Anda di halaman 1dari 3

Penyakit Malaria Di Papua

Papua adalah salah satu wilayah di Indonesia yang terkenal


rawan malaria. Tidak heran karena di sana nyamuk masih sangat
banyak terutama di daerah-daerah dekat rawa dan dekat hutan.
Papua masih memiliki area hutan berjuta-juta hektar dan
sebagian dari dataran rendahnya juga merupakan hutan rawa,
tempat seperti itu merupakan habitat yang disukai oleh nyamuk
terutama nyamuk penyebab malaria (anopheles). Dan nyamuk-
nyamuk yang ada di papua terkenal ganas dan besar-besar.

Menurut masyarakat papua untuk mencegah terkena malaria


dianjurkan untuk memakan makanan yang memiliki nilai gizi yang
seimbang dan tidak lupa sering-sering makan sayur daun pepaya.
Di menu makan masyarakat papua yang paham akan kesehatan,
selalu disediakan menu yang salah satunya sayur daun pepaya.
Masyarakat papua bisa meracik sayur daun pepaya itu menjadi
tidak pahit. Selain sayur daun pepaya, air rebusan akar pohon
kelapa juga dapat diminum untuk mencegah malaria.
Ada tumbuhan lain yang menurut bahasa setempat disebut dengan
manspai, yang untuk keperluan pencegahan malaria diambil pucuk
tunasnya lalu dicuci dan dimakan. Manspai ini nama ilmiahnya
adalah Rhus taitensis.
Pengobatan Terhadap Penyakit Malaria

Untuk mengobati malaria ada beberapa jenis tumbuhan yang


dipakai sebagai bahan dasarnya. Salah satunya adalah pohon
yang dalam bahasa setempat disebut anas. Tumbuhan ini berupa
perdu yang banyak dijumpai di pantai, daunnya agak menyerupai
daun tembakau dan bagian tengah batangnya berupa jaringan
gabus. Untuk mengobati malaria dapat digunakan daunnya, atau
batangnya atau akarnya ataupun buahnya tetapi dipergunakan
sendiri-sendiri. Jika daun yang digunakan maka daun itu
direbus dan air rebusan itu yang diminum untuk mengobati
malaria. Jika akar yang dipakai maka akar diparut dan diberi
air matang lalu diperas, dan air perasan itu yang diminumkan
ke penderita malaria. Kulit batangnya juga dapat digunakan
dengan cara direbus dan air rebusan itu diminumkan ke
penderita malaria. Bisa juga buahnya dimakan untuk mengobati
malaria.

Daun tumbuhan yang nama lokalnya samparyer atau nama


ilmiahnya Glochidion sp. juga mereka manfaatkan untuk
mengobati malaria, caranya adalah daun direbus dan airnya
diminum. Tumbuhan ini berupa perdu yang tidak terlalu tinggi,
daunnya majemuk berseling.
Yaren atau yerem yang nama ilmiahnya Alstonia scholaris juga
dapat dimanfaatkan untuk obat malaria. Caranya adalah diambil
kulit batang yaren lalu direbus dan airnya diminum.

Tumbuhan yang lain yaitu yang namanya belakang babiji. Untuk


mengobati malaria diambil akar tumbuhan ini lalu direbus dan
air rebusannya diminumkan kepada penderita malaria. Masih ada
satu lagi tumbuhan yang berkhasiat untuk mengobati malaria
yaitu inggamimes. Caranya adalah batang inggamimes ditumbuk,
lalu diberi air dan diperas, air perasan itulah yang
diminumkan ke penderita malaria.

Memang kebanyakan dari ‘resep’ tradisional Papua ini umumnya


sangat sederhana, formulanya hanya terdiri satu jenis tumbuhan
saja, dan tidak ditentukan dosisnya secara tepat, sehinga
biasanya hanya berdasarkan pengalaman saja. Kadang-kadang
antara satu dukun dengan dukun yang lain ada sedikit perbedaan
dalam menentukan banyaknya bahan yang diperlukan untuk
mengobati penyakit yang sama. Berbeda dengan obat modern,
dimana dosis yang diberikan sudah ditentukan dan dalam
pemakaiannya sebaiknya tidak melampaui dosis maksimal yag
diperbolehkan.