Anda di halaman 1dari 14

Tugas Robotika

MINIMUM SYSTEM

Oleh Kelompok:

Anwar ( 1461505115 )

Imam Nor Yahya ( 1461505210 )

Fortiaman Zai ( 1461505143 )

Jurusan Teknik Informatika


Fakultas Teknik
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
2018
MINIMUM SYSTEM

1. Perkenalan dengan Minimum System

Minimum system adalah sebuah rangkaian utama yang digunakan


untuk meletakkan mikrokontroler agar bisa berfungsi maksimal

jadi dengan kata lain mikrokontroler harus ditempatkan pada sebuah rangkaian untuk bisa
berjalan secara optimal, jika tanpa rangkaian minimum system, mikrokontroler tidak dapat
aktif, ambil contoh ATMega16, jika ATMega16 tidak dipasangkan ke minimum system,
ATMega16 tersebut tidak dapat berfungsi. Maka dari itu minimum system ini harus
diperhatikan benar mengenai fungsi dan cara pembuatannya. Jika tidak ingin membuat
minimum system sendiri, bisa beli barang jadi di toko elektronika, namun cara ini tidak
disarankan, karena itu mengakibatkan kita tidak kreatif dan hanya menggantungkan barang
yang sudah jadi, harga dari kita buat sendiri dibanding beli sangat jauh, jika kita membuat
sendiri uang yang dipakai kira-kira habis Rp. 60.000,00, namun jika membeli akan habis Rp.
125.000,00 sampai Rp. 200.000,00. Untuk tampilan minum system yang berada dipasaran
yaitu seperti gambar berikut ini,

Pada bab ini akan dibahas mengenai bagaimana cara membuat minimum system dari
mikrokontroler yang akan digunakan untuk membuat robot dan alat elektronika pada
bab selanjutnya, yaitu rangkaian minimum system ATMega8, ATMega32, ATMega16
dan ATMega8535.

Fungsi rangkaian minimum system pada rangkaian elektronika yaitu sebagai otak dan
pengendali segala aktifitas baik itu pada robot ataupun alat elektronika, karena
posisi rangkaian minimum system sangat penting dan central sekali, jika terdapat gangguan
pada rangkaian minsys ini maka suatu alat elektronika atau robot tidak akan bergerak /
berjalan dan tidak akan berfungsi maksimal, seperti halnya manuasia yang tanpa ruh, maka
tubuh manusia tersebut tidak berfungsi atau mati.

Setiap mikrokontroler baik itu pada tipe AVR ataupun MCS memiliki konfigurasi rangkaian
minimum system yang berbeda, sehingga untuk membuatnya tidak bisa sembarangan,
misalnya rangkaian minimum system untuk ATMega16 dipasang dengan mikrokontroler
ATMega8, itu sangat tidak mungkin karena konfigurasi antara keduanya berbeda, dan juga
ukurannya pun berbeda.

Namun jika rangkaian minimum system ATMega16 dipasang mikrokonroler ATMega8535


itu masih bisa, dikarenakan konfigurasi antara ATMega16 dan ATMega8535 relatif sama,
tidak ada perbedaan.jadi kesimpulannya setiap ATMega memiliki rangkaian minimum system
sensdiri yang berbeda dengan yang lainnya kecuali untuk konfigurasi pin / kaki
mikrokonroler yang sama. Berikut adalah tampilan dari minimum system ATMega16 /
ATMega8535 dan ATMega8.

 Pembuatan Rangkaian Minimum System

Untuk membuat rangkaian minimum system sangatlah mudah, dan tidak rumit didalam
pembuatannya. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk membuatnya jadi, dan
juga komponen yang digunakan termasuk komponen yang umum, yang biasa digunakan
didalam project elektronika. Pertama yang akan dibahas yaitu cara membuat rangkaian
minimum system untuk ATMega8, dengan berpedoman pada konfigurasi kaki / pin dari
ATMega itu sendiri, untuk lebih jelasnya bisa melihat dari datasheet mikrokontroler yang
terkait agar bisa lebih memahami karakteristik tiap pin / kaki mikrokontroler yang
dipakai. Berikut adalah skematik dari rangkaian minimum system ATMega8 dengan port C
digunakan untuk penampil LCD.
 Bahan-Bahan:
 ATMega8 x 1 buah
 Variabel Resistor 10K x 1 buah
 Kapasitor 22pF x 2 buah
 Crystal 12Mhz x 1 buah
 Pinheader Female 16 pin ( untuk LCD display )
 Pinheader male tunggal

Pada rangkaian minsys ATMega8 diatas tegangan masukan ke mikrokontroler (VCC)


sebesar 5 volt, tidak bisa lebih karena tidak adanya rangkaian regulator 12v to 5v, jika ingin
menggunakan battery sebagai tegangan masukan minsys, maka harus dibuat dahulu regulator
sebagai konverter tegangan, sehingga tegangan diatas 5v seperti 9v atau 15v bisa keluar dari
regulator sebesar 5v, ini sangat aman untuk rangkaian minimum system. JP2 pada gambar 4.4
berfungsi untuk media memasukkan program kedalam mikrokontroler atau istilah lain sebagai
port untuk ke Downloader, karena pada port itu terdiri dari pin MISO, MOSI, SCK, RESET,
GND. seperti penjelasan pada bab downloader sebelumya, untuk JP1 digunakan untuk layar
LCD 16 x 2, dan JP3 merupakan port untuk I/O, jadi pada contoh gambar hanya terdapat 3 port
I/O yaitu pada portD.5, portD.6 dan PortD.7. jika menginginkan port I/O lebih banyak, bisa
menggunakan port yang tidak dipakai seperti portD.0 – portD.4 dan portB.0 – portB.2
tergantung dari penggunaannya. Untuk

penjelasan berikutnya yaitu cara membuat minimum system untuk ATMega16 atau
ATMega8535 yang mana minimum sistem untuk ATMega16 ini berbeda dengan ATMega8,
maka dari itu harus perlu dicermati pada bagian ini. Berkut adalah gambar skematik dari
minimum system ATMega16 / 8535 / 32 tanpa tampilan layar LCD.
 Bahan-Bahan :
 ATMega16 / 8535 / 32 x 1 buah
 Crystal 12Mhz x 1 buah
 Kapasitor 22pF x 2 buah
 Kapasitor 104pF x 4 buah
 Kapasitor 103pF x 1 buah
 Resistor 4k7ohm x 1 buah
 Tombol Reset x 1 Buah
 Tomboh ON/OFF x 1 buah
 Pinheader tunggal
 Pinheader double
 IC7805 x 1 buak
 Kapasitor polar 100uF / 25v x 1 buah
 Kapasitor polar 10uF / 16v x 1 buah

 Penjelasan untuk gambar 4.5. pada


1. adalah rangkaian regulator yang digunakan untuk menghasilkan tegangan 5v karena
menggunakan IC7805, sehingga tegangan lebih dari 6v seperti 9v atau 15v dapat
diturunkan menjadi 5v pada tegangan keluarannya menggunakan IC7805, karena terjadi
proses disipasi tegangan sehingga IC ini akan panas jika melakukan aktifitasnya.
2. adalah tombol ON/OFF yang mana gunanya untuk sebagai saklar rangkaian, jika ingin
menghidupkan rangkaian hanya perlu menekan tombol ON, dan untuk mematikan
posisikan tombol pada posisi OFF.
3. adalah port I/O, pada contoh port I/O semua diaktifkan sehingga jika ingin menggunakan
hanya perlu memilih salah satu port dari sekian banyak port I/O yang disediakan.
4. yaitu port yang diguanakan untuk melakukan download program yang dihubungkan ke
downloader, karena port ini terdiri dari pin MOSI, MISO, SCK, RESET, dan GND.
Minimum system juga termasuk alat yang serbaguna, karena bisa menerima data dari sensor,
bisa memberikan / menerima data ke komputer melalui pin RX, TX, bisa mengaktifkan /
me-non aktifkan port I/O, bisa mengatur jalannya output maupun input data melalui program
yang dimasukkan kedalamnya. Minimum System merupakan rangkaian yang sangat vital,
karena posisinya sebagai otak penggerak suatu rangkaian dan juga motor dalam jalannya
suatu aktifitas suatu rangkaian.

52 Tombol RESET pada suatu rangkaian minimum system digunakan untuk melakukan
setting ulang / kembali dari awal, seperti halnya rangkaian di OFF-kan kemudian di ON-kan
kembali, pasti akan melakukan eksekusi perintah / program dari pertama, sama seperti itu
kinerja dari tombol RESET. Untuk mengetahui posisi minimum system pada suatu alat dapat
dilihat pada bagan berikut.

Penjelasan dari bagan diatas yaitu minimum system berposisi sebagai otak pergerakan suatu
rangkaian. Sensor memberikan data kepada minimum system dimana disini mikrokontroler
mengolah data yang dikirim oleh sensor bisa melalui port ADC atau yang lain, kemudian
minimum system mengeluarkan output yang berupa tampilan LCD / LED / Buzzer dll. untuk
module dapat mengirim atau menerima data dari minimum
System sehingga minimum system dapat mengendalikan modul
secara bersamaan. Komputer berposisi bisa sebagai pengirim atau penerima data dari
minimum system, jadi komputer bisa menampilkan data dari sensor dan bisa pula komputer
memerintahkan minimum system untuk melakukan sesuatu tergantung pada program yang
terdapat pada mikrokontroler.

2. Sistem Minimum Mikrokontroler adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah
mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram. Dalam
aplikasinya sistem minimum sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu.
Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat sistem minimum mikrokontroler,
yaitu:Power Supply

Semua komponen elektronika membutuhkan power supply atau sering juga disebut catu daya.
Mikrokontroler beroprasi pada tegangan 5 volt. Biasanya pembuatan catu daya
mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 agar tegangannya bisa stabil.
Gambar: Regulator 7805

3. Osilator (Pembangkit Frekuensi)

Pada dasarnya mikrokontroler memiliki sifat seperti manusia. Kalau manusia memiliki
jantung untuk bisa hidup maka mikrokontroler memiliki osilator untuk bisa beroprasi.
Mikrokontroler sendiri sudah memiliki osilator internal yaitu sebesar 8Mhz tetapi kadang kala
agar kinerja mikronkontroler lebih cepat osilator internal tidak bisa menangani kasus tersebut.
Oleh karena itu dibutuhkan osilator eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari 8Mhz. Perlu
diperhatikan mikrokontroler hanya bisa beroprasi sampai 16 Mhz. jadi kalau memilih krsital
untuk AVR tidak boleh lebih dari 16Mhz.

Gambar: Kristal 16 MHz


4. ISP (In-System Programmable)

Sistem Minimum Mikrokontroler dibuat untuk di program. Prinsipnya mikrokontroler bisa


diprogram secara parallel atau secara seri. Pemrograman mikrokontroler secara seri atau lebih
dikenal dengan ISP tidak perlu memerlukan banyak jalur data. Tapi ISP memiliki kelemahan,
jika salah setting fuse bit yang memiliki fungsi fital misal pin reset di disable maka alamat
DEH sudah tidak bisa digunakan lagi. Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi, harus
menggunakan pemrograman tipe parallel (high voltage programming).

Gambar: Settingan Port ISP

5. Rangkaian Reset

Rangkaian reset sama fungsinya dengan rangkaian reset pada komputer. Fungsi reset di
mikrokontroler yaitu untuk merestart program, sehingga kembali ke program awal.
Penggunaan reset pada mikrokontroler opsional, bisa di pake atau nggak tergantung si
pengguna.

Berikut Gambar Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler

Gambar: Rangkaian Sistem


Minimum Mikrokontroler
 Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S1051

(Rangkaian Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler AT89S2051, dan AT89S4051)

 Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51

(Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler AT89S52, AT89S53, AT89S54, dan AT89S55)
 Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATmega8(L)

Rangkaian

 Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8515(L)


 Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8535(L)

(Sistem Minimum ini dapat pula digunakan untuk Mikrokontroler ATMEGA16(L), ATMEGA32(L),
ATMEGA163(L), dan ATMEGA323(L)

 Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATtiny2313(V)


6. DI-Smart AVR System
adalah sebuah modul elektronika yang berdasar pada rangkaian sistem minimum
mikrokontroler AVR (sismin AVR) ATMEGA8535 seperti pada gambar 3. Modul
ini pun dapat digunakan sebagai sistem minimum mikrokontroler AVR lain yang
pin-pin-nya bersesuaian dengan mikrokontroler ATMEGA8535, seperti
mikrokontroler ATMEGA16 dan mikrokontroler ATMEGA32. Modul sistem
minimum mikrokontroler AVR ini telah dilengkapi dengan beberapa fitur yang
dapat mempermudah proses pembelajaran atau proses “troubleshooting”
pemrograman.

Gambar 1. DI-Smart AVR System.


 Dimensi PCB:

98.2mm(X) x 93.5mm(Y) x 1.9mm(Z)

 Aplikasi:

 DI-Smart AVR System yang berdasar pada sistem minimum mikrokontroler AVR
ATMEGA8535 ini dapat dijadikan sebagaimedia pembelajaran pemrograman
mikrokontroler AVR.
 Modul dengan sistem minimum mikrokontroler AVR ini sangat baik difungsikan
sebagai CPU (Central Processing Unit) atau Pengendali dalam berbagai macam
sistem: sistem instrumentasi, sistem robotika, dan otomasi-otomasi yang lainnya.

 Spesifikasi:

 Dapat digunakan sebagai sistem minimum mikrokontroler AVR untuk tipe


ATMEGA8535(L), ATMEGA16(L), ATMEGA32(L), ATMEGA163(L),
ATMEGA323(L).
 Menggunakan XTAL 11.0592MHz.
 Dilengkapi rangkaian regulator 5V dan dioda pengaman dengan konektor DC yang
mudah dihubungkan dengan Adaptor-DC.
 Dilengkapi rangkaian antarmuka (interface) Max232 sehingga dapat langsung
dihubungkan pada PORT SERIAL / COM PORT komputer.
 Koneksi ADC sudah disiapkan (AVCC, AGND, dan AREF) sehingga sistem sudah
siap untuk menerima input ANALOG pada PORTA.
 Tersedia Array LED pada PORTC, dan Push-ON pada PORTD.2 dan PORTD.3
sehingga cocok untuk latihan pemrograman atau pengecekkan program (DEBUG).

 Kelengkapan Produk:

 1 buah DI-Smart AVR System


 1 buah kabel konektor IDC-10
 1 Lembar Penjelasan Produk

 Seulas Teori “Sistem Minimum Mikrokontroler“:

Sistem minimum mikrokontroler adalah sistem elektronika yang terdiri dari


komponen-komponen dasar yang dibutuhkan oleh suatu mikrokontroler untuk dapat
berfungsi dengan baik. Pada umumnya, suatu mikrokontoler membutuhkan dua
elemen (selain power supply) untuk berfungsi: Kristal Oscillator (XTAL), dan
Rangkaian RESET. Analogi fungsi Kristal Oscillator adalah jantung pada tubuh
manusia. Perbedaannya, jantung memompa darah dan seluruh kandungannya,
sedangkan XTAL memompa data. Dan fungsi rangkaian RESET adalah untuk
membuat mikrokontroler memulai kembali pembacaan program, hal tersebut
dibutuhkan pada saat mikrokontroler mengalami gangguan dalam meng-eksekusi
program. Pada sistem minimum AVR khususnya ATMEGA8535 terdapat elemen
tambahan (optional), yaitu rangkaian pengendalian ADC: AGND (= GND ADC),
AVCC (VCC ADC), dan AREF (= Tegangan Referensi ADC). Jangan lupa
tambahkan konektor ISP untuk mengunduh (download) program ke mikrokontroler.
Rangkaian sistem minimum mikrokontroler AVR ATMEGA8535 dapat dilihat pada
gambar berikut:

Gambar 3. Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMEGA8535