Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KUNJUNGAN KE DESA HEGARMANAH

“PERMASALAHAN DAN IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA


DI DESA HEGARMANAH”

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan

KELOMPOK 6 :

Bill Divend S 150510150065


R Rismalia Rahayu 150510150091
Salwa Shahira N 150510150106
Firly Nurfadlika 150510150109
M. Khoirul Fahri 150510150114

KELAS : C

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2018
A. Identitas Lokasi

 Lokasi yang dipilih untuk tempat analisis permasalahan dan


implementasi nilai pancasila adalah Desa Hegarmanah, RT
01, RW 03, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang,
Jawa Barat.
 Narasumber merupakan seorang warga Desa Hegarmanah
yang bernama Hedi berumur 41 tahun. Beliau merupakan
salah satu pemilik warung makan di Desa Hegarmanah.

B. Permasalahan dan Implementasi Nilai Pancasila di Desa Hegarmanah

 Analisis Permasalahan dan Implementasi Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
Sila pertama dari Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, mengandung
makna adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan alam semesta
beserta isinya. Diantara makhluk ciptakan Tuhan yang berkaitan dengan sila ini ialah
manusia. Negara Indonesia yang didirikan atas landasan moral luhur, yaitu berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa berkonsekuensi untuk menjamin kepada warga negara dan
penduduknya memeluk dan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
Representasi nilai-nilai ketuhanan yang ada pada warga Desa Hegarmanah adalah sebagai
berikut:
a) Pengadaan pengajian oleh umat muslim secara berkala dan berkesinambungan.
b) Memberikan kebebasan setiap orang memeluk agama sesuai kepercayaannya.
Dari kedua nilai ketuhanan diatas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan
sistem filsafat yang sekiranya dapat menjembatani segala keanekaragaman bangsa Indonesia
yang sebenarnya sudah berakar dalam hati sanubari, adat-istiadat, dan kebudayaan nusantara.
Menurut salah satu warga di Desa Hegarmanah (Hedi - 41 tahun), kebebasan memeluk
agama adalah salah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi manusia, sebab
kebebasan agama itu langsung bersumberkan kepada martabat manusia sebagai mahluk
Tuhan. Di Desa Hegarmanah sendiri, pengajian dilakukan oleh umat muslim secara berkala
oleh kaum ibu dan anak-anak. Sementara itu, kaum bapak sudah tidak begitu sering dalam
pengadaan pengajian dikarenakan adanya faktor pekerjaan yang berbeda-beda.
Dari butir-butir yang telah disebutkan di atas, terlihat juga bahwa dalam kehidupan
beragama di Desa Hegarmanah ini tidak diperbolehkan adanya suatu paksaan. Agar tidak
terjadi pertentangan antara pemeluk agama yang berbeda, warga sekitar desa
mengembangkan sikap toleransi beragama, saling tolong menolong, dan tidak menggunakan
standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia.

 Analisis Permasalahan dan Implementasi Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab)
Makna yang terkandung dalam sila ke-2 yakni kemanusiaan yang Adil dan Beradab
adalah mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang
didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan
kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri sendiri, terhadap sesama manusia maupun
terhadap lingkungannya. Berdasarkan wawancara dengan narasumber, warga Desa
Hegarmanah telah mengimplementasikan nilai pancasila ke-2 yaitu pada kegiatan kurban atau
yang biasa disebut dengan Idul Adha. Pada kegiatan tersebut daging yang dihasilkan dari
kurban mereka berikan kepada yang membutuhkan/fakir miskin. Selain memberikan kepada
yang membutuhkan, daging juga diberikan kepada warga Desa Hegarmanah secara merata.
Dalam hal-hal tersebut terlihat bahwa para warga telah senantiasa membantu yang
membutuhkan dan mengakui persamaan derajat sesama umat manusia. Hal ini diharapkan
dapat mendorong seseorang untuk senantiasa menghormati harkat dan martabat oranglain
sebagai pribadi dan anggota masyarakat serta dapat menyadarkan bahwa dirinya dan mereka
merupakan makhluk sosial yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Jadi ada baiknya
untuk kita warga Negara Indonesia mempelajari dan memahami sila ke 2 Pancasila secara
utuh sehingga tercipta masyarakat yang memiliki toleransi terhadap sesama,

 Analisis Permasalahan dan Implementasi Sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia)
Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, warga Desa Hegarmanah sudah
mengimplementasikan nilai pancasila ke-5 yaitu dengan salah satu kegiatan menjenguk
warga yang sakit atau terkena musibah yang menjadi salah satu tradisi di Desa Hegarmanah.
Keadilan sosial merupakan sifat masyarakat adil dan makmur berbahagia untuk semua orang,
tidak ada penghinaan, tidak ada penghisapan, bahagia material dan spiritual, lahir dan batin.
Istilah adil dalam sila ke-5 menunjukkan bahwa kita selaku manusia harus memberi kepada
orang lain apa yang menjadi haknya dan harus mengetahui hak dirinya senditi. Sosial berarti
tidak mementingkan diri sendiri saja, tetapi mengutamakan kepentingan umum, tidak
individualistik dan egoistik, tetapi berbuat untuk kepentingan bersama. Maka di dalam sila
ke-5 tersebut terkandung nilai Keadilan tersebut didasari oleh hakekat keadilan manusia yaitu
keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain,
manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan
Tuhannya.
Pandangan kelompok kami terhadap perilaku warga Desa Hegarmanah tersebut sudah
sangat baik dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengimplementasikan nilai pancasila maka kehidupan masyarakat akan menjadi
lebih baik dan rukun. Hal tersebut terbukti bahwa dengan pengimplementasian nilai pancasila
warga Desa Hegarmanah menjadi lebih rukun dan memiliki rasa dan jiwa sosial yang lebih
tinggi. Oleh karena itu diharapkan warga Desa Hegarmanah terus menerapkan nilai-nilai
pancasila dalam kehidupan sehari-hari.