Anda di halaman 1dari 13

1.

1 Skenario C blok 5

Yasmin, mahasiswi 25 tahun, mempunyai berat badan 75 kg dan tnggi badan 155 cm.
Yasmin selalu berolah raga aerobik (lari dan berenang) sekitar 2 jam yang dilakukan setiap
hari yaitu satu jam pagi hari dan sayu jam sore hari. Dia sangat takut mengkonsmsui makanan
yang berlemak dan mengandung protein. Dia hanya mengkonsumsi buah-buahan, sayur-
sayuran, dan nasi. Yasmin juga mengkonsumsi slimming tea setiap hari.

Dalam dua bulan terakhir berat badannya turun 16 kg (yang tadinya berat badannya
91 kg). Saat ini dia sering merasa lelah dan sering menderita influenza (common cold). Siklus
menstruasinya sselalu terlambat dan tidak teratur. Orang tuanya berbadan gemuk. Kemudian
yasmin pergi ke dokter keluarga dan dokter mengatakan bahwa Yasmin menderita anemia
hipokrom mikrositer dengan hipokalemi dan hinatremia.

Pemeriksaan fisik:

TD: 140/90 mm/Hg, nadi 94x /menit, pernafasan 20x/ meni, suhu 36,2 C

Pemeriksaan Laboratorium:

Hb 10,5 g/dl, MCV=70 fl; MCH= 25 pg;

BSN= 110 mg/dl, HbA 1c : 6,2%

Total Cholesterol: 120 mg/dl, HDL:50 mg/dl; LDL:90 mg/dl, Na(sodium): 120mEq/L, K
(potassium): 2,8 mEq/L

1.2 Klarifikasi Istilah

Aerobik : mengandung O2 molekular; terjadi dalam keadaan


terdapatnya O2 untuk respirasi; memerlukan oksigen untuk
respirasi dirancang untuk meningkatkan O2 oleh tubuh
(dorland:26)

Olahraga Aerobik : suatu bentuk aktivitas fisik yang melibatkan otot-otot besar
dan dilakukan dalam intensitas yang cukup rendah serta dalam
waktu yang cukup lama (sherwood, 2001)
Influenza (common cold) : virus akut pada saluran pernafasan, timbul sebagai kasus
tersendiri, epidemi dan pandemi (Dorland, 566)

Menstruasi : keadaan fisiologi dan siklik berupa pengeluaran sekret yang


terdiri dari darah dan jaringan mukosa dari uterus nongravit
melalui vagina (Dorland, 666)

Hipokalemi : kadar kalium yang abnormal rendah dalam darah (Dorland,


544)

Hiponatremi : rendahnya konsentrasi natrium plasma yang disebabkan oleh


rendahnya kadar natrium total dalam tubuh (Dorland, 545)

Anemia hipokrom mikrositer: anemia yang ditandai dengan penurunan ukuran sel darah
merah dan perubahan warna yang enjadi pucat di bagian
tengah sel (Dorland, 56)

MCV : (Mean Corpuscular Volume) rata-rata volume eritrosit


(Dorland , 1990)

MCH : mean corpuscular hemoglobin( kandungan hemoglobin rata-


rata dari sebuah eritrosit) Dorland, 507

Hb : pigmen pembawa O2 pada eritrosit........................(dorland,


507)

BSN : (Blood Sugar Nuchter) pemeriksaan gulah darah puasa (


Astri,

HbA 1 c : tes yang menunjukkan rata-rata gua dalam darah 3 bulan


terakhir kamus kesehatan)

HDL : (High-Density Lipoprotein)golongan lipoprotein plasma


yang bertugas mengangkut kolestrol dari ekstrahepatic ke hati
untuk diekskresi di dalam empedu

LDL : (Low Density Lipoprotein) golongan lipoprotein yang


berfariasi dalam ukuran dan isi berfungsi mengangkut
kolestrol, trigliserida, dan lemak lain dalam darah ke berbagai
bagian tubuh (Dorland, 612)

1.3 Identifikasi Masalah

1. Yasmin, mahasiswi 25 tahun, mempunyai berat badan 75 kg dan tnggi badan 155 cm.
Yasmin selalu berolah raga aerobik (lari dan berenang) sekitar 2 jam yang dilakukan
setiap hari yaitu satu jam pagi hari dan sayu jam sore hari.
2. Nn. Yamin sangat takut mengkonsumsi makanan yang berlemak dan mengandung
protein. Dia hanya mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan nasi. Yasmin
juga mengkonsumsi slimming tea setiap hari.
3. Dalam dua bulan terakhir berat badannya turun 16 kg (yang tadinya berat badannya
91 kg). Saat ini dia sering merasa lelah dan sering menderita influenza (common
cold). Siklus menstruasinya selalu terlambat dan tidak teratur.
4. Orang tuanya berbadan gemuk
5. Kemudian yasmin pergi ke dokter keluarga dan dokter mengatakan bahwa Yasmin
menderita anemia hipokrom mikrositer dengan hipokalemi dan hiponatremi.
6. Pemeriksaan fisik:
TD: 140/90 mm/Hg, nadi 94x /menit, pernafasan 20x/ menit, suhu 36,2 C
7. Pemeriksaan Laboratorium:
Hb 10,5 g/dl, MCV=70 fl; MCH= 25 pg;
BSN= 110 mg/dl, HbA 1c : 6,2%
Total Cholesterol: 120 mg/dl, HDL:50 mg/dl; LDL:90 mg/dl, Na(sodium):
120mEq/L, K (potassium): 2,8 mEq/L

Prioritas Masalah:
3. Dalam dua bulan terakhir berat badannya turun 16 kg (yang tadinya berat
badannya 91 kg). Saat ini dia sering merasa lelah dan sering menderita influenza
(common cold). Siklus menstruasinya sselalu terlambat dan tidak teratur.
1.4 Analisis Masalah:

1. Yasmin, mahasiswi 25 tahun, mempunyai berat badan 75 kg dan tnggi badan


155 cm. Yasmin selalu berolah raga aerobik (lari dan berenang) sekitar 2 jam
yang dilakukan setiap hari yaitu satu jam pagi hari dan sayu jam sore hari.
a. Bagaimana cara menghitung IMT?
b. Apa manfaat olahraga aerobik?
c. Berapa kalori yang dibutuhkan?
Jawab:

Hitung Kebutuhan

Perhitungan pertama yang dilakukan adalah menghitung angka metabolisme


basal (AMB). Rumusnya adalah:

AMB = 0,9 kkal x berat badan (dalam kg) x 24 jam

Untuk menghitung kebutuhan energi harian, maka angka AMB yang didapat
kemudian dikalikan dengan variabel dari aktivitas fisik yang Anda lakukan.
Aktivitas dan variabel yang dilakukan adalah sebagai berikut:

 Ringan = 1,55 Berolahraga 1–3 kali/minggu


 Sedang = 1,70 Berolahraga 3–5 kali/minggu
 Berat = 2,00 Berolahraga 6–7 kali/minggu

Contoh Menghitung Kalori


Sebagai karyawan dengan aktivitas ringan (yang sebagian besar waktunya dihabiskan
dengan duduk di depan komputer), berat badan A adalah 60 kg. Berapa kebutuhan
energi harian dari A?

 AMB = 0,9 kkal x 75 kg x 24 jam = 1620


 Kebutuhan energi harian (kategori berat) = 2,00 x 1620 = 3240 kkal

d. Bagaimana patofisiologi obesitas?


e. Berapa lama durasi normal dalam berolahraga?

2. Nn. Yamin sangat takut mengkonsumsi makanan yang berlemak dan


mengandung protein. Dia hanya mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran,
dan nasi. Yasmin juga mengkonsumsi slimming tea setiap hari.
a. Mekanisme makanan berlemak?
b. Apa komposisi slimming tea?
c. Dampak dari mengkonsumsi slimming tea?
d. Berapa kebutuhan lemak dan protein per hari?
e. Dampak kekurangan dan kelebihan asupan lemak dan protein terhadap tubuh?
f. Bagaima metabolisme protein?
g. Bagaimana metabolisme lipid?
Jawab:

Metabolisme lipid
Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral,
yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Trigliserida dipecah
(lipolisis) menjadi asam lemak dan gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat
telah mencukupi, maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester
dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika
sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak
dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan
trigliserida jaringan. Proses

Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan


asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme
karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus
asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi sudah
mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan
selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami
kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami
steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak
juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat
dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat
menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis
metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.
Diet Trigliserida

Esterifikasi Lipolisis Steroid

Asam lemak
Steroidogenesis

Lipid Lipogenesis Oksidasi beta


Gliserol Kolesterogenesis
Karbohidrat Kolesterol
Protein
Asetil-KoA + ATP

Aseto asetat
Ketogenesis

Siklus asam
hidroksi butirat Aseton
sitrat

ATP H2O
CO2

Ikhtisar metabolisme lipid

h. Bagaimana metabolisme karbohidrat?


i. Apa dampak seseorang hanya mengkonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan
nasi?
j. Jenis-jenis makanan berlemak?
k. Jenis-jenis makanan berprotein?
Jawab:

1. Daging. Daging sangat diperlukan dalam masa pertumbuhan karena mengandung tinggi
protein. Anda bisa memilih daging sapi atau daging kambing untuk memenuhi protein harian
anda. Dalam 100 gram daging sapi mengandung 14 gram protein sedangkan dalam 100
gram daging kambing terdapat 27 gram kandungan protein, selain protein daging kambing
juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti zat besi, vitamin B12, fosfor dan selenium.

2. Ayam tanpa kulit. Daging ayam kaya akan kandungan protein hewani, dalam 3 ons
menyediakan 27 gram protein.
3. Telur. Satu telur berukuran besar mengandung sekitar 6.3 gram protein hewani, 3.6 gram
protein dalam putih dan 2.7 gram protein dalam kuning telur.
4. Susu. Secangkir susu skim menyediakan 8 gram protein.
5. Ikan laut. Satu porsi 3 ons ikan tuna mengandung 22 gram protein, sedangkan ikan salmon
mengandung 19 gram protein dalam 3 ons. Jenis Ikan laut umumnya mengandung asam
lemak omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan jantung,
6. Kepiting.
7. Tahu. merupakan salah satu makanan yang mengandung protein cukup baik per 4 ons tahu
mengandung sekitar 10 gram protein.
8. Ikan lele.. Dalam satu porsi ikan lele, mengandung setidaknya 15,6 gram protein yang dapat
memenuhi kebutuhan asam amino yang dibutuhkan tubuh Anda.
9. Kacang almound. kacang almound menjadi penutup daftar makanan yang mengandung
protein, kacang almound diketahui memiliki kandungan protein yang tidak kalah dari jenis
makanan lainnya, dalam 100 gram kacang almound mengandung 22 gram protein. Selain itu
almond juga mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung.
10. Buah pisang. Buah Pisang adalah salah satu buah yang memiliki manfaat yang cukup
banyak untuk kesehatan. Buah pisang mengandung 4 gram protein per 100 gram.
11. Buah Alpukat. Buah yang satu ini salah satu makanan yang paling bergizi dan mengandung
jumlah tinggi protein. Buah alpukat menyediakan 5 gram protein per 8 ons. .
12. Buah kurma. Buah yang berasal dari daerah Arab ini adalah buah manis dan lezat yang
kaya akan kandungan gula alami. Buah Kurma merupakan sumber yang sangat baik dari
protein. dalam 100 gram buah kurma memberikan Anda 2,50 gram protein.
13. Brokoli. Brokoli diketahui mengandung rendah lemak, tinggi protein dan mengandung nutrisi
penting seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C zat besi dan serat makanan. ½ cangkir brokoli
memberikan sekitar 2 gram protein.

l. Jenis-jenis makanan mengandung serat? (buah dan sayur)

3. Dalam dua bulan terakhir berat badannya turun 16 kg (yang tadinya berat
badannya 91 kg). Saat ini dia sering merasa lelah dan sering menderita influenza
(common cold). Siklus menstruasinya selalu terlambat dan tidak teratur.
a. Apa dampak seseorang yang diet berlebihan?
b. Apa sistem organ yang terkait dalam kasus ini?
c. Berapa penurunan berat badan normal?
d. Apa yang menyebabkan menstruasi tidak normal dalam kasus ini?
e. Bagaimana penyebab influenza dan lelah pada kasus ini?

4. Orang tuanya berbadan gemuk.


a. Apa jenis-jenis obesitas?
b. Apa faktor-faktor obesitas?
Jawab:

Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:

1. Faktor genetik.
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik.
Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan
kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit
untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru
menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33%
terhadap berat badan seseorang.

2. Faktor lingkungan.

Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi
lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini
termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali
seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapat
mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan
aktivitasnya.

3. Faktor psikis.

Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan


makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan
makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif.
Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang
menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang
kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

4. Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu
makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma
makan pada malam hari).

5. Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip
dengan bulimia nervosa, dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak,
bedanya padabinge hal ini tidak diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang
telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yang dikonsumsi sangat banyak. Pada
sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari
dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.

6. Faktor kesehatan.

Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:

- Hipotiroidisme

- Sindroma Cushing

- Sindroma Prader-Willi

- Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.

7. Obat-obatan.
Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi) bisa menyebabkan
penambahan berat badan.

c. Bagian tubuh mana saja yang menjadi tempat penimbunan lemak?


Jawab: perut, dada, lengan paha, muka

5. Kemudian yasmin pergi ke dokter keluarga dan dokter mengatakan bahwa


Yasmin menderita anemia hipokrom mikrositer dengan hipokalemi dan
hiponatremia.
a. Apa penyebab anemia hipokrom mikrositer pada kasus ini?
b. Apa penyebab hipokalemi pada kasus ini?
c. Apa penyebab hiponatremia pada kasus ini?

6. Pemeriksaan fisik:
TD: 140/90 mm/Hg, nadi 94x /menit, pernafasan 20x/ menit, suhu 36,2 C
a. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik?
Jawab:

1. Tekanan Darah (TD) normalnya 100-120/60-80 mmHg


TD: 140/90 mm/Hg,

Kategori TD Sistolik TD Diastolik


tekanan darah (mmHg) (mmHg)
pada dewasa
(Keperawatan
Klinis, 2011)
Kategori
Normal <120 <80
Prahipertensi 120-139 80-89
Normal <120 <80
Prahipertensi 120-139 80-89
Hipertensi 140-159 90-99
(derajat 1)
Hipertensi >160 >100
(derajat 2)

2. Nadi
94x/menit (normal)
Frekuensi denyut nadi dihitung dalam 1 menit, normalnya 60-100 x/menit
Takikardi jika > 100 x/menit dan Bradikardi jika < 60 x/menit
3. Suhu
suhu 36,2 C

Hipotermia (<35° C)
Normal (35-37° C)
Pireksia/febris (37-41,1° C)
Hipertermia (>41,1° C)

4. Respiration Rate (RR)


pernafasan 20x/ menit (normal)

Respirasi normal disebut eupnea (laki-laki : 12 – 20 x/menit), perempuan : 16-20


x/menit)
RR > 24 x/menit : Takipnea
RR < 10 x/menit : Bradipnea

7. Pemeriksaan Laboratorium:
Hb 10,5 g/dl, MCV=70 fl; MCH= 25 pg;
BSN= 110 mg/dl, HbA 1c : 6,2%
Total Cholesterol: 120 mg/dl, HDL:50 mg/dl; LDL:90 mg/dl, Na(sodium):
120mEq/L, K (potassium): 2,8 mEq/L
a. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium?
Jawab:

Nilai Normal Hemoglobin :

(10,5 g/dl)

 Pria : 13 - 18 gr/dL SI Unit : 8.1 - 11.2 mmol/L


 Wanita : 12 - 16 gr/dL SI Unit : 7.4 - 9.9 mmol/L

1. Penurunan nilai Hb dapat terjadi pada anemia (terutama anemia karena


kekurangan zat besi), sirosis, hipertiroidisme, pendarahan, peningkatan
asupan cairan dan kehamilan.

MCV=70 fl; MCH= 25 pg;

Mean Corpuscular Volume (MCV)

MCV=70 fl (kurang)

1. Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata volume eritrosit


2. Nilai normal : 80-100 fL

Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)

MCH= 25 pg (normal)

1. Pemeriksaan untuk mengetahui rata-rata banyaknya hemoglobin yang terdapat


dalam eritrosit.
2. Nilai normal : 26-34 pg

Kolesterol total

Kolesterol total mg/dL 150 – 200


45 – 65 (P)
HDL mg/dL
35 – 55 (L)
Trigliserid mg/dL 120 – 190

Total Cholesterol: 120 mg/dl (normal), HDL:50 mg/dl (normal); LDL:90


mg/dl(optimal)

Kolesterol total : 200-240 (mg/dl)


HDL – Kolesterol : 40-60 (mg/dl)
LDL – kolesterol : <100 (mg/dl)optimal

Kolesterol total diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel dan pembuatan
hormon. Jika berlebihan akan menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

 LDL (Low-Density Lipoprotein) atau lemak jahat.

Disebut sebagai lemak jahat karena lebih mudah tertimbun pada dinding
pembuluh darah.

 HDL (High-Density Lipoprotein) atau lemak baik.

HDL disebut dengan lemak baik karena dapat mengangkut timbunan lemak
dari pembuluh darah yang tertimbun kemudian dibawa ke hati untuk diproses

HbA1C
Nilai Rujukan (6,2%)

Nilai Rujukan : Bervariasi tiap laboratorium.


4,8 – 5,9 %
Untuk pemeriksaan awal/ diagnosis diabetes:
Hasil Abnormal :
HbA1c < 6,5 % : Normal
HbA1c > 6,5 % : Terdiagnosis Diabetes

Masalah Klinis

 Peningkatan kadar : DM tidak terkendali, hiperglikemia, DM yang baru


terdiagnosis, ingesti alkohol, kehamilan, hemodialisis. Pengaruh obat : asupan
kortison jangka panjang, ACTH.

 Penurunan kadar : anemia (pernisiosa, hemolitik, sel sabit), talasemia,


kehilangan darah jangka panjang, gagal ginjal kronis.

Na(sodium):
120 mEq/L (hiponatremia)
Nilai normal : 135-145 mEq/L
K (potassium):
2,8 mEq/L (hipokalemia)
Nilai normal 3,5-5,5 mEq/L

1.5 Hipotesis

Nn. Yasmin, Mahasiswa 25 tahun, mempunyai BB 75 kg dan TB 155 cm. Memiliki pola
makan yang tidak sehat, diet berlebihan, dan selalu mengkonsumsi slimming tea yang
menyebabkan yasmin influenza, cepat lelah, dan siklus menstruasi tidak teratur.

obesitas

Diet
Pola Makanan tidak Konsumsi slimming
seimbang Tea

Penurunan BB tidak
normal

Imunitas Hormon tidak


seimbang

Lelah, influenza Mens terlambat dan


tidak teratur

Anemia hipokrom mikrositer,


hipokalemia dan hiponatremia