Anda di halaman 1dari 9

FUNGSI KOMPLEKS

Di Sampaikan Dalam Rangka Tugas Kelompok Pada Perkuliahan


“Fungsi Kompleks” Kelas Matematika VII B Semester Ganjil

Dosen Pembimbing :
Dwi Risky Arifanti, S.Pd., M.Si.

Di Susun Oleh:

KELOMPOK III

1. Jumrah 14.16.12.0046
2. Mesi Puspita 14.16.12.0055
3. Muhaemin Hasanuddin 14.16.12.0062
4. Nibras Maulidiyah R. 14.16.12.0068
5. Nur Alisa 14.16.12.0073
6. Nur Pakhrya 14.16.12.0075
7. Nurlaela 14.16.12.0079

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PALOPO
2017/2018

1
FUNGSI KOMPLEKS

Definisi fungsi kompleks mirip dengan definisi fungsi real, yaitu dengan
menggantikan variabel bebas x dengan z dan variabel tak bebas y dengan w. Tetapi, dalam
fungsi kompleks itu terdapat fungsi bernilai tunggal dan fungsi bernilai banyak.

Definisi 2.1.1 (fungsi bernilai tunggal)

Diberikan himpunan 𝐴 ⊆ 𝐶 dan 𝐵 ⊆ 𝐶. Fungsi kompleks bernilai tunggal f : A→ 𝐵adalah


suatu aturan yang memasangkan setiap z ∈ 𝐴 dengan tepat satu w ∈ 𝐵 yang dinotasikan
dengan 𝑤 = 𝑓(𝑧).

Pada definisi diatas, himpunan A disebut domain fungsi f dan 𝑓(𝑧) ∈ 𝐵 disebut nilai fungsi f
di z atau bayangan z dibawah f. Domain f dan nilai f di z di notasikan dengan

𝐷𝑓 = 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑅𝑓 = { 𝑓(𝑧) ∈ 𝐵: 𝑧 ∈ 𝐴}

Contoh :

Misalkan f : A→ 𝐶 dengan 𝐴 ⊆ 𝐶 suatu fungsi. Fungsi 𝑓(𝑧) = 2𝑧 + 3. 𝐹(𝑧) = 𝑥 − 𝑖𝑦 2 dan


fungsi 𝑓(𝑧) = |𝑧| − 𝑖𝑧̅ + 𝑧 2 merupakan fungsi kompleks dengan variabel kompleks 𝑧 =
𝑥 + 𝑖𝑦, 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ

𝑓(𝑧) = 2𝑧 + 3 = 2(𝑥 + 𝑖𝑦) + 3 = 2𝑥 + 2𝑖𝑦 + 3 Fungsi Kompleks

𝑓(𝑧) = 𝑥 − 𝑖𝑦 2 = 𝑥 − 𝑖𝑦. 𝑦 Fungsi Kompleks


𝑖 2 = −1
̅ + 𝑧 2 = √𝑥 2 + 𝑦 2 − 𝑖(𝑥 − 𝑖𝑦) + (𝑥 + 𝑖𝑦)2
𝑓(𝑧) = |𝑧| − 𝑖𝑧

= √𝑥 2 + 𝑦 2 − 𝑖𝑥+𝑖 2 𝑦 + 𝑥 2 + 2𝑥𝑖𝑦 + 𝑖 2 𝑦 2

= √𝑥 2 + 𝑦 2 − 𝑖𝑥 − 𝑦 + 𝑥 2 + 2𝑥𝑖𝑦 − 𝑦 2

= √𝑥 2 + 𝑦 2 − 𝑦 + 𝑥 2 − 𝑦 2 − 𝑖(𝑥 − 2𝑥𝑦) Fungsi Kompleks

Definisi 2.1.2 (fungsi bernilai banyak)

Diberikan himpunan 𝐴 ⊆ 𝐶 dan 𝐵 ⊆ 𝐶. Fungsi kompleks bernilai banyak f : A→ 𝐵adalah


suatu aturan yang memasangkan setiap 𝑧 ∈ 𝐴dengan paling sedikit satu w ∈ 𝐵 dan terdapat
𝑧 ∈ 𝐴 yang dipasangkan dengan paling sedikit dua w ∈ 𝐵.

2
Contoh :

1
1
Misalkan 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑧 2 , 𝑧 ≠ 0, 𝑧 = 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃, diperoleh 𝑤𝑜 = √𝑟 cis 2 𝜃 dan 𝑤1 = √𝑟 cis
1
(𝜃 + 2𝜋) . gambar secara geometri dari bilangan 𝑤𝑜 dan 𝑤1 adalah sebagai berikut.
2

Y Bidang-Z V Bidang-W

1
𝑤 = 𝑧2

𝑧 𝑤0
1
𝜃+𝜋
2
r y
𝜋
1
X 𝜃 U
𝜃 2

x 𝑤1

Bidang-Z Bidang-W
𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛 𝑦 Sesuai dengan teorema 1.3.4
𝑠𝑖𝑛𝜃 = =
𝑚𝑖𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑟
𝑦 Diberikan 𝑧, 𝑤 ∈ 𝐶. dengan 𝑤 = 𝑟 (𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛𝜃) . Jika
𝑠𝑖𝑛𝜃 = 𝑟
∀ 𝑛 ∈ 𝑁, 𝑛 ≥ 2 dan 𝑧 𝑛 = 𝑤. maka
𝑦 = 𝑟 𝑠𝑖𝑛𝜃 𝑛 𝜃+2𝑘𝜋 𝜃+2𝑘𝜋
𝑧𝑘 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 ], 𝑘 = 0,1,2,3, . . . , 𝑘 − 1
𝑠𝑎𝑚𝑝𝑖𝑛𝑔 𝑥 𝑛 𝑛
𝑐𝑜𝑠𝜃 = =𝑟
𝑚𝑖𝑟𝑖𝑛𝑔
Untuk 𝑤0
𝑥
𝑐𝑜𝑠𝜃 = 𝜃+20𝜋 𝜃+20𝜋
𝑟 𝑤0 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 ]
2 2
𝑥 = 𝑟 𝑐𝑜𝑠𝜃 𝜃 𝜃
𝑤0 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 2 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 2 ]
𝑧 = 𝑥 + 𝑖𝑦
1 1 1
𝑧 = 𝑟 𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑖 𝑟𝑠𝑖𝑛𝜃 𝑤0 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 2 𝜃] = √𝑟 𝑐𝑖𝑠 2 𝜃

𝑧 = 𝑟 (𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛𝜃)
𝑧 = 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃 Untuk 𝑤1
𝜃+2.1.𝜋 𝜃+2.1.𝜋
𝑤1 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 ]
2 2
𝜃+2𝜋 𝜃+2𝜋
𝑤1 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 ]
2 2
1 1
𝑤1 = √𝑟 [𝑐𝑜𝑠 2 (𝜃 + 2𝜋) + 𝑖 𝑠𝑖𝑛 2 (𝜃 + 2𝜋)]
1
𝑤1 = √𝑟 𝑐𝑖𝑠 2 (𝜃 + 2𝜋)

3
1
Sinar z : Arg z = 𝜃 dipetakan oleh 𝑧 2 menjadi
𝜃 𝜃+2𝜋
Sinar 𝑤𝑜 = Arg 𝑤𝑜 = 2 dan sinar 𝑤1 = Arg 𝑤1 = 2

Bila sinar z diputar berlawanan arah putaran jarum jam mengelilingi pusat koordinasi satu
putaran penuh, maka setiap sinar 𝑤𝑜 dan 𝑤1 akan berputar setengah bidang w.

1
Karena itu, fungsi bernilai banyak 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑧 2 terdiri dari

1 1
𝑤𝑜 = √𝑟 cis 2 𝜃 dan 𝑤1 = √𝑟 cis 2 (𝜃 + 2𝜋). 0 ≤ 𝜃 < 2𝜋

Definisikan persamaan 𝑤𝑜 dan 𝑤1 dengan menghapus sumbu nyata tak negatif, yaitu

1
𝑓0 (𝑧) = √𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃. 0 < 𝜃 < 2𝜋, 𝑟 ≠ 0 𝑑𝑎𝑛
2

1
𝑓1 (𝑧) = √𝑟 𝑐𝑖𝑠 (𝜃 + 2𝜋). 0 < 𝜃 < 2𝜋, 𝑟 ≠ 0
2
1
Fungsi 𝑓0 dan 𝑓1 disebut cabang fungsi 𝑤 = 𝑧 2 dengan 𝑓0 cabang utama sinar yang terdiri
dari sumbu nyata tak negatif disebut potongan cabang dan 𝑧 = 0 (titik pangkal potongan
cabang) disebur titik cabang untuk setiap cabang.
1
Dari uraian diatas, tampak bahwa fungsi 𝑤 = 𝑧 2 terdiri dari dua fungsi yang masing-
1
masing bernilai tunggal yang dinamakan suatu cabang fungsi 𝑤 = 𝑧 2 . Dalam teori fungsi
kompleks selalu bekerja dengan suatu cabangnya jika berhadapan dengan fungsi bernilai
banyak, sehingga tidak bertentangan dengan pengertian fungsi bernilai tunggal.

Definisi 2.1.3

Diberikan himpunan 𝐴 ⊆ 𝐶 dan 𝐵 ⊆ 𝐶. Fungsi f dan g di definisikan dengan 𝑤 = 𝑓(𝑧). z∈


𝐴 dan 𝑠 = 𝑔(𝑧). z∈ 𝐵. Operasi dari fungsi f dan g pada 𝐷 = 𝐴 ∩ 𝐵 didefinisikan dengan

a. (𝑓 + 𝑔)(𝑧) = 𝑓(𝑧) + 𝑔(𝑧)


b. (𝑓 − 𝑔)(𝑧) = 𝑓(𝑧) − 𝑔(𝑧)
c. (𝑓𝑔)(𝑧) = 𝑓(𝑧). 𝑔(𝑧)
d. (𝑐𝑓)(𝑧) = 𝑐 𝑓(𝑧), 𝑐 ∈ ℝ
𝑓 𝑓(𝑧)
e. (𝑧) = , 𝑔(𝑧) ≠ 0
𝑔 𝑔(𝑧)

f. (𝑓 𝑛 )(𝑧) = [𝑓(𝑧)]𝑛 , 𝑛 ∈ ℕ

4
Pengertian komposisi fungsi f dan g yang ditulis dengan 𝑔 𝑜 𝑓 disajikan pada definisi berikut
ini.

Definisi 2.1.4

Diberikan 𝑓: 𝐷𝑓 → 𝑅𝑓 dan 𝑔 ∶ 𝐷𝑔 → 𝑅𝑔 adalah fungsi kompleks. Jika 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 ≠ 0 maka


terdapat suatu fungsi kompleks ℎ: 𝐸 → 𝑅𝑔 dengan 𝐸 ⊆ 𝐷𝑓 yang dinamakan komposisi fungsi
f dan g di tulis g o f didefinisikan sebagai fungsi

ℎ(𝑧) = (𝑔𝑜𝑓)(𝑧) = 𝑔(𝑓(𝑧))

Daerah definisi fungsi 𝑔 𝑜 𝑓 adalah prapeta dari 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 terhadap fungsi f, yaitu

𝐷𝑔𝑜𝑓 = 𝑓 −1 (𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 ) = {𝑧 ∈ 𝐷𝑓 : 𝑓(𝑧) ∈ 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 }

Sedangkan daerah nilai fungsi 𝑔𝑜𝑓 adalah peta dari 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 terhadap fungsi g, yaitu

𝑅𝑔𝑜𝑓 = 𝑔(𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 ) = {𝑔(𝑧) ∈ 𝑅𝑔 : 𝑧 ∈ 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 }

Contoh :

Diberikan fungsi 𝑓(𝑧) = 3𝑧 + 𝑖 dan 𝑔(𝑧) = 𝑧 2 + 𝑧 + 1 − 𝑖

a. Tentukan (𝑓 + 𝑔)(𝑧)
b. Selidiki apakah fungsi 𝑔 𝑜 𝑓 terdefinisi dan tuliskan aturan fungsinya

Penyelesaian :

a. Diketahui :
𝑓(𝑧) = 3𝑧 + 𝑖
𝑔(𝑧) = 𝑧 2 + 𝑧 + 1 − 𝑖
𝐷𝑓 = 𝐶 𝑑𝑎𝑛 𝐷𝑔 = 𝐶. fungsi 𝑓 + 𝑔 terdefinisi pada 𝐷𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝐶, sehingga

(𝑓 + 𝑔)(𝑧) = 𝑓(𝑧) + 𝑔(𝑧) = 3𝑧 + 𝑖 + 𝑧 2 + 𝑧 + 1 − 𝑖

= 𝑧 2 + 3𝑧 + 𝑧 + 𝑖 − 𝑖 + 1

𝑓(𝑧) = 𝑧 2 + 4𝑧 + 1

b. 𝑅𝑓 = 𝐶 dan 𝐷𝑓 = 𝐶. Karena 𝑅𝑓 ∩ 𝐷𝑔 = 𝐶 ≠ ∅. Maka fungsi g o f terdefinisi dan aturan


fungsinya adalah

(3𝑧 + 𝑖)2
5

(3𝑧 + 𝑖)(3𝑧 + 𝑖)

= 9𝑧 2 + 3𝑧𝑖 + 3𝑧𝑖 + 𝑖 2
(𝑔𝑜𝑓)(𝑧) = 𝑔(𝑓(𝑧)) = 𝑔(3𝑧 + 𝑖)

= (3𝑧 + 𝑖)2 + (3𝑧 + 𝑖) + 1 − 𝑖

= 9𝑧 2 + 6𝑖𝑧 + (−1) + 3𝑧 + 𝑖 + 1 − 𝑖

= 9𝑧 2 + 6𝑖𝑧 + 3𝑧 𝑖 2 = −1

= 9𝑧 2 + 3𝑧 + 6𝑖𝑧

= 9𝑧 2 + (3 + 6𝑖)𝑧

Kaitan fungsi kompleks dengan fungsi dua variabel real dapat dijelaskan seperti
bilangan kompleks z dapat ditulis dalam bentuk 𝑧 = 𝑥 + 𝑖 𝑦 dengan 𝑥, 𝑦 ∈ ℝ dan bentuk
𝑧 = 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃, 𝑟 = |𝑧|, dan 𝜃 = 𝐴𝑟𝑔 𝑍.

Jika 𝑤 = 𝑢 + 𝑖 𝑣 adalah nilai fungsi f di 𝑧 = 𝑥 + 𝑖 𝑦, diperoleh

𝑓(𝑥 + 𝑖 𝑦) = 𝑢 + 𝑖𝑣 dengan 𝑢 = 𝑢(𝑥, 𝑦) dan 𝑣 = 𝑣(𝑥, 𝑦)

Jika 𝑤 = 𝑢 + 𝑖 𝑣 adalah nilai fungsi f di 𝑧 = 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃 , diperoleh

𝑓 ( 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃 ) = 𝑢 + 𝑖 𝑣 dengan 𝑢 = 𝑢 (𝑟. 𝜃) 𝑑𝑎𝑛 𝑣 = 𝑣(𝑟. 𝜃)

Dengan demikian, fungsi kompleks dapat dinyatakan dalam bentuk

𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑢(𝑥, 𝑦) + 𝑖 𝑣(𝑥, 𝑦) 𝑑𝑎𝑛 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑢(𝑟. 𝜃) + 𝑖 𝑣(𝑟. 𝜃)

Contoh :

Diketahui 𝑓(𝑧) = 𝑧 2 + 𝑧 − 3. Nyatakanlah fungsi f dalam bentuk f (𝑧) = 𝑢(𝑥, 𝑦) +


𝑖𝑣(𝑥, 𝑦) 𝑑𝑎𝑛 𝑓(𝑧) = 𝑢(𝑟. 𝜃) + 𝑖 𝑣(𝑟. 𝜃)

Penyelesaian :

Karena 𝑓(𝑧) = 𝑧 2 + 𝑧 − 3, diperoleh

𝑓(𝑧) = 𝑓(𝑥 + 𝑖𝑦) = (𝑥 + 𝑖𝑦)2 + (𝑥 + 𝑖𝑦) − 3

= 𝑥 2 + 2𝑥𝑖𝑦 − 𝑦 2 + 𝑥 − 𝑖𝑦 + 3

= (𝑥 2 − 𝑦 2 + 𝑥 − 3) + 𝑖(2𝑥𝑦 + 𝑦)

6
𝑢(𝑥, 𝑦) 𝑖𝑣(𝑥, 𝑦)

(𝑥 + 𝑖𝑦)(𝑥 + 𝑖𝑦)

= 𝑥 2 + 𝑥𝑖𝑦 + 𝑥𝑖𝑦 + 𝑖 2 𝑦 2
Untuk (𝑥 + 𝑖𝑦)2
= 𝑥 2 + 2𝑥𝑖𝑦 + (−1)𝑦 2

= 𝑥 2 + 2𝑥𝑖𝑦 − 𝑦 2 𝑖 2 = −1

𝑓(𝑧) = 𝑓(𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃) = (𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃)2 + 𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃 − 3

= 𝑟 2 (𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 − 𝑠𝑖𝑛2 𝜃) + 2(𝑟 2 𝑖 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃) + 𝑟(𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑖 𝑠𝑖𝑛𝜃) − 3

= 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 − 𝑟 2 𝑠𝑖𝑛2 𝜃 + 2𝑟 2 𝑖 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃 + 𝑟𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑟 𝑖 𝑠𝑖𝑛𝜃 − 3

= (𝑟 2 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 − 𝑟 2 𝑠𝑖𝑛2 𝜃 + 𝑟 𝑐𝑜𝑠 𝜃 − 3) + 𝑖(2𝑟 2 𝑐𝑜𝑠 𝜃 sin 𝜃 + 𝑟 sin 𝜃)

𝑢(𝑟. 𝜃) 𝑖𝑣(𝑟. 𝜃)

(𝑟𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑟 𝑖𝑠𝑖𝑛𝜃)(𝑟𝑐𝑜𝑠𝜃 + 𝑟 𝑖𝑠𝑖𝑛𝜃)

= 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 + 𝑖 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃 + 𝑖 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃 + 𝑖 2 𝑟 2 𝑠𝑖𝑛2 𝜃

= 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 + 𝑖 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃 + 𝑖 𝑟 2 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃 − 𝑟 2 𝑠𝑖𝑛2 𝜃 Untuk (𝑟 𝑐𝑖𝑠 𝜃)2

= 𝑟 2 (𝑐𝑜𝑠 2 𝜃 − 𝑠𝑖𝑛2 𝜃) + 2(𝑟 2 𝑖 𝑐𝑜𝑠𝜃𝑠𝑖𝑛𝜃) 𝑖 2 = −1

Dalam kalkulus telah dipelajari bagaimana menggamabr grafik fungsi real 𝑦 = 𝑓(𝑥)
yang grafiknya berupa suatu lengkungan yang berada pada bidang datar. Demikian pula
grafik fungsi dua peubah real 𝑧 = 𝑓(𝑥, 𝑦) berupa suatu permukaan yang berada pada ruang.

Penyajian secara geometri dari fungsi kompleks 𝑤 = 𝑓(𝑧), z berada pada ruang
berdimensi-4. Karena itu, untuk menggambarkan fungsi kompleks diperlukan dua bidang,
bidang yang pertama untuk variabel z yang dinamakan bidang-Z dan yang kedua bidang-W
tempat menyajikan nilai fungsi f. Nyatakan 𝑥 + 𝑖𝑦 untuk Z dan 𝑢 + 𝑖𝑣 untuk W. Pada
bidang-Z tetapkan sumbu real OX dan sumbu imajiner OY. Sedangkan pada bidang-W

7
tetapkan sumbu real OU dan sumbu imajiner OV. Situasi tersebut diperlihatkan pada gambar
dibawah ini.

Y (Imajiner) V (imajiner)

Bidang-z Bidang-w

𝑤 = 𝑓(𝑧)

X (Real) U (Real)

O O

Contoh :

Misalkan fungsi 𝑤 = 𝑓(𝑧) = 𝑧̅ untuk setiap 𝑧 ∈ 𝐶 dengan 𝑧 = 𝑥 + 𝑖𝑦 , diperoleh 𝑤 =


𝑓(𝑧) = 𝑥 – 𝑖𝑦, oleh karena itu,

Untuk 𝑧1 = 2 + 3𝑖, diperoleh 𝑤1 = 2 − 3𝑖,

Untuk 𝑧2 = 1 − 2𝑖, diperoleh 𝑤2 = 1 + 2𝑖,

Untuk 𝑧3 = 4𝑖, diperoleh 𝑤3 = −4𝑖, dan seterusnya

Grafiknya diperlihatkan berikut ini.

Y (Imajiner) V (Imajiner)

8
Bidang-Z Bidang-W

4 𝑧3

3 ------------------- 𝑧 1

2 ----------- 𝑤2

1 1 2

O 2 X (Real) O U (Real)

-2 ---------- 𝑧2

− 3 ------------------- 𝑤1

−4 𝑤3