Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian


Rancangan penelitian ini menggunakan korelasional adalah untuk
mengungkapkan hubungan kedua variabel. Hubungan yang dimaksud adalah
hubungan fungsional yang berdasarkan teori dan berdasarkan logika berfikir dapat
diterima, sehingga kolerasi yang dimaksud bukan hanya menggabungkan dua data
yang tidak memiliki makna. Korelasi mengacu pada kecenderungan bahwa adanya
variasi dan variasi tertemtu, maka akan diikuti oleh variasi variabel lain. Dengan
demikian, rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan paling tidak dua
variabel. Menggunakan metode cross sectionaladalah penelitian yang merupakan
waktu pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali
pada satu saat. Pada jenis ini, variabel independen dan dependen di nilai simultan
pada satu saat, jadi tidak ada tindak lanjut (Nursalam, 2008).

B. Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu karakteristik yang diamati yang mempunyai variasi nilai
dan merupakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara empiris
atau ditentukan tingkatannya. Variabel dibedakan menjadi dua, yaitu variabel bebas
(variabel independen) dan variabel terikat (variabel dependen) (Setiadi, 2013).
Variabel independen dalam penelitian ini adalah kejadian diare sedangkan
variabel dependen adalah tingkat pengetahuan orang tuadi SDN 139 Palembang.

C. Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi
Menurut Setiadi (2013), populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri
atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di SDN 139 Palembang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian besar dari keseluruhan objek yang diteliti dan
dianggap mewakili seluruh populasi (Setiadi, 2013). Teknik Sampling dalam
penelitian ini adalah ”Non Probability Sampling” dengan cara Accidental Sampling
yaituteknik penetapan sampel berdasarkan kebetulan, maksudnya siapa saja yang
secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila orang
yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Setiadi, 2013).
a. Rumus pengambilan sampel menurut Setiadi (2013) :
N
n
1  N (d 2 )
Keterangan :
n = Besar sampel
N = Besar populasi
d = Tingkat kepercayaan / ketepatan yang diinginkan (0,1)
b. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah :
N = 189 : 4
= 48
N
n
1  N (d 2 )
48
n
1  48(0,12 )
48
n
1,48
n = 32,43 ≈ 32 responden.

c. Kriteria Inklusi
1) Orang tua kandung anak di SDN 139 Palembang
2) Dapat berkomunikasi dengan baik
3) Bersedia menjadi responden
4) Klien beragama islam
5) Anak yang pra sekolah umur 7-12 tahun
6) Memiliki pendengaran yang baik.

D. Lokasi dan Waktu Penelitian


1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 139 Palembang
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal ...
3. Teknik Pengumpulan Data
a. Teknik Pokok
Teknik pokok pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1) Angket
Angket dalam penelitian ini digunakan sebagai alat utama
pengumpulan data, dimana fungsi angket dalam penelitian ini adalah
untuk mendapatkan hasil data berupa skor nilai untuk diolah
menggunakan rumus interval dan presentase. Penelitian ini
menggunakan angket karena data yang diperlukan adalah data berupa
angka-angka, untuk memperoleh data utama dan dianalisis, sesuai
dengan penelitian kuantitatif. Sasaran angket adalah seluruh orang tua
anak di SDN 139 Palembang. Responden memilih jawaban yang telah
disediakan sesuai dengan keadaan subjek. Setiap item memiliki tiga
alternatif jawaban yang masing-masing mempunyai skor bobot
berbeda- beda, yaitu :
a. alternatif jawaban yang mendukung diberikan nilai 3
b. alternatif jawaban yang kurang mendukung diberikan nilai 2
c. alternatif jawaban yang tidak mendukung diberikan nilai 1
b. Teknik Pendukung
Teknik pendukung dalam penelitian ini adalah :
1) Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pendukung untuk
mengumpulkan data dalam penelitian ini, karena hasil wawancara
digunakan untuk memperkuat hasil data yang diperoleh dari teknik
angket. Wawancara dilakukan kepada pihak-pihak terkait dengan
masalah penelitian, seperti orang tua, dan keluarga lainnya.
2) Teknik dokumentasi
Penelitian ini menggunakan teknik pendukung teknik dokumentasi
yakni pengambilan data yang diperoleh dari informasi, keterangan
ataupun fakta-fakta yang berhubungan dengan objek penelitian.
4. Instrumen Penelitian
Variabel tingkat pengetahuan orang tua dalam penelitian ini menggunakan kuesioner
kepada orang tua yang ada di SDN 139 Palembang. Menurut Setiadi (2013)
Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengedarkan suatu pertanyaan yang berupa formulir.
5. Pengolahan dan Analisis data
1. Pengolahan Data
Menurut Setiadi (2013), proses pengolahan data melalui tahap-tahap sebagai
berikut :

a. Editing, yaitu memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para
pengumpul data. Peneliti sudah memeriksa kuesioner yang telah diisi oleh
responden yang mencakup kelengkapan pengisian yang telah dilakukan oleh
responden.
b. Coding, yaitu mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden kedalam
kategori. Biasanya klasifikasi dilakukan dengan cara memberi tanda/kode
berbentuk angka pada masing-masing jawaban. Peneliti sudah mengklasifikasikan
jawaban-jawaban dari kuesioner responden ke dalam kategori yang sudah
ditentukan, dan memberi tanda/kode berbentuk angka pada masing-masing
jawaban pada lembar kuesioner seperti Jenis kelamin (1= Laki-laki, 2=
Perempuan), Pendidikan (1= SD, 2= SMP, 3= SMA, 4= PT), Status Kerja (1=
Bekerja, 2= Tidak Bekerja).
c. Sorting, yaitu mensortir dengan memilih atau mengelompokkan data menurut
jenis yang dikehendaki (klasifikasi data).Peneliti sudah mengklasifikasikan data
sesuai dengan jenis permasalahan yang sudah dirumuskan.
d. Entry Data : jawaban-jawaban yang sudah diberikan kode kategori kemudian
dimasukan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data. Memasukkan
data. Pada penelitian ini, jawaban-jawaban dari reponden telah dimasukan dalam
tabel dengan cara menghitung frekuensi data melalui pengolahan komputer. Dan
dilakukan dengan menggunakan Uji Dependent T-test.
e. Cleaning, yaitu pembersihan data, lihat variabel apakah data sudah benar atau
belum. Pada penelitian ini, peneliti talah memeriksaan kembali apakah terdapat
data yang missing kemudian dilakukanpembersihan data. Dan tidak terdapat data
yang missing.
f. Mengeluarkan informasi : disesuaikan dengan tujuan penelitian yang dilakukan.
Pada penelitian ini data telah disajikan sesuai dengan tujuan permasalahan yang
sudah dirumuskan.
2. Analisis Data
Setelah melalui tahapan tersebut, data kemudian diuji dengan menggunakan
hubungan antar variabel dengan analisis statistik secara univariat dan bivariat.

a. Analisis Univariat
Dijelaskannya atau dideskripsikannya karakteristik setiap variabel
penelitian. Data dianalisis dan menghasilkan distribusi frekuensi dan rata-rata
yaitu tingkat pengetahuan orang tua di SDN 139 Palembang.

b. Analisis Bivariat
Analisis bivariat adalah metode statistik yang digunakan oleh peneliti
untuk mengetahui pengaruh dari intervensi terhadap variabel penelitian yaitu
untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan
kejadian diare di SDN 139 Palembang.
Analisa metode statistik yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui
hubungan dari variabel penelitian yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan
tingkat pengetahuan orang tua dengan menggunakan uji dependent T-test. Dengan
ketentuan bilanilai p value ≤ α (0.05), ada hubungannya dengan kejadian diare di
SDN 139 Palembangdan Bilanilai p value> α (0,05), tidakada hubungan antara
tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian diare pada anak di SDN 139
Palembang.
6. Etika Penelitian
1. Informed Consent (Lembar Persetujuan)
Adalah persetujuan yang diperoleh bebas tanpa tekanan atau adanya bujukan,
setelah subjek penelitian memperoleh penjelasan yang sewajarnya tentang penelitian
tersebut, serta peneliti memberikan informasi mengenai terjaminnya kerahasiaan
biodata dan hasil pemeriksaan medis tentang subjek penelitian (Notoadmodjo, 2010).
Peneliti telah memberikan informasi yang lengkap sebelum melakukan
penelitian dan responden diminta menanda tangani lembar informed consent sebagai
bukti bersedia menjadi responden penelitian.
2. Privacy (Kerahasiaan)
Peneliti perlu memperhatikan bahwa penelitian yang dilakukan tetap menjaga
kerahasiaan responden selama penelitian. Responden mempunyai hak utnuk
mengharapkan bahwa data yang dikumpulkan selama masa penelitian akan dijaga
kerahasiaannya (Hidayat, 2007).
Selama pengumpulan data, peneliti telah memastikan bahwa penelitian yang
dilakukan tidak menginvasi melebihi batas yang diperlukan dan menjaga kerahasiaan
responden selama penelitian.
3. Anonimity (Tanpa Nama)
Penelitian memberikan jaminan dalam menggunakan subjek penelitian dengan
cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur
dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang
akan disajikan (Hidayat, 2007).
Selama pengumpulan data, peneliti telah memberikan jaminan bahwa tidak
mencantumkan nama responden kedalam kuesioner namun dengan cara menuliskan
inisial nama saja pada lembar kuisioner.
4. Confidentiality
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan
hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi
yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti (Hidayat, 2007).
Peneliti telah meyakinkan klien bahwa peneliti menjamin kerahasiaan baik
informasi maupun masalah-masalah yang berhubungan dengan klien dengan tidak
menyebarluaskannya melebihi data yang diperlukan.
5. Protection from discomfort
Responden harus diyakinkan bahwa partisipasinya dalam penelitian atau
informasi yang telah diberikan tidak akan dipergunakan dalam hal-hal yang dapat
merugikan responden dalam bentuk apapun (Nursalam, 2008).
Peneliti telah meyakinkan responden bahwa data yang telah diberikan tidak
dipergunakan dalam hal-hal yang dapat merugikan, serta menciptakan lingkungan
yang nyaman bagi responden pada saat melakukan penelitian.
6. Beneficience
Penelitian yang akan dilakukan memang mampu memberikan manfaat kebaikan
bagi kehidupan manusia (Swarjana, 2015). Peneliti telah memberikan manfaat berupa
pengetahuan bahwa kecemasan salah satunya bisa diatasi dengan relaksasi benson.
7. Justice
Penelitian harus mampu menerapkan prinsip keadilan, terutama terhadap subjek
maupun partisipan dalam penelitian yang akan dilakukan (Swarjana, 2015). Peneliti
sudah memberikan keadilan kepada setiap klien dengan cara memberikan informasi,
tindakan dan komunikasi yang sama.