Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

DI APOTEK HIDAYAH

PENGGUNAAN ASAM TRANEKSAMAT

Disusun oleh :

Nama : Vera Andri Yani


NIS : 160020
Bidang studi Keahlian : Farmasi
Kompetensi keahlian : Kesehatan

YAYASAN AZKA AULIA SEJAHTERA


SMK ISLAM BINA KHALIFAH BANGSA
Fostering Outstanding Foture Leaders
“PINK CAMPUS”
NSS : 402126 102020 NPSN : 69773555
BIDANG KEAHLIAN:
1).FARMASI 2).TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN 3).TEKNIK KENDARAAN RINGAN
4).TEKNIK SEPEDA MOTOR 5).ANALISIS KESEHATAN
Jl. Gelatik 11, Purwoasri 28, Kec. Metro Utara. Kota Metro.
TELP/FAX: (0725)46705. MOBILE 085763706254, EMAIL : binakhalifahbangsa@gmail.com
SITUS http://smkibkbmetro.sch.id FACEBOOK: www.facebook.com/smkibkhalifahbangsa

TAHUN PELAJARAN 2017/2018


PRAKTEK KERJA INDUSTRI
KOMPETENSI KEAHLIAN FARMASI
21 DESEMBER 2017 – 28 FEBUARI 2018

PENGGUNAAN ASAM TRANEKSAMAT

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan


Nilai Kenaikan Kelas

Disusun oleh:

Vera Andri Yani


NIS. 160020

PROGRAM STUDI
FARMASI
SMK IB KHALIFAH BANGSA METRO

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

ii
LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Laporan : Penggunaan Asam Traneksamat


2. Identitas :
a. Nama : Vera Andri Yani
b. NIS : 160020
c. Kompetensi Keahlian : Farmasi
3. Tempat Prakrin : Apotek Hidayah
4. Lama Prakrin : 21 Desember 2017 – 28 Febuari 2018

Metro, 07 Maret 2018


Pembimbing Lapangan Praktikan

Siska Liftiana Sari, S.Pd. Vera Andri Yani


NPA. 010 042013 200387 NIS. 160020

Kaprodi Pembimbing Sekolah

Riska Amelia Desmawati, S.Pd Asliman Puja Kesuma, S.Pd


NPA. 016 042013 131290 NPA. 011042013040490

Mengetahui
Ketua Panitia Prakerin

Dra. Siti Konari


NIP. 19630420 199112 2 001

iii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, wr. wb
Alhamdulilah Puji syukur penulis ucapkan kehadiran Allah SWT, yang telah
melimpahkan Rahmat serta Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas Laporan Prakerin. Tugas ini dibuat sebagai salah satu syarat yang harus
dipenuhi dalam hal Prakerin yang di selenggarakan oleh SMK Islam Bina
Khalifah Bangsa.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:


1. Bapak Agus Riyanto, S.T, S.Pd, M.Pd. Selaku Kepala SMK IB Khalifah
Bangsa.
2. Ibu Dra. Siti Konari Selaku Waka Kurikulum
3. Bapak Asliman Puja Kesuma, S.Pd. Selaku Waka Kesiswaan
4. Ibu Eny Handayani, S.Si Apt. Selaku pembimbing dari Apotek HIDAYAH
5. Bapak Aang Sarifudin S.E dan Ibu Sulistio Rahayu, Amd. Keb. Selaku pemilik
sarana.
6. Seluruh karyawan Apotek Hidayah yang telah membimbing dalam berbagai
kegiatan di Apotek HIDAYAH
7. Kedua Orang Tua saya, yang telah memberi dukungan dan memotivasi dalam
belajar.
8. Bapak/Ibu guru berserta staf di sekolah yang telah membimbing saya sebelum
melaksanakan kegiatan Prakerin.

Saya menyadari bahwa laporan tugas prakerin ini masih banyak kekurangan dan
jauh dari sempurna. Oleh karena itu saya mengharapkan, saran dan kritik yang
bersifat membangun demi kesempurnaan laporan tugas prakerin ini.

iv
Akhirnya saya berharap semoga laporan tugas prakerin ini dapat bermanfaat bagi
saya dan pembaca serta dapat menambah keragaman khasanah ilmu, pengetahuan
bagi kita semua khususnya yang membaca laporan ini.
Wassalamu'alaikum, wr. wb
Metro, Maret 2018
Penulis

Vera Andri Yani


NIS. 160020

v
HALAMAN PERSEMBAHAN

Saya mengucapkan banyak syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat serta Hidayah-Nya sehingga sampai hari ini saya masih diberi kesehatan
dan saya dapat menyelesaikan tugas laporan ini. Maka laporan ini saya
persembahkan kepada:
1. Orang tua saya, yang telah sabar mendidik, membesarkan, melindungi dan
memotivasi sehingga saya dapat mengerjakan tugas dan kewajiban sebagai
pelajar yang baik.
2. SMK IB KHALFAH BANGSA, yang telah memberikan kesempatan kepada
saya agar mengikuti kegiatan Prakerin.
3. Apoteker Pengelola Apotek Hidayah yaitu Ibu Eny Handayani, S.Si. Apt.
4. Asisten Apoteker di Apotek Hidayah yang telah membantu saya dalam
pelaksanakan Prakerin

vi
MOTTO

“Wanita berpendidikan tinggi karena sadar bahwa ia akan


menjadi madrasah pertama bagi mujahid dan mujahiddah
penerus bangsa”
(Vera Andri Yani )

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................... ii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iii
HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................. v
MOTTO .................................................................................................... vi
DAFTAR ISI ............................................................................................. vii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................... 2
1.4 Kegunaan Penulisan ................................................................. 2
1.5 Metode Perolehan Data ............................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Obat ....................................................................... 3
2.2 Penggolongan Obat ................................................................. 3
2.3 Asam Traneksamat Produksi Kalbe Farma ............................ 5
2.4 Obat Paten/Nama Dagang Dari Asam Traneksamat
Injeksi Lainnya ........................................................................ 7

BAB III PELAKSANAAN


3.1 Tempat Pelaksanaan ................................................................ 8
3.2 Waktu Pelaksanaan ................................................................ 8
3.3 Kegiatan Prakerin ................................................................... 8

BAB IV OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1. Objek Penelitian ........................................................................ 9
1. Sejarah Apotek ...................................................................... 9
2. Lokasi Apotek dan Tata Ruang ............................................ 10
4.2 Pembahasan ............................................................................... 11

viii
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ................................................................................ 17
5.2 Saran .......................................................................................... 17
5.2.1 Saran Kepada Pihak Sekolah ............................................. 17
5.2.2 Saran Untuk Pihak RSIA Anugerah Medical Center
Atau Tempat Prakerin ......................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ix
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Dengan mengikuti garis besar kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan
dan mempelajari situasi di Indonesia prinsip penguasaan keahlian profesi,
maka perlu diterapkan Praktik Kerja Industri (PRAKRIN) dalam praktik
Industri untuk sekolah menengah kejuruan umumnya dan khususnya di SMK
IB Khalifah Bangsa sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Dengan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) para siswa diharapkan nantinya


Mendapatkan ilmu pengetahuan dari dunia usaha/industri selain ilmu
pengetahuan yang didapat melalui pendidikan sekolah.

Asam traneksamat merupakan antifibrinolytic yang kompetitif menghambat


aktivasi plasminogen menjadi plasmin. Asam traneksamat merupakan
inhibitor kompetitif aktivasi plasminogen, dan pada banyak konsentrasi yang
lebih tinggi, inhibitor nonkompetitif plasmin, yaitu tindakan yang mirip
dengan asam aminokaproat. Asam traneksamat adalah sekitar 10 kali lebih
kuat daripada in vitro aminokaproat.

Asam traneksamat mengikat lebih kuat dari pada asam aminokaproat untuk
kedua reseptor yang kuat dan lemah dari molekul plasminogen dalam rasio
yang sesuai dengan perbedaan potensi antara senyawa. Asam traneksamat
dalam konsentrasi 1 mg per ml tidak agregat trombosit in vitro. Pada pasien
dengan angioedema herediter, penghambatan pembentukan dan aktivitas
plasmin oleh asam traneksamat dapat mencegah serangan angioedema dengan
mengurangi aktivasi plasmin diinduksi protein komplemen pertama (C1).

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan
permasalahan yaitu bagaimanakah penggunaan Asam Traneksamat ?

x
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang dapat di ambil dari penulisan laporan prakerin ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Asam Traneksamat
2. Memberikan wawasan kepada penulis dan bagi pembaca laporan ini agar
mendapat pemahaman yang cukup mengenai penggunaan Asam
Traneksamat

1.4 Kegunaan Penulisan


Adapun kegunaan laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagai bukti hasil dalam melaksanakan prakerin selama 2 bulan.
2. Sebagai ilmu penerapan pegetahuan yang diperoleh penulis selama dalam
bangku SMK IB KHALIFAH BANGSA dan dalam waktu prakerin.
3. Sebagai masukan untuk memperbaiki dan mengembangkan ilmu
pengetahuan yang telah diperoleh.
4. Sebagai pemahaman dan pengalaman sebelum masuk dunia kerja.

1.5 Metode Perolehan Data


1. Observasi (pengamatan)
Penulisan mendapat bahan-bahan untuk menyusun laporan dengan cara
melakukan pengamatan secara langsung terhadap kinerja dan syste yang
dituju untuk mendapat informasi yang berkaitan dengan penyusunan
laporan.
2. Interview (wawancara)
Penulis melakukan wawancara atau bertanya secara langsung kepada
karyawan atau pimpinan setiap melakukan sesuatu kegiatan di tempat
prakrin untuk mendapatkan informasi.
3. Studi Pustaka
Penulis mendapatkan informasi dengan cara membaca buku-buku dan
internet yang berkaitan dengan bahan penulisan laporan.

xi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Obat


Obat adalah semua bahan tunggal atau campuran yang dipergunakan oleh
semua makhluk untuk bagian dalam dan luar tubuh guna mencegah,
meringankan, dan menyembuhkan penyakit.

2.2 Penggolongan Obat


Penggolongan yang dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan
penggunaan serta pengamanan distribusi yang terdiri dari obat bebas, obat
bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, psikotropika, dan narkotika
yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
949/Menkes/Per/VI/2000. Berdasarkan peraturan tersebut, obat digolongkan
dalam (5) golongan yaitu:
1. Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter disebut
obat OTC (Over The Counter), terdiri atas obat bebas dan obat bebas
terbatas. Obat bebas dapat dijual bebas diwarung kelontong, toko obat
berizin, supermarket serta apotek. Penandaan obat bebas diatur
berdasarkan S.K Menkes RI Nomor 2380/A/SKA/I/1983 tentang tanda
khusus untuk obat bebas dan obat bebas bebas terbatas. Di Indonesia, obat
golongan ini ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi
berwarna hitam.

2. Obat Bebas Terbatas


Obat bebas terbatas adaalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras
tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai
dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat
bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.
Dulu obat ini disebut daftar W- Waarschuing (Peringatan), tanda peringtan
selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, berupa empat peersegi

xii
panjang berwarna hitam berukuran panjang 5cm, lebar 2cm, dan memuat
pemberitahuan berwarna putih. Seharusnya obat jenis ini hanya dapat
dijual bebas di toko obat berizin (dipegang seorang asisten apoteker) serta
apotek (yang hanya boleh beroperasi jika ada apoteker, no pharmacist no
service), karena diharapkan pasien memperoleh informasi obat yang
memadai saat membeli obat bebas terbatas.

3. Obat Wajib Apoteker (OWA)


OWA merupakan obat keras yang dapat diberikan oleh Apoteker
Pengelola Apoteker (APA) kepada pasien tanpa menggunakan resep
dokter. Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk
masyarakat, maka obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat
yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Antara
lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat), obat alergi kulit (salep
hidrokortison), infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin), antialergi
sistemik (CTM), obat KB hormonal.

4. Obat keras
Obat keras (dulu disebut obat daftar G= gevaarlijk = berbahaya) yaitu obat
berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter,
berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI Nomor
02396/A/SKA/III/1986 penandaan obat keras dengan lingkaran bulat
berwarna merah dan garis tepi berwarna hitam serta huruf K yang
menyentuh garis tepi. Obat-obat ini berkhasiat keras dan bila dipakai
sembarangan bisa berbahaya bahkan meracuni tubuh, meemperparah
penyakit atau menyebabkan kematian.

5. Obat Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintetis maupun semi sintetisyang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).

xiii
Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam
lampiran 1 Undang-Undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika
adalah:
a) Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing,
jicikong), opium obat morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan
damar ganja..
b) Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokain, serta
campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan
tersebut diatas.
Narkotika digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu:
a. Golongan I
1. Hanya digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu
pengetahuan.
2. Tidak digunakan dalam terapi.
3. Potensi ketergantungan sangat tinggi.
Contoh : heroin (putauw), kokain, ganja..
b. Golongan II
1. Untuk pengobatan pilihan terakhir.
2. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
3. Potensi ketergantungan sangat tinggi.
Contoh : fentanil, petidin, morfin.
c. Golongan III
1. Digunakan dalam terapi.
2. Potensi ketergantungan ringan.
Contoh : kodein, difeno.

2.3 Asam Traneksamat Produksi Kalbe Farma


Komposisi:
Tranexamic acid

Bentuk Sediaan:
Kapsul 250 mg, tablet 500 mg, injeksi 50 mg dan 100 mg.

xiv
Farmakologi:
Antifibrinolitik yang secara kompetitif menghambat aktivasi plasminogen
menjadi plasmin, dengan berikatan dengan bagian-bagian spesifik dari
plasminogen dan plasmin. Absorpsi dalam saluran cerna tidak dipengaruhi
makanan, bioavailabilitas : 34%, ikatan protein plasma 3%, distribusi luas ke
SSP, cairan sinovial, semen ginjal, kelenjar prostat

Indikasi:
Untuk fibrinolisis lokal seperti epistaksis, prostatektomi, konisasi serviks,
edema angioneurotik herediter, pendarahan abnormal sesudah operasi,
pendarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia.

Dosis:
KALNEX® 50 mg injeksi :
- Sehari 1 - 2 ampul (5 - 10 mL) disuntikkan secara intravena atau
intramuskular, dibagi dalam 1 - 2 dosis. Pada waktu atau setelah operasi,
bila diperlukan dapat diberikan sebanyak 2 -10 ampul (10 - 50 mL) dengan
cara infus intravena.

KALNEX® 100 mg injeksi :


- 2,5 - 5 mL per hari disuntikkan secara intravena atau intramuskular, dibagi
dalam 1 - 2 dosis pada waktu atau sesudah operasi, bila perlu, 5 - 25 mL
diberikan dengan cara infus intravena.
Dosis KALNEX® harus disesuaikan dengan keadaan pasien masing-
masing sesuai dengan umur atau kondisi klinisnya.

Kontraindikasi:
Gangguan fungsi ginjal berat, hematuria, risiko tinggi trombosis

Peringatan dan Perhatian:


1. Bila diberikan secara intravena, dianjurkan untuk menyuntikkannya
perlahan-lahan seperti halnya pemberian/penyuntikan dengan sediaan
kalsium (10 mL/1-2 menit).

xv
2. Hati-hati digunakan pada penderita insufisiensi ginjal karena risiko
akumulasi.
3. Pedoman untuk pasien/penderita insufisiensi ginjal berat :
a. Pasien dengan kreatinin serum 120 - 250 µmol/L: dosis 15 mg/kg BB
dengan pemberian harian adalah 2x sehari.
b. Pasien dengan kreatinin serum 250 - 500 µmol/L: dosis 15 mg/kg BB
dengan pemberian harian adalah setiap 24 jam sekali.
c. Pasien dengan kratinin serum lebih dari 500 µmol/L: dosis 7,5 mg/kg
BB dengan pemberian harian adalah setiap 24 jam sekali.

Efek Samping:
Gangguan-gangguan gastrointestinal, mual, muntah-muntah, anoreksia,
pusing, eksantema dan sakit kepala dapat timbul pada pemberian secara oral.
Gejala-gejala ini menghilang dengan pengurangan dosis atau penghentian
pengobatannya. Injeksi intravena yang cepat dapat menyebabkan pusing dan
hipotensi.

2.4 Obat Paten/Nama Dagang Dari Asam Traneksamat Injeksi Lainnya


1. Ditranex
2. Ethinex
3. Lunex
4. Nexa
5. Plasminex
6. Ronex
7. Theranex
8. Tranec
9. Tranexamic
10. Transamin
11. Tranxa

xvi
BAB III
PELAKSANAAN

3.1 Tempat Pelaksanaan


Penulis melaksanakan kegiatan Prakerin di Apotek Hidayah Jl. Patimurra No.
131 Kel. Banjarsari Kecamatan Metro Utara Kota Metro.

3.2 Waktu Pelaksanaan


Selama kurang lebih 2 bulan penulis melaksanakan Prakerin di Apotek
Hidayah. Mulai pada hari kamis, 04 Januari 2018 sampai hari senin, 26
Februari 2018. Kegiatan Prakerin ini penulis lakukan setiap hari,
ketentuannya setiap tanggal merah libur seperti sekolah pada umumnya.
Adapun waktu pelaksanaannya dibagi menjadi 2 sift yaitu sift pagi dari jam
08:00-14:00 WIB dan sift sore jam 14:00-21:00 WIB. Sedangkan untuk
ketentuan antara penulis berangkat sift pagi atau sift sore, penulis lakukan
berdasarkan jadwal yg sudah di buat oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA).

3.3 Kegiatan Prakerin


Dalam pelaksanaan Prakerin, penulis membantu pelayanan pembelian obat.
Jenis kegiatan yg di lakukan penulis selama kurang-lebih 2 bulan, yaitu
sebagai berikut :
1. Membantu menyerahkan obat. Dari obat Bebas, Obat Bebas Terbatas,
Obat Keras, Obat Wajib Apotek kepada pembeli/pelanggan.
2. Membantu mengecek penerimaan barang datang.
3. Menyusun obat di etalase sesuai dengan manfaat atau kegunaan obat
tersebut.

xvii
BAB IV
OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Objek Penelitian


1. Sejarah Apotek Hidayah
Apotek Hidayah berdiri pada tanggal 15 Juli 2008. Apotek Hidayah
pertama kali mempunyai Apoteker yang bernama Siliana, S.Si Apt.
Menjadi Apoteker Pengelola Apotek selama 2 tahun.

Pada awalnya Apotek Hidayah terletak di jalan Pattimura No. 131 kel.
Banjar Sari. Pada saat itu Apotek Hidayah memiliki karyawan yang
bernama Fauzi, Santoso,Lidia. Selang 2 tahun, tepatnya tanggal 28 januari
2010 Apotek Hidayah pindah lokasi. Lokasinya tidak jauh dari lokasi
sebelumnya hanya berjarak 500 meter, yang saat ini bertempat di
bundaran 29 Banjarsari, jalan Patimura No. 131, Metro Utara, dekat
dengang Indomart, Pos Polisi, dan Rumah Makan.

Pada saat itu karyawan mengalami sedikit perubahan, dengan bergantinya


anggota yaitu Fauzi, Santoso, Devi, Yeni dan Apoteker nya Ibu Eny
Handayani S.Si Apt dan Asisten Apotekernya Bapak Eko. Selang beberapa
bulan karyawan nya berganti yaitu Maya, Dhedeh, Fitri, Bowo, Linda.

Hingga sekarang ini, Apotek Hidayah tambah berkembang apalagi pada


tahun 2016 dengan adanya fasilitas-fasilitas yang semakin canggih,
contohnya transaksi jual beli dengan pelanggan yang berbasis komputer,
tempat atau gudang obat yang semakin di perluas dan bertambahnya obat-
obat branded, sehingga seorang medis dan non medis akan puas memilih
obat sesuai keinginan namun harus sesuai yang di anjurkan Apoteker, kini
karyawannya pun sudah berganti lagi yakni Maya, Dhedeh, Deni, Nopi
yang sekarang di Apotek.

xviii
2. Lokasi Apotek dan Tata Ruang
a. Lokasi Apotek
Lokasi Apotek Hidayah cukup strategis yang mudah di tempuh oleh
masyarakat yaitu di Bundaran 29 Banjarsari, Metro Utara jalan
Patimurra No. 131 Kota Metro

b. Tata Ruang
1) Halaman parkir
2) Ruang tunggu
3) Ruang peracikan obat
4) Ruang pelayanan untuk melayani pelanggan dan memberikaan
informasi obat.
5) Ruang penyimpanan obat
6) Ruang kerja APA
7) Ruang kerja pemilik apotik
8) Ruang kerja karyawan
9) Ruang sholat
10) Gudang

c. Sumber Daya Manusia


Apotek Hidayah mempunyai sumber daya manusia sebanyak 6, yakni:
1. Apoteker : 1 orang
2. Asisten Apoteker : 1 orang
3. Juru Resep : 3 orang
4. Kasir : 1 orang

d. Tugas-tugas di Apotek Hidayah


1. Apoteker bekerja sebagai pengelola apotek sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya.
2. Asisten Apoteker bekerja sebagai asisten apoteker jika apoteker
pengelola Apotek berhalangan hadir.
3. Juru Resep bekerja sebagai penerima, peracik obat yang tertera pada
resep yang datang ke Apotek.

xix
4. Kasir bertugas sebagai pengelola keuangan dan mencatat obat yang
baru di jual

4.2 Pembahasan

1. Definisi Asam Traneksamat


Asam traneksamat adalah golongan obat antifibrinolytic yang digunakan
untuk menghentikan pendarahan, misalnya pendarahan setelah operasi,
mimisan, pendarahan menstruasi yang berlebihan, dan pendarahan pada
penderita angio-edema turunan.
Tranexamic Acid (TXA) ditemukan pada tahun 1962 oleh Utako Okamoto,
Obat ini tidak boleh digunakan secara bebas dan harus melalui resep
dokter.

Efek samping Asam traneksamat jarang terjadi dan termasuk efek


gastrointestinal, pusing, kelelahan, sakit kepala, dan reaksi
hipersensitivitas. Obat harus digunakan dengan hati-hati pada orang
dengan penyakit ginjal dan mereka yang berada pada risiko tinggi untuk
pembekuan darah termasuk wanita menyusui.

2. Mekanisme Kerja

Asam Traneksamat merupakan obat anti-fibrinolitik yang mampu


menghambat plasminogen, sehingga mengurangi konversi plasminogen
menjadi plasmin (fibrinolisin). Penghambatan tersebut mampu mencegah
degradasi fibrin, pemecahan trombosit, peningkatan kerapuhan vaskular
dan pemecahan faktor koagulasi. Dengan proses penghambatan
plasminogen, maka obat ini mampu mencegah dan mengurangi
pendarahan. Dengan demikian, Asam Traneksamat biasanya digunakan
untuk membantu mencegah dan menghentikan pendarahan pascaoperasi,
pencabutan gigi pada penderita hemofilia, pendarahan pada penderita
angio-edema turunan. Selain itu, obat ini juga mampu mengurangi
pendarahan pada mimisan, luka (cedera), dan menstruasi berlebihan

xx
3. Indikasi dan Kegunaan
Berdasarkan penjelasan tentang mekanisme kerjanya tersebut, maka obat
ini dapat digunakan untuk:
a. Mengurangi pendarahan pada mimisan.
b. Mengatasi pendarahan akibat menstruasi berlebihan.
c. Mengurangi pendarahan cedera.
d. Membantu mengatasi pendarahan pada penderita angio-edema turunan.
Mencegah dan menghentikan pendarahan pascaoperasi.
e. Membantu menghentikan pendarahan sehabis pencabutan gigi pada
penderita hemofilia.
f. Mengatasi pendarahan pada hypema traumatis

4. Kontraindikasi
Bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, Asam Traneksamat
tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:
a. Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap asam traneksamat.
b. Penderita perdarahan subaraknoid (pendarahan di otak).
c. Penderita pendarahan dengan riwayat tromboembolik (penyumbatan
pembuluh darah).
d. Penderita dengan kelainan pada penglihatan warna.
e. Mengalami cedera kepala.
f. Memiliki masalah pembuluh darah.
g. Penderita Hematuria (darah dalam urin).
h. Darah menggumpal di dalam mata.
i. Mengalami Kejang.
j. Masalah pada saluran kencing.
k. Memiliki masalah penggumpalan darah.
l. Penderita penyakit ginjal.

xxi
5. Dosis Asam Traneksamat dan Cara Pemakaian
Asam Traneksamat tersedia dalam bentuk tablet dan larutan injeksi.
Tablet : Asam Traneksamat 500 mg dan 600 mg.
Larutan injeksi : 100 mg/ml.
Adapun dosis Asam Traneksamat yang sering direkomendasikan
dokter adalah:
Dosis Asam Traneksamat untuk dewasa:
a. Untuk konsumsi oral (tablet), dosis yang dianjurkan adalah 1 mg
sampai 1,5 mg (15-25 mg/kg) yang diberikan sebanyak 2-3 kali sehari.
b. Untuk larutan injeksi, dosis yang dianjurkan adalah 0,5 mg sampai 1
mg (10 mg/kg) yang diberikan melalui infus IV sebanyak 3 kali sehari.
c. Untuk infus kontinu, dosis yang dianjurkan adalah 25 mg/kg sampai 50
mg/kg yang diberikan melalui infus IV satu kali sehari.
d. Bagi penderita angio-edema turunan, dosis oral (tablet) yang dianjurkan
adalah 1 gram sampai 1,5 gram yang diberikan sebanyak 2-3 kali
sehari.

Dosis Asam Traneksamat untuk anak-anak:


a. Untuk konsumsi oral (tablet), dosis yang dianjurkan adalah 25 mg/kg
yang diberikan sebanyak 2-3 kali sehari.
b. Untuk larutan injeksi, dosis yang dianjurkan adalah 10 mg/kg yang
diberikan melalui infus IV sebanyak 2-3 kali sehari.
c. Bagi penderita angio-edema turunan, dosis oral (tablet) yang dianjurkan
adalah 25 mg/kg yang diberikan sebanyak 2-3 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:
a. Obat ini dapat digunakan setelah atau sebelum makan.
b. Konsumsilah dengan cara ditelan, bukan di kunyah atau dihancurkan.
c. Jangan gunakan obat ini selama lebih dari 5 hari berturut-turut.
d. Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada
kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
e. Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang
sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti

xxii
per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk
mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
f. Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat
dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih
lama sekitar 5 jam atau lebih.
g. Tidak boleh menggandakan dosis asam traneksamat pada jadwal minum
berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat

6. Efek Samping Asam Traneksamat


Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Asam Traneksamat juga
berpotensi menyebabkan efek samping.
Efek samping yang umum terjadi diantaranya:
a. Mual dan muntah-muntah.
b. Diare.
c. Anoreksia.
d. Eksantema.
e. Sakit kepala (pemberian secara oral).

Selain gejala efek samping tersebut, hentikan penggunaan obat ini dan
segera hubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis, jika Anda
mengalami tanda-tanda atau gejala seperti di bawah ini:
a. Terjadi masalah pada penglihatan (termasuk warna)
b. Tiba-tiba lemah, khususnya di salah satu bagian tubuh
c. Tiba-tiba sakit kepala berat Bingung,
d. Masalah dengan keseimbangan.
e. Sakit dada dan batuk.
f. Sulit atau sakit ketika buang air kecil.
g. Urin berdarah.
h. Tiba-tiba bersin-bersin, nafas cepat, dan batuk berdarah.
i. Merasa ingin pingsan.
j. Kedua terasa nyeri, bengkak, dan kemerahan.
k. Mengalami kejang.

xxiii
7. Peringatan dan Perhatian
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, perhatikan hal-hal berikut:
a. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
b. Bagi penderita gangguan ginjal, harap berhati-hati menggunakan obat
ini.
c. Harap berhati-hati juga jika pernah mengalami kejang.
d. Pasien yang memiliki gangguan pada pembuluh darah, berhati-hati
terhadap penggunaan obat ini.
e. Pasien yang pernah terdiagnosis menderita gangguan pembekuan darah
yang disebut disseminated intravascular coagulation (DIC) untuk
berhati-hati dalam menggunakan obat ini.
f. Harap waspada dan hentikan pengobatan jika mengalami gangguan
penglihatan warna.

Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter terkait gejala yang sering


muncul akibat tidak minum obat tersebut. Gunakanlah Asam Traneksamat
sesuai dengan anjuran dokter. Informasi ini sebagai pengetahuan saja,
Jangan menambah dosis tanpa saran atau petunjuk dari dokter.

8. Kehamilan dan Menyusui


Apakah obat asam traneksamat boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu
menyusui?
a. Obat ini masuk dalam kategori B untuk ibu hamil, yang berarti
penelitian yang dilakukan pada sistem reproduksi hewan percobaan
tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi
terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh
karena itu, penggunaan pada ibu hamil sebaiknya jika sangat
dibutuhkan saja dan harus dalam pengawasan dokter.
b. Asam traneksamat dapat masuk dalam air susu ibu, karena itu untuk
penggunaanya pada ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan
dokter lebih dulu.

xxiv
Interaksi Obat :
Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan asam traneksamat,
diantaranya: Obat antikoagulan seperti warfarin dan heparin.
a. Obat pencegah pendarahan seperti faktor IX komplek, anti-inhibitor
koagulan konsentrat.
b. Tretinoin.
c. Estrogen.
d. Hormon penghambat kehamilan.

Beberapa obat bebas juga bisa mempengaruhi asam traneksamat dan


meningkatkan risiko pendarahan. Seperti pada obat penghilang rasa sakit dan
demam (aspirin, ibuprofen, naproxen). Namun, aspirin dosis rendah yang
sudah diresepkan oleh dokter tetap dapat dilajutkan.

xxv
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan ini dapat penulis simpulkan sebagai berikut :
1. Asam traneksamat adalah golongan obat antifibrinolytic yang digunakan
untuk menghentikan pendarahan, misalnya pendarahan setelah operasi,
mimisan, pendarahan menstruasi yang berlebihan, dan pendarahan pada
penderita angio-edema turunan.
2. Mekanisme kerja Asam Traneksamat biasanya digunakan untuk membantu
mencegah dan menghentikan pendarahan pascaoperasi, pencabutan gigi
pada penderita hemofilia, pendarahan pada penderita angio-edema turunan.
3. Berdasarkan penjelasan tentang mekanisme kerjanya tersebut, maka obat ini
dapat digunakan untuk mengurangi pendarahan pada mimisan, mengatasi
pendarahan akibat menstruasi berlebihan, mengurangi pendarahan cedera,
membantu mengatasi pendarahan pada penderita angio-edema turunan,
mencegah dan menghentikan pendarahan pascaoperasi, membantu
menghentikan pendarahan sehabis pencabutan gigi pada penderita
hemophilia, mengatasi pendarahan pada hypema traumatis

5.2 Saran
2.2.1 Saran Kepada Pihak Sekolah
Terlepas dari segala kekurangan dan kelemahan Penulis selaku peserta
Praktik Kerja Industri (Prakerin) saran penulis adalah :
a) Hendaknya Guru pembimbing harus lebih sering memonitoring para
siswanya di lingkungan Prakerin secara langsung sehingga siswa
dapat berkonsultasi mengenai informasi-informasi terbaru dari
sekolah.
b) Supaya sekolah menyediakan alat praktik yang memadai untuk
siswanya.

xxvi
c) Semoga karya yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat bagi siapa
saja yang memerlukannya.
2.2.2 Saran Untuk Pihak Apotek atau Tempat Prakerin
a) Dapat melayani pasien dengan lebih baik lagi dan Lebih sabar dalam
menghadapi pasien
b) Setiap staf dapat bersikap ramah kepada semua pasien
c) Diharapkan semua anggota rumah sakit bekerja sama satu sama lain
agar memberikan pelayanan yang baik bagi pasien.
d) Penataan obat hendaknya lebih teratur agar mudah dalam pencarian
obat atau bahan obat , sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan
lebih cepat
e) Lebih teliti dalam mengerjakan, dan harus cepat.

Demikian kesimpulan dan saran yang penulis ajukan dan akhir kata penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
pelaksanaan PRAKERIN.

xxvii
DAFTAR PUSTAKA

SMK IB Khalifah Bangsa Metro, 20 Desember – 26 Februari 2018.Buku Panduan


Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN).

http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-traneksamat, (diakses pada tanggal 05


Maret 2018)

http://www.informasiobat.com/traneksamat, (diakses pada tanggal 06 Maret 2018)

https://mediskus.com/asam-traneksamat , (diakses pada tanggal 10 Maret 2018)

http://www.1001obat.com/asam-traneksamat-tranexamic-acid.html, (diakses pada


tanggal 10 Maret 2018)

xxviii