Anda di halaman 1dari 34

ELEKTRONIKA ANALOG

Materi 8 : Transistor Fundamental

Oleh:
I Nym. Kusuma Wardana, M.Sc
Outline

• Load Line
• Q Point
• Bias Emiter
• Voltage-divider Bias

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Load Line
• Load line (garis beban) → menggambarkan
kinerja transistor dari titik cutoff sampai ketika
transistor mengalami saturasi
• Load line digambar sebagai garis yang
menghubungkan antara titik cutoff dgn titik
saturasi
• Garis ini menunjukkan hubungan antara VCE
pd sumbu-x dan IC pada sumbu-y

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Load Line
• Menggunakan gb disamping:
𝑉𝐶𝐶 − 𝑉𝐶𝐸 𝟏𝟓𝐕 − 𝑽𝑪𝑬
𝐼𝐶 = ⇒ 𝑰𝑪 =
𝑅𝐶 𝟑𝒌𝜴
• Ambil VCE = 0, maka:
15𝑉
𝐼𝐶 = = 𝟓𝑚A
3𝑘Ω
• Ambil Ic = 0, maka:
15𝑉−𝑉𝐶𝐸
0= ⇒ 𝑽𝑪𝑬 = 𝟏𝟓𝐕
3𝑘Ω
• Selanjutnya kita plot

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Mencari arus saturasi kolektor

Mencari tegangan cutoff pd kolektor-emitor


Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Contoh:
• Hitunglah nilai saturasi dan cutoff pada
gambar berikut, serta gambarlah load line-
nya.

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Jawab:
• Jika kita hubung singkat
antara kolektor dan emiter,
maka:
𝑉𝑐𝑐 30V
𝐼𝐶(𝑠𝑎𝑡) = = = 𝟏𝟎𝑚A
𝑅𝐶 3𝑘Ω

• Jika kita buka terminal


kolektor dan emiter, maka:
• 𝑉𝐶𝐸(𝑐𝑢𝑡𝑜𝑓𝑓) = 𝑉𝑐𝑐 = 𝟑𝟎V

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Contoh:
• Hitunglah nilai saturasi dan cutoff pada
gambar berikut, serta gambarlah load line-
nya.

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Jawab:
• Jika kita hubung singkat
antara kolektor dan emiter,
maka:
𝑉𝑐𝑐 9V
𝐼𝐶(𝑠𝑎𝑡) = = = 𝟑𝑚A
𝑅𝐶 3𝑘Ω

• Jika kita buka terminal


kolektor dan emiter, maka:
• 𝑉𝐶𝐸(𝑐𝑢𝑡𝑜𝑓𝑓) = 𝑉𝑐𝑐 = 𝟗V

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Rangkaian dgn tegangan kolektor 30V Rangkaian dgn tegangan kolektor 9V

Garis beban
Kusuma memiliki
Wardana kemiringan
- Elektronika Analog 2017 yang sama
Contoh:
• Hitunglah nilai saturasi dan cutoff dari dua
gambar berikut dan selanjutnya gambar garis
beban masing-masing rangkaian tersebut

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Jawab:
Efek perubahan nilai resitor kolektor (Rc)

𝟏
𝐊𝐞𝐦𝐢𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝒔𝒍𝒐𝒑𝒆 =
𝑹𝑪

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Titik Operasi Transistor
• Setiap transistor memiliki load line
• Setiap rangkaian akan memiliki nilai saturasi
dan cutoff
• Titik dimana transistor bekerja pd suatu nilai
VCE dan IC dikenal dgn istilah Q point
• “Q point” adalah Quiescent Point. Quiescent
berarti Quite (diam, tenang, tdk bergerak)
• Q point inilah yang merupakan titik operasi
transistor
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Q Point
Contoh:
• Carilah titik Q point pada gambar berikut,
asumsi nilai penguatan adlh 100.

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Jawab:
• Utk mempermudah, asumsi kita menggunakan
pendekatan transistor ideal, dmn nilai VBE = 0V.
• Arus yg mengalir pd loop basis:
𝑽𝑩𝑩 − 𝑽𝑩𝑬 𝟏𝟓 − 𝟎 𝐕
𝑰𝑩 = = = 𝟑𝟎𝜇A
𝑹𝑩 𝟓𝟎𝟎𝒌𝛀
• Hitung arus kolektor:
𝑰𝑪 = 𝜷𝒅𝒄 𝑰𝑩 = 100 30𝜇A = 𝟑𝑚A
• Hitung tegangan kolektor-emiter:
𝑉𝐶𝐸 = 𝑉𝑐𝑐 − 𝐼𝐶 𝑅𝐶
𝑉𝐶𝐸 = 15V − 3𝑚A 3𝑘Ω = 𝟔V
• Dgn demikian, maka Q point = (6V , 3mA)
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Variasi Nilai Q Point
Contoh:
• Dengan menggunakan gambar pd contoh
sebelumnya, carilah nilai Q point jika penguatan
menjadi 50 dan 150, kemudian plot grafiknya

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Jawab:
Untuk penguatan sbesar 50
• Arus yg mengalir pd basis (IB) tetap sama sbesar
30uA
• Kemudian hitung arus kolektor:
𝑰𝑪 = 𝜷𝒅𝒄 𝑰𝑩 = 50 30𝜇A = 𝟏, 𝟓𝑚A
• Selanjutnya hitung tegangan kolektor-emiter:
𝑉𝐶𝐸 = 𝑉𝑐𝑐 − 𝐼𝐶 𝑅𝐶
𝑉𝐶𝐸 = 15V − 1,5𝑚A 3𝑘Ω = 𝟏𝟎, 𝟓V
• Dgn demikian, maka Q point = (10,5V , 1,5 mA)
• Sebut titik ini sbg QL
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Jawab:
Untuk penguatan sbesar 150
• Arus yg mengalir pd basis (IB) tetap sama sbesar
30uA
• Kemudian hitung arus kolektor:
𝑰𝑪 = 𝜷𝒅𝒄 𝑰𝑩 = 150 30𝜇A = 𝟒, 𝟓𝑚A
• Selanjutnya hitung tegangan kolektor-emiter:
𝑉𝐶𝐸 = 𝑉𝑐𝑐 − 𝐼𝐶 𝑅𝐶
𝑉𝐶𝐸 = 15V − 4,5𝑚A 3𝑘Ω = 𝟏, 𝟓V
• Dgn demikian, maka Q point = (1,5V, 4,5 mA)
• Sebut titik ini sbg QH
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Ploting:
• Amati variasi nilai Q

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Transistor Switching
• Bias basis berguna dalam dunia elektronika
digital, karena rangkaian ini bekerja pada titik
saturasi dan cutoff
• Dlm hal ini, nilai Q point sepanjang antara cutoff
dan saturasi tdk dipakai
• Output keluaran pd rangkaian ini adalah tegangan
HIGH dan tegangan LOW
• Dlm dunia digital → sistem bekerja dlm bilangan
biner, yaitu nol dan satu
• Output HIGH mengindikasikan nilai 1, sedangkan
LOW utk nilai 0
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Transistor Switching berguna
dlm elektronika digital dengan
memanfaatkan kondisi cutoff
dan saturasi

Kondisi hard saturation

Grafik Load Line


Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Bias Emiter
• Dalam rangkaian digital, bias basis sangatlah
berguna
• Namun, ketika digunakan sbg amplifier
(penguat), kita memerlukan rangkaian yg
memiliki Q point yg tahan thdp penguatan
arus → memakai bias emiter
• Dgn memakai konfigurasi bias emiter, ketika
arus ditingkatkan sampai pd rentang tertentu,
titik kerja transistor akan dipertahankan sama

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Ide Dasar
• VBB scr langsung mencatu
basis.
• Emiter tidak di ground scr
langsung
• Tegangan pd emiter:
𝑉𝐸 = 𝑉𝐵𝐵 − 𝑉𝐵𝐸
• Jika VBB > 20 VBE →pakai
pendekatan ideal Bias Emiter

• Jika VBB < 20 VBE → pakai


pendekatan II
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Q Point pd Bias Emiter

• Tegangan antara emiter &


ground disbt teg. emiter:
• 𝑽𝑬 = 𝑽𝑩𝑩 − 𝑽𝑩𝑬
• 𝑉𝐸 = 5V − 0,7V = 𝟒, 𝟑V
• Arus yg mengalir pd RE:
𝑽𝑬 4,3V
𝑰𝑬 = = = 𝟏, 𝟗𝟓𝒎𝐀
𝑹𝑬 2,2𝑘Ω

Bias Emiter
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
• Asumsi IC = IE,maka IE jg
sbesar 1,95mA
• Tegangan antara kolektor &
ground:
• 𝑽𝑪 = 𝑽𝑪𝑪 − 𝑰𝑪 𝑹𝑪
• 𝑉𝐶 = 15V − (1,95𝑚𝐴)(1𝑘Ω)
• 𝑉𝐶 = 𝟏𝟑, 𝟏V
• Tegangan kolektor-emiter:
• 𝑽𝑪𝑬 = 𝑽𝑪 − 𝑽𝑬
• 𝑉𝐶𝐸 = 13,1V − 4,3V = 𝟖, 𝟖V
• Maka Q point: (8,8V , 1,95mA)
Bias Emiter
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Voltage-Divider Bias (VDB)
• Gambar di bwh mrpkn rangkaian
transistor bias yg PALING BANYAK
digunakan
• Rangkaian basis memiliki rangkaian
pembagi tegangan (voltage divider)
menggunakan resistor R1 dan R2

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


• Output dr pembagi tegangan:
𝑹𝟐
𝑽𝑩𝑩 = 𝑽𝑪𝑪
𝑹𝟏 + 𝑹𝟐

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


• VDB mrpkn “penyamaran” dr bias emiter
• VDB membuat fix arus emiter→ menghasilkan Q point yg
solid, bebas dr penguatan arus
• Gambar selanjutnya dpt disederhanakan sbb:

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Voltage-Divider Bias (VDB)
Rangkuman rumus:
𝑅2
• 𝑉𝐵𝐵 = 𝑉
𝑅1 +𝑅2 𝐶𝐶
• 𝑉𝐸 = 𝑉𝐵𝐵 − 𝑉𝐵𝐸
𝑉𝐸
• 𝐼𝐸 = 𝑅𝐸
• 𝐼𝐶 ≈ 𝐼𝐸
• 𝑉𝐶 = 𝑉𝐶𝐶 − 𝐼𝐶 𝑅𝐶
• 𝑉𝐶𝐸 = 𝑉𝐶 − 𝑉𝐸
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Contoh:
• Hitung tegangan
Kolektor-Emiter pada
gambar berikut:

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017


Jawab:
• Output pembagi tegangan:
𝑅2 2,2kΩ
𝑉𝐵𝐵 = 𝑉𝐶𝐶 = 10V = 𝟏, 𝟖V
𝑅1 + 𝑅2 10kΩ + 2,2kΩ
• 𝑉𝐸 = 𝑉𝐵𝐵 − 𝑉𝐵𝐸 = 1,8V − 0,7V = 𝟏, 𝟏V
𝑉𝐸 1,1V
• Arus emiter: 𝐼𝐸 = = = 𝟏, 𝟏mA
𝑅𝐸 1𝑘Ω

• Arus kolektor HAMPIR sama dgn arus


emiter & tegangan kolektor-ground:
• 𝑉𝐶 = 𝑉𝐶𝐶 − 𝐼𝐶 𝑅𝐶 = 10𝑉 − (1,1mA)(3,6kΩ)
• 𝑉𝐶 = 𝟔, 𝟎𝟒V
• 𝑉𝐶𝐸 = 𝑉𝐶 − 𝑉𝐸 = 6,04 − 1,1 = 𝟒, 𝟗𝟒V
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017
Daftar Pustaka
• Malvino, A.P. Electronics Principles. McGraw
Hill 7th Edition, New York.
• Malvino, A.P. 1999. Prinsip-Prinsip Elektronika
(terjemahan oleh Alb.Joko Santoso). Salemba
Teknika, Jakarta.

Kusuma Wardana - Elektronika Analog 2017