Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTEK KLINIK (PPK)

TATA LAKSANA KASUS PARU


RSIA ANDHIKA
JAKARTA

No Dokumen Ditetapkan Tanggal : Juli 2018

Direktur Utama

016/PPK/YANMED/RSIA.A/IV/2018

dr. Pemi Puji Apriani, MARS


TUBERKULOSIS

1. Pengertian (Definisi)
Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium
tuberculosis complex.

2. Anamnesis
Pasien dapat datang dengan gejala respiratorik ataupun gejala sistemik. Gejala
respiratorik meliputi batuk ≥ 2 minggu, batuk darah, sesak napas, ataupun nyeri
dada. Gejala sistemik dapat berupa demam, keringat malam, malaise, anoreksia,
dan penurunan berat badan.

3. Pemeriksaan Fisik  Palpasi


Pembesaran kelenjar getah bening, tersering di daerah leher, terkadang di
daerah ketiak
 Perkusi
Pekak jika sudah terdapat banyak cairan di rongga pleura
 Auskultasi
- Suara napas bronkial
- Suara napas melemah
- Amforik
- Ronki basah.

4. Pemeriksaan  Pemeriksaan bakteriologi


Penunjang - Spesimen: dahak (sewaktu-pagi-sewaktu), cairan pleura, cairan
serebrospinal, bilasan bronkus dan lambung, bronchoalveolar lavage,
dan jaringan biopsi
- Interpretasi hasil dahak:
BTA (+): 3x positif atau 2x positif, 1x negatif
BTA (-): 3x negatif
Jika hasil 1x positif 2x negaif, diulang pemeriksaan BTA 3x lagi. Bila
hasilnya 1x positif dan 2x negatif, maka BTA (+) tetapi bila hasilnya
3x negatif, maka BTA (-)
 Pemeriksaan radiologi
- Foto toraks: didapatkan bayangan berawan atau nodular di segmen
apikal, posterior lobus atas paru, dan superior lobus bawah, kavitas,
bercak milier, atau efusi pleura
 GeneXpert

5. Penegakan Diagnostik Diagnosis ditegakkan berdasarkan dari gambaran klinis, pemeriksaan mikrobiologi,
dan hasil radiologi.

6. Diagnosis Banding  Pneumonia


 Abses paru
 Kanker paru
 Bronkiektasis

7. Penatalaksanaan  Kategori I
Paduan ini diberikan untuk:
- Pasien baru dengan BTA (+)
- Pasien TB paru BTA (-), gambaran radiologi (+)
- Pasien TB ekstra paru
- Regimen: 2(HRZE)/4(HR)3

 Kategori II
Paduan ini diberikan untuk:
- Pasien BTA (+) yang pernah diobati sebelumnya
- Pasien kambuh
- Pasien gagal pada pengobatan dengan paduan OAT kategori I
sebelumnya
- Pasien yang diobati kembali setelah putus berobat (lost to follow-up)
- Regimen: 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3

 Kategori anak
- Regimen: 2(HRZ)/4(HR)

 TB resistan obat
- Sesuai dengan uji resistensi
- OAT lini ke-2 (kanamisin, capreomisin, levofloksasin, etionamid,
sikloserin, dan asam para aminosalisilat (PAS)) serta OAT lini ke-1
(pirazinamid dan etambutol)

 Indikasi rawat inap


- Keadaan umum buruk
- Batuk darah profus
- Pneumotoraks
- Empiema
- Efusi pleura masif atau bilateral
- Sesak napas berat yang bukan disebabkan oleh efusi pelura
- TB paru milier
- Meningitis TB

8. Konseling dan Edukasi Mengedukasi pasien dan keluarga bahwa tuberkulosis merupakan penyakit yang
disebabkan oleh infeksi dan dapat menular melalui udara, tetapi dapat disembuhkan
dengan cara meminum obat dalam jangka waktu yang lama sehingga kepatuhan
dalam mengkonsumsi obat dan perlindungan terhadap diri sendiri ataupun anggota
keluarga seperti pemakaian masker harus diperhatikan.

9. Prognosis Quo ad vitam: dubia ad bonam

Quo ad functionam: dubia ad bonam

Quo ad sanationam: dubia ad bonam

10. Peralatan Alat bantu pemberian oksigen: nasal kanul, sungkup venturi, sungkup rebreathing,
sungkup nonrebreathing
11. Penelaah kritis
12. Referensi Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Tuberkulosis Perhimpunan Dokter
Paru Indonesia 2003.