Anda di halaman 1dari 16

Table of Contents

BAB I ...................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 3
A. LatarBelakang ........................................................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah ................................................................................................................... 3
C. TujuanPenulisan ....................................................................................................................... 3
BAB II ..................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 5
A. Pengertian masa dewasa ....................................................................................................... 5
B. Pembagian perkembangan masa dewasa ........................................................................... 5
C. Perkembangan Jiwa Pada dewasa ....................................................................................... 8
D. Faktor –faktor yang mempengaruhiperkembangan orang dewasa ............................... 10
BAB III .................................................................................................................................................. 13
ASUHAN KEPERAWATAN .............................................................................................................. 13
BAB IV.................................................................................................................................................. 15
PENUTUP ........................................................................................................................................... 15
A. Kesimpulan .............................................................................................................................. 15
B. Saran ........................................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 16

1
2
BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Setiap individu memiliki usia dan karakter yang berbeda karena setiap orang
adalah unik. Dan disepanjang daur kehidupannya, individu akan mengalami fase
kehidupannya. Mulai dari fase perinatal, bayi, toddles, preschool, sekolah, remaja,
hingga fase dewasa muda menengah dan tua. Masing-masing dari semua fase itu
memiliki tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda pula. Laju
pertumbuhan bervariasi pada tahap pertumbuhan dan perkembangan yang
berbeda pula karena perkembangan merupakan aspek perilaku dari
pertumbuhan.
Adapun dari fase-fase yang terjadi terdapat tugas-tugas perkembangan yang
diharapkan dapat dicapai oleh individu pada setiap tahap perkembangannya.
Tugas-tugas ini harus dicapai sebelum seorang individu melangkah ke tahapan
perkembangan selanjutnya. Apabila seseorang individu gagal dalam memenuhi
tugas perkembangannya, maka ia akan sulit untuk memenuhi dan melaksanakan
tugas perkembangan pada fase selanjutnya.
Sebagai seorang perawat, kita dituntut untuk mengerti proses tumbuh
kembang manusia mulai dari masa perinatal hingga masa dewasa tua itu. Oleh
karena keunikan yang dimiliki setiap individu berbeda-beda dan fase kehidupan
yang juga bertahap-tahap sehingga dalam menangani kasus yang samapun
tindakan yang di berikan akan sangat berbeda.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian masa dewasa ?
2. Bagaimana pembagian perkembangan masa dewasa?
3. Bagaiman perkembanganjiwapada masadewasa?
4. Faktor fakto rapa saja yang mempengaruhi perkembangan masa dewasa?
5. Bagaimana tahap pengkajian perkembangan masa dewasa?

C. TujuanPenulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari masa dewasa

3
2. Untuk mengetahui pembagian perkembangan pada masa dewasa
3. Untuk mengetahui tahap perkembangan dewasa
4. Untuk mengetahui perkembangan jiwa pada dewasa
5. Unutk menjelaskan tahap pengkajian pada tahap dewasa.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian masa dewasa


Masa ini sering disebut adult, masa dewasa, masa di manausia sudah berkisar
keangka di atas 21 tahun. Masa dewasa merupakan periode yang penuh tantangan,
penghargaan dan krisis.Selain itu masa dimana mempersiap kan masadepan,
penentu karier dan masa usia memasuki dunia pekerjaan dan masa dunia
perkarieran, masa mempersiapkan punya keturunan dan masa usia matang, masa
penentuan kehidupan, dan prestasi kerja di masyarakat, masa merasa kuat dalam
hal fisik, masa energik, masa kebal, masa jaya dan masa merasa kan hasil
perjuangan .

B. Pembagian perkembangan masa dewasa


1. Dewasa awal
Dewasa Awal merupakan masa dewasa atau satu tahap yang
dianggapkritikal selepas alam remaja yang berumur dua puluhan (20-an) sampai
tiga puluhan (30 an). Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa ini
manusia berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. Pada
peringkat ini, seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa
depannya terhadap pekerjaan dan keluarga. Pada masa ini juga seseorang akan
menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. Berbagai masalah mulai
timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam
keluarga.Dan masalah yang timbul tersebut merupakan salahsatu bagian dari
perkembangansosio-emosional.
Sosio – emosional adalah perubahan yang terjadi pada diri setiap individu dalam
warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu.
Menurut Teori Erikson, Tahap Dewasa Awal yaitu mereka di dalam
lingkungan umur 20 an ke 30 an. Pada tahap ini manusia mulai menerima dan
memikul tanggungjawab yang lebih berat. Pada tahap ini juga hubungan intim
mulai berlaku dan berkembang.
 Menurut Anderson (dalam Mappiare :17) terdapat 7 ciri kematangan
psikologi,ringkasnnyasebagiaberikut:
Berorientasi pada tugas, bukan pada diri atau ego; minat orang
matang berorientasi pada tugas-tugas yang dikerjakannya,dan tidak
condong pada perasaan-perasaan diri sendri atau untuk kepentingan
pribadi.
 Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang
efesien; seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang ingin
dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefenisikannya
secara cermat dan tahu mana pantas dan tidak serta bekerja secara
terbimbing menuju arahnya.
 Mengendalikan perasaan pribadi; seseorang yang matang dapat
menyetir perasaan-perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh

5
perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan
dengan orang lain. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi
mempertimbangkan pula perasaan-perasaan orang lain.
 Keobjektifan; orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha
mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan
kenyataan.
 Menerima kritik dan saran; orang matang memiliki kemauan yang
realistis, paham bahwa dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka
terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi peningkatan
dirinya.
 Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi; orang yang
matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu
usahan-usahanya untuk mencapai tujuan. Secara realistis diakuinya
bahwa beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya
secara sungguh-sunguh, sehingga untuk itu dia bantuan orang lain,
tetapi tetap dia brtanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-
usahanya.
 Perkembangan dewasa awal
a. Usiareproduktif (Reproductive Age)
Masa dewasa adalah masa usia reproduktif. Masa ini ditandai dengan
membentuk rumah tangga.Tetapi masa ini bisa ditunda dengan
beberapa alasan. Ada beberapa orang dewasa belum membentuk
keluarga sampai mereka menyelesaikan dan memulai karir mereka
dalam suatu lapangan tertentu.
b. Usia memantapkan letak kedudukan (Setting down age)
Dengan pemantapan kedudukan (settle down), seseorang
berkembangan pola hidupnya secara individual, yang mana dapat
menjadi ciri khas seseorang sampai akhir hayat. Situasi yang lain
membutuhkan perubahan-perubahan dalam pola hidup tersebut,
dalam masa setengah baya atau masa tua, yang dapat menimbulkan
kesukaran dan gangguan-gangguan emosi bagi orang-orang yang
bersangkutan.
Ini adalah masa di mana seseorang mengatur hidup dan
bertanggungjawab dengan kehidupannya. Pria mulai membentuk
bidang pekerjaan yang akan ditangani sebagai karirnya, sedangkan
wanita muda diharapkan mulai menerima tanggungjawab sebagai ibu
dan pengurus rumah tangga.
c. Usiabanyakmasalah
Masa ini adalah masa yang penuh dengan masalah. Jika seseorang
tidaksiap memasuki tahap ini, dia akan kesulitan dalam
menyelesaikan tahapperkembangannya. Persoalan yang dihadapi
seperti persoalanpekerjaan/jabatan, persoalan teman hidup maupun
persoalan keuangan, semuanya memerlukan penyesuaian di
dalamnya.
d. Usia tegang dalam hal emosi (emostional tension)
Banyak orang dewasa muda mengalami kegagalan emosi yang
berhubungan dengan persoalan-persoalan yang dialaminya seperti
persoalan jabatan, perkawinan, keuangan dan sebagainya.

6
Ketegangan emosional seringkali dinampakkan dalam ketakutan-
ketakutan atau kekhawatiran-kekhawatiran. Ketakutan atau
kekhawatiran yang timbul ini pada umumnya bergantung pada
ketercapainya penyesuaian terhadap persoalan-persoalan yang
dihadapi pada suatu saat tertentu, atau sejauh mana sukses atau
kegagalan yang dialami dalam pergumulan persoalan.
e. Masa,komitmen
Mengenai komitmen, Bardwick (dalam Hurlock:250) mengatakan:
“Nampak tidak mungkin orang mengadakan komitmen untuk selama-
lamanya. Hal ini akan menjadi suatu tanggungajwab yang trrlalu berat
untuk dipikul. Namun banyak komitmen yang mempunyai sifat
demikian: Jika anda menjadi orangtua menjadi orang tua untuk
selamanya; jika anda menjadi dokter gigi, dapat dipastikan bahwa
pekerjaan anda akan terkait dengan mulut orang untuk selamanya;
jika anda mencapai gelar doctor, karena ada prestasi baik disekolah
sewaktu anda masih muda, besar kemungkinan anda sampai akhir
hidup anda akan berkarier sebagai guru besar”
f. MasaKetergantungan
Masa dewasa awal ini adalah masa dimana ketergantungan pada
masa dewasa biasanya berlanjut. Ketergantungan ini mungkin pada
orangtua, lembaga pendidikan yang memberikan beasiswa sebagian
atau sepenuh atau pada pemerintah karena mereka memperoleh
pinjaman untuk membiayai pendidikan mereka.
g. Masakreatif
Bentuk kreativitas yang akan terlihat sesudah orang dewasa akan
tergantung pada minat dan kemampuan individual, kesempatan untuk
mewujudkan keinginan dan kegiatan-kegiatan yang memberikan
kepuasan sebesar-besarnya. Ada yang menyalurkan kreativitasnya
ini melalui hobi, ada yang menyalurkannya melalui pekerjaan yang
memungkinkan ekspresi kreativitas.

2. Dewasatengah
Masa Dewasa Madya adalah masa peralihan dewasa yang berawal
dari masa dewasa muda yang berusia 40- 65 tahun. Pada masa dewasa
madya, ada aspek- aspek tertentu yang berkembang secara normal, aspek-
aspek lainnya berjalan lambat atau berhenti. Bahkan ada aspek- aspek yang
mulai menunjukkan terjadinya kemunduran- kemunduran.
Aspek jasmaniah mulai berjalan lamban, berhenti dan secara berangsur
menurun. Aspek- aspek psikis (intelektual- sosial- emosional- nilai) masih
terus berkembang, walaupun tidak dalam bentuk penambahan atau
peningkatan kemampuan tetapi berupa perluasan dan pematangan kualitas.
Pada akhir masa dewasa madya (sekitar usia 40 tahun), kekuatan aspek-
aspek psikis ini pun secara berangsur ada yang mulai
menurun.

7
C. Perkembangan Jiwa Pada dewasa
1. Perkembanganintelektual
 Dewasaawal
Menurut anggapan Piaget 2009 (dalam Grain,; Santrock,2009;
Papalia, Olds, & Feldman, 2009), kapasitas kognitif dewasa muda tergolong
masa operational formal, bahkan kadang-kadang mencapai masa post-
operasi formal (Turner & Helms,2009). Taraf ini menyebabkan, dewasa
muda mampu memecahkan masalah yang kompleks dengan kapasitas
berpikir abstrak, logis, dan rasional. Dari sisi intelektual, sebagian besar dari
mereka telah lulus dari SMU dan masuk ke perguruan tinggi
(uniiversitas/akademi).
Kemudian, setelah lulus tingkat universitas, mereka mengembangkan
karier untuk meraih puncak prestasi dalam pekerjaannya. Namun demikian,
dengan perubahan zaman yang makin maju, banyak di antara mereka yang
bekerja, sambil terns melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, misalnya
pascasarjana.
Hal ini mereka lakukan sesuai tuntutan dan kemajuan perkembangan
zaman yang ditandai dengan masalah-masalah yang makin kompleks dalam
pekerjaandi lingkungan sosialnya.
Sementara itu, para ahli (seperti Baltes dan Baltes, Baltes dan Schaie,
Willis dan Baltes} mengatakan ada beberapa tipe intelektual, yaitu inteligensi
kristal (cristalized intelligence), fleksibilitas kognitif (cognitive flexibility],
fleksibilitas visuo-motor (visuomotor flex¬ibility], dan visualisasi.
 Inteligensi kristal adalah fungsi keterampilan mental yang dapat
dipergunakan individu itu, dipengaruhi berbagai pengalaman
yang diperoleh melalui proses belajar dalam dunia pendidikan.
Misalnya, keterampilan pemahaman bahasa (komprehensif
verbal/verbal comprehensive), penalaran berhitung angka
(numerical skills), dan penalaran induktif (inductive reasoning).
Jadi, keterampilan kognitif merupakan akumulasi dari
pengalaman individu alcibat mengikuti ke-giatan pendidikan
formal ataupun nonformal. Dengan demikian, pola-pola pemikiran
intelektualnya cenderung bersifat teoretis-praktis (text book
thinking).
 Fleksibilitas kognitif adalah kemampuan individu me-masuki dan
menyesuaikan diri dari pemikiran yang satu ke pemikiran yang
lain. Misalnya, kemampuan memahami melakukan tugas
reproduksi, yaitu mampu melakukan hubung-an seksual dengan
lawan jenisnya, asalkan memenuhi persyarat-an yang sah
(perkawinan resmi). Untuk sementara waktu, dorong-an biologis
tersebut, mungkin akan ditahan terlebih dahulu. Mereka akan
berupaya mencari calon teman hidup yang cocok untuk dijadikan
pasangan dalam perkawinan ataupun untuk membentuk
kehidupan rumah tangga berikutnya. Mereka akan menentukan
kriteria usia, pendidikan, pekerjaan, atau suku bangsa tertentu,
sebagai prasyarat pasangan hidupnya. Setiap orang mempunyai
kriteria yang berbeda-beda.
 fleksibilitas Visuamotor adalah kemampuan untuk menghadapi
suatu masalah dari yang mudah ke hal yang lebih sulit,yang
memerlukan aspek kemampuan
visual/motorik(penglihatan,pengamatan,dan keterampilan tangan)
 Visualisasi,yaitu kemampuan individu untuk melakukan proses
visual.misalnua,bagaimana individu memahami gambar-gambar
yang sederhana sampai yang lebih kompleks

8
 Dewasa tengah
 Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti
Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya
semakin lebih terasa menakutkan. Pria dan wanita banyak
mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya.
Diantaranya adalah : banyaknya stereotip yang tidak
menyenangkan tentang usia madya. Yaitu : kepercayaan
tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga
disertai dengan berhentinya reproduksi.
 Usia madya merupakan masa transisi
Usia ini merupakan masa transisi seperti halnya masa puber,
yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa
remaja. Dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani
dan perilaku masanya dan memasuki periode dalam kehidupan
yang akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru.
 Usia madya adalah masa stress
Bahwa usia ini merupakan masa stress. Penyesuaian secara
radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya
bila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung
merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa
stress, suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus
dilakukan di rumah, bisnis dan aspek sosial kehidupan mereka.
 Usia madya adalah usia yang berbahaya
Cara biasa menginterpretasi “usia berbahaya” ini berasal dari
kalangan pria yang ingin melakukan pelampiasan untuk
kekerasan yang berakhir sebelum memasuki masa usia lanjut.
Usia madya dapat menjadi dan merupakan berbahaya dalam
beberapa hal lain juga. Saat ini merupakan suatu masa dimana
seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu
banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurangnya
memperhatikan kehidupan. Timbulnya penyakit jiwa datang
dengan cepat di kalangan pria dan wanita dan gangguan ini
berpuncak pada suicide. Khususnya di kalangan pria.
 Usia madya adalah masa berprestasi
Menurut Errikson, usia madya merupakan masa kritis diamana
baik generativitas / kecenderungan untuk menghasilkan dan
stagnasi atau kecenderungan untuk tetap berhenti akan
dominan. Menurut Errikson pada masa usia madya orang akan
menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (tetap)
tidak mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila
orang pada masa usia madya memiliki keinginan yang kuat maka
ia akan berhasi, sebaliknya dia memiliki keinginan yang lemah,
dia akan stag (atau menetap) pada hidupnya.
 Usia madya adalah masa evaluasi
Pada usia ini umumnya manusia mencapai puncak prestasinya,
maka sangatlah logis jika pada masa ini juga merupakan saat
yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan
aspirasi mereka semula dan harapan-harapan orang lain, Usia
madya merupakan masa sepi

 Usia madya merupakan masa jenuh


Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami
kejenuhan yakni pada sekitar usia 40 akhir. Pra pria merasa

9
jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan kehidupan
keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang
menghabiskan waktunya untuk memelihara rumah dan
membesarkan anak-anak mereka. Sehingga ada yang merasa
kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat
mereka merasa jenuh.

2. Perkembangan fisiologis
Perubahan ini umumnya terjadi antara usia 40-65 tahun. Perubahan yang
palingterlihat adalah rambut beruban,kulit mulai mengerut dan pinggang
membesar.Kebotakan biasanya terjadi selama masa usia pertengahan,
tetapi juga dapat terjadi pada pria dewasa awal.
Penurunanketajamanpenglihatandanpendengaranseringterlihatpadaperiode
3. Perubahan kognitif
Pada masa dewasa tengah jarang terjadi kecuali karena sakit atau
trauma.Dewasa tengah dapat mempelajari keterampilan dan informasi
baru.Beberapa dewasa tengah mengikuti program pendidikan dan kejuruan
untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerjaan perubahan pekerjaan.
4. Perubahan psikososial
Pada masa dewasa tengah dapat meliputi kejadian yang diharapkan,
perpindahan anak dari rumah , atau peristiwa perpisahan dalam pernikahan
atau kematian teman. Perubahan ini mungkin mengakibat kan stress yang
dapat mempengaruhi seluruh tingkat kesehatan dewasa.

D. Faktor –faktor yang mempengaruhiperkembangan orang dewasa

Adapun faktor- faktor tertentu dalam kehidupan orang dewasa yang akan
mempermudah perkembangan orang dewasa. Faktor- faktor yang paling
berpengaruh adalah :
1. Kekuatan Fisik
Bagi banyak individu, puncak kekuatan fisik dicapai dalam usia
pertengahan dua puluhan. Kekuatan fisik yang prima dapat mengatasi
atau memecahkan persoalan- persoalan yang timbul pada masa orang
dewasa. Untuk memelihara kekuatan fisik yang prima perlu dijaga
kesehatan. Ada 6 kebiasaan hidup sehat yang perlu dilakukan oleh orang
dewasa untuk memelihara kekuatan fisik, yaitu:
 Sarapan pagi.
 Makan secara teratur
 Makan secukupnya untuk memelihara badan yang normal.
 Tidak merokok.
 Olahraga secukupnya.
 Tidur secara teratur 7- 8 jam malam
setiap Kekuatan fisik yang prima pada orang dewasa, memungkinkan
mereka untuk optimal dalam bekerja, berkeluarga, memperoleh
keturunan, dan mengelola kehidupan keluarganya. Sebaliknya,
kekuatan fisik yang tidak prima menghambat orang dewasa untuk
mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa dan
dapat menggagalkan sebagian atau secara total tugas- tugas
perkembangan orang dewasa.
2. Kemampuan Motorik
Kemampuan motorik orang dewasa mencapai kekuatannya antara
usia 20-an dan 30-an. Kecepatan respons maksimal terdapat antara usia

10
20-an dan 25-an dan sesudah itu kemampuan ini sedkit demi sedikit
menurun.
Kemampuan motorik ini mempunyai hubungan yang positif dengan
kondisi fisik yang baik dan kesehatan yang baik. Kondisi fisik yang kuat
dan kesehatan yang baik memungkinkan orang dewasa melatih
keterampilan- keterampilannya secara lebih baik. Di samping itu, orang
dewasa yang mempunyai kemampuan motorik yang baik cenderung akan
dapt menyelesaikan dengan baik pekerjaan yang menuntut kemampuan
fisik.
Dalam mempelajari keterampilan-keterampilan motorik baru, orang
dewasa yang berusia 20-an, menunjukkan hasil yang lebih baik
dibandingkan dengan hasil mereka yang mempelajarinya dalam usia
mendekati masa setengah baya.
3. Kemampuan Mental
Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada
situasi- situasi baru adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah
dipelajari, penalaran analogis dan berpikir kreatif. Kemampuan mental ini
mencapai puncaknya dalam usia 20-an, kemudian sedikit demi sedikit
menurun.
Kemampuan mental yang dimiliki orang dewasa ini sangat penting
kedudukannya dalam menyesuaikan diri terhadap tugas-tugas
perkembangan, jauh melebihi pentingnya kemampuan motorik.
Kemampuan mental seperti penalaran dengan menggunakan analogi,
mengingat kembali informasi yang telah dipelajari, dan berpikir secara
kreatif sangat diperlukan dalam mempelajari dan menyesuaikan diri
terhadap keterampilan- keterampilan dan kecakapan-kecakapan yang
dituntut oleh tugas- tugas perkembangan orang dewasa. Baik pria
maupun wanita pada umumnya memiliki kemampuan berpikir yang sama
dalam usaha- usaha mereka memilih teman- teman bergaul sebagai
calon istri naupun suami.
4. Motivasi Untuk Berkembang
Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan orang dewasa
adalah motivasi untuk berkembang. Apabila remaja telah mencapai usia
dewasa secara hukum, mereka berkeinginan kuat untuk dianggap
sebagai orang- orang dewasa yang mandiri oleh kelompok sosial
mereka. Hal ini menjadi motivasi bagi orang- orang dewasa untuk
mengembangkan dirinya.
Pada masa dewasa, individu terdorong untuk mulai bekerja, memilih
pasangan hidup, belajar hidup dengan tunangan, mulai membina
keluarga, mengasuh anak, mengelola rumah tangga, mengambil
tanggung jawab sebagai warga negara dan mencari kelompok sosial
yang menyenangkan.
Motivasi untuk berkembang memiliki peranan yang strategis dalam
perkembangan orang dewasa. Individu yang merasa butuh dan perlu
untuk menuasai tugas- tugas perkembangan orang dewasa cenderung
mengarahkan perilakunya ke arah terkuasainya tugas- tugas
perkembangan orang dewasa. Sebaliknya individu yang tidak memiliki
motivasi untuk berkembang menjadi orang dewasa. Individu tersebut
cenderung mengabaikan tugas- tugas perkembangan orang dewasa
yang harus dikuasainya

11
5. Model Peran
Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat
berpengaruh terhadap perkembangan orang dewasa. Orang dewasa
yang berinteraksi dengan orang dewasa lainnya mempunyai model peran
untuk diteladani. Karena berinteraksi dengan orang dewsa lainnya
mereka memperoleh motivasi untuk mencontoh perilaku sesuai dengan
ketentuan- ketentuan yang dianut oleh masyarakat orang dewasa.
Sebaliknya orang dewasa yang masih beriteraksi dengan remaja dan
mengikuti garis- garis perilaku remaja akan tetap berperilaku seperti
remaja dan bukan pola perilaku dewasa. Jika mereka tetap dalam status
ketergantungan, mereka hampir tidak memperoleh kesempatan atau
motivasi untuk menguasai tugas- tugas perkembangan orang dewasa.

12
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
Pengkajiandilakukanuntukmengetahuimasalahkeperawatan yang
terjadipadakliensecepatmungkinsesuaidengankeadaanklien.
Pengkajiandapatdilakukandenganbeberapacarayakini ;wawancara,
observasidanmenujudokumenmedik.
Pengkajianinidilakukandenaganmelibatkankeluaragasebagai orang terdekat yang
mengetahuitentangmasalahkesehatanklien. Format pengkajian yang
digunakanadalah format pengkajanpadaklien yang
dikembangkansesuiadengankeberadaaanklien. Format pengkajian yang
dikembangkan minimal terdiriatas:
1. Data dasar
 Identitas
 Alamat
 Usia
 Pendidikan
 Pekerjaan
 Agama
 Sukubangsa
2. Data biopsikososialspiritualkultural
3. Lingkungan
4. Status fungsiona
5. Fasilitaspenunjangkesehatan
6. Pemerikasaaanfisik
B. DiagnosaKeperawatan
 Gangguan proses pikirberhubungandenganansietas
Tujuan: proses pikirpasienakanmeningkatdenganterapiansietas
 Ketidakefektifankoping yang berhubungandenganansietas
Tujuan: pasienakanmeningkatkanmekanismekopinguntukmengatasiansietas.
 Konflikpengambilankeputusanberhubungandengangantikarier/
pengundurandiri
Tujuan: menghubungkankeuntungan-keuntungandankerugian-
kerugiandaripilihan-pilihan,
menceritakanketakutandankeprihatinanmengenaipilihan-
pilihandanresponsdari orang lain, danmembuatsebuahpilihan yang
diketahui/diberitahu.
C. Intervensi
Dx 1 & 2
1. Kajipasiensecaracermatuntukmemastikanbahwaansietaspasienbukangejala
yang mendasari proses penyakit,sepertinyeriatauhipoksia
2. Dorongpasienuntukmengungkapkanperasaandanketakutannyasecara verbal

13
3. Tanyakanpadapasienketerampilankoping yang
biasaberhasildigunakanuntukmengatasi stress sebelumnya
4. Berikanobatantiansietassesuai program danperhatikanefektifitasny
5. Tanyakanpadapasienobatapa yang sedangdigunakan.
Gejalaansietasdapatdiakibatkanpenggunaanobat-obatan, mencakupkafein,
hormone tiroid, aminofilin, obatantidiabetik oral, obatantiinflamasinonsteroid,
steroid, glikosidajantung, dan inhibitor ambilanulang serotonin selektif.
Lebihbaiktanyakanpadadokteruntukmenggantidenganobat yang
menghasilkanlebihsedikitefekansietasdaripadamenambahobat-obatan lain
hanyauntukmengatasitandadangejalaansietas
6. Alkoholadalahcara yang biasadigunakan orang untukpengobatanansietas,
tetapibukancara yang baiktidakberbahaya.
Pastiaknuntukmenanyakanpasienmeneganikebiasaannyamenggunakanalkoh
ol-jenisapa yang iaminum (bir, anggur, wiski), kira-
kiraberapabanyakdalamseharidansudahberapalama

Dx 3
1. Menetapkanhubungansalingpercayadanberarti yang
meningkatkansalingpengertiandanperhatian.
2. Memfasilitasi proses pengambilankeputusan yang logis
 Bantu individudalammengenaliapamasalah-
masalahnyadandenganjelasmengidentifkasikeputusan yang
harusdibuat
 Galiaparesikoterhadapapa yang
timbuldaritidakmembuatkeputusan
 Mintalahindividuuntukmembuatdaftardarisemuaalternatifataupilih
an yang mungkin
 Bantu mengidentifikasikemungkinanhasildariberbagai alternative
 Bantu individuuntukmenghadapiketakutan
 Bantu dalammengevaluasialternatif-
alternatifberdasarkanpadaancamanpotensialatau actual
terhadapkeyakinan/ nilai-nilai
dalamkeseluruhanproses pengambilankeputusan
3. Bantu individudalam proses menggalinilai-nilaidanhubunganpribadi yang
mungkinmempunyaidampakpadapengambilankeputusan
4. Dukungindividudalammembuatkeputusan yang
diketahuimeskipunkebutuhankonflikdengannilai-nilainyasendiri

14
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Makhluk hidup mempunyai fase dimana manusia yang paling besar


adalah fase manusia dewasa awal merupakan masa dewasa atau satu tahap
yang dianggap kritikal selepas alam remaja yang berumur dua puluhan (20-an)
sampai tiga puluhan (30 an). Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa
ini manusia berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. Pada
peringkat ini, seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa
depannya terhadap pekerjaan dan keluarga. Pada masa ini juga seseorang akan
menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. Berbagai masalah mulai
timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam keluarga.
Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa, atau biasa disebut
dengan masa adolesen. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah
terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut
menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya.
Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai – nilai atau norma
yang telah dianggap mereka aik untuk dirinya serta mereka berudaha untuk
mempertahankan nilai – nilai atau norma – norma yang telah dipilihnya tersebut.

B. Saran

Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat berpengaruh


terhadap perkembangan orang dewasa. Jadi kita harus memperhatikan
lingkungan disekitar kita supaya faktor lingkungan yang mempengaruhi baik juga.
Seseorang untuk berkembang. Apabila remaja telah mencapai usia
dewasa secara hukum, mereka berkeinginan kuat untuk dianggap sebagai
orang- orang dewasa yang mandiri oleh kelompok sosial mereka. Jadi seseorang
biasanya menggangap dirinya dewasa karena hukum padahal secara sifat belum
tentu mereka dewasa secara sifat
Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada
situasi- situasi baru adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah
dipelajari, penalaran analogis dan berpikir kreatif. Kemampuan mental ini
mencapai puncaknya dalam usia 20-an, kemudian sedikit demi sedikit menurun.
Maka dari itu kemampuan mental seseorang dapat menurun diatas usia 20 tahun
ke atas.

15
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall.2009. DiagnosaKeperawatanEdisi 6. Jakarta: EGC


Stockslager, Jaime L., 2009. AsuhanKeperawatanGeriatrikEdisi 2. Jakarta: EGC
Label: askep
Tautan: keperawatanvvv

16