Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) terdiri dari dua istilah, yaitu baitul mal dan baitut tamwil. Baitul
maal lebih mengarah pada usaha-usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang non profit, seperti
zakat, infak dan shodaqoh. Sedangkan baitut tamwil sebagai usaha pengumpulan dan dan penyaluran
dana komer. Kegiatan mengunjungi BMT Al-Muawanah adalah sebuah mata kuliah wajib yang harus
diikuti oleh mahasiswa Falkutas Ekonomi Bisnis Islam IAIN Bengkulu, untuk melakukan proses
pembelajaran secara umum. Untuk itu mahasiswa diharapkan untuk mengerti dan memahami BMT Al-
Muawanah supaya pada saat mahasiswa ini melakukan praktek kerja lapangan atau pun mendapatkan
lembaga kerja yang non bank, mahasiswa ini tidak lagi canggung dan bisa mendirikan BMT sendiri.

B. Rumusan Masalah
1. Sejarah Berdirinya BMT Al-Muawanah
2. Visi dan Misi BMT Al-Muawanah
3. Produk-produk BMT Al-Muawanah
4. Fasilitas BMT Al-Muawanah
5. Struktur BMT Al-Muawanah

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk Mengetahui Sejarah Berdirinya BMT Al-Muawanah
2. Untuk Mengetahui Visi dan Misi BMT Al-Muawanah
3. Untuk Mengetahui Produk-produk BMT Al-Muawanah
4. Untuk Mengetahui Fasilitas BMT Al-Muawanah
5. Untuk Mengetahui Struktur BMT Al-Muawanah

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Berdirinya BMT Al-Muawanah


Baitul Wattamwil atau disingkat dengan BMT Al-Muawanah, merupakan perubahan nama dari
Koperasi Pengawai Negeri (KPN) Al-Muawanah STAIN Bengkulu, yang sebelumnya bernama KPN
IAIN Radan Fatah Bengkulu yang berdiri pada tahun 1983 dengan Badan Hukum No.35/BH/XXVI
tanggal 30 maret 1993. Seiring dengan perubahan IAIN Raden Fatah Bengkulu majelis STAIN Begkulu,
maka KPN mengalami perubahan menjadi KPN Al-Muawanah STAIN Bengkulu pada tahun 1998,
dengan surat keputusan Nomor 06/PAD/KDK.8.4/KEP/IX/1998, tanggal 29 september 1998.
Sejak bulan febuari 2012, dalam keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta diperkuat pada
Rapat Anggota Tahun Buku 2012 yang dilaksanakan pada tanggal 12 februari 2013, Bapak Rektor IAIN
Bengkulu mengarahkan agar Koperasi Pengawai Negeri (KPN) Al-Muawanah dikonversi menjadi
Baitulmal Wattamwil (BMT), yakni sebuah lembaga keuangan syariah yang memiliki kompetensi
pengelolaan keuangan terpadu, yakni tidak hanya mengelola keuangan yang merupakan simpanan
anggota baik setoran pokok maupun Sertifikat Modal Koperasi (BMT), melainkan juga pengelolah
keuangan zakat,infak,sadaqoh, dan wakaf uang.
Modal KPN pada tahun 2002 sebesar Rp.11.000.000,- (sebelas juta rupiah) dan sekarang telah
berkembang menjadi sebesar Rp.1.925.952.425,- (satu milliar sembilan ratus dua puluh lima juta
sembilan ratus lima puluh dua ribu empat ratus dua puluh lima rupiah). Dengan konversi menjadi
Baitulmal Wattamwil (BMT), diharapkan terjadi akselerasi perkembangan BMT kedepan.
Berdasarkan hasil kajian yang mendalam, dengan mempertimbangkan paradigma perkembangan
pasar memiliki kesan yang penting bsgi pangsa pasar. Oleh karena itu, BMT diberi nama BMT Al-
Muawanah karena nama Al-Muawanah memiliki sejarah dalam perkembangan KPN sebelumnya.

Ada beberapa alsan untuk konversi dari Koperasi Konvensional menjadi Baitulmal Wattamwil (BMT),
antara lain :
1. Asset yang semakin besar (hampir satu miliar ) memerlukan pengelolaan keuangan yang lebih
mapan, aman, amanah, dan transparan. Seperti potensi-potensi keuangan lain seperti pengelolaan
toga wisudawan, pembuatan jaket almamater mahasiswa, serta sebagai kerjasama yang biasa
dilakukan dengan IAIN.

2
2. Baitulmal Wattamwil (BMT) Al-Muawanah, dengan mengunakan sistem komputer (software
BMT) lebih menjamin sistem administrasi keuangan yang profesional, amanah dan nyaman serta
transparan, sehingga bisa diakses setiap saat oleh anggota.
3. BMT Al-Muawanah lebih fleksibel, menerima simpanan dari berbagai pihak termasuk, mahasiswa,
siswa, dan masyarakat umum.
4. BMT Al-Muawanah, nama yang memiliki sejarah serta nilai jual, kemungkinkan BMT melakukan
invasi keluar, tidak hanya dilingkungan perguruan tinggi IAIN semata tetapi menjangkau
masyarakat luas.
5. BMT Al-Muawanah, diharapkan menjadi lembaga keuangan diperguruan tinggi yang mapan
sehingga yang mampu menompang perkembangan kelembagaan.
6. Sistem pengawasan akan lebih baik, karena diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syari’ah) yang
memiliki kompetensi dalam bidang hukum islam dan Ekonomi Syari’ah. Sehingga lembaga ini akan
menjadi lemabaga keuangan syariah (LKS) dengan sistem yang canggih dan aman.

B. VISI dan MISI BMT Al-Muawanah


 Visi
Mewujudkan masyarakat dan civitas akademika IAIN Bengkulu yang sejahtera,aman dan mandiri
melalui lembaga Keuangan Syari’ah Baitulmal Wattamwil (BMT) yang maju, berkembang,mandiri
dan berkelanjutan.

 Misi
Mengembangkan sistem usaha yang berkeadilan, terpecaya, aman dan nyaman dengan
menggunakan sistem keuangan yang berbasis komputer (software BMT), menggali potensi
ekonomi syari’ah melalui simpanan anggota, zakat, waqaf, infak dan sadaqoh uang melalui ;
1. Penghimpunan dana berupa: simpanan wadiah dan investasi wadiah
masyarakat,mahasiswa,pelajar,dosen dan karyawan serta masyarakat umum.
2. Pengembangan dan pengelolaan potensi keuangan syariah melalui zakat, infak dan sadaqoh serta
wakaf uang dengan manajemen yang profesional, amanah dan transparan.
3. Penyaluran dana dengan sistem mudarabah (bagi hasil), musyarakah (kerja sama) dan
murabahah (jual beli), sehingga lebih memungkinkan pengembangan usaha BMT lebih cepat
dan bermanfaat bagi civitas akademika IAIN Bengkulu dan masyarakat sekitar kampus.

3
C. Produk-produk BMT Al-Muawanah
1. Produk-produk Tabunngan:
a. Tabum (Tabungan Umum)
b. Simpel (Simpanan Pelajar)
c. Sitak (Simpanan Tabungan Anak)
d. Safitri (Simpanan Hari Raya Idul Fitri)
e. Sahaji (Simpanan Haji)
f. Tafakur (Tabungan Fasilitas Qurban)

Dalam tabungan, pihak BMT TIDAK PERNAH memberikan bunga/riba pada setiap nasabah.
Uang yang nasabah setorkan murni WADI’AH/TITIPAN ketika nasabah ingin menutup rekening maka
tidak ada tambahan ataupun berkurang uang nasabah tersebut,, namun nasabah hanya perlu
menyisahkan Rp.10.000 untuk kewajiban membeli buku rekening. Jika nasabah meninggal dunia maka
tabungan akan diserahkan kepada keluarga, dengan membawa surat pernyataan meninggal dari RT/RW
setempat.

a. TABUM (Tabungan Umum)


1) Tabungan dikelola dengan prinsip syari’ah yaitu dengan aturan-aturan hukum syariat islam
sehingga lebih bersih dan terhindar dari riba.
2) Menyerahkan persyaratan seperti KTP, KTM, Atau KK
3) Penyimpanan dapat dilakukan setiap hari pada jam kerja
4) Penarikkan dapat dilakukan setiap hari pada jam kerja
5) Setoran awal minimal Rp.20.000,- dan setoran selanjutnya minimal Rp.10.000,-
6) Bagi hasil sesuai kebijakkan BMT Al-Muawanah
7) Tabungan tidak ada potongan atau biaya administrasi setiap bulannya

b. SIMPEL (Simpanan Pelajar)


1) Simpanan pelajar diperuntukkan bagi anggota pelajar guna mendukung perencanaan pendidikan,
setoran dapat dilakukan setiap hari.
2) Menyerahkan kartu identitas, seperti Kartu Pelajar atau KK.

4
3) Setoran awal minimal Rp.10.000,- dan selanjutnya minimal Rp.5000,-
4) Simpanan akan mendapatkan bagi hasil sesuai kebijakan BMT Al-Muawanah

c. SITAK (Simpanan Tabungan Anak)


1) Simpanan tabungan anak diperuntukkan bagi anak-anak guna mendukung perencanaan
pendidikan anak (PAUD, TK, SD) dan setoran dapat dilakukan setiap hari.
2) Setoran awal minimal Rp.5000,- dan selanjutnya minimal Rp.1000,-

d. SAFITRI (Simpanan Hari Raya Idul Fitri)


1) Simpanan SAFITRI dipermudahkan bagi bapak-bapak/ibu-ibu
2) Setoran awal minimal Rp.100.000,- dan selanjutnya minimal Rp. 100.000,-
3) Penyimpanan dapat dilakukan setiap hari atau satu bulan sekali
4) Penarikan dapat dilakukan menjelangkan hari raya idul fitri
5) Saldo simpanan tidak boleh kosong minimal Rp. 10.000

e. SAHAJI (Simpanan Haji)


f. TAFAQUR (Tabungan Fasilitas Qurban )

2. Produk pembiayaan;
a. Pembiayaan mudharabah, merupakan kerjasama antara pihak pertama (shahibul maal) dan pihak
kedua (mudharib) dengan kesepakatan bagi hasil yang mana jika di BMT Al-Muawannah, adalah
60:40, 60% untuk nasabah dan 40% untuk pihak BMT Al-Muawannah
b. Pembiayaan murabahah, merupakan transaksi penjualan barang dengan menyatakan harta
perolehan dan margin keuntungan, jika di BMT Al-Muawannah adalah 1% dari nominal pokok,
dengan pembiayaan atas akad murabahah, dapat dilakukan secara tangguh ataupun tunai.

3. Layanan Jasa BMT Al-Muawanah ;


a. Pembiayaan Listrik
b. Pembiayaan telpon
c. Pembayaran speedy
d. Pembayaraan indovision

5
e. Pulsa elektrik

D. Fasilitas BMT Al-Muawanah


Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik dan cepat kepada anggota, BMT Al-Muawanah
telah didukung oleh fasilitas:
1. Fasilitas kantor yang lengkap dan letaknya sangat strategis.
2. Dalam operasinya telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap transaksi dan
operasi.
3. Tenaga-tenaga profesional dan bersertifikat yang memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah
sehingga terhindar dari sistem ekonomi dan keuangan dari praktek ribawi dalam setiap transaksi.
4. Pelayanan dengan sistem komputerisasi dilengkapi dengan jaringan internet.
5. Transaksi di BMT Al-Muawanah dilakukan setiap hari jam kerja kecuali hari libur.
6. Jam kerja BMT Al-Muawanah:
 Hari senin-kamis (07.30-12.00),istirahat (12.00-13.00) masuk pagi (13.30-16.30)
 Jumat (07.30-11.30) istirahat (11.30-13.30) masuk pagi (13.30-16.30)
7. Praktis dalam bertransaksi, karena BMT Al-Muawanah menyediakan fasilitas layanan antar jemput
baik tabungan maupun angsuran pembiayaan, sehingga tidak mengganggu kesibukkan dan aktivitas
kerja anggota.

E. Mekanisme Operasional BMT Al-Muawannah


BMT Al- Muawannah tidak hanya melayani pegawai ataupun mahasiswa IAIN saja namun juga
sudah mempunyai nasabah dari luar instansi IAIN Bengkulu. Bahkan BMT Al-Muawannah sudah
mempunyai desa binaan dan usaha sendiri. Contoh Produk dan mekanismenya BMT Al-Muawannah
antara lain:
1. Produk-produk tabungan yang ada, prosedur yang harus dilakukan untuk menjadi nasabah antara
lain :
Untuk menjadi nasabah baru di BMT Al-Muawannah mekanisme yang harus harus dilakukan
adalah ;
a. Menyerahkan persyaratan;

6
b. Mengisi data di sistem, dengan langkah-langkah sebagai berikut; Membuka sistem Pilih
Tabungan Pilih Data Baru Isi Formulir Anggota Ambil Akad Lalu Simpan Cetak
Buku Tabungan.
Dan anda sudah menjadi nasabah di BMT Al-Muawannah.

2. Pembiayaan Bagi Hasil (MUDHARABAH)


Untuk menjadi nasabah pembiayaan Mudharabah, mekanisme yang harus dilakukan yaitu:
a. Mengajukan permohonan pinjaman
b. Menjelaskan untuk apa pinjaman tersebut
c. Mengisi formulir
d. Menyerahkan proposal kepada manajer operasional
e. Pihak BMT mempelajari proposal
f. Jika sudah sesuai dan memenuhi syarat, maka proposal akan di setujui
g. Menghubungi nasabah untukdatang ke BMT
h. Memberikan syarat-syarat dan memahami serta mengisi akad
i. Dan uang akan langsung dicairkan

3. Pembiayaan Murabahah (Jual Beli)


a. Pengajuan nasabah
b. BMT mempelajari proposal
c. BMT mempelajari barang yang diinginkan nasabah
d. Kesepakatan janji pembelian barang
e. Penentuan nisbah keuntungan dalam masa janji
f. BMT mengambil jaminan nasabah
g. Penyerahan kepemilikan barang
h. Transaksi pihak BMT dan nasabah

F. Struktur BMT Al-Muawanah


Baitul Mal Al-Muawannah terbentuk dibawah instansi Institut Agama Islam Negeri Bengkulu,
dengan begitu semua anggota adalah pegawai dari IAIN Bengkulu. Berikut adalah pegawai serta
jabatannya di BMT Al-Muawannah :

7
1. Prof. Dr. H. Sirajudin M, M.Ag, MH ; Rektor IAIN Bengkulu sekaligus Pembina di organisasi
BMT AL-Muawannah
2. Drs. Nurul Hak, MA ; Wakil Rektor dan Direktur BMT Al-Muawannah
3. Dra. Fatimah Yunus, MA ; Bendahara BMT Al-Muawannah
4. Yunida Een Friyanti, SE. I ; Manajer Operasional BMT Al-Muawannah
5. Drs. Hendri Kusmedi, MHI ; Sekretaris BMT Al-Muawannah
6. Gustiya Sunarti, SH I ; Teller BMT Al-Muawannah
7. Andi Saputra Jaya, SE I ; Bagian Akad BMT Al-Muawannah
8. Elman Johari, MH. I ; Bagian Pemasaran BMTAl-Muawannah

8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
BMT Al-Muawanah, merupakan perubahan nama dari Koperasi Pengawai Negeri (KPN) Al-
Muawanah STAIN Bengkulu, yang sebelumnya bernama KPN IAIN Radan Fatah Bengkulu yang
berdiri pada tahun 1983 dengan Badan Hukum No.35/BH/XXVI tanggal 30 maret 1993. Seiring dengan
perubahan IAIN Raden Fatah Bengkulu majelis STAIN Begkulu, maka KPN mengalami perubahan
menjadi KPN Al-Muawanah STAIN Bengkulu pada tahun 1998, dengan surat keputusan Nomor
06/PAD/KDK.8.4/KEP/IX/1998, tanggal 29 september 1998.
Visinya untuk mewujudkan masyarakat dan civitas akademika IAIN Bengkulu yang sejahtera,
aman dan mandiri melalui lembaga Keuangan Syari’ah Baitulmal Wattamwil (BMT) yang maju,
berkembang, mandiri dan berkelanjutan.
Serta misinya mengembangkan sistem usaha yang berkeadilan, terpecaya, aman dan nyaman
dengan menggunakan sistem keuangan yang berbasis komputer (software BMT), menggali potensi
ekonomi syari’ah melalui simpanan anggota, zakat, waqaf, infak dan sadaqoh uang melalui ;
1. Penghimpunan dana berupa: simpanan wadiah dan investasi wadiah masyarakat, mahasiswa,
pelajar, dosen dan karyawan serta masyarakat umum.
2. Pengembangan dan pengelolaan potensi keuangan syariah melalui zakat, infak dan sadaqoh serta
wakaf uang dengan manajemen yang profesional, amanah dan transparan.
3. Penyaluran dana dengan sistem mudarabah (bagi hasil), musyarakah (kerja sama) dan
murabahah (jual beli), sehingga lebih memungkinkan pengembangan usaha BMT lebih cepat
dan bermanfaat bagi civitas akademika IAIN Bengkulu dan masyarakat sekitar kampus.
B. Saran
Demikian laporan yang kami buat semoga dapat menjadi bahan pembelajaran serta acuan untuk
makalah selanjutnya. Kami sepenuhnya menyadari kekurangan dari makalah kami, dengan penuh
kerendahan hati, kami meminta saran dan kritik yang bersifat membangun guna memperbaiki makalah
kami selanjutnya.

9
10