Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL KEGIATAN PELATIHAN PEMANFAATAN KAYU UNTUK

DIGUNAKAN PRODUKSI DAN PELUANG USAHA


LAPORAN

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan PTK yang diampu
oleh Dr. H. Purnawan, S.Pd., M.T.

Disusun oleh:

Wibi Noprianto 1607626

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

hidayah-Nya,sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan proposal kegiatan pelatihan

pemanfaatan kayu di desa Tuk kecamatan Kedawung kabupaten Crebon dengan lancar dan tepat

waktu.

Sholawat serta salam senantiasa kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad

SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di yaumul kiyamah nanti. Amin.

Penulis menyampaikan ucapan terimkasih kepada semua pihak yang telah membantu

dalam penyusunan proposal ini.Akhirnya, sebagai karya manusia biasa, penulis menyadari pasti

banyak kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada proposal ini. Untuk itu, penulis juga

menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penyusunan

proposal ini. Dan semoga kegiatan pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar. Amiin

Bandung, 06 Januari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................................... iii

PENDAHULUAN. .................................................................................................................. 1

A. Nama Kegiatan ...................................................................................................... 3


B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ............................................................. 3
C. Peserta Kegiatan..................................................................................................... 3
D. Tujuan Kegiatan ..................................................................................................... 4
E. Hasil yang diharapkan............................................................................................ 4
F. Desain Kegiatan . ................................................................................................... 4
G. Susunan Panitia ..................................................................................................... 4
H. Jadwal Kegiatan ..................................................................................................... 4
I. Anggaran Kegiatan ................................................................................................ 4
J. Hasil dan Tindak Lanjut Kegiatan ......................................................................... 4
K. Penutup .................................................................................................................. 5

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................................... 6

LAMPIRAN – LAMPIRAN
A. Lampiran 1 ..................................................................................................... 7
B. Lampiran 2 ..................................................................................................... 9
C. Lampiran 3 ................................................................................................... 11
D. Lampiran 4 ................................................................................................... 13

iii
iv
PENDAHULUAN

Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia yang dimilikinya. Sumberdaya manusia yang berkualitas akan mampu
mengelola sumber daya alam dan memberi layanan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, hampir semua bangsa berusaha meningkatkan kualitas
pendidikan yang dimilikinya, termasuk Indonesia. Kualitas sumberdaya manusia dapat dilihat dari
kemampuan atau kompetensi yang dimiliki baik melalui jalur formal maupun non formal.
Kompetensi yang dimiliki oleh manusia selanjutnya akan diterapkan secara nyata dalam
kehidupan kerja. Persoalan ketenagakerjaan selalu mendapat perhatian yang serius dari berbagai
kalangan, baik pemerintah, swasta maupun dari masyarakat. Kompleksitas permasalahan
ketenagakerjaan ini dapat dipandang sebagai suatu upaya masing-masing individu untuk
memperoleh dan mempertahankan hak-hak kehidupan yang melekat pada manusia agar memenuhi
kebutuhan demi kelangsungan hidup. Tujuan pembangunan nasional, yaitu terwujudnya
masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan dan berdaya saing maju dan sejahtera
dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri
dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Dari tujuan tersebut tercermin bahwa sebagai titik sentral pembangunan adalah
pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran pembangunan
maupun sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan
merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional. Di sisi lain, terdapat
beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut,
khususnya dibidang dibidang ketenagakerjaan, sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam
mengatasinya.
Sehubungan hal tersebut di atas pengembangan sumber daya manusia di Indonesia
dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir di tempat
kerja. Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan sumber daya manusia yang
dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu, jalur pelatihan dan
pengembangan karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap
pendidikan. Arah pembangunan sumber daya manusia di indonesia ditujukan padapengembangan

1
kualitas sumber daya manusia secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental,
penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai
oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya.
Salah satu model peningkatan kualitas hidup dapat diperoleh melalui jalur pelatihan. Melalui jalur
yang singkat ini, peserta dibina dan diarahkan dengan metode yang lebih efektif dan tepat sasaran
dan berorientasi pada manajemen dan praktik. Tujuannya adalah setelah kegiatan pelatihan,
peserta dapat memanajemen diri sendiri dan menerapkan skill yang diperolehnya dalam bentuk
sebuah wirausaha baru.
Berdasarkan data yang diperoleh di wilayah kabupaten Cirebon, pemuda yang berada pada
usia produktif namun menganggur cukup tinggi.. Kondisi ini jika dibiarkan dapat menyebabkan
penumpukan pengangguran dan menimbulkan masalah sosial baru. Angka penganguran cukup
tinggi di karenakan di daerah kabupaten Cirebon kekurangan akan lapangan pekerjaan dan masih
minimnya upah minimum regional (UMR),dan juga kebanyakan pemuda lebih memilih merantau
ke kota – kota besar seperti jakarta, bekasi, bandung, dan lain-lainya .
Disatu sisi pertumbuhan daerah dan tingginya permintaan akan pembangunan disekitar
wilayah kabupaten Cirebon , ini dapat menjadi peluang bagi wirausaha yang responsif untuk
meraih kesempatan tersebut. Karena kabupaten Cirebon merupakan kawasan Pariwisata yang
dimana di desa Tuk khususnya, terdapat banyak kesenian dan kerajinan, dan . Namun sejauh ini
belum ada tindakan yang nyata baik dari pemerintah maupun tokoh masyarakat dan pengusaha
untuk membantu meminimalisir angka pengangguran yang cukup tinggi.
. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka lembaga pelatihan dan pengembangan
produktifitas sumber daya manusia yang berlokasi di desa Bunton mencoba untuk memfasilitasi
kelompok produktif ini agar bisa lebih produktif dan berguna bagi upaya memperbaiki ekonomi
keluarga, salah satunya adalah dengan jalan memberikan pelatihan tentang manajemen dan
Pemanfaatan kayu untuk produksi dan peluang usaha..

2
A. Nama Kegiatan
Adapun nama kegiatan ini adalah “ Pelatihan Keterampilan pemanfaatan kayu untuk
produksi dan peluang usaha di desa Tuk kecamatan Kedawung kabupaten Cirebon ”.

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan pelatihan pemanfaatan kayu balok untuk produksi dan peluang usaha
dilaksanakan di Cirebon selama 3 hari, yang insyaallah diaksanakan pada:
Hari / Tanggal : Jum’at – Minggu, 10 – 12 Januari 2019
Waktu : 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Pendopo Desa Tuk kecamatan Kedawung kabupaten Cirebon

C. Peserta Kegiatan
Adapun peserta dari kegiatan ini adalah :
1. Peserta pelatihan : 20
2. Fasilitator Manajemen dan Motivasi :2
3. Fasilitator Teknik :3
Sehingga peserta seluruhnya berjumlah : 25

D. Tujuan Kegiatan
Program pelatihan pemanfaatan kayu untuk produksi dan peluang usaha bertujuan untuk :
1. Memotivasi dan membangun sikap wirausaha bagi kelompok muda produktif
2. Melatih keterampilan kaum muda produktif dalam usaha khususnya peluang usaha kayu
3. Membuat atau memperbanyak lapangan pekerjaan di sekitar wilayah kabupaten Cirebon
4. Menciptakan dan mengembangkan hubungan kerja dan kerjasama (team work) antar
pemuda dan lembaga
5. Menumbuhkan dan mengembangkan motivasi kerja/ berprestasi dalam rangka
meningkatkan produktivitas unit kerja

3
E. Hasil yang diharapkan
Secara khusus dengan program pelatihan ini , hasil yang diharapkan yaitu :
 Jangka pendek :
1. Peserta termotivasi dan berani membangun sikap wirausaha baru
2. Memperbanyak lapangan pekerjaan di sekitar wilayah kabupaten Cirebon
khususnya di desa tuk kecamatan kedawung.
3. Melatih keterampilan kaum muda produktif dalam usaha perkayuan

 Jangka panjang :
1. Peserta termotivasi dan berani membangun sikap wirausaha baru khususnya
dibidang perbengkelan
2. Keterampilan kaum muda produktif dalam bidang kerajinan kayu makin
meningkat
3. Dapat membuka usaha kerajinan dari kayu secara mandiri

F. Desain Kegiatan
Terlampir

G. Susunan Panitia
Terlampir

H. Jadwal Kegiatan
Terlampir

I. Anggaran Kegiatan
Terlampir

4
J. Hasil dan Tindak Lanjut
Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam
bentuk usaha-usaha baru dalam bidang kewirausahaan khususnya usaha perkayuan dan dapat di
aplikasikan secara mandiri.

K. Penutup
Proposal ini dibuat sebagai upaya lembaga atas tingginya persaingan didunia industri dan
tantangan akan dunia kerja yang makin menglobal. Disatu sisi pemerintah berupaya untuk
menekan angka pengangguran namun disisi lain pengangguran tetap bertambah dan diperparah
dengan minimnya modal dan keterampilan kerja. Sasaran utamanaya adalah kelompok muda
produktif.
Untuk itu kami mengharapkan dukungan dan partisipasi penuh dari pemerintah khususnya
Gubernur Jawa Tengah melalui Biro Kesra Setda Jawa Barat, Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat,
Bupati Cirebon, Dinas Pekerjaan Umum Cirebon dan Dinas Pendidikan bagian Pendidikan Non
Formal kabupaten Cirebon dan lain-lain dalam bentuk dana dan material untuk menyukseskan
kegiatan ini. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian dan
penulisan proposal ini. Atas perhatiannya, kami sampaikan ucapan terimakasih.

5
LEMBAR PENGESAHAN

Bandung, 06 Januari 2019

Sekretaris Ketua Panitia

Said Abdurrahman F Wibi Noprianto


NIM. 1607684 NIM. 1607626

Mengetahui,
Kepala Bagian Pendidikan Non Formal Disdikpora Cirebon

Alex Suheriyawan, M.Pd

6
Lampiran 1.

Desain Kegiatan
1. Materi
Materi yang diajarkan dalam kegiatan Pelatihan ini terdiri dari :
a. Manajemen pegelolaan diri
b. Manajemen pengelolaan keuangan
c. Manajemen pengelolaan kegiatan usaha
d. Motivasi kerja
e. Pemahaman Silabus (adaptif, normatif dan produktif dan mulok)
f. Pengetahuan dasar material kayu
g. Pengenalan prosedur pembuatan kerajinan
h. Tata letak peralatan dan pengelolaan material dan mesin dalam bengkel
i. Pemilihan material kayu
j. Mendesain kerajinan
k. Membentuk kayu
l. Tata cara mengukir kayu dasar
m. Mengukir kayu berkelanjutan
n. Menghaluskan barang produksi hampir jadi
o. Finishing
p. Penanganan kerajinan kayu pasca produksi
q. Pemasaran dan penjualan
2. Metode
Metode pembelajaran dalam kegiatan pelatihan ini terdiri dari metode ceramah, survey
dan demostrasi dan eksperimen serta praktikum
3. Fasilitator
Fasilitator kegiatan pelatihan ini terdiri dari :
a. Fasilitator manajemen dan Motivasi (2 orang)
Terdiri dari seorang akademisi dan seorang praktisi
b. Fasilitator Teknik (3 orang)
Terdiri dari 3 orang tenaga teknik yang ahli dalam bidang kerajinan kayu

7
4. Fasilitas
Fasilitas yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah :
a. Ruang diklat yang representatif
b. Media Pembelajaran (modul dan alat peraga)
c. Mesin dan tools
d. Alat pelindung diri (APD)
f. Bengkel Survey

8
Lampiran 2.
SUSUNAN PANITIA

Pelindung : Bupati Cirebon

Penasehat : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga kabupaten Cirebon

Penanggung Jawab : Kepala Bagian Pendidikan Non Formal Disdikpora Cirebon

Ketua : Wibi Noprianto

Wakil Ketua : Lilis Andriyani

Sekretaris : Said Abdurrahman

Bendahara : Wahyu Trisnawati

Seksi Kegiatan Seksi Dokumentasi

 Dian Fatmawati  Satrio Mahardika


 Shabiq Farhan  Cahyo Nugroho
 Ratna Dika  Elik Hermawan
 Fahmi Saputra  Maya Anisa
 Fauzi Amalia  Shella Maria

Seksi Konsumsi Seksi Humas

 Reka Herdianto  Fifin Pusparani


 Amalia Larasati  Eka Ulyani
 Hardini Elia  Hans Zakiy
 Yusuf Ega  Yoan Zein
 Tri Wahyudi  Stephanie Yang
 Qori Maulani

9
Seksi Perlengkapan

 Ika Wisnu
 Murti Priatni
 Gani Irsyadi
 Arsyad Ady
 Abdil Lutfie
 Syahrul Arya

10
Lampiran 3.

JADWAL KEGIATAN
Jumlah total jam pelatihan adalah7 jam yang dimulai dari pukul 08.00 WIB - 15.00 WIB dan
dilaksanakan selama 4 hari kerja sehingga total terdapat 28 jam efektif yang kemudian dibagi
mejadi :

 Tatap muka : 25% artinya 5 Jam


 Survey : 4 % artinya 1 jam
 Sumulasi dan Demonstrasi : 4% artinya 1 jam menit
 Praktikum : 67 % artinya 14 Jam

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua minggu terhitung tanggal 11-13 Januari 2019.

 Hari Pertama

No. Waktu Kegiatan Fasilitator

1. 07.30 – 08.00 Registrasi

2. 08.00 – 08.30 Pembukaan Ceramah Ketua Lembaga dan Instansi


Terkait
3. 08.30 – 10.00 Manajemen pegelolaan diri Ceramah Manajemen

4. 10.00 – 11.00 Manajemen pengelolaan keuangan Ceramah Manajemen

5. 11.00 – 12.00 Manajemen pengelolaan kegiatan usaha Ceramah Manajemen

6. 12.00 – 12.45 ISHOMA

7. 12.45 – 13.15 Motivasi kerja Ceramah Manajemen

8. 13.15 – 13.45 Pengetahuan dasar tentang perkayuan Teknik

9. 13.45 – 14.30 Pengenalan workshop Teknik

10. 14.30 – 15.00 Motivasi kerja Manajemen

11
 Hari kedua sampai hari ketiga

No. Waktu Kegiatan Fasilitator

1. 07.30 – 08.00 Registrasi

2. 08.00 – 08.45 Tata leta peralatan dan pengelolaan material kayu dan Teknik
mesin dalam bengkel Simulasi & Demosntrasi
3. 08.45 – 09.30 Desain kerajinan yang siap jual Teknik

4. 09.30 – 10.15 Mengeset mesin dan alat alat untuk Praktikum Teknik

5. 10.15 – 11.00 Membuat dasar Praktikum Teknik

6. 11.00 – 12.00 Pemasaran dan penjualan Ceramah Manajemen

7. 12.00 – 12.45 ISHOMA

8. 12.45 – 13.15 Membuat kerajinan Praktikum Teknik

9. 13.15 – 13.45 Membuat kerajinan tingkat akhir Praktikum / Teknik


pembuatan kerajinan

10. 13.45 – 14.30 Finishing Praktikum kerajinan Teknik

11. 14.30 – 15.00 Penanganan material kayu pasca produksi Simulasi & Teknik
Demosntrasi

12
Lampiran4.

ANGGARAN KEGIATAN
Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan pemanfataan kayu untuk produksi
dan peluang usaha, sebesar Rp.26.215.000,00

Pemasukan : Rp 26. 215.000,00

Pengeluaran : Rp 26. 215.000,00

Saldo : Rp 0,00

A. Pemasukan
Anggaran ini dari APBD kabupaten Cirebon sebesar = Rp. 26. 215.000,00

B. Pengeluaran

 Kesekretariatan
1. Pengadaan Materi 25 x @Rp 20.000,00 = Rp. 500.000,00
2. ATK 25 x @Rp 10.000,00 = Rp. 250.000,00
3. Sertifikat 20 x @ Rp 15.000,00 = Rp. 300.000,00
4. Pelacad 5 x @Rp. 15.000.00 = Rp. 75.000,00

 Konsumsi
1. Snack 30 x @ Rp 5.000,00 x 3 = Rp. 450.000,00
2. Makan Siang 30 x @ Rp 10.000,00 x 3 = Rp 900.000,00

 Honorarium Jumlah Fasilitator


1. Fas. Manajemen 2 x @ Rp 100.000,00/jam x 5 = Rp 1.000.000,00
2. Fas. Teknik 3 x @ Rp 50.000,00/jam x 14 = Rp 3.100..000,00
3. Transport Peserta 20 x @ Rp 15.000,00 x 3 = Rp. 900.000,00

13
 Kebutuhan Material
1. Mesin alat serut kayu 5 buah x @ Rp 1.200.000,00 = Rp 6.000.000,00
2. Tools / Pahat 25 buah x @ Rp 24.000,00 = Rp. 600.000,00
3. Material kayu besar 6x12m 15 batang x @ Rp 70.000,00 = Rp 1.050.000,00
4. Kayu kecil 3x12 m 15 batang x @ Rp 50.000,00 = Rp 750.000,00
5. Lem kayu 20 bungkus x @ Rp 10.000,00= Rp 200.000,00
6. Palu besar dan palu kecil 10 buah x @ Rp 30.000,00 = Rp 300.000,00
7. Mesin bor tangan 5 Buah x @ Rp1000.000,00 = Rp 5.000.000,00
8. Obeng plus minus 15 Batang x @ Rp 20.000,00= Rp. 300.000,00
9. meteran 5 buah x @ Rp 60.000,00 = Rp 300.000,00
10. Mesin gergaji 5 buah x @400.000,00 = Rp. 2.000.000,00
11. Mesin profil pahat 5 buah x @400.000,00 =Rp. 2.000.000,00
12. Pengukur sudut 10 buah x @20.000,00 =Rp. 200.000,00
13. Ampelas nomor 2 4 meter x @10.000,00 = Rp.40.000,00

Total = Rp 26.215.000,00

14