.

PROGRAM STUDI STRATA I FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2018
I. FORMULASI 1
R/ Ekstrak padina australis 20%
Amprotab 70%
PVP 3%
Avicel PH 102 5%
Talk 1%
Mg stearate 1%

II. PRA FORMULASI


a. Zat aktif
1. Ekstrak padina australis
Rumput laut memiliki kandungan Alkaloid, Tanin, Saponin, Steroid dan
Triterpenoid yang berpotensi sebagai bahan antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri
pathogen yang menyebabkan diare. Salah satu zat aktif dalam rumput laut yang
berfungsi sebagai antimikroba adalah Tanin. Tannin memiliki sifat fisika dan kimia
yaitu :
- SIFAT FISIKA :
 Bila dilarutkan dalam air, tanin akan membentuk koloid dan akan
memiliki rasa asam dan sepat. Apabila dicampur dengan alkaloid dan
gelatin makan akan terbentuk endapan.
 Tanin tidak dapat mengkristal.
 Tanin dapat mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawa
dengan protein tersebut sehingga tidak dipengaruhi oleh enzim
protiolik.
- SIFAT KIMIA
Tanin merupakan senyawa kompleks yang memiliki bentuk
campuran polifenol yang sulit dipisahkan sehingga sulit membentuk
Kristal. Tanin dapat diidentifikasi dengan menggunakan
kromotografi senyawa.
2. Alasan pemilihan zat aktif
Padina australis merupakan salah satu rumput laut yang mempunyai
potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Selain
mengandung bahan hidrokoloid sebagai metabolit primernya, rumput
laut juga mengandung metabolit sekunder. Triterpenoid dan steroid
merupakan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam
rumput laut, dan memiliki berbagai aktivitas sebagai bakterisida dan
antialergi.
b. Zat tambahan
1. Amprotab
(C6H10O5)n
Dengan n = 300-1000

Pemerian : Tidak berbau dan berasa, serbuk berwarna putih berupa granul-

granul kecil berbentuk sferik atau oval dengan ukuran dan bentuk

yang berbeda untuk setiap varietas tanaman.

Kegunaan : Sebagai bahan Pengisi

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam etanol dingin (95%) dan air dingin.

Amilum mengembang dalam air dengan konsentrasi 5-10 % pada 37˚C.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal:

Sebagai bahan tambahan untuk sediaan oral padat dengan kegunaannya sebagai pengikat,
pengisi, dan penghancur. Pada formulasi tablet, pasta amilum segar dengan konsentrasi 50-
25% b/b digunakan pada granulasi tablet sebagai pengikat. Sebagai penghancur, digunakan
amilum dengan konsentrasi 3-15% b/b.

pH : 5,5 – 6,5

Densitas : 1,478 g/cm30

Suhu gelatinasi : 73º C untuk pati jagung.

Aliran : 10,8-11,7 g/det

Kelembaban : 11% untuk pati jagung.

Distribusi ukuran partikel : 2-32 μm untuk pati jagung.

Suhu pengembangan : 65˚C untuk pati jagung.

Stabilitas : Pati kering dan tanpa pemanasan stabil jika dilindungi dari
kelembaban yang tinggi. Jika digunakan sebagai penghancuran
pada tablet dibawah kondisi normal pati biasanya inert.
Larutan pati panas atau pasta secara fisik tidak stabil dan
mudah ditumbuhi mikroorganisme sehinggamenghasilkan
turunan pati dan modifikasinya yang berbentuk unik.
 Alasan pemilihan zat tambahan

Amprotab adalah zat tambahan fase dalam yang digunakan sebagai pengisi karena
harga yang ekonomis mengurangi biaa produksi. Pengisi berfungsi untuk menambah
massa tablet yang akan dicetak. Amprotab juga dapat digunakan sebagai zat pengikat
dengan pencampuran amprotab dengan aquadest hangat dengan konsentrasi 3-20%
b/b untuk mendapatkan amprotab pro pasta segar. (hope, 2009)
Amprotab digunakan dalam formulasi kali ini karena amprotab tidak inkopatibilitas
dengan zat aktif dan relative aman.

2. PVP
1-Ethenyl-2-Pyyrolidinone homopolymer
(C6H9NO)n
BM = 2500-3 juta
Pemerian : Serbuk halus berwarna putih sampai putih kekuning-kuningan, tak berbau
atau hamper berbau, higroskopis.
Kegunaan : Sebagai bahan pengikat.
Kelarutan : Larut dalam asam, kloroform, etanol (95%), keton, methanol dan air. Tidak
larut dalam eter, hidrokarbon, dan minyak mineral.
Aplikasi dalam teknologi atau formulasi farmaseutikal :
Biasa digunakan pada sediaan padat. Larutan povidon dapat digunakan sebagai coating agent.
PH : 3,0-7,0 untuk larutan 5% b/v
Densitas : 1,17-1,18 g/cm³
Higroskopisitas : Sangat higroskopis, sejumlah lembab yang nyata terabsorbsi pada
kelembapan relative yang rendah.
Titik leleh : Melembut pada 150°C.
Indeks refraksi : nD =1,54-1,59
Stabilitas : PVP stabil dalam siklus pemanasan yang pendek sekitar 110-130°C.
Penyimpanan : Disimpan dalam wadah yang tertutup, sejuk (15-25°C) dan kering.
Inkopatibilitas : Dengan senyawa ammonium kuarterner.
(handbook of pharmaceutical excipient, 2009)
 Alasan pemilihan zat tambahan
PVP merupakan zat tambahan fase luar yang digunakan sebagai pengikat yang
membantu pengikatan fase luar dengan granul fase dalam. PVP walaupun berfungsi
sebagai pengikat dimasukkan kefase luar karena tidak tahan dengan pemanasan yang
lama. Selain itu PVP juga berfungsi sebagai disintegrant yang membantu
penghancuran tablet sehingga meningkatkan kelarutan obat dalam cairan tubuh.
(Hope, 2009)
3. Avicel PH 102
Pemerian : Serbuk hablur sangat halus, putih, tidak berbau.
Kegunaan : Sebagai bahan penghancur.
Kelarutan : Sedikit larut dalam 5% b/v larutan sodium hidroksi, praktis tidak larut dalam
air, asam encer dan pelarut organic lainnya.
Aplikasi dalam teknologi atau formulasi farmaseutikal :
Secara luas digunakan dalam farmasi terutama sebagai pengikat pada formulasi sediaan tablet
dan kapsul, kedua dimana digunakan dalam proses granulasi basah dan kempa langsung.
Higroskopisitas : Higroskopis
Titik leleh : 260-270°C
Densitas : Densitas (sejati) 1,512 – 1,668g/cm³
Kelembaban : Mempunyai kelembaban tidak lebih dari 5% b/b
Stabilitas : stabil, higroskopis
Inkopatibilitas : Menyebabkan oksidasi yang kuat.
Penyimpanan : Penyimpanan dengan wadah yang tertutup baik dalam tempat sejuk
pada suhu 8-15°C, tempat kering.
(handbook of pharmaceutical excipient, 2009)
 Alasan pemilihan zat tambahan
Sebagai bahan penghancur, avicel PH 102 cukup baik untuk digunakan karena bahan
ini merupakan tipe ikatan hydrogen dimana ikatan tersebut segera lepas oleh adanya
air. (Andayana, 2011)
Alasan lain penggunaan avicel PH 102 adalah, karena avicel PH 102 berbentuk granul
dengan sifat alir yang baik dan sifat pencetakan langsung bagus sekali sehingga
menghasilkan tablet dengan kekerasan yang memenuhi syarat. Selain itu avicel
memiliki kadar kelembaban yang tinggi, sehingga dapat membuat ikatan yang cukup
kuat antara molekul obat dan eiksipien.
Avicel cocok untuk zat aktif yang peka terhadap kelembaban atau untuk bahan-bahan
yang bersifat lekat-lekat higroskopis.

4. Talk
Pemerian : Serbuk sangat halus, putih sampai putih abu-abu, tidak berbau. Langsung
melekat pada kulit, dan lembut disentuh.
Kegunaan : Sebagai bahan Pelincir
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam larutan asam dan alkali, larutan organic dan air.
Aplikasi dalam teknologi atau formulasi farmaseutikal :
Digunakan pada sediaan oral padat sebagai lubrikan dan pengisi.
PH : 6,5 – 10 untuk larutan disperse 20% b/v
Kekerasan : 1 – 1,5
Higroskopisitas : Talk tidak mengabsorbsi sejumlah air pada suhu 25°C dan
kelembaban relative naik hingga 90%.
Distribusi ukuran partikel : Bervariasi
Indeks refraksi : nD = 1,54 – 1,59
Gravitasi spesifik : 2,7 – 2,8
Stabilitas : Stabil, dapat disterilisasi dengan pemanasan pada suhu 160°C
selama tidak lebih dari 1 jam.
Inkompatibilitas : Dengan senyawa ammonium kuartener.
(handbook of pharmaceutical excipient, 2009)
 Alasan pemilhan zat tambahan
Dapat memperbaiki aliran granul dan biasanya dikombinasikan dengan Mg stearat
agar fungsi pelincir lebih optimal.

5. Mg Stearat
(C36H70MgO4)
BM = 591,27
Pemerian : Hablur sangat halus, putih, berbau khas dan berasa.
Kegunaan : Sebagai bahan pelican.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam etanol, etanol (95%), eter dan air. Sedikit larut
dalam benzene hangat dan etanol (95%) hangat.
Aplikasi dalam teknologi atau formulasi farmaseutikal :
Digunakan untuk kosmetik, makanan, dan formulasi obat. Biasanya digunakan sebagai
lubrikan pada pembuatan kapsul dan tablet dalam jumlah antara 0,25 - 5,0%.
Densitas : 1,03 – 1,08 g/cm³
Sifat aliran : Sulit mengalir, bubuk kohesif
Polimorfisme : Trihidrat, bentuk asikular dan dihidrat, bentuk lamellar.
Titik leleh : 88,5°
Stabilitas : Stabil.
Inkompatibilitas : Dengan asam kuat, alkali dan garam besi.
Penyimpanan : Disimpan pada wadah sejuk (15 - 25°C), kering, dan tertutup rapat.
(handbook of pharmaceutical excipient, 2009)
 Alasan pemilihan zat tambahan
Merupakan lubrikan yang paling efektif dan digunakan secara luas dan memiliki daya
lubrikan yang baik, kombinasi yang baik bersama dengan Talk.

III. ALASAN PEMILIHAN METODE


Metode yang digunakan dalam pembuatan tablet ini adalah dengan metode
granulasi basah. Metode granulasi basah digunakan untuk obat yang tahan terhadap
air.(Fornas, 1978) Sedangkan zat aktif yang digunakan juga berbentuk cair, jadi
sangat cocok menggunakan metode granulasi basah.
Alasan formulator menggunakan proses granulasi basah yaitu untuk memastikan
keseragaman kandungan tablet dengan mendispersikan dosis kecil zat aktif.
(Siregar, 2010)