Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL KEGIATAN PELATIHAN K3

LAPORAN

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan


PTK yang diampu oleh Dr. H. Purnawan, S.Pd., M.T.

Disusun oleh:

Pinni Nursaeni
NIM. 1607649

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), merupakan sesuatu yang
berhubungan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejateraan manusia
yang bekerja dalam suatu pekerjaan di perusahaan atau instansi. K3 dapat
diartikan juga sebagai upaya pencegahan kemungkinan terjadinya
kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, ledakan, pencemaran
lingkungan dan lain-lain. K3 juga dapat diartikan sebagai investasi masa
depan untuk mengurangi semaksimal mungkin kerugian-kerugian yang bisa
saja terjadi di masa datang, baik kerugian fisik manusia (nyawa atau cidera),
aset material dan dokumen, serta kredibilitas perusahaan/instansi.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem


Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12
April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari
pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor
50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3,
terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau
perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat
karakteristik proses kerja.

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 dan Peraturan Pelaksanaannya pada 7


pasal 2 mewajibkan perusahaan memiliki Ahli K3 agar pelaksanaan K3 di
tempat kerja berjalan optimal serta merujuk pada KEPMENAKER No.
239/MEN/2003 Tentang Pedoman elaksanaan Sertifikasi Kompetensi.
Pelatihan sertifikasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan menuju produktivitas dan efisiensi untuk meningkatkan daya
saing perusahaan, serta merujuk kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja
R.I. Nomor Per.02/Men/1992 tentang cara penunjukan, kewajban, dan
wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dengan diadakannya pelatihan K3 akan mengantarkan tenaga kerja


Indonesia memahami dan menerapkan system K3 dan supaya perusahaan
dapat memenuhi regulasi pemerintah tersebut sekaligus menyediakan,
mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja.

B. Tujuan Kegiatan
Tujuan dilaksanakannya program Training Sistem Manajemen Kesehatan &
Keselamatan Kerja berdasarkan SMK3 PP diantaranya yaitu:
1. bagaimana SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012?
2. bagaimana metoda identifikasi dan pengkajian resiko bahaya K3?
3. bagaimana Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran dan program K3?
4. bagaimana cara melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan?
5. bagaimana menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan
Instruksi Kerja?
6. bagaimana cara menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)?

C. Manfaat Kegiatan
Manfaat setelah dilaksanakannya program pelatihan Training Sistem
Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja Berdasarkan SMK3 PP
peserta diharapkan:
1. memahami SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012.
2. memahami metoda identifikasi dan pengkajian resiko bahaya k3.
3. memahami Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran dan program K3.
4. mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan.
5. mampu menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan
Instruksi Kerja.
6. menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

2
3

BAB II
RENCANA PELAKSANAAN

A. Pengorganisasian
Secara teknis, kegiatan Training Sistem Manajemen Kesehatan &
Keselamatan Kerja berdasarkan SMK3 PP diorganisasikan dan
dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin yang bekerjasama dengan
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Struktur kepanitiaan secara rinci erdapat pada lembar lampiran.

B. Waktu dan Tempat


Kegiatan Training Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja
berdasarkan SMK3 PP dilaksanakan di Bandung selama 2 hari, yang
insyaallah diaksanakan pada:
Hari / Tanggal : Sabtu – Minggu, 27 – 28 Oktober 2018
Waktu : 09.00 – 16.00 WIB
Tempat : Gedung Achmad Sanusi, Universitas
Pendidikan Indonesia

C. Narasumber / Fasilitator dan Kualifikasi Fasilitator


1. Narusumber / Fasilitator
Instruktur yang akan memberikan pelatihan adalah instruktur Senior dari
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

2. Kualifikasi Fasilitator

D. Peserta Kegiatan dan Fasilitas


Pelatihan ini perlu diikuti para praktisi K3, Supervisor, Anggota P2K3 dll.
Dengan persyaratan Minimal Sarjana Muda/ D3 atau sederajat dari semua
bidang usaha antara lain manufaktur, konstruksi, jasa perhotelan,
transportasi dan rumah sakit dan supermarket/ hypermarket/ retailer dsb.
Adapun fasilitas yang diperoleh oleh peserta yaitu:

1. Seminar kit (buku modul, alat tulis, merchandise, e-sertifikat)


2. Snack
3. Makan berat

E. Materi Kegiatan
1. Dasar – dasar Manajemen K3: Kebutuhan dan Masalah K3, Lingkup
K3, Manajemen K3, Prinsip Dasar SMK3 dan Manfaat K3
2. Pemahaman Persyaratan SMK3: Lingkup SMK3, Pemahaman per
elemen SMK3: PP No. 50 2012 keterkaitan antara SMK3 PP No. 50
2012 dan ISO 45001:2018, Pedoman Penerapan dan contoh penerapan
3. Metode Identifikasi dan pengkajian resiko bahaya K3: Lingkup bahaya
K3, metode identifikasi bahaya K3, metode pengkajian resiko bahaya
K3
4. Penyusunan Program K3: Lingkup Program K3, metode penyusunan
program K3
5. Review Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Internasional ISO 45001:2018
6. Sertifikasi SMK3 PP No. 50 2012
7. Workshop / simulasi / studi kasus
F. Anggaran Kegiatan
Kegiatan ini memerlukan aggaran sebesar Tiga Ratus lima Puluh Ribu
Rupiah per-peserta yang mengkuti kegiatan ini dan bersumber dari:
1. Kontribusi peserta
2. Sponsor
G. Strategi Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan kegiatan Training Sistem Manajemen Kesehatan &
Keselamatan Kerja berdasarkan SMK3 PP diadakan selama 2 hari yang
dimana peserta dibagi kedalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan padd
hari Sabtu sedangka sesi kedua pada hari Minggu. Bentuk utama dari
pembahasan ini adalah pembahasan materi serta kegiatan yang bersifat
aplikatif berkaitan dengan materi yang disampaikan.

4
5

BAB III
PENUTUP

Pelaksanaan kegiatan Training Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja


berdasarkan SMK3 PP merupakan pola pelatihan yang sistematis.hasil akhir yang
diharapkan dari pelatihan ini adalah meningkatkanya kesadaran akan pentingnya
K3 dalam setiap pekerjaan.
Demikian proposal ini kami buat, sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan Training
Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja berdasarkan SMK3 PP.
sebagai suatu bentuk kegiatan yang mendukung pencapaian kesadaran akan
pentingnya K3 dalam setiap pekerjaan. Semestinya program ini mendapatkan
dukungan dan apresiasi positif dari masyarakat yang peduli pada keselamatan kerja.