Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaium Wr. Wb.


Alhamdulilllah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan kesempatan pada penulis untuk dapat melaksanakan dan menyelesaikan
makalah ilmiah yang berjudul “Terapi Akupuntur dan Akupresur Menghilangkan
Rasa Nyeri Saat Persalinan” ini tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ilmiah ini masih banyak kekurangan dan
ketidaksempurnaan karena keterbatasan data dan pengetahuan penulis serta waktu yang
ada saat ini, dengan rendah hati penulis mengharap kritik dan saran yang membangun
dari kalangan para pembaca untuk kesempurnaan makalah ilmiah yang penulis kerjakan
ini.
Dalam penulisan makalah ilmiah ini tidak lupa penulis mengucapkan banyak-
banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan makalah
ilmiah ini.
Terlepas dari semua kekurangan penulisan makalah ilmiah ini, baik dalam
susunan dan penulisanya yang salah, penulis memohon maaf dan berharap semoga
penulisan makalah ilmiah ini bermanfaat khususnya kepada penulis dan umumnya
kepada pembaca yang budiman.
Akhirnya, semoga Allah senantiasa meberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada
siapa saja yang mencintai pendidikan. Amin Ya Robbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Pandeglang, 26 Maret 2015

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ............................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Terapi Akupuntur ........................................................................... 3
1. Pengertian Akupuntur .............................................................. 3
2. Cara Kerja Akupuntur ............................................................. 3
3. Teknik Akupunktur Post Partum.............................................. 5
4. Akupuntur Dapat Menghilangkan Rasa Nyeri Persalinan ....... 9
5. Efek akupunktur ....................................................................... 10
6. Keuntungan akupuntur ............................................................. 11
B. Terapi Akupresur ........................................................................... 12
1. Pengertian Akupresur ............................................................... 12
2. Teknik Akupresur pada Persalinan .......................................... 13
3. Lokasi Titik Akupresur ............................................................ 14
4. Manfaat Akupresur .................................................................. 19
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................... 22
B. Saran............................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang
terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin
selama persalinan. Respon fisiologis terhadap nyeri meliputi peningkatan tekanan
darah, denyut nadi, pernapasann, keringat, diameter pupil, dan ketegangan otot.
Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan, baik secara
farmakologi maupun nonfarmakologi. Manajemen nyeri secara farmakologi lebih
efektif dibanding dengan metode nonfarmakologi namun metode farmakologi lebih
mahal, dan berpotensi mempunyai efek yang kurang baik. Sedangangkan metode
nonfarmakologi bersifat nonintrusif, noinvasif, murah, simple, efektif dan tanpa efek
yang merugikan. Metode nonfarmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama
persalinan karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya.
Relaksasi, teknik pernapasan, pergerakan dan perubahan posisi, massage,
hidroterapi, terapi panas/dingin, musik, guided imagery, akupuntur, akupresur,
aromaterapi merupakan beberapa teknik nonfarmakologi yang dapat meningkatkan
kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping yang efektif
terhadap pengalaman persalinan.
Pengobatan alternatif akupuntur adalah teknik pengobatan yang digunakan
dalam pengobatan tradisional Cina. Jarum-jarum yang sangat tajam digunakan untuk
menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh. Sedangkan terapi akupresur adalah
perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring dengan perkembangan ilmu
akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah turunan dari ilmu akupuntur.
Akupresur merupakan salah satu teknik nonfarmakologi yang paling efektif dalam
manajemen nyeri persalinan. Akupresur disebut juga akupunktur tanpa jarum, atau
pijat akupunktur. Teknik ini menggunakan tenik penekanan, pemijatan, dan
pengurutan sepanjang meridian tubuh atau garis aliran energi. Teknik akupresur ini
dapat menurunkan nyeri dan mengefektifkan waktu persalinan. Tekhnik dalam terapi
ini menggunakan jari tangan sebagai pengganti jarum tetapi dilakukan pada titik-titik
yang sama seperti yang digunakan pada terapi akupuntur. Ada beberapa jenis
klasifikasi, cara, indikasi serta kontraindikasi dari terapi akupuntur dan akupresur
yang akan dijabarkan lebih jelas didalam makalah.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dijabarkan dalam karya ilmiah ini yaitu
sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Dari Terapi Akupuntur dan Akupresur ?
2. Bagaimana Cara Kerja Akupuntur dan Akupresur?
3. Bagaimana Teknik Akupunktur dan Akupresur Pada Persalinan ?
4. Apakah Akupuntur dan Akupresur Dapat Menghilangkan Rasa Nyeri
Persalinan?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Pengertian Dari Terapi Akupuntur dan Akupresur ?
2. Mengetahui Cara Kerja Akupuntur dan Akupresur?
3. Mengetahui Teknik Akupunktur dan Akupresur Pada Persalinan ?
4. Mengetahui Akupuntur dan Akupresur Dapat Menghilangkan Rasa Nyeri
Persalinan?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Terapi Akupuntur
1. Pengertian Akupuntur
Kata akupuntur berasal dari bahasa Yunani, yaitu acus yang berarti jarum
dan punctura yang berarti menusuk. Di dalam bahasa Inggris menjadi to
puncture, sedangkan kata asal dalam bahasa Cina adalah cenciu. Kata tersebut
kemudian diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi akupuntur atau
tusuk jarum. Istilah akupuntur lebih dikenal dan berkembang luas di dunia
Internasional dari pada kata aslinya cenciu karena orang di luar Cina banyak
mempelajari ilmu akupuntur dari buku-buku yang diterbitkan dalam bahasa
selain Cina, terutama bahasa Inggris.
Sebagai suatu sistem pengobatan, akupuntur merupakan pengobatan yang
dilakukan dengan cara menusukkan jarum di titik-titik tertentu pada tubuh
pasien. Maksudnya adalah untuk mengembalikan sistem keseimbangan tubuh
sehingga pasien sehat kembali.
Akupuntur adalah teknik pengobatan yang digunakan dalam pengobatan
tradisional Cina. Jarum-jarum yang sangat tajam digunakan untuk menstimulasi
titik-titik tertentu pada tubuh. Titik-titik ini terdapat pada jalur-jalur energi yang
disebut "meridian". Pengobatan akupuntur dirancang untuk memperbaiki aliran
dan keseimbangan energi.
2. Cara Kerja Akupuntur
Titik-titik tertentu di tubuh pasien ditusuk dengan jarum. Murni hanya
jarum, tanpa ada bahan lain atau obat pada jarumnya. Fungsi jarum tersebut
‘membantu’ membenahi sistem energi tubuh yang bermasalah. Karena itulah
tusukan pada titik-titik tersebut disesuaikan dengan jenis penyakit yang diderita
pasien.
Perawatan akupuntur saat ini sedikit berbeda dengan cara yang dilakukan
masyarakat Cina Kuno. Dahulu, masyarakat Cina Kuno menggunakan batu-batu
tajam, kayu dan buluh sebagai alat untuk menekan dan menusuk bagian-bagian
tertentu. Tetapi kini, alat-alat ini diganti dengan cara yang lebih modern, yaitu
penggunaan jarum-jarum halus yang telah disterilkan. Jarum-jarum ini dibuat
dari berbagai bahan logam seperti jarum silver atau jarum perak, jarum copper
atau jarum tembaga, dan jarum emas.
Jarum yang ditusukkan itu tidak akan terasa sakit, hanya ada sedikit rasa
ditusuk jarum dan bila jarum ditusukkan lebih dalam mungkin akan terasa
seperti disetrum, sebab jarum yang digunakan sangat tajam, padat, dan jauh
lebih halus dibandingkan jarum suntik. Panjang jarum berkisar antara 12 mm-10
cm, dan dapat ditusukkan sedalam 6 mm-7.5 cm, tergantung kurus-gemuknya
pasien, lokasi titik pengobatan, dan gangguan (di dalam atau permukaan). Jarum
dapat dibiarkan tertancap selama beberapa detik sampai satu jam, tetapi
umumnya 20 menit. Bagi yang menghadapi penyakit yang agak kronis
perawatan dijalankan sebanyak sekali atau dua kali seminggu. Sebaliknya,
perawatan ringan diberikan bagi penyakit yang tidak terlalu kritis.
Dalam pengobatan, pasien mungkin perlu membuka sebagian pakaiannya
agar jarum dapat ditusukkan pada titik-titik yang perlu sementara pasien
berbaring. Umumnya titik-titik pengobatan terletak di lengan bawah dan tangan,
tungkai bawah dan kaki, walaupun titik-titik akupuntur terdapat di seluruh
tubuh.
Titik penusukan tergantung pada lokasi gangguan dan cara akupunturis
untuk mempengaruhi tubuh. Titik ini tidak harus langsung berhubungan dengan
keluhan pasien, misalnya untuk pengobatan gangguan kepala dapat saja diambil
titik pengobatan pada kaki yang terletak pada kanal yang bersangkutan.
3. Teknik Akupunktur Post Partum
Menurut Julie Argyle, L.Ac. lisensi ahli akupunktur di Pusat Kebugaran
Cameron Washington Hospital di Washington, Pa, jika ibu hamil dan masa lahir
ibu sebentar lagi, pertimbangkanlah untuk membuat daftar bantuan seorang ahli
akupunktur. Merangsang kerja konvensional obat-obatan seperti clomid
(misoprostol) dapat menimbulkan kontraksi berat. Tapi teknik akupunktur
memulai dengan lembut. Argyle menjelaskan, menurut pengobatan tradisional
Cina, akupunktur bekerja dengan cara menyeimbangkan tubuh aliran Chi atau
energi kehidupan, yang ketika diblokir dapat menunda tenaga kerja.
Menurut para peneliti Swedia, ibu hamil yang menerima akupunktur
selama persalinan mungkin kurang kemungkinan untuk meminta epidural untuk
mengurangi rasa sakit mereka, dan mungkin bahkan merasa lebih santai,
daripada mereka yang pergi tanpa pengobatan Cina kuno.
Menurut dr. Shinta Sukandar, SpAK, MM., Spesialis Akupuntur Klinik,
pada seminar sehari yang bertajuk Persalinan Tanpa Nyeri Persalinan Nyaman,
di Fakultas Kedokteran UI Salemba, Jakarta, untuk mengurangi rasa nyeri saat
persalinan, biasanya teknik akupunktur ini mulai diberikan pada trimester ketiga
dengan tujuan untuk membantu persiapan tubuh ibu hamil dalam persalinan,
dengan penekanan mempersiapkan serviks dan tulang panggul guna proses
persalinan. Selain mengurangi rasa nyeri pada persalinan, akupuntur ini juga
dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit pascacaesar. Bagian tubuh yang
ditusuk dengan jarum akupuntur adalah perut, bokong, tangan dan kaki. Jarum
ditusukan dengan kemiringan 45 derajat dan ditempelkan pada kulit, sehingga
tidak mengganggu proses persalinan. Setelah itu jarum dapat dirangsang secara
manual ataupun menggunakan listrik dengan daya yang kecil.
Jika ibu mau mencoba teknik akupunktur ini, ada beberapa syarat bagi ibu
agar aman dalam melakukan teknik akupunktur, yaitu:
a. Tekanan darah ibu hamil haruslah normal.
b. Ibu diperkirakan akan melahirkan secara normal. Bagi yang mempunyai
tekanan darah tinggi, sebaiknya tidak menggunakan teknik akupunktur ini.
c. Pasien berada dalam keadaan inpartu.
d. Pembukaan serviks haruslah 4 cm atau lebih.
e. Jika ibu memiliki alergi terhadap logam apapun, sebaiknya ibu berhati-hati
karena bias-bisa saat melakukan akupunktur tiba-tiba terjadi kelainan. Jika
terjadi, maka akupunktur harus segera dihentikan dan dilakukan tindakan
lain.
f. Hal penting yang tidak boleh dilewatkan dan dilupakan yaitu penggunaan
jarum haruslah sekali pakai (disposible). Jarum akupunktur tidak menularkan
penyakit, justru yang bisa menularkan penyakit adalah jarum suntik. Bagian
dalam jarum suntik berongga sehingga ketika jarum disuntikkan lalu ditarik
akan ada darah atau serum yang terbawa. Sedangkan jarum akupunktur
dipastikan aman jika menggunakan jarum disposible atau sterilisasi yang
akurat.
Ada beberapa ukuran jarum yang biasa dipakai dalam teknik akupunktur
ini, yaitu untuk ukuran jarum akupunktur dewasa, baik untuk yang sedang hamil
atau tidak hamil sama saja. Memang ukurannya beragam, dari 1,3 cm sampai
10,2 cm. Diameter 0,24 mm sampai 0,45 mm. Ukuran paling panjang digunakan
untuk bagian pantat. Ukuran yang lebih pendek untuk seluruh bagian tubuh. Dan
yang paling pendek untuk tangan atau wajah. Jarum akupunktur terbuat dari
logam yang berbeda-beda, namun hampir semua kini terbuat dari stainless steel.
Namun ada juga jarum yang terbuat dari jarum perak dan emas, biasanya
digunakan untuk kasus-kasus tertentu saja.
Akupunturis berpengalaman dapat segera mendeteksi gejala defisiensi atau
stagnansi Chi-Tsie ini, karena keduanya memiliki ciri berbeda. Kesulitan
persalinan akibat kekurangan Chi-Tsie memiliki ciri kontraksi terhenti atau
macet, ibu merasa perutnya penuh, merasa adanya guncangan, paroksimal, lidah
ibu hitam kebiruan, ibu pucat, dingin, dan denyut nadi lemah. Untuk
mengatasinya, akupuntur dilakukan pada titik-titik:
1. Cobalah gosok melingkar daerah antara ibu jari dan jari telunjuk, titik yang
dikenal sebagai L14 (titik HOku alias titik usus besar 4).
Titik-titik ini akan makin efektif jika dipadukan dengan tehnik untuk
meningkatkan kontraksi seperti mengelus pusar pasien. Titik akupresur ini
akan bekerja sangat efektif jika air ketuban sudah pecah sementara itu
kontraksi belum juga mengalami kemajuan. Jangan menggunakan titik-titik
ini jika waktu persalinan sudah lewat waktu. Karena tujuan akupresur ini
lebih ditujukan untuk merangsang kontraksi lebih cepat dan mengurangi rasa
sakit saat kontraksi berlangsung. Titik ini juga efektif mengatasi sakit
kepala, konstipasi, insomnia, stres, dan kaku pada bahu dan leher.
2. Tekan ke titik SP6 (titik Spleen) pada kaki Anda, sekitar empat jari di atas
tulang pergelangan kaki bagian dalam. Titik ini merupakan pertemuan 3
meridian yin spleen, liver dan ginjal. Selain untuk merangsang persalinanm
titik ini juga dapat mengatasi masalah reproduksi (siklus mestruasi yang
tidak teratur, nyeri premenstruasi, dan nyeri saat menstruasi). Karena
lokasinya di betis, titik ini juga dapat mengatasi nyeri tungkai bawah dan
lutut. Titik spleen ini juga membantu mengatasi masalah pencernaan dan
nyeri perut bawah, sindrom kelelahan kronis dan insomnia.
3. Titik Bladder 32
Titik ini terletak di cekungan pantat (bisa dikenali dari adanya cekungan
pada kulit). Untuk menemukan titik ini, seluncurkan jari Anda menyusuri
tulang belakang hingga mnemukan cekungan ini. Lalu mulailah memijat
untuk merangsang kontraksi
4. Titik Gallbladder 21 (GB21)
Terletak di tengah-tengah punggung bagian atas, GB-21 digunakan untuk
menurunkan energi dan merelakskan ibu.
5. Tekanan pada Titik L14 di tangan efektif dalam mengurangi rasa nyeri saat
persalinan
6. Tekanan pada BL67, terletak di bagian luar jari kelingking kaki, juga efektif
untuk mengurangi nyeri persalinan.
7. Tekanan pada titik SP6 dekat pergelangan kaki meredakan nyeri selama
persalinan dan memperpendek lamanya waktu persalinan, menurut sebuah
studi tahun 2004 di Departemen Keperawatan di Universitas Dankook.
8. Titik K1
Titik ini terletak pada 1/3 bagian atas telapak kaki, ketika telapak kaki fleksi
(menarik jari kaki ke depan ke arah telapak kaki).
Lakukan penekanan yang kuat ke dalam dan ke depan ke arah jempol kaki.
Titik ini mempunyai efek relaksasi dan dapat digunakan kapan saja saat
persalinan. Penekanan pada titik ini juga dapat berguna saat pasien panik
(misal mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan pada persalinan
sebelumnya). Titik ini berguna untuk membantu menenangkan wanita yang
merasa ketakutan
9. KD 1 (kidney 1)
Untuk mengurangii nyeri kontraksi dan bila kala 1 lama.
10. BL 60 (bladder 60)
Agar letak janin belakang kepala di rahim.
11. LV3 (Liver3)
Terletak antara jempol kaki dan telunjuk kaki
Sedang kesulitan persalinan akibat kemacetan atau stagnansi Chi-Tsie
memiliki ciri ibu merasakan nyeri yang tajam dan kentara di perut dan
punggung, ibu merasa dingin, terdapat perasaan penuh, lidah ibu putih, dan nadi
berdebar-debar. Cara penggunaan akupunktur yaitu:
a. Berdasarkan ketidak seimbangan energi, ahli akupuntur akan memilih titik
akupunktur untuk distimulir.
b. Ibu hamil mungkin perlu membuka sebagian pakaiannya agar jarum dapat
ditusukkan pada titik-titik yang perlu sementara pasien berbaring.
c. Ibu akan berbaring di atas dipan, bertelungkup atau telentang. jarum-jarum
akan dimasukkan pada titik-titik tertentu.
d. Umumnya titik-titik pengobatan terletak di lengan bawah dan tangan,
tungkai bawah dan kaki, walaupun titik-titik akupuntur terdapat di seluruh
tubuh.
e. Ibu mungkin akan merasa sedikit sakit, kesemutan atau rasa kebal selagi
jarum ditusukkan.
f. Jarum-jarum ini dibiarkan pada tempatnya selama 30 hingga 45 menit
tergantung pada tujuan dari akupuntur itu.
g. Selama itu, banyak orang jatuh tertidur.
h. Panjang jarum berkisar antara 12 mm - 10 cm, dan dapat ditusukkan sedalam
6 mm - 7.5 cm, tergantung kurus-gemuknya pasien, lokasi titik pengobatan,
dan gangguan (di dalam atau permukaan).
i. Ibu mungkin mendapatkan perawatan selama akupunktur untuk
meningkatkan aliran energi:
1) Jarum-jarum mungkin distimulir dengan aliran listrik bertenaga sangat
rendah (electroacupuncture).
2) Moxa adalah bahan lembut yang terdiri dari sejenis rempah mugwort
kering. moxa mungkin diaplikasikan di atas jarum akupuntur atau
bahkan secara langsung di kulit. moxa dibakar untuk menghasilkan rasa
panas yang menusuk. hal ini disebut moxibustion.
3) Gelas-gelas bundar dapat digunakan untuk menghasilkan "penyedotan"
pada titik-titik tertentu (bekam). penyedotan ini menstimulir aliran
energi. bila gelas-gelas ini ditinggalkan pada kulit untuk waktu yang
lama, akan ada bekas berwarna merah.
4. Akupuntur Dapat Menghilangkan Rasa Nyeri Persalinan
Terapi Akupuntur (teknik pengobatan dengan tusuk jarum), yang
mempunyai banyak manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah
satunya adalah akupunktur dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa nyeri
persalinan dan memperpendek durasi persalinan. Akupuntur merupakan salah
satu metode pengendalian nyeri nonfarmakologis untuk ibu hamil.
Metode nonfarmakologis dapat dilakukan melalui pendekatan psikologis,
seperti hipnoterapi dan pendekatan sensori, seperti akupunktur, serta intervensi
bukan manual, seperti hidroterapi.
Akupunktur memberi efek pada titik yang ditusuk jarum berupa pelebaran
pembuluh darah sehingga mampu menyerap substansi kimia penyebab nyeri.
Akupunktur mulai dilakukan saat ibu masuk fase kala I persalinan, yakni saat
mulut rahim membuka sepanjang 4 sentimeter. Saat itu dilakukan akupunktur di
punggung. Tusuk jarum kembali dilakukan saat masuk kala II (dari pembukaan
lengkap sampai janin keluar) yang ditandai dengan adanya kekuatan untuk his
(kontraksi) dan mengejan untuk mendorong janin lahir. Akupunktur dilakukan
di atas tulang sakrum (bagian paling bawah tulang belakang).
Akupunktur mampu menghambat nyeri yang timbul pada suatu struktur
tubuh dengan cara mengirim sensor ke bagian tertentu di saraf tulang belakang.
Penusukan jarum pada atau dekat struktur yang nyeri akan memberi efek
menghambat rasa nyeri. Akupunktur tidak menghilangkan kontraksi yang
dibutuhkan saat persalinan. Akupunktur mengurangi nyeri persalinan sampai
batas yang bisa ditoleransi ibu bersalin. Nyeri persalinan yang merupakan nyeri
alami tetap dibutuhkan sebagai tanda dalam proses persalinan.
Teknik Akupunktur untuk mengurangi nyeri persalinan belum dipraktikkan
di Indonesia. Metode akupunktur untuk mengurangi nyeri persalinan,
memerlukan dukungan tim sukses, yakni suami, keluarga, bidan, akupunkturis,
dan dokter kandungan sesuai dengan peran masing-masing. Tindakan
akupunktur diterapkan dengan syarat persalinan diperkirakan normal, tekanan
darah ibu normal, dan posisi kepala bayi lebih dulu pada jalan lahir.
5. Efek akupunktur
Sebenarnya jarum akupuntur tipis sekali dan dengan teknik yang benar
dalam menusuknya rasa sakitnya tidak bermakna. Teknik akupuntur kan
dilakukan hanya di lapisan kulit, dan fungsinya merangsang titik-titik tertentu,
efek sampingnya sangat minim kecuali bila oleh terapistnya dikombinasikan
dengan terapi jamu-jamuan atau obat-obatan. Efek samping yang bisa terjadi
adalah lebam, rasa nyeri atau infeksi bila tidak menggunakan jarum disposable
(1x pakai dibuang). Kasus efek samping langsung yang bersifat merusak ke
organ-organ bagian dalam tubuh tidak ada, kecuali seperti yang saya katakan
bila dikombinasikan dengan jamu – jamuan atau obat – obatan karena jamu dan
obat diminum dan masuk ke aliran darah.
Berbagai riset menunjukkan bahwa efek akupunktur mempengaruhi sistem
tubuh melalui sisitem limbic di otak dengan cara yang amat halus dan alamiah.
Secara umum, efek akupunktur bekerja dengan cara mempengaruhi dan melalui
energi elektrik, sistem saraf, sistem limpe dan sistem elektromagnetik tubuh kita.
Misalnya, telah diketahui bahwa titik - titik saraf yang dirangsang lewat
pemijatan atau tusukan jarum akupunktur akan bereaksi dengan mengirimkan
sinyal – sinyal tertentu ke sisitem saraf tulang belakang ( spinal cord), dan
mengaktifkan bagian – bagian saraf – saraf pusat di sana, selanjutnya, dari sini
dilepaskan endorfin dan dynorphin, yang akan mempengaruhi otak melepaskan
serotonin dan norepinepherine, serta kelenjar pituiter melepaskan hormon
adrenocorticotropic and beta-endorphins.
Kesemuanya merupakan mediator terhadap respons rasa sakit. Tak heran
bila beberapa penelitian yang menggunakan pencitraan otak (brain imaging)
menegaskan bahwa teknik akupunktur menaikan ambang rasa sakit. Mungkin
itulah sebabnya efeknya bisa bertahan lama. Juga, meningkatkan sirkulasi dan
suhu tubuh dengan merangsang sistem saraf otonom. Selanjutnya yang juga
dipengaruhi adalah kegiatan sel-sel darah putih, pengurangan kolesterol dan
trigliserida, serta keseimbangan kadar glukosa dalam darah.
6. Keuntungan akupuntur
Keuntungan yang kita dapat dengan menggunakan akupunktur adalah
aman bagi ibu dan janin, analgesia yang baik pada proses persalinan, tidak
memengaruhi sistem pernapasan, jantung dan pembuluh darah, tidak
menghambat perjalanan persalinan, tidak memengaruhi janin selama dalam
kandungan dan setelah lahir, tanpa efek samping berbahaya, kemungkinan
berhasil sangat besar, murah dan mudah, tidak ada overdosis.

B. Terapi Akupresur
1. Pengertian Akupresur
Akupresur adalah sebuah ilmu penyembuhan dengan menekan, memijit,
mengurut bagian dari tubuh untuk mengaktifkan peredaran energi vital atau Ci.
Akupresur juga disebut akupuntur tanpa jarum, atau pijat akupuntur, sebab teori
akupunturlah yang menjadi dasar praktik akupresur. Akupuntur menggunakan
jarum sebagai alat bantu praktik, sedangkan akupresur menggunakan jari, tangan,
bagian tubuh lainnya atau alat tumpul sebagai pengganti jarum.
Pada dasarnya Akurpresur berarti teknik pijat yang dilakukan pada titik-titik
tertentu ditubuh, untuk menstimulasi titik-titik energi. Titik-titik tersebut adalah
titik-titik akupuntur. Tujuannya adalah agar seluruh organ tubuh memperoleh
‘chi’ yang cukup sehingga terjadi keseimbangan chi tubuh. ‘chi’ adalah enegri
yang mengalir melalui jaringan di berbagai meridian tubuh dan cabang-
cabangnya. Cara meningkatkan atau ‘membangunkan’ energi tubuh tersebut pada
Akupuntur dilakukan dengan menusukkan jarum-jarum Akupuntur pada titik-titik
tertentu yang berkaitan dengan keluhan pasien, sedangkan akurpresur melakukan
hal yang sama dengan tekanan jari-jari tangan dan pemijatan.
Akupresur merupakan perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring
dengan perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah
turunan dari ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari tangan
sebagai pengganti jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang sama seperti yang
digunakan pada terapi akupuntur.

2. Teknik Akupresur pada Persalinan


Akupresur merupakan ilmu penyembuhan yang berasal dari Tionghoa sejak
lebih dari 500 tahun yang lalu. Akupresur sebagai seni dan ilmu penyembuhan
berlandaskan pada teori keseimbangan yang bersumber dari ajaran Taoisme.
Taoisme mengajarkan bahwa semua isi alam raya dan sifat-sifatnya dapat
dikelompokkan kedalam 2 kelompok, yang disebut kelompok yin dan kelompok
yang.
Semua benda yang yang sifatnya mendekati api dikelompokkan kedalam
kelompok yang dan semua benda yang sifatnya mendekati air dikelompokkan
kedalam kelompok yin. Api dan air digunakan sebagai patokan dalam keadaan
wajar, dan dari sifat api dan air dirumuskan sifat-sifat penyakit dan cara
penyembuhannya.
Seseorang dikatakan sehat bila hubungan dan perimbangan yang dan yin
relatif seimbang. Tidak ada keseimbangan mutlak dan statis, hubungan antara
yang dan yin selalu dinamis. Sakit adalah suatu gejala adanya ketidakseimbangan
antara unsur-unsur yang-yin, baik antara manusia (yin) dengan alam semesta
(yang), maupun antara manusia satu dengan lainnya, atau antara unsur-unsur
kehidupan di dalam tubuh sendiri. Istilah dalam kedokteran tradisional cina,
akupresur digunakan agar tubuh bekerja lebih efisien. Dari model medis, teknik
akupressur dapat menyebabkan pelepasan endorphine, memblok reseptor nyeri ke
otak, menyebabkan dilatasi serviks dan meningkatkan efektifitas kontraksi
uterus.
Dalam kedokteran tradisional cina, meridian merupakan saluran yang
membawa chi (energi) pada tubuh. Meridian merupakan bagian dari sistem
syaraf, pembuluh darah, dan saluran limpa. Meridian terdiri dari 600 titik. Titik
meridian tersebut menyeimbangkan energi tubuh yang menyebabkan tubuh
berfungsi.
Berapa sering tindakan akupresur dilakukan, tergantung pada kebutuhan
individu. Metode akupresur merupakan tindakan yang mudah dilakukan,
memberi kekuatan pada wanita saat melahirkan dan mendorong keterlibatan
pasangan lebih dekat dalam proses persalinan dan pendidikan antenatal.
3. Lokasi Titik Akupresur
Lokasi Titik Akupresur yang berguna saat persalinan antara lain:
a. Titik Cien Cing
Titik ini dapat diketahui dengan cara menarik garis khayal antara C7 menuju
prosessus acromion, titik cien cing terletak pada pertengahan garis tersebut.
Akupresuris dapat menemukan titik ini pada tubuh sendiri dengan
mengangkat tangan diagonal melewati dada dan palpasi sendiri dengan
menggunakan jari telunjuk sepanjang garis khayal tersebut. Titik ini berguna
pada fase pertama dan kedua persalinan untuk menstimulasi kontraksi uterus.
Titik ini merupakan titik terbaik digunakan saat menyusui, membuat rileks
otot pundak dan meningkatkan suplay ASI.
Teknik akupresur :
Lakukan penekanan kebawah pada titik cien cing tersebut menggunakan ibu
jari, atau siku. Ketika menggunakan ibu jari, berikan tekanan yang berasal
dari lengan bukan tekanan yang berasal dari sendi ibu jari. Pada titik ini
sebaiknya dilakukan pada kedua bahunya, namun dapat juga dilakukan
sendiri pada satu bahu.
Tekanan dapat dilakukan pada setiap permulaan kontraksi atau lakukan
penekanan lembut secara terus-menerus untuk mengintensifkan kontraksi.
b. Titik Bl 32 (Pang Kuang Su)
Lokasi titik ini kira-kira sepanjang jari telunjuk wanita diatas lipat pantat
selebar ibu jari disisi tulang belakang. Saat persalinan mulai, awali teknik
akupresur dengan melakukan penekanan pada titik ini dengan menggerakkan
jari menuruni tulang belakang (kira-kira selebar ibu jari) sejalan dengan
kemajuan persalinan.
Teknik akupresur :
 Tempatkan jari pada titik akupresur dan lakukan tekanan yang lembut.
Tekanan dapat ditingkatkan dengan melakukan penekanan kearah
belakang pada awal kontraksi.
 Titik ini lebih banyak digunakan karena meningbulkan efek ’anestesi’
pada kontraksi yang kuat, terlihat jelas efek ini saat penekanan
dihentikan.
 Penekanan pada titik ini akan menimbulkan rasa hangat, geli,dan agak
sakit. Jika terasa sangat sakit, lakukan penekanan pada sekitar tulang.
 Titik ini sering digunakan pada wanita dengan posisi menunduk atau
berlutut pada lantai, meja, tempat tidur dll. Teknik ini dapat juga efektif
digunakan dalam air, namun kurang fleksibel pada sebagian orang.
 Penekanan kuat pada titik BL32 dapat dilakukan pada wanita bersalin
yang selalu ingin mengedan sedangkan serviks belum cukup berdilatasi

c. Titik pantat
Titik ini berada pada garis horisontal dari puncak lipatan pantat. Jika
melakukan tekanan pada sepanjang garis ini akan terasa lembut kira-kira dua
pertiga antara lipat pantat dann tulang pinggul.
Teknik akupresur :
Tempatkan tangan pada pinggul pasien dan lakukan dorongan kedalam titik
ini dengan menggunakan ibu jari dan bantu ibu untuk bergerak saat kontraksi.
Dua samapai 3 hari sebelum tanggal persalinan, BL 32 dan titik pantat dapat
digunakan bersamaan dengan masage pada sakral, lakukan penekanan
kebawah dan mengelilingi pantat. Tujuannya adalah memberikan energi pada
serviks agar persalinan berjalan secara optimal.
d. Titik pada Tangan
Titik ini terletak sepanjang lipatan tangan ketika jari-jari menyatu pada
telapak tangan. Titik ini membantu pelepasan endorphin ke dalam tubuh.
Teknik akupresur :
Pegang sisir kecil dengan kencang. Pasien dapat menggenggam sisir tersebut
saat kontraksi dan anjurkan pada pasien untuk melakukan tindakan ini bila
terasa bermanfaat.Titik ini sangat membantu untuk menurunkan nyeri saat
kontraksi
e. Titik K1
Titik ini terletak pada 1/3 bagian atas telapak kaki, ketika telapak kaki fleksi
(menarik jari kaki kedepan kearah telapak kaki)

Teknik akupresur :
Lakukan penekanan yang kuat kedalam dan kedepan kearah jempol kaki.
Titik ini mempunyai efek relaksasi dan dapat digunakan kapan saja saat
persalinan dan sangat efektif dilakukan selama fase kedua persalinan.
Penekanan pada titik ini juga dapat berguna saat pasien panik (misal
mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan pada persalinan
sebelumnya). Titik ini berguna untuk membantu perineum relaksasi selama
fase kedua persalinan.
f. Titik Co4 (He Kuk)
Titik ini terletak antara tulang metakarpal pertama dan kedua (antara ibu jari
dan jari telunjuk) pada bagian distal lipatan pada kedua tangan.
Teknik akupresur :
Berikan penekanan pada titik ini dengan menggunakan ibu jari. Penekanan
pada titik ini berguna untuk mengintensifkan kontraksi, saat kontraksi
ireguler. Titik Co4 dapat digunakan selama fase keduapersalinan. Hal ini
bertujuan agar tubuh berusaha menggerakkan bayi turunmelewati jalan lahir.
Penekanan pada titik ini sangat berguna terutama pada saat ibu kelelahan dan
mengedan tidak efektif.
Titik akupresur jika persalinan tidak mengalami kemajuan
g. Titik Sp6 (San Yin Ciao)
Tititk ini penting untuk membantu dilatasi serviks dan dapat digunakan ketika
serviks tidak efektif berdilatasi selama persalinan. Titik ini terletak empat jari
diatas mata kaki dalam.

Teknik Akupresur :
 Lakukan tekanan langsung pada titik ini dengan telunjuk atauibu jari.
 Gunakan titik ini pada satu kaki kira-kira satu menit (hitung perlahan
sampai 60!) kemudian gunakan titik ini pada kaki yang lain setelah 20-30
menit.
 Setelah dilakukan penekanan pada titik ini, beberapa wanita akan
merasakan serviks meregang dan kontraksi semakin kuat.
 Teknik ini sebaiknya tidak digunakan saat persalinan berjalan normal,
persalinan bukan berapa jam dapat melahirkan, namun bagaimana
menikmati proses melahirkan.
 Ketika ketuban telah pecah dan persalinan tidak mengalami kemajuan
dapat dilakukan penekanan pada BL32 dan Sp 6 untuk membantu
persalinan
h. Titik P6
Titik ini terletak 3 jari diatas pergelangan tangan segaris dengan jari tengah.
Teknik akupresur :
Titik ini dapat digunakan pada mual ringan sampai muntah. Lakukan
penekanan pada titik ini dan pertahankan sampai terasa efektif, biasanya
selama 5 menit. Penekanan ini dapat dilakukan pada satu pergelangan tangan
atau keduanya.
4. Manfaat Akupresur
Sejarah membuktikan bahwa akupresur bermanfaat untuk:
a. Pencegahan penyakit
Akupresur dipraktikkan secara teratur pada saat-saat tertentu menurut aturan
yang sudah ada, yaitu sebelum sakit. Tujuannya adalah mencegah masuknya
sumber penyakit dan mempertahankan kondisi tubuh
b. Penyembuhan penyakit
Akupresur dapat digunakan menyembuhkan keluhan sakit, dan dipraktikkan
ketika dalam keadaan sakit
c. Rehabilitasi
Akupresur dipraktik untuk meningkatkan kondisi kesehatan sesudah sakit
d. Promotif
Akupresur dipraktikkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh walaupun
tidak sedang sakit
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akupuntur kerap dilakukan sebagai terapi untuk mengatasi nyeri, terapi
muskuloskeletal -berkaitan dengan tulang dan otot, juga terapi untuk mual-muntah.
Pada beberapa kasus akupuntur sudah menjadi terapi tunggal. Misalnya sebagai
tindakan preventif dan terapi mengatasi rasa nyeri. Bahkan, anestesi lokal hanya
menggunakan akupuntur. Terapi akupunktur diberikan pada titik Sp 6 atau Sanjun
Ciaou, titik Bl 67 atau Zhiyin, titik St 36 atau Zu san lie (titik yang dapat merangsang
kontraksi, karena merangsang tubuh mengeluarkan bahan sejenis oksitosin atau
ocytocyn like substancial, yang dapat merangsang kontraksi, juga dapat memutar
posisi janin pada kasus janin sungsang), dan titik Li 4 atau Hequ (titik anti nyeri).
Teknik akupresur merupakan salah satu teknik nonfarmakologis yang sangat
efektif dalam manajemen nyeri persalinan. Teknik akupresur dapat menyebabkan
pelepasan endorphine, memblok reseptor nyeri ke otak, menyebabkan dilatasi
serviks dan meningkatkan efektifitas kontraksi uterus. Tindakan akupresur
merupakan tindakan noninfasif yang tidak mempunyai efek merugikan bagi pasien
sehingga dan dapat dilakukan oleh perawat atau keluarga pasien. Metode akupresur
merupakan tindakan yang mudah dilakukan, memberi kekuatan pada wanita saat
melahirkan dan mendorong keterlibatan pasangan lebih dekat dalam proses
persalinan dan pendidikan antenatal.

B. Saran
Bagi mahasiswa diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan dalam
dunia pengobatan tradisional. Serta diharapkan dapat benar-benar memahami konsep
umum dari terapi komplementer akupresur. Serta terus memperbaharui pengetahuan
keperawatan khususnya pada terapi akupresur.
Bagi masyarakat, disarankan dapat memilih dan menggunakan pengobatan
tradisional apa pun dengan catatan, pengobatan tersebut sudah mendapatkan ijin dari
pemerintah dan sudah terbukti baik secara medis.
Bagi petugas kesegatan, dengan penjelasan diatas telah dijabarkan terkait
konsep umum dari terapi akupresur. Jadi seorang perawat harus benar-benar dapat
memenuhi perawan perawat untuk dapat memberikan alternatif pengobatan yang
sesuai dengan keluhan pasien serta halal untuk dilakukan dari pandangan religi.
Sebaiknya Indonesia terus berusaha untuk mengejar ketertinggalan pendidikan
akupunktur dan akupresur ini secepatnya karena teknik akupunktur dan akupresur ini
bisa dikatakan aman bagi ibu hamil dan bersalin. Sehingga para tenaga kesehatan
terutama bidan dapat melakukan dan menerapkan teknik akupunktur dan akupresur
ini untuk membantu kelancaran dan kenyamanan pada ibu hamil dan bersalin.
DAFTAR PUSTAKA

Hadikusumo, B. U. (2008). Tusuk Jarum Upaya Penyembuhan Alternatif. Yogyakarta


:Kanisius

Dharmojono, drh. (2011). Menghayati Teoridan Praktek Akupunktur dan Moksibasi


Jilid 1. Depok :Trubus Agriwidya

Hendrik Agus Winarso. (2009). PedomanLengkapAkupunkturdanMoksibasi.Semarang


:Dahara Prize

Gendo, Dr. Med. (2006). Teori Dasar Kedokteran Tradisional Cina.Yogyakarta


:Kanisius