Anda di halaman 1dari 2

Definisi neoplasma

Neoplasma, secara harafiah berarti ‘pertumbuhan baru’, adalah massa abnormal dari
sel-sel yang mengalami proliferasi. Sel-sel neoplasma berasal dari sel-sel yang sebelumnya
adalah sel-sel normal, namun selama mengalami perubahan neoplastik mereka memperoleh
derajat otonomi tertentu yaitu sel neoplastik tumbuh dengan kecepatan yang tidak
terkoordinasi dengan kebutuhan hospes dan fungsi yang sangat tidak bergantung pada
pengawasan homeostasis sebagian besar sel tubuh lainnya.

Pertumbuhan sel neoplastik biasanya progresif, yaitu tidak mencapai keseimbangan


tetapi lebih sering membahayakan. Akhirnya oleh karena sifat otonom sel neoplastik,
walaupun rangsangan yang menyebabkan neoplasma telah dihilangkan, neoplasma terus
tumbuh dengan progresif (Wilson, 2003)

Tumor atau yang kurang lebih disebut sebagai neoplasma disebabkan oleh beberapa
penyakit seperti keganasan, infeksi, karsinogen, ko-karsinogen dan beberapa faktor risiko
lainnya (Machsoos, 2009)

Struktur neoplasma sendiri terdiri dari stroma, scirrhous, dan medularis. Stroma
adalah sel neoplastik yang berproliferasi dan berhubungan dengan sistem penyokong. Tumor
yang sangat keras mengandung stroma fibrosa yang sangat padat dan jarang disebut
scirrhous. Sedangkan tumor yang terutama terdiri dari sel-sel neoplastik dengan stroma yang
relatif sedikit akan bersifat jauh lebih lunak dan jarang disebut medularis (Wilson, 2003)

Neoplasma dapat dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya antara lain jinak dan ganas.
Neoplasma jinak adalah peristiwa lokal sedangkan neoplasma ganas bisa meginvasi dan
bermetastasis ke jaringan lain dan sifatnya sangat berlawanan dari neoplasma jinak (Wilson,
2003)

Perbedaan antara tumor jinak dan ganas dapat dilihat pada tabel berikut:

karakteristik Neoplasma jinak Neoplasma ganas


Batas tumor Jelas Tidak jelas
Kapsul Jelas Tidak jelas/pseudokapsul
Kecepatan tumbuh Lambat Cepat
Infiltrasi Tidak ada Ada, merupakan ciri khas
Nekrosis/ulserasi Sangat jarang Sering
Struktur jaringan Khas menunjukkan asal Tidak khas, sulit menentukan
jaringan asal jaringan
Efek sistemik Jarang, kecuali tumor Sering
endokrin
Warna inti sel Uniform Polikromasi
Warna sitoplasma Normal Hiperkromasi/polikromasi
Rasio Normal Hiperkromasi/polikromasi
Nukleus/plasma Normal Naik
Metastase Tidak ada Sering
Residif Jarang Sering

(Sudoyo.et al, 2009)